Story of Love

Author : Shin Hyun Sang ( Nisyana Novianti )

Cast : Do Kyungsoo / D.O EXO

Choi Shinra

Genre : romance (?) , friendship

 

Annyeonghaseyo ^^

 

Author gagal kembali membawa FF. Kali ini aku coba bikin FF oneshoot. Sebenernya susah banget bikin FF Oneshoot, dengan segala upaya dan usaha akhirnya jadi juga ni FF. DAN INI FF ONESHOOT PERTAMAKU *tepuk tangan* Walaupun entah pada suka atau gak. Kali ini aku bawa FF dengan cast pacar baruku, hehehe~ perkenalkan namanya Do Kyungsoo atau lebih akrab dipanggil D.iO, member EXO atau EXO K yang gantengnya kebangetan dan gak bosen diliat. Jatuh cinta sama D.O gara-gara liat video dia yang di sukira waktu nyanyi2 bareng BaekYeol lagu Bruno mars- billionare pas camera nge-shoot mereka bertiga. Astaga! D.O ganteng bgt ituuuuuuuu >

Okai lupakan dan abaikan! FF ini sebenarnya kisah nyata *aseeekkkkk* . Daripada makin gak jelas cuap-cuapnya langsung aja di baca ya FF.nya . chek this out and Happy reading!

 

Keep RCL readers.

 

**

 

Shinra pov.

 

Hari ini adalah tahun kedua ku menjadi murid di Seoul Art High School. Kelasku bertambah satu tingkat dari sebelumnya, yang awalnya kelas 10 menjadi 11. Aku terdaftar di kelas 11-C dengan murid-murid yang tergolong biasa saja, bukan unggulan. Hari pertamaku menyenangkan karna beberapa teman terdekatku satu kelas denganku jadi aku merasa tidak kesepian. Teman-teman yang lain juga tergolong orang yang menyenangkan semua walaupun ada beberapa orang yang memisahkan dirinya.

 

Aku duduk dengan teman dekatku yang dulu sekelas denganku, namanya Han Gyora. Dia gadis yang lumayan tomboy dan baik tentunya. Ketiga temanku yang sangat dekat denganku memilih duduk di depanku dan yang satunya di belakangku, dia satu-satunya laki-laki yang dekat dengan kumpulanku atau orang biasanya menyebutnya Genk.

Hari berlalu, minggu berlalu dan bulan pun berlalu. Sudah hampir 5 bulan aku berada di kelas 11-C ini. Semua muridnya dekat denganku bahkan kumpulanku lumayan terkenal di kelas karna katanya kami sangat menyenangkan dan juga sangat lucu apalagi laki-laki bernama Kim Jungmin yang terkenal sangat lucu dan sedikit ke’perempuan’ . Tidak ada yang aneh setelah 5 bulan aku berada di kelas ini, sampai tiba-tiba salah satu murid laki-laki di kelasku mengajakku berbicara, sebenarnya dia tidak dekat denganku hanya saling menyapa saja dan mengetahui nama masing-masing.

 

“Shinra..” tiba-tiba Kyungsoo atau D.O teman sekelasku duduk di sebelahku. Aku menoleh padanya dan sedikit terkejut karna tiba-tiba dia sudah ada di sampingku, tidak biasanya.

 

“Eum.” Gumamku sambil membenarkan posisiku menghadap padanya. Dia terlihat melirik ke kanan dan kiri, seperti orang yang salah tingkah. Aku menatapnya bingung.

 

“Anni, hanya ingin duduk disini.” Jawabnya. Aku mengangkat alisku, kenapa harus bilang kalau dia mau duduk di sampingku? Aku mengangguk dan memutar badanku ke belakang melanjutkan percakapanku dengan Jungmin. Aku tertawa terbahak-bahak saat mendengar Jungmin bercerita dengan gaya khasnya yang ke’perempuan’ itu. Temanku yang duduk di barisan sampingku ikut tertawa dan akhirnya semua malah berkumpul di barisan kami. Aku melirik ke arah D.O, dia hanya diam dan tiba-tiba pergi begitu saja. Aku menatapnya yang menjauh dengan bingung, dia berjalan menuju kumpulan teman laki-lakinya. Aku mengangkat bahuku acuh dan ikut mengobrol kembali dengan yang lain.

 

Istirahat pun tiba. Aku yang sudah selesai makan sedang melihat hp-ku saat suara teman dibarisan depan menggosip heboh. Aku tidak memperdulikan mereka dan tetap berkonsentrasi dengan Hp ku sampai akhirnya aku mendengar salah satu dari mereka berbicara cukup keras.

 

“Hey, kalian tau? Katanya, D.O sedang mengincar seorang gadis.” Katanya memulai pembicaraan.

 

“Jeongmal? Siapa memangnya?” Tanya salah satu dari mereka yang ku tahu namanya adalah Choi Hyeri.

 

“Hmm.. yang aku dengar dari teman-temannya gadis itu adalah adik kelas kita. Kalau tidak salah namanya Han Minji.” Jawabnya yakin sambil memakan cemilannya.

 

“Eh? Han Minji? Ah~ salah satu anak modern dance kan?” Kiran, tanya gadis itu.

 

“Eo benar. Owaa.. aku tak menyangka. Tapi, ya menurutku Minji manis sih.” Katanya lagi disusul anggukan dari yang lain. Aku terdiam sesaat saat mendengarnya, tidak aneh sih kalau D.O menyukai seorang gadis, yang ku tau dia termasuk lelaki yang gampang suka pada seseorang, disebut playboy aku tak tau karna yang aku tau dia juga dulu sempat menyukai teman sekelasku. Aku kembali fokus pada HP ku, memangnya apa peduliku juga kalau D.O menyukai seseorang, bukan urusanku.

 

**

Guru bahasa inggris baru saja masuk ke kelas. Dia menerangkan beberapa materi pada kami. Lalu dia menyuruh sekretaris kelas untuk menulis beberapa catatan di papan tulis. Kami pun sibuk mencatat materi yang ditulis di depan. Gyora tiba-tiba pindah ke bangku temanku yang lumayan dekat dengan papan tulis alhasil aku duduk sendirian. Tapi, tiba-tiba ku rasakan kursi disampingku bergoyang. Aku menoleh dan mendapati D.O yang duduk disampingku, dia tersenyum padaku.  Aku mengernyit heran, kenapa dia malah duduk disampingku padahal bangkunya dekat dengan papan tulis lalu untuk apa dia duduk di tempatku yang tergolong di belakang. Aku membuang semua pikiranku dan kembali sibuk dengan catatan. Tak ada yang berbicara saat kami duduk bersebelahan, aku sibuk menyalin catatan dan dia sesekali bercanda dengan yang lain sampai sekretaris kelasku selesai menyalin materinya kami tetap tak berbicara dan D.O pun kembali ke bangkunya. Ini aneh bukan???

 

Hari terus berlanjut tidak ada yang berubah dari kelasku, yang berubah hanyalah aku dan D.O menjadi lebih dekat. Dia sering mengobrol dengan kumpulanku dan duduk di sampingku. Sampai pada akhirnya kami pun digosipkan ‘dekat’ dengan teman-teman. Aku tak tau darimana mereka menyimpulkan kami seperti itu, aku merasa biasa saja karna aku pun dekat dengan teman laki-laki yang lainnya.

 

Bahkan teman dekat D.O selalu menggodaku kalau aku sedang sendirian dan selalu mengungkit nama D.O didepanku. Sampai pada akhirnya aku mendengar dari beberapa temanku yang bilang padaku bahwa katanya D.O menyukaiku. Eh? Bagaimana bisa? Dia kan menyukai Minji?? Aku hanya tersenyum menanggapinya, aku hanya menganggapnya mereka sedang bercanda denganku.

 

Semua berubah begitu saja sampai akhirnya semua teman sekelasku mulai heboh dengan gossip tentangku dan D.O. Anehnya, D.O tak berbicara apapun, mengiyakan tidak mengacuhkannya pun tidak. Aku bahkan sudah mengatakan pada teman terdekatku bahwa gossip itu tidak benar, tapi D.O hanya tersenyum-senyum saat teman-teman mulai menggoda kami. Yang lebih fatalnya adalah dia selalu memanggilku dengan sebutan ‘Chagiya’ , dia gila bukan??? Setiap istirahat dia selalu memanggilku untuk menitip makanan, saat aku sedang duduk sendiri dia selalu datang ke bangkuku dan duduk di sampingku sambil tersenyum. Alhasil semua teman-temanku menyimpulkan bahwa kami memang sedang ‘dekat’ .

 

Yang membuatku malu adalah saat temanku membawa cake dari rumahnya dan membaginya denganku. Aku memakannya dan menyuapi teman-temanku karna mereka sedang menulis, aku merasa seperti seorang ibu menyuapi 3 anak perempuannya tapi aku tak keberatan sama sekali. Suasana kelas saat itu lumayan ramai karna saat istirahat mereka lebih memilih makan di kelas. Sedang sibuknya aku menyuapi temanku tiba-tiba D.O datang menghampiriku.

 

“Wooa.. cake strawberry. Kau yang membuatnya?” tanyanya padaku. Aku menggeleng dan menunjuk pada Hyeri. Dia mengangguk mengerti dan menatap cake yang ku pegang. Aku kembali menyuapi Hyeri dan yang lainnya. D.O menatapku dan aku pun balas menatapnya. Lalu dia tersenyum, aku mengangkat alisku heran, dia kenapa senyum-senyum?

 

“Aaaaaaa….” Dia membuka mulutnya seolah-olah ingin aku suapi. Aku menganga seketika, dia ingin aku suapi??? Aku hanya diam dan menatapnya. Dia menutup mulutnya dan menunjuk cake-nya lalu menunjuk mulutnya. Aku melihat cake dan mulutnya bergantian.

 

“Aaaaaa…” katanya lagi sambil sedikit menghentakan kedua kakinya pelan, Aegyo???? Aku geli melihat kelakuannya karna tak tega akhirnya aku menyuapi cake nya ke dalam mulutnya. Dia memakan cake-nya dan tersenyum manis padaku.

 

Deg~

 

Tunggu! Ada apa ini? kenapa jantungku tiba-tiba berdetak kencang tak karuan seperti ini? aku terdiam tak membalas senyumannya. Dia masih tetap berdiri dihadapanku. Teman-temanku yang melihat kejadian tadi bersurak melihat kami. Aku melihat ke arah Hyeri dan Gyora juga yang lain mereka tersenyum mengejek padaku dan D.O. Aku menundukkan kepalaku malu, sepertinya pipiku memerah. D.O pergi ke bangkunya dan mengobrol dengan temannya, masih bisa ku dengar dia tertawa saat temannya menggodanya. Aku berjalan ke arah Hyeri dan Gyora, mereka mencubit tanganku pelan dan tertawa saat aku membalasnya dengan memberi mereka tatapan mematikan.

 

**

 

Aku menghempaskan tubuhku pada kasurku. Aku baru saja sampai di rumah setelah pulang sekolah. Aku menatap langit-langit kamarku teringat kejadian di sekolah tadi. Aku menyentuh dadaku yang tiba-tiba saja jantungku berdetak begitu kencang tidak seperti biasanya. Aneh, ini aneh sekali. Aku menggelengkan kepalaku menghilangkan pikiran-pikiran aneh yang mulai bersarang di otakku. Aku bangkit dari kasurku dan melangkah ke kamar mandi, sepertinya mencuci muka lebih baik untuk menyegarkan pikiran ku.

 

Setelah selesai cuci muka dan ganti baju, aku turun ke bawah menuju ruang makan. Perutku sudah berdemo karna belum diisi saat pulang sekolah tadi. Aku mengambil sepiring nasi dan ayam goreng kesukaanku, aku meletakannya di meja makan dan duduk kemudian memakan makananku.

 

Dddrrrrrttt..dddrrrrttt..

 

Ku rasakan hp ku bergetar di balik saku celana santaiku. Aku mengambilnya dan melihat 1 buah pesan tertera di layar.

 

From : 010xxxxxxxxx

 

Hi ^^ sedang apa?

 

Nomor baru? Siapa ini? aku merasa tak memberi nomor  hp ku pada siapapun. Aku pun membalas pesannya, siapa tau dari temanku yang mengganti nomor nya.

 

To : 010xxxxxxxxx

 

Maaf, siapa ini?

 

Balasku singkat. Aku kembali memakan makananku sambil menunggu balasan.

 

Dddrrrrtt…drrrttt..

 

Hp ku bergetar lagi dan ku dapati 1 pesan dari nomor yang sama. Cepat sekali membalasnya.

 

From : 010xxxxxxxx

 

Do Kyungsoo ^^

Ini Shinra kan? Choi Shinra??

 

Uhuukk!! Aku tersedak saat membaca balasannya, cepat-cepat aku mengambil segelas air untuk meredakan tenggorokanku yang tersedak. Aku mengerjapkan mataku membaca kembali isi pesan tadi. Ini dari D.O????? Dia tau darimana nomor hp ku????? Aku merasa gugup setengah mati, bingung harus membalas apa.

 

To : 010xxxxxxxx

 

Iya, ini Shinra.

Ngomong-ngomong kau tau darimana no ku?

 

Tak sampai 1 menit dia membalas pesanku.

 

From : 010xxxxxxxx

 

Dari anak-anak .

tidak apa-apa kan? ah ya, kau sedang apa?

 

Aku cepat-cepat menghabiskan makanku dan membalas pesannya.

 

To : 010xxxxxxxx

 

Oh. Gwaenchana ^^

sedang diam saja. Kau?

 

Aku sedikit berbohong padanya. Aku meletakan piring kotorku ke wastafel dan melangkah menuju kursi di ruang tv. Aku menghidupkan televisi  sambil sesekali menatap hp ku.

 

From : 010xxxxxxxx

 

Ah begitu..

Aku sedang di rumah Kai. Kau sudah makan?

 

OMO!!! Dia bertanya padaku apa aku sudah makan? Entah kenapa aku tersipu saat membaca balasannya. Aku tersenyum dan mulai mengetik balasanku.

 

To : 010xxxxxxx

 

Sudah.

Sedang apa disana?

 

Aku menepuk pipiku beberapa kali dan menatap layar hp ku tak berhenti. Menunggu balasannya yang terasa begitu lama. Aku ini sebenarnya kenapa?

 

From : 010xxxxxxxx

 

Baguslah.

Mengumpul saja dan makan-makan.

 

Aku tersenyum sumringah saat membaca balasannya.

 

To : 010xxxxxxxxx

 

Oh begitu.

 

Aigo~ kenapa aku membalasnya begitu singkat seakan ingin mengakhiri sms ini? Tunggu! Sebenarnya aku ini kenapa ? kenapa begitu senangnya saat mendapat sms darinya? Aku mengigit bibir bawahku memikirkan diriku yang aneh akhir-akhir ini. Selang berapa menit dia tak membalas pesanku sampai akhirnya aku menyimpulkan bahwa dia tak lagi membalas pesan dariku. Aku sedikit mengutuk kebodohanku. Aku menghela nafas pelan dan memilih untuk tak menunggu balasan darinya dan beranjak pergi ke kamar. Aku mengantuk dan ingin tidur.

 

**

 

Keesokan harinya.

 

“Shinra!” Kai tiba-tiba duduk disampingku saat aku baru saja sampai di kelas. Aku menoleh padanya.

 

“Apa?” jawabku sambil mengeluarkan beberapa buku pelajaran.

 

“Kemarin kau smsan dengan D.O ya?” tanyanya yang membuatku terkejut. Dia tau darimana?

 

“Eh? Kau tau darimana?” dia terkekeh pelan dan merubah posisinya menghadap padaku.

 

“Tentu saja aku tau, dia sendiri yang bilang padaku.”

 

“Mwo? Dia cerita padamu?” dia menganggukan kepalanya.

 

“Eum.. memangnya siapa yang tidak penasaran saat melihat teman sendiri tersenyum saat mengotak-atik hpnya?” ucapnya menjelaskan. Aku menganga seketika. Dia tersenyum saat sms denganku?

 

“Dia menyukaimu.” Lanjutnya yang membuatku menoleh cepat ke arahnya. Dia tertawa melihat reaksiku yang mungkin berlebihan. Dia mengacak rambutku pelan.

 

“Jangan bercanda Jongin.” Ucapku sambil merapikan rambutku yang berantakan karna ulahnya. Dia mencibir padaku.

 

“Aku tak bercanda Shinra~ah! Dia benar-benar menyukaimu. Dia bahkan mengakuinya.” Kai ikut merapikan rambutku, aku tak tau harus berbicara apa. Tentu saja ini mengejutkan, D.O menyukaiku? Kenapa?? Dia bahkan mengakuinya? Aku tau kalau mereka berdua memang berteman baik, tapi aku juga tak menyangka kalau D.O akan mengakuinya, padahal yang ku lihat perlakuan D.O padaku biasa saja ya walaupun sedikit aneh, atau aku yang tak menyadarinya? Aku menunduk menyembunyikan pipiku yang terasa panas karna malu.

 

“Yak! Kau kenapa? Kau terkejut eo?” aku mengangguk pelan mengiyakan pertanyaannya. Biarlah Kai menganggap jawabanku apa. Dia kembali tertawa membuatku mendongak menatapnya tajam. Dia berhenti tertawa dan tiba-tiba saja Kai tersenyum menggoda padaku, aku menatapnya heran, temanku satu ini kenapa? Dia menunjuk (?) seseorang dengan dagunya, aku mengikuti arah dagunya dan melihat ke belakang, aku melihat D.O baru saja datang ke kelas dengan Suho, tatapan kami bertemu dia tersenyum padaku, aku buru-buru memalingkan wajahku dan ku rasakan pipiku memanas kembali.

 

Kai kembali tertawa dan menepuk pundakku pelan.

 

“Dia benar-benar menyukaimu.” ucapnya berbisik padaku dan beranjak dari kursi menghampiri temannya. Aku menunduk masih tak berani menatap ke depan. Aku memegang dadaku yang terasa begitu menyakitkan. Bukan sakit tapi seperti digelitik sesuatu dan itu terasa sedikit menyenangkan (?), jantungku bahkan berdetak kencang tak seperti biasa. Aku menghembuskan nafasku teratur sampai perasaanku tenang kembali dan menatap ke depan karna bel sudah berbunyi dan pelajaran pertama akan segera dimulai. Lebih baik aku memikirkannya nanti saja.

 

**

 

Cinta..

Bisa datang kapan saja dan dimana saja.

Cinta datang tanpa kita tahu.

Dia datang secara tiba-tiba, menggelitik hati dengan begitu cepat.

Tapi, apakah ini bisa disebut cinta? Bahkan saat kau meragukan hatimu.

 

 

10 bulan sudah aku melewati hariku di kelas 11-C . Melewati hariku yang semakin membuatku merasa bersemangat, kalau dulu aku begitu malas masuk sekolah karna begitu bosan dan jenuh dengan mata pelajaran. Tapi, sekarang harus ku akui kalau aku begitu semangat masuk sekolah. Bahkan disaat murid sekolah berkata bahwa hari senin adalah hari termalas, aku akan mengatakan bahwa hari senin adalah hari yang menyenangkan, karna selama 6 hari ke depan aku akan bisa melihat wajahnya.

 

Aku tak tau apa yang terjadi padaku. Jantungku selalu berdetak hebat walau hanya mendengar namanya, pipiku memanas saat tatapan kami bertemu, aku akan salah tingkah saat dia mengajakku berbicara. Apakah ini cinta? Sepertinya.. aku tak bisa memungkiri hatiku bahwa setiap hari minggu adalah hari menjemukkan bagiku, karna aku tak bisa menatap wajahnya dan melihat senyumnya. Aku tak bisa memungkiri saat rasa itu tiba-tiba menggelitik hatiku. Aku tak bisa memungkiri bahwa ternyata aku benar-benar jatuh cinta padanya.. Aku jatuh cinta pada Do Kyungsoo, pada teman sekelasku D.O.

 

Minggu depan kami sudah memasuki semester akhir dan akan di hadapi dengan ujian kenaikan kelas. Aku resah saat tau bahwa sebentar lagi aku harus berpisah dengan teman-temanku di kelas 11-C, kami memang masih 1 sekolah dan masih bisa bertemu mereka setiap harinya, tapi yang berbeda kami tidak bisa satu kelas lagi. Padahal aku sudah merasa sangat nyaman dengan mereka. Hubunganku dengan D.O pun baik-baik saja, walaupun sekarang teman-teman sudah tidak menggoda kami seperti dulu. Bahkan sahabatku tidak ada yang mengetahui perasaanku yang sebenarnya pada D.O.

 

“Minji itu mirip denganmu Shinra.”

 

1 kalimat yang membuatku gelisah. Hyeri, mengucapkan kalimat tepat padaku saat istirahat tiba. Aku tak mengerti ucapannya dan hanya bisa terdiam.

 

“Pantas saja D.O dekat denganmu karna kau mirip dengan Minji.”

 

Jleb! Jantungku seakan di tusuk-tusuk pisau beratus-ratus kali. Aku bahkan merasa jantungku seperti di cabik-cabik menjadi tak berbentuk seperti daging yang di cincang. SAKIT! Hatiku sakit sekali mendengarnya! D.O mendekatiku karna aku mirip dengan Minji??? Aku sebenarnya sudah mendengar desas-desus kabar ini minggu yang lalu, tapi aku mencoba tak menghiraukannya dan tetap merasa bahwa D.O benar-benar menyukaiku. Kai juga tidak berkata apapun padaku, dia masih tetap menggodaku seperti biasanya. Aku memejamkan mataku menahan rasa sakitnya, kata-kata Hyeri terus terngiang di telingaku. Aku menghembuskan nafas pelan dan mendongakan kepalaku menatap langit-langit atas sekolah mencoba mengulur tetesan Kristal bening yang bisa jatuh kapan saja di pipiku. Aku menenangkan hatiku dan berusaha menepis semua pikirin buruk tentangnya. Merasa harus yakin pada hatiku, apapun yang terjadi aku tetap akan menyukainya. Aku sudah terlanjur menyukainya, masa hanya dengan kata-kata itu saja aku harus mundur.

 

Aku melangkah masuk ke dalam kelasku dengan lemas. Sekuat apapun aku melupakan kata-kata Hyeri malah semakin membuatku mengingatnya dan membuat hatiku kembali sakit. Aku melihatnya, dia sedang mengobrol dengan Kai dan teman-teman lainnya. Kai yang melihatku melambaikan tangannya dan tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya dan menatapnya, menatap lelaki yang sudah hampir 4 bulan ini mengisi hatiku. Lagi dan lagi. Jantungku kembali berdetak cepat, dia balas menatapku dan tersenyum. Aku melangkah menuju kursiku dan mendaratkan tubuhku pada kursi ikut mengobrol dengan yang lain. Setidaknya aku tidak boleh terlihat mempunyai masalah di hadapan teman-temanku.

 

**

 

Ujian kenaikan kelas sudah tiba. Kami semua sibuk dengan ujian. Waktuku mengobrol dengannya pun berkurang apalagi saat kami ujian kami tak sekelas. Kami sudah tidak pernah mengirim pesan seperti dulu, menyapa langsung pun jarang, aku hanya bisa menatapnya dari jauh saja. Aku merasa seperti ada dinding yang menghalangi ku dan D.O. Aku hanya bisa berserah pada Tuhan, mungkin kami memang ditakdirkan hanya sebatas teman biasa saja dan Tuhan hanya mengirimkan sedikit buih-buih cinta pada kami, bukan lebih tepatnya padaku.

 

3 hari sudah ujian berlangsung tepatnya 3 hari lagi ujian kami akan berakhir. Aku sedang duduk di luar sambil membaca buku saat tiba-tiba Hyeri datang dan duduk disampingku. Aku tersenyum melihatnya, dia balas tersenyum padaku. Aku kembali fokus pada buku, menghapal beberapa catatan untuk ujian berikutnya.

 

“Shinra.” Ucapnya padaku. Aku menggumam pelan.

 

“Eum?” jawabku masih terfokus pada catatanku.

 

“Katanya, kemarin D.O ‘menembak’ Minji.” katanya yang membuatku menoleh padanya dengan cepat. Apa katanya?? Aku tak salah dengar??

 

“Mwo? Menembak Minji? ” aku mengulangi ucapannya. Dia mengangguk sambil tersenyum. Aku hanya bisa terdiam dan menatap kosong ke depan.

 

“Minji bilang padaku. Katanya, kemarin D.O ‘menembak’nya lewat sms.” Lanjutnya bercerita. Aku memegang dadaku yang berdenyut-denyut tak karuan. Aku tak tahu bahwa Hyeri dan Minji ternyata saling mengenal.

 

“Lalu? Mereka sudah jadian?” ucapku akhirnya mencoba menyembunyikan kesakitanku. Dia menatapku lalu mengangkat bahunya.

 

“Molla. Minji belum menjawabnya. Ah~ aku kesana dulu ya. Aku hanya ingin menyampaikan itu saja.” Hyeri berlari menghampiri temannya. Aku hanya menatap punggungnya yang menjauh. Masih terkejut dengan kata-katanya. Aku seharusnya tadi meminta tuli sebentar saja pada Tuhan agar tak mendengar kabar itu. Aku menyentuh dadaku yang berdenyut-denyut lagi, sakit Tuhan! Aku bahkan tak tau kalau rasanya akan sesakit ini mencintai orang lain. Aku ingin menangis keras tapi tak bisa. Aku menatap kosong ke arah lapangan, melihatnya sedang mengotak-atik handphonenya sambil tersenyum.

 

‘Apa kau sedang mengirim pesan pada Minji-mu?’ gumamku pelan seperti berbisik. Aku menghela nafas sepelan mungkin dan memutuskan untuk masuk ke dalam kelas. Bel berbunyi pertanda ujian soal berikutnya akan dimulai. Aku menggosok wajahku frustasi merasa tak bisa berkonsentrasi saat menatap soal dihadapanku yang baru saja di bagikan. Hoobae-ku yang duduk disebelahku menatapku heran lalu menepuk pelan tanganku.

 

“Eonni, Hwaiting!” katanya seraya mengepalkan tangan kanannya menyemangatiku. Aku tersenyum ke arahnya dan ikut mengepalkan tanganku.

 

“Hwaiting.” Ucapku sambil tertawa pelan, hatiku sedikit merasa nyaman karna perlakuan dari hoobaeku yang manis ini.

 

Ujian hari ini selesai dengan baik. Aku pun bisa mengerjakan soalnya dengan baik pula tanpa mengingat kabar itu. Aku memutuskan untuk cepat pulang dan tidak pergi kemana-mana dulu. Aku sedikit berlari menuju gerbang sekolah dan masuk ke dalam taksi yang baru saja aku panggil.

 

**

 

Aku melempar asal tasku saat di kamar, aku menghempaskan tubuhku di kasur. Lalu mengeluarkan hp ku di saku rok sekolahku karna hp ku bergetar. 1 pesan.

 

From : Hyeri

 

Yak! Kenapa kau meninggalkanku? Aku mencarimu tadi.

 

Aku meniup poniku merasa jengah sendiri, aku memencet keypad hp ku cepat dan membalas pesannya.

 

To : Hyeri

 

Mianhae. Aku tak enak badan jadi cepat-cepat pulang. Mianhae eo?

 

Ddrrrttt..

 

From : Hyeri

 

Arraseo. Istirahatlah. Sampai ketemu besok.

Ah, iya. Soal D.O jangan kau fikirkan ya. kkkkk~

 

Air mataku tiba-tiba saja merembet keluar tanpa ijin. Aku menghapus air mataku dan membalas pesan dari Hyeri.

 

To : Hyeri

 

Eum. Aku tak berniat memikirkannya.

Aku tidur dulu. Bye. See u.

 

Aku melempar hp ku asal. Aku menenggelamkan kepalaku pada bantal dan mulai terisak pelan. Semakin lama isakan itu semakin terdengar memilukan. Aku menangis hebat, tubuhku bergoncang hebat. Nafasku terasa berat karna meredam tangisanku takut orang rumah mendengarnya. Aku masih saja terus menangis sampai perasaanku lebih baik. Aku menghapus air mataku kasar dan terduduk di kasur. Aku menghembuskan nafas berat meyakinkan hatiku..

 

“Aku harus melupakannya.” Ucapku pelan sambil menepuk-nepuk dadaku memberikan sedikit kenyamanan. Hatiku memang sakit saat mendengarnya bahwa kau ternyata mendekatiku hanya karna aku mirip dengan-nya. Hatiku sakit saat mendengar kabar bahwa kau ternyata telah memberitahu perasaanmu yang sebenarnya padanya, bukan padaku. Dan aku hanya bisa menangisi kebodohanku yang terlalu besar kepala. Maaf aku menyerah. Aku bukanlah wanita kuat yang akan tetap menunggumu sampai kau mau menatapku kembali.

 

Aku menghembuskan nafasku teratur menenangkan hatiku dan tersenyum saat hatiku sudah merasa tenang. Aku turun dari kasur dan beranjak ke kamar mandi untuk ganti baju dan membersihkan wajahku.

 

**

 

1 tahun kemudian.

 

Hari ini adalah hari kelulusanku. Tak terasa aku sudah harus pergi meninggalkan sekolah tercintaku, sekolah yang begitu memiliki segudang kenangan dalam hidupku selama hampir 3 tahun ini. Aku tersenyum melihat ijazah yang baru saja aku ambil, merasa bangga pada diri sendiri saat melihat laporan kelulusanku. Aku melangkah keluar dari ruangan guru untuk menemui teman-teman.

 

Aku melihat Gyora dan Jungmin di kantin sedang mengobrol. Aku menghampiri mereka dengan senyum yang mengembang di bibirku. Aku merangkul pundak mereka bersamaan, mereka nampak terkejut dan akhirnya tersenyum begitu melihatku. Aku duduk di depan mereka kemudian ikut mengobrol membahas masa depan kami masing-masing.

 

“Shinra.” Aku menoleh begitu namaku dipanggil. Aku melihat Suho dan Kai melambaikan tangannya padaku. Aku tersenyum dan melambaikan tanganku pada mereka menyuruh ikut gabung dengan kami. Mereka berjalan ke arah kami dan duduk tepat di sampingku. Akhirnya kami mengobrol berlima sambil sesekali mereka berdua menggoda Jungmin yang membuat aku tertawa terbahak-bahak.

 

Hari sudah siang dan waktunya aku pulang. Aku dan Gyora hendak melangkah ke gerbang sekolah. Tiba-tiba suara seseorang yang sudah lama aku lupakan memanggil namaku.  Aku menghentikan langkahku terkejut. Aku memutar kepalaku ke belakang memastikan bahwa suara familiar itu benar-benar memanggilku. Yang ku dapati adalah benar sosoknya, D.O sedang berdiri di depan kelasnya dengan salah satu temannya yang aku tahu namanya adalah Chanyeol. Aku hanya diam tak bergeming menunggu apa yang akan dia ucapkan selanjutnya. Jarakku dengannya tidak terlalu dekat, tapi masih bisa ku dengar suaranya dengan jelas. Aku tetap diam diposisiku walaupun sedikit kesal karna dia tak bicara apapun. Tapi tiba-tiba……

 

“I LOVE YOU….” Ujarnya. Aku membulatkan mataku sempurna. Aku memasang kupingku dengan baik, apa aku tak salah dengar??? Dia bilang bahwa dia mencintaiku??????? YA TUHAN!!!! Gyora menatapku, terlihat dari raut wajahnya bahwa dia pun terkejut. Chanyeol menatap D.O dan aku bergantian. Aku menarik nafasku setelah sekian lama memikirkan apa yang harus aku lakukan.

 

Aku menatap D.O yakin kemudian tersenyum. Lalu aku memegang tangan Gyora dan menyeretnya pelan untuk melanjutkan langkah kami yang sempat tertunda. Gyora tak berkata apa-apa dan aku juga tak ingin mengatakan apapun. Bisa ku lihat dari ekor mataku D.O hanya diam menatap kepergianku. Tidakkah dia berpikir dampak dari kata yang dia ucapkan? Kalian tentu tau apa arti dari ucapannya. Dia mengatakan bahwa dia mencintaiku. Sesimple itukah perasaannya? Lalu dimana dia 1 tahun yang lalu? Kenapa disaat aku sudah berhasil melepaskan perasaanku dia tiba-tiba mengucapkan kata-kata yang ingin aku dengar 1 tahun yang lalu. Tidak D.O~ah, seharusnya kau tidak mengatakan kata-kata seperti itu padaku.

 

Maafkan aku D.O~ah… aku mungkin tadi terlalu jahat padamu mengacuhkan kata-katamu.  Tapi inilah keputusanku….Maafkan aku dan Terima Kasih D.O~ah, karena mu aku mengerti betapa cinta masih begitu indah walau tanpa harus memiliki. SELAMAT TINGGAL DO KYUNGSOO, SEMOGA KAU SELALU BAHAGIA. AKU MENYAYANGIMU, SEBAGAI TEMANKU ^^

 

*THE END*

 

HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ;A;

 

Beres juga ini FF!! Akhirnya FF pertama OneShoot ku selesai *elap ingus* Maaf aku ambil dari sudut pandang Shinra. Aku gatau apa yang ada di pikiran DiO soalnya ini bener-bener kisah nyata… Yang mau tebak boleh ini kisah siapa hayoooo???? Maafkan aku my kyungsoo, sekalinya bikin FF pake cast kamu, FF.nya jelek banget. Gapapa ya sayangkuuuuu … *cium D.O* OKAI deh… ditunggu RCL-nya.. gamsahamnida ^^

14 pemikiran pada “Story of Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s