Fall to Pieces (Chapter 3)

Title             : Fall to Pieces (Chapter 3)

Author         : yumewo – J.Lime

Main Cast    : Yoo Yu Me (OC)

Oh Se Hoon (EXO-K)

Xi Lu Han (EXO-M)

Other Cast : Byun Baekhyun (EXO-K)

Park Chanyeol (EXO-K)

Kim Jong In (EXO-K)

,Etc

Genre          : Angst.

Rating         : T

Length        : Multi Chapter

WARNING    : TYPO !!

 

Disclaimer :

Semua Cast yang menyandang sebagai EXO members adalah ciptaan Tuhan dan Milik                                              Tuhan. Hanya yang bertitle OC lah yang hasil ciptaan Author walaupun gagal. Dan cerita ini sepenuhnya hasil dari imajinasi Author yang dengan susah payah dibuat walaupun ceritanya memang kurang bagus.

Author’s Talk :

Peluk dan cium buat kalian yang nungguin kelanjutan ff ini. terimakasih yang sudah mau baca ff ini di chapter satu dan dua. Mohon maaf kalau ceritanya jelek dan gak sesuai harapan kalian ,maklum aku hanya pengen nyeimbangin sama judulnya jadi maaf kalau mengecewakan tapi pasti endingnya author bikin yang pantes deh hehehhe.

***

 

 

Yume’s POV

 

Kenapa kesedihan selalu ada didalam hidupku. Apa salahku sehingga aku harus mendapatkan kepahitan dihidupku. Sungguh.. aku sangat tidak harus menerima kenyataan ini. aku tidak bisa membayangkan bagaimana hari-hariku nanti tanpanya. Aku tidak sanggup jika melihat semua perlakuan manisnya tidaklah lagi untukku.

Haruskah aku egois? Merebut dia darinya?

Lalu memaksakan perasaannya untuk mencintaiku?

Jujur ,aku memang sudah gila sekarang. Tetapi aku masih mempunyai pikiran untuk tidak melakukan itu. Mungkin aku bodoh ,aku terlalu percaya diri kalau perasaanku ini tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi takdir berkata lain. Dan aku benci takdir ini.

Aku kecewa, aku marah ,hatiku sakit karenanya ,tetapi mengapa hati ini masih terus menyebut namanya ,masih terus ingin mencintainya yang mungkin untuk selamanya akan seperti ini.  Sungguh aku tidak menginginkan ini terjadi ,jika akulah yang menentukan takdir tak akan kubuat seperti ini. Sungguh menyakitkan.

Sudah seminggu setelah insiden dipesta itu aku mengurung diri di apartmentku.  Aku hanya ingin sendiri dan menenangkan pikiran saat ini. bahkan selama seminggu terakhir aku memasukkan makanan kemulutku itu 5 hari yang lalu. Lapar?Tentu saja, nafsuku memang tidak ada untuk makan ,tetapi perutku selalu berontak.

TEETTTT

“Yume! Tolong bukakan pintu ini ,jebal…. biarkan aku masuk” Seru seseorang diluar sana.

Selama aku mengurung diri selalu ada orang yang menggedor-gedor pintu apartmentku ,entah mereka itu siapa saja tapi aku yakin mereka itu exo hanya saja minus Sehun. Tapi kali ini sepertinya hanya satu orang yang datang. Entahlah aku tidak perduli siapa yang datang selain Oh Sehun.

Aku benci disaat seperti ini.  Menangis karenanya dan tersakiti olehnya ,tetapi malah membutuhkan pelukannya sekarang. Oh Sehun… kau racuni apa pikiran dan hatiku ini.  Mengapa mereka tidak pernah berehenti menyebut namamu.

“Yume-ah.. ini aku Luhan. kumohon biarkan aku masuk.”

Luhan oppa? untuk apa dia kesini? Kenapa dia yang selalu memperhatikanku ,kenapa bukan Sehun?

Ya Tuhan megingatnya lagi membuat hatiku kembali sakit ,mataku kembali mengeluarkan cairan. Aku benci ini ,aku benci jika harus memikirkannya dengan sebuah tangisan tidak dengan sebuah senyuman.

Aku kembali meringkuk dikasur dan menutup mukaku dengan bantal agar tangisanku tidak terdengar keluar. Selama ini aku tidak mau membiarkan satupun sahabatku masuk karena aku malu jika bertemu mereka ,aku malu jika mereka menertawakanku yg cintanya bertepuk sebelah tangan dan juga malu memperlihatkan mukaku yang tidak jelas bentuknya karena mataku sudah sangat sembab akibat menangis selama seminggu.

Bahkan aku tidak memikirkan pekrerjaanku yang kuyakin bos-ku disana sudah membuang jauh-jauh namaku didaftar nama pegawai restorant tempatku bekerja.

“Yume-ah.. kau tidak boleh seperti ini , kumohon biarkan aku masuk”

“………..”

“Apa kau mau kusuruh Sehun kesini agar kau membuka pintu ini?”.

DEG.

 

Andwae! kutarik omonganku yang hanya membukakan pintu untuk sehun. Aku bodoh tidak memikirkan dampaknya. Apa yang akan sehun pikirkan tentangku jika melihatku seperti ini. Mungkin luhan oppa benar aku tidak seharusnya seperti ini. Tapi aku memang tidak bisa menjadi yeoja yang sok tegar jika mendapat masalah seperti ini. Aku ini lemah dan menyedihkan.

“Arraseo.. aku akan menelpon sehun sekar—“

CEKLEK!

Baiklah Luhan oppa ,aku menyerah.

Aku mengumpat  dibelakang pintu tadi yang kubuka sambil menutup mataku dan menangis didalamnya.

“YUME!”. Kurasakan tubuhku dipeluk olehnya ,oleh Luhan oppa.

Tangisku semakin menjadi-jadi ,Luhanpun semakin mempererat pelukannya.

“Jangan seperti ini.. jangan menangsi seperti ini..” Suara luhan terdengar parau. Apakah luhan oppa menangis?

“A ku-“

“Sangat menderita melihatmu  seperti ini..” Sambungnya dan kali ini jelas sekali kalau dia menangis. Ya Tuhan mengapa Luhan menangis? Yang seharusnya menangis disinikan hanya aku. Karena akulah yang merasakan sakit. Sakit dihati tentunya.

Aku tidak mampu berkata apa-apa ,yang bisa kulakukan hanya menangis dipelukan Luhan oppa.  Pelukan yang terasa hangat walaupun diiringi dengan isak tangis antara kami berdua.

“Hatiku sakit melihatmu mengurung diri dan menangisi namja itu” Ucap Luhan lalu melepaskan pelukannya dan memegang pundakku.

“saranghae yume-ah.. jeongmal saranghae..”

Aku hanya terdiam mendengar perkataan Luhan. Terkejut dengan pernyataannya? Jelas.. tapi untuk yeoja yang sedang dilanda kesedihan yang teramat berat sepertiku sekarang  ini  tidaklah saat yang tepat untuk menanggapi omongan Luhan barusan.

Kurasakan sepasang tangan memegang tanganku yang sedari kutempelkan diwajahku ,lalu menjauhkan tanganku dan membiarkan wajah jelekku ini terlihat.

“Yume-ah..” Kata luhan sambil mengusap lebut pipiku mencoba menhapus air mata yang sudah banyak membasahi pipiku.

Luhan oppa begitu perhatian padaku. Kenapa bukan Luhan saja yang kucintai ,kenapa harus Sehun? Aku juga tidak tahu. Hati ini tidak bisa berpaling dari Oh Sehun.

Tuhan.. biasakah kau membuat takdir yang indah untukku?

 

***

 

Luhan’s POV

 

Kubuka mataku perlahan-lahan, mencoba mengingat dimana aku dan apa yang baru saja terjadi. Setelah mengingatnya kulihat sebuah benda di pergelangan tanganku,

“Jam 8 malam”

Berarti sudah 5 jam aku berda di apartment yume dan tertidur diranjang milik yume ini.  Jangan berprasangka buruk. Aku dan yume tidak melakukan apapun. Aku hanya menemaninya tidur dan menghiburnya.

Kutatap dalam wajah seorang yeoja yang sedang tertidur pulas. Kubelai lembut rambut indahnya. Wajahnya sangat cantik sekali walaupun sedang tertidur dengan mata sembab. Aigoo.. pasti selama seminggu ini dia terus-terusan menangis.

Wajahnya terlihat pucat ,kondisi tubuhnya pun semakin kurus. Apa seminggu ini dia tidak makan?

Kembali kukeluarkan airmata ,lalu dengan cepat kuhapus agar tidak jatuh mengenai wajah indah yeoja yg tertidur dipangkuanku. Ingin sekali aku mencium bibir mungil ini ,tetapi posisiku tidak mengizinkannya.

Sejak tadi dia akhirnya membukakan pintu apartment-nya dan membiarkanku masuk ,yang dilakukannya hanya menangis dan menangis tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Dan itu membuatku tersiksa. Aku sangat benci jika melihatnya menangis. Entah kenapa setiap melihatnya menangis dadaku seperti  ditusuk seribu pisau ,sakit sekali rasanya.

Lebih baik melihatnya tertawa bahagia dengan namja lain daripada melihatnya menangis karena namja lain maupun diriku sendiri.

“Sehun.. Sehun.. hiks hiks” Isak yume didalam tidurnya. Kupeluk tubuhnya lalu dengan hati-hati kupindahkan posisi tidurnya.

Sekarang dia tertidur di sampingku. Bukannya aku tak mau atau merasa pegal jika yume tertidur dipangkuanku tetapi agar aku bisa dengan mudah menatap wajahnya dan… menciumnya mungkin.

“Sehun.. hiks.. “

Lagi-lagi yume menangis memanggil nama namja itu. Dia pasti menangis jika menyebut nama’Sehun’.

“Kumohon Yume..lupakan Sehun. dia hanya akan membuatmu semakin menderita”

Kuberanikan untuk mendekati wajahku dengan wajahnya dan akhirnya bibirku berhasil menyentuh bibir mungilnya.

4 detik sudah bibir kami bertemu. Mungkin hanya jika yume tertidur aku berani menciumnya. Maaf Yume.. Aku lancang menciummu tanpa kau ketahui.

“kuharap kau secepatnya melupakan dia…”

Aku menghela nafas. Kubelai pelan helaiannya rambut indahnya.

“Aku.. akan selalu menjagamu ,tidak akan kubiarkan siapapun menyakitimu dan…”

 

“Saranghae…”

 

Sehun’s POV

 

“Ne.. jaga kesehatanmu.. chagi.”

“Nado..  Annyeong”

KLIK.

Hari ini resmi sudah sebelas hari taerin menjadi yeojachinguku. Aku bahagia sekali tentunya ,tetapi ada perasaan yang menjanggal dihatiku. Mengapa rasanya seperti aku merasa sakit karena telah meninggalkan seseorang yang kucintai.

Bukankah orang yang kucintai adalah Hwang Tae Rin? Seharusnya hati ini senang bukan malah seperti tercabik-cabik karena sekarang aku sudah memilikinya. Yeoja yang kusayang.

Kutatap layar ponselku. Sejak kemarin entah mengapa aku memasang fotonya pada wallpaper diponselku. Yeoja yang sudah 4 tahun menjadi sahabtaku.

Yume.

Kemana dia akhir-akhir ini ,aneh sekali. Mengapa disaat aku ingin bercerita padanya tentang hubunganku dengan Taerin dia malah menghilang ? ponselnya pun sekarang tidak bisa kuhubungi. Ini membuatku khawatir.

Yume. Kau sedang apa? Aku.. merindukanmu.

“Maaf karena aku sudah jarang mengantar-jemputmu kerja dan mengunjungimu. Bahkan akan seterusnya seperti itu. “

Mungkin perasaan yg menjanggal dihatiku  ialah kehilangan yume. Kehilangan yume? Apa mungkin? Tentu saja tidak ,dia itu kan sahabatku mana mungkin dia akan meninggalkanku. Tetapi…. Mengapa akhir-akhir ini dipikiranku cuma ada Yume ,Yume dan Yume.

Saat bersama Taerin pun aku selalu memikirkannya dan seringkali aku salah menyebut nama yeojachinguku menjadi ‘YUME’ dan jelas itu membuatku tidak enak pada Taerin. Taerin juga sudah tau tentang persahabatanku dengan Yume. Walaupun dia bersikap biasa saja tapi tetap saja aku tidak enak. Karena bagaimanapun juga Taerin adalah yeojaku dan tidak sepantasnya aku begitu dan terus memikirkan Yume.

Lagipula… Dia hanya……. Sahabatku. Aiishh mengapa rasanya berat sekali mengakatan dia hanya sahabatku. Kenapa denganku? Aku seperti merasakan bahwa diri ini bukanlah diriku yang sebenarnya.

Aku jadi teringat kejadian sebelas hari yang lalu tepat dimana aku menyatakan perasaanku pada Taerin malam itu.

*flashback*

Aku berjalan mengahampiri sahabat-sahabatku yang sedang berkumpul disudut meja sana dan tak lupa juga kugandeng tangan seorang yeoja yang baru resmi menjadi yeojaku. Aku berencana akan mengenalkan yeoja disampingku  saat ini juga pada exo.

“Hai semua…” Sapaku semangat pada semua anggota exo. Kulihat Taerin tersenyum ramah pada mereka.

“Wehehe ada pasangan baru ,chukkae untuk kalian berdua” Seru chanyeol. Diantara semuanya hanya chanyeol yang terlihat paling ramah atas kehadiranku dan Taerin. Ani. Semuanya ramah tapi kelihatan seperti dipaksakan.

“Chukkae!”

“Chukkae!”

“Chukkae!”

“Chukkae!”

Hanya itu yang mereka katakan.  Ada apa mereka? Apa mereka tidak ingin merayakan hari jadiku dengan Taerin?

Apa yang salah dari hubunganku dengan Taerin? Kenapa mereka seakan membencinya? Ah sudahlah jangan berpikiran negative Oh Sehun , mungkin saja mereka hanya butuh beradaptasi dengan orang baru disini. Ya, mungkin mereka masih sedikit canggung jika ada orang baru diantara mereka.

Sepertinya ada yang kurang ,tunggu! Aku tidak melihat Yume dan Luhan hyung. Kemana mereka? Mana mungkin belum datang. Atau memang mereka tidak datang?

“Chanyeol-ah.. Yume dan Luhan hyung dimana?” Tanyaku pada chanyeol saat aku mempersilakan Taerin duduk.

“Oh, kau masih memperdulikan yume? Kukira kau hanya bisa menyakitinya saja ,tch!” Pekik Jira dengan nada sinis.

“Maksudmu?”

“Mereka sudah pulang” Ucap Youngmi datar. Ada apa dengan mereka? Aku sungguh tidak mengerti. Mengapa mereka seperti memojokkanku. Dan lagi maksut ucapan jira tadi itu apa, memangnya apa yang kulakukan sehingga membuat yume tersakiti?

“Sehun.. sehun.. sudahlah lebih baik kau antar yeojamu pulang sekarang” Bisik Chanyeol sambil menepuk-nepuk pelan punggunggku.

“Kau mengusir kami?”

“Ani. Aku hanya tidak mau yeojamu merasa tidak nyaman bersama kami malam ini. Mungkin setelah keadaannya kembali normal baru kau perkenalkan dia secara resmi kepada kami semua. Cepatlah sebelum yeojamu menjadi risih dengan keadaan ini.” bisik Chanyeol lagi.

Keadaan kembali normal? Ah! Aku semakin tidak mengerti saja. Mereka semua aneh.

Kulihat Taerin memang merasa tidak nyaman disini. Mungkin Chanyeol benar aku harus membawanya pulang sekarang kasihan dia jika terus berada disini.

 

*flashback end*

 

“Yeoboseyo” Sapa suara seseorang ditelfon.

“Chanyeol, kau dimana sekarang?”

“Ditempat biasa ,kemarilah.”

“Uumm.. apa…” Ucapku ragu-ragu.

“Tenang saja, hanya ada aku dan Baekhyun”

“Oke. Aku berangkat. Annyeong.”

KLIK. Kututup telfonnya dan dengan cekatan tanganku mengambil kunci motor dan memakai jaket kulit hitamku dan segera pergi ketempat Chanyeol berada. Di EXO PLANET.

 

***

 

 

Yume’s POV

 

“Kau sudah bangun ternyata” Ucap Luhan.

Aku tidak menjawab ,sepertinya nyawaku belum terkumpul semua. Kuharap nyawaku tidak usah terkumpul. Lebih baik begitu ,mungkin dengan itu aku tidak menangis dan memikirkannya lagi.

“Bisa kau ke meja makan sekarang? Aku sudah membuatkan bubur spesial untukmu ,kemarilah.” Seru Luhan yang sedang berada didapur sepertinya.

Kemeja makan ? untuk apa? Makan? Aku tidak berselera saat ini. lebih baik aku kembali tidur, siapa tahu itu tidurku untuk selama-lamanya. Kupejamkan kembali mataku dan menarik selimut diranjangku.

“Yume-ah…?”

“…………………………”

“Jangan tidur lagi yume… setidaknya makan dulu baru kau boleh bermesraan lagi dengan ranjangmu”

“Aku tidak berselera” Kataku lemas. Akhirnya untuk pertama kali dalam seminggu terakhir aku mengeluarkan suara selain menangis.

“Wah akhirnya kau bicara juga!” Seru Luhan oppa yang berjalan kearahku sambil membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air mineral dan susu.

“Dari dulu juga aku bicara”

“Aigoo…. jangan memanyunkan bibir seperti itu kalau tidak mau kucium nanti” Canda Luhan oppa. hemmm bercanda? Terdengar seperti serius.

“Hummm… harumkan? Ayo makan”

Memang sangat enak bau makanan itu walau hanya semangkuk bubur. Luhan oppa memang sangat pintar masak dan dia juga seorang koki di restoran milik hyungnya jadi tidak salah jika makanannya enak sekali.

“Aku tidak berselera oppa” Tolakku halus.

Tapi perutku sangat amat tidak bisa diajak kompromi dia tiba-tiba mengeluarkan bunyi yang sangat kencang dan membuatku malu tentunya. Aku memegang perutku dan menahan tawaku. Cih! Sangat memalukan sekali.

“Hahahaa perutmu saja tidak bisa menolak makananku ,kusuapi saja ya aaa—“ Luhan menyuruhku membuka mulutku. Awalnya aku menolak lagi ,tapi perut ini terus saja mengeluarkan suara memalukan itu ish.

“Aa-am.. anak pintar”. Luhan oppa memperlakukanku seperti anak kecil saja ,ish.

Suap demi suap sesendok bubur yang susah payah luhan oppa membujukku untuk menghabiskan semangkuk bubur yang dibuatnya. Sesekali aku tertawa melihat mulutnya yang ikut terbuka lebar jika sedang memasukkan sesendok bubur itu dan ekspresi bahagianya saat telah berhasil memasukkan sesendok bubur itu.

“Yey! Sudah abis.. sekarang waktunya minum susu” Ucapnya sambil memberikan segelas susu itu kepadaku.

GLEK. GLEK.

“Wah…Yume hebat” Seru Luhan melihatku menghabiskan segelas susu berukuran besar dalam waktu lima detik. Sebenarnya aku sangat tidak suka susu ,akupun heran kenapa bisa dengan cepat menghabiskan susu itu.

“Yume dimana ponselmu? Ponselku mati aku ingin menelfon kris hyung untuk memberitahunya kalau aku tidak bisa masuk kerja lagi hari ini ,boleh kupinjam?”

“Ponselku sudah kubuang” Jawabku datar.

Jika melihat hpku tentu saja aku akan terus mengingat Sehun karena disana banyak sekali foto-fotonya. Yaa walaupun bukan hanya diponsel aku menyimpan fotonya. Dilaptopku banyak sekali foto dan rekaman kesehariannya ,bahkan memory  laptopku hanya berisi ‘all about Oh Sehun’. Aiishh aku jadi mengingatnya lagi… membuatku ingin menangis.

Luhan oppa sepertinya mengerti perasaanku dan alasan mengapa aku membuang hpku satu-satunya,  buktinya dia hanya mengangguk dan tidak bertanya apa-apa lagi.

“Memangnya oppa sudah berapa hari tidak bekerja?” Tanyaku karena penasaran mengapa Luhan bicara “..tidak bisa masuk kerja lagi hari ini” berarti dia sudah beberapa hari tidak masuk kerja.

“2 ,dan hari ini jadi 3 hehehe”

“Memangnya oppa kenapa sampai tidak masuk kerja sampai berhari-hari ,bukannya oppa sangat menyukai pekerjaan oppa selain kuliah?” Tanyaku lagi sambil menyisir rambut ku dengan jari-jariku.

“Tentu saja menemanimu disini” Jawab Luhan dengan senyum puppy eyes-nya.

“Ne? Menemaniku? Bukannya baru hari ini oppa menemaniku” Ujarku heran. Seingatku memang baru tadi siang luhan oppa datang kesini ,berarti belum ada sehari-kan?

“Hahaha apa seminggu itu kau tidak tidur ? sudah dua hari kau tertidur Yume.” Tawa luhan sambil mengacak-acak lembut rambutku.

“MWO!? DUA HARI!!??”

“Hahahha.” Luhan oppa hanya tertawa dan tidak sama sekali merasa terganggu dengan teriakkanku tadi yang mencapai 7 oktaf mungkin.

 

***

 

 

Sehun’s POV

 

“Chanyeol-ah.. “

“Ne?”

Aku sedang memperhatikan Chanyeol dan Baekhyun yang sedang bermain-main dengan Meonggu ,Hewan peliharaan kai. Seekor Anjing namja dengan jenis ras Terrier Airedale yang sangat lucu dengan bulu tebal disekitarnya dan berwarna kecoklatan.

Kemana pemiliknya? Tidak biasanya Kai menitipkan Meonggu.

“Apa kalian berdua tidak ada jadwal kuliah? Dimana Kai dan yang lainnya?” Aku berjalan menghampiri Meonggu dan ikut mengelus-elusnya.

“Hari ini kelas Web Based Programming  ,kau tahu aku sangat malas dengan pelajaran itu.” Jawab Baekhyun dan diikuti dengan anggukan oleh Chanyeol pertanda jawabannya sama seperti Baekhyun.

Aku hanya membulatkan mulutku.

“Hmm… “

“..mengenai Pesta tempo hari.. apa..”

Chanyeol dan Baekhyun menatapku seakan menunggu perkataanku.

Aku ingin menanyakan kabar Yume tetapi mengapa rasanya berat sekali bibir ini menanyakan hal itu.

“…Luhan hyung mana? Sudah hampir dua minggu ini aku tidak melihatnya.”

Sebenarnya bukan hanya Luhan saja yang mau kuucap tadi tapi…

“Mol—“

Belum sempat Baekhyun menjawab tiba-tiba saja seseorang berlari menghampiri kami bertiga dengan berteriak tidak jelas. Yang berteriak adalah seorang yeoja. Kira-kira siapa dia? Apa mungkin Yume? Ya, kuharap.

Tapi suaranya agak sedikit melengking dibanding Yume.

“Hei.. Kalian hosh hosh..” Dan ternyata dia bukan Yume melainkan Jaerim.

Aku ,Baekhyun juga Chanyeol menatap kearah Jaerim yang sedang mengatur nafasnya sambil menyeka keringat yang mengucur didahinya.

Apa dia baru saja mengikuti lomba marathon?

“Akhirnya Yume sudah mau membukakan pintu apartmentnya,..”

Chanyeol dan Baekhyun seperti member isyarat agar Jaerim tidak bicara tetapi terlambat Jaerim terus saja berbicara tanpa menyadari tatapan tajam Baekhyun dan Chanyeol. Aku penasaran apa yang akan dikatakan Jaerim. Dia menyebut nama Yume ,itu membuat jantungku tiba-tiba berdegup kencang.

“Sudah tiga hari Luhan oppa disana ,sebaiknya sekarang kita segera kesana melihat keadaan Yume Hosh..Hosh.. ayo cepat Chanyeol-ah ,Baekhyun-ah ,Seh—Sehun?” Kaget Jaerim sambil menunjukku. Sepertinya dia baru menyadari keberadaanku disini.

“Ada apa dengan Yume? Memangnya Yume kenapa? Marhaebwa Jaerim-ah !! Marhaebwa !! ” Aku bertanya dengan mengguncang-guncangkan tubuh Jaerim yang sedang menepuk dahinya.

“Babo.” Pekik Baekhyun yang ditujukan pada jaerim. Chanyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mereka semua aneh? Sebenarnya ada apa ini? Kenapa Jaerim bilang Yume sudah mau membuka pintu  apartmentnya dan harus segera melihat keadaanya? Apa yang terjadi dengan Yume? Dan mengapa Luhan hyung… Arrgghh Kenapa aku tidak tahu dan diberitahu?

Tanpa memperdulikan mereka aku langsung berlari mengambil motor sportku dan dengan sekali putaran kutancapkan gas motorku lalu pergi tanpa jaket kulit dan helm fullface-ku.

“Princess.. Yue…ada apa denganmu?”

 

 

***

 

Yume’s POV

 

Senang rasanya mengingat masih ada orang disekitarku yang perduli terhadapku dan selalu mendukungku apapun kondisinya. Disaat aku sedang sedih seperti sekarang ini ,mereka selalu menghiburku dan membuatku tertawa.

“Hahaha itu sangat lucu kai-ah..” Youngmi memegang perutnya dan tertawa sangat puas.

“Aku juga bisa meniru suara Meonggu sedang menangis.. GUKHIKS GUKHIKS..”

“Hahaha”

“Ya! aku juga bisa seperti kai , NGIIKKSNGIKSS…”

“Hyung meniru suara hewan apa? Tadi itu seperti suara Meonggu sedang buang kotorannya hahaha”

“Ish.. itu suara kura-kura tau. “ Luhan memanyunkan bibirnya.

“Mwo? Kura-kura macam apa yang mengeluarkan suara seperti itu?” Tanya jira yang sedang memberiku sepotong apel yang telah dikupasnya tadi. Aku hanya tertawa melihat lelucon para sahabatku ini.

“Itu kura-kura yang sedang terjepit pintu ,ish.. kalian ini masa tidak tahu.”

Ruangan ini dipenuhi dengan suara teriakan dan tertawa mereka. Akupun juga ikut tertawa walaupun hati ini masih terus ingin menangis tetapi mereka selalu berhasil membuatku terhibur.

Jika saja ada Baekhyun dan Chanyeol disini ,lelucon yang biasa saja seperti tadi akan terasa lebih lucu dan seru. Senangnya bisa tertawa seperti ini lagi. Aku beruntung bisa menjadi sahabat mereka semua.

Ternyata garis hidupku tidak begitu menyedihkan mengingat aku masih memiliki sahabat yang perhatian seperti mereka. Luhan ,Jira ,Youngmi ,Kai ,Eunsoo ,Baekhyun ,Jaerim ,dan Chanyeol. Aku sangat meyayangi kalian semua.

Kukira tadi mereka datang dengan seseorang yang menjadi penyebabku menangis. Sekarang ini aku belum sanggup bertemu dengannya. Entah apa yang akan terjadi jika Sehun membawa Taerin kehadapanku dan mengenalinya sebagai yeojachingunya. Membayangkannya saja sudah ingin membuatku menangis sekencang-kencangnya.

“Jaerim juga Baekhyun dan Chanyeol mana?”

Aku bertanya pada Youngmi dengan masih mengunyah gigitan apel yang diberikan Jira tadi.

“Sepertinya sedang menuju kemari ,tadi aku sudah menyuruh Jaerim memberitahu mereka.” Jawab Youngmi.

Kembali kulihat Kai yang sedang menyetel sebuah lagu bergenre hip hop lalu bersama luhan juga jira, mereka dengan kompaknya menari. Walaupun tariannya tidak beraturan atau tidak sama satu sama lain tetapi sangat bagus karena mereka memang mempunyai bakat menari sama seperti Sehun.

Eunsoo yang sedang merekam mereka bertiga dengan handycam terlihat sangat serius dan menikmatinya. Kalau saja aku sedang bersemangat sekarang ,aku sudah menggerakkan tubuhku dengan semangat. Sangat disayangkan aku hanya mampu duduk diranjangku saat ini.

TEEETTT

“Itu mungkin mereka ,cepat sekali datangnya.”

Youngmi berjalan menuju dan hendak membukanya. Aku masih terus memperhatikan sahabatku yang sedang asik meliuk-liukkan tubuhnya.

“Ya. ottokhae? Aku lupa menyalakan tombol on untuk merekamnya tadi!!” Pekik Eunsoo.

“MWO! Kau ini bagaimana? Kami sudah sangat keren tadi.” Ujar Luhan.

“Mianhae… bisa kalian ulang lagi?”

“Aigoo.. Kau seperti namja-mu saja selalu lupa memencet tombol on saat merekam kami.” Ucap jira sambil menguncir rambut panjangnya. Kai tidak memperdulikan mereka dia teralu focus pada tariannya.

“Jangan menghina Baekhyunku. Ayo menari lagi ,kupastikan sudah memencet tombol on.”

Mereka kembali melanjutkan tarian indahnya. Melihat mereka yang penuh dengan keringat membuatku gerah dan ingin segera membasuh tubuhku.

“Ya! sudah kubilang dia tidak ingin bertemu denganmu! Kumohon mengertilah”

“Wae? Aku ingin mendengar langsung darinya! Minggir! Biarkan aku masuk!”

“Tapi ,Luka—AW!”

Aku dan lainnya saling memandang heran. Suara dua orang yang sedang beradu mulut itu sangat terdengar bahkan mengalahkan suara lagu yang diputar kai tadi.

“Yume..”

“Yume..!”

Suara itu. Seperti suara.. Suara yang sangat kurindukan.

“Sehun sudah kubilang dia tidak ingin bertemu denganmu saat ini!”

“Yume..”

DEG

 

Aku terkejut melihat siapa yang sedang berdiri mematung jauh didepanku. Tatapan itu. Tatapan yang kurindukan sekali. Dia datang ,tapi untuk apa?

Suasana disinipun tiba-tiba menjadi canggung diantara kami semua. Mereka dan  begitupun denganku hanya memasang wajah terkejut dan mematung. Hanya ada suara lagu yang berasal dari ponsel milik kai. Mereka yang tadinya sedang sibuk menari kini terhenti. Eunsoo juga berdiam diri dengan handycam ditangannya. Youngmi datang dengan wajah bersalah yang ditunjukkan padaku. Dan dia yang baru saja datang menatapku penuh arti.

Wajah itu. Ada apa dengannya? Mengapa dia muncul dengan wajah penuh darah seperti itu? Apa yang terjadi dengannya? Apa dia berkelahi?

“S-sehun?”

 

 

 

 

 

T B C

 

Aduh duh duh… chapter tiganya dinyatakan gagal gal gal. mianhae raders… aku bikinnya soalnya buru-buru trus enggak diperiksa lagi jadi mungkin sedikit berantakan. Soalnya kepepet pulsa modem mau abis jadi takut gabisa secepatnya ngirim ftp3 ini. Mohon kritik dan sarannya untuk chapter ini dan makasih yang udah mau baca ff ini hehehe..

29 pemikiran pada “Fall to Pieces (Chapter 3)

  1. ini mana chapter 4 nya aaa!!
    penasaran ama lanjutannya itunkenapa sehunnya berdarah?
    jangan lama lama thorr ga sabar

  2. haaaaahhhh sehun kmu tu mau nya apa sich , udah punya yeoja kok masih pengen si yume …
    kau terlalu serakah sehun , udahlah sehun biarkan yume menjadi milik luhan oppa …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s