Always Broken Heart

Always Broken Heart

Author : Hwang Min

Main Cast:

Hwang Min Chan  (oc)

Park Chanyeol

Do KyungSo , D.O

Xi Luhan

Other cast :

Park Sung Hyo (oc)

Jung Hae Ah (oc)

Karya ini adalah fiksi. Tidak berhubungan dengan tokoh dan kelompok yang sebenarnya. Ini karya asli dari pemikiran author.. tak ada unsur memplagiati karya orang jika ada kesamaan, mianhamnida.. mian juga kalau ceritanya gaje J

Min Chan P.O.V

aroma khas dari tanah yang basah terguyur hujan, aroma yang paling kusukai. bekas bekas air dari hujan yang turun semalam menandakan hari ini buruk, mungkin begitu pikiranku

Hari ini.. bertambah satu hari lagi penderitaan ku.. aku yang menderita atau memang tuhan yang sengaja..

Mungkin matahari masih mengantuk hingga enggan tuk hangatkan bumi, kulihat jam yang menempel pada dinding kamarku.. jam bertuliskan happy ending..

Adakah kata itu dalam kamus hidupku? Aku tersenyum miris mengingat semuanya..

Flashback 3 tahun lalu

“kau percaya padaku kan? Berikan password e-mail mu..” pintaku paksa

“untuk apa?” tanya chanyeol dingin masih sibuk dengan semua tugasnya

“kita sudah 1 bulan ini pacaran tapi kau tak pernah sekalipun memanggil aku chagiya” ucapku lirih

“apakah itu penting.. baiklah kalau itu maumu.. nanti malam aku kirim lewat pesan, aku mau ke perpus jangan ganggu aku” ucap chanyeol sambil mendengus meninggalkan aku di kelas yang kosong..

Sekali lagi air mataku jatuh membasahi pipiku dan membuat merah mataku

Aku sadar kalau aku egois ditambah lagi, aku yang duluan menyatakan cinta kepada chanyeol tapi bukankah chanyeol juga bilang kalau dia menyukaiku..

Malam hari..

Ppiipp

From : chanyeol

Ini Password ku  *******

jangan berbuat yang aneh aneh

hanya itu.. dia tidak menanyakan apa aku sudah makan atau aku sekarang sedang melakukan apa.. atau yang lainnya?

Aaahh.. aku mulai lelah dengan sikapnya

Segera ku buka email chanyeol.. banyak sekali email masuk dan.. email 2 hari lalu

“kau sudah putus dengannya? Yeobo cepatlah putuskan dia.. kalau begini terus kita saja yang putus”

Apa ini? Email dari park sung hyo.. dia.. bukan kah mereka sudah putus 2 bulan lalu? Karena itu aku memberanikam diri untuk mengatakan rasa sukaku pada chanyeol, apa maksudnya ini semua..

Malam itu entah tuhan ikut menangis atau mendukung aku menangis, hujan deras seakan tak membiarkan satu orang pun keluar.. tapi aku tak peduli, aku berlari bagai seorang seorang pencuri yang berusaha meloloskan dirinya dari kejaran polisi.. aku persis seperti itu, berlari ditengah hujan, air mataku bercampur dengan air hujan. menangis terisak tak percaya apa yang terjadi hari ini

Berlari dan membawaku ke tempat yang tak ingin kukunjungi, rumah park chanyeol.. kenapa aku bisa ada disini? Kuputuskan untuk kembali kerumah tapi sial.. chanyeol yang sedang ingin keluar melihat ku basah kuyup, kotor dengan piyama yang menempel di tubuhku

Kaget saat melihat ku disana, dia berlari ke arahku sambil membawa payung.. segera namja tinggi itu memayungi ku yang aku tau tak ada gunanya ia memayungiku yang sudah terlanjur basah

“apa yang kaulakukan disini? Kau kenapa? Ayo aku antar kau pulang” ucap chanyeol dan hendak merangkul pundakku

“JANGAN SENTUH AKU” teriakanku kini berpadu dengan suara merdu dari hujan

“hei.. ada apa denganmu?” ucap chanyeol sinis, aku tau dia namja yang tidak suka jika seseorang berteriak padanya

“park sung hyo.. yeoja itu.. KALIAN BELUM PUTUS KAN?” aku kembali berteriak tak peduli raut wajah chanyeol yang sudah sangat marah

“BERHENTI BERTERIAK! Benar, aku belum putus dengannya.. saat itu aku kaget kau tiba tiba mengatakan suka kepadaku, aku tak tau harus bagaimana.. jangan salahkan aku! Kau yang seenaknya mengatakan suka padaku dengan wajah sepolos itu, aku tidak mungkin berani menolakmu” bentak chanyeol

“aku mengerti.. ha.. haa.. yaa.. aku yeoja pabo.. harusnya aku tidak selancang itu mengatakan suka padamu park chanyeol, sudahlah kita sudahi saja.. semoga kau bahagia” aku tertawa, menertawakan kisah ku yang konyol ini.. tawaku yang diiringi dengan tangisan

Flashback end

Setetes air mata jatuh lagi dari pelupuk mataku. Entah air mata ini sudah tetes yang keberapa sejak 3 tahun terakhir..

Saat upacara kelulusannya angkatannya, dia tak menunjukan rasa penyesalannya..dia yang setahun lebih tua dari ku.. 2 tahun aku menatapnya 1 tahun aku merindukannya aku berharap ditahun ini aku bahagia

“Min chan.. kau sudah bangun? Cepat turun dan sarapan, appa bilang ia ingin mengantarmu kekampus” suara eomma menyadarkankan ku akan kenyataan bahwa hidup ini harus terus berlanjut

“pagi appa, pagi eomma” sapa ku dan mengecup kening kedua orang tuaku

“min chan-ah bukankah kau suka tokyo, kenapa tidak masuk universitas disana?” tanya appa yang sibuk mengelap mulutnya yang kotor karena kopi

“hhmm.. aku lebih menyukai seoul, kajja appa nanti aku telat” jawabku sambil tersenyum manis

“hei.. setidaknya makan rotimu di jalan” perintah eomma

“ne eomma ku yang cantik,aku berangkat”

Di perjalanan aku masih bisa melihat genangan air di pinggir trotoar..

“hhaahh.. aku benci hujan” dengusku

“waeyo?” tanya appa

“aaahh anni.. appa pulang nanti tak usah menjemputku.. aku ada ingin pergi ke suatu tempat sepulang kuliah” jelasku pada appa yang hanya dibalas anggukan dan senyuman

Aku melambaikan tangan ke arah appa ketika aku sudah berada di gerbang universitas, aku benar benar berdebar debar hari ini.. aku sendiri tak mengerti kenapa

“hei.. kau” sapa seorang namja di belakangku

“nae?” tanya ku memastikan aku tidak salah dengar

“ne.. annyeong naneun Kyungso imnida tapi panggil aku D.O”

Aku hanya mengangguk dan tersenyum, membalikkan badan bermaksud meninggalkan namja aneh ini

Greebb

Dia memelukku hampir meremas pinggang ku, apa yang dia mau? Namja mesum..

“jebbal lepaskan aku” ucapku memohon

“tapi.. jadilah yeoja chinguku”

“mwo? Apa maksudmu.. aku belum mengenalmu, lalu kau tiba tiba memelukku dan memintaku menjadi yeoja chingu mu” tanyaku panik karena malu

“tapi.. aku mengenalmu min chan, semua tentangmu yang selalu melihat ke arah namja tinggi itu, selalu melihat chanyeol sunbae” jelasnya

Kenapa dia tau semuanya..

“kita satu SMA dan satu angkatan pun kau tidak tau”

“hah?” tanyaku kaget

Akhirnya dia mau melepaskan pelukannya, kulihat wajahnya memerah.. wajahnya memang tidak asing bagiku tapi aku benar benar tidak mengingatnya

“jebbal jadilah yeoja chinguku, tak apa jika alasan kau menerimaku karena kasihan, min chan-ah” dia memohon kepadaku.. aahh aku tidak tahan lagi

“ne.. baiklah aku mau” ucapku dengan nada pasrah

“wwaaahhhh.. jinja? gomawo.. aku janji akan membuatmu menyukaiku” ucapnya lalu berlari ke arah kerumunan orang

Kata katanya membiusku.. aku terpaku sejenak sambil terus menghapus bayangannya yang tersenyum, bayangan yang selalu ada dalam pikiranku..

Mungkin aku dapat menyukainya, dan melupakan chanyeol..

““`

“chagiya~” D.O memanggilku dengan lembut

Sudah sebulan kami berpacaran.. banyak hal yang diajarkan oleh D.O, dia juga memaksaku memanggilnya yeobo, dia berhasil membuatku suka padanya bahkan aku sekarang lebih menyukainya..

“mau beli es krim?” tanya D.O.. dia tau kalau aku sedang melamun, kubalas dengan anggukan

Dia pun berlari kecil mencari tempat dimana ia bisa membeli es krim untukku, hampir 15 menit ia tak kembali.. kuputuskan untuk mencarinya

“hahaha.. ya kau benar” aku mendengar suaranya.. itu dia sedang duduk santai di cafe dengan banyak namja disana, tertawa lepas.. itulah yang paling kusukai dari D.O ia selalu ramah

Perlahan aku mendekat ke arah nya, bermaksud mengagetkannya dengan mengecup pipinya sampai aku dengar pembicaraan mereka

“beritau aku caranya” ucap salah satu temannya

“hahhaha, aku tidak melakukan apapun.. yeoja itu yang terlalu bodoh” jawab D.O

Yeoja? Mereka sedang bicara apa?

“benar benar hebat, kau sungguh playboy sejati.. bisa meluluhkan hati Min chan yang semasa SMA terkenal tidak tertarik dengan namja selain chanyeol.. wwaahh kau harus diberi piagam”

Sesak.. bagai ditusuk ribuan jarum di tubuhku.. tak kuasa menahan tumpahnya air mata yang membasahi pipiku, dan aku mulai terisak

“aahh.. D.O-ssi.. itu.. min.. min chan” ucap salah satu teman wanitanya

Kini D.O berbalik menatapku, kaget melihatku yang sedang menangis karena ulahnya.. ingin kutampar pipi mulusnya, namun tak ada kekuatan lagi untuk berteriak kepadanya, kupaksa kakiku untuk menjauh dari tempat itu.. berlari secepat yang aku bisa

“min chan, tunggu dulu biar kujelaskan” ucap D.O sambil mencoba mengejarku

Tangannya berhasil menarik tanganku, langkah ku berhenti di sebuah taman sepi di kota seoul

“apa lagi? Sudah cukup, aku tak ingin jadi objek main main mu lagi” ucapku sambil terisak

“jebbal dengarkan aku, tadinya aku hanya main main denganmu tapi tanpa kusadari aku jadi menyukaimu, jebbal mianhae”

“SUDAH KUBILANG CUKUP! Aku tak mau mendengar aktingmu lagi D.O”

D.O mencoba menciumku, dia memaksa mendekatkan wajahku ke wajahnya..

Plak..

Aku menampar pipi mulusnya, yang kini mulai memerah

“pergi..” ucapku lirih

“cih, YA! Dengar.. aku sama sekali tidak tertarik padamu, yeoja sialan” ucap D.O lalu pergi meninggalkanku

Aku menangis menjadi jadi, tapi tak ada satu orangpun yang peduli padaku, hingga tak ada satu tetes air mata yang keluar dari pelupuk mataku

““`

5 bulan..

Aku sudah lupa tentang apa itu tangisan, bagaimana caranya menangis.. sejak kejadian itu aku menjadi seseorang yang tak tau sama sekali tentang tangisan.. psikolog bilang ini trauma masa lalu yang menyebabkan keinginan yang kuat untuk tidak menangis

Aku tak ambil pusing soal itu, bahkan aku bahagia sekarang..

“permisi, aku ingin meminjamkan buku biologi” tanyaku kepada petugas perpustakaan

“mianhae, tapi buku itu baru saja dipinjam” petugas perpustakaan tersenyum padaku

“hhmm.. baiklah”

Ku kira wajah petugas itu lumayan juga, terlihat bersinar di mataku.. aahh apa yang aku pikirkan

“hei.. noona” panggil seorang namja yang tak lain adalah petugas yang tadi

“waeyo?”

“ini.. buku yang ingin kaupinjam.. baru saja dikembalikan” terlihat jelas jika dia mencariku, napasnya terengah engah.. sedikit malu aku melihatnya

“nde.. gomawo” ucapku malu

“hhmm.. boleh ku tau namamu?” tanya namja itu sambil mengulurkan tangannya

“nae Kim Min Chan imnida, neo?”

“Xi Luhan panggil luhan saja”

“oohh luhan-ssi gomawo bukunya.. boleh ku tanya satu hal?”

“hhmm tentu..”

“margamu? Kau bukan berasal dari korea ya?”

“ne, aku dari china.. tepatnya aku lahir di beijing”

“hhmm begitu, ah aku ada kelas hari ini.. baiklah aku duluan luhan-ssi”

Tanganku bergerak sendiri tanpa adanya perintah dari otakku, aku melambaikan tangan kepadanya, dia pun menyambutnya dengan senyuman malaikat.. benar benar namja yang hangat

““`

Hari ini pun aku sengaja datang ke perpustakaan hanya untuk melihat senyum luhan.. ah aku sudah gila karena senyumannya

“annyeong luhan-ssi” sapa ku

“annyeong min chan-ah wah kau semakin sering kesini”

“apakah aku mengganggu?”

“anni, hari ini perpustakaan sepi.. kau mau menemaniku?” pintanya

Dheg..

Jantungku, detak jantungku tak bisa ku kendalikan.. suaranya bahkan dapat kudengar.. oohh apakah luhan mendengarnya?

“min chan-ah gwenchana?”

“aahh?? Ne.. gwenchana, baiklah aku akan menemanimu”

20 menit berlalu tapi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut kami berdua, kuputuskan untuk membantu luhan meletakkan buku yang sudah dikembalikan

Saat aku ingin meletakan buku di deretan paling atas, tangga yang aku naiki patah sehingga aku otomatis jatuh ketanah

Harusnya begitu tapi.. kini luhan tepat berada di bawahku.. dia menangkapku ketika aku jatuh, seperti adegan di dongeng dongeng kesukaan anak perempuan

Saat itu, tepat pada saat itu aku yakin bahwa aku menyukainya dan menginginkan dia jadi milikku..

“luhan-ssi aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucapku yakin

“mwo?”

Belum sempat aku bicara aku melihat secarik foto di dekat kaki luhan..

“hhmm ada foto di dekat kakimu, punyamu kah?”

Ia mengambil foto itu membersihkannya dan tersenyum ketika memandangnya..

“dia tunanganku.. manis kan? Tahun besok rencananya kami akan menikah” ucap luhan sambil menunjukkan foto itu kepadaku, yeoja yang cantik

Apa ini? Perasaan apa ini, sakit.. sesak tak bisa bernapas.. rasa yang aku rasakan saat ketika 2 namja yang aku sayangi mengkhianatiku.. chanyeol, D.O dan sekarang luhan

Air mata yang sejak 5 bulan lalu tak keluar kini kembali menghiasi wajahku, beku tak dapat bergerak.. sakit, rasa ini yang tak ingin kurasakan lagi..

“min chan-ah.. kau menangis?”

“anni” jawabku singkat lalu pergi meninggalkannya

Kenapa selalu berakhir seperti ini? Kenapa aku yang harus menderita.. tak adakah namja yang mencintaiku di dunia ini.. jika di dunia ini tidak ada mungkin lebih baik mati

Dan.. disinilah aku, pagar hitam pembatas antara dermaga dengan laut dalam, sejenak aku melihat kedalam air.. gelap

“tuhan, maafkan aku”

Grrreeppp..

Kini pisau itu tepat menusuk jantungku, pisau yang memang menjadi teman terakhir hidupku..

Tubuhku yang berlumuran darah tercebur dan tergenang di atas laut dalam itu, ironis bukan

Aku yeoja yang selalu patah hati, mengakhiri hidupnya karena cinta..

 

The end…

Iklan

16 pemikiran pada “Always Broken Heart

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s