Appa (Chapter 1)

Appa (Story 1): SuDoTaoRis

Author: kim_mus2

Main Casts:

Kris, Tao, Suho & D.O (a.k.a Kyungsoo)

Support Casts:

Other EXO-K and EXO-M Members

Length: Multi Chapter

Genre: Brothership, Family, Comedy

Rating: General

Summary:

Setelah memenangkan penghargaan

The best newcomer/rookie award 2012,

SMENT memberikan hadiah liburan selama satu minggu

pada member EXO-K & EXO-M di sebuah villa di pulau Jeju.

Kata liburan seharusnya menyenangkan. Tapi, apa jadinya

Jika member EXO berlibur sambil merawat anak?

Let’s check this out in “APPA” the series

Prolog

=^^=

Author’s Side

“Semuanya, siap beroperasi! Ka!” Kris memberi komando pada semua member untuk segera merawat anak-anak yang sudah menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Entah takdir seperti apa yang akan mereka alami bersama anak-anak itu. Hanya Tuhanlah yang tahu. Maksudnya, hanya authorlah yang tahu 😀 Semoga semuanya berjalan dan berakhir dengan indah. Hanya itulah harapan yang ada di setiap benak para member.

Duo Hunhan yang cukup bersemangat mulai mendekati seorang anak laki- laki yang mengenakan blazer hitam. Anak itu duduk di sofa ruang tamu sambil membaca sebuah buku dengan tampang yang amat serius. Saking seriusnya, kedatangan dua mahluk tampan di depannya pun sama sekali tak ia sadari.

“Annyeong… Aku Luhan hyung, namamu siapa?” Sapa Luhan sambil tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya. Tapi, tak ada respon sedikitpun dari sang anak. Luhan sangat terkejut, baru kali ini ada orang yang mengacuhkannya. Biasanya dia kan jadi pusat perhatian. Sabar ya bang Lulu, author akan tetap ada di sisimu ko ^^

Untuk mengantisipasi sikap yang sama dari sang anak, Sehun menyiapkan sebuah taktik yang ia anggap jitu.

“Annyeong… bbuing… bbuing….” Sehun sudah beraegyo seimut mungkin, tapi ternyata saudara-saudara… keimutan Sehun pun tidak mujarab. Sang anak kini malah menyilangkan kaki dan membuka halaman baru buku kesayangannya dengan santai.

“Ottokhae, hyung?” Rengek Sehun frustasi.

“Molla.” Jawab Luhan lemas. Pesona hunhan sepertinya sudah tak diterima di bumi.

Lain halnya dengan duo hunhan yang tak mendapat perhatian sang anak yang anteng dengan bukunya, trio LayMinChen justru dibuat kalang kabut oleh anak yang diasuhnya.

“Eunji-ya! Keumanhae!” Chen mengeluarkan lengkingan dahsyatnya pada seorang anak perempuan yang sibuk mendribble bola basket di atas meja makan yang masih dipenuhi piring-piring kotor bekas pesta member EXO tadi malam. Betapa malangnya sang piring, akibat ulah Eunji semuanya pun menjadi butiran debu yang tak berharga. *Kan gak harus butiran debu juga, author lebay ah*

Untuk mengatasi tindakan brutal gadis kecil yang satu ini, Xiumin terpaksa mengeluarkan jurus taekwondo andalan yang tak pernah ia perlihatkan sebelumnya. Dengan secepat kilat, akhirnya Xiumin berhasil mengunci gerakan Eunji dan kemudian mengangkatnya dari meja makan. Semenjak Xiumin menggendongnya, gadis kecil itu tak sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari wajah Xiumin.

“Hyung! Anak itu menyukaimu.” Ujar Lay dengan santai sambil memainkan gitar akustiknya.

BUGH!

Eunji melemparkan bola basket yang digenggamnya sejak tadi, tepat ke atas kepala Lay. Dengan otomatis, namja malang itu pun pingsan bersama gitar kesayangannya.

“Ini bola macam apa? Kenapa empuk sekali? Aku lebih suka bola ini!” Tutur Eunji antusias, sambil terus mencubiti pipi Xiumin. Rupanya gadis kecil ini sudah merubah ketertarikannya dari bola basket menjadi pipi Xiumin yang empuk dan lembut seperti bapao Cina.

Dibandingkan anak-anak lainnya, anak yang berada dalam asuhan trio KaiBaekYeol tergolong anak yang penurut dan menyenangkan.

“Annyeong!” Sapa KaiBaekYeol dengan ceria pada anak laki-laki tampan di hadapannya.

“Annyeong! Kalian appadeulku ya? Yuhuuu! Aku punya tiga appa Horee!” Anak ini langsung menghambur ke pelukan ketiga namja itu sambil terus berjingkrak-jingkrak kegirangan dan nyengir-nyengir kurang jelas. BaekYeol yang biasanya sangat ceria malah terdiam melihat perilaku sang anak. Mereka seperti melihat pantulan dirinya sendiri di cermin. Takjub. Mungkin itulah yang dialami BaekYeol.

Bagaimana dengan reaksi Kai? Namja seksi satu ini justru tak memperhatikan anak di hadapannya. Dia terlalu sibuk menata hati, karena hyung kesayangannya tengah bermesraan dengan sang leader EXO-K. Mereka berdua merawat seorang bayi seperti sepasang suami istri yang baru menikah. Kali ini Kai benar-benar terbakar api cemburu.

Tak seperti apa yang dilihat Kai saat ini, sebenarnya Kyungsoo dan Suho bukan sedang berbahagia, tapi justru sedang mengalami dilema. Bagaimana tidak, bayi itu terus menangis di pangkuan Suho dan menolak jus kimchi yang diberi Kyungsoo.

“Hyung, ottokhae? Kenapa jusnya tidak mau dia minum. Masa tidak enak sih?” Keluh Kyungsoo sambil mengerucutkan bibir tebalnya.

“Nan molla! Dia tak mau berhenti menangis dari tadi. Cup cup cup… jangan menangis lagi ya, appa tampan sedang menggendongmu. Lihat wajah appa sayang….” Suho berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan ekspresi wajah terbaiknya di depan si bayi. Tapi, tangisannya malah semakin keras. Sebenarnya, apa penyebab utama tangisannya itu? Apa Kyungsoo dan Suho melakukan kesalahan?

“Hyung, berhenti memasang wajah menyedihkanmu di depan bayi kita! Dia jadi semakin sedih.” Tutur Tao tanpa ekspresi pada Suho.

“Apa maksudmu dengan bayi kita? Jangan harap kau bisa merebut anak ini dan Suho hyung dari tanganku, Tao!” Tegas Kyungsoo sambil melotot.

“Ambil saja Suho hyung menyedihkanmu itu hyung! Aku tak tertarik. Berikan anak itu! Aku akan membuatnya berhenti menangis.”

“Bagaimana caranya?”

“Dengan ini!” Tao menarik Kris ke hadapan SuDo.

“Apa-apaan kau Tao? Aku harus melakukan apa?” Kris bingung bercampur kesal karena ulah Tao.

“Aku yakin wajah angry bird-mu itu bisa membuat bayi kita berhenti menangis hyung.” Jelas Tao dengan wajah yang sumringah.

“What are you saying, Panda? I’m not angry bird, I am a prince!” Tegas Kris dengan suara basnya yang menggetarkan jiwa.

“Coba dulu saja hyung!” Tao memberikan sang bayi dan menyuruh Kris untuk menggendongnya.

Sepertinya ide Tao berhasil dengan baik. Buktinya saja, bayi itu berhenti menangis saat memandang wajah datar Kris. Tapi, 1 menit kemudian. Tangisan sang bayi semakin menjadi.

“Dasar kau sok tahu Tao, bayi ini pasti menangis karena kelaparan.” Protes Kris yang merasa ketampanannya kurang dihargai oleh sang bayi.

“Benar juga sih. Biasanya, anak bayi akan berhenti menangis kalau diberi ASI kan? Baiklah, aku akan memberikannya.” Ujar Tao bersemangat.

Suasana menjadi hening seketika. Sebenarnya, apa yang ada dipikiran Tao? Apakah dia akan menyewa seorang ibu untuk menyusui anak ini? Pertanyaan semacam itulah yang sedang melanda Kris, Suho dan Kyungsoo saat ini.

“Baiklah! Bayiku, ayo minum ASI dari appa!” Tao membuka kaos tipis yang digunakannya kemudian menggendong si bayi.

“Eh? Kenapa air susunya tidak keluar ya?” Tao mendadak bingung, karena ASI yang diharapkannya untuk keluar dari salah satu bagian tubuhnya itu sama sekali tak muncul.

“TAO! KAU GILA!” Teriak Kris, Suho dan Kyungsoo histeris.

“Kau itu namja!” Tegas Kris.

“Lalu?” Tanya Tao dengan polosnya.

“ Namja tak punya dada Tao!” Tegas Suho, bahasanya semakin frontal.

“Hyung ngaco. Lalu, ini apa?” Jawab Tao sambil menunjuk bagian dadanya.

“Itu tak bisa mengeluarkan ASI, Tao!”  Jelas Kyungsoo sambil melotot.

“Kenapa tidak bisa sih? Dulu, ibuku juga sering memberiku ASI dari organ ini.” Kepolosan Tao semakin biadab.

“Dadamu itu tidak sama dengan payudara ibumu! Dadamu itu isinya otot, bukan ASI! Arrachi?” Kyungsoo menjelaskan dengan sangat frontal karena si maknae Tao yang kelewat polos atau mungkin agak bodoh menurutnya.

“Oh, begitu ya? Pantas saja tidak keluar ASI. Sepertinya aku harus lebih banyak latihan, supaya dadaku bisa seperti dada ibuku!” Ujar Tao dengan sumringah. Dia malah semakin bersemangat dalam jalan sesatnya. Kris, Suho dan Kyungsoo hanya bisa menghela nafas panjang melihat tingkah laku Tao yang sedikit melenceng dari norma-norma yang ada.

=APPA=

Sudah hampir lima jam, tapi tangisan bayi yang dirawat SuDo dan TaoRis belum kunjung mereda. Keempat namja itu sudah mulai frustasi dibuatnya. Mereka sudah tak tahu lagi harus melakukan apa. Meminta bantuan pada member lain pun sepertinya akan sia-sia saja, karena mereka semua pun sibuk dengan dunia barunya.

Meskipun sudah mengalami kegagalan, appa SuDo dan TaoRis masih terus berpikir keras untuk menenangkan si buah hati. Saat pikiran mereka semakin jenuh, tiba-tiba sebuah petunjuk membawa mereka pada titik terang.

PREET

“Suara ini….” Ucapan Suho terdengar menggantung.

“Kau tahu sesuatu, hyung?” Tanya Kyungsoo antusias.

“Aku juga tahu!” Ujar Kris dengan seulas senyuman di wajahnya.

“Apa hyung?” Tanya si maknae Tao.

“BAB!”

“POOP!”

Suho dan Kris mengucapkan dua kata dengan makna yang sama secara bersamaan.

“Ah arasseo! Coba kita buka!” Kyungsoo yang dibantu oleh Tao segera membuka popok si bayi. Benar saja, ternyata selama lima jam ini sang bayi menahan penderitaannya karena butiran-butiran kuning yang membuatnya sangat tidak nyaman.

“Kita butuh popok, lap dan air untuk membersihkannya. Tao cepat bawa peralatan itu sekarang.” Suho berpikir cepat dan langsung memberi instruksi.

“Aku tak mau!” Tolak Tao cepat.

“Waeyo?” Tanya Suho heran.

“Aku hanya mau kalau aku disuruh oleh Kris gege.”

“Cepat laksanakan.” Titah Kris dengan gaya cool-nya.

“Siap boss!”

“Issh! Anak itu, benar-benar!” Geram Suho yang merasa tidak dihormati dongsaengnya.

“Tenang hyung, kau kan punya aku.” Tutur Kyungsoo untuk menenangkan leader tercintanya.

“Arasseo!”

Beberapa menit kemudian, Tao datang dengan membawa seember air beserta handuk kecil dan celana dalam yang dia sampirkan di pundak kokohnya.

“Kris gege, I’m coming!” Tao sok berbahasa Inggris.

“Berikan alat-alatnya! Biar aku yang melakukan ini.” Perkataan Kris membuat Tao dan SuDo membeku. Mereka sangat takjub dengan tindakan Kris. Dia memang sang dduizhang. Berani mengambil tindakan yang sangat beresiko, pikir ketiganya.

“Awww!” Pekik Kris saat terkejut dengan semburan air yang tiba-tiba keluar dari salah satu organ si bayi.

Melihat Kris yang seperti itu, bukannya membantu, Tao dan SuDo malah tertawa terbahak-bahak.

“Hyung, hati-hati! Semburannya dahsyat! Hahaha.” Ejek Suho sambil memegangi perutnya yang teramat sakit karena tertawa.

“Jinjja! Bayi perempuan ini sangat bersemangat mengerjaimu, hyung!” Tambah Kyungsoo yang tak kalah sakit perutnya dari Suho.

Sementara Tao hanya bisa mengulum senyumnya karena takut kalau nanti dia diceraikan oleh Kris. Eh, maksudnya takut dimarahi oleh Kris.

Tanpa mempedulikan ocehan para dongsaengnya, Kris terus serius membersihkan kotoran si bayi mungil dan akhirnya bayi itu pun berhenti menangis dan memberikan senyuman pada sang appa.

“Waah… kau tersenyum padaku ya? Anak baik.” Kris tersenyum tulus pada bayi di hadapannya.

“Ok! Sekarang, kita pakai celananya ya….” Lagi-lagi Kris hanya berbicara dengan sang bayi. Dia sudah melupakan para dongsaengnya yang menyebalkan.

Saat akan memasangkan celana pada sang bayi, Kris menemukan sesuatu yang ganjil. Dia berhenti sejenak dan mulai memikirkan sesuatu.

Beberapa detik kemudian.

“Tao! Ini… Kenapa kau membawa celana dalam baruku, huh?” Kali ini sang dduizhang benar-benar murka pada si Maknae Panda.

“Hah?” Tao dan SuDo mengeluarkan suara khasnya masing-masing dengan berbarengan.

“Eh… itu… aku bingung. Masa aku harus memberikan celana dalam yang sudah dipakai? Kan kasihan bayinya. Jadi… aku memberikan celana barumu saja hyung.”

“Bagaimana kau tahu kalau celanaku baru, huh?”

“Kalau itu… aku kan mengikutimu waktu berbelanja di Beijing. Hehe.” Panda Tao hanya bisa cengengesan.

“Ya sudah! Apa boleh buat! Setelah ini kita harus membeli popok dan susu!” Kris berbicara dengan tatapan dinginnya yang membuat Tao tiba-tiba merinding.

“Betul! Kita juga harus memberi dot, pakaian bayi, peralatan makan bayi, kosmetik bayi, lalu apa lagi ya? Hmm…” Suho Nampak berpikir keras untuk mempersiapkan peralatan bagi sang bayi.

“Kalau begitu, kau yang belanja ho!” Titah Kris dengan santai.

“Aku? Baiklah! Tapi uangnya darimu ya hyung!” Bujuk Suho dengan senyuman angelic-nya.

“No way! Kau juga kan seorang leader, jumlah uangmu pasti sama banyaknya denganku.”

“Kalau begitu, aku tak akan pergi.” Suho mulai berjalan meninggalkan Kris yang masih sibuk dengan bayinya.

“Yaa! Baiklah, aku akan memberimu uang Suho-sshi! Ini!” Ujar Kris sebal sambil memberikan sejumlah uang lembaran yang cukup banyak dari saku jeansnya.

“Hehe, kalau begini aku mau.” Suho pun segera pergi sebelum Kris berubah pikiran.

“Kyungsoo hyung, sepertinya kau juga harus belanja makanan bayi. Jus kimchimu itu sepertinya tidak cocok untuk bayi kita ini.” Tao memberikan saran.

“Benar juga ya. Sepertinya aku harus membeli banyak bahan makanan bergizi untuk bayi ini. Baiklah, Kris hyung aku minta uang belanja dong!” Kali ini Kyungsoo yang menagih uang pada Kris. Pasangan menyebalkan. Mungkin itulah yang terlintas dalam pikiran kris saat ini.

“Kau meminta uang padaku? Aku ini bukan leadermu. Minta saja pada Suho.”

“Tapi Suho hyung kan sudah pergi, hyung. Jadi, bagaimana dong?” Kyungsoo memasang wajah polosnya di depan Kris, yang terlihat semakin menyebalkan menurut Kris. Koceknya menjadi tipis karena ulah SuDo. Kalau saja semua itu bukan untuk sang bayi, Kris tak akan mungkin membiarkan hal itu terjadi.

“Yang tabah ya hyung!” Tao mencoba menenangkan hati Kris yang gundah gulana karena terancam miskin.

“Tabah! Tabah! Cepat buang kotoran bayi ini! Bersihkan kamar ini, lap barang-barangnya, pel lantainya dan ganti sepreinya, setelah itu cuci semua pakaianku ini sampai tak ada bau pesing yang tersisa! Apa kau mengerti?” Titah Kris tak sabaran.

“Hyung….” Tao mulai memelas, memohon keringanan dari Kris.

“Tangisan pandamu itu tak akan mempan! Cepat, laksanakan!” Rupanya sang leader tetap kukuh dengan pendiriannya. Mungkin dia sudah tak tahan dengan penderitaan yang dialaminya dari sejak tadi pagi.

“Baiklah hyung. Apapun akan kulakukan untukmu.” Tao sedikit terisak mengingat penderitaan yang akan dialaminya.

=APPA=

“Kami pulang!” Setelah berjam-jam berbelanja, akhirnya Suho dan D.O pulang ke villa dengan membawa banyak keresek berisi makanan dan perlengkapan untuk si bayi tercinta.

“Hyung! Kau akan masak enak kan malam ini?” Kai sangat antusias dengan kedatangan Kyungsoo. Perut sempurnanya sudah sangat lapar setelah seharian menghadapi kegilaan BaekYeol dan anak yang diasuhnya.

“Oh Kai, mianhae… aku tidak akan masak makan malam, hari ini. Aku lupa tidak belanja makanan untuk kalian.”

“Mwo? Lalu itu apa?” Tanya Kai sembari menunjuk ke arah keresek putih yang dijinjing Kyungsoo.

“Ini… hanya sedikit sayuran dan makanan bayi. Kalian makan di luar saja ya.”

“Hyung juga akan ikut makan bersama kami kan?” Tanya Kai lagi.

“Ani! Aku dan Suho hyung sudah makan, tadi.”

“Ah, neo jinjja hyung!” Protes Kai yang merasa dikhianati Kyungsoo hyung-nya.

Dengan rasa kecewa yang mendalam, semua member terkecuali kwartet SuDo dan TaoRis terpaksa pergi untuk makan malam di luar bersama anaknya masing-masing.

“Kalian sudah pulang? Kemana member yang lain?” Tanya Kris yang baru keluar kamar mandi dengan sehelai handuk putih yang menutupi badannya dari pinggang hingga ke lutut. Nampaknya Kris baru selesai membersihkan diri dari bau-bau aneh yang di dapatnya dari sang bayi.

“Mereka kusuruh mencari makan di luar hyung!” Balas Kyungsoo santai.

“Ayo kita ganti popok bayinya hyung! Aku sudah membeli 50 set popok. Lihatlah!” Suho mengangkat keresek belanjaannya ke udara dengan bangganya.

“Mwo? Kau benar-benar menghabiskan uangku!” Kris berjalan dengan tergesa-gesa ke arah Suho, sampai dia tak sadar kalau sesuatu yang buruk nyaris terjadi padanya.

“Aih, hyung! Hati-hati ah, aku mau masak dulu. Annyeong!” Kyungsoo bergegas pergi menuju dapur bersama belanjaannya.

“Hyung, apa kau butuh popok?” Tanya Suho dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.

“Popok! Popok! Dasar maniak popok! Bagaimana bisa kau membeli popok sebanyak ini huh?” Kecam Kris dengan wajah yang semakin menakutkan. Tapi, bagi Suho, tak ada yang lebih menakutkan dari penampilan Kris saat ini.

“Hyung!”

“Mwo?” Tantang Kris pada Suho.

“Itu, hyung.”

“Kau mau mempermainkanku, huh?”

“Aniyo!” Suho menggeleng keras sambil menahan debaran jantungnya yang semakin menggila.

“Kau harus mengganti uangku!” Kris menghentakkan kakinya dan sesuatu pun terjadi.

“Kyaaa! Hyung! Ambil popoknya! Aku mau pergi saja!” Suho lari terbirit-birit. Dia ketakutan setengah mati karena Kris.

“Ada apa dengan anak itu?” Kris kebingungan dengan tindakan Suho yang setakut itu melihat dirinya.

Kris menelaah tubuhnya dari dada hingga ke ujung kakinya, sampai ia menyadari sesuatu.

“Oh ternyata karena ini. Untung aku pakai boxer pendek. Hahaha dasar namja mesum! Pesonaku memang tak tertahankan. I am sexy, baby!” Ujar Kris santai sambil mengambil handuknya yang melorot, kemudian melenggok ria seperti berjalan di atas catwalk menuju kamarnya.

=APPA=

Oaaakk! Ooaakk!” Bayi berusia 5 bulan itu menangis dengan sangat nyaring. Semua appadeulnya pun langsung keluar dari persemayaman masing-masing. Kyungsoo yang sibuk membuat tim ati ayam langsung mematikan kompor dan berlari menuju kamar. Tao yang sejak tadi tertidur di bathub karena kelelahan membersihkan kamar pun secepat mungkin membersihkan diri dari busa-busa sabun yang menyelimutinya. Sementara Suho dan Kris yang sejak tadi duduk di teras sambil menikmati kopi dengan suasana yang super canggung pasca kejadian memalukan tadi, malah saling menatap satu sama lain selama lima menit, sebelum akhirnya beranjak menuju kamar.

“Cup cup cup aegiya! D.O umma disini… cup cup cup….” Kyungsoo menggendong sang bayi sambil menepuk-nepuk tangan kecil si bayi dengan sangat pelan.

“Huwaaaa….” Tangisan sang bayi semakin menjadi.

“Serahkan padaku saja.” Pinta Tao pada Kyungsoo.

“Aegiya! Bbuing… bbuing….” Si Maknae EXO-M pun beraegyo dengan segenap keimutan yang mungkin masih tersisa.

“Sudahlah! Tak akan mempan Tao!  Mungkin dia harus ganti popok lagi. Kau dan Kyungsoo ke dapur saja untuk membuat susu dan makanan untuknya. Ka!” Titah Kris seraya mengambil sang bayi dari pangkuan Tao.

“Ne, hyung!” Tao dan Kyungsoo pun menurut dan pergi ke dapur.

“Suho, siapkan popok andalanmu!”

“Igo!” Suho memberikan popok dengan cepat.

“Perlu aku ambilkan air dan lap bersih hyung?” Tanya Suho yang masih sedikit canggung. Lagi-lagi karena insiden handuk Kris.

“Emmh!” Gumam Kris yang sibuk membuka celana dalam barunya yang sudah ternodai oleh sang bayi.

Setelah Suho membawa peralatan lengkap untuk membersihkan sang bayi, Kris pun lagsung mengganti popok dengan sangat telaten. Nampaknya Kris sudah mulai terbiasa dengan kegiatan ini. Sementara Suho hanya bisa mengamati pekerjaan Kris sambil tetap mengendalikan pikirannya yang kacau. Lagi-lagi karena insiden handuk… handuk siapa hayoh? 😀

Beralih ke dapur. Di tempat itu kini sedang terjadi tanding akrobatik yang luar biasa.  Sebuah pertandingan yang mengadu kebolehan dalam bidang racik-meracik susu dan makanan tentunya.

Tao dengan kemampuan kungfunya bersalto kesana kemari hanya untuk mengambil susu formula, air dingin dan air panas. Setelah itu dia mencampurnya di dalam dot dengan takaran sempurna seperti yang tertera pada bungkus susu formula. Untuk membuat susunya larut dengan baik dalam air, Tao pun melakukan gerakan mengocok susu dalam dot yang dikombinasikan dengan jurus tongkat yang sempat ia tampilkan dalam teaser dan di beberapa konser.

Tak kalah hebat dari Tao, D.O umma pun melakukan gerakan-gerakan memasak yang bahkan lebih hebat dari Chef kenamaan sekalipun. Demi mempertahankan cita rasa alami bubur tim ati ayam buatannya, D.O rela memasaknya di tungku tanah liat yang terbilang cukup sulit untuk dinyalakan. Dengan segenap kekuatannya, D.O meniup api dalam tungku tersebut agar buburnya cepat masak. Kemudian, karena D.O ingin menyajikan makanan sehat berkualitas tinggi, D.O pun mencampurkan beraneka ragam sayuran ke dalam bubur itu. Cara D.O memasak memang tak dapat diremehkan. Untuk memotong sebuah wortel saja, dia hanya memerlukan waktu 1 menit untuk mengubahnya menjadi dadu berukuran sekitar 1 cm.

Tak lama setelah itu, sang bayi pun akhirnya dapat menyantap Susu dan bubur tim ati ayam yang dibuat dengan sepenuh hati oleh Tao dan D.O. Merasa segar setelah mendapat asupan makanan, sang bayi malah semakin merajalela. Dia memang tidak menangis, tapi justru dia malah merangkak menuruni kasur kemudian bergerak keluar kamar dengan sangat cepat. Semua appa pun menjadi kalang kabut dibuatnya. Apalagi saat sang bayi menemukan sesuatu yang menarik.

“Aooh! Aooh!” Sang bayi melambaikan tangannya pada keempat appadeulnya. Sepertinya dia ingin menunjukkan sesuatu.

Saat keempat appa itu mendekatinya, sang bayi pun menunjukkan sesuatu yang ada di tangan kirinya.

“Yaa!”

“Hyaa!”

“Huwaaa!”

“Andwaee!”

SuDo dan TaoRis berteriak histeris sampai mereka terjatuh ke lantai dengan posisi saling menindih satu sama lain.

“Hehehehehe,” sang bayi tertawa dengan sangat puas melihat reaksi berlebihan dari appadeulnya. Kemudian, bayi itu dengan santainya mencium cicak kecil di tangannya sebelum ia melepaskannya kembali.

Setelah puas mengerjainya appadeulnya, sang bayi kembali merangkak ke dalam kamar dan berhenti tepat di depan kasur. Bayi ini rupanya bingung memikirkan cara untuk menaiki kasur. Untunglah para appa mengikutinya ke dalam kamar dan mengangkatnya ke atas kasur.

“Ayo cepat tidur aegiya!” Ujar Kyungsoo sambil mengelus lembut rambut pendek sang bayi.

“Bagaimana cara menidurkannya? Anak ini sangat susah tidur. Tadi saja aku menunggunya tertidur hampir tiga jam. Bosan sekali.” Jelas Kris, mencurahkan isi hatinya.

“Bagaimana kalau kita nyanyikan lagu nina bobo saja? Kalau susah tidur, ibuku selalu menyanyikan lagu itu.” Usul Tao dengan bersemangat.

“Mwo? Sudah sebesar ini kau masih dinyanyikan lagu itu?” Tanya Kyungsoo dengan memasang mata yang hampir akan keluar.

“Ne, memangnya kenapa? Aku bahkan sering tidur bersama ibu kalau sedang pulang ke Cina.”

“Hehehe, kau memang unik Tao.” Kyungsoo hanya bisa tersenyum garing mendengar pengakuan Tao.

“Sudah-sudah, Ppalli! Siapa yang mau bernyanyi untuk bayi ini?” Kris mencoba mencairkan suasana.

“Suho hyung! Kau saja yang bernyanyi, ne!” Pinta Kyungsoo dengan antusias.

“Tunggu, ngomong-ngomong, siapa nama bayi ini? Aku tak bisa bernyanyi nina bobo kalau tak tahu namanya.” Elak Suho.

Tao dan Kyungsoo langsung sibuk mencari petunjuk tentang nama si bayi di kasur kecil yang digunakannya tadi. Setelah pencarian yang cukup panjang, diketahuilah bahwa si bayi bernama Oh Jihyun. Nama itu ditemukan dalam sebuah kertas kecil berbentuk hati yang diletakkan di bawah bantal kecil milik si bayi.

Demi kedamaian umat, dengan sedikit terpaksa, Suho pun langsung beringsut ke atas kasur dan mulai menyanyikan lagu nina bobo untuk si nona kecil Oh Jihyun.

“Jihyun bobo… oh… Jihyun bobo… kalau tidak bo… bo… digigit dduizhang. Jihyun bobo… oh… Jihyun bobo… kalau tidak bo… bo… dicium Kyungsoo. Jihyun bobo… oh… Jihyun bobo… kalau tidak bo… bo… ditendang Panda. Jihyun bobo… oh Jihyun bobo… mimpikan bang Suho yang paling cuco.” Nyanyian Suho yang semerdu suara malaikat itu pun berakhir. Jihyun si bayi tertidur dengan cantik bersama appadeul yang mengelilinginya.

=APPA=

Keesokan harinya, semua member menyaksikan SuDo dan TaoRis yang tidur dengan nyenyak di atas kasur King Size bersama buah hati tercintanya. Sungguh pemandangan yang langka. Sang bayi terlihat begitu tenang dalam tidurnya, laksana putri tidur yang menunggu kedatangan pangerannya. Tapi, nampaknya pangeran itu akan sulit untuk datang, karena mahluk-mahluk buas nan tampan tengah mengelilinginya dengan penjagaan ketat.

=APPA STORY 1 ENDS=

Cingcongan Author:

Readerdeul!

Annyeong!  😀

I am back with Story 1 nih!

Otte? Kelamaan ya? Hehehehe mian *garuk-garuk kepala*

Ayo… ayo kasih tau author dong komentarnya tentang cerita yang ini.

Ditunggu banget loh…

Akhir kata, Thank you big! Buat yang udah nunggu dengan setia.

‘BOW’ 😀

Iklan

135 pemikiran pada “Appa (Chapter 1)

  1. Wuahh…..ini ff lucu banget apalagi pas bagian SuDo sama Taoris,oh ya satu lagi pas suho nyanyi nina bobo untuk jihyun lucu banget. Ya udah ya thor….aku lari ke chapter 2 dulu ya….😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s