Because Of You (Chapter 7)

  • Title :  BECAUSE OF YOU (CHAPTER 7)
  • Author : Nanwook
  • Genre : Romance, Campus life,friendship
  • Cast :

–      Kim Naeun

–     Kim jongIn

–      Oh Sehun

–       Xi luhan

Length : Chapter

Annyeong!! Author nanwook kembali maaf di chapter ini typo bertebaran karena kemalasan admin dalam menghapus maklum admin ngebut berfikir dengan chapter ini ditunggu RCL..

SELAMAT MEMBACA!! ^_^

______________________________________________

-DEG seketika air mata jatuh dari pipiku ternyata jongIn oppa selama ini memiliki penyakit mematikan.. – (Naeun)

Sehun POV

Aku dan hyung sekarang berada di lobby hospital. Ahh sedih melihat hyung saat ini hanya bisa duduk di kursi roda dengan lafal untuk berbicaranya pun sedikit terbata bata.

“hyungnim…” kataku dengan suara sedikit manja

“ hahaha.. wa..wae geurae?” jawab jongIn hyung dengan melihat kearahku

“ anii hyung aku ingin manja kepadamu haha biasanya kan adikmu yang ganteng ini menolak untuk dimanjakan olehmu.” Kataku dengan tersenyum kepadanya

“ aissh sekarang akulah yang tidak ingin kau manjakan” katanya dengan merong kepadaku

“ hyung… baiklah, apakah kau sudah kenyang?” tanyaku dengan melirik kearahnya

“ keoreom.. ya jelas bukan mangkuk yang ada ditangan mu habis seperti itu?” jawab hyung dengan perkataan yang cukup membuatku kaget tidak terbata-bata seketika progres yang baik

“ baiklah hyung sepertinya kau butuh waktu untuk istirahat ayo kita kembali ke kamar eo?” tanyaku dengan berdiri dan berjalan ke belakang untuk mendorong kursi roda hyung

“ ne sehunna” jawab hyung singkat dengan lemahnya

Aku sekarang sedang mendorong kursi roda hyung menuju kamar hyung yang tidak jauh dari lobby hospital ini. tapi tiba-tiba pandanganku tertuju kepada seorang yeoja yang menggunakan sweater biru dan celana legging jeans yang sedang berbicara dengan seorang perawat. Yeoja itu…. chamkan.. Naeun kah? Aku terus mendelik yeoja tersebut dari ujung rambut hingga ujung kaki. Aku mencoba menjauhkan jarak kursi roda hyung jadi lebih sebelah kanan karena tempat yeoja itu berada di sebelah kiri. Akhirnya aku dan hyung sampai juga di ruangan hyung. Aku membantu hyung untuk kembali kepada kasurnya.

“ hyung istirahatlah nae?”  kataku dengan melihat hyung

“ nae..” jawabnya singkat

Setelah hyung tertidur lelap aku mencoba keluar kembali melihat yeoja itu walaupun mungkin percuma karena aku keluar dari kamar setelah 20 menit kemudian pastilah yeoja yang aku kira itu sudah tidak ada lagi di tempat informasi.

Aissha benar saja yeoja itu sudah tidak ada. Aku mencoba kembali ke ruangan hyung saat  aku lihat seorang yeoja sedang berada di depan pintu seperti mengintip. Yeoja itu? Bukankah yeoja yang berada di tempat informasi. Aku mencoba  mendekat dan tanganku mencoba menggapai pundaknya. Dan akhirnya yeoja itu menoleh ke arahku

“ Naeun?” tanyaku kaget dengan keberadaanya disini

“ sehunna….” jawabnya singkat

Tiba-tiba ia menarik tanganku membawaku ketempat yang entah aku tidak tau akan dibawa kemana. Aku hanya bisa pasrah pasti setalah ia menarikku ketempat yang pas dia akan menanyakan berbagai pertanyaan dan aku harus menjawabnya dengan jujur.

Baiklah sekarang aku dan Naeun berada di tangga yang dipakai untuk saat gawat darurat.

Naeun POV

Setelah aku menanyakan tentang jongin oppa dan membayar biaya appa aku kembali keruangan appa.Umma sudah tidak ada di ruangan pastilah umma sedang kembali kerumah untuk mengambil pakaian appa,aku dan umma selama menunggu appa disini.

Aku terdiam selama 20 menit lebih dengan melihat appa yang sedang tertidur pulas.akhirnya aku memberanikan diri untuk beranjak dari kamar appa dan melihat kamar jongIn oppa yang aku tanyakan kepada suster tadi saat mengorek informasi tentang jongIn oppa.

“ appa sebentar oke anakmu akan kembali secepatnya” dengan mencium kening appa

Aku sekarang berada di depan kamar jongIn oppa aku hanya bisa melihatnya dari jendela yang berada di depan pintu kamar setiap pasien dan pastinya ada di kamar jongIn oppa. Tiba-tiba airmata di pipiku jatuh. Tidak kuasa melihat jongIn oppa menjadi seperti ini.

Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundakku. Andwae.. jangan bilang ini tangan sehun..

Aku mencoba membalikan badanku dan binggo benar tangan pemiliknya adalah sehun

“ Naeun” tanyanya kepadaku dengan ekspresi kaget melihatku

“ sehunna..” jawabku seadanya

Tiba-tiba aku berfikiran untuk membawanya untuk menanyakan berbagai pertanyaan tentang jongIn oppa kepadanya. Aku menariknya ketempat yang entah akupun tidak tau akan membawanya kemana. Tiba-tiba aku melihat panah tempat tangga gawat darurat baiklah tempat pas pikirku.

Sekarang aku dan sehun berada di tempat tangga gawat darurat.

“ sehunn..” aku memulai pembicaraan

“ wae? Kau tidak pernah bilang tentang jongin oppa kepadaku?” tanyaku dengan memukul dadanya dan sedikit terisak karena menahan tangis

“mianhae..” hanya jawaban itu lah yang tercap dari bibirnya

“ sejak kapan jongIn oppa memiliki penyakit itu?” tanyaku menatap kepada sehun

“ 3 tahun” jawabnya singkat

“ apa? 3 tahun? Berarti semenjak aku putus dengan jongIn oppa? Chamkan.. jangan jangan.. alasan jongin oppa pada saat itu..” perkataanku terputus

Sehun tiba-tiba mengangguk tanda bahwa yang berada di pikiranku saat ini adalah benar.

“ mian.. aku tidak memberitahukanmu karena ini demi jongIn hyung, hyung ingin terus membiarkan rencananya yang selama ini ia buat agar kau membencinya berjalan seperti yang dia inginkan kau membencinya dan kau tidak akan tahu mengenai penyakit yang akan membuatmu sedih seperti saat ini. tapi ternyata tuhan berkehendak lain, kau tahu penyakit jongIn hyung dengan sendirinya mungkinkah ini yang dinamakan takdir? Dan asal kau tau Naeun waktu jongIn hyung menurut dokter sudah tidak lama lagi karena penyakit itu sudah menyerang saraf otaknya, sekarang pun jongIn hyung sudah terbata-bata untuk berbicara.” Kata sehun menjelaskan semuanya kepadaku

Seketika aku menangis mendengar penjelasan dari sehun. Berarti selama ini jongIn oppa tidak membenciku dan sebaliknya hingga saat ini jongIn oppa sangant mencintaiku.

Tiba-tiba sehun memelukku, hangat dan menenangkan jiwaku saat ini.

“ uljima..kau harus kuat nae? Aku akan membiarkanmu bertemu dan merawat jongIn oppa” katanya dengan mengelus rambutku

“ jinjja?gomawo sehunna” aku mempererat pelukanku kepadanya

Sekarang aku berjalan bersama sehun menuju kamar jongIn oppa dan appa yang tidak terlalu jauh.

“ Naeun apakah kau hari ini menginap di rumah sakit? Oh ia aku belum menanyakan siapakah yang sakit?” tanya sehun kepadaku

“ ne.. aku menginap di rumah sakit ini, ahh appa kecelakaan” kataku dengan melihat kepada sehun

“ ahh jinjja? Semoga appamu cepat sehat nae. Kebetulan hari ini aku juga akan menginap di ruangan jongIn hyung karena setiap malam bagian jagaku, besok kau mau pergi kuliah bersamaku?”tanyanya

“ ne.. jongIn oppa too semoga oppa bisa sembuh seperti dulu,mmm baiklah gomawo atas tawaranmu sehun”

***                                                                  ***                                                      ***

Sehun POV

Matahari sudah memancarkan sinarnya. Saat ini aku sedang bersiap siap untuk pergi ke tempat kuliahku . Tiba-tiba pintu ruangan jongIn hyung terbuka oleh seseorang

“ umma” kataku

“ ne sehun, umma bawa makanan untukmu makan yah” kata umma dengan membukakan makanannya kepadaku.

“mashita…” kataku dengan melihat kearah umma

“ umma seperti biasa setelah jam kuliahku siang nanti umma bisa pergi bekerja, dan hari ini ada jadwal terapi hyung bukan?” tanyaku kepada umma

“ ne sehun.. siang ini hyungmu ada terapi kau antar dia eo?”

“ pasti umma, umma sehun pergi sekarang nae? Gomawo untuk sarapan pagi ini sangat lezat” kataku dengan mencium kening umma dan beranjak dari kursiku.

“hati-hati ne..” kata umaa dengan melambai ke arahku

Tiba-tiba seorang yeoja menyapaku dengan senyum khasnya, yeoja itu adalah Naeun. Mungkin saat ini perasaanku cukup sakit dengan mengambil keputusan bahwa jongIn hyung dan Naeun harus bersama kembali, mereka adalah soulmate, soulmate naeun adalah jongIn hyung bukan aku. tapi bagaimana dengan luhan dia memintaku untuk membantunya agar membuat Naeun menjadi yeoja cinggunya dan aku menyetujui keinginannya dan akan membantunya. Memang mungkin dalam drama saat ini aku hanyalah pemeran aktor ke tiga atau malah hanya sebuah cameo yang tidak akan bersama pemeran wanita pertamanya.

“ annyeong sehun!” sapanya dengan memberikan senyumnya kepadaku

“kajja!” kataku dengan senyum kepada naeun

“ pakai helm ini, dan kau harus memegang pinggangku dengan erat eo?” kataku dengan mencubit pipi naeun

“shireo! Aku hanya akan memegang pinggangmu tidak akan memelukmu” katanya dengan menjulurkan lidahnya

“aissh lihat saja nanti apa yang akan terjadi denganmu” kataku dengan senyum evil

“kajja!”

Brumm brumm aku melajukan motorku dengan cukup kencang tetapi yeoja itu tetap dalam posisinya memegangku hanya sampai pinggang dan perlahan aku melajukan motorku dengan kecepatan tinggi dan dia tetap dalam posisinya yaitu tangan di pinggangku dsn akhirnya aku memiliki cukup ide gila dengan mengerem mendadak dan bingo! Finally Naeun memelukku

“ya! Jangan mengerem menddadak sehunna arra?!” katanya dengan mencubit pinggangku

Aku hanya diam dengan tertawa di balik helmku ini

***                                                      ***                                                      ***

Naeun POV

“sudah sampai!” katanya dengan membuka helmnya tersebut

“ ne sehun na gomawo” jawabku dengan mengembalikan helm yang kupakai tadi

“annyeong!!” sapa seseorang dengan merangkul kami dari belakang

“ ya! Luhan!” kataku dengan menghadap kearah mukanya

“ ahh kyeowo~” jawabnya dengan tersenyum kepadaku

Omo Jujur jantungku tiba-tiba berdetak kencang saat melihat senyum luhan. Aissh aku benar-benar bingung saat ini di lain sisi aku mengetahui kebenaran tentang jongIn oppa dan aku ingin bersamanya kembali tapi dilain pihak hati ini… hati ini aku tidak tau siapa yang memilikinya luhan selalu membuat jantungku berdetak dan sehun selalu ada disaat aku butuh.

“ahh naeun nanti malam ada acara tidak?” tanya luhan dengan melihat ke arahku

“ acara? Mm tidak wae?” tanyaku dengan melihat kearah luhan

“ baiklah bisakan kalau nanti malam kau bertemu denganku naeun? Di taman dekat kejadian kau yang hampir tertabrak itu ” tanya luhan kepadaku

“ nanti malam? Tapi..”

Belum selesai aku mengakhiri kalimatku tiba-tiba sehun menjawab

“ aku akan mengantarkanmu naeun ottae?” tanya sehun dengan senyum dan memberikan wink kepadaku

“ mmm baiklah nanti malam kita bertemu oke luhan” kataku dengan senyum 3 jari

Jam kuliah pertama sudah dan jam kuliah kedua itu sore baiklah sebaiknya aku mengajak sehun untuk kembali ke rumah sakit untuk menemani jongIn oppa aku sangat merindukannya.

“sehun na kajja eo? Ayo kita kembali ke rumah sakit aku sangat merindukan jongIn oppa ottae?” tanyaku dengan berbisik ke telinga sehun

“ya~ geli… baiklah tapi sepertinya aku hanya bisa mengantarmu ada hal yang penting yang harus aku lakukan” katanya dengan berbisik ke telingaku

Tiba tiba seseorang merangkul kami

“ya~ apa kalian sedang bermain game pesan berantai? Kenapa aku tidak diajak?~” tanyanya dengan memanyunkan bibirnya sungguh childish

“andwae! Kau tidak boleh ikut game ini” jawabku dengan merong kepadanya sungguh saat ini sepertinya aku menjadi orang yang childish karena seseorang yang sedang memanyunkan bibirnya saat ini

“hahaha kalian gemanae eo?” kata sehun dengan melihat kearah kami

Sehun.. iya sehun namja ini sepertinya memiliki banyak kepribadian saat aku bertemu pertama kali dengannya sikapnya seperti bad boy dengan selalu menanyakan pertanyaan kepadaku dan apabila tidak dijawab ia akan memberikan jawaban akan menciumku, tiba-tiba dia menjadi orang yang sangat pendiam dan seketika pula mood dia berubah menjadi seseorang yang periang benar-benar obat dan warna bagi kehidupanku saat ini selain luhan dan jongin oppa.

“ ne ne kajja sehun na!” kataku dengan menarik lengannya

“ya~ kalian mau kemana?” tanya luhan sangat penasaran

“ aku akan pergi bersama sehun ada sesuatu yang penting yang harus kami lakukan” jawabku kepada luhan sorot mata luhan saat mendengar jawabanku seperti singa yang akan menerkam mangsanya cukup menyeramkan

“ tenang saja luhan kami tidak akan melakukan apapun, naeun hanya memintaku untuk membantu membawa barang ayahhnya yang akan pulang kembali dari rumah sakit” jawab sehun dengan menyiku siku ku

“ahh iya itu dia yang aku maksud aku meminta sehun untuk membantu membawa banrang ayahku” jawabku dengan cengengesan

“wae? Wae? Kenapa kau tidak memintaku? Wae? Appamu sakit apa naeun? Kau tidak pernah memberitahukanku aku sangat sedih” jawabnya dengan sedikit menunduk sungguh childish

“ ahh bukan seperti itu aku hanya tidak ada waktu untuk membicarakan keadaan ayahku kepadamu luhan mian..” jawabku menatapnya

“baiklah kami pergi dulu nae?” jawabku dengan menarik lengan sehun agar cepat meninggalkan kelas

Luhan POV

Melihat Naeun pergi menjauh dari hadapanku sungguh sangat sakit buka karena alasan bahwa kenyataanya saat ini sehunlah yang bersamanya bukan aku, tapi karena aku merasa sehunlah seseorang yang Naeun percaya dan selalu ada untuknya. Buktinya aku sama sekali tidak tau dengan kejadian ayahnya yang berada di rumah sakit dan sehunlah yang hanya mengetahui hal itu sehun pula yang diminta naeun untuk membantunya. Dan aku sedikit bertanya tanya mengapa tadi naeun hanya memberikan penjelasan dan menambahinya dengan kata mian padahal aku meminta lebih dari hanya sebuah penjelasan dan kata mian seperti “kau ingin ikut bersama kami?” Atau “mianhae luhan kau bisa ikut bersama kami” tapi ternyata kata itu tidak terlontar dari mulutnya untuk mengajakku sungguh menyakitkan

Aku memencet tombol yang terdapat di handphone ku untuk menelepon seseorang

“ yahabuseyo sehun na kau ingat rencana kita bukan? Nanti malam kau yang akan mendekor eo? Aku akan membeli barang untuk diberikan kepada Naeun. Goamawo cingguya”jawabku dengan menutup teleponnya

Semoga rencanamalam ini berhasil dengan sempurna aku harus cepat-cepat mengambil langkah sebelum seseorang melakukannya duluan

Sehun POV

Sekarang pikiranku benar-benar kacau hari ini aku berjanji akan membantu luhan untuk mendekor taman yang akan menjadi saksi sebuah couple akan terlahir ditaman tersebut dan aku harus melihatnya secara langsung.

Tiba tiba handphoneku berbunyi tertera nama di ponselku ‘luhan’

“ ne yahabuseyo eo.. nae.. baiklah sampai bertemu nanti malam” akhirnya teleponku dengan luhan terputus

“nugu?” tanya naeun kepadaku

“mmm teman memintaku untuk membantunya” jawabku seadanya kepada naeun dengan menatap kerah kasur yang terdapat jongin hyung

“dan sepertinya aku harus pergi saat ini naeun, tidak apa apa aku tinggal?” tanyaku dengan menatap naeun

“nan gwaenchana sehun na… kan ada jongin oppa” katany dengan menunjuk kearah jongin hyung

“ nanti sore aku akan kembali dan menjemputmu kita pergi besama ke kampus oke?”

“nae!” jawabnya dengan tersenyum kearahku

“hati hati eo..”

JongIn POV

Aku tersadar dari tidurku aku melihat dua orang yang berada dihadapanku sedang membicarakan sesuatu. Ahh orang itu Naeun.. chamkan Naeun? Kenapa yeoja itu ada disini??

“ceo.ceo… ceogiyo.. ndo.. ke.. ke.. kenapa kau di..di.. sini?” tanyaku dengan melihat sinis kearahnya

“ eo.. jongIn oppa kau sudah bangun?” tanyanya dengan berjalan kerahaku

“ be.. berhenti kau.. ke.. ke.. keluar aku tidak i.. i.. ingin melihatmu!” jawabku dengan sedikit menyentak kepadanya

“ geumane oppa… aku sudah tau semuanya..” jawabnya dengan terus berjalan kerahku

Aku kaget melihat jawaban darinya apa yang harus aku lakukan? Naeun apa dia tau?? Apa sehun memberitahukannya?

“aku sudah mengetahuinya oppa bukan karena sehun memberitahukanku, tapi karena takdir yang membiarkan aku mengetahui hal ini. nappeun.. kau meninggalkanku karena kau takut aku jauh lebih sakit mengetahui penyakitmu ini? babo.. nappeun namja ndo jongin oppa..” jawabnya dengan menangis dan memukul tanganku

“ka..kau.. sudah tau?” tanyaku sedikit terbata

Tiba tiba dia memeluku memukul dadaku dan dapat kurasakan saat ini bajuku basah. Naeun sedang menangis dan itu sangat membuat perasaanku sakit.

“mianhae….” hanya kalimat itu yang sangat ingin aku katakan padanya saat ini

“ssssttt oppa… seharusnya akulah yang berbicara seperti itu mianhae…” katanya dengan terus terisak dalam dadaku

Saat ini pikiranku kacau aku ingin semua rencanaku mulus apa yang aku rencanakan membuat Naeun menjauh tapi… saat ini… moment inilah yang sangat aku rindukan Naeun bersamaku aku tidak bisa membohongi diriku aku masih mencintainya sangat… sangat mencintainya..

Luhan POV

“ bagaimana kalau meja ini kita simpan di dekat pohon itu? Lalu pohon itu kita hias dengan lampu? Bagaimana sehun?” tanyaku kepada sehun yang sedang melihat situasi taman

“ahhh keurae… ide bagus luhan tapi bagaimana kalau aku akan tambahkan kembang api disaat kau meminta Naeun menjadi pacarmu?”

“ oh my god briliant you are my best friend sehun-na” aku memeluknya tanpa sehun aku tidak bisa melakukan semua ini kataku di dalam hati

“ ne… baiklah kita mulai mendekor luhan kajja!” jawab sehun dengan tersenyum kearahku

Sehun POV

Sekarang aku berada di tempat yang akan menjadi saksi couple baru akan terlahir disini. Couple itu ialah sahabatku luhan dan … orang yang ku cintai Naeun. Sakit bukan? Membiarkan orang yang kau cintai ‘diambil’ oleh sahabatmu sendiri dan itu berkat kau sendiri kau yang membantu semua rencana agar sahabatmu bisa menjadi kekasih orang yang kau cintai. Babo.. memang babo.. tapi.. inilah orang baba itu aku ia oh sehun akulah orang babo itu. Aku lebih menghargai sebuah persahabatan daripada cinta walau jujur aku harus merasakan sakit hati.

“ bagaimana kalau meja ini kita simpan di dekat pohon itu? Lalu pohon itu kita hias dengan lampu? Bagaimana sehun?” tanyanya kepadaku

Aku hanya bisa melihat situasi taman aku tidak berani menatap luhan.kenapa? karena aku tidak mau rasa cemburuku di perlihatkan

“ahhh keurae… ide bagus luhan tapi bagaimana kalau aku akan tambahkan kembang api disaat kau meminta Naeun menjadi pacarmu?” tanyaku kepada luhan

Oke perfect sehun kau memang namja yang paling bidoh sedunia membuat semua rencana ini menjadi sangat perfect aku mengutuk diriku sendiri didalam hati

“ oh my god briliant you are my best friend sehun-na” kata luhan dengan memeluku

Dalam pelukan luhan aku hanya bisa diam. Iya sangat sakit tapi ini sudah menjadi keputusan yang bulat bagiku semua akan ada jawaban pada waktunya.

“ ne… baiklah kita mulai mendekor luhan kajja!” jawabku dengan tersenyum kepada luhan

Neun POV

Aku terbangun dari tidurku aku merasakan seseorang sedang mengelus rambutku hangat dan benar-benar nyaman. Aku mencoba mendirikan badanku yang saat ini dalam posisi… mmm memeluk? Iya didalam pelukan jongin oppa. Rasanya seperti mimpi bisa berada di pelukan jongIn oppa seperti saat ini.

“ na.. na.. eun kau sudah bangun bu.. bu.. kan?” tanya seorang namja dengan mencoba membantu badanku berdiri.

“ oppa biarkan aku dalam posisi ini untuk sebentar lagi eo?” pintaku seraya kembali kedalam pelukannya

Jujur sampai saat ini orang yang kusayangi masih sama seperti dulu tapi sebenarnya aku merasakan perasaan ini kepada dua orang namja sekaligus. Iya benar mereka adalah sahabatku sehun dan luhan merekalah yang selalu ada disaat aku butuh, dan menyesal telah mengenal jongIn oppa tapi semuanya jelas jongIn oppa melakukan semua itu demi aku. tapi fakta yang sebenarnya ialah sampai saat ini yang aku aku masih menyayangi jongIn oppa.

“baiklah, si.. si.. lahkan Naeun oppa ti..ti..dak akan melarangmu.” Jawab jongIn oppa dengan mengelus rambutku

“oppa? Bisakah hubungan kita kembali seperti dahulu?” tanyaku penuh dengan hati hati. Aku tidak mau mendengar kata yang menyakitkan saat ini walaupun ingin sekali aku mengetahui jawaban dari pertanyaan ku itu.

“k..k..kau.. tau naeu sam.. sam..pai saat ini kau a..a..dalah yeo..yeoja yang oppa cintai, ta..tapi keadaan o..oppa saat ini sudah be..berubah, kau lihat sen..sendiri bukan? A..a..ku tidak bisa membahagiakanmu seperti dahulu kala.” Jawab jongIn oppa dengan terbata-bata

Mendengar jawaban darinya aku hanya bisa menahan tangis. Yang aku tau oppa hanya memikirkan perasaanku saja ia tidak pernah memikirkan perasaanya sendiri. Membuat hatiku semakin yakin bahwa namja yang hanya bisa membahagiakanku hanyalah jongIn oppa seorang orang yang sangat mengerti tentang perasaanku.

“geumanae oppa.. oppa nan jeongmal oppa saranghae..” kataku dengan mengangkat mukaku yang sempat terbenam di dada jongIn oppa

“ aku tidak peduli dengan keadaan oppa saat ini, oppa selalu peduli dengan perasaanku tapi oppa sendiri tidak memikirkan perasaan oppa. Aku tidak masalah dengan keadaan oppa saat ini..” jawabku dengan terisak dan membenamkan kembali kepalaku di dalam pelukan dada jongIn oppa

Tiba-tiba jongIn oppa mengangkat kepalaku dan memajukan daguku perlahan dan Chu~ Jongin oppa menciumku. Apa ia menciumku??aku hanya bisa diam dan akhirnya aku merespon apa yang jongIn oppa lakukan. Di sela-sela apa yang kami lakukan saat ini terlontar sebuah kata dari bibir jongIn oppa yaitu ‘saranghae’ seketika air mataku jatuh..

Jauh dari balik pintu terlihat seorang Namja yang hanya bisa terdiam diposisinya melihat kejadian yang cukup menyakitkan hatinya…

Sehun POV

Setelah apa yang luhan dan aku rencanakan selesai di lakukan.Aku pun menelepon Naeun untuk memberitahunya bahwa aku akan menjemputnya segera. Tapi tidak ada yang menjawab. Akhirnya aku berinisiatif untuk langsung pergi ke rumah sakit

“ yeoja ini tidak mengangkat teleponku, sedang asik mengobrol dengan jongIn hyung yah. Awas saja dia di rumah sakit akan ku maki-maki (?)”

Setelah berpamitan dengan luhan untuk menjemput Naeun aku langsung melajukan motorku dengan kecepatan tinggi karena waktu sudah menunjukan pukul 3 dan jam kuliah aku dan Naeun jam 4 maka aku harus terburu-buru untuk sampai di rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit dan sedikit berlari kecil di daerah lobby akhirnya aku sampai di kamar jongIn hyung.

“geumanae oppa.. oppa nan jeongmal oppa saranghae..” terdengar sura yeoja yang sedang menyatakan cintanya itu suara itu tidak lain adalah Naeun seketika tanganku yang awalnya akan membuka pintu terhenti

“ aku tidak peduli dengan keadaan oppa saat ini, oppa selalu peduli dengan perasaanku tapi oppa sendiri tidak memikirkan perasaan oppa. Aku tidak masalah dengan keadaan oppa saat ini..” kata Naeun melanjutkan dengan suara yang terdengar terisak

Aku hanya bisa terdiam dalam posisiku dengan mendengar perbincangan yang sedang mereka lakukan. Tiba-tiba kejadian yang tidak ingin aku lihat terulang kembali setelah sahabatku yang melakukan itu sekarang hyungku sendiri. Sakit.. benar-benar sakit..

Aku tau jongIn hyung lah yang berhak bersama Naeun karena mereka sudah di pertemukan terlebih dahulu tapi mengapa perasaan ini jauh lebih sakit, berbeda ketika luhan melakukan itu kepada Naeun. Apa karena setelah mendengar perkataan jujur Naeun bahwa orang yang ia cintai adalah jongIn hyung. Iyaa..mungkin…

Aku mencoba memberanikan diri dengan mengetok pintu kamar

TOK.. TOK.. TOK..

Aku  melihat mereka langsung mengakhiri aktifitas yang mereka sedang lakukan bagaimanapun saat ini mereka sedang di rumah sakit dan menurutku ini adalah tindakan yang tepat.

“ aku masuk yah..” kataku dengan membuka pintu

“ naeun sepertinya kita harus pergi sekarang, jam kuliah kita sebentar lagi akan di mulai” kataku dengan mencoba menarik tangan Naeun

“hyung.. Naeun aku pinjam dulu oke?” kataku dengan melihat kearah jongIn hyung

“aah.. Nae.. jalga..” jawab hyung dengan tersenyum kepadaku dan Naeun

“ oppa annyeong..” kata seorang yeoja dengan senyum yang damainya itu

Sekarang aku dan Naeun sedang jalan menuju parkiran motor. Akhirnya aku mencairkan suasana dengan menanyakan suatu pertanyaan yang sebenarnya tidak ingin aku tanyakan.

“ tadi bagaimana kau dengan jongIn hyung? Apa kalian bersama kembali?” akhirnya pertanyaan ‘itu’ terlontar juga dari mulutku. Kalian tau jawaban yang tak ingin ku dengar ialah tidak tapi ternyata…

“ ahh dengan jongIn oppa tadi aku sudah jujur dengannya dengan perasaanku yang sebenarnya.” Katanya jujur

“ terus? Apa kalian bersama kembali?” kataku dengan mengulang pertanyaan ‘bersama kembali’

“ sepertinya tidak hun.. oppa bilang keadaan ia sekarang berbeda dengan keadaan ia dahulu.. tapi masih ada kemungkinan kami kembali” jawabnya dengan tersenyum

“ ahhh begitu baiklah pakai helm ini, anii aku ingin memakaikan helm ni ke kepalmu nae?” kataku dengan mengambil helm itu kembali dari tangannya dan memakaikan helm tersebut dengan hati-hati.

Rasanya suatu kebahagian dalam jarak yang sedekat ini dan aku memakaikan helm ini. iya mungkin ini hanya sebuah helm tapi inilah salah satu barang yang para pengendara motor bukan? Sebenarnya aku ingin menjadi helm ini Naeun yang selalu akan melindungimu walau pasti akan terasa sakit…

-TBC-

Ayo lohh Naeun sama luhan apa jongIn?? Atau malah sama sehun?? Ditunggu chapter selanjutnya yah RCL please~

 

22 pemikiran pada “Because Of You (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan ke choyuumie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s