Thanks For Loving Me (Prolog)

Title        : Thanks For Loving Me (Prolog)

Author             :  Sherlockey

Main Cast        :  Song Yooki

Do Kyungsoo (still hidden)

Suport Cast                 :  Kris (EXO-M)

Jung Minrin

Genre                          : Romance, Sad, School Life, Prolog

Rated                          : PG-15

Length              : Sequel

Seluruh perhatianku kini hanya tertuju pada sepasang mata yang menatapku dalam, mengunciku dalam diam. Jantungku berdegup cepat seiring dengan wajahku yang memanas

” Apa jawabanmu? ” suara lembutnya begitu menghipnotis. Bagaikan lullaby yang dilantunkan hanya untukku. Aku benar-benar terjebak dalam pesonanya

Kuanggukkan kepala perlahan lalu menunduk, melihatnya saja bisa membuatku gila.

Kedua kakiku terasa lemas saat ia merengkuhku kedalam pelukannya, mendekapku tanpa menghiraukan tatapan puluhan pasang mata diruangan ini. Riuh tepuk tangan membahana menemani deru nafasnya yang terdengar dekat ditelingaku. Kutenggelamkan wajah ke dada namja itu. Menghirup aroma tubuhnya yang menenangkan

” gomawo ” bisiknya di telingaku. Bibirku enggan untuk bergerak, Kuanggukkan kepala sebagai respon. Tuhan apakah ini nyata?

 

******

 

 

” Chukkae ” ucapan yang kesekian kalinya kudengar sejak meninggalkan lounge dan terakhir di koridor dorm saat ini

” Aku tak percaya ini benar-benar terjadi ” ucapku pelan, kedua tanganku terangkat, menepuk-nepuk pelan wajahku sendiri meyakinkan bahwa aku sedang tidak bermimpi

” Kau tidak sedang bermimpi. Dia memang baru saja menyatakan cintanya padamu ” jelas Minrin dengan senyum lebar diwajahnya. Aku tahu ia turut berbahagia atas apa yang kurasakan sekarang

” Tapi aku jadi bingung harus bersikap seperti apa saat bertemu dengannya nanti ” tuturku dengan pipi sedikit merona menahan malu. Jujur ini pertama kalinya aku berstatus menjadi kekasih seseorang, dan itu membuatku seperti kehilangan akal.

Minrin tertawa kecil ” bersikap seperti biasa saja.. memangnya mau bagaimana lagi? kau akan terbiasa seiring berjalannya waktu “

Benarkah begitu? kuletakkan kedua telapak tanganku didepan dada, merasakan debaran jantungku sendiri. Tak pernah aku merasa sebahagia ini

******

” Dia sudah pergi Yooki-ya ” nada bicaranya datar tapi terselip kekecewaan didalam suaranya

” Geure ” kuhembuskan napas panjang tanpa mau berkomentar banyak

” Dia tidak mengabariku dan pergi begitu saja. Apa dia tidak menghargaiku sebagai oppanya? ” suaranya mulai meninggi, kali ini aku tak yakin ia sedang berbicara padaku. Caranya mengutarakan seolah ia sedang berbicara dengan dirinya sendiri.

Oppa.. apakah benar kau hanya menganggapnya sebagai dongsaengmu. Bukankah kau hanya ingin mengganti ikatan hati kalian menjadi sebuah hubungan kekeluargaan. Aku tak yakin semudah itu kau menghilangkan perasaanmu padanya.

Ingin rasanya kulontarkan pemikiran itu didepannya. Tapi bibir ini hanya bisa mengatup rapat, menolak untuk bersuara. Kulirik namja yang tengah duduk disampingku. Pemandangan di taman saat musim semi menurutku sudah sangat indah, tapi mengapa ia lebih memilih untuk memandang kebawah. Seolah ada sesuatu yang lebih menarik disana.

” Kris-ah ” hanya nama itu yang berhasil keluar dari mulutku, pandanganku tetap terarah padanya menunggu responnya atas panggilanku.

Kepalanya terangkat lambat-lambat. Senyum kecil terpasang di wajahnya. Ekspresimu mungkin bisa berbohong, tapi tidak dengan matamu Kris.. mata itu memancarkan dengan jelas apa yang kau rasakan.

Benarkah ia mencintaiku? atau ini hanyalah sebuah kebohongan yang mana ia ciptakan hanya sebagai penghiburan semata. Pelarian atas luka yg ditinggalkan yeoja itu. Mungkinkah kebahagiaan yang kusangka selama ini hanyalah ilusi yang nampak nyata?

******

 

 

Peganganku semakin melemah saat mengenali suara yang berada diujung sana. Nafasku tercekat saat menyadari bahwa apa yang selama ini kutakuti menjadi gambaran nyata yang baru saja menghantamku keras.

Kuabaikan ponsel yang terjatuh dilantai. Kedua kakiku mendadak tak bertenaga sehingga tak mampu menopang tubuhku dengan benar untuk berdiri. Air mata mengalir bebas tanpa bisa kutahan. Kutekuk kedua kaki lalu mengalungkannya dengan lengan, memeluknya kuat. Kutenggelamkan wajah didalamnya berharap suara isakanku akan teredam walau pada nyatanya tidak.

Kenapa ia tega melakukan ini padaku? sebenarnya apa aku ini dimatanya? sebuah boneka yang bisa ia mainkan sesuka hati? apa tidak cukup ia menggantungkan harapan yang cukup tinggi untukku lalu tiba-tiba membiarkanku jatuh begitu saja tanpa aba-aba ke dasar jurang ketidakpastian.

” Jahat ” kata-kata itu terus terucap dari sela-sela bibirku yang terkatup

Mungkin memang aku saja yang bodoh, karena percaya bahwa ia sudah melepas bayang-bayang yeoja itu dalam hidupnya.

Kenapa harus aku.. tak berhakkah sekali saja aku mengecap kebahagiaan. Haruskah aku kehilangan satu orang lagi yang kuanggap penting dari hidupku. Kenapa tanda tanya besar ini tak pernah terjawab..

 

 

” You received 1 Voice Mail

From : xxxx

Kurasa aku sudah memutuskan. Aku akan menyusulnya. Sepertinya hubungan kita memang harus berakhir.

Mianhe….. “

 

 

 

_TFLM_

 

8 pemikiran pada “Thanks For Loving Me (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s