Comeback Again (Sequel of Just Look, Saranghaeyo)

Title: “Comeback Again” (Sequel of Just Look, Saranghaeyo)

 

Author: @IcePrincessEXO

 

Length:

–         Oneshot

 

Rating:

–         17 PG (?)

 

Genre:

–         Romance

–         Mystery

 

Main casts:

–         Xi LuHan

–         Jung YeonMi

–         Oh SeHun

 

Other Casts:

 

Author Note:

Annyeong, saya akan bawakan Sequel FF Just Look, Saranghaeyo. Mianhae, banyak yg gk suka sama cast yeojanya hiks hiks…

Untuk yang mau pesen FF atau mau kenalan sama author bisa langsung ke FB author http://www.facebook.com/IcePrincessEVIL atau ke twitter author https://twitter.com/IcePrincessEXO ya ^^

Gomawo and Happy reading ^^

WAJIB COMMENT & LIKE  ya ^^

Yang LIKE author doain biar berjodoh sama bias di kehidupan yang akan datang (?)

Yang COMMENT author doain bisa ketemu bias secara langsung ~

Yang TIDAK COMMENT gak akan pernah hidup tenang karna selalu sial dan gak akan pernah ketemu bias secara langsung hahaha

 

_^^^^^^^^^^_

 

 

Saat cinta itu kembali, apa yang akan kamu lakukan ???

Saat cinta itu harus memilih, apa yang akan kamu lakukan ???

Saat cinta itu pergi membawa kita bersamanya ~

 

“Comeback Again”

 

^^^^^^^^^^^

 

 

YeonMi POV

 

“Ting Tong” tiba-tiba suara bel alpartermenku berbunyi (sudah beberapa waktu lalu aku tinggal di alpartermenku sendirian). Aku berlari menuju pintu dan membukanya betapa terkejutnya aku saat melihat sosok yang sangat ingin aku peluk. Lantas aku memeluknya dalam-dalam dan rupanya bau khas tubuhnya tak berubah sama sekali. Aku ingin adanya keajaiban dan ini bukan lah mimpi di siang bolong. Ku ciummi terus aroma tubuh namja yang paling ingin ku peluk ini, aku merindukanmu sejak 100 hari lalu.

 

“Chagi” panggil namja itu.

“kau kenapa?” lanjutnya lagi, aku masih saja memeluknya. Hingga aku tersadar, suara ini…

Aku sedikit melonggarkan pelukanku berniat untuk melihat wajahnya, namun orang itu malah mempererat pelukannya.

“Sehun-ah… neo dorawa (kamu kembali) ???” tanyaku hati-hati masih dalam pelukannya.

“Ne, chagi-ah” kata suara itu.

 

Bagaikan di sambar petit di siang hari yang panas, dia kembali ? Kekasihku ? Orang yang paling ku rindukan ? Orang yang sudah… Apa aku bermimpi ???

“Chagi, waeyo? Apa kau tidak merindukanku ?” tanya orang yang mengaku Sehun itu. Dan aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Hunie, boleh aku melihat wajahmu?” tanyaku sedikit takut.

“tentu saja” katanya sa,bil melonggarkan pelukanku. Mataku terpejam, susah sekali untuk terbuka. Aku masih takut kalau-kalau ini hanya khayalanku saja. Aku takut kau meninggalkanku lagi. Dan perlahan-lahan mata ini mulai terbuka, benar saja. Jantungku hampir saja copot saat melihat sosok di depanku. Namja yang selalu membuatku marah-marah namun selalu sukses membuat aku gelisah karna merindukannya.

 

“Sehun-ah???” akhirnya suara ini mau keluar juga dari dalam mulutku.

“ne, bogoshipoyo chagi-ah” ucapnya sambil memelukku lagi.

 

 

10 days later

 

Pagi ini saat aku terbangun dari tidurku, kudapati tangan besar Sehun memeluk pinggulku. Kurasakan deru nafasnya di tengkukku, ahhhhh aku sangat mencintaimu Sehun-ah. Tak akan ku tinggalkan kau lagi dan jangan meninggalkanku lagi.

Oya, sejak 10 hari saat hari itu, Sehun tinggal bersamaku di alparterment ini. Awalnya aku menolak karna tak mungkin aku tinggal dengan namja latin di rumahku, apa kata tetangga nantinya tapi Sehun bersikeras untuk tetap tinggal bersamaku.

 

“Chagi kau sudah bangun”

Ahhhhhhh suara itu sukses membuyarkan semua lamunanku sejak tadi.

“ne, hari ini aku kan masuk pagi” jelasku padanya, dia hanya mengangguk. Lantas aku langsung bangun dari tempat tidur dan bergegas mandi.

 

Setelah selesai mandi aku di kagetkan dengan baru harum khas roti panggang dan coklat hangat di pagi hari. Pasti Sehun, pikirku dlm hati, dan ya benar saja. Saat aku melewati dapur, kulihat Sehun sedang menghidangkan makanan itu di meja makan. Rajin sekali namjaku ini. Seulas senyum terukir saat mata kami saling bertemu dan dia mengisyaratkanku agar aku duduk di meja makan. Ku ambil duduk di sebelah kanan Sehun dan segera melahap habis makanan yang iya sediakan, dia tersenyum saat aku memakan makanannya.

 

“Apa kau lapar ? mau ku buatkan lagi?” tanyanya sambil mengelap sisa coklat di bibirku.

“ahhh, anniya. Ini sudah cukup. Oh ya aku harus berangkat sekarang ne” pamitku, namun dia menarik lenganku dan sukses mengejutkanku.

“ada apa?” tanyaku padanya.

“mau ku antar ?” tawar Sehun dengan senyum khasnya.

“haissss, kau saja belum mandi. Masa mau mengantarku ke sekolah?” cibirku.

“tak perlu mandi, aku sudah tampan dan tak ada orang yang tau aku sudah mandi atau belum” elaknya. Hahaha pede sekali dia ini.

“yasudah, ayo” kataku.

 

Saat aku sudah sampai di halte bus, semua mata tertuju pada aku dan Shun. Kami sibuk saja bercanda dan bersendagurau namun saat kami masuk di dalam bus mereka semua teteap memandangiku sambil berbisik-bisik dengan temannya. Apa mereka iri dengan aku dan Sehun? Entahlah, yang jelas pagi ini aku sudah sangatlah senang. Di sekolahpun sama, semua mata sibuk memperhatikan aku dan Sehun. Apa mereka tak mengenal Sehun? Oh ya, aku lupa. Karna kejadian itu pasti. Haisssss, ingin sekali aku berteriak mengumumkan pada semua orang kalau Sehun telah kembali namun niatku ku urungkan karna ada orang yang memanggil namaku.

 

“Yeon-ah” panggilanya sambil menepuk pundakku.

“tadi aku ke rumahmu, kenapa kau malah berangkat duluan?” tanya Luhan, oya Luhan belum tahu kalau Sehun telah “kembali”.

“ahhhh, ini aku beranbgkat dengan…. ya!” saat aku melihat sekitar, tiba-tiba sosok Sehun telah menghilang. Kemana anak itu?

“waeyo???” tanya Luhan.

“ahhh, ini tadi aku pergi bersama…” belum selesai aku berbicara tiba-tiba saja bel tanda masuk berbunyi sontak aku bergegas lari ke kelas karna jam pertama adalah jam guru yang paling menyebalkan. Bisa gawat kalau aku terlambat hehe

 

#Sepulang sekolah

 

Haisssss, Sehun mana sih? Katanya mau menemuiku di taman tapi lama sekali datangnya -_-

Oya, hari ini memang Sehun mengajakku ke taman tapi dia langsung menyuruhku ke sana tanpa harus mengganti pakaianku. Sekarang aku duduk di bangku taman di bawah pohon yang rindang. Angin sore sepoi-sepoi menerpa setiap inci wajahku, rasa kantuk mulai menjalari tubuhku hingga aku tak tersadar sudah memejamkan mataku. Sepertinya aku sudah tidur terlalu lelap sampai-sampai aku bermimpi Sehun datang dan mencium (popo) bibirku. Namun rasanya sangatlah nyata dan sontak aku terbangun. Benar saja, Sehun membangunkanku dengan caranya sendiri.

 

“kalau tidak di begitukan kau mana bisa bangun” ejeknya sambil mengubah posisi duduk di sampingku.

“yayaya, kau lama sekali sih. Sampai-sampai aku tertidur di sini karna lelah menunggumu. Kau kemana saja???” tanyaku sambil pura-pura marah padanya. Aku suka memarahinya dan melihat ekspresi bersalahnya hehehe

“iya maaf, tadi aku beli ini” dia menyodorkan kota berwarna ungu padaku. Apa ini ???

“buka saja, kaulau kau penasaran” lanjut namja ini. Sesegera mungkin aku langsung membuka kotak itu dan ohhhhh CINCIN ??? O.o

“wahhhhhh, cantiknya” pujiku pada cincin itu.

“kau suka? Sini kupakaikan?” tawarnya lalu memakaikan cincin itu padaku.

“hemmmmm….. gomawo ^^” ucapku berterima kasih sambil mengecup pipinya pelan.

“oh, ne” balasnya. Akhirnya sertelah matahari terbenam barulah kita pulang ke rumah.

 

^^^^^^^^^^^

 

LuHan POV

 

Sore ini tampa sengaja aku pulang sekolah melewati taman sekedar untuk berrefresing kekeke. Huft~ tumben taman ini tak terlalu ramai biasanya kan selalu ramai oleh warga sekitar. Akupun terus berjalan hingga tiba-tiba aku melihat YeonMi sedang duduk di bawah pohon yang rindang. Sedang apa dia di sana? Ingin rasanya aku menemuinya namun saat langkahku mulai mendekatinya ku dengar dia seperti sedang mengobrol dengan seseorang dan menyebut-nyebut nama Sehun ??? apa aku tak salah lihat ? atau salah dengar???

Ketika aku mau mendekatinya kembali, ternyata Yeonmi telah pergi -_-

 

^^^^^^^^^^^

 

Author POV

 

Matahari mulai menampakkan sinarnya di Minggu pagi yang cerah ini, namun sepertinya dua insang yang masih terlelap dalam tidurnya ini belum mau untuk melihat suasana sekitar. Sunyi dan sedikit remang menjadi suasana kamar milik yeoja berparas cantik itu, YeonMi. Gadis itu kini tidur bersama dengan namja yang terlihat tampan, Sehun. Namja itu memeluk pinggul yeoja di sebelahnya serasa tak mau melepaskan miliknya. Selang beberapa waktu namja itu pun bangun dan iya juga membangunkan yeoja di sampingnya dengan sebuah kecupan manis di bibir.

^^^^^^^

 

Sehun POV

 

Ahhhhhh…. sudah pagi rupanya, hari apa ini ? Astaga, sekarang hari Minggu dan berarti hanya tinggal tersisa 3 hari lagi. Bagaimana ini???

Kepalaku sedikit pusing dan berdenyut namun semua itu hilang saat aku melihat yeoja di sampingku. Yeoja yang membuatku kembali padanya, yeoja yang sangatt ku sayang, yeoja yangsangat ku inginkan. Sudah jam 7, kau masih seperti dulu Yeonmi-ah tak ada yang berubah. Kau selalu saja bangun kesiangan dan aku mempunyai caraku sendiri untuk menbangunkanmu hehehe

Kucium pelan bibir mungilnya yang selalu ku sukai setiap saat itu, ahhhhhh kenapa kau tak bangun-bangun??? Kucoba untuk menciumnya lagi namun nihil, dia tetap tak bangun juga. Kucium lagi namun lama kelamaan ciumanku menjadi lumatan di bibirnya dan yaps, Yeonmi mulai membuka matanya dan ku akhiri “Morning Kiss” ku di pagi hari ini.

“kau bangun duluan?” tanyanya.

“memang selalu seperti ini kan?” jawabku sambil kembali memeluknya dalam posisi tiduran.

“yaaa, lepaskan tanganmu Sehun-ah” katanya sambil mencoba melepaskan tanganku. Namun aku tak mau melepaskannya, aku masih ingin begini bersamanya. Melewati hari-hariku bersama yeojachinguku dan semakin ku eratkan pelukanku.

“biarkan seperti ini dulu chagi” kataku berbisik di telinganya dan menghembuskan nafas beratku di tenguknya sontak membuat tubuhnya sedikit bergidik karna ulahku itu. Sejurus dengan hal itu dia diam seribu bahasa dan membiarkanku memeluknya.

 

^^^^^^^^^^^^

 

YoeonMi POV

 

Oh, God. Dia memelukku erat, rasanya sangat nyaman di pelukan ini dan aku takkan pernah ingin melepaskan pelukan hangat darinya. Dia terus memelukku sampai akhirnya aku di kejutkan dengan sebuah suara dari HP milikku. Segera ku geser tangan Sehun yang memelukku erat, ku ambil ponsel milikku dan mengangkat telfon itu.

 

“yeoboseo…” kataku kepada sang penelfon.

“ne, Yeon-ah… apa hari ini kau bisa menemaniku pergi ke toko buku ? aku ingin mencari buku sejarah untuk tugas lusa depan” kata suara di sebrang sana.

“oh, ne. Tentu saja, lagi pula aku juga mendapat tugas yang serupa” jawabku dan setelah percakapan singkat itu berakhir aku langsung menutup telfon itu dan segera pergi mandi.

 

“dari siapa?” tanya Sehun yang sekarang sedang berada di ruang makan. Aku bingung setengah mati harus menjawab apa, karna ku tau Sehun tidak menyukai orang itu. Maka ku tak memberi tahu siapa dia yang menelfonku itu.

“teman” jawabku singkat sambil duduk di kursi makan dan mengambil sepotong roti selai kacang.

“mau pergi kemana?”

“ke toko buku, mau mencari buku sejarah untuk tugas lusa depan”

“oh, yasudah hati-hati. Hari ini juga aku ada janji, mungkin akan pulang malam. Tidurlah duluan kalau ku belum pulang, jangan menungguku dan tidur di sofa. Arraseo?”

“ne”

 

#Toko Buku

 

Siang ini rupanya suasana tak begitu bersahabat, langit nampak sangatlah mendung dan kadang petir sedikit menyambar di balik awan hitam. Untung saja belum turun hujan dan aku sudah sampai di dalam toko buku. Ku lirik jam tanganku, ahhhh sudah jam segini kenapa dia belum juga datang ? padahal janjinya jam 9 -_-

Tiba-tiba ada yang memanggil namaku dari pintu masuk toko ini, yahhh akhirnya dia datang juga.

 

^^^^^^^^^^^^

 

LuHan POV

 

Kusapa yeoja di depan ku ini dan meminta maaf karna telah membuatnya menunggu lama. Maklum tadi kakakku Kris memintaku untuk membantunya memilihkan baju untuk kencan nanti malam bersama Sica noona, makannya aku terlambat. Ku jelaskan semua masalahku tadi pagi yang membuat aku sidikit terlambat datang dan untungnya yeoja ini tidak marah hehe

Setelah berkeliling toko buku agak lama baru lah kita mendapatkan buku yang di cari, buku sejarah tentang kehidupan zaman dulu saat korea utara dan korea selatan masih bersatu, zaman dimana masih adanya legenda-legenda kuno.

 

“ini buku yang bagus” katanya sambil melihat-lihat buku itu.

“tentu saja, kata Kris hyung. Buku inilah yang paling lengkap” jawabku.

 

Setelah selesai berbelanja aku mengajak dia pergi ke sebuah toko ice cream favorit kita berdua, ahjuma yang ada di situ pasti tau apa yang akan kita pesan hari ini. Ya, dua cup ice cream rasa Rainbow ^^

Kami mengambil duduk di pojok toko itu, hari ini toko tidak begitu ramai mungkin karna masih pagi. Karna bosan menunggu, dia membuka buku yang baru saja kami beli dan membacanya. Kufikir dia tak suka buku sejarah, tapi sepertinya dia sangat menikmati membaca buku yang selalu dia bilang membosankan itu.

 

“Permohonan untuk kembali?” gumamnya.

“oh itu, Kris hyung pernah bercerita. Permohonan itu di percaya ada pada zaman dahulu. Konon orang yang meminta kembali pada dewa akan di kabulkan permintaanya, tapi akan ada kosekuensi yang di dapat oleh orang yang meminta kekembaliannya.” Jelasku.

“contohnya?” tanyanya makin penasaran.

“sayang, Kris hyung tak memberiku contoh hehehe”

“huuuuu dasar, mengasih info tapi setenah”

“biar saja, Yeonmi kepo(pengen tau) deh hahahaha”

 

^^^^^^^^^^^^^

 

 

YeonMi POV

 

Ahhhh~ akhirnya sampai juga di rumah. Pasti sehun belum pulang, kira-kira dia kemana ya ?

Sepi juga kalau tak ada dia di sini padahal baru beberapa hari dia tinggal bersamaku tapi di tinggal sebentar saja sudah kesepian, untunglah dia tidak jadi meninggalkanku selamanya ^^

 

Kurebahkan tubuh rampingku ke atas tempat tidur dan mulai memejamkan mata, rasanya damai dan bahagia mengingat kembali saat-saat bersama dia. Dia ???

Dia yang ku fikirkan adalah dua orang yang berbeda. Ahhhh aku pusing di buatnya, lebih baik aku sekarang tidur saja.

 

^^^^^^^^^^^^^

 

Someone POV

 

“apa kau sudah bertemu dengannya?”

“ne”

“ingat waktumu”

“takbisakah untuk memperpanjang waktuku?”

“tidak, semua sudah di sepakati dari awal”

“tapi….”

“tidak ada kata tapi”

“yasudah kalau begitu, saya permisi”

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Luhan POV

 

#besoknya

 

Ahhhhh segarnya pagi ini, hari ini aku niatkan untuk lari pagi di sekeliling taman. Banyak juga yang berolah raga di pagi ini, hari ini memang sekolahku lebur 3 hari karna ada acara anak kelas 3. Syukurlah jadi aku bisa santai-santai di rumah kekekeke~

Ketika ku melewati pohon rindang itu aku melihat Yeonmi duduk sendirian dan seperti beberapa hari yang lalu aku melihatnya menyebut-nyebut nama Sehun. Kenapa dia ?

Kali ini aku benar-benar menyambanginya. Dan saat aku kesana dia sedang duduk sendirian tanpa ada orang di sana. Masa dia ngomong sendiri sih ?

 

“haii Yeon, sendirian aja?” tanyaku.

“emmmm….” dia hanya berguman tanpa menjawab.

“apa kau sedang menunggu seseorang ??? apa kau sedang….”

“menunggu Sehun” jawabnya memotong kalimatku. Aku sedikit tersontak karna ucapannya dan ku tahu Sehun sudah..

“Sehun?” ulangku.

“ne, dia kembali” gumamnya menerawang. Apa maksut yeoja ini? Apa dia menghayal?

“kau ? dia kan sudah meninggal” kataku sedikit takut dia tersinggung.

“awalnya, aku kira iya. Tapi dia kembali, bahkan kita tinggal seatap sekarang?” aku makin bingung denagan pernyataannya.

“aku tak percaya, ku tau kau sangat shock dengan meninggalnya Sehun. Tapi ku fikir jangan lah mengkhayal terlalu jauh Yeonmi-ah” kataku sambil menatap matanya dalam.

“kau, kau tak percaya? Dia kembali. Aku tak mengkhayal!” jawabnya sedikit dengan nada meninggi di ujung kalimatnya.

“yeon-ah, sadarlah dia telah tiada”

“dia ada, ada disini”

“mana???”

“dia izin membeli minum di toko sana”

“aku tak percaya”
“ayo kita kesana”

 

Kamipun berjalan sedikit berlari ke arah toko itu, ahhh apa Yeonmi benar kalau Sehun kembali ? aku tak percaya, tapi untuk apa dia berbohong sejauh ini padaku?

Setelah sampai disana aku tak melihat sedikitpun bagian tubuh Sehun ayng ada, bahkan saat Yeonmi menanyai penjaga kasir yang ada di sana dia menjawab bahwa belum ada lelaki yang berbelanja di toko ini karna toko ini baru saja buka dan pembeli terakhirnya adalah anak kecil dan itu perempuan. Yeonmi sedikit resah, wajahnya keringat dingin dan dia tiba-tiba jatuh pingsan untuk aku sigap membantunya dan ku bawa iya ke rumahku.

 

Beberapa saat kemudian dia sadar dari pingsannya, tapi saat aku ingin memberikannya bubur hangat ia malah pergi sambil berlari dengan tubuh yang masih terhuyun-hunyun karna kepulihannya belum total. Aku sepertinya tahu dia akan berlari kemana, memang benar dia kini berlari ke arah alpartermennya yang ada di gedung sebelah dengan waktu 15 menit dia bisa sampai di sana dengan berjalan kaki, aku terus mengikuti yeoja itu sampai dia berada tepat di ambang pintu alpartermen miliknya. Dia masuk ke dalam, sebelum pintu itu terkunci otomatis aku segera bergegas berlari dan ikut masuk ke dalam sana. Suasana ruangan itu sangat sepi dan beberapa jendela yang ada masih tertutup rapat, aku saja tak yakin bahwa Sehun ada di sini. Kalaupun ada dia pasti sudah merapihkan tempat ini walau sesungguhnya ini bukan rumahnya. Dia kan cinta kebersihan + kerapihan, tipe-tipe namja idaman. Terlepas dari lamunanku aku melihat Yeonmi sedang berdiri terpaku di dekat meja riasnya. Yeonmi terlihat sedang menggenggam sebuah surat berwarna merah jambu. Apa itu ???

“Yeon-ah” panggilku sambil sedikit memegangi bahunya, bahunya bergetar. Apa dia menangis? Segera kurengkuh tubuhnya saat suara tangisannya meledak.

“Sehun~” teriaknya dalam tangisan.

“surat itu? Apa dari dia?” tanyaku padanya. Tanpa menjawab, dia hanya menggangguk. Dalam anggukannya aku tahu bahwa ia sedang di landa kesedihan yang sangat. Oh God, kenapa ini terjadi padanya???

“bacalah” lanjutku sambil mencoba mengendurkan pelukannya. Dia memandangku sekilas seolah-olah memberi ku isyarat dia akan membacanya. Sedetik kemudian dia membuka surat tersebut dan membacanya, kau tahu ??? saat surat itu terbuka, bau khas bunga Kamboja sangat tercium di hidungku.

“bunga kamboja, tepat tumbuh disamping makamnya” suara Yeonmi begitu pelan dan bergetar. Lantas dia mencoba untuk membacanya, kurasa tak ada tulisan yang berati di dalamnya karna beberapa saat kemudian dia menyodorkan suratnya padaku. Akupun membacanya dan…..

“maaf, hari ini aku tidak pulang. Mungkin besok, ada urusan mendadak. Saranghae”

 

Apa???

Apa aku tak salah lihat??? Segera ku rampas amplop surat itu dan ku lihat bagian depannya. SHOCK ??? ya tentu saja, karan nama yang tercantumkan dalam surat itu adalah nama OH SEHUN…. Mengerikan??? Tentu saja, dia kan sudah meninggal. Mana mungkin dia bangkit lagi ???

 

 

^^^^^^^^^^

YeonMi POV

 

Malam, ya sekarang sudah tepat jam 11.45 malam namun apa? Sehun belum saja datang. Bukankah dia berjanji utuk pulang hari ini? Sungguh aku ingin iya kembali. Tanpa terasa airmataku terjatuh tepat saat bel di alpartermenku berbunyi.

 

“Sehun” gumamku riang. Aku segera berlari menuju pintu dan membukakan pintu itu. Betapa terkejutnya aku saat itu. Aku melihat sosok Oh SeHun yang berada di depan ku, tepat di depan mataku. Aku mendelik kearahnya. Oh God, apa yang terjadi??? Lantas dia masuk ke dalam alpartermenku. Sejurus kemudian aku menatap dirinyha dari atas sampai bawah, yang ku cari tak ada. Ya dia masih menapak di lantai dan aku segera memeluknya tapi saat aku memeluknya aku tak merasakan apa-apa. Aku seperti memeluk sebuah angin, dari situ air mataku mulai bercucuran aku juga menggigit bibir bawahku untuk menahan isakanku.

“jangan menangis, air matamu terlalu berharga untuk menangisiku” kata sosok tinggi jangkung dengan pakaian serba hitam miliknya, seperti vampire yang pernah ku lihat. Wajah pucatnya juga sangat mendukung dengan gaya busananyamalam ini. Apa hari ini dia sedang pesta cosplay ??? ramuan apa yang iya gunakan untuk membuat tubuhnya tidak bisa tersentuh olehku???

“Sehun….” ahhh bahkan mulut ini sangat kelu untuk bertanya ada apa ini sebenarnya. Aku hanya dapat berdiam diri dan menatap dirinya.

“mianhae, aku kan menjelaskannya. Jadi begini ceritanya. Saat itu, saat aku tertidur aku melihat sesosok peria bertubuh tinggi dan berambut pirang sangat mirip dengat Kris hyung namun suaranya sedikit berat. Dia berkata padaku, aku masih bisa menjalani hari-hariku di bumi karna aku masih memiliki hutang yang belum terbayarkan. Dia memberi kanku beberapa hari untuk tinggal di bumi” jelasnya.

“hutang??? Hutang apa???” tanyaku yang sangat penasaran.

“hutangku adalah, aku belum bisa melamarmu karna aku sudah terlanjur meninggal duluan”

“jadi…. kau, arwah atau???”

“beberapa hari yang lalu aku manusia biasa namun sekarang aku adalah arwah. Maaf, sesungguhnya aku masih memiliki satu hari dan hari itu adalah besok namun aku mengambil keputusan untuk mempercepatnya aku sudah tak tahan lagi hidup di dunia ini aku tak sanggup berlama-lama di sisimu karna ku tahu, aku sudah berbeda alam denganmu. Mianhae”

“tapi….”

“itu, ambilah kotak yang ada di laci meja riasmu”

 

Aku langsung bergegas mengambil apa yang ia maksut di dalam laci meja riasku. Sebuah kotak berwarna ungu dengan pita pink di atasnya. Sangat cantik.

 

“bukalah dan pakai lah, itu untukmu”

 

Aku membuka kotak itu dan betapa terkejutnya aku saat itu, sebuah cincin pasangan yang ada di dalamnya. Kulihat tilisan di dalam cincin itu, satu cincin bertuliskan Park YeonMi dan satu lagi tidak ada tulisanya. Keningku sedikit bergenyit saat tahu hal itu namun suara khas Sehun membuyarkan lamunanku.

 

“itu untukmu dan seseorang yang akan menjadi pendampingmu kelak” katanya yang sekarang berada di belakangku. Ahhhh wangi bunga kamboja, sejak kapan parfum Sehun berubah seperti ini.

 

“maaf, ini hari terakhirku bersamamu. Maaf kalau aku selalu membuatmu sakit dan tertekan. Dan maaf karna tidak bisa menjadi pendampingmu selamanya” katanya padaku. Ku lihat senyum ketulusan mengembang di bibirnya.

 

“Hun… aku masih merindukanmu”

“lupakan aku”

“tapi…”

“mianhae, pai pai. Saranghaeyo”

 

Dengan kalimat terakhirnya yang iya ucapkan, tubuh dengan baju berwarna hitam itu sedikit demi sedikit mulai samar terlihat. Bagai mana ini??? Aku belum sempat mengatakan cinta padanya, aku mengacak-acak rambutku dan mencoba meraih tubuhnya yang dengan cepat mundur ke belakang ke arah jendela besar di kamarku yang terbuka lebar-lebar. Aku berlari mengejarnya dan sebelum ia benar-benar menghilang lidah ini pun berani untuk mengatakan “Nado saranghaeyo” dan tepat di akhir kalimatku sosoknya tidak terlihat lagi. Tubuhku terasa lemah, sangat lemas hingga aku tak sadar bahwa seseorang telah memelukku dari belakang.

 

“Yeon” aku menoleh.

“aku sudah melihatnya” jelas namja yang sedang memelukku.

“Luhan” tangisan ku pun pecah seketika.

 

 

^^^^^^^^^

LuHan POV

 

Ya aku melihatnya, sosok namja berbaju hitam dengan wajah pucat dan dinginya mirip sekali vampire-vampire yang ada di film barat. Aku tahu dia adalah Sehun, sahabatku yang telah meninggal namun aku juga baru tahu bahwa cerita ini memang benar adanya. Saat kejadian surat pink itu aku segera bertanya kepada Kris Hyung dan dari situ aku menemukan jawabanya. Sehuah buku usangpemberian Kris hyung sudah ku baca habis dan memang benar adanya keajaiban itu. Dan ini lah hidup, penuh dengan misteri dan ya Sehun yang telah tiada bisa saja COMEBACK AGAIN namun akan ada kurun waktu yang di tentukan untuk berada di dunia. This Is Life~

 

^^^^^^^^^^^^ THE END ^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

 

Jiahhhhhhhhhhhhhhh……….. akhirnya selesai juga ini FF hehehe #seneng

Dan mianhae ne, kalo di FF ini banyak BGT tipo yang berterbangan. Mianhae kalo kalian gak nangis waktu bacanya karna author juga bingung mau nulis apa #plak

Dan GOMAWO yang udah mau BACA + COMMENT ^^

 

 

We Are One! We Are EXO!

 

 

Iklan

15 pemikiran pada “Comeback Again (Sequel of Just Look, Saranghaeyo)

  1. ceritanya keren.. akhirannya tuh si yeon mi sama luhan kan? sehun kenapa meninggal? /oke abaikan.. nice ff.. keep writing. fighting..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s