Soulmate (Chapter 6)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

Part 6: Zhang Yi Xing / Lay

Zhang Yi Xing / Lay

Hyura berubah. Dia menjadi pendiam dan tidak mau keluar dari kamarnya. Bahkan, dia tidak melarang kami untuk mendekati Yong Mi.

Kediamannya justru membuat kami menjauhi Yong Mi. Hanya Kris hyung yang masih bertahan, dan aku menganggapnya telah mengkhianati Hyura. Beberapa dari kami juga beranggapan seperti itu, namun yang lainnya tidak. Mereka mendukung Kris hyung, namun mereka tidak berani mendekati Yong Mi.

Aku membencinya. Membenci seorang Yong Mi.

+++

Lee Yong Mi

Aku tidak dipasung lagi, namun semua berubah. Min Seok, Joon Myung, Se Hoon, Kyung Soo. Tidak ada satu pun dari mereka yang menghampiriku. Hanya Wu Fan oppa yang masih setia menghampiriku. Namun, semua kembali berubah.

“ Mwo? Oppa akan pergi lagi?” tanyaku tidak percaya saat Wu Fan oppa mengatakan bahwa dia akan pergi jauh bersama Baekhyun-entah siapa Baekhyun itu-.

“ Ne. Aku harus menemui dewan vampire sebagai perwakilan dari EXO.” Jawabnya yang membuatku bingung.

“ EXO? Apa itu EXO?” tanyaku polos. Wu Fan oppa terbelalak tidak percaya.

“ Omo, Mi-ah! Selama ini kau tinggal dengan kami, tapi kau tidak tahu apa itu EXO?” ucapnya tidak percaya. Aku merengut.

“ Sudahlah, oppa. Jawab saja siapa EXO itu!”

“ EXO itu kami, Lee Yong Mi. Setiap vampire memiliki kelompok-kelompok yang selalu tinggal bersama, dan kelompok kami adalah EXO.” Jawab Wu Fan oppa.

“ Kenapa kalian menamai diri kalian EXO?” tanyaku lagi. Wu Fan oppa tersenyum misterius.

“ Ingin tahu jawabannya? Kau harus mencari tahu sendiri, Yong Mi…” ucapnya seraya mencubit pipiku. Aku mendengus kesal.

“ Ya, oppa!!”

Niatku untuk mengomelinya menghilang ketika melihat matanya yang menatapku teduh.

“ Wae…?” ucapnya seraya tertawa kecil. Wajahnya hanya beberapa senti dari wajahku. Omo, apa dia akan melakukannya lagi? Ottokhae? Apa aku harus tetap seperti biasa atau… sedikit menolak? Jujur saja, aku sedikit takut dengannya. Pasalnya, dia bisa sangat ganas saat menghisap darahku, dan itu memberiku kesimpulan bahwa dia akan sangat ganas jika menciumku. Hanya saja, sifatnya itu belum terlalu kelihatan. –“

“ Oppa menjauh… Aku mau mandi!” ucapku seraya mendorongnya. Dia justru menahan kedua tanganku.

“ Wae? Kenapa kau menghindar, hm?” tanyanya yang mulai mengendus leherku. Aku kembali mendorongnya.

“ Oppa… Aku capek.” Ucapku, namun dia tidak menyerah. Tangannya menelusup ke dalam lengan bajuku. “ Oppa-“

BUK!!!

Aku terbelalak melihat Wu Fan oppa jatuh tersungkur di atas lantai. Saat aku menoleh, aku melihat… seorang namja sedang terengah-engah seraya menatap Wu Fan oppa tidak suka.

“ Kris hyung!! Kau, kau mengkhianati Hyura, hah?!” bentaknya pada Wu Fan oppa. Dia menarik kerah bajunya. “ Hyura jauh lebih penting dibandingkan yeoja ini!! Dan kau lebih memperhatikannya?! Hyura menjadi pendiam, hyung!! Hyura, dongsaeng kita! Dan dia-“ ucapnya seraya menunjuk wajahku. “ Tidak lebih dari seorang yeoja yang sebentar lagi mati karena dia tidak akan sanggup melawan Hyura saat proses transferisasi!”

Seketika aku terdiam. Teriakan dan bentakannya tidak terdengar lagi olehku. Aku hanya terfokus pada satu hal.

Tidak lebih dari seorang yeoja yang sebentar lagi mati karena dia tidak akan sanggup melawan Hyura saat proses transferisasi.

Itu tujuan utama mereka. Ternyata mereka menculikku untuk melakukan proses transferisasi-entah apa itu-, namun yang jelas aku pasti mati.

Tanpa terasa air mataku menetes. Aku segera berdiri dan berlari pergi meninggalkan mereka, tidak sanggup berada disana lebih lama lagi.

+++

Zhang Yi Xing / Lay

Dia berlari pergi. Kris hyung menatapku tidak suka.

“ Wae? Perkataanku benar, bukan?” tantangku padanya. Aku melihat sorot matanya yang benar-benar tajam.

“ Yang terkuat yang akan menang dalam proses transferisasi.” Ucapnya datar.

“ Kau tahu, kan? Artinya yeoja itu sama sekali tidak mempunyai kesempatan! Jelas lebih kuat Hyura daripadanya, karena dia hanya memiliki aura dari Hyura, sedangkan Hyura sendiri memiliki 12 kekuatan kita!” ucapku penuh rasa kemenangan.

“ Tanpa dia, Hyura tidak bisa apa pun.” Ucapnya lagi. “ Hyura tidak dapat berangkat dari tempat tidur tanpa Yong Mi di sisinya.”

Seketika wajahku berubah pucat. Kris hyung tersenyum kecil, kemudian berjalan ke sisiku dan menepuk bahuku pelan.

“ Tampaknya kau harus mulai memperhatikan hal sekecil apa pun, Lay.”

+++

Lee Yong Mi

Satu-satunya tempat dimana aku merasa familiar dan bisa merenung adalah ruang bawah tanah ini, tempat awal mereka menyekapku. Ah, mengingat tentang mereka membuatku kembali teringat akan ucapan namja tadi, dan tujuan mereka yang sejak awal telah kuketahui.

“ Eomma… Appa…” gumamku pelan. Aku merasakan sesak yang sangat menyakitkan di dalam dadaku. “ Apakah… tidak ada yang menginginkanku? Kalian juga membuangku… Tapi kenapa aku tidak bisa membenci kalian?”

Air mataku mengalir tanpa bisa kucegah. Aku terisak di dalam ruangan gelap ini.

“ Apakah seumur hidupku, tidak akan ada seorang pun yang menyayangiku? Eomma… Appa… Seandainya aku ada di posisi yeoja itu, seandainya aku mempunyai begitu banyak oppa yang menyayangiku… Apakah aku akan bahagia?”

Aku meremas ujung bajuku kuat. Emosiku sangat tidak stabil saat ini.

“ Atau… apa aku harus merelakan hidupku untuk yeoja itu? Dia yeoja yang rapuh, eomma… Tanpaku disisinya, dia tidak bisa mengangkat bahkan ujung kukunya sedikit pun. Jika aku terluka, maka dia akan terluka juga, appa… Tapi, saat dia sakit dan terbaring lemah, aku tidak merasakannya… Aku tetap sehat. Apakah ini adil untuknya? Dia memang memiliki begitu banyak kekuatan dalam dirinya, namun aku tetap merasa iba padanya. Eomma, appa… Kenapa harus aku yang berada di posisi sesulit ini?” ucapku pelan. Aku kembali terisak.

“ Aku ingin disayangi… Sekali saja dalam hidupku, eomma appa… Setelah itu, mungkin aku dapat mati dengan tenang…”

+++

Park Hyura

Aku menatap pemandangan diluar jendelaku. Langit mendung, sehingga cahaya matahari terhalang oleh awan-awan hitam di langit. Perlahan, aku mendesah.

Yeoja itu. Dia selalu muncul dalam pikiranku. Rasanya aneh ketika melihatnya. Aku seperti melihat diriku yang begitu panik melihat oppa-oppaku terluka. Dan sekarang…? Aku seakan kehilangan jati diriku yang sebenarnya.

Kemana diriku yang dulu? Kenapa sekarang aku menjadi egois seperti ini? Bukankah aku sangat menyayangi oppa-oppaku? Astaga, apa yang kulakukan selama ini? Aku memerintah oppa-oppaku? Memaksa mereka untuk… menculiknya? Belahan jiwaku? Dan kenapa aku meminta mereka untuk memasungnya? Justru karena sejak dia berada disinilah aku bisa berangkat kembali! Astaga… Apa yang sebenarnya terjadi padaku?

Brakk!!

Aku menoleh cepat ke arah jendela kamarku yang terbuka. Kulihat sesosok yeoja berdiri di jendela kamarku, dan dia…

“ Siapa kau?” tanyaku cepat. Yeoja itu melompat turun dari jendela, dan dia tersenyum sinis. Oh, tidak. Sorot matanya yang tajam itu…

“ Kau akan mati.”

Aku terbelalak.

“ OPPAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

+++

Zhang Yi Xing / Lay

Baru saja aku ingin menarik yeoja itu agar segera melakukan proses transferisasi dengan Hyura sekarang juga, aku mendengar dia bergumam.

“ Atau… apa aku harus merelakan hidupku untuk yeoja itu? Dia yeoja yang rapuh, eomma… Tanpaku disisinya, dia tidak bisa mengangkat bahkan ujung kukunya sedikit pun. Jika aku terluka, maka dia akan terluka juga, appa… Tapi, saat dia sakit dan terbaring lemah, aku tidak merasakannya… Aku tetap sehat. Apakah ini adil untuknya? Dia memang memiliki begitu banyak kekuatan dalam dirinya, namun aku tetap merasa iba padanya. Eomma, appa… Kenapa harus aku yang berada di posisi sesulit ini?”

Seketika aku terdiam. Isakannya terdengar jelas di telingaku. Kasihan ju-ah, sejak kapan aku menjadi baik hati seperti ini? Ingat, Lay! Gara-gara yeoja itulah Hyura tidak dapat bergerak sedikit pun selama bertahun-tahun!

“ Aku ingin disayangi… Sekali saja dalam hidupku, eomma appa… Setelah itu, mungkin aku dapat mati dengan tenang…”

Sungguh, rasanya aneh mendengar kalimat itu diucapkan dari bibirnya. Dan bicara mengenai bibir, aku baru menyadari kalau yeoja itu mempunyai bibir yang sama dengan Hyura. Aku tergoda? Hh, entahlah. Dulu aku terbiasa-ehm-menyentuh bibir Hyura, namun kebiasaan itu menghilang sejak jiwa Hyura terpecah menjadi dua. Dan sekarang, aku harus menahan hasratku agar tidak…

“ Sial!” gumamku kesal, lalu aku segera berbalik meninggalkan tempat dimana aku berdiri. Sial, sial! Aku tidak bisa menahannya!

“ Lay?”

Aku menoleh dan melihat Lu Han hyung menghampiriku.

“ Hyung? Waeyo?” tanyaku bingung.

“ Aku ingin ikut Kris untuk menghadapi dewan vampire. Kami harus melaporkan tindakan penyerangan 2AM dulu pada Kris dan Kai.” Jawabnya.

“ Tapi hyung, siapa yang akan menjaga rumah?” tanyaku lagi. Aku sedikit khawatir jika Lu Han hyung tidak ada di rumah, karena setiap kali dia berpergian, pasti selalu ada masalah yang terjadi.

“ Gwenchana. Gunakan saja kemampuan kalian. Chanyeol pasti akan membuatnya menjadi abu.” Jawab Lu Han hyung tenang. Aku menggaruk kepalaku bingung.

“ OPPAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Kami terkejut mendengar teriakan itu. Itu suara…

“ Hyura!” pekikku. Aku segera berlari ke kamar Hyura. Yang lain pun bermunculan dari segala arah untuk segera mencari Hyura.

Brak!!

Kudobrak pintu kamarnya. Terlihat Hyura yang menangis histeris di pelukan Kai.

“ Hiks, oppa… Aku takut, hiks…” lirihnya. Kai mengusap puncak kepalanya

“ Sst, sudahlah Hyura… Uljima…” bisik Kai seraya mengecup dahi Hyura. Tubuh Hyura gemetar hebat. Kedua tangannya melingkar di pinggang Kai.

“ Kai oppa… Hiks, hiks…” lirihnya lagi. Kai mengangkatnya secara perlahan, kemudian memapahnya dan membaringkannya di atas tempat tidur.

“ Kami akan menemanimu disini sampai kau tidak merasa takut lagi. Apa kau setuju, Hyu?” ucap Kai. Hyura mengangguk pelan. Aku segera menyelimutinya dengan selimut, kemudian duduk di sisi tempat tidurnya. Yang lain berdiri mengelilingi tempat tidur Hyura.

“ Em… Chogi?”

Kami semua menoleh dan melihat… Yong Mi berdiri di depan pintu kamar Hyura.

“ Mi, mianhae… Aku mendengar teriakannya tadi… Apa dia baik-baik saja?” tanya Yong Mi pelan. Kris hyung berjalan menghampirinya, kemudian menuntunnya ke sebelah tempat tidur Hyura.

“ Kau mengkhawatirkannya?” tanya Kris hyung padanya. Dia mengangguk.

“ Mana mungkin aku tidak mengkhawatirkan orang yang berteriak sampai terdengar ke ruangan bawah tanah? Itu berarti dia menghadapi sesuatu yang serius dan hampir membahayakan nyawanya, oppa… Hey, neo gwenchana? Kau tidak terluka, bukan?” tanya Yong Mi seraya ingin memegang Hyura, namun Hyura menepisnya.

“ Nan gwenchana, dan kumohon jangan menyentuhku!” ucapnya ketus. Aku menggelengkan kepalaku. Dia ini, seharusnya dia bersyukur karena belahan jiwanya masih ingin mengasihaninya, padahal dia tahu bahwa nyawanya…

Tidak mungkin. Apa sikap Yong Mi ini ada hubungannya dengan ucapannya tadi?

+++

Lee Yong Mi

Tiba-tiba saja namja yang tadi memukul Wu Fan oppa menarikku keluar. Aku sedikit terkejut akan sikapnya. Dia terus menarikku entah kemana, dan akhirnya dia membuka sebuah pintu. Dia menarikku masuk ke dalam dan menghempaskanku ke atas tempat tidur. Aku sedikit takut melihat sorot matanya yang tajam.

“ K-kau mau apa?” tanyaku terbata. Dia merangkak (?) mendekatiku. Reflek aku mendorong tubuhku mundur.

“ Aku ingin bertanya…” jawabnya. Dia masih merangkak, sedangkan punggungku sudah menyentuh dinding.

“ M-mwo…?” tanyaku. Tanganku berusaha mencari pegangan, namun naasnya lenganku tergores sesuatu-entah apa-dan aku yakin 100% tanganku pasti berdarah.

“ Lay ka-“

Aku menolehkan kepalaku dan melihat Min Seok berdiri di depan pintu kamar ini. Dia terbelalak menatap kami.

“ A…”

Sensasi itu datang kembali. Aku menjerit kesakitan ketika taring-taring yang sangat tajam itu menembus kulitku. Namja ini… Dia menyerangku…

Dan tiba-tiba sensasi yang sama kurasakan kembali di leherku. Andwae, Min Seok-ah…

“ Ber-hen…”

Aku tidak sanggup lagi melanjutkan perkataanku. Sakit… Terlalu sakit… Eomma, appa… Apa aku akan meninggalkan bumi ini?

“ Lepas… kan…” ucapku terbata, namun sepertinya tidak berguna sama sekali. Mereka kalap menghisap darahku. Hiks… Sakit sekali… Wu Fan oppa, Kyung Soo… Jebal…

+++

Zhang Yi Xing / Lay

Tubuhnya melemah. Dia kehilangan kesadarannya. Palliwa, Lay… Hisap sampai darahnya habis…

Brakkk!!!

Aku terpelanting ke samping, begitu juga Xiu Min hyung. Siapa yang berani menggangguku, hah?!

“ Hentikan!!”

Kai menarikku berdiri. Dia mengarahkan tanganku ke arah bekas luka taring di lengan dan leher yeoja itu.

“ Hyung, cepat obati dia! Kondisinya melemah. Dia bisa mati, hyung!!” ucap Kai panik. Aku menepis tangannya.

“ Lalu? Itu tidak ada hubungannya denganku, bukan?” ucapku ketus. Kai menggeram.

“ JIKA DIA MATI MAKA HYURA AKAN MATI, HYUNG!!!”

Mataku terbelalak. Aku segera melompat ke samping yeoja itu dan segera mengeluarkan kekuatanku untuk mengobatinya. Kai berdecak frustasi, sedangkan Xiu Min hyung berjalan pelan ke sisi yeoja itu. Dia menggenggam tangannya.

“ Mianhae…” ucapnya, dan dengan jelas kulihat dia terisak. “ Aku berjanji bahwa aku akan melindungimu dari siapa pun yang akan melukaimu disini, namun semua kenyataan berbalik dengan aku yang melukaimu. Mianhae…”

Aku mengkonsentrasikan diri agar tetap mengobatinya. Gawat, dia tidak mempunyai detak jantung lagi! Andwae! Andwaee!!

“ Lay-ya!! Kenapa Hyura tidak berge-“

Aku tahu suara siapa itu. Suara Lu Han hyung. Dia sekarang berdiri terpaku di sebelah Kai.

“ Hiks… Mianhae, Yong Mi-ah… Mianhae…”

Tidak ada perubahan. Detak jantungnya tetap tidak terasa. Aku semakin berusaha mengobatinya, namun seseorang menahan tanganku.

“ Sudahlah, Lay hyung.” Ucap Tao pelan. Aku melihat sekeliling. Semua saudaraku telah berkumpul disini. Mataku menatap sendu Hyura di dalam gendongan Chanyeol.

“ Kita hanya dapat menunggu.” Ucap Baekhyun.

“ Menunggu? Apa yang kau maksud??” tanya Xiu Min serak.

“ Mereka berdua koma, hyung. Blood comma.”

Tidak ada yang berbicara. Hanya isakan Xiu Min hyung yang terdengar. Chanyeol membaringkan Hyura di sisi yeoja itu. Aku segera melangkah mundur.

“ Mianhae… Jeongmal mianhae…” ucap Xiu Min hyung lagi. Dan dengan satu gerakan, dia mencium bibir yeoja itu.

TBC

Iklan

42 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s