Because Of You (Chapter 8)

  • Title :  BECAUSE OF YOU (CHAPTER 8)
  • Author : Nanwook
  • Genre : Romance, Campus life,friendship
  • Cast :

–      Kim Naeun

–     Oh Sehun

–      Xi Luhan

–      Kim JongIn

Length : Chapter

______________________________

-Layaknya sebuah Helm yang selalu melindungi pengendaranya aku pun ingin seperti itu   selalu melindungimu walau terasa sakit- (Sehun)

 

 

Luhan POV

Sore ini akan menjadi salah sartu sejarah di hidupku. Semoga semua apa yang aku rencanakan sesuai  dengan keinginanku. Dari kejauhan aku melihat seorang namja dan seorang yeoja jalan menuju ke arahku. Tersirat dari mata yeoja itu rona kebahagiaan

“ hai kalian!” sapaku kepada sehun dan Naeun

“ hai luhan.. hihi makin ngegemesin aja yah pipimu itu.” Kata seorang yeoja dengan mencubitku

“ ya! Ndo waegeurae??! Kapcagi.. mencubit pipiku. Ada hal apa sehun-na sampai yeoja aneh ini tiba2 mencubitku? ”tanyaku dengan menyeggol tangan sehun

“ hahaha yeoja aneh ini sedang gembira luhan-na..” jawab sehun dengan ketawa khasnya yang dapat mebuat yeoja mendapat penyakit jantung mendadak (?)

“ gembira?? Ada apa? yeoja ini dapat makanan gratis kah?” jawabku dengan sedikit mengeluarkan senyum andalanku kearah Naeun

“aniiii!.. lebih dari itu..” jawab Naeun dengan merong ke arahku

Sudah lama kami tidak melakukan hal seperti ini mengejek,bercanda gurau.. aura Naeun yang dahulu sudah kembali.

“geurae.. geurae.. kajja!” kataku dengan menarik tangan Naeun dan berlalu dihadapan sehun

Pelajaran xiumin songsengnim pun berlalu..

“ Naeun ingat janjimu oke? Jam 7 malam kau sudah harus dan wajib berada di taman eo? Tenang sehun akan menjemputmu.” Kataku dengan melihat keraha sehun

“ arra.. arraseo tunggu aku disana oke? princess Naeun akan datang tepat pada waktunya bersama dayang sehun .”

“ya!!” kata sehun dengan mengacak rambut naeun

Naeun POV

Hari ini luhan mengajakku bertemu di area taman dimana kejadian yang cukup mengagetkan terjadi. Saat first kiss ku diambil oleh luhan, iya luhan. Namja itu namja yang memiliki sejuta senyum khasnya namja yang pertama kali mau berteman denganku. Membuatku mengerti kembali arti kehidupan seseorang yang cukup berarti juga di dalam kehidupanku tanpa dia mungkin aku saat ini tetap menjadi Naeun yang Dingin dan tak mau mengerti dengan perasaan orang lain. Bukan.. bukan hanya luhan yang membuatku menjadi seperti ini sahabatnya pun sehun sekaligus adik dari orang yang sampai saat ini aku cintai JongIn. Sehun.. namja yang memiliki kepribadian ganda kadang ia bisa menjadi seseorang yang penuh ceria dan tiba-tiba menjadi seseorang yang memiliki sejuta rahasia. Namja yang membuatku bersatu kembali dengan jongIn oppa. Namja yang selalu ada untukku dan salah satu yang berarti di kehidupanku.

Malam ini aku mengenakan dress berwarna peach dengan sepatu high heels berwarna hitam semua pakaian dan sepatu ini aku dapatkan dari luhan. Iya luhan dia menyuruhku memakai dress ini saat bertemu dengannya nanti.

“ yahabuseyo, ne.. sehun-na aku sudah siap..ahh geurae.. baiklah aku akan kedepan.”

Aku melihat keluar jendela seorang namja memakai jas hitam dengan mobilnya sedang menungguku di depan rumah.

“annyeong princes..” sapa sehun dengan tersenyun kearahku

“ ne annyeong dayang..” jawabku dengan merong kerahnya

“ya! Cepat masuk luhan sudah menunggumu..” jawab sehun dengan membukakan pintu untukku

Di dalam mobil aku hanya bisa menatap sehun dengaan takjub jas hitam beserta dasinya itu membuat sehun terlihat sangat perfect dan ganteng. Aku yakin semua yeoja yang melihatnya akan jatuh cinta kepadanya. Termasuk… anii.. ada apa dengan aku ini aku langsung menghadapkan pandanganku kedepan.

“wae?? Dari semenjak kau masuk dari mobilku kau hanya melihatku dengan tatapan aneh. Ada apa? jas ini terlihat aneh?” tanya sehun dengan melirik kearahku

“anii jas itu sangat cocok untukmu.” Kataku dengan melihat kedepan tidak berani menatapnya.

“ahh geurae baiklah.” Jawab sehun dengan tersenyum

Ada apa dengan jantungku ini? berdetak lebih kencang anii aku hanya menyukai jongIn oppa aku tidak menyukai sehun bukan??

“ahh sampai..” jawab sehun dengan melihat kearahku

Sebelum aku sempat membuka sabuk pengaman sehun menahan tanganku

“chamkan.. karena kau hari ini seorang princess dan aku seorang dayang aku akan memperlakukanmu layaknya seorang princess.”

Dan akhirnya sehun membukakan sabuk yang terikat di badanku dan kalian tau jarak ku saat ini dengannya sangat dekat.

“geu..geurae gomawo sehun-na “jawabku dengan menahan nafasku

Akhirnya sehun pun keluar dari dalam mobil untuk membukakan pintu.

“Aissh jeongmal micheoseo huuffft akhirnya aku bisa melepaskan nafas ini juga” kataku dengan mengipas tanganku kearah muka

“wae? Kau panaskah?”tanya sehun

“ anii..” jawabku seadanya

“ahh itu luhan, ayo cepat kesana luhan sudah menunggumu.” Kata sehun diam dalam posisinya

“wae? Kau tidak ikut bersama kami?” tanyaku keheranan

“ anii kau saja duluan aku akan memarkirkan mobil ini oke?” jawab sehun dengan menepuk pundakku

“geurae.. sehunna..”

Luhan POV

Yeoja itu sekarang sedang menuju kearah sini. Rasanya jantungku sudah tidak bisa diajak kompromi. Naeun Kim Neun ndo jeongmal yepposeo…

“wae?? Kau melihatku seperti itu luhan-na?” tanyanya dengan memanyunkan bibirnya ahhh jeongmal neomu kyeopta..

“anii ndo neomu yepposeo (kau benar-benar cantik) ..” jawabku jujur dengan tatapan penuh takjub

“hahaha bukannya emang selalu begitu yah?” jawabnya dengan tersenyum jail

“ hahaha nae..nae.. baiklah ikuti aku princess.” Jawabku dengan memberikan telapak tanganku

“baiklah” jawab Naeun dengan memegang telapak tanganku

Naeun POV

Dari kejauhan aku sudah melihat sesosok namja dengan pakain jas putihnya dan dasi yang membuat namja itu jauh lebih perfect. Namja itu ialah Luhan. Aku sempat berfikir apakah luhan akan melamarku.. anii.. tidak mungkin ini hanyalah ajakan luhan untuk dinner saja hanya itu.

Luhan membawa ku ke sebuah tempat di bawah pohon tiba-tiba pohon itu pun menyala. Ternyata disekitar pohon itu terdapat lilitan lampu layaknya pohon natal yang dihias. Dan ada dua pasang kursi dan meja makan.

“wow.. luhan.. sungguh indah” kataku takjub melihat semua ini

“ haha keurae? Gomawo aku persembahkan rumah makan bawah pohon ala luhan dan sehun” kata luhan dengan mempersilahkan aku duduk di meja tersebut.

“sehun? Ahhh namja itu ternyata dia juga yang mempersiapkan semua ini.”

Tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri kami.

“ya! Ndo sehun… “ kataku kaget melihat seseorang yang datang menjadi pelayan dan ternyata orang itu sehun

“ hahaha sudah jangan kaget seperti itu Naeun aku disini sudah cukup menjadi pelayan untuk kalian berdua tidak usah bersikap kaget seperti itu” jawab sehun dengan merong kearahku

“ aku akan mempersiapkan makanan buat kalian, tunggu sebentar nae makanan Barbeque akan segera datang” jawab sehun dengan meninggalkan kami

“ya! Apa yang kau lakukan luhan? Menjadikan sehun sebagai pelayan kita malam ini?”kataku dengan menatap kearah luhan

“dan ada apa ini sebenarnya? Aku kira kita akan makan bersama bertiga dan ternyata hanya kita berdua sedangkan sehun sehun sebagai pelayan cepat berikan penjelasan untukku dan apakah tidak apa-apa taman ini kita pakai hanya bertiga?? Kenapa bisa menjadi seperti ini?” kataku dengan memaksa kearah luhan

“chamkan satu-satu dong pertanyaanya tuan putri.. pertama aku tidak menjadikan sehun secara sengaja sebagai pelayan, ini adalah ide sehun sendiri untuk menjadi pelayan. Kedua sebenarnya ada apa dengan acara malam ini? kau akan mengetahuinya sebentar  lagi. Ketiga taman ini sudah aku booking hanya untuk malam ini untung taman ini taman yang dapat di booking oleh rakyat biasa jadi aku booking khusus untuk malam ini hanya kita bertiga.” Jawab luhan dengan menatap kearahku

“ untung saja first kissmu aku lakukan disini bukan di taman yang dilarang di booking untuk rakyat hahaha” tambah luhan

“ya!!!”

Aku tahu bahwa luhan adalah dari keluaraga terpandang tapi.. untuk bisa membooking sebuah taman adalah salah satu hal yang luar biasa..

Sehun POV

Kedua orang itu sungguh serasi. Yeoja yang sangat cantik dan namja yang tidak kalah menawannya.mereka memang sangat cocok. Aku hanya bisa melihat mereka dari kejauhan coba saja posisi luhan bisa digantikan olehku mungkin aku adalah namja paling beruntung di dunia ini

“ makanan sudah datang…” kataku dengan menarukan makanan yang sudah aku panggang diatas meja.

“ nae… gomawo sehun-na,kau tidak ingin makan bersama kami??” tanya Naeun kepadaku

“ kau lihat kursi disini hanya dua bukan? Aku bisa makan di tempat lain silahkan kalian menikmati hidangan yang aku buat ” jawabku dengan berlalu meninggalkan mereka

Sebentar lagi setelah Naeun makan akan ada pertunjukan paling indah. Aku akan menyalakan kembang api yang bertuliskan I Love U dan saat itu pula luhan akan berlutut dan bicara “would you be my girlfriend” so sweet bukan? Semua ide itu adalah ideku ide cemerlang yang membuat perasannku sakit pula. Ada nggak sih namja yang bisa mengalahkan ke bodohan seorang Oh Sehun…

Luhan POV

Rasanya rencanaku malam ini lancar sesuai apa yang aku dan sehun rencanakan. Semua rencana ini kurang lebih adalah ide sehun. Ide briliant dari salah satu sahabatku ini. aku sudah bilang kepada sehun bahwa setelah Naeun selesai dengan makanannya acara intinya akan di mulai

“ oke Naeun lihat kelangit sekarang juga nae.. Show Time!” kataku dengan menatap kearah Naeun

Dan akhirnya aku jalan kehadapannya dan berlutut..

“ would you be my girlfriend?” tanyaku dengan memberikan sebuah gelang dengan gantungan bertulisan ‘영원히’ (forever)

Naeun POV

Semua terjadi secara tiba-tiba otakku tidak bisa merespon apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba kembang api nyala dan kembang api itu bertulisan I love U dan tiba-tiba pula Luhan berlutut dihadapanku dan memberikan sebuah gelang bertulisan ‘영원히’ (forever) semua itu terasa begitu cepat. Aku tidak tau harus berkata apa. aku bingung dengan perasaanku sendiri. Luhan adalah salah satu orang yang berarti di kehidupanku saat ini dan yang akan datang dan aku tidak mau menyakitinya tapi yang aku tau perasaanku saat ini sudah bersama JongIn oppa. Otokhae??

“ luhan-na ndo wae geurae (luhan kau kenapa) ?? Jinja ya( benarkah)? Ndo nan jeoahae (kau menyukaiku)? “ tanyaku dengan menatapnya penuh dengan ketidakpercayaan

“Ne… inilah bukti aku menyukaimu Naeun semenjak petama kali kita betemu dan sampai saat ini aku menyukaimu.. bagaimana? Kalau kau memiliki perasaan seperti yang ku rasa ambil gelang ini jika tidak kau tidak usah mengambilnya.” Jawab luhan dengan tersenyum kearahku

Oke saat ini jongIn oppa lebih membutuhkanku dan perasaanku ini hanya untuk jongIn oppa aku yakin itu dan aku tidak akan menyesal kalau aku menjawab pertanyaan ini dengan…

“Mianhae.. mianhae luhan… aku tidak bisa menjadi yeojamu..” jawabku dengan menunduk

“ keundae.. wae?” tanya luhan dengan menatapku

“ ada seseorang yang sudah aku suka… mianhae..” jawabku masih dalam posisi menunduk

“ keurae… ahh gwaenchana” jawab luhan dengan berdiri dan mendongakkan kepalaku

“ sudah tidak usah merasa bersalah seperti itu.. cukup menjadi seseorang yang menyukaimu sudah cukup bagiku..aku tidak akan menanyakan siapa orangnya. Asal kau bahagia aku pun bahagia Naeun” kata luhan dengan memegang pipiku

Dan akhirnya aku pun memeluk luhan dan luhan pun membalas pelukanku

“mian..” kataku dalam pelukan luhan

***                                                      ***                                                      ***

JongIn POV

Yeoja yang kusayangi saat ini sudah mengetahui keadaanku yang sebenarnya, apakah ini adalah yang dinamakan takdir tuhan? Bagaimanapun kita membuat rencana yang begitu hebatnya semuanya pasti kembali kepada yang membuat rencana yaitu tuhan.. tapi keadaanku saat ini berbeda tanganku sudah bisa dirasakan lagi begitu pula dengan indra pengecapanku aku sudah tidak bisa membedakan rasa asam dengan manis semuanya terasa sama hambar.. aku tidak tega membuat Naeun mengetahui semua ini aku tidak akan memaafkan diriku apabila Naeun mengeluarkan air matanya hanya untukku

“ Oppa!..” seseorang memanggilku dengan isakan tangisnya

“wa… wa…wae? Ada apa naen-na?” dengan tetap melihat ke arahnya

“oppa… tidak ada penyesalan sampai saat ini bagiku ada di sebelah oppa sampai saat ini adalah kebahagiaan yang paling aku inginkan..” katanya dengan tiba-tiba memelukku

Apa maksud dari semua yang Naeun bicarakan, jujur saat ini aku bingung apa Naeun memang sudah memilihku menjadi namja terkhirnya atau bagaimana otakku masih belum bisa memproses maksud dari Naeun sendiri

“Naeun… oppa too saranghae.. mungkin ini sudah sangat sangat telat tapi.. ma..maukah.. ka..kau menjadi yeoja cinggu oppa?” tanyaku dengan tetap masih dalam pelukan Naeun

Tiba-tiba naeun mendongakkan kepalanya dari pelukan yang tadi menyelimuti dirinya

“tentu.. tentu oppa..” jawabnya dengan tersenyum terlihat airmata jatuh dari pipinya.. air mata kebahagiaankah?

Naeun POV

Perkataan yang aku tunggu-tunggu akhirnya terucap dari bibir JongIn oppa. ‘maukah kau menjadi yeoja cingguku naeun?’ rasanya satu kalimat itu adalah salah satu kalimat yang dapat membuatku sampai sebahagia ini laaknya mendapatkan pernytaan cinta dari idolamu.

Tanpa banyak pikiran aku langsung menjawabnya dengan ‘tentu oppa..’ sejujurnya aku sangat tidak enak dengan luhan, luhan namja ang sangat baik dan ternyata mencintaiku tetapi aku tidak bisa menerima cintanya karena menurutku yang saat ini paling membutuhkanku adalah jongIn oppa..

Pagi ini adalah salah satu pagi yang sangat indah aku bangun di sebelah cowok yang aku cintai. Setelah malam itu akulah yang menjaga jongIn oppa aku biarkan sehun kembali kerumahnya agar aku yang menjaganya, sempat ahjumma dan ahjusshi datang untuk menjenguk jongIn oppa dan menitipkan jongIn oppa kepadaku dengan senang hati aku akan menjaga jongIn oppa.

“ good morning..” sapa seseorang dengan membelai pipiku

“ good morning oppa..” jawabku dengan tersenyum kearahnya

“ se..se..seperti mimpi..” katanya dengan tersenyum kearahku

“Ne? Maksud oppa?” tanyaku keheranan dengan pertanyaannya

“ be..be..bersamamu sa.. sa..at ini seperti mi..mim..pi cha..chagiya~” jawabnya

“ haha nae oppa, oppa benar seperti mimpi bukan?mimpi yang indah diawal turunnya salju..” jawabku dengan melihat kearah jendela

Seperti flashback bukan? Kalian tau pertama kali aku dan jongIn oppa berpacaran adalah awal bulan salju pada bulan januari minggu ke-3 saat itu aku sedang menunggu datangnya bus way tiba-tiba seorang namja menghampiriku, namja yang tidak asing yaitu jongIn oppa namja yang selalu ada buatku,namja yang menjadi idola para yeoja di sekolahku.. jongIn oppa datang dan memberikan payung kepadaku..

FLASHBACK

“ tidak baik yeoja cantik sepertimu terkena hujan salju..” katanya dengan memberikan payungnya kepadaku

“gomawo oppa..” jawabku dengan tersenyum kearahnya

Tiba-tiba busway yang aku tunggu datang..

“oppa aku duluan ne..annyeong.. besok aku kembalikan eo?” jawabku dengan berlalu meninggalkannya

Aku tidak tau pada saat itu payung tersebut telah memberikan sebuah pernyataan cinta karena payung itu sudah terbuka pada saat jongIn oppa memberikan kepadaku dan langsung aku pegang dan ternyata…

Saat aku sampai di rumah aku berniat untuk melipat payung yang jongIn oppa, aku penasaran dengan tulisan pink dari luar payung tersebut tulisan tersebut tidak terlalu terlihat karena payung berlatar merah saat aku membuka payung tersebut tertulis sebuah tulisan “ saranghae Kim Naeun” tiba-tiba seseorang meneleponku tertera di ponselku tertulis “jongIn oppa” seketika aku terdiam dalam posisiku.. angkat..tidak.. angkat.. tidak… arrrggghh akhhirnya aku mengangkat telepon tersebut

“ yahabuseyo oppa..” jawabku

“ ne yahabuseyo naeun, apakah ka sudah melihatnya? Ottae?” tanyanya to the point dalam telepon

“ne.. oppa. Jeohae..” jawabku dengan menahan nafasku

“ keurae? Gomawo.. aku akan tunggu kau di taman dekat sekolah jam 3 sore kalau kau menerimaku datang yah..”

Tiba-tiba telepon terputus

FLASHBACK END

Pada saat itu tentu saja aku datang ke tamana kalau tidak saat ini mungkin pikiranku kemasalalu itu tidak ada karena kejadian itu tidak mungkin ada kalau tidak terjadi..

“waegeura?..” tanya seseorang dengan mengusap air mataku

“anii oppa.. geunyang… aku merasa bahagia saat ini rasanya ingin keluar dan merasakan salju..” jawabku dengan tersenyum kearah jongIn oppa

“ kau ingin merasakannya?? Me..me..merasakan sa..sa..at pertama kali oppa dan Naeun ber..pelukan dan be..berpacaran eo? Baiklah kaj..kajja” jawabnya dengan memegang tanganku

“nae? Anii oppa andwae kau masih sakit andwae kau tidak boleh keluar..” jawabku dengan menggelengkan kepalaku

“ tidak Naeun op..oppa tidak apa-apa kajja mungkin tidak bisa seperti dahulu Naeun saat ini keadaanku berbeda berjalan dengan bantuan kursi roda..” jawabnya dengan mencoba duduk

“oppa… andwae…” kataku dengan mencoba membaringkannya kembali tapi alhasil nihil

“ ini permintaan terkahir oppa untuk nakal tidak mematuhimu naeun oppa janji..” jawabnya dengan memanyunkan bibrinya

Oh no! Sungguh lucu..

“ baiklah terkahir eo?” kataku dengan memberikan kelingkingku

“ nae.. janji..” jawab oppa mengalungkan(?) jarinya ke jariku

Setelah aku membantu oppa ke kursi roda, aku membawa oppa kedepan halaman rumah sakit dengan pakaian sangat tebal yang terdapat di badan jongIn oppa aku membawa oppa keluar..

JongIn POV

Sebenarnya jantungku tiba-tiba terasa sakit.. nafasku sedikit tersengal nafasku terasa pendek saat ini tapi aku tidak mau merusak suasana keebahagiaan yang Naeun sedang rasakan bersamaku..

“ ottae?yeppo nae?” tanya Naeun dengan tersenyum kepadaku

“ nae.. ye..yeppohh” jawabku dengan nafas panjang dari perkataanku

Tiba-tiba Naeun memelukku..

“dingin kah oppa?? Saranghae.. neomu neomu saranghae..”katanya dengan pelukan yang sangat erat

Aku tersenyum mendengar perkataan Naeun..

“ na.. nae.. sa..saranghaehhh….” jawabku dengan nafas yang sangat panjang

tiba-tiba jantungku terasa benar-benar sakit aku merasakan sesuatu keluar dari hidungku.. aku mencoba mengusapnya tapi nihil tiba-tiba mataku gelap..

“OPPA!! OPPA!!OPPA!! ANDWAE!! SUSTER!!!!” seseorang yeoja berteriak histeris meminta bantuan..

Sehun POV

Saat ini aku dan umma beserta appa sedang berada di UGD setelah mendengar berita dari Naeun bahwa hyung dilarikan ke UGD aku dan umma bergegas ke rumah sakit

“ apa yang sebenarnya terjadi Naeun?” tanyaku kepada Naeun yang sampai saat ini Naeun hanya menangis

“ se..semua salahku sehun.. hiks.. salahku..aku pembunuh…” dengan terus memukul dadaku

“ wae? Apa yang sebenarnya terjadi??” tanyaku sekali lagi kepada Naeun tapi nihil naeun hanya menangis di dalam pelukanku

“ tenang.. Naeun shi.. JongIn tidak apa-apa.” jawab umma menenangkan Naeun dengan mengusap punggung Naeun

Aku tau saat ini umma sedang mencoba tegar umma pasti saat ini sedang khawatir sekali umma sedang menahan tangis agar keadaan di luar sini tidak menjadi khawatir berlebih..

Tiba-tiba dokter keluar..

“dok bagaimana keadaan anak saya?” tanya appa dengan wajah yang sangat khawatir

Dokter hanya bisa menggelengkan kepala..

“ kami sudah mencoba sebisa mungkin pak.. tapi.. tuhan berkehendak lain..yang sabar pak..”

“dokter berbohong bukan? Anak saya.. andwae!! Anak saya masih hidup bukan..” tanya appa dengan menggoyang goyangkan badan dokter tidak percaya

“ jongIn…andwae..” umma menangis tersedu-sedu

Berbeda dengan Naeun yang hanya bisa terdiam dalam posisinya dan menangis sekencang-kencangnya di dadaku.

“oppa.. andwae.. jangan tinggalkan Naeun..oppa..hiks..hiks…”

Seketika air mataku jatuh begitu saja..

“hyung..”

-TBC-

Sedih… Jongin oppa.. andwae…!! T.T hayoo loh Naeun gimana nih readers?? Ditunggu yah RCL nya gomawo!! ^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

28 pemikiran pada “Because Of You (Chapter 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s