Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 1)

Title:     Biggest Secret of Kim Jongin

Author: A Bubble Tea

Main Cast:        -Kim Jongin EXO K

-Park Dee (OC)

Other Cast:       find them by your self

Note: annyeonghaseyoooo~ author kembali dengan sebuah ff absurd dan gaje lagi^^ kali ini author ngegandeng kai jadi cast di ff author karena ini spesial buat temen author yang biasnya kai. Namanya dea tapi author ubah jadi dee(?) oke ga penting author malah curhat¬_¬ ya ide murni hasil keringat author kalau ada kesamaan ide/cerita itu diluar kehendak author, sorry for typos and happy reading guys^^

***

Author’s pov

Malam itu langit kota seoul sedang cerah namun tak dapat dipungkiri dinginnya angin malam membuat sebagian orang lebih memilih untuk tinggal dirumah dan menyelimuti diri mereka dengan selimut tebal. Terkecuali seorang namja yang sedang berjalan terburu buru, dia sedikit terengah engah karena hembusan angin malam menusuk hingga ke tulang rusuknya. Dia mempercepat langkah kakinya dan segera masuk ke sebuah café dengan nuansa klasik.

Lelaki itu berjalan menuju sebuah meja. Tidak, dia tidak sendirian. Dia menghampiri meja yang sudah diisi oleh orang lain dan segera duduk lalu melepaskan masker yang sedari tadi dikenakannya agar tidak langsung dikenali oleh orang orang

“annyeong” sapa namja itu sambil mencoba mengatur nafasnya

“annyeong” sapa orang didepannya tanpa melihat kearahnya sedikit pun membuat namja itu sedikit menyesal karena keterlambatannya

“kau marah? Mianhaeee” ucap namja itu memohon

“sudahlah. Aku tidak marah. Kau sudah makan?” tanya orang didepannya yang ternyata seorang yeoja. Dia berkata dia tak marah namun sorot mata kecewa benar benar tersirat dimata coklatnya

“maafkan aku dee-ah” ucap namja itu lagi kali ini dengan menggenggam erat kedua tangan yeoja bernama dee itu. namun segera yeoja itu menarik kedua tangannya

“jangan seperti ini nanti ada orang melihat” ucap dee datar lalu memberikan daftar menu ke namja didepannya. Namja itu hanya menghela nafas lemah dan mengambil menu. Tak berapa lama ia sudah memanggil pelayan, dan seorang pelayan pun menghampirinya. Pelayan itu segera membulatkan kedua bola matanya

“omo! Apakah anda??” tanya pelayan itu menggantungkan kalimatnya didepan namja itu

“ssstttt…diam diam ya aku kesini” ucap namja itu sambil menaruh telunjuk kanannya dibibirnya dan pelayan itu pun mengangguk

“arasseo, kim jongin-ssi. Anda ingin pesan apa?” tanya pelayan itu dan dijawab dengan sebuah senyuman di bibir lelaki bernama kim jongin atau yang lebih akrab dipanggil kai itu dan dia pun segera menyebutkan pesanannya.

Kai’s pov

Kutatap lagi yeoja didepanku yang kini sedang sibuk mengaduk aduk hot chocolatenya tanpa sedikit pun menatapku. Ya, aku sangat yakin dia marah padaku.

“dee-ah” panggilku namun tak ia gubris

“dee…” panggilku untuk kedua kalinya. Nihil dia masih saja tak menghiraukanku

“CHAGI” ucapku memperkeras suaraku membuat beberapa orang melihat kearah kami dan benar saja, yeoja didepanku kini sedang membungkam mulutku dengan tangannya

“kau gila hah?” tanyanya ketus lalu menjauhkan tangannya dari mulutku

“ya habis kau tak mau menjawab saat aku memanggilmu”

“tapi bukan berarti kau bisa berteriak memanggilku ‘chagi’ begitu. nanti kalau ada orang yang melihatnya dan memfoto atau bahkan memvideokan kita bagaimana? Harusnya kau kan sadar diri sekarang kau itu ar….”

Grep

Segera kubungkam mulut cerewetnya itu dengan tanganku dan kutatap yeoja itu dengan lekat.

“jangan membahas masalah itu tiap kali kita ketemu. Jebal” ucapku memohon dan dia pun mengangguk

“kenapa masih memaksakan bertemu sih?” tanyanya masih dengan nada sedikit ketus padaku

“memangnya kenapa hm?”

“ini sudah malam. Kau kan besok ada practice kalau tak cukup istirahat nanti kau sakit” ucapnya membuatku tersenyum. Ternyata dia mengkhawatirkanku

“tenang saja, aku kuat kok hehe kau sendiri? Kenapa masih mau menemuiku?” tanyaku padanya, seketika semburat merah muncul diwajahnya dan dia tertunduk

“aku….merindukanmu….” ucapnya pelan membuat senyumku semakin merekah. Segera kuacak rambut hitamnya

“nado bogoshipeooo” ucapku. Tak berapa lama datanglah pesananku dan kami berdua pun terdiam dalam waktu yang cukup lama karena sedang sibuk dengan santapan masing masing.

#skip

Sekarang sudah pukul 23.00 dan kami berdua sedang berjalan tak tentu arah. Tak ada rangkulan ataupun gandengan tangan. Kami hanya jalan berdua dan bersebelahan. Alasannya? Sama. Dee takut ada orang yang melihatku dan memfoto kami secara diam diam. Profesiku sebagai salah satu member di rookie grup bernama EXO membuat segala sesuatu tentang pacaran menjadi sulit. Kami berdua harus ekstra hati hati dalam berkomunikasi apalagi bertemu karena bisa bisa aku tertangkap basah dan terkena skandal. Apalagi dari manajemenku tak membiarkan artis bawahannya memiliki kekasih dan jujur saja ini sangat menyiksaku.

Kutengok yeoja disebelahku yang sibuk menatap lurus kedepan tanpa membuka mulutnya sedetik pun. Apa dia marah? Entahlah. Dee memang tipe gadis yang tidak terlalu cerewet tapi kalau sudah menyangkut masalah aku-tertangkap-basah-berpacaran dia akan sangat berisik.

“kai oppa” panggilnya membuatku tersadar dari lamunanku

“ne?”

“…..ani. sudah malam dan aku harus pulang” ucapnya, aku pun mengangguk mengerti

“kuantar pulang ya?”

“ani. jangan. Nanti ada yang melihatmu. Aku bisa pulang sendiri kok, kau berhati hatilah bye” ucap dee lalu meninggalkanku sendiri. Lagi. Selalu seperti ini. aku mulai tak tahan dengan segala batasan yang harus kami patuhi karena aku seorang artis.

Dee’s pov

Kulangkahkan kakiku malas pulang kerumah. Tahukah kalian rasanya jadi kekasih seorang artis? Seperti wanita simpanan, semua harus serba hati hati. Bahkan aku sulit memanggilnya chagi walaupun hanya di sms. Aku sangat merindukannya, aku ingin memeluknya seperti dulu. Bukan seperti sekarang, rasanya aku benar benar kesal tiap kali ada orang yang menanyakan siapa pacarku dan aku hanya tersenyum mengatakan pacarku orang sibuk dan tak punya waktu untuk berkenalan dengan teman temanku, padahal pada kenyataannya teman temanku sering kali meneriaki nama kai tiap melihat exo.

Begitu sadar aku sudah sampai didepan kamarku, segera kubuka pintu dan masuk kedalam. Kurebahkan diriku diatas tempat tidurku.

“haaaaaah….” Kuhela nafasku kecewa. Ya, aku sangat kecewa. Sudah sebulan kami tak bertemu dan pertemuan singkat tadi sangat kurang untukku. Aku ingin berlibur dengannya atau setidaknya main kerumahnya atau apapun itulah. Tiba tiba iPhone-ku menunjukkan sebuah pesan masuk, segera kubuka

From: Kkamjong

Kau sudah dirumah?

Aku tersenyum membacanya, dia khawatir? Padahal jarang antara tempat kami tadi dengan rumahku tak terlalu jauh. Segera kubalas pesan dari namjachinguku itu

To: Kkamjong

Ne, aku sudah dirumah. Wae?

Send

Tak berapa lama kai segera menelfonku. Aish, tak bisakah dia membalas pesanku? -_- namun segera kuangkat telfon darinya

“yeoboso…”

“yeoboseyooo”

“waeyo oppa?”

“ani. kau sedang apa?” tanya suara berat milik kai oppa. Pertanyaan klasik

“sedang tidur, oppa?”

“sedang…..memikirkanmu”

*blush*

Seketika wajahku memerah mendengar jawabannya. Aish, kalau sudah malam kenapa dia hobi sekali menggombal sih?

“pasti mukamu merah ya sekarang? Hahahaha” lanjutnya dengan tertawa keras membuatku segera menghentikan aksi malu maluku(?) dan memasang muka masam.

“yaaa! Kau mempermainkanku?”

“hahaha ani. aku serius sedang memikirkanmu yeojakuuu” ucapnya masih dengan tertawa

“ne ne terserah” jawabku sedikit ketus dan dia pun segera menghentikan tawanya

“chagi…”

“waeyo?”

“hari kamis ini aku harus ke china. kau tidak apa apa kan?” ucapnya pelan. Aku pun hanya bisa menghela nafas panjang

“berapa lama?”

“mungkin bisa satu bulanan…”

Klik

Segera kututup telfon kai tanpa mau mendengarnya lebih lanjut. Kalian tahu kenapa? Aku mulai lelah dengan keadaan yang seperti ini. aku pun segera mematikan iPhone-ku dan menarik selimutku. Marah? Ya aku marah dengan keadaanku, bahkan jika boleh memilih lebih baik kai tak pernah lolos menjadi trainee di SM. Jahat? Mungkin. Egois? Ya, aku egois. Aku tahu aku sangat egois, tapi terus menjalin hubungan seperti ini aku mulai lelah…

Kai’s pov

“mungkin bisa satu bulanan…”

Klik

Telfonku dengan dee tiba tiba terputus, aku tahu pasti dia yang mematikannya. Ku tatap iPhone-ku nanar. Pasti dia marah padaku karena tak mengatakannya dari minggu minggu lalu. Aku pun segera bangkit dari tempatku dan keluar kamar, kulihat member EXO K yang lain masih sibuk dengan urusan masing masing. Kyungsoo hyung sedang membaca buku resep, suho hyung sedang membaca entah apa, sehun dan chanyeol hyung sedang bermain game dengan baekhyun yang sibuk meneriaki mereka -_- aku pun menjatuhkan diriku disofa dan membenamkan wajahku di sebuah bantal

“HAAAAAAAH!!” teriakku masih dalam posisi mukaku terbenam oleh bantal. Namun sepertinya semua member bisa mendengarku. Mereka segera menghampiri dan mengangkat bantal dari mukaku lalu menatapku dengan khawatir

“kai-ah, gwenchana?” tanya suho hyung sambil memegang pundakku. Aku pun mengangguk lemah

“yaaa! Kau kenapa kai?” kali ini sehun yang bertanya padaku. Aku hanya diam dan tertunduk

“cerita pada kami kkamjong-ah” kali ini d.o hyung yang menghampiriku. Aku pun menghela nafas dan bersiap menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Kelima namja itu langsung duduk manis dihadapanku

“kalian punya yeojachingu?” tanyaku dan dibalas dengan gelengan kepala kelima orang itu membuatku justru semakin frustasi

“kalau aku punya kalian tidak apa apa kan?” tanyaku lagi dan mereka mengangguk. Aku seperti sedang mendongeng untuk anak tk-_-

“aku….punya yeojachingu”

“MWOOO?!!??!” teriak mereka bersamaan membuatku segera menutup telingaku

“Yaaa! Kenapa kalian malah berteriak” ucapku kesal dengan reaksi mereka semua

“jinjjaaa??? Kenapa kau tak pernah cerita kkamjong-ah?” protes chanyeol hyung disertai anggukan yang lain. Aku pun tersenyum miris dan mulai menceritakan semuanya pada mereka.

*skip*

“hooo, jadi maksudmu kau dan dia selama ini terus terusan merahasiakan hubungan kalian dan sekarang dia sudah tidak tahan?” tanya baekhyun hyung dan aku pun mengangguk

“kenapa tak kau publikasikan saja kai?” ucap sehun polos membuatku membulatkan kedua mataku

“MWO? Bisa bisa aku dibunuh oleh dee karena mencari masalah dan skandal. Ottokheeee? Aku juga sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Lusa kita akan ke china, begitu aku mengatakannya dia langsung menutup telfonku….” Jawabku putus asa.

“kalau begitu kenapa kalian tidak break saja? Kalau sama sama sudah tidak tahan lebih baik disudahi kan?” tanya suho hyung

“tapi hyung…. Aku mencintainya sungguh”

“tapi kalau keadaannya seperti ini sangat sulit kkamjong” ucap chanyeol hyung

Aku pun terdiam dan mulai berpikir. Mungkin akan lebih baik disudahi saja, toh entah sampai kapan dia akan tahan selalu kujadikan sebagai rahasia terbesar dari karirku. Dia juga pasti ingin mengenalkanku pada teman temannya kan? Aku pun akhirnya mengangguk dan mengiyakan saran dari member exo yang lain.

***

Kurebahkan diriku di kasurku dan mulai menatap iPhone-ku dengan nanar. Entah kalimat macam apa yang harus aku katakan pada dee agar dia mengerti dan tak salah paham padaku. Tapi ini yang terbaik baginya dan bagiku. Aku pun segera menekan tombol ‘call’ pada nomornya dan menunggu jawabannya

“apa?” tanya sebuah suara disebrang sana dengan datar. Hhh rupanya dia masih marah padaku

“dee-ah”

“wae?”

“nggg….begini….aku ingin berbicara” ucapku sambil menggaruk tengkukku yang sama sekali tak gatal, aku hanya terlalu gugup

“apa kai?”

“soal hubungan kita….” Ucapku menggantung, sungguh aku tak siap sama sekali

“apa?”

“menurutmu kalau kita mengakhirinya apa itu akan berdampak baik pada…..kita?” ucapku lagi dengan pelan menggunakan kata ‘menurutmu’ agar dia tak merasa aku memutuskan secara sepihak

“kau berpikir untuk menyudahi hubungan kita?” tanyanya kali ini bisa kudengar suaranya meninggi sedikit. Aku pun menghela nafas frustasi, sungguh aku mencintaimu dee. Tapi aku hanya tak tahu sampai kapan kita berada dalam keadaan seperti ini.

“nggg…..bukan. maksudku break sementara sampai aku…boleh berpacaran dee”

“lupakan. Yasudah kalau menurutmu ini baik, setidaknya aku tak perlu susah susah memikirkanmu ataupun hubungan kita lagi. Terimakasih untuk selama ini dan terimakasih sudah menjadi beban pikiranku selama ini. Berbahagialah sekarang, bye”

Klik

Telfon itu pun terputus begitu saja, aku hanya bisa terbengong dan menatap nanar layar i-Phoneku. Menangis? Ya aku menangis sekarang. Bahkan dia menjadi sangat dingin tanpa sekalipun mencoba mencegah keputusanku. Apa kau sudah sangat tidak tahan?

Dee’s pov

Aku membanting i-Phoneku dengan asal dan membenamkan wajahku dibantal. Sungguh namja bodoh itu benar benar menguras air mataku semenjak dia debut. SUNGGUH! Aku sudah sangat lelah dan dia dengan enaknya mengatakan untuk putus? Semudah itukah? Gila. Tapi aku harusnya bahagia karena sekarang aku sudah bebas, aku tak perlu lagi sembunyi sembunyi seperti seorang wanita simpanan. Aku bisa mencari namja lain yang jauh lebih baik dari seorang kim jongin kan?

Tapi tak ada yang sebaik dirinya, kami menjalin hubungan sudah cukup lama dan dengan mudahnya dia memutuskanku seperti ini. aku benar benar kesal dan marah sekarang tapi tetap saja aku lebih sedih karena harus mengakhiri semuanya seperti ini. secara tidak baik baik. Kai, apa benar semua ini yang terbaik untukmu dan untukku? Tidakkah ini hanya akan menjadi baik untukmu?

***

Author’s pov

Ternyata kepergian exo k ke china dibatalkan karena suatu masalah, hari ini semua member exo k sedang menikmati hari kosong mereka terkecuali kai. Dia seharian hanya duduk disofa dan menatap kosong ke tv tanpa sedikitpun mengisi pikirannya membuat seisi dorm khawatir.

“kai” panggil baekhyun yang duduk disebelah kai sambil menepuk pundak kai pelan namun nihil, namja itu tak bergeming sedikit pun.

“kai…” panggil baekhyun sekali lagi dan kali ini sang empunya pundak sadar dan menengok kearahnya

“ada apa hyung?”

“kau…errr sudah putus?” tanya baekhyun hati hati takut dia justru membuat dongsaengnya itu sedih

“….” Kai diam namun dia mengangguk pelan sambil menunduk. Baekhyun merasa bersalah dan segera menepuk nepuk pundak kai pelan

“aku…aku masih sangat mencintainya hyung” ucap kai dengan suara parau

“arasseo kai. Hubungilah ia”

“ani. aku tak mau hyung, dia pasti sudah bahagia tanpaku. Saat aku memintanya untuk mengakhiri hubungan kami dia bilang dia senang sudah putus denganku karena aku sudah menjadi bebannya selama ini. apa aku sudah sangat mengabaikannya selama ini hyung?” ucap kai masih dengan tertunduk membuat baekhyun merasa iba padanya

“tidak ada yang salah diantara kalian, kai kau kan sudah tahu resiko menjadi seorang public figure. Sekarang masalahnya adalah kalian berdua itu masih anak anak masih sama sama berego tinggi dan gengsian. Lebih baik kau hubungi dia dan jelaskan baik baik. Syukur syukur dia mau berbalikan denganmu”

Kai diam seribu bahasa namun dia segera bangkit dari sofa dan berlari menuju kamarnya, tak lupa dia menengok sebentar kearah baekhyun

“gomawo hyung!” ucapnya lalu segera masuk kekamarnya membuat baekhyun hanya tersenyum melihat tingkah namja yang selama ini ia kenal cuek jadi selemah itu.

Kai’s pov

Kuambil iPhoneku dan menekan tombol ‘call’ pada nama dee lalu aku pun menunggu telfonku diangkat olehnya. Sebenarnya aku agak pesimis dia mau mengangkat telfonku, dia masih menyimpan nomorku saja suatu keajaiban.

“yeoboso” sapa sebuah suara disebrang sana membuatku sedikit tersentak. Dia mengangkat telfonku

“ha..halo dee” sapaku agak gelagapan.

“ada apa?”

“kau sedang sibuk?” tanyaku hati hati

“sebenarnya tidak tapi…” belum sempat dia menyelesaikan omongannya aku bisa mendengar dengan jelas sebuah suara memanggilnya

chagiii, ayo makan. Aku sudah membuatkanmu makanan.”

DEG

Apa katanya tadi? Chagi? Jelas jelas itu suara seorang namja dan entah bagaimana suara itu begitu familiar bagiku.  Tidak. Tidak mungkin dia…

“kai, maafkan aku. Tapi aku harus makan sekarang. Lain kali kita lanjutkan ya, bye” ucapnya lalu memutuskan sambungan telfon secara sepihak. Aku tertegun dan terduduk lemas di lantai kamarku.

Semudah ini? dia sudah mempunyai namjachingu baru yang entah siapa dan bahkan tak berselang sebulan setelah putus dariku? Semudah inikah dia melupakanku? Dan siapa namja itu? aku merasa sangat mengenal suaranya. Tidak mungkin. Mana mungkin dia….

TBC~

Annyeong! Gimana? Hahaha ini pertama kalinya aku nyoba bikin ff yang multi chapter loh ._. entah jadinya gimana, yg jelas mohon dukungan kritik saran langsung aja dicomment yaaah. Gomawooo ❤

24 pemikiran pada “Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 1)

  1. kenapa harus bikin pnasarann sih?
    siapa tuh?
    suho kah?
    atau malah chanyeol?
    kutunggu next part ne!
    tapi pasti salah paham deh! pasti yg ngmong tuh oppa nya!
    felling ku sih chanyeol!
    soalnya marganya sama!
    ekh,malah kayak kuis tebak”an!
    yg penting ninggalin jeja kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s