How to Forgive Me (Chapter 2)

“… How to forgive me?”

(Part 2)

AUTHOR        : @triZa28

Genre              : friendship, Romance

Cast                : – Lee Yoonhee

– Park Chanyeol

– Xi Luhan

– Do Kyungsoo

– Byun Baekhyun

– Kris

Rating            : 15 +

Note                : the ff idea is inspired of K-Drama ‘Reply 1997’.  Selebihnya adalah ide saya.

DISCLAIMER : NO COPY PASTE WITHOUT MY PERMISSION!!

 

———————————————————–

 

 

Orang bilang sering sahabat jadi cinta Begitulah yang terjadi padaku, Park Chanyeol. Aku tak tahu tepatnya aku menyukai gadis aneh itu.. Mungkin bagi orang lain, dia aneh, menyebalkan karena suka menendang, memukul, memaki orang sembarangan.. tapi menurutku itulah pesonanya. Di mata orang lain mungkin dia jelek tapi di mataku dia selalu cantik dan cantik..

“Chanyeol-ah, kemarin ngapain sama Jung Ye Bin dari kelas sebelah??”,

“Dia mengajakku nge-date..”, jawabku santai tak memperhatikan mata sahabat-sahabatku yang pada melotot.

“Date?? Kencan?? Lalu kau terima?”,

“Aku menolaknya.. aku bilang aku sedang menyukai seseorang..”,jelasku pada mereka yang makin aneh memandangku,

“kau.. menyukai siapa?? Yaa!! Kenapa tak pernah bilang pada kita kau lagi jatuh cinta??”,sederet kata-kata panjang yang diucapkan Baekhyun tanpa titik atau koma langsung menerobos telingaku dengan paksa.

Yaaa!!! Kalau ngomong pake titik koma donk! Gue bingung tau!!”,teriakku tak kalah heboh. Sementara Kyungsoo yang nama bekennya D.O daritadi cuma liatin sambil cengar cengir, dan seperti biasanya Luhan selalu tampak cool dengan wibawanya yang membuat cewek-cewek sekolah pada tergila-gila padanya.. aigoo..

Sebenarnya kalo ingin sombong sihh.. kami ber empat adalah namja terpopuler sesekolah. Luhan terkenal karena mukanya yang baby face tapi berwibawa, seorang mantan ketua osis yang sudah lengser karena tahun ini adalah tahun terakhir bagi anak kelas 3. D.O terkenal karena dia selalu mendapat nilai bagus saat pelajaran tata boga, dia pintar memasak, dan kalau dia sedang memasak pasti cewek-cewek satu sekolah berkumpul untuk memfotonya dan memasukkannya pada social network. Baekhyun, dia terkenal gara-gara dia masuk sekolah ini lewat jalur khusus (jalur prestasi) yang diperuntukan bagi anak-anak yang mempunyai bakat/hobi khusus. Tidak sembarangan orang melalui jalur ini, seangkatan kami saja hanya 2 orang termasuk baekhyun yang masuk karena jalur khusus. Dan yang terakhir aku, Park Chanyeol. Aku terkenal… karena kelebihanku, aku tinggi, dan banyak orang memanggilku ‘tiang listrik’. Aku tidak terlalu buruk dalam akademis juga, aku selalu rangking 5 besar di sekolah (seangkatan kami).

Dan yeoja itu, Lee Yoon Hee. Yeoja paling aneh di sekolah.. ah tidak mungkin dalam hidupku. Walaupun pretasinya selalu atau hampir saja terakhir di seangkatan kami, dia adalah yeoja terpopuler di sekolah ini. Penampilannya yang ‘I Don’t Care’ membuatnya semakin kentara diantara yeoja-yeoja yang sibuk menata make-upnya atau bajunya. Rambutnya dikuncir terus, berponi ke kiri, tas ransel bertuliskan ‘SUPER JUNIOR ❤ ELF’, sepatu ketsnya yang bergambar Donghae Super Junior + dengan tulisan ‘Mrs. Donghae Wife’, headphone yang hampir selalu menempel di lehernya yang berdesain ‘SUPER JUNIOR’, itu semua adalah ciri-ciri Yoonhee dari luar. Walaupun banyak gadis yang menggilai boyband menurutku hanya dia yang paling gila, dia berani menggunakan semua itu di sekolah, padahal setiap hari ada razia dan kalaupun ada razia aku heran kenapa dia selalu bisa lolos? Yah pernah sih dia ketahuan dan langsung dihukum menulis maaf selama 500 kali (bukan dia yang mengerjakannya! Tapi kami ber empat yang sampai rela begadang demi hukumannya!).

Tapi cinta itu memang buta, tidak memandang apakah kami bersahabat atau tidak. Bermusuhan atau tidak dan.. kebutaan itu yang membuatku menyukainya. Gadis polos (atau tidak??) yang hampir setengah otaknya hanya ada tulisan permanen ‘<3 SUPER JUNIOR <3’.

“Kapan kau akan menembaknya? Kau sudah pernah menonton drama-drama? Kalau kau mengungkapkan perasaan terlambat kau akan menyesal, chanyeol-ah..”,suara hangat itu membangunkanku dari lamunanku.

na eottohae? Bukankah akan semakin aneh kalau aku menembaknya padahal kita dari kecil selalu bersama-sama?”, mendengarku berbicara, Luhan tersenyum..

“Justru akan semakin aneh kalau kau tak menyukainya.. bukankah biasanya orang yang sering terlihat bersama itu saling menyukai? Tetapi mereka takut untuk mengungkapkan perasaan karena kedekatan mereka.. banyak yang bilang ‘jatuh cinta itu karena kebiasaan’ kebiasaan saling berangkat sekolah bersama, kebiasaan makan bersama, kebiasaan saling memarahi, kebiasaan saling menatap.. dari semua kebiasaan bisa menjadi awal kisah cintamu.. “,.

Benar juga kata Luhan.  Aku harus secepatnya sebelum aku menyesal. Nae first love..

————————————————————————–

“Setelah ujian kau ada waktu?”, Yoonhee menggeleng setelah mendengarkan pertanyaan Chanyeol.

“Setelah ujian mau kutraktir makan?”.

Dia menepuk dahi Chanyeol pelan, “Kau sadar?? Oh, kau benar-benar sadar.. lihatlah, seorang Park Chanyeol yang terkenal pelit mau menraktirku makan!!”.

“Eyy.. neo jincha! Wae? Shirreo?”,

ani!! Aninde.. aku datang pasti datang!! Siapa juga yang mau menolak makan gratis :P!!”.

——————————————————————

“Aku dengar dari eommoni katanya kau akan menraktir Yoonhee setelah ujian?”.

Aigoo, kenapa eomma cerita sama hyung sih??. Gumam Chanyeol dalam hati. Sedetik kemudian dia tersenyum, “iya hyung. Kan setelah ujian kami bakalan berpisah. Ini pesta perpisahan kok… “. Dan pada akhirnya hyung mempercayai kata-kataku yang jelas-jelas aneh, aku bahkan tak mengajak Luhan, Baekhyun dan D.O !! hihihihi.. sorak sorai Chanyeol dalam hati.

“eumm…. Chanyeol-ah, besok ketika makan jangan larut ya ? “.

wae? Hyung mengkuatirkan aku?”, tanya Chanyeol PD.

na miccheonya? Mengkhuatirkan adik lelakiku ini?? Yahh.. hyung sama sekali tak mengkuatirkanmu.. hanya..”

Chanyeol memberengut menatap hyungnya,“hanya?”,

“aku mau berbicara dengan Yoonhee, kalau larut-larut aku yakin dia sudah tertidur pulas di restaurant..”,

araseo.. aku takkan sampai larut.. Ah, hyung aku mau kekamar dulu ada PR.. “.

Dan seuntai senyum manis terlampir di bibir hyungnya, Kris. Dia tak sabar segera menunggu hari esok..

———————————————————————

Cinta itu buta.. aku tahu itu..

Dan aku benci kenapa setiap kali melihat dia, dadaku selalu bergemuruh tak jelas..

Aku benci..

Cinta selalu datang tak terduga, begitu juga denganku.. cinta berawal dari kebiasaan. Kata-kata itu berlaku untukku, sangat..

“Luhan-ah.. mwohaeyo??”, aku menoleh dengan segera ke arah suara itu. Suara yang sangat kukenal. Suara pemilik yang selalu membuat dadaku bergemuruh tak jelas..

Aku tersenyum, “sedang menunggu kedatanganmu.. darimana saja?”. Gadis itu terseyum.. dadaku berdesir lagi, astaga..

“hahaha.. Mian, tadi aku sempat kena razia guru jadi aku lama deh soalnya ngumpet..”, dia menjelaskan sambil tertawa. Tertawanya yang khas, dia yang sama sekali tak peduli dengan imagenya. Gadis yang aku bilang abnormal. Tapi gadis abnormal itu bisa meruntuhkan dinginnya hatiku untuk pertama kalinya.

“hahaha.. itu baru Lee Yoonhee yang kukenal..”, ujarku sambil mengacak-ngacak rambutnya. Dan aku harus menahan tanganku agar tiba-tiba tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Kukendalikan tanganku ke meja kantin lagi. “Ini DVD pesananmu, Yoonhee-ah. Ah.. dan aku tak perlu dibayar. Lagipula itu DVD diskon, simpan saja uangmu untuk nonton Super Junior lagi.”.

Tiba-tiba saja matanya berbinar, “Wahh.. Luhan-ah! Kau benar-benar baik hati! Kau sahabatku yang paling mengertiku… sebenarnya tadi diawal aku mau bilang kalau aku bayarnya ngutang tapi.. kau memang yang terbaik! Gomawo, Luhan-ah!!”.

DEG!! Dunia ini seperti berhenti berputar.

Tangan hangat itu memeluk tubuhku dengan erat.

Aku memejamkan mataku, berharap ini bukan mimpi.

Ingin aku berteriak sekencang-kencangnya aku menyukai gadis ini. Ingin memiliki dia sepenuhnya. Ingin memeluknya. Ingin menciumnya.

Tapi aku sadar.. aku tak bisa bersamanya. Aku adalah orang ke 3 diantara Yoonhee dan Chanyeol. Mereka terlalu bodoh untuk menyadari bahwa mereka sama-sama mempunyai rasa yang sama. Tapi aku bisa mengerti kenapa mereka seperti itu. Sejak umur 6 tahun mereka sudah bersahabat, sulit untuk menyadari ada rasa cinta diantara mereka karena kebersamaan mereka.

Aigoo.. Yoonhee-ah, kau mau membunuhku? Pelukanmu terlalu erat… “, sebenarnya aku tak rela melepaskannya tapi bagaimana tidak? Kalau Chanyeol melihatnya dia pasti aku cemburu berat..

“hehe.. Mian..”, tawanya yang khas lagi lagi menggema di dadaku. Tenanglah, Xi Luhan.. bisikku pada hatiku.

Sedetik kemudian dia mengambil buku pesanannya yang aku beli kemarin.

“Wahh, aku tak percaya kau bisa membeli buku ini dengan diskon! DVD Super Show kan baru rilis! Daebak!!”. Dan ya harus kuakui tadi aku berbohong. DVD itu bukan diskon. Aku sengaja berbohong untuk menolak uangnya. Walau aku harus merelakan separo tabunganku untuk membelinya. Yah bisa dibilang ini adalah sebuah perjuangan cinta (yang tak  terlihat).

——————————————————————————

aigoo!! Kenapa aku bisa telat begini?? Eottokhae? Yoonhee pasti ngomel-ngomel nanti!”,Chanyeol bergumam-gumam tak jelas semenjak dia bangun kesiangan. Perjanjian antara dia dan Yoonhee pukul 8 malam dan bodohnya dia tertidur! Dan sekarang hampir jam setengah 9!

Hyuunggg…! Kris hyung..! eoddiya?”, terdengar suara teriakan Chanyeol yan menggema di rumahnya.

eo..aku disini.. waeyo, dongsaeng-ah?”,terdengar suara langkah kaki dan suara berat yang mendekat Chanyeol.

“Bisa tolong temui Yoonhee di taman? Dia pasti menunggu lama..”. kris mengangkat alis kanannya sebentar, “yang punya janji kan kamu.. kenapa aku harus menemuinya?”.

“Aku.. kebelet hyung. Mau BAB, kalau menunggu habis BAB kan lama, hyung temui dia ya? Bilang aku bakal telat.. jebal.. “. Untuk sedetik kemudian Kris mengela nafas, dan menyanggupi permintaan adiknya itu. Lagipula.. memang dia harus mengatakan sesuatu pada gadis itu.

———————————————————————————–

“Hah.. eottokhae??”. Jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 9. Dan artinya.. aku benar-benar telat!! Aigoo, dan kenapa hyung tak kembali-kembali sih??.

Segera aku memakai sepatu selop (??) terbaikku dan beranjak pergi keluar rumah sambil berlari ke taman.

Ah!! Itu Yoonhee dan hyung!”,gumamku pelan. Tiba-tiba niat jahilku muncul. Hehe, aku akan mengagetkan mereka.., gumamku dalam hati lagi.

Pelan-pelan aku berjalan ke taman lewat pintu taman belakang. Berjalan dengan pelan-pelan. Bagus! Sekarang kira-kira tinggal 3 meter lagi! Sebentar lagi.. kekekeke..

“Bagaimana Yoonhee-ah? Kau menerimanya? “, tiba-tiba hyungku berbicara membuatku hampir saja membuat keributan.

Yoonhee terlihat tak bersuara. Mm.. kira-kira mereka berbicara apa ya?

 

 

 

 

 

“Oppa.. benar-benar menyukaiku?”.

 

 

——————————————————-

To be Continue..

Lanjut nggak reader?? Hehe.. saya menunggu komentar anda… Terimakasih.. ^^

 

 

 

Iklan

20 pemikiran pada “How to Forgive Me (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s