Power Users (Chapter 9)

Power Users

(Part 9)

Author:

@ridhoach

Main Cast:

–          Kim Jong Dae (EXO-M)

–          Nam Shin Ra (OC)

–          Do Kyung Soo (EXO-K)

Support Cast:

–          All members of EXO.

–          Kim Jae Hyun (OC).

Previous Chapter:

            ChanYeol pun menghentakkan tangannya ke bawah, ke arah kepala Lay. Semakin dekat, semakin mencapai kepala Lay. Saat tangan ChanYeol sudah hampir berhasil mencapai kepala Lay, sebuah bongkahan es melayang dan menghantam tubuh ChanYeol ke arah kiri.

“Siapa kau?!! Dasar bajingan!!”, ujar ChanYeol saat ia bisa berdiri dari hantaman itu.

“Ini aku, XiuMin, namja yang akan membunuhmu Sevlit!”, ujar XiuMin yang muncul tak jauh dari tempat Lay terbaring dengan sebuah serangai yang dingin.

—–

Author’s POV

“Jadi kau namja yang telah mengalahkan kedua maknae kami, Kai dan SeHun, itu?”, tanya ChanYeol.

“Ne, kau benar. Dan sekarang adalah saatnya untuk kekalahanmu”, ujar XiuMin datar.

“Kekalahanku? Kau pikir bisa mengalahkanku dengan esmu itu? Jangan bercanda, aku akan mencairkannya dengan apiku ini”, ujar ChanYeol.

“Benarkah itu?”, ujar XiuMin dingin.

XiuMin berjalan menghampiri Lay yang masih terbaring dengan lemah. Dia bopong tubuh itu dan membantunya untuk berdiri. Lay yang sudah berhasil mendapatkan kesadarannya sepenuhnya pun memejamkan matanya, berusaha untuk mengerahkan kekuatannya. Seluruh lebam dan luka bakar yang menutupi sebagian besar pemukaan kulit Lay pun menghilang dengan sendirinya. Lay membuka matanya, kondisinya sudah kembali normal walaupun dia sudah tampak terlalu letih karena terlalu banyak menggunakan kekuatannya itu, dia tetap mencoba berdiri dengan normal di samping XiuMin.

“Tenang saja Lay-ah. Aku disini akan membantumu. Kita akan mengalahkan orang itu bersama – sama”, ujar XiuMin berusaha menyemangati Lay.

“Ne, hyung. Mianhe karena aku merepotkanmu. Mari kita buktikan seberapa kuatnya kekuatan ras Mystical-M”, ujar Lay.

ChanYeol berlari menghampiri XiuMin dan Lay. Dia meregangkan kedua tangannya ke sisi tubuhnya. Bola – bola api yang berputar di sekitar tubuhnya itu pun berkumpul menjadi 2 gerombolan bola api yang masing masing berputar di sekitar tangan ChanYeol. Dia menghadapkan kedua tangannya ke depan, ke arah Lay dan XiuMin berada. Bola – bola api itu ia hentakkan dengan kekuatan penuh yang ia lontarkan dari dalam tangannya. Bola – bola api itu pun tertembak dengan begitu cepat dan kuat ke arah Lay dan XiuMin. XiuMin dan Lay yang menyadari hal itu pun langsung berlari ke arah yang berbeda. Mereka berpencar. Tangan kanan XiuMin mengeras, ditutupi oleh es yang cukup tebal. Sedangkan Lay memegang potongan besi yang ia pungut di tengah langkahnya.

Melihat XiuMin dan Lay yang berpencar, ChanYeol pun meregangkan tangannya dari depan dadanya menuju ke sisi kanan dan kiri tubuhnya. Bola – bola api yang sudah tertembak itu pun bergerak mengikuti perubahan posisi tangan ChanYeol. Bola – bola api itu mengikuti gerakan langkah Lay dan XiuMin. Lay memukul dengan keras bola – bola api yang berada didekatnya dengan sekuat tenaga. Bola api itu terhambur ke segala arah akibat pukulan keras dari Lay. Sedangkan XiuMin hanya memegang bola – bola api itu dengan tangan kanannya yang dilapisi es. Seketika bola – bola api itu terjatuh ke tanah. Apinya mengilang dan digantikan menjadi beberapa buah bola es. XiuMin membekukan api itu.

“Mwo?! Bagaimana kau bisa membekukan apiku? Sebenarnya kamu itu apa?”, tanya ChanYeol sedikit terkejut kepada XiuMin.

“Ini karena perbedaan level Elemegan kita”, jawab XiuMin.

“Elemegan? Maksudmu, aku memiliki satu special power selain Elemegan ini? Jangan bercanda”, elak ChanYeol.

“Bercanda? Kau pikir aku tidak mengamati kalian selama ini, huh? Kau pikir aku tidak tau kalau kau adalah Sevlit? Jangan naif bedebah”, ujar XiuMin dingin.

“Kau!!”, ujarku ChanYeol dengan geram.

Dia mengarahkan kedua tangannya ke arah XiuMin. Dari kedua permukaan tangannya yang terselimuti oleh api itu muncul sebuah bola api yang sangat besar. Dia memejamkan matanya dan menghentakkan bola api besar itu. Bola api besar itu terlontar ke arah tempat XiuMin berada.

“Terima itu bedebah!!!”, ujar ChanYeol bernafsu.

“Terima ini? Jangan remehkan aku Sevlit. Serangan seperti ini tidak akan mengalahkanku”, ujar XiuMin santai.

XiuMin menghentikkan langkahnya lalu mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah dari tangan kirinya ke udara bebas. Bersamaan dengan itu muncul tembok es yang sangat tebal berdiri dengan kokoh mengelilingi XiuMin dari segala sisi. Atas, bawah, kanan kiri, depan dan belakang. Semuanya tertutupi oleh tembok es itu.

Bola api itu menghantam XiuMin yang tertutup oleh tembok es. Panasnya api bergesekan dengan dinginnya tembok es milik XiuMin. Api yang semula berkobar dengan hebatnya itu pun lama kelamaan mengecil dan menjadi semakin dingin. Begitu pula dengan tembok es yang semula kokoh dan tebal itu lama kelamaan menipis dan mencair sedikit demi sedikit. Setelah beradu selama beberapa detik, bola api milik ChanYeol pun hilang. Begitu juga dengan lapisan tembok es XiuMin yang berada di sisi depan dan sebagian yang berada pada sisi atas XiuMin.

“Selain bodoh, ternyata kau juga lengah Sevlit. Bisa – bisanya kau termakan provokasi murahan seperti itu”, ujar XiuMin santai.

“Lengah? Ap.. astaga!!”, ujar ChanYeol seraya berpaling ke belakang.

Terlambat, di belakang ChanYeol sudah berdiri Lay dengan gagahnya. Lay berdiri sambil mengambil ancang – ancangnya, ia hendak memukul ChanYeol dengan potongan besi yang ia pegang dengan erat di tangan kanannya.

“Annyeong manusia api”, ujar Lay sambil tersenyum dingin.

Bughh!!! Sebuah pukulan yang cukup keras menghantam pipi kiri ChanYeol.

*****

Seekor naga tampak terbang membelah langit sore itu. Dari mulutnya keluar beberapa bola api yang yang ditembakkan ke arah seorang namja yang tengah berlari diatas air itu dan kepada beberapa makhluk hitam yang tak memiliki wajah, Diroid, yang sedang berada di bawah radius terbang naga itu. Di sebelah naga itu, seorang namja yang dari tangannya keluar api itu tampak juga sedang terbang mengiringi tubuh naga itu. Namja itu pun juga tidak angkat tangan begitu saja, dia juga turut melancarkan beberapa gelombang api dari atas kepada namja yang tengah berlari dibawahnya.

Namja yang tengah berlari di atas air, SuHo, menghentakkan kedua tangannya ke udara. Bersamaan dengan itu, air yang berada di bawah telapak kakinya pun bergejolak dan berputar, membawa tubuh SuHo menuju ke udara, ke tempat dimana naga dan namja api, Kris, yang sedang terbang. SuHo terlempar melewati Kris, dia mnghentakkan tangannya ke atas kembali. Serentak, muncul empat buah pilar air yang berasal dari permukaan air yang ada dibawah. 3 buah pilar air itu berhasil mengenai tubuh besar naga yang sedang terbang itu. Sedangkan yang satunya tidak berhasil menjatuhkan Kris. Kris menghindar dan terbang mendekati SuHo yang tengah berdiri di atas sebuah pusaran air itu.

Kris menghempaskan sebuah aliran api dari tangan kirinya ke arah SuHo. Aliran api itu berhembus ke arah kepala SuHo. Namun SuHo dengan sigap menghindarinya. Di lalu memberikan serangan balik berupa dua buah tombak air yang berasal dari pusaran air yang tengah ia pijak.

“Kau memang hebat Summer-K. Sampai sekarang belum pernah ada yang hidup setelah melihat Girgant, nagaku. Tapi kau masih hidup dan masih bisa menyeimbangiku”, ujar Kris sedikit takjub.

“Kau juga hebat Mystical-M. Belum pernah ada yang bertahan lebih dari 5 menit dalam pertarungan satu lawan satu denganku. Kau adalah yang pertama”, puji SuHo.

SuHo menarik tangannya dan meletakkannya ke depan dadanya. Di mendekapkan kedua tangannya. Dia memusatkan pikirannya. Setelah terpusat, dia menghentakkan tangan kanannya ke depan dan tangan kirinya di pinggang kirinya. Dia membentuk sebuah kuda – kuda. Bersamaan dengan terbentuknya kuda – kuda itu, pusaran air yang menjadi pijakannya pun terpecah dan membentuk puluhan ikan hiu yang terbentuk dari air. Hiu – hiu air itu bergerombol mengalir ke arah Kris dengan kecepatan tinggi.

Kris mengepalkan kedua tangannya lalu menyilangkannya ke hadapan tubuhnya. Dia menghentakkan kekuatan dari dalam tubuhnya ke tangannya yang tersilang itu. Dari tangannya yang tersilang itu lalu keluar sebuah aliran api yang berbentuk silang sama seperti formasi tangannya menyeruak dengan gradasi dari kecil menuju besar tepat ke arah hiu – hiu air yang dikirimkan oleh SuHo. Aliran api dan kumpulan hiu air itu saling beradu. Saling mendorong, memberikan tekanan kekuatan terhebat dari pemilik jurus masing – masing. SuHo memejamkan matanya sembari menggerakkan kedua tangannya ke arah samping badannya. Lalu, dia membuka matanya dan menghentakkan kedua tangannya untuk kembali berdekap di depan dadanya. Bersamaan dengan itu, muncul lagi puluhan hiu – hiu air yang berasal dari pusaran air yang menjadi pijakan. Hiu – hiu air itu bergerak maju, berkumpul dengan para hiu – hiu air yang tengah mendesak Kris.

Kris semakin terdesak. Tekanan yang diterima dari hiu – hiu air itu semakin besar dan semakin memojokkannya. Hal itu dapat dilihat dengan semakin memendeknya panjang aliran api yang keluar dari permukaan tangannya yang menyilang itu. Wajah Kris yang semula tenang pun berubah menjadi sedikit panik dan dari dahinya bercucuran peluh yang membasahi wajahnya. Tangannya terdorong ke belakang, dia sudah tampak tak kuat untuk menahan tekanan dari hiu – hiu air itu.

“Arggghhh!!!!!!”, teriak Kris seraya memisahkan kedua tangannya.

Kumpulan hiu – hiu air itu pun bergerak maju dengan cepat dan menghantam tubuh Kris dengan kuat. Tubuh Kris terdorong bersama kumpulah hiu – hiu air ke bawah, ke arah naganya yang sedang tergeletak dan terkekang oleh air milik SuHo.

Bugh!!

Tubuh Kris menghantam tubuh Girgant, naganya, dengan keras. SuHo menghentakkan kakinya sekali, lalu air yang berputar di bawah kakinya pun mengecil dan turun kembali ke bawah.

“Ternyata kau tidak sehebat yang aku bayangkan Sevlit”, ujar SuHo datar.

“He? Benarkah? Ja.. jangan menganggap remeh diriku Summer-K”, bela Kris dengan wajahnya yang lelah.

SuHo menggembungkan pipinya, sepertinya ia sedang menghirup udara sebanyaknya. Dadanya membusung, dia mengumpulkan tenaga sebanyak – banyaknya. Setelah cukup, dia hembuskan udara yang berada di dalam dada dan mulutnya dengan keras. Udara itu berubah menjadi sebuah semburan air yang sangat banyak dan sangat kuat. Kris yang melihat itu pun memejamkan matanya lalu membukanya dengan sekali sentakan di detik berikutnya. Bersamaan dengan itu, Girgant yang semula terbaring lemah pun bangkit dan menghembuskan nafas apinya yang sangat panas dan berkobar – kobar itu ke arah semburan air yang disemburkan oleh SuHo. Sekali lagi, air dan api kembali beradu. Memberikan tekanan terhebat dari kekuatan pemilik jurusnya masing – masing.

*****

Jrashh!!

Sebuah sabitan samurai dengan mantap dan pasti mengarah pada dada bidang seorang namja yang memiliki rambut pirang itu. Tubuhnya terkesiap dan dengan refleks mengambil beberapa langkah ke belakang. Matanya memandang tajam kepada seorang namja yang berwajah seram yang sedang ia lawan yang sedang berdiri dengan gagah di hadapannya sambil mengacungkan pedangnya di belakang tubuhnya.

“Jangan mengecawakanku aero! Tunjukkan kekuatan terhebatmu!”, ujar namja berwajah seram, Tao.

“Jangan terlalu cepat bangga M, kau akan menyesal nantinya!”, hardik namja berambut pirang, SeHun.

“Menyesal? Menyesal karena apa? Karena aku tak bisa membunuhmu dalam kondisi terhebatmu?”, ujar Tao dengan sebuah senyum dingin.

SeHun memicingkan matanya ke arah tempat Tao berdiri. Dia memusatkan pikirannya ke tubuh Tao. Suasana angin di tempat itu berubah seiring dengan semakin terfokusnya konsentrasi SeHun pada Tao. Dan, bwush!! 4 buah pusaran angin berhembus secara horizontal ke arah Tao. Pusaran angin itu menjepit Tao dari arah utara, barat, selatan dan timur. Semua arah mata angin di tutup oleh SeHun. Tao menekukkan lututnya, berusaha mendapatkan kondisi kaki yang prima. Dia menekannya dan kemudian melepaskan sebuah lompatan yang keras dan lumayan tinggi untuk menghindari keempat serangan angin dari SeHun tersebut.

Tao dengan berhasil selamat dari amukan ganas pusaran angin yang dihembuskan oleh SeHun. SeHun ikut melompat ke arah yang berlawanan dengan Tao, dia menghampiri Tao dari arah depan. Tangannya menggapai udara lalu dihempaskan dengan sekali sentakan di udara begitu ia sudah berada di dekat Tao. Sebuah pusaran angin yang cukup besar berhembus ke arah bawah dari atas udara, menuju Tao. Tao yang terlambat menyadarinya itu pun tak bisa menghindarinya. Di terhempas ke bawah dengan sangat kuat. Tubuhnya menghantam sebuah puing bangunan yang tergeletak di bawahnya.

“Aku sudah mengatakannya bukan? Kau akan menyesal kalau kau terlalu cepat bangga dengan kemampuanmu! Aku tidak selemah itu, bedebah!!”, umpat SeHun penuh emosi pada Tao.

*****

Sebuah mobil melayang dengan cepat dan lurus ke arah seorang namja yang bercahaya itu. Belum sempat mobil itu mengenai tubuh namja bercahya itu, namja bercahaya itu sudah hilang dan berpindah tempat dengan kecepatan cahaya yang ia miliki. Dan sekarang namja bercahaya itu telah berada pada jarak 6 meter di sisi kanan namja yang tadi melemparnya dengan mobil itu. Wajah namja bercahaya itu menyunggingkan sebuah serangaian yang dingin. Sedangkan wajah namja satunya hanya menunjukkan sebuah gurat kecemasan.

“Nah, apa kau sudah tidak sanggup melawanku lagi LuHan? Apa kau takut dengan ‘taktik’ milikku ini, huh?!!”, tanya namja yang bercahaya, BaekHyun.

“Takut? Dengan taktik seperti ini? Cih, jangan bercanda BaekHyun!!”, bentak namja satunya, LuHan.

“Ne? Kalau begitu apa kau akan tetap bisa mengatakan hal seperti itu setelah kau menerima teknikku yang satu ini. Dasar bedebah!!”, umpat BaekHyun.

“He, kalau begitu buktikkan saja. Aku pasti akan bisa mengalahkanmu apapun teknik yang kau lancarkan!”, ujar LuHan.

“Jangan terlalu sombong!!”, ujar BaekHyun lantang.

Seketika, BaekHyun pun menghilang kembali dengan sangat cepat. Setelah hilangnya BaekHyun, muncul beberapa berkas kilatan cahaya yang bergerak dengan sangat cepat berpindah – pindah di sekitar tempat LuHan berdiri. Berkas – berkas kilatan cahaya itu bergerak dengan cepat dan meninggalkan sebuah bola cahaya yang bentuknya sedikit kasar setiap sebelum berkas cahaya itu menghilang dan berpindah arah. Setelah beberapa menit, berkas – berkas cahaya itu berhenti berpindah tempat dan meninggalkan seorang namja yang berdiri dengan sebuah serangai dingin, BaekHyun, tak jauh dari kumpulan bola – bola cahaya yang melayang mengelilingi tempat LuHan berdiri.

“Makan teknikku itu bedebah! Dan matilah dengan segera!! Sampai jumpa di neraka!!”, ujar BaekHyun dingin dan penuh emosi.

BaekHyun memejamkan matanya lalu menjentikkan jari tengah dan ibu jari dari tangan kanannya. Bersamaan dengan itu, seluruh bola – bola cahaya yang ada di sana bergerak dengan cepat dan keras menghantam LuHan yang masih berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya. LuHan yang siaga lalu menggerakan kedua tangannya secara acak tetapi berirama di udara. Puing – puing bangunan yang berserakkan di sekitar tempat LuHan berdiri pun melayang terbang, menghalau serangan yang datang dari bola – bola cahaya itu di seluruh penjuru arah.

Sebagian besar hantaman bola – bola cahaya itu berhasil dihindari oleh LuHan. Tetapi, dua buah bola cahaya yang datang tiba – tiba dan sangat cepat datang dari arah belakang tubuhnya tak berhasil ia hindari. 2 bola cahaya itu menumbuk punggung LuHan dengan keras dan mendorongnya ke arah depan. Begitu terlempar kke depan, tubuh LuHan langsung disambut hantaman keras dari  bola cahaya yang datang dari arah depannya. Setelah itu, bertubi – tubi tubuh LuHan terhantam oleh beberapa puluh bola cahya yang terus – menerus menghantamnya dari segala penjuru arah.

Setelah beberapa menit, BaekHyun kembali menjentikkan jari tengah dan ibu jari tangan kanannya. Secara bersamaan, semua bola – bola cahaya yang awalnya bergerak dengan cepat itu tiba – tiba langsung berhenti bergerak dan diam di tempat terakhirnya bergerak, melayang di sekitar LuHan. Beberapa detik kemudian, tubuh LuHan yang telah diserang dan dihantam oleh bola – bola cahaya milik BaekHyun berkali – kali itu pun terjatuh dan bertumpu pada lututnya. Nafasnya terengah – engah dan dari permukaan kulit tubuhnya muncul beberapa lebam yang semakin lama semakin membiru. Nampaknya, dia sangat kelelahan dan kesakitan karena efek yang ia terima dari teknik milik BaekHyun.

“Bagaimana? Apa kau masih mau membual sok hebat LuHan?”, tanya BaekHyun dengan nada meremehkan.

“Hhh… hhh… ini belum seberapa BaekHyun. Aku masih… mampu membunuhmu saat… ini. Hhh. Hhh”, ujar LuHan terengah – engah.

“He? Wah… kau keras kepala juga rupanya LuHan. Baiklah, kalau kau memang bisa membunuhku, tunjukkan padaku buktinya. Jangan hanya membual LuHan!!”, ujar BaekHyun dingin.

*****

Planet EXO…

Seorang namja yang memiliki tubuh sangat tinggi dan besar itu tampak sedang melihat pada 6 buah panel kaca yang terpampang dengan lebarnya di hadapannya. Pada panel yang berada di pojok kiri atas itu menampakkan seorang namja berkulit gelap yang tengah terbaring tak berdaya dengan sebuah lubang besar pada dadanya. Pada panel sebelahnya, nampak seorang namja bermata bulat yang terlihat tengah bertarung dengan seorang namja yang tubuhnya dilapisi oleh kayu dan seorang namja yang dari tangannya memancarkan aliran petir. Pada panel pojok kanan atas, memperlihatkan sebuah gambaran pertarungan antara seorang namja yang berambut pirang yang memiliki sebuah luka sabetan baru pada dadanya dengan seorang namja yang berwajah seram dan tengah memegang pegang pada tangan kanannya.

Pada panel kaca yang terletak di pojok kiri bawah menampakkan sebuah adegan pertarungan dari seorang namja yang tubuhnya bercahaya yang tengah melawan seorang namja yang memiliki wajah imut yang tengah berlutut lemas di antara puluhan bola – bola cahaya yang melayang di sekitarnya. Sedangkan pada panel sebelahnya, tampak pertarungan antara seorang namja yang tinggi yang tengah berdiri dan di sebelahnya terdapat seekor naga yang tengah menghembuskan api pada lawan dari majikannya, seorang namja yang tengah menyemburkan aliran air dari mulutnya. Sedangkan pada panel terakhir, panel yang berada pada pojok kanan bawah, tengah tampak seorang namja yang tubuhnya terbungkus api yang tengah tergeletak kelelahan, tak jauh dari tempatnya berada, berdiri seorang namja yang memegang potongan besi dan seorang namja yang tangannya terbungkus oleh es.

“Yah… teruslah menghancurkan satu sama lain. Dengan begitu usahaku dalam menguasai planet EXO dan planet Bumi tak akan ada yang mengganggu. Bunuhlah ras Mystical-M itu, dengan begitu, tidak ada satu orang pun yang dapat menghalangi dan sanggup melawanku. Hahahahaha”, ujar sebuah suara bariton yang berasal dari namja yang tengah mengamati keenam panel itu dengan serangai dingin. Pada pundak namja yang sangat tingi itu terbentang dengan gagahnya sepasang sayap putih yang berwarna senada dengan baju dan celana yang tengah ia kenakan. Namja itu terus mengamati dengan dingin dan dengan tatapan yang penuh dengan kelicikan. Namja itu, tuan Eguno, ketua dari ras Summer-K.

*****

Di lain tempat, di Bumi…

Seorang namja yang sudah terlihat tua dan renta itu tengah berdiri mengamati keadaan yang terjadi dari balik kaca ruangan rumah sakit tempatnya dirawat. Namja itu tampak tengah benar – benar mengamati dengan penuh kecemasan dan kekhawatiran pada setiap goresan tatapan yang ia siratkan.

“Apakah perang itu telah terjadi? Apakah para anak – anak dari rasku sudah berhasil melawan dan mengalahkan para ras summer-K itu? Apakah ini saatnya aku turun tangan dalam usaha balas dendam ini? Apakah Eguno sudah berhasil menjalankan rencanan kotornya untuk menguasai planet EXO dan Bumi ini?”, bertubi – tubi pertanyaan keluar dan digumamkan oleh namja itu.

“Baiklah, ini saatnya! ShinRa-yah, mianhe. Maafkan appamu ini”, gumam namja itu pelan dan sendu.

Namja itu menutup matanya dan seketika tubuhnya mengeluarkan sebuah lapisan cahaya lembut berwarna putih yang bersinar tak terlalu terang. Dari pundaknya, perlahan muncul sepasang sayap yang semakin lama semakin membesar. Sayap itu berwarna hitam pekat. Baju yang ia kenakan pun perlahan berubah warna menjadi berwarna hitam. Begitu juga dengan celananya. Wajahnya perlahan berubah menjadi sebuah wajah baru yang memiliki rahang tegas, dagu yang lancip, hidung yang mancung serta kornea mata yang berwarna hijau itu. wajahnya sangat berkharisma dan sangat terlihat ramah.

Dalam hitungan beberapa menit, namja yang semula renta itu berubah wujud menjadi namja yang tinggi besar, berpakaian serba hitam dan memiliki sepasang sayap hitam yang membentang pada pundaknya. Tetapi, aura yang dipancarkan oleh namja itu sangat teduh, hangat dan sarat akan kedamaian. Sangat berbeda jauh dengan tampilan luarnya.

Namja itu membuka matanya dan mengembangkan sepasang sayapnya itu selebar – lebarnya pada ruangan yang tidak terlalu besar itu. Dia sedikit membungkukkan badannya lalu mengambil ancang – ancang. Dan, wusshh! Dia terbang menembus jendela kamar inapnya dan menyebabkan tempat itu menjadi sedikit terbuka dan dindingnya menjadi sedikit hancur. Dia terbang membelah langit temaram senja itu.

-TBC-

* Jeng… jeng… jeng!!! Author kembali lagi, mian kalo author agak lama updatenya. Soalnya kemaren author lagi dalam masa – masa sulit (baca: UTS). Oke, author mau promosi boleh? Follow author donk di twitter, @ridhoach. Author tunggu follownya J. Oke, RCL ya readers, jangan lupa. Gomawo J. *

39 pemikiran pada “Power Users (Chapter 9)

  1. Wahh, thor telat bca-telat baca.. DX , itu pas pertarungn xiuMin am Chanyeol jdi keingget pilem X-men deh X3 kkkkk~
    semakin keren aj thor cerita’y, tu ayah’y shinRa berarti mahkluk exo Planet juga dong ya*Sotau*..
    Lanjut ya thorr~ yg Cepet..yg cepet Update kilat”.. Cetar cetar membahan~ *0* #slap==”#

  2. Awawawawwww…. Seru dc ff’x….. Hayoo pemimpin lawan pemimpin yah…. Menang yang mana nich…? Pasti’x mystical m kan thor?? Ech jangan dc… Damai z lha thor… Ga tega banget kalo liat mereka musuhan gitu… Tpi kai kan ud mati yah?? Haduch jadi penasaran banget nich ama ff’x…. Dari pada penasaran sendiri mending q tungguin z dc lanjutan’x yah thor… Lanjuuuut… Go..go.. Mystical m!

  3. Thor tau sumur? Dalem..
    Sedalem aku membaca ff ini dan menghayati setiap kata yg author buat*bahasa lu* meski ada kata yg agak aneh..
    Seru thor yang namanya seru jelas seru bgt..
    Keren lah thor..
    Sejak kapan author bisa sekeren ini*maksud gue ff nya yg keren*..
    Ya udh deh thor..
    Lanjutin aja jgn lama-lama..

  4. berarti shinra kayanya punya kekuatan juga deh. ih thor, kenapa Kai mati sih? udh gampang lg matinya. trus D.O nanti pasti patah hati, mending sama aku thor. hahaha *modus*
    jaehyun dapet kekuatan dari mana thor?
    kereeeen ffnyaa. hehehe.
    Baekhyun keren ih. unyu2 jago perang.
    Di tunggu lanjutannyaaaa 😀

  5. woaaa..
    makin daebak ceritanya…
    pertarungan yg sengit…
    sayang kainya kalah dluan..
    next siapa..??
    wah parah tetua masing2 ras muncul nih..
    next part menanti bgt..
    pnasaran.. 😉

Tinggalkan Balasan ke Vivitryapriansyah Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s