White Rose (Chapter 1)

Tittle : “White Rose”

Author : Seo Yuri

Main Cast :

♪ Lee Hana (OC)

♪ Park Chan Yeol Exo-K

♪ Byun Baek Hyun Exo-K

Support Cast :

♪ All Member Exo

Genre : Romance

Leght : Chaptered

Rating : PG 16

Summary :

“AKU RASA AKU AKAN JADI GILA KARENA TERLALU MENCINTAIMU”

Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk admin yang sudah bersedia untuk mem-publish FF abal-abal ini..^^

Annyeonghaseyo yeorubeun.. Seo Yuri here ^-^.. ini adalah fanfic pertama author, jadi mian kalau jelek.#sembunyi di belakang Chanyeol. Setelah bertapa berminggu-minggu dan mendapat ilham, akhirnya jadilah FF abal-abal ini. Karena FF ini FF debut author jadi mian kalau ceritanya gaje, alurnya kecepatan, feelnya gak dapet, kata-katanya susah dimengerti, dan typo bertebaran dimana-mana. Oke lah, daripada author banyak bacot lagi, mari kita mulai FF abal-abal ini. Happy reading ya..#Bbuing-Bbuing bareng Chanyeol..^-^

Don’t forget to RLC..

Author POV

“Hosh..hosh…”  terdengar deru nafas seorang yeoja yang sedang berlari melewati taman kota. Sesekali Ia melirik jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tangan sebelah kirinya. Jam 6.45, dia sedikit tersenyum.

“belum terlambat”gumamnya. Ia pun memperlambat langkahnya, sambil mengatur nafasnya yang masih belum stabil. Sambil bersenandung kecil Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru taman. Matanya tertuju pada lapangan basket yang lumayan besar ditepi taman. Ia tersenyum kecil, disana adalah tempat awal pertemuan Ia dengan seorang namja yang sekarang ber-notabene namjachingu-nya, dan sekarang tempat itu pula yang menjadi alasan bagi Ia untuk datang ke taman sepagi ini.

Ia melangkah mendekati lapangan, tapi langkahnya terhenti sejenak begitu menyadari ada orang lain selain Dia di lapangan. Ia menyipitkan mata agar dapat melihat dengan jelas “seseorang” yang ada di lapangan, seorang namja.

“Oohh..itu..”ucapnya singkat sebelum Ia memutuskan untuk berlari mendekati si namja.

Matanya membulat dan kedua ujung bibirnya terangkat, dia tersenyum membuatnya terlihat begitu cantik.

“Oppa…”panggilnya sambil berlari.

Hanna POV

Aku melihat seseorang di lapangan, sepertinya aku mengenalnya. Dari postur tubuhnya, caranya mendrible basket, dan sampai caranya memasukkan bola ke ring, aku sangat mengenalnya.

“Oppa..”panggilku. Ia menoleh dan tersenyum padaku, senyumnya yang membuat hatiku bergetar.

“Oohh..Hana-ya”ucapnya sambil berjalan mendekatiku.

“Oppa..sudah lama disini? Apa aku terlambat, tapi ini bahkan belum jam 7..”ucapku sambil mem-poutkan bibirku..

Dia menatapku gemas dan mengacak rambutku dengan pelan.

“Gwenchana..Oppa suka menunggumu, lagipula kamu tidak terlambat, Oppa saja yang datang kepagian dan juga hari ini kamu sangat cantik, neomu yeppeo.”ucapnya sambil meperlihatkan senyumnya yang begitu menenangkan. Aku pun menyentuh wajahku, aku yakin sekarang pasti wajahku sudah memerah.

“Gwenchana?”tanyanya khawatir.

“Aniyo Oppa..Gwenchana”ucapku singkat. Aku menurunkan tanganku dan tersenyum singkat.

Tiba-tiba suasana menjadi canggung, Chanyeol Oppa menggaruk tengkuknya yang kuyakini tidak gatal, karena biasanya setelah menggodaku, dia pasti akan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu yang menandakan bahwa dia sedang salting alias salah tingkah. Aku tertawa kecil melihatnya yang salting begitu.

“Waeyo? Apa ada yang lucu?”ucapnya binggung.

“Ani.. haha.. jadi hari ini kita kemana?” tanyaku, karena tadi malam dia yang mengajakku kencan dan Chanyeol Oppa bilang hari ini kami akan bersenang-senang. Aku jadi penasaran dia akan mengajakku kemana hari ini.

“Hm.. bagaimana kalau kita main basket dulu? Otthae?”tanyanya.

“Andwae.. kalau main basket pasti kita berkeringat, lagipula ini masih pagi..”

Lagi pula aku juga sudah khusus berdandan berjam-jam hanya untuk hari ini.

“memangnya kenapa? Bukankah main basket itu memang bagusnya paginya?’ucapnya ngotot sambil berbalik dan mendrible bola basketnya.

“Tapi.. bukankan kita masih mau jalan-jalan.. memangnya Oppa mau pergi dengan badan yang penuh dengan keringat?”ucapku tidak mau kalah, aku paling sebal kalau dia sudah  memegang bola basket, pasti dia tidak akan menghiraukanku.

“Memangnya siapa bilang kita akan jalan-jalan?”tanyanya santai. Aku mengernyit heran.

“Tapi Oppa bilang kita akan kencan dan bersenang-senang hari ini.”ucapku.

“bukankah kita sedang berkencan sekarang, dan juga kita bisa bersenang-senang dengan main basket”ucapnya sambil tersenyum padaku. Entah mengapa aku benci senyumnya sekarang.

Jadi ini yang dia bilang bersenang-senang? Bermain basket bersama-sama. Oke.. aku memang bisa senang dengan main basket. Tapi apakah ini yang dinamakan Kencan? Ini lebih cocok  dibilang Olahraga bersama.

“Tapi…” ini tidak seperti yang kuharapkan. Aku sudah kehabisan kata-kata. Kenapa seorang Park Chanyeol bisa begitu menyebalkan.

“Jadi gimana? Main basket?”tanyanya sambil melemparkan bola basket kearahku.

Aku melihat kesal bola di hadapanku ini. Gara-gara kau, kencanku berantakkan..runtukku dalam hati.. aku melihat kedepan, Oppa sedang tersenyum.. senyumnya aku tidak suka lagi.. senyum yang begitu menyebalkan. Aku kesal.

“Aish.. Molla”ucapku kesal. Ku kerahkan segenap kekuatan untuk  melempar bola basket itu kearah Oppa, semoga kena kepalanya, doaku dalam hati.

#Brukk#

Yes, kena kepalanya.. aku melihatnya meringis kesakitan. Setelah puas, aku pun berbalik dan melangkah menjauh dari Oppa babo itu.

“Ah.. Appo” langkahku terhenti mendengar Oppa meringis, huh.. begitu saja meringis..

“Ah.. Jjinja appo..”ringisnya lagi, seketika terbesit rasa bersalah dihatiku. Tapi aku tidak peduli, siapa suruh buat aku  kesal, aku putuskan untuk melangkah lagi.

“Ah.. hidungku berdarah..”ucapnya lagi.. untuk kedua kalinya langkahku terhenti.. Mwo?? Berdarah? Sampai separah itukah? Akupun berbalik dan segera berjalan kearah Oppa yang sedang menunduk..

“Oppa, gwenchana?”tanyaku cemas sambil berlutut didepannya, aku berharap tidak akan parah. Oppa pun mengangkat kepalanya dan dia menjitak kepalaku.

“Auw..”ringisku sambil mengelus dahiku yang dijitak.

“Berani-beraninya kau melemparku.”ucapnya sambil tersenyum. Ternyata dia berbohong, aku menyesal telah percaya. Aku pun berdiri dan menatapnya kesal, berani-beraninya berbohong padaku.

“Pembohong..”ucapku dengan ekspresi sedatar mungkin, aku pun melangkah meninggalkannya, tapi ada tangan yang menahanku, tangan hangat Park Chanyeol.

“Babo..”ucapnya. aku menoleh.

“Mwo?”ucapku ketus.

“Kau kira aku akan menyia-nyiakan dandananmu itu?”ucapnya lagi.

Aku menatapnya heran, dia pun berdiri dan memegang bahuku erat.

“Walaupun jelek, tapi aku tidak akan menyia-nyiakan dandananmu yang sudah kau buat berjam-jam, aku tidak akan membuatmu kecewa.”ucapnya sambil tersenyum.

Walaupun dia menyebalkan karena bilang aku jelek, tapi begitulah Park Chanyeol, dia tidak akan membuatku kecewa. Aku tersenyum mendengarnya.

“Apa kau puas?”tanyanya padaku.

“Ne..”ucapku malu-malu sambil mencoba menyembunyikan wajahku yang pasti sudah memerah. Dia tiba-tiba menarik tanganku kasar dan mulai berlari. Aku kaget, sekarang apalagi.

“ayo cepat, sebelum kita ketinggalan bis.”ucapnya sambil mencoba mengatur nafas.

“kita mau kemana?”tanyaku.

“halte.”ucapnya singkat. Mwo? Halte? Apa aku tidak salah dengar. Aku menghentikan langkahku. Oppa pun menoleh kebelakang dan menatapku heran.

“kenapa harus ke halte? Motor Oppa dimana?”tanyaku, biasanya setiap kami kencan pasti Oppa pakai motor.

“ah.. aku tidak bawa, bukankah kita sudah sering berkencan memakai motor. Lagipula apa kamu tidak merasa bosan pakai motor terus? Aku saja sudah bosan, lagipula kalau pakai motor waktu kencan kita akan berkurang. Saat dijalan, bukankah aku harus fokus ke jalan, sementara kau hanya duduk dibelakang sambil menunggu sampai ketempat tujuan. Bukankah itu sangat tidak efektif dan tidak efisien?#kok jadi pelajaran b.indo, maaf ya readers ada kesalahan dalam pengetikkan,hhe..oke balik ketopik.# membosankan? Dan aku juga tidak mau menyia-nyiakan pemandangan indah didepanku ini, ini kejadian langkah.”ucapnya panjang lebar sambil tersenyum malu.

“Oppa..”ucapku sambil tersenyum, bahkan dia sudah merencanakan semua ini.

Dia pun tersenyum sambil mengacak rambutku pelan. Dia menarik tanganku lagi, sekarang lebih lembut. Aku tak henti-hentinya tersenyum, bahkan sampai bis sudah datang pun aku masih senyum-senyum sendiri#maaf ya readers, Hana tidak gila, hanya saja dia ingin memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan tidak kalah dengan gigi Happy Virus kita..*abaikan#. Tak henti-hentinya pula aku berdoa pada Tuhan agar hubunganku dengan Oppa akan seperti ini terus. Hm..kira-kira sekarang kami akan kemana ya? Apa Oppa akan mengajakku ke Busan?kami bisa bermain-main dipantainya dan melihat matahari terbenam bersama-sama.. Ahh.. bukankah itu romantis.. membayangkannya saja sudah membuat wajahku memerah, aku menutup wajahku dengan tangan kiriku.

Oppa tiba-tiba menggenggam tangan kananku erat, sangat erat membuatku tersadar dari lamunanku. Akupun menoleh kearah kanan, Oppa sedang melihat kearah jendela. Aku tersenyum kecil. Lihatlah..inilah Park Chanyeol, melihat kejendela seakan tidak terjadi apa-apa, padahal tangannya sedang menggenggam tanganku erat.

Aku pun menutup mataku dan menyandarkan kepalaku ke bahu Oppa, membuat jarak di antara kami semakin sempit, dan aku pun tertidur.

Chanyeol POV

Hari ini aku akan mengajaknya berkencan, ya kencan yang akan terasa spesial. Karena aku sudah merencanakannya berhari-hari. Aku sudah mensurvei tempat yang akan kami kunjungi. Aku jamin, hari ini pasti akan menjadi hari yang paling berkesan dalam hidup kami.

Ku nolehkan kepalaku kearahnya, tangan kirinya sedang memegang wajahnya. Dan tangan kanannya sedang menganggur, dengan segenap keberanian ku genggam tangannya erat. Ku lihat dia akan menoleh, dengan cepat aku menolehkan kepalaku ke jendela. Deg..deg..deg.. jantungku bergerak lebih cepat dari biasa. Sungguh saat ini aku sangat gugup, tiba-tiba kurasakan ada yang bersandar di bahuku. Akupun melihat kesebelah kiri, dia tertidur di bahuku. Akupun berusaha agar tidak membuat gerakan yang akan membuatnya terbangun.

Aku melirik kearahnya lagi, dengan sangat hati-hati. Hari ini dia sangat cantik, jjinja neomu yeppeo, aku tersenyum kecil. Karena dia bersandar, jarak diantara kami semakin dekat, kucoba bergerak sedikit agar posisinya lebih nyaman, kulihat dia sudah tertidur nyenyak.

Ku dekatkan wajahku ke wajahnya. Deg, deg, deg.. jantungku ini benar-benar sangat mengganggu, tapi jujur saja saat ini aku benar-benar gugup, akupun mengumpulkan segenap keberanian untuk mendekatkan wajahku lagi, sekarang mataku hanya tertuju pada bibirnya, aku mencoba mendekat lagi. Deg..deg..deg.. aishh..  aku pun mendaratkan bibirku ke keningnya, ku kecup keningnya selama mungkin.

“Saranghae, Hana-ya”bisikku tepat di telinganya. Kulihat dia sedikit bergerak, dengan cepat aku membetulkan posisiku agar dia tidak sampai terbangun, kulihat dia tersenyum. Sepertinya mimpi indah, baguslah. Aku pun jadi tersenyum melihatnya. Aku pun melihat kearah jendela lagi dan mulai merencanakan apa yang akan kami lakukan di Jinan. Kira-kira tempat apa yang bagus untuk kami kunjungi ya?

Author POV

Hana terlihat cemberut karena dia pikir mereka akan ke Busan, tapi ternyata malah ke Jinan.

“Ya.. Lee Hana. Apa kamu tidak mau makan? Kalau kau tidak mau makan, biar aku saja yang makan.” Ucap Chanyeol sambil bersiap mengambil makanan Hana.

“Andwae..aku lapar”ucap Hana sambil melindungi makanannya dari Chanyeol.

“kalau lapar ya makan, jangan hanya melihat makanannya saja” ucap Chanyeol sambil mengunyah makanan.

“cek..cek..cek.. lihatlah namja ini, sudah besar tapi makannya masih seperti anak kecil” ucap Hana sambil mengambil tissue dan mencoba mengelap mulut Chanyeol yang berlepotan. Tapi Chanyeol tiba-tiba memegang tangan Hana, sontak keduanya kaget. Mereka diam dalam gaya seperti itu selama beberapa saat, sampai Chanyeol melepaskan tangannya.

“Ehem.,. kenapa disini panas sekali ya..”ucap Chanyeol mengalihkan pembicaraan.

“cihh.,. panas apanya..disini udaranya sangat segar, ruangan ini juga ber-AC” ucap Hana sambil berdecak kesal.

“Ya!! Bukannya tadi kau mau mengelap ini”ucap Chanyeol sambil menunjuk bibirnya yang berlepotan.

“Shireo, bersihkan saja sendiri.”ucap Hana acuh tak acuh sambil menyerahkan tissuenya pada Chanyeol. Chanyeol hanya bisa mendengus kesal.

“sekarang kita kemana?”ucap Hana sambil memakan Ice Cream conenya.

“sekarang sudah jam berapa?” tanya Chanyeol.

“jam 2 siang, memangnya kenapa?”tanya Hana sambil terus memakan Ice Creamnya.

“It’s the show time”ucap Chanyeol sambil menarik tangan Hana dan berlari sehingga membuat ice cream cone Hana jatuh. Entah mengapa hari ini Chanyeol suka sekali menarik tangan Hana dan berlari bersamanya.

“Ya!!!Park Chanyeol.. ice cream coneku jatuh.”ucap Hana kesal.

“sudahlah, akan kubelikan nanti, sekarang ada yang lebih penting.”ucap Chanyeol tanpa sama sekali menoleh ke belakang. Hana pun menarik tangannya paksa.

“memangnya apa yang lebih penting hah? Apa kau mau mengajakku main basket lagi?”ucap Hana kesal..

“Cek..Cek..lihat yeoja ini, dia bahkan tidak memanggilku Oppa lagi..”ucap Chanyeol sambil geleng-geleng kepala.

“Ya!!! Itukan perkataanku tadi..”ucap Hana sambil mem-poutkan bibirnya.

“makanya dengarkan aku dulu, apa kau lupa sekarang musim apa?” tanya Chanyeol

“jigeum?musim semi.. waeyo?”tanya Hana bingung.

“Aish.. Jjinja, ikut aku saja..Ppalli, nanti kita terlambat” ucap Chanyeol sambil berjalan mendahului Hana dan sekarang tanpa menarik tangannya lagi.

“Mwoya? Memangnya ada apa dengan musim semi”ucap Hana bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia pun segera menyusul Chanyeol yang mulai hilang di ujung jalan.

“Wah..”ucap Hana terkagum-kagum melihat pohon Sakura yang besar.

“bagus bukan?”tanya Chanyeol.

“Ne.. Jjinja daebak, aku bahkan belum pernah lihat pohon Sakura sebesar ini.”ucap Hana sambil memperlihatkan jempolnya pada Chanyeol.

Chanyeol hanya bisa tersenyum melihat yeojachingunya yang sedang larut dalam kekagumannya terhadap pohon Sakura. Tiba-tiba Ia teringat sesuatu, Camera.

“Ah.. bagaimana kalau kita Foto.. sebagai kenang-kenangan.”celetuk Chanyeol.

“tapi aku tidak bawa Camera”ucap Hana.

“tenang saja, aku ada bawa.”ucap Chanyeol sambil mengeluarkan Camera dari balik jaketnya.

“Wah..Oppa bahkan sudah menyiapkannya”ucap Hana senang.

“Geureom..kan sudah ku bilang, kita akan senang-senang hari ini.”ucap Chanyeol sambil memamerkan deretan giginya yang rapi itu.

“Ne..”ucap Hana sambil tersenyum malu.

“Oppa”ucapnya lagi..

“Wae?” tanya Chanyeol yang sedang mempersiapkan Camera.

“Mianhae..awalnya aku tidak senang kita ke Jinan, bahkan tadi aku melemparmu dengan bola.. Jjinja mianhae Oppa.”ucap Hana sambil menunduk. Chanyeol tersenyum melihat tingkah Hana.

“Gwenchana..bukankah kita akan bersenang-senang hari ini?”ucap Chanyeol menenangkan Hana sambil mengacak pelan rambut Hana. Hana pun hanya tersenyum senang mendengar perkataan Chanyeol.

“Ne..Ayo kita bersenang-senang.”ucap Hana.

“Keundae Oppa..”

“apa lagi?”tanya Chanyeol tanpa sama sekali menoleh ke arah Hana, karena sedang sibuk mempersiapkan Camera.

“Nado Saranghae”ucap Hana pelan, namun masih bisa terdengar dengan jelas oleh Chanyeol. Chanyeol pun terdiam. Suasana menjadi canggung diantara mereka.

Chanyeol menoleh ke arah Hana, dan mengacak pelan rambut Hana untuk kesekian kalinya.

“Ayo kita bersenang-senang”ucapnya sambil tersenyum.

“Ya!!Park Chanyeol, berhenti mengikuti perkataanku”

“Hana..dul..set, bagus.. ganti gayanya.”ucap Chanyeol sambil melihat hasil fotonya.

Hana mendengus kesal, daritadi Chanyeol hanya menyuruhnya bergaya ini dan itu.

“Oppa..”panggil Hana pelan. “hm?”tanya Chanyeol masih berkutat pada Cameranya.

“apa gaya ini bagus?”tanya Hana sambil menirukan gaya Chibi.#memangnya gaya Chibi terkenal ya dikorea?Author lagi konslet#plakk.*

“bagus kok”ucap Chanyeol singkat tanpa menoleh ke Hana sama sekali.

“Huh..Oppa bahkan tidak menatapku sama sekali.”ujar Hana kesal. Chanyeol terdiam dan menoleh ke Hana yang sedang memandang kesal Chanyeol.

“tanpa melihat pun, Oppa sudah tau kau akan sangat cantik dengan gaya apapun.”ucap Chanyeol sambil mengacak pelan rambut Hana lagi. ‘BLUSH’ semburat merah muncul dipipi putih Hana, saat ini jantungnya berdetak sangat cepat, bahkan Ia takut jika Chanyeol akan mendengar detak jantungnya itu.

Hana melihat ada sepasang kekasih lain yang sedang berfoto bersama, melihat hal itu Hana menjadi cemberut dan melupakan detak jantungnya yang masih belum stabil itu. Chanyeol yang menyadari ketidaknyamanan Hana langsung berinisiatif untuk menghibur Hana.

“Jogiyo..”ucap Chanyeol menghentikan langkah seorang yeoja.

“Ne?”tanya yeoja itu bingung.

Hana POV

Chanyeol Oppa sedang berbicara dengan seorang yeoja, aku tidak tau mereka sedang berbicara apa, lebih tepatnya aku tidak mau tahu, tapiku lihat Chanyeol Oppa tersenyum pada yeoja itu, begitupula sebaliknya. ‘Aish.. Jinjja’ gerutuku dalam hati.

Oppa berjalan mendekatiku, aku mem-poutkan mulutku, untuk memberitahukannya kalau aku ini sedang kesal. Tapi Oppa malah tersenyum melihatku. ‘Aish.. Oppa ini maunya apa sih?’

“Mwo?”tanyaku seketus mungkin. Tanpa babibu dia malah menarik tanganku untuk kesekian kalinya hari ini. Mau apa lagi dia. Oppa membawaku ke tengah pohon Sakura yang besar, lalu tersenyum padaku. Aku mengernyit heran, kenapa Oppa suka sekali tersenyum tidak jelas.

“Ayo kita foto berdua, bukankah kita belum punya foto berdua, ayo kita buat kenangan indah disini.”ujarnya. benar juga, kami berpacaran sudah begitu lama, tapi kami bahkan tidak punya foto berdua. Aku tercengang mendengar penjelasan Oppa, sampai Oppa meletakkan kedua tangannya diwajahku dan menuntun wajahku untuk melihat kedepan. Ia sedikit membungkuk dan berbisik padaku, ‘aku tahu aku ini keren, tapi jangan melihatku sampai bengong seperti ini ya’ ucapnya singkat tapi jelas.

“MWO?”teriakku. dia hanya terkekeh kecil melihatku berteriak. Ingin sekali aku menjambak rambut keritingnya ini sekarang juga.

“Jogiyo..apa kita bisa mulai?”tanya seorang yeoja yang sukses mengagalkan rencanaku.

“Ah..bisa-bisa, ayo kita mulai sekarang”ujar Chanyeol sambil merapikan bajunya dan mentest suaranya “A..B..C”#apa hubungannya sama foto ya?tanyakan pada Chanyeol. Chanyeol:”maaf reader, aku hanya terlalu guggup” oke..oke.. karena kita sudah mendengar alasannya, sekarang kita balik ke TKP#abaikan.

Author POV

“bisakah kalian lebih rapat sedikit?”tanya yeoja yang akan memotret Chanyeol dan Hana.

“Ah, ne..”ucap Chanyeol dan segera mendekatkan diri pada Hana. Entah apa yang membuatnya begitu kaku saat ini, padahal dalam soal gaya dia adalah juaranya.

“aish Jinjja, apa kau tidak bisa merangkul yeojamu seperti ini?”tanya yeoja itu sambil memperagakan gayanya. Entah apa yang membuat yeoja ini terasa mirip dengan Chanyeol yang sering memarahi Hana karena gayanya yang kaku saat difoto, itulah yang ada dipikiran Hana sekarang. Chanyeol pun dengan agak ragu mulai meletakkan tangannya di bahu Hana, Hana yang merasa ada beban dibahunya pun segera melihat kearah beban tersebut, ternyata tangan Chanyeol. Hana pun menghadapkan kepalanya kearah Chanyeol dan tersenyum cerah, Chanyeol pun membalas senyuman Hana.

#Jeppretttt#

“Nah, gaya tadi bagus.. coba gaya yang lain lagi.”ujar yeoja tadi.

“Ne?” tanya Chanyeol dan Hana berbarengan sambil mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. Mereka tidak sadar kalau tadi mereka sedang difoto.

“sekarang kalian coba gaya yang biasa saja, tidak ada skin ship juga gak apa apa, asalkan lihat kedepan.”ujar yeoja itu lebih tepatnya memerintah.#nih yeoja kok jadi kayak fotografer aja ya? Hana:”iya thor, mirip Chanyeol Oppa” Author:”memangnya Chanyeol Oppa fotografer? Hana:”bukan(sambil nyengir gak jelas)” Author:#GUBRAKK#

Chanyeol dan Hana pun hanya mengikuti perintah dari si yeoja.

#Jeppretttt# foto kedua

Chanyeol merasakan matanya perih terkena Blitz dari Cameranya, Ia pun mengerjap-ngerjapkan matanya sejenak sambil menggeleng pelan kepalanya karena pandangannya mendadak menjadi buram.

“Oppa gwenchana?”tanya Hana khawatir. Chanyeol pun segera mengangkat kepalanya dan mendapati wajah Hana yang terlihat khawatir, walaupun pandangannya kabur tapi dia masih bisa melihat raut wajah Hana yang khawatir. Chanyeol pun mengerjapkan matanya untuk kesekian kalinya, kali ini pandangannya tidak buram lagi, Ia pun tersenyum dan mengacak pelan rambut Hana. “Gwenchana Hana-ya.”ucapnya tenang.

“Jinjja?”tanya Hana selidik.

“Georeum..”ujar Chanyeol sambil tersenyum dengan tangan yang masih berada dikepala Hana.

“Nan jinjja saranghae-yo Oppa.”ucap Hana sambil tersenyum malu.

“Nado saranghae Hana-ya”ucap Chanyeol sambil mengecup pelan kening Hana.#sibuk dengan dunianya sendiri. Hana:”iihh..Author iri ya..” author nangis dipojokan sambil nunjuk-nunjuk Chanyeol dan Hana. Nah loh, si yeojanya gimana ya? Author gak jadi nangis deh.#

#Jeppretttt#foto ketiga.

“Omo..Jinjja Daebak” ucap si yeoja, akhirnya muncul juga si yeoja.

Chanyeol dan Hana pun tersadar dari dunia mereka sendiri. Si yeoja pun mendekati dua insan yang masih bengong ini.

“ini cameranya, kalian ini benar-benar sangat serasi”ujar siyeoja.#author asah golok dengan mata yang berapi-api,”MWO????SERASI..ANDWAE….

“ne?”chanyeol yang masih kebingungan pun hanya menerima camera yang disodorkan oleh siyeoja.

“ne, kalian ini sangat cocok. Benar-benar seperti pengantin baru yang sedang bulan madu, kalian mesra sekali, ah..aku jadi malu”ucap si yeoja malu.#ini kenapa siyeoja ikutan malu????jangan tanyakan pada author, karena author tidak kenal dengan yeoja itu.

“Jeongmal-yo, Gamsahamnida agashi.”ucap Chanyeol dan Hana bareng. Dan si yeoja pun pergi begitu saja tanpa ada kabar yang pasti dia akan kemana, begitulah nasib cameo#sambil nepuk bahu siyeoja#

Setelah puas berfoto, mereka pun mampir kestand-stand yang dibuka oleh pelajar setempat#mian, author gak tahu nama sekolahnya#

“oppa, coba lihat ini”ucap Hana sambil menarik baju Chanyeol pelan. Hana menunjukkan pada Chanyeol sebuah switter couple yang dipajang distand. Chanyeol pun tertarik dengan switter itu.

“jogiyo, ini berapa?” tanya Chanyeol.

“ini harganya 500 ribu Won”ucap penjaga stand.

‘aish..kenapa mahal sekali?’runtuk Hana dalam hati. Hana pun menarik-narik baju Chanyeol yang bermaksud memberi kode pada Chanyeol agar pergi ke stand lainnya. Tapi kali ini Chanyeol tidak menggubrisnya sama sekali. Chanyeol malah mengeluarkan dompet.

“ini 500 ribu Wonnya”ucap Chanyeol sambil menyerahkan uangnya pada penjaga stand.

“Oppa..”ucap Hana lirih. Chanyeol hanya memandang Hana sekilas dan tersenyum.

“ah..ini barangnya, karena sekarang adalah musim semi, kami akan memberikan bonus untuk pasangan seperti kalian.”ucap penjaga stand.

“bonus?”tanya Hana bingung.

“ne.. ini ada 4 kotak, pilihlah. Tapi sebelumnya, 1 dari kotak ini adalah kotak kosong dan 1 dari ketiga kotak itu adalah barang couple yang limited edition. Jadi pastikan anda memilih dengan benar.”ucap penjaga stand sambil nge-wink sebelah matanya.

Hana pun memandang Chanyeol bingung, dan Chanyeol hanya mengisyaratkan agar Hana yang memilih. Akhirnya Hana pun memilih sebuah kotok persegi panjang yang berwarna dasar hitam dengan ditambah motif heksagonal warna putih.

“tepat. Anda memilih dengan sangat tepat.”ucap penjaga stand itu sambil membuka kotaknya. Isi didalam kotaknya adalah kalung yang berbentuk heksagonal.#biar author tebak ya, itu errr..kalung EXO, benar kan??? #

“kalung ini?”ucap Hana dan Chanyeol yang kebingungan.#author juga bingung#

“itu kalung EXO, apa kalian pernah mendengar tentang planet Exo? Planet yang damai dan penuh dengan cinta. Aku pernah mendengar legenda bahwa dulunya itu adalah tempat tinggalnya 12 anak manusia yang mempunyai kekuatan ajaib, mereka mempunyai misi untuk menyelamatkan pohon kehidupan diplanet Exo.” Ujar penjaga stand panjang lebar.#mian ya reader, author ngarang cerita tentang kalung Exo#

“Pohon kehidupan?”tanya Hana penuh selidik.

“ne..pohon kehidupan..mereka harus mengumpulkan energi cinta dari manusia dibumi untuk menyelamatkan pohon kehidupan. Dan konon ceritanya sebagian besar pecahan energi cinta yang dikumpulkan jatuh kebumi dan berubah menjadi batu dengan bentuk heksagonal seperti ini.”ucap penjaga stand sambil menunjuk kalung EXO.

“dan juga katanya, siapapun yang memakai kalung ini akan memiliki kisah cinta yang luar biasa dengan pemilik kalung yang lain. Dan kabar baiknya, kalung ini hanya ada 2 didunia.”ucap penjaga toko dengan semangat yang membara.

“jinjja?wah..daebak..” ucap Hana sambil memandang takjub kalung Exonya.

“Keundae, kalau kalung ini sehebat ini, kenapa kau memberikannya pada kami. Kenapa tidak kau pakai saja.”tanya Chanyeol, seketika Hana pun tersentak,’benar juga kata Oppa’pikirnya dalam hati.

“haizz,itulah masalahnya. Aku ini masih kecil, dan juga belum punya pacar. Jadi aku tidak bisa memakai kalung itu, daripada kalung itu menganggur, lebih baik aku berikan saja pada kalian.”ucap penjaga stand itu sambil menundukkan kepalanya.

“oohh..ternyata begitu.”ucap Hana, sedangkan Chanyeol hanya ber-oh-ria.’0’ßbegini ekspresinya.

“kalau begitu kami pergi dulu ya. Gamsahamnida..”ujar Chanyeol sambil mendorong Hana menjauh dari stand itu.

“Lay-ah, apa kau menceritakan mengenai Planet Exo ke pasangan tadi lagi?”ucap seseorang namja yang tinggi dengan rambut pirang kepada namja penjaga Stand yang dipanggil Lay itu.

“Iya Kris ge, lagipula kelihatannya mereka percaya-percaya saja. Kita dapat untung banyak lo. Switter ini kujual dengan harga 500 ribu won.”ucap Lay sambil menunjukkan uangnya pada namja yang bernama Kris itu.

“aku tahu, tapi kau jangan membohongi orang dengan cerita tidak masuk akalmu itu lagi ya.”ucap Kris sambil berjalan meninggalkan Standnya.

“Baiklah, tapi aku tidak janji. Aku inikan pengarang cerita terhebat, kalau tidak mengarang cerita lalu kerjaanku apa.”ucap Lay sambil menatap punggung Gegenya itu.

“Aish, lagipula sampai kapan dia akan menyuruhku untuk menjaga standnya ini. aku masih ada pelajaran. Dasar Kris ge.”ucap Lay sambil meratapi nasibnya.

@bis

Hana terus-terusan melihat kalung yang dipakainya sambil senyum-senyum.

“Oppa.. apa kau percaya cerita namja tadi?”tanya Hana.

“apa kau percaya?”Chanyeol malah balik bertanya pada Hana.

“tentu saja, tidakkah kau lihat, dia sangat bersemangat saat bercerita, aku rasa dia tidak berbohong.”ucap Hana.

“kalau begitu aku percaya”ucap Chanyeol sambil tersenyum lalu mengeluarkan Camera dan melihat foto yang diambil tadi. Hana pun hanya menjulurkan lidahnya pada Chanyeol lalu kembali melihat takjub kalungnya lagi.

“Hana-ya, coba kau lihat foto ini.”ucap Chanyeol sambil memperlihatkan sebuah gambar pada Hana.

“Ooohh..ini kan?”

“ne.. yeoja tadi benar-benar hebat memotret, dia memotret saat kita sedang berbicara dan juga saat Oppa mencium keningmu tadi. Kita jadi kelihatan sangat romantis ya.”ucap Chanyeol senang.

“ne..”ucap Hana singkat.

“kita jadi kelihatan seperti sepasang kekasih.”ucap Chanyeol yang sukses membuat mata Hana membulat.

“mwo??lalu biasanya kita tidak terlihat seperti sepasang kekasih? Jadi biasanya kita seperti apa?”tanya Hana bersemangat.

“sepasang suami istri yang sedang bertengkar.”ucap Chanyeol yang membuat wajah Hana menjadi merah.

“benarkan?”tanya Chanyeol sedikit mengoda Hana.

“ne..”ucap Hana malu. Chanyeol pun hanya tersenyum melihat Hana yang malu-malu. Dia pun melihat kearah jendela dan melihat sebuat pantai.

“oohh.. ada pantai.”ucapnya singkat.

“Hana-ya, ayo kita kepantai.”ucap Chanyeol sambil tersenyum.

Hana POV

“Hana-ya, ayo kita kepantai”

Dan disinilah kami sekarang, kami ada disebuah pantai yang err.. aku tidak tahu namanya. Yang jelas ini masih lumayan jauh dari Seoul, dan ini bukan pantai yang ada di Busan.

Aku lihat Oppa sedang berlari ke bibir pantai dan berteriak ‘Whoooo’, seperti anak kecil saja. Tapi aku suka Oppa yang seperti ini.. aku sangat suka. Hal itu membuatku tersenyum melihat Oppa.

“Hana-ya, ayo kesini.. Palli-wa..Palli..”teriak Oppa dari pinggir pantai sambil melambaikan tangannya padaku.

“Jangkamman..”ucapku sambil membalas lambaian tangan Oppa. Baru saja aku mau berlari mendekati Oppa, tapi sebuah suara menghentikan langkahku. Ada telepon masuk, dari Eomma. Aku pun mengangkatnya.

“Oohh, Eomma, waeyo?”tanyaku bingung, padahal aku sudah bilang akan pulang malam, tapi kenapa Eomma masih menelponku.

Chanyeol POV

Ku lihat Hana sedang berjalan mendekatiku, wajahnya terlihat murung. Tidak seperti tadi yang sangat bersemangat, aku tahu dia sangat suka pantai, Hana tidak mungkin akan murung jika ada dipantai. Pasti ada masalah.

“waeyo?”aku putuskan untuk menanyakan langsung padanya. Tapi dia hanya menggeleng pelan sambil tersenyum kecil padaku.

“Gwenchana?”tanyaku lagi. “Ne..nan Gwenchana-yo Oppa.”ucapnya singkat dan sekali lagi tersenyum kecut padaku. Ku lihat dia menghembuskan nafas panjang, apa dia baik-baik saja.. atau mungkin..

“apa kau tidak senang?”tanyaku.

“anni.. aku sangat senang sekarang.”ucapnya singkat.

Suasana menjadi canggung, Hana jadi tidak banyak bicara. Apa yang terjadi padanya? Aku punya ide. Aku pun maju selangkah kedepan dan membiarkan angin pantai menerpa wajahku.

“LEE HANA..SARANGHAE..”teriakku pada pantai. Aku pun menoleh ke sebelah kanan dan mendapati Hana yang sedang memandangku lirih.

“saranghae”ucapku lagi. Dia hanya tersenyum melihatku, tanpa berniat membalas ucapanku sama sekali. Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada Hana?

“LEE HANA, NEO JINJJA GWENCHANA??”teriakku lagi, lebih tepatnya sekarang aku berteriak untuk bertanya pada Hana. Ku lihat Hana sedang menundukkan wajahnya.

“kalau ada masalah, berteriaklah. Mungkin kau akan lebih tenang.”ujarku pelan. Dia pun mengangkat kepalanya dan memandangku seakan meminta izin untuk berteriak dan aku pun hanya mengangguk menjawabnya. Dia pun melangkah kedepan.

“YA!! PARK CHANYEOL, NAN OTTOKACHI?? AKU RASA AKU AKAN JADI GILA KARENA TERLALU MENCINTAIMU.”teriaknya. aku terdiam, lebih tepatnya mematung. Kenapa Hana tiba-tiba bilang seperti itu. Aku menatap Hana lirih, dan sebuah krystal bening pun jatuh mengenai pipi mulus Hana. Kenapa Hana menangis?

“APPA.. EOMMA.. NAN OTTOKACHI? KENAPA KALIAN LAKUKAN INI PADAKU.. WAE?Wae?wae?”ucap Hana sambil menangis dan terduduk di bibir pantai.

“Eomma, nan ottokachi, aku benar-benar mencintai Park Chanyeol. Appa, nan ottokachi?”ucap Hana lirih.

Aku hanya bisa melihat Hana miris, kenapa dengan yeoja ini. Melihatnya seperti ini membuat hatiku sakit. Aku pun berlutut dan memeluknya.

“uljima Hana-ya, Oppa disini.”ucapku mncoba untuk menghiburnya.

“Oppa, nan Ottokhae? Nan Ottokachi?”ucapnya lagi.

“uljima Hana-ya.”

“Oppa saranghae. Kau percaya padaku kan?”tanya Hana sambil menangis dalam pelukanku.

“ne. aku percaya padamu. Nado saranghae Hana-ya” ucapku, tanpa sadar aku pun menjatuhkan air mata dari pelupuk mataku ini. Aku benar-benar tidak sanggup melihat Hana seperti ini.

@Seoul

“Oppa kita mau kemana lagi?”tanya Hana singkat.

“sebentar lagi kita sampai, ayo kita pergi. Ini sudah sangat terlambat”ucapku sambil tersenyum dan Hana pun membalas senyumanku. Senang sekali bisa melihatnya tersenyum seperti sekarang.

Aku pun mengajak Hana memasuki sebuah gedung dan tempat yang aku tuju adalah atap dari gedung ini. Kalian tahu tempet tujuanku, N Seoul Tower. Apa kalian pernah mendengar mengenai gembok cinta. Ne, hari ini aku akan menggembok Lee Hana menjadi cintaku..hehehe..

Hana POV

“kita sudah sampai”ucap Oppa sambil merentangkan tangannya lebar-lebar dan memperlihatkan sekumpulan gembok yang sudah penuh terpasang dipagar atap ini.

“ini kan..”belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, Oppa sudah memotongnya.

“ne.. ini N Seoul Tower, Hana-ya, kau pasti pernah mendengar tentang gembok cinta kan? Hari ini juga, ayo kita gembok cinta kita disini.”ucap Chanyeol Oppa.

“Oppa..”ucapku lirih. Aku pun menunduk, tanpa terasa aku pun menangis, bukan karena aku senang..tapi..

“Hana-ya, neo gwenchana?”tanya Oppa.

“Oppa..”ucapku dengan suara yang bergetar.

“uri.. geu..man..haja”ucapku dengan terbata-bata.

“Hana-ya..”ucap Oppa dengan suara yang lirih, dengan berani ku angkat kepalaku dan menatap mata Oppa yang sekarang memandangku lirih. Sakit, Oppa kumohon jangan menatapku seperti itu.

“Park Chanyeol, namja yang paling menyebalkan yang pernah aku kenal, ‘namja yang sudah mencuri hatiku untuk pertama kalinya’, namja yang selalu melakukan apa pun sesuai keinginannya, ‘namja yang bisa membuat hatiku bergetar hebat’, namja yang selalu membuat aku kesal, ‘namja yang bisa membuatku tersenyum, namja yang bisa menghiburku saat aku sedih, namja yang selalu menemaniku saat aku kesepian, namja yang selalu setia mendengar semua keluh kesahku, namja yang bisa mengubah moodku dalam hitungan detik, namja yang mengajariku apa arti mencintai dan dicintai, namja yang selalu berada disampingku saat duka maupun senang, namja yang bisa menangkan hatiku kapan dan dimanapun, sampai akhirnya aku hanya bisa menemukan hal-hal baik tentangnya. Jatuh cinta pada seorang Park Chanyeol adalah hal terindah yang pernah kualami, dan sekarang ketika aku harus membiarkannya pergi apa yang harus kukatakan padanya. Namja teregois yang pernah kutemui, ne..kau memang egois, ‘kau egois karena telah mencuri hatiku’, kau orang jahat, ‘karena mambuatku tidak bisa melepaskanmu’, pokoknya aku membencimu, sangat membencimu, aku sangat membencimu, dan juga untuk hari ini, aku membenci semua yang terjadi hari ini,’karena hari ini kau telah memberiku lebih banyak kenangan indah, kamu memberiku banyak senyumam, dan akan kupastikan aku tidak akan pernah lupa hari ini, selamanya’, karena itulah, uri geumanhaja.” Ucapku panjang lebar, aku menarik nafas panjang dan menangis sejadi-jadinya.

Chanyeol Oppa berjalan mendekatiku, matanya terlihat sembab, apa dia juga menangis, dia menyeka air mataku dengan tangannya.

“Uljima Hana-ya, kau memang cantik ketika menangis, tapi bukankah sudah ku bilang aku tidak suka melihatmu menangis. Uljima..”ucapnya sambil memandangku lirih.

‘Oppa, kenapa setelah semua yang kukatakan kau masih begitu baik padaku?’

Aku pun menghempaskan tangannya kasar,’ mianhae Oppa, Jinjja mianhae’

“bukankah sudah kubilang aku membencimu, jangan pernah menyentuhku lagi, dan juga jangan pernah menampakkan diri lagi di depanku. Aku muak melihatmu.”ucapku sekasar mungkin dan berlari menuju Pintu keluar atap ini. Aku berlari sekencang-kencangnya, tangisku pecah seketika. Sial, gedung ini sangat tinggi, aku tidak mungkin menggunakan lift, aku hanya takut Oppa akan mengejarku, aku tidak sanggup untuk melihatnya lagi. Aku pun berlari menyusuri tangga darurat untuk turun ke lantai dasar, aku berlari terlalu cepat, dan pandanganku kabur karena air mata yang mengenang dimataku aku pun terjatuh dari tangga, aku berguling-guling sampai ke pojok tangganya, sakit memang, tapi sakit ini tidak sebanding dengan rasa sakit hatiku saat ini. Aku pun memegang dadaku, sakit, itu yang kurasakan. ‘Mianhae Oppa, jinjja mianhae Oppa’ ucapku lirih. Aku pun mengingat pembicaraanku dengan Eomma tadi di pantai.

#Flash Back

“Ooohh.. Eomma.. Waeyo?”tanyaku pada Eomma.

“Chagiya,neo eoddiya?”tanya Eomma, suara Eomma terdengar cemas dan inilah kebiasaan orang tuaku yang memanggilku ‘Chagiya’.

“aku dipantai.apa terjadi sesuatu?”tanyaku pada Eomma.

“ne, Chagiya, saat ini pihak bank sudah menyita rumah kita, dan juga Appa.. Appa..”Eomma menangis.

“Appa wae?Appa waeyo Eomma?”tanyaku dengan sigap, kenapa perasaanku jadi tidak enak.

“Appa sangat shock dan jatuh pingsan, penyakit jantung Appa kambuh dan sekarang Appa sedang ada dirumah sakit. Kita harus bagaimana Chagiya”ucap Eomma.

“Eomma..”ucapku lirih. Nan ottokhae..aku benar-benar bingung.

“ada 1 cara”ucap Eomma tiba-tiba.

“mwo?cara apa Eomma?”

“kau harus menerima perjodohanmu dengan rekan bisnis Appa, bukankah kita sudah pernah membicarakan hal ini. Eomma mohon padamu, sekarang kelangsungan keluarga kita ada padamu Chagiya.”ucap Eomma.

“Eomma, Chanyeol Oppa?”

“Chanyeol itu anak baik, dia pasti bisa mengerti.”ucap Eomma.

“Eomma, tapi aku tidak bisa. Aku sangat mencintainya.”ucapku sambil menangis. Aku harus bagaimana.

“Mianhae Chagiya, jinjja mianhae. Tapi Eomma mohon padamu, jebal,eoh?”Eomma memohon padaku, sekarang aku harus bagaimana.

“Eomma, Appa.. Mianhae..”ucapku singkat lalu kututup teleponnya. Mianhae Eomma, aku tahu aku egois, tapi aku tidak bisa hidup tanpa Chanyeol Oppa.

#Flash back End

‘Jadi beginikah akhirnya? Aku harus merelakan Chanyeol Oppa pergi dan menyelamatkan keluargaku dengan menikah dengan rekan kerja Appa yang sama sekali tidak kukenal.’

Aku melangkahkan kaki untuk keluar dari gedung ini, aku menatap gedung ini miris. Gedung ini adalah saksi bisu perpisahan aku dan Chanyeol Oppa. ‘Mianhae Oppa’ gumamku dalam hati. Bahkan sampai saat ini aku masih menangis, beginikah rasanya patah hati. Jika aku tahu rasanya akan seperti ini, aku akan meminta pada Tuhan agar tidak pernah membiarkanku jatuh cinta pada Chanyeol Oppa.

Aku berjalan gontai melewati jalan raya, aku tidak tahu sekarang sedang lampu hijau atau merah, aku tidak tahu, lebih tepatnya aku tidak mau tahu atau pun peduli. Aku hanya melangkahkan kakiku melewati aspal yang hitam ini, mungkin aku sudah gila, tapi kini aku seakan-akan mendengar aspal ini menertawakan kebodohanku, sedang mengejekku. Tapi aku tidak perduli, aku hanya terdiam ditengah jalan sampai aku mendengar suara Klakson.

#Tiiiittt..Tiiittttt

Dan aku pun melihat kesumber suara, aku merasakan cahaya menelusup masuk ke mataku. Aku tersenyum singkat, apakah begini akhirnya, setelah menyakiti semua orang yang kusayangi sekarang aku harus mati untuk membayar semua kesalahanku. Baiklah, aku siap, jika ini memanglah nasibku, aku siap menerimanya. Aku pun membalikkan badanku menghadap truk yang sedang melaju kearahku.

‘Chanyeol Oppa gomawo untuk semuanya dan mianhae sudah mengecewakanmu, Appa Eomma mianhae, aku tahu aku bukan anak yang baik, dan Gomawo telah dengan sabar mendidikku, aku sangat senang mempunyai orang tua seperti kalian. Jinjja gomawo-yo. Chanyeol Oppa, Saranghae.’

#tiiiittt…tiiiittttt

Suara klakson semakin mendekat, tapi sekarang aku mendengar suara lain.

“ANDWAE”

Suara itu semakin jelas, dan seketika aku merasa tubuhku terhempas ke sisi jalan dan semuanya menjadi gelap.

Someone POV

“ANDWAE” dengan cepat kudorong tubuh yeoja itu agar menjauh dari jalan raya, kulihat kepalanya hampir terkena pembatas jalan dengan cepat pula kutahan kepalanya dengan tanganku, dan akan kupastikan bahwa dia baik-baik saja, tapi aku lupa dengan diriku sendiri. Tanpa aba-aba, kepalaku mendarat mulus dan terkena pembatas jalan, kulirik ke samping, yeoja itu tertidur dengan tenang, tidak ada luka yang serius, tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit, kupegang kepalaku, basah, ternyata kepalaku berdarah. Aku pun mengerjap-ngerjapkan mataku perlahan, seketika pandanganku pun menjadi buram dan semuanya menjadi gelap. Bukan karena aku pingsan, hanya saja…

T.B.C

Hai!! Author muncul lagi.. mian ya kalau FFnya gak seru, soalnya author juga lagi stress nih, banyak tugas yang menumpuk. T.T..

Jangan lupa RLC ya.. ya.. ya..#pasang Aegyo face..^-^

Sampai jumpa di next Chapter..

Annyeong..bow bareng Chanyeol.

Iklan

16 pemikiran pada “White Rose (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s