EXO Kerja Bakti

Author: Wgeonnie
Main Cast: EXO
Support Cast: Lee Soo Man, TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINee, f(x)
Length: Oneshot
Genre: Comedy(?), Brothership, Family, Gaje-_-
Rating: G
Disclaimer: Cerita milik Author, EXO juga milik Author *eh-___-

NB : kalo ceritanya Author pasti ada kotak2nya gini. Beda sendiri, kan? :p *pdhldulunyagksngaja-_-* Ini FF udah dibuat dr jaman batu, tp baru dikirim Oktober-____- abisnya ni ff tercacadnya author jadinya gimana gitu mau ngirim. Tp kalo nggak ngirim juga gimanaaaa gitu-__- curhat deh jadinya.

Hari ini beberapa girl group dan boy group SM Entertainment-TVXQ, Super Junior, SNSD, SHINee, f(x), dan EXO-dikumpulkan untuk membersihkan lingkungan sekitar bangunan. Setiap grup memiliki jatah lingkungan untuk dibersihkan tergantung jumlah member grup masing-masing. Sedangkan yang solo? Mudah sekali. Tugas Kangta, BoA, dan yang lainnya hanya memijiti Lee Soo Man sampai semua selesai membersihkan. HUAHUAHUAHAHAHAHAUHAUHAU. Mudah namun menyedihkan.

“TVXQ, Yunho dan Changmin, kalian bersihkan seluruh akuarium yang ada!” kata Lee Soo Man.

“Baik, Bos.” kata Yunho.

“Apaa?!” Changmin berreaksi. Tetapi Yunho segera menyeretnya pergi.

“Super Junior, kalian bersihkan seluruh lantai.”

“APAH?!!” Lee Soo Man hanya diam saja saat seluruh member Super Junior berteriak. Lee Soo Man tetap cool.

“Ayo kita lakukan saja.” kata Leeteuk akhirnya. Semua mengangguk paham dan pergi dengan langkah gontai.

“SNSD!”

“Ne!!!!!!!!!” 9 tanda seru untuk setiap member.

“Kalian bersihkan taman!”

“Baik!!!!!!!!!” Lee Soo Man cukup hening. Mengapa SNSD tidak protes seperti halnya TVXQ dan Suju? Padahal taman SM sangatlah besar. SNSD memang anak yang rajin dan baik. (Author SONE-_-)

“Hwehehewhehwehewhwe, untung kemarin aku bilang pada tukang sapu jalanan untuk menyapu taman SM sekalian.” Sunny berbicara pada member SNSD yang berjalan bergerombol dan tertawa-tawa bersama.

“Kau memang asli punya insting! Indra keenam!” kata Sooyoung.

“Oh, iya dong. Aku gitu loh.” kata Sunny bangga. Kemudian semua member SNSD menghilang dengan langkah ceria. Berbeda dengan dua grup pertama.

“SHINee, kalian bersihkan seluruh kaca!” seluruh member SHINee hening namun ingin menangis. Kemudian mereka pergi juga.

“f(x)! Kalian buat seluruh barang hingga menjadi kinclong dan bisa dipakai untuk bercermin!”

Member f(x) hanya melotot. Bagaimana jika barangnya terbuat dari kain seperti halnya selambu? Apakah juga harus bisa dibuat untuk bercermin? f(x) sangat galau. Namun mereka tak berkata apa-apa mengingat SNSD dan SHINee tidak mengeluarkan kata protes sedikitpun.

“EXO, kalian bersihkan halaman kantor!”

“Baik!” ucap seluruh member EXO bersemangat. Padahal halaman kantor seluas lapangan bola.

 

EXO 엑소 EXO

 

“Aku tadi memasak makanan.” kata D.O saat semua sedang bersiap.

“Nanti saat makan siang kau ambil, ya, Chen?” pinta Suho.

“Mengapa aku?” tanya Chen.

“Aku setuju. Aku mempunyai insting nanti Chen tidak akan melakukan apa-apa saat kita bekerja.” tambah Kris. Chen pura-pura menangis.

“Kau……” tunjuk Chen pada Kris. “Jahat…..” ucapnya mendramatisir.

“Hyung lewaaaat..” kata Sehun sambil menabrakkan dadanya di tangan Chen yang menghalangi jalannya. Chen oleng kemudian berputar-putar.

“Waw, Hyung. Kau bisa balet sepertiku, ternyata.” kata Kai terpana.

“Oh, tentu. I’m the real dancing machine.” katanya dengan bangga. Sehun bergaya seperti mau muntah. “Mengapa kau melet-melet, nak?” tanya Chen.

“Apakah menjulurkan lidah dilarang oleh hukum?” balas Sehun.

“Sejak kapan kau membicarakan hukum, nak?”

“Sejak lahir..”

Hening.

“HWAHAHAHAHAHAHAHA.” Chanyeol yang selalu tertawa atas semua hal yang terjadi akhirnya sedikit mencairkan suasana.

“Hyung..” bisik Sehun pada Luhan yang ada di sampingnya.

“Apa?” Luhan ikut berbisik.

“Memangnya leluconku segaring itu ya, sampai hanya Chanyeol Hyung yang tertawa?” Luhan ingin mati saat itu juga mendengar pertanyaan Sehun.

“Aku tadi tidak dengar.” kata Luhan berpura-pura. Padahal ia tadi mendengar dengan sangat jelas. Dan lelucon Sehun benar-benar membuat seluruh umat manusia hening. Garing gila!

“Hmm, aku punya tebakan bagus, Hyung. Kalau Hyung bisa jawab, Hyung tidak usah susah payah membantu kerja bakti!” kata Sehun. Luhan bersemangat menjawab tebakan Sehun yang ia yakin pasti diambil dari buku humornya.

“Oke, oke. Deal!” kata Luhan.

“Apel apa yang warnanya biru?” tanya Sehun sambil tersenyum misterius.

“Hah?!” Luhan merasa belum pernah membaca lelucon itu sebelumnya.

“Cepat Hyung, jawab!”

“Hmm..” Luhan menggumam. “Aku menyerah!”

“Ah, Hyung ini tidak pro. Baru awal sudah menyerah.”

“Ya sud–”

“Ayo berangkat!!” Suho berteriak agar semua mendengar. Sebenarnya tujuannya hanya satu orang saja. Lay, yang pendengarannya agak sedikit tidak full.

“Ah, Hyung menyerah saja! Sudah hampir berangkat ini!”

“Terserah kau deh, Hun..” Luhan frustasi.

“Jawabannya adalah…” Sehun menjeda perkataannya. “Deng, deng, deng! Blue apple!” katanya sambil membuka lebar tangannya. Bangga dengan tebakannya. Sedangkan Luhan sendiri yang diberi tebakan sudah hening dari tadi.

“Cih, apel macam apa itu.” gumam Luhan.

“Hyung, aku dengar lho. Jangan iri dengan tebakanku yang kreatif, dong.” Luhan menatap Sehun aneh. Sejak kapan anak ini menjadi seperti ini? Sepertinya ia terlalu sering bergaul dengan Chanyeol.

“Nak, sepertinya kau harus diterapi agar berubah kembali menjadi Sehun yang imut dan cool. Bukannya gila seperti ini.” kata Luhan. Sehun hanya menatap Luhan bingung. Apa iya ia sekarang menjadi gila? Tapi kata Chanyeol ia harus aktif, kreatif dan inovatif agar bisa menjadi teman yang baik untuk semua orang. Sehun bingung.

EXO 엑소 EXO

 

“Suho Hyung! Air!” teriak Chanyeol yang berada di sudut lapangan. “Apinya terlalu besar!!!” teriaknya lebih keras. Ia sedang membakar daun-daun kering saat itu. Chanyeol membuat udara tercemar.

“Aish, mengapa kau membakarnya! Kita bisa menjadikannya pupuk!” Baekhyun pintar rupanya. Chanyeol melongo.

“Iyakah?”

“Babo! Lalu mengapa sedari tadi semua menyapu daun-daun itu ke arah Sehun dan Kai? Mereka kan yang bertugas memasukkan daun-daun ke penggilingan.”

“Oh.” Chanyeol hening. “TAPI SEKARANG AKU BUTUH AIR, BABO! AIR CEPAT! AIR!”

“Kebakaran? Kebakaran? Kebakaran?!! KEBAKARAAAAAAAAAAAN!!” Chen berteriak sambil berlari memutari Chanyeol dan Baekhyun saat Chanyeol berteriak ‘air’ sangat keras.

“Mana api? Mana api?!” BYURRR~ Suho dan Lay yang membawa ember besar berisi air menyiramkan isi ember itu bersamaan pula ke arah sumber api. Sayangnya,  Baekhyun, Chanyeol dan Chen juga ikut terkena siraman.

“Oops..” Lay meringis. Kemudian ia menatap Suho. Ternyata leader EXO-K itu hanya melongo melihat 3 member EXO basah kuyub.

“Hyung.” kata Chanyeol.

“Great.” Baekhyun meneruskan.

“Job.” Chen menyudahi.

“Omo! Bukankah kalian tadi sudah mandi? Mengapa mandi lagi? Hemat air, dong!” D.O yang berniat menyetor daun-daun yang ia sapu berhenti sebentar.

“Mandi kepalamu ayam?! Kau tidak lihat Suho Hyung dan Lay Hyung menyiramkan air itu kepada kami?” kata Baekhyun kesal.

“Iya! Apalagi aku memakai baju putih! Bagaimana kalau ada paparazzi yang memfotoku?! Di internet bisa banyak fotoku basah kuyub dan memperlihatkan bentuk tubuhku yang belum seksi! Kau tega padaku?!” Chen mendramatisir suasana.

“Chen..” Chanyeol berusaha menghentikan omong kosong Chen.

“Badanku memang belum sixpacks seperti milik Kai, tapi aku tidak rela dong kalau fans-fansku tahu kalau aku tidak sixpacks namun malah buncit! Kau bisa mengerti perasaanku?! Tidak bisa, kan?”

“Chen..” kali ini Baekhyun yang berusaha menghentikan ChenBay, Chen leBay.

“Aku susah payah berusaha menutupi segalanya namun mengapa kalian Hyung-Hyungku yang sanga aku cintai dan aku bangga-banggakan justru menusukku dari belakang? Mengapa Hyung?!”

“CHEEEEEN!!!!!!!! STOOOP!!!!”

“Mian..” Chen menundukkan kepalanya.

“Ya sudah, kalian ganti pakaian dulu saja.” kata Suho.

“Yes!!” Che berteriak kegirangan karena ia berpikir akan tinggal di dorm lebih lama.

“Wah, Chen modus!” kata Chanyeol.

“Iya, pasti nanti pura-pura sakit atau apa, lalu menyuruh kita pergi lebih dulu, kemudian ia asyik-asyikan di dorm! Iya kan, Chanyeol?” Chanyeol mengangguk setuju.

“Siapa bilang kalian harus ke dorm? Lihat!” Suho menunjuk ke arah Sehun dan Kai serta Luhan yang sedang mengoperasikan alat giling (Author ngawur lho ini-__-) “Luhan membawa tas berisi pakaian!” Chanyeol, Baekhyun dan Chen hening. Kemudian mereka segera berjalan menuju Luhan karena mata Suho sudah melotot-melotot. D.O dan Lay tertawa cekikikan, tak tahu apa yang lucu. Padahal Readers sama Author tidak tertawa.

Di sisi lain, Tao terlihat berlari menghampiri Kris.

“Gege, ayo kita main Roller Coaster!!” ajak Tao antusias.

“Hah?!!”

“Ayoo!!”

“Apa ada?”

“Itu dia!!” Tao menunjuk alat pemotong rumput. Kris hening.

“What.” Kris memasang muka hening. Seperti ini —-> -___- #gakpentingjugasih.

“Gege tidak mau? Ya sudah, aku aja Xiumin Hyung saja!” Tao berlari-lari seperti butiran debu(?).

“I’m so curious yeaaaahh..” Xiumin ternyata sedang mencabuti rumput yang bergoyang sambil menyanyikan salah satu lagu sunbae mereka. Ia kaget ketika tiba-tiba seseorang menyentuh pelan pundaknya. “Hwaaaaa! Siang-siang bolong ada hantu!!” teriaknya.

Chen yang sedang berganti pakaian tak jauh darinya rupanya mendengar teriakan Xiumin. “Huwaaaaaa hantu!!!” teriaknya lepas kendali. Ia berputar putar bingung dan ketakutan karena ia masih belum selesai berpakaian. Saking ricuhnya, ia berusaha keras memasukkan kepalanya ke lubang yang seharusnya dimasuki tangannya.

Chanyeol dan Baekhyun melihat Chen dengan ilfeel. Main vocal sih main vocal, tapi nggak gini juga kali, ya?

“Yah, Babo, tidak ada hantu!” Baekhyun memegangi kedua pundak Chen agar makhluk itu berhenti bertingkah. Kemudian ia membantu Chen berpakaian. Seperti kakak Umma membantu anaknya. Atau kakak membantu adiknya? Atau pembantu membantu majikannya berpakaian? Oops.

“Hyung, ini aku, Kungfu Panda Tao yang Romantis dan suka Menangis!” Tao membekap mulut Xiumin.

“Hueks! Tanganmu bau apa itu??!!!!” teriak Xiumin sambil memaksa Tao melepaskan telapak tangannya dari mulut sucinya.

“Ah, bukan apa-apa. Tapi tadi sih ketiak dan hidungku tiba-tiba gatal, jadi ya—”

“Hiyaaaaah!!” Xiumin segera berlari menuju kran terdekat dan membasuh mukanya tujuh kali. Tao hanya melihat. Kemudian ketika Xiumin kembali, Tao masih ada di situ. “Wae? Mengapa kau kemari?”

“Ayo main roller coaster, Hyung!”

“Mana, mana?!” Xiumin menghilangkan rasa kesalnya pada Tao dan mulai merasa bahagia. Maknae yang tertunda.

“Itu dia!” kata Tao sambil menunjuk alat pemotong rumput dengan antusias. Tapi tak seantusias saat ia mengajak Kris, karena takut ditolak.

“Ayo! Ayo!!” Xiumin jingkrak-jingkrak(?). Wajah Tao cerah kembali, seperti telah memakai  produk The Face Shop. Ia tak menyangka perjuangan panjangnya mencari teman bermain roller coaster mumbuahkan hasil.

“Yes! Ayo Hyung! Kajja!!!!!!”

Sementara Kris hanya melihat mereka dengan wajah heningnya. Kris sekarang suka sekali berwajah hening-__-. Setelah beberapa detik, Kris stres juga. Pasalnya Xiumin dan Tao seperti menghancurkan semuanya. “Yah! Potong rumput yang benar!!”

“Kami bermain roller coaster, Hyung! Bukan memotong rumput!!!” teriak Tao. Xiumin hanya tersenyum lebar di samping Tao. Kris menggeleng-gelengkan kepalanya. Apakah Xiumin Hyung benar-benar hyungku?-__-

 

EXO 엑소 EXO

 

“Yah, Hyung! Cepat sedikit, kenapa?!” teriak Kai pada D.O.

“Yah!! Kau tidak tahu penderitaanku saat ini!!”

“Aish–”

“D.O Hyung tidak punya skill, bro.” kata Sehun.

“Yah, magnae! Aku dengar, ya!”

“Mianhaeyo Hyung! Tapi aku tidak sedang membicarakan Hyung. Aku sedang membicarakan kembarannya Morgan Sm*sh!” kata Sehun. D.O mencibir.

“Ngomong-ngomong kembarannya Sm*sh banyak ya. Ada D.O kembarannya Morgan. Dan Junhyung Beast sunbaenim, kembarannya Rafael.”  Sehun dan Kai terkikik. #Luhanmemperhatikan #EXOsm*shblast

“Arrasso. Masa dari tadi D.O Hyung lama sekali menyapu daun-daun itu kemari.” kata Kai.

“Mengapa ia tidak menaruhnya dulu di cikrak, coba?” #AuthorlupabahasaIndonesianyacikrak Kata Luhan sedikit pintar.

“Nah, itu! Dasar anak kecil.” kata Sehun.

“Hyung!!! Kata Sehun kau anak kecil!” Kai kompor sangat.

“Yah, magnae kurang ajar!!”

“Ani Hyung! Kai yang berkata begitu!”

“Woy, mengapa kau tidak memanggilku Hyung?!!! Kau magnae nakal ya sekarang!” Kai memukuli pantat Sehun.

“Ampun! Ampun!” teriak Sehun sambil berlari namun Kai terus mengejarnya.

“Ya, Tuhan. Semoga tidak ada fans yang memotret mereka dan semoga para HunHan shipper tidak berubah menjadi SeKai shipper. Amin.” Luhan berdoa sangat tulus. Tapi doanya sungguh menggelikan.

“Doa macam apa itu, Hyung?” tanya D.O saat ia sudah sampai di tujuan akhirnya.

“Bukan apa-apa. Kau masukkan saja lalu tekan tombol ini. Aku ada urusan sebentar.” kata Luhan sok sibuk. “Sehun-ah!!!!!”

“Ne, Hyung??” Sehun menjawab sambil berteriak. “Yah, stop!” katanya sambil meletakkan kedua tanggannya di depan Kai.

“Ish, awas kau nakal lagi.”

“Kau bukan appaku. Mehrong :p” Sehun berlari menuju Luhan. Meninggalkan Kai yang sudah terbakar api cemburu *typo* api kemurkaan.

“Heh, magnae! Kau lari ke mana?” kata Luhan sambil melambaikan tangan seperti di Masih Dunia Lain ke arah Sehun. Masalahnya Sehun berlari sambil menghadap belakang, menghadap Kai yang ingin melemparinya batu bata, hingga ia tidak sadar ia sudah berlari melenceng terlalu jauh. Saat sadar, ia cekikikan sendiri.

“Hehehe, wae hyung?”

“Kau lupa tadi kau ku suruh terapi? Ayo terapi.”

“Di sini, Hyung?”

“Di mana lagi! Sudahlah, di manapun tempatnya, minumnya….”

“Bubble tea!!” kata Luhan dan Sehun bersamaan.

“Sekarang, duduk seperti sedang bertapa 15 menit!” perintah Luhan. Dan ajaib, seperti anjing yang disuruh pemiliknya, Sehun menurut dan segera duduk bersila.

5 menit..

10 menit..

“Hai Hyung, kau sedang apa?” tanya Suho sambil jongkok di dekat Luhan.

“Menemani Sehun terapi.”

“Hah??”

“Bukan apa-apa, kok. Hanya agar jiwa cool dan imutnya tumbuh lagi. Bukan jiwa gilanya Chanyeol. Sekarang dia sedikit berubah menjadi agak tidak waras karena terlalu bergaul dengan Chanyeol.” kata Luhan seperti psikolog(?). “Wae? Mengapa kau kemari?”

“Aku hanya ingin menawarimu sesuatu, Hyung.”

“Mwo?”

“Ini. Permen yang bisa ngomong.” kata Suho sambil meninggalkan satu permen di samping Luhan. Luhan menatap Suho bingung kemudian melihat permen itu. Bisa ngomong? Eyy, ternyata di balik permen itu ada tulisan. Ini yang maksudnya bisa ngomong?

Luhan membaca tulisan itu. “Menunggu itu sangat tidak menyenangkan.” bacanya lirih. “Yah! Menyindirku ya?! Kurang ajar! Lagian aku yang menyuruh Sehun terapi, masa aku tidak mau menunggunya?!” teriak Luhan pada Suho yang masih menjauh pergi hamun cekikikan dalam hati. Sementara itu sedari tadi sehun melihat kejadian itu dengan satu matanya yang terbuka. Namun ketika Luhan bergerak sedikit, ia akan menutup matanya.

Sementara itu di sudut yang lain, Lay terlihat bergerak ke arah Chen. “Chen-ah, sekarang sudah jam dua belas. Kau tidak lupa tugasmu, kan?”

“Iyakah?” tanyanya sambil melihat jam di tangan Lay, menarik tangan Lay dengan paksa sehingga pemiliknya berteriak kesakitan. “Ah, iya Hyung. Aku tidak lupa kok. Memangnya aku pikun seperti Hyung?” kata Chen mengeluarkan lidahnya kemudian pergi begitu saja. Lay hanya melongo tidak percaya.

“Chen, selain alay, kau nakal ya..”

 

EXO 엑소 EXO

 

“Hoey, makan. Lapar!” kata Kris tiba-tiba membuat Lay terkejut dan hampir terjengkang(?).

“Hyung, jangan mengaget-ngagetiku, dong.” kata Lay sambil menatap Kris kesal. Kris hanya meringis lebar. “Chen sudah berangkat mengambil makanan sepuluh menit yang lalu. Sebentar lagi mungkin ia datang.” Kris mengangguk angguk.

“Hyung lapaaaar!” kata Tao sambil berlari ke arah Lay dan Kris. Diikuti Xiumin yang terlebih dahulu meletakkan ‘roller coaster’ yang ia mainkan.

“Aku juga lapar.” kata Xiumin sok cool.

Cih, padahal tadi dia bermain alat pemotong rumput itu. Sekarang dia berani bergaya cool?” pikir Kris sambil menatap Xiumin datar.

“Hyung! Perutku keroncongan!!” teriak Bakhyun dan Chanyeol sambil mengumpul bersama Kris, Tao, Xiumin dan Lay.

“Aku jugaaaa!” teriak Sehun sambil berlari.

“Sehun-ah! Terapimu belum selesai!!” teriak Luhan. Namun akhirnya ia berlari juga untuk mengejar Sehun yang bersembunyi di balik Xiumin. “Tapi aku juga lapar.” kata Luhan akhirnya.

“Chen mengapa lama sekali, sih?!” kata Lay sambil menginjak-injakkan kakinya ke tanah.

“Makanannya mana?” tanya Suho, D.O dan Kai bersamaan. Semua menggeleng.

“Iya, nih. Kemana, sih Chen Hyung?!” kata Tao tidak sabar.

“Telfon saja!”  sebuah ide menyeletuk dari bibir Luhan. Semua melihat ke arahnya, kemudian tersenyum lebar.

“Chen.. Chen.. Chen..” kata Xiumin sambil mencari nama Chen di kontak handphonenya.

“Mengapa tidak disearch?” Sehun berkata pelan. Luhan yang mendengarnya tertawa membenarkan. Sehun kecil-kecil berotak cemerlang.

“Nah, ini Chen.” kata Xiumin sambil menekan tombol ‘call’ kemudian meloudspeakernya.

TUUUUUUT

TUUUUUUT

TUUUUUUT

“Anny–”

“Yah!!!!!!!!!!!! MANA MAKANANNYA?!” teriak kesebelas member EXO.

Chen menepuk jidatnya. “Oh, iya, lupa! Makannya tadi aku bingung mengapa aku kemari dan mengapa tidak ada orang di dorm.” kata Chen curhat.

JEDHEEEERRR~ suara kilat abgaikan terdengar di telinga kesebelas member EXO. Pikunnya Chen lebih parah dari Lay ternyata.

Kemudian setelah Xiumin memutus sambungan teleponnya, Lay berbicara. “Padahal dia tadi sempat mengolok-olokku pikun. Ternyata dia lebih parah. Aigoo..”

Baekhyun menggaruk kepalanya karena frustasi kelaparan. Chanyeol yang melihatnya berkomentar. “Baekhyun-ah, ngomong-ngomong bagaimana kabar kutumu?”

“Hah?” Baekhyun speechless namun akhirnya tersadar. “Aku sudah tidak punya kutu, tahu!”

Chanyeol mengangguk-angguk diikuti keempat member EXO-K lainnya.

“Hah? Kutu??” Lay kebingungan.

“Dulu Baekhyun Hyung punya kutu, Hyung! Masa aku disuruh membelikan obat kutu untuknya, ckckck. Hyung yang jahat.” kata Kai. Member EXO-M mengangguk-angguk.

“Itu kan dulu, sekarang tidak.” kata Baekhyun.

“Aish, mengapa jadi membicarakan kutu. Pada hari itu juga kan, Chanyeol Hyung mencium pipiku?!” Sehun meledak mengingat peristiwa beberapa bulan lalu.

“Aish, kau jangan menceritakan itu!!” kata Chanyeol membekap mulut Sehun. “Itu gara-gara Baekhyun!” Sehun mencibir. Semuanya tertawa.

“Hai..”  Kesebelas member EXO menoleh ke sumber suara. Chen. Kim Jong Dae.

Bukannya mendapat sambutan meriah yang hangat, Chan justru mendapat sambutan meriah yang mengerikan. “Yah!!! Kau lama sekali, Babo!!”

“Hihi, maaf Hyung. Lupa.”

“Kau bilang kau tidak pelupa sepertiku..” Lay menyindir. Chen mencibir.

“Ayo kita makaaaan!” kata Sehun.

“Yippie!”

Keduabelas member EXO memulai makan mereka. Mereka semua diam karena sangat lapar sekali. Kai yang selesai paling awal.

“Hyung, ngomong-ngomong rumputnya hyung apakan?” tanya Kai.

“Potong dong.” kata Xiumin.

“Sambil bermain, hehehe.” tambah Tao.

“Tidak apa-apa, kan? Sambil menyelam minum air.”

 

EXO 엑소 EXO

 

Sekarang saatnya Lee Soo Man mengecek hasil kerja anak didiknya. Apakah mereka bakat dijadikan pembantu atau tidak *ups. Soo Man memulai dari TVXQ. Tugas mereka adalah membersihkan akuarium.

“Siang, Bos!” sapa Yunho dan Changmin.

“Siang. Bagaimana kerja kalian? Bagus?”

“Sempurna, Bos! Sangat bersih.” kata Changmin. Yunho mengangguk-angguk setuju.

Saat Lee Soo Man melihat akuarium, matanya melotot-tot-tot. Akuarium itu sangat bersih. SANGAT BERSIH. Terlalu bersih. Tidak ada apapun di dalamnya.

“Yaaaaaaah!!!!!!! Mana ikan-ikan imutku?!! Mana gurita dan hiuku?! Mana panda lautku?!”

“Maaf, Bos. Tapi kami mebersihkan sebersih-bersihnya seperti apa yang Bos idam-idamkan.” kata Yunho.

“Argh!!” Lee Soo Man berlari menjauhi akuarium.

Kali ini Lee Soo Man berjalan menuju Super Junior, berharap hoobae TVXQ itu lebih waras. Namun sayangnya, pikiran member Super Junior sama sempitnya dengan TVXQ. Lantai-lantai bersih dari debu dan BARANG. Kosong-song-song.

“Urineun, Super Junior! Bersih Bos! Ye! Ye! Ye!”

“Barang-barangnya kalian kemanakan?! Bagaimana f(x)?!”

“Kami letakkan di lapangan Bos. f(x) membersihkan di sana.” Lee Soo Man pingsan 10 menit.

Berharap dapat melupakan kejadian tadi, Lee Soo Man berjalan ke taman. Semuanya bersih indah dan rapi, namun ada satu benda yang membuatnya gila.

“1, 2, 3, Jigeumeun, So Nyeo Shi Dae!”

“Mengapa air mancur malah menjadi kotoran burung mancur?!!” Teriak Lee Soo Man yang stres melihat air mancurnya mengeluarkan kotoran burung. Member SNSD yang tidak menduga ada hal yang merusak kesempurnaan tugas mereka hanya menunduk. Lee Soo Man geleng-geleng kepala. Semoga SHINee, f(x), dan EXO tidak seperti mereka, pikirnya.

Rute selanjutnya, SHINee. Lee Soo Man bingung awalnya, mengapa ada banyak kaca-kaca kecil yang dijemur di bawah sinar matahari.

“Mengapa ini ada di sini? Bukannya saya menyuruh kalian untuk membersihkan?”

“Iya, Bos. Kami sudah mencuci semua kaca dan sekarang tinggal menjemurnya.” Jelas Onew.

“Tidak hanya ini kok, Bos. Semuanya kami bersihkan. Itu, di sana!” Key menunjuk ke tempat yang menjadi hutan kaca. Lee Soo Man melongo. Benar-benar semua kaca. Sampai kaca mobil milik Lee Soo Man juga ikut dicopoti dari tempatnya dan sekarang dalam masa penjemuran. Yang lebih parah, rumah kaca, yang dindingnya terbuat dari kaca, smeuanya dicopoti dan di jemur. Bagaimana Lee Soo Man tidak ingin mati saat itu juga. Sepertinya Lee Soo Man sudah mengalami struk 2%.

Hampir menangis, Lee Soo Man berjalan menuju lapangan. Silau!!

“Annyeonghaseyo, f(x) imnida! Semua sudah bersih dan cling seperti kaca, bos!”

Lee Soo Man hening. Seluruh barang-barang dilapisi oleh kaca lentur. Nggak gini juga kali yaa?! Lee Soo Man sudah memasuki struk stadium 2.

“Jebal, semoga EXO tidak seperti sunbae-sunbaenya..” doa Lee Soo Man dalam perjalanan menuju halaman kantor.

Saat melihat Lee Soo Man, seluruh member EXO segera beranjak berdiri dengan teratur.

“We are ONE! Annyeonghaseyo, EXO imnida!”

Lee Soo Man memperhatikan keadaan sekitar. Daun-daun sudah diletakkan di penggilingan kompos. Bagus. Namun ada yang janggal. Apa itu? Yap, rumputnya.

“MENGAPA RUMPUTNYA SEPERTI INI?!”

“Bos, maaf. Tapi kalau kita ingin cukur gundul sedikit pasti rambut kita disisakan 1 cm. Cukur agak gundul itu bersih, bos. Jadi kita menyisakan rumputnya setinggi 1 cm.” kata Xiumin.

“Arghh, halamanku yang asri!!!” teriak Lee Soo Man di siang bolong. “Ya, Tuhan, mengapa semua anak didikku begini??”

 

THE END

 

Iklan

65 pemikiran pada “EXO Kerja Bakti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s