I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 3)

Title                       :               I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 2)

Author                  :               K.Li’s yoeja (@zvannyaz)

Length                  :               2/?

Genre                   :               Family, Sad, Love

Main Casts          :               Wu Yi Fan a.k.a Kris

Kim Quinn Rae

Kim Jong In a.k.a Kai

Kim Jun Myeon a.k.a Suho

Kim Taeyeon

Support Cast      :               EXO, Super Junior, SNSD

Uweeeee ternyata jauh-jauh hari walaupun FF belum selesai masih punya feel dan punya mood untuk lanjut. Uyeaahh!!! Ini pasti karna Kris selalu ada disampingku *tiba-tiba readers genggam golok* Hahaha… Kidding. Lanjutan FF tentunya buat readers yang menunggu dong. Kalo gitu, cekidot ajadeh yukssseeee ^^ *ini ngomong-ngomong author berubah jadi alay kalo bikin FF-____-v*

***

Quinn masih berada dirumah Kai sekarang. Hari ini mereka bermaksud pergi ke Seoul, tentu saja pulang ke rumah Quinn. Namun Kai, ternyata memiliki meeting penting di perusahaannya sehingga ia harus menunda waktu sedikit lebih lama. Quinn sudah bosan menunggu Kai. Bukan bosan, tapi ia tak sabar menunggu untuk segera bertemu dengan Kris, kakak yang dirindukannya selama ini.

Quinn memilih ke kolam renang. Kai sudah mengijinkannya menuju ketempat, seluk beluk seluruh rumah ini sesuai dengan keinginannya karna Kai menganggap Quinn sebagai adiknya sendiri. Semalam, setelah Quinn bercerita tentang keluarganya, bercerita tentang Kris yang diusir oleh Suho dan ia yang pergi mencarinya sehingga bisa berada dirumah Kai,  Kai dan Quinn saling beranggapan bahwa mereka berdua bisa menjadi kakak adik. Itulah dia bebas bergerak dirumah ini dan pelayan-pelayan Kai pun bersedia memanggilnya nona muda.

Flashback~

“Quinn, sebenarnya apa yang terjadi dengan keluargamu? Kenapa bisa kau sampai disana hingga larut malam?” tanya Kai pada Quinn setelah Quinn diam dari tangisnya.

“Aku mencari Kris oppa. Ia diusir oleh dad, hanya karna masalah sepele yang sebenarnya ulahku. Bukan ulah Kris oppa dan bukan salahnya juga” jawab Quinn apa adanya kembali meneteskan air mata walau kini air matanya lebih jarang.

“Memang, kenapa oppamu bisa diusir oleh ayahmu? Masalah apa? Boleh aku tau?” tanya Kai lagi sambil membelai kepala Quinn lembut.

Quinn yang saat itu sedang rindu pada kakaknya, entah kenapa merasa hangat diperlakukan Kai seperti itu. Mungkin karna jiwa Kai yang seperti seorang kakak ia merasa nyaman saat kepalanya dibelai oleh Kai.

“Kris oppa ketahuan bermain gitar dan menyanyi di cafe sebuah hotel dikawasan Mokpo oleh dad”

“Bermain gitar dan menyanyi? Apa masalahnya?”

“Dad tidak mengijinkan aku, ataupun Kris oppa bermain musik. Semua hal tentang musik, pasti dad melarang..”

“Melarang? Memang apa yang salah dengan bermain musik? Bukankah bermain musik itu seni? Dan bukankah, musik bisa dinikmati setiap orang?”

“Ya. Aku tau itu. Entahlah. Aku tidak tau apa alasan dad sangat membenci itu. Yang jelas saat itu, dad tidak terlihat seperti dad-ku. Ia tampak seperti orang lain. Terlebih saat ia mengusir Kris oppa..”

Kai hanya iba mendengar cerita Quinn. Ia terkejut, bahkan shock. Sebegitu bencinyakah ayah Quinn pada musik sampai tega mengusir anaknya sendiri? Ayah macam apa itu? kata Kai dalam hati.

“Aku tau kau pasti merindukan Kris. Dari cerita yang kudengar dan dari caramu bercerita, aku bisa tau kalau kau sangat-sangat menyayanginya”

“Ne. Tentu saja. aku sangat menyayangi Kris oppa. Melebihi apapun. Bahkan mungkin kalau aku sudah menikah nanti, aku masih mencintai Kris oppa melebihi suamiku sendiri. Haha…” kata Quinn diiringi dengan tawa walaupun sedikit terpaksa. Kai yang menyadari itu langsung merengkuh tubuh Quinn dan memeluknya.

“Besok aku akan mengantarmu pulang kerumah. Berdoalah Kris oppamu sudah dirumah. Ara?” kata Kai kembali membelai kepala Quinn lembut sambil memeluk tubuh mungilnya.

Quinn hanya mengangguk dan menerima perlakuan Kai sedemikian rupa. Ia merasa sedikit lebih nyaman dan lebih tenang namun kerinduannya kepada Kris, kakak yang sangat-sangat ia cintai masih belum hilang. Ia masih merindukan sosok kakak yang selalu ada disampingnya dan saat kapanpun juga.

“Bersabarlah sebentar Quinn. Besok aku janji akan mengantarmu pulang ke rumah. Sekarang, anggaplah saja aku sebagai oppamu. Kau tau, memelukmu seperti ini membuatku merindukan seseorang..” kata Kai sembari melepas pelukannya.

“Siapa yang oppa rindukan? Yoejachingu oppa?” tanya Quinn sedikit penasaran sambil menyunggingkan senyum termanisnya.

“Bukan. Tapi adikku. Namanya Kim Hye Ae. Mungkin, sekarang, ia sama sepertimu. Tumbuh jadi gadis yang sangat cantik dan lucu tentu saja..”

“Memang, dia kemana oppa?”

“Dia sudah meninggal. 3 tahun yang lalu. Hmm, usianya satu tahun lebih tua darimu. Hhh.. tapi jujur saja Quinn, aku merasa sangat nyaman memelukmu tadi. aku merasa aku memeluk Hye Ae tadi..” seketika raut wajah Kai berubah sedikit lebih murung. Quinn yang menyadari itu, mengusap lembut pundak Kai kemudian.

“Mian oppa. aku tak bermaksud membuatmu sedih mengingat adikmu. Tapi, kau bisa menganggapku Hye Ae eonnie sesukamu. Karna aku juga merasa nyaman berada didekatmu. Kau orang baik oppa. terimakasih selama ini kau merawatku..” kata Quinn yang entah bagaimana tiba-tiba memeluk Kai layaknya adik dan kakak.

“Cheonma, Quinn. Baiklah, sekarang sudah malam. Kau tidurlah, mau kubuatkan susu dulu?” tawar Kai beranjak dari duduknya.

“Susu? Hmmm.. Kris oppa selalu membuatkanku susu sebelum aku tidur. Aku mau oppa!” kata Quinn ceria dengan alasan memberi Kai sedikit ketenangan walau sejujurnya ia ingin menangis mengingat Kris yang selalu membuatkannya susu sebelum ia tidur.

“Baiklah. Ayo kita ke dapur!” ajak Kai lalu menggandeng Quinn menuju dapur.

“Oh ya, dan kau boleh melakukan apa saja yang kau mau dirumah ini. anggap saja ini rumahmu juga. Kau sudah kuanggap seperti adik sendiri, Quinn..”

Quinn yang merasa kagum dan terharu hanya mengangguk.

Flashback end~

Quinn masih termenung menunggu Kai di kolam renang. Kaki kecilnya yang dibilang panjang ia masukkan ke kolam sambil sesekali menendang-nendang air dikolam itu. pikirannya saat ini hanya tertuju pada Kris, kakak yang sangat ia rindukan tentu saja.

Banyak pertanyaan yang tersimpan dalam benaknya. Tentang apa yang dilakukan Kris saat ini, tentang bagaimana keadaan Kris saat ini, dan tentang dimana Kris saat ini. Satu pintanya pada Tuhan, seperti apa yang dikatakan Kai tadi malam, ia menemukan Kris dirumah. Ia menemukan Kris tidur dikamarnya dengan bantal pandanya dan dengan kaos sleveeless-nya. Oh atau ia menemukan Kris sedang menunggunya diruang tengah bersama mom dan dad seperti yang biasa dilakukan kakaknya itu ketika ia pergi sendiri dengan teman-temannya.

“Kris oppa, I miss you so bad. How are you, now?” kata Quinn lirih menatap langit kemudian memejamkan matanya menikmati angin yang lewat sepoi-sepoi.

“I miss you, oppa. Nan jeongmal bogoshipeo~” sekali lagi Quinn mengatakan itu dengan lirih.

DORR!!

Tiba-tiba suara yang sedikit keras mengejutkan Quinn dari belakang. Tampak sosok namja jangkung berkulit hitam sedang memandangi Quinn yang terkejut dengan tatapan meledek “kau-terkejut-kan”.

“Apa yang kau lakukan disini, hum? Aku mencarimu dikamar tak ada. Kupikir, kau sudah pulang kerumah karna menungguku terlalu lama..” sapa namja yang ternyata Kai kemudian duduk disamping Quinn.

“Hhh.. kau sudah mengejutkanku oppa! tak minta maaf pula. Cih-_-“ kata Quinn sedikit kesal karna ketenangan akibat angin tadi terganggu gara-gara Kai.

“Mianhae.. jeongmal mianhae. Baiklah, nona Quinn. Aku sekarang sudah pulang, jadi, apakah kita jadi pulang ke rumah?”

“TENTU SAJA! AKU SUDAH HAMPIR GILA GARA-GARA MENGUNDUR WAKTU UNTUK PULANG KE RUMAH!” kata Quinn sedikit berteriak kemudian pergi meninggalkan Kai.

Kai tau, saat ia mengejutkannya tadi, Quinn sedang merindukan kakaknya. Ia mendengar semua yang dikatakan Quinn. Walau lirih namun telinganya masih bisa menangkap apa yang diucapkan Quinn. Kai tau, bukan saat yang tepat saat itu untuk bercanda dengannya. Namun apa daya, ia tak bisa juga melihat Quinn menangis lagi karna merindukan sosok kakaknya itu.

“Mianhae Quinn, aku hanya tak ingin melihatmu menangis lagi..” sesal Kai setelah Quinn berteriak meninggalkannya tadi.

***

Ditengah keramaian pusat kota Seoul, tampak seorang namja jangkung dengan rambut pirang sedang duduk dibangku panjang di sebuah taman kecil yang terdapat kolam kecil disana. Namja itu terlihat sangat lemah. Pakaian rumah sakit yang masih ia kenakan menandakan bahwa dirinya masih berstatus sebagai pasien. Namja itu tak lain dan tak bukan adalah Kim Yi Fan atau biasa dipanggil Kris oleh orang-orang.

“Quinn.. where are you?” katanya lirih menunduk sambil meneteskan air mata. Namja itu selalu begitu setiap kali mengingat adiknya yang hilang selama kurang lebih dua bulan ini.

“Quinn.. I miss you so bad. Really miss you. Just come back to me now..” katanya lagi dan isakannya kali ini lebih keras.

Kris, hari ini dengan nekatnya pergi ke pusat koa Seoul sendiri untuk mencari Quinn, adik kesayangannya. Entah ini lucky day-nya atau bukan, ia berhasil pergi dari rumah sakit. Kedua orang tuanya tadi pagi tak ada dikamarnya dan pamannya yang merupakan dokter dirumah sakit itu juga tak ada dikamarnya. Kesempatan itu Kris gunakan untuk pergi mencari Quinn tanpa pengawasan mereka sehingga ia bebas mencari Quinn sesuai dengan yang ia mau.

Namun apa daya, kondisi tubuh Kris yang saat ini memang sedang buruk, hanya bisa melangkahkan kakinya sampai pusat kota saja. Itu pun ia sudah berkali-kali kesusahan nafas dan terjatuh ke jalan. Tanpa obat dan dengan tangan berdarah karna infus yang ia lepas paksa, dan beberapa luka akibat jatuh tadi, ia benar-benar menjadi semakin buruk. Walaupun begitu, dalam hatinya ia masih berniat untuk mencari Quinn.

***

Hari sudah sore, Quinn dan Kai akhirnya sampai di rumah Quinn. Sebelum ia turun dari mobil dan masuk ke rumahnya, ia berhasil menangis menatap keadaan rumahnya. Sepi. Itulah yang ia lihat pertama sebelum gerbang terbuka. Namun ia juga terkejut ketika masuk ke halaman rumahnya. Sama halnya dengan Quinn, Kai juga terkejut saat melajukan mobilnya masuk kehalaman rumah besar nan megah.

Bagaimana tidak mereka tak terkejut? Mobil polisi yang jumlahnya tak sedikit berada tepat didepan mata mereka. Walaupun tampak sepi, namun bisa dipastikan sedang terjadi sesuatu didalam rumah itu. Quinn yang sudah berpikiran macam-macam, dengan cepat segera turun dari mobil dan masuk ke dalam tanpa permisi, karna memang inilah rumahnya.

“Mom! Dad!” teriaknya setelah benar-benar masuk ke dalam rumah.

“QUINN?”

Perasaan terkejut, kaget, shock, bahagia, senang, sedih, semuanya jadi satu. Suho dan Taeyeon yang saat itu memang masih dirumah, dengan refleks menangis dan memeluk Quinn, anak gadis mereka yang sudah satu bulan ini hilang. Perasaan bahagia menyelimuti hati mereka masing-masing. Begitu juga dengan Quinn. Ia merasa sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan kedua orang tua mereka.

“Quinn, nan jeongmal bogoshipeo. Mom sangat merindukanmu, sayang. Kau kemana saja selama ini? kenapa kau baru pulang, sayang?” tanya Taeyeon setelah melepas pelukannya mengusap wajah mulus Quinn.

“Nado, mom. Nado. Aku juga merindukan mom. Sangat-sangat merindukan mom..”

“Quinn, dad juga sangat merindukanmu. Kau dimana saja selama ini? bagaimana bisa kau pulang ke rumah, sayang?”

“Nado, dad. Aku juga merindukan dad. Aku merindukan mom dan dad. Aku pulang dengan seseorang yang sudah menyelamatkanku dan merawatku selama ini. Tapi mom, dad, dimana Kris oppa?”

DEG!!

Tepat saat itu juga Taeyeon dan Suho seakan bangun dari tidurnya. Gegara polisi-polisi kerahan Suho, yang melacak keberadaan Quinn sebelum Quinn pulang, datang untuk memberi kabar perkembangan pelacakan Quinn, mereka menunda sebentar untuk pergi ke rumah sakit menemui anak sulungnya yang satu hari itu mereka titipkan pada Baekhyun karna mereka harus mengambil beberapa kebutuhan mereka saat dirumah sakit lagi.

“Kris.. Ya Tuhan! chagi, kita harus segera ke rumah sakit sekarang!” kata Suho menatap Taeyeon dengan tatapan khawatir dan terkejut dan dibalas anggukan Taeyeon yang sama halnya sedang terkejut dan sadar.

“Tunggu! Rumah sakit? Jadi, Kris oppa sudah kembali dan sekarang ada dirumah sakit? Kris oppa kenapa? Apa yang terjadi padanya, mom? Dad?”

Quinn yang saat itu memang sedang menanti-nanti untuk bertemu Kris tak kalah terkejutnya dengan kedua orang tuanya. Pikirannya yang memang sedang tertuju pada satu namja itu semakin menjadi setelah ia mendengar bahwa kakaknya ada dirumah sakit sekarang.

“Mom, dad, kenapa diam? Apa yang terjadi dengan Kris oppa?”

“Sayang, akan kami ceritakan nanti setelah kita sampai ke rumah sakit. sekarang lebih baik kau ikut. Dan, orang yang menyelamatkanmu, bisakah kau mengajaknya ke rumah sakit juga? Dad akan mengucapkan terimakasih padanya dan berbicara dengannya” kata Suho yang dibuat-buat tenang untuk menenangkan Quinn.

“N..ne…” Quinn yang mengerti arah pembicaraan Suho, kemudian kembali menjemput Kai yang masih ada dimobil dengan segera.

Taeyeon yang juga mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang segera kembali kekamar mengambil barang-barang yang sudah ia siapkan untuk dibawa kerumah sakit. Sedang Suho memilih berbicara dengan polisi-polisi serta anak buahnya agar tetap stay untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Namun Suho lebih ber-to the point untuk menyuruh mereka kembali ke aktivitas mereka karna ia harus kerumah sakit dulu menemui Kris sebelum…

Meolli dolgo doraseo dasi sijakhaneun gose da wasseo
Oryutuseongijiman baewogamyeo ganghaejil su inneun na
Jeo taeyangcheoreom geodaehan hanaran geol aneun nal
Oh, Oh
Modu hamkke ganeun uri miraero
I need you and you want me
Jiguran i byeoreseo
Oh, Oh
Oh, Oh
Every, Every, Everyday
Naega mandeun History

“Yeoboseyo..

“….”

DEG!

Seketika itu juga Suho melepaskan ponselnya dan membiarkannya jatuh ke lantai dan terbelah menjadi beberapa bagian. Semua orang yang sedang berada didekat Suho, serta Taeyeon yang sudah selesai mengambil barang dan Quinn yang sudah kembali masuk bersama Kai, hanya memandang Suho dengan tatapan “ada apa?” dan “apa yang terjadi?”.

“Dad? / Chagi?” panggil Taeyeon dan Quinn bersamaan, namun Suho tetap diam tak bergeming. Bahkan berkedip pun tidak.

“Tuan, ada apa?” kini giliran asisten Suho yang bertanya.

“Kris…” Suho masih menatap lurus kosong karena keterkejutannya. Bagaimana mungkin ia akan kembali merasakan hal itu lagi?

“Tuan?” panggil asisten lagi.

Suho yang kini sadar sedang ditatap oleh berpasang-pasang mata segera mengedipkan matanya dan menatap satu-persatu orang-orang yang ada diruangan itu. dan tatapannya berakhir pada kedua perempuan yang sudah teguh tetap pada hatinya, Taeyeon dan Quinn.

“Kris…”

TBC~

Nyiahahaha! Bubar bubar! Chapter 3 bubar dulu! Penasaran sama kelanjutannya? Penasaran? Penasaran? Tetap ikuti kelanjutan ini FF oKAI? Muehehe.. Comment, kritik, saran ya chingudeul ^^v Annyeong~ *bow with Kris*

Iklan

8 pemikiran pada “I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s