Soulmate (Chapter 7)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

Part 7: Kim Jong In / Kai

Kim Jong In / Kai

“ Kai.”

“ Kai.”

“ Kai!”

“ Kai!!”

“ KAI!”

“ KAAAIII!!!!”

“ Berisiikkk!!!” teriakku kesal. Entah untuk keberapa kalinya aku berteriak dalam satu hari ini. Tidak tahukan kalian kalau aku sedang menjaga Hyura? Dan-err-Yong Mi? Jadi jangan menggangguku!

Setelah kejadian Lay dan Xiu Min hyung membuat Yong Mi dan Hyura terjebak dalam keadaan blood comma, mereka berdua tampak menjauh dari kami. Lay hyung tidak pernah terlihat lagi di rumah, namun aku sering menemukan Xiu Min hyung menangis di sisi Yong Mi dan Hyura. Haah, aku mengakui kalau bau darah Yong Mi ini memang sulit untuk dihindari, karena dia masih setengah manusia. Tidak mengerti? Baiklah, sekarang akan kujelaskan mengenai hubungan Yong Mi dan Hyura.

Dulu, aku yakin bahwa yeoja bernama Yong Mi ini tidak akan pernah ada. Dulu, Hyura hanya mempunyai satu jiwa, bukan dua jiwa seperti sekarang. Sifatnya dulu sangat semena-mena (?) pada orang lain. Dia seperti iblis, namun akan berubah menjadi malaikat jika bersama kami, oppa-oppanya. Sayangnya, tidak pada orang tua kami. Hyura sangat membenci mereka, entah mengapa.

Hal itu menyebabkan orang tua kami marah. Mereka menggunakan kekuatan sihir hitam yang menghubungkan mereka dengan ‘Dewa’. Mereka membuat perjanjian untuk memisahkan jiwa Hyura menjadi dua, dan meletakkan salah satunya di tubuh bayi yang baru lahir hari itu juga, namun ‘Dewa’ meminta imbalan pada mereka, yaitu nyawa mereka sendiri. Dan mereka setuju.

Dan begitulah cerita yang kuketahui tentang bagaimana jiwa Hyura dapat terbelah menjadi dua. Dan salah satu jiwanya, dipindahkan ke dalam tubuh Yong Mi, bayi ‘beruntung’ yang lahir pada hari itu.

“ Kai.”

Suara Kris hyung. Jika dia yang memanggil, maka aku yakin ada sesuatu yang sangat wajib dilakukan. Aku segera berpindah tempat-atau kata kerennya adalah berteleportasi-menuju tempatnya.

“ Hyung? Wae?” tanyaku. Kulihat Kris hyung dan Tao hyung sedang berdiskusi.

“ Ada musuh. Siaga di tempatmu.”

Jawaban Kris hyung itu membuatku tersentak. Aku segera berpindah lagi menuju kamar yeoja i-arasseo, menuju tempat Yong Mi dan Hyura. Jika ada musuh datang ke tempat kami, maka tujuan mereka tidak lain adalah Hyura. Hyura adalah anak ke-13, dimana dia yang mewarisi seluruh kekuatan kami. Setelah jiwanya dibelah dua oleh orang tua kami, aura vampirenya berpindah ke tubuh Yong Mi, sehingga Hyura tidak mempunyai aura atau bau seperti para vampire. Karena itulah, mereka adalah belahan jiwa dengan Hyura sebagai sang pemilik kekuatan, sedangkan Yong Mi sebagai sang pemilik aura.

“ Kai, bersiap di tempat.”

Suara Lu Han hyung terdengar. Dia pasti menggunakan telepatinya. Aku segera menggenggam tangan Hyura dan Yong Mi, bersiap untuk membawa mereka pergi jika keadaan semakin berbahaya.

BLARR!!

Suara ledakan yang sangat besar terdengar jelas di telingaku. Reflek aku melepaskan peganganku pada Hyura dan Yong Mi untuk menutup kedua telingaku, dan itu adalah kesalahan terbesar yang pernah kubuat.

Keduanya menghilang. Dalam waktu sepersekian detik, mereka berdua tidak ada lagi di hadapanku. Sial.

+++

Still Kim Jong In / Kai

“ Jelas bahwa mereka mempunyai kemampuan teleportasi, hyung!” ucapku meyakinkan Suho hyung. “ Sepersekian detik! Kita harus segera menemui mereka! Mereka membawa Hyura dan Yong Mi, hyung!!”

“ Bukan itu masalahnya, Kai!” balas Suho hyung. “ Ledakan itu mengalihkan perhatian kami semua. Kami melompat ke arah ledakan, sedangkan mereka menyelusup masuk ke dalam sehingga kami…”

“ Kami tidak tahu siapa yang menyerang tadi.” Potong Baekhyun hyung. Aku terkejut.

“ Mwoya? Bagaimana mungkin?!” tanyaku tidak percaya. “ Kalian pasti mengenal auranya kan, hyung? Iya, kan?!” paksaku.

“ Auranya? Itu aura 2AM.” Jawab Chanyeol hyung.

“ Kalau begitu kita harus menyerang mereka, hyung! Pasti mereka yang menyerang tadi!!” desakku.

“ Kai, kita belum tahu apa mereka-“

“ MEREKA BISA MATI, HYUNG!” teriakku kesal sekaligus panik. Tanpa ragu, aku berteleportasi menuju tempat 2AM. Lihat saja, akan kubunuh mereka jika berani menyentuh Hyura dan Yong Mi.

+++

Lee Yong Mi

Deg!

Aku segera membua mataku. Dalam sekejap, rasa sakit menghampiriku. Aku berusaha melawannya, dan sedetik kemudian, aku menyadari bahwa aku tidak berada di rumah’ku’ lagi.

“ LEPASKAN!!!”

Aku terkejut mendengar jeritan itu. Saat aku menoleh, aku melihat yeoja kembaranku sedang meronta di sebuah kursi. Tangannya diikat di pergelangan kursi itu!

“ YAK LEPASKAN DIA!!” teriakku menghentikan aktifitas namja-namja yang mengelilinginya. Mereka semua berhenti bergerak dan sekarang mereka menatapku. “ Jangan menyentuhnya seujung jari pun!!” bentakku, sampai akhirnya aku menyadari sesuatu.

Tanganku juga terikat. Gawat.

+++

Kim Jong In / Kai

Sial. Aku salah berteleportasi. Sekarang aku terjebak di dalam kamar seseorang. Untung saja tidak ada orang disini.

Aku segera melompat dan memeriksa dimana aku berada sekarang. Aura menyesakkan merambati penciumanku. Gawat, aku berada di tempat manusia!

“ KAAIII!!!”

Suara Hyura! Bagus, aku tahu posisinya dengan jelas sekarang!

Dan tanpa ragu aku segera berteleportasi ke arah suara Hyura. Disana, aku melihat beberapa orang mengerubungi… Yong Mi?

“ Oppa! Dia, dia…” ucap Hyura terbata. Orang-orang itu menoleh ke arahku dan seketika aku mengutuk diriku sendiri.

Mereka bukan vampire 2AM.

+++

Park Hyura

Andwae! Namja-namja itu beralih padanya! Dia manusia, pabo!! Dia manusiaaa!!

“ KAAIII!!!” teriakku takut, dan sedetik kemudian Kai oppa muncul di hadapanku. “ Oppa! Dia, dia…” ucapku terbata seraya berusaha menunjuk ke arah yeoja itu. Namja-namja itu menoleh dan aku merinding takut karena tatapan tajam mereka.

“ Cih, 4Minute…” gumam Kai oppa. 4Minute? Andwae, bukankah 4Minute itu… yeoja? Jadi mereka ini yeoja?! “ Mereka bisa memanipulasi diri mereka, Hyu. Karena…”

“ Apa kau terbiasa berbasa-basi dulu, Kai?” potong salah satu yeoja itu. 4 Yeoja lainnya menahan yeoja kembaranku di kursinya. Dasar yeoja licik!

“ Lepaskan dia sekarang juga.” Ucap Kai oppa datar, namun bulu romaku berdiri mendengarnya. Sorot mata Kai oppa pun berubah. Yeoja di hadapanku sekarang tersenyum sinis.

“ Akhirnya kau mengeluarkan wujud aslimu, Kai…”

+++

Lee Yong Mi

Aku merasakan aura yang sangat menyesakkan, dan aura itu berasal dari Kai. Warna matanya berubah menjadi merah.

Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang dingin di leherku. Saat aku menoleh, kulihat salah satu yeoja itu menempelkan pisau di leherku.

“ Jadilah namja penurut, Kai.” Ucap yeoja itu dingin. Aku menelan ludah. Bagaimana kalau pisau itu menembus leherku? Andwae, aku belum hidup lama…

“ Jauhkan pisau itu darinya, Jihyun.” Ucap Kai lagi.

“ Paksa aku.” Balas yeoja-yang mungkin bernama Jihyun-itu.

Semuanya terjadi begitu cepat. Kai tiba-tiba menghilang dari pandanganku dan sedetik kemudian aku merasakan pisau itu menyentuh kulit leherku sebelum akhirnya jatuh ke atas lantai karena Kai menerjang yeoja itu hingga jatuh.

“ Oppa!! Awas!!” teriak kembaranku. Aku sendiri terbelalak melihat seorang-ani, 2 orang yeoja menyerang Kai dari belakang. Tiba-tiba Kai kembali menghilang dari pandanganku dan dia muncul di belakang kembaranku.

“ Setidaknya kau harus dilepaskan terlebih dahulu, Hyura.” Ucap Kai dan dia memutuskan tali yang mengikat kembaranku itu. Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa kembaranku dan Kai pasti dapat memenangkan pertarungan ini, namun ada satu hal yang tidak terpikirkan olehku.

Akulah yang akan menghambat kemenangan mereka.

+++

Kim Jong In / Kai

Aku terbelalak disaat Hyuna melesat ke arah Yong Mi dan mengacungkan pisau lipat yang entah darimana ia dapatkan.

“ Eits, jangan bergerak Kai.” Ucap Hyuna ketika aku hendak bereteleportasi lagi. “ Bergerak sedikit saja, maka aku tidak akan segan untuk menusukkan pisau ini di lehernya!”

Baiklah, aku tidak bisa bergerak sekarang. Yang bisa kulakukan hanyalah menggenggam erat tangan Hyura di sebelahku.

“ Bagus, Kai. Sekarang, kau harus menuruti semua perkataan kami.” Ucap seseorang. Aku menoleh dan ternyata Gayoon membawa ular peliharaannya. Aku terbelalak.

“ Aku telah lama menunggu saat ini tiba.” Ucap Jiyoon seraya tertawa sinis. Aku menggenggam tangan Hyura semakin erat, sementara mataku mengawasi Hyuna agar dia tidak menyentuhkan pisau di tangannya di leher Yong Mi. Sial, posisiku terjebak saat ini!

Blar!!

Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang sangat besar, sehingga rumah ini ikut bergetar. 5 anggota 4Minute itu menjadi lengah. Kesempatan ini segera kumanfaatkan sebaik-baiknya dengan berteleportasi menuju belakang Hyuna, kemudian aku menusuk (?) titik kelemahannya, yaitu di bagian leher.

“ Argh!!”

Tangan Hyuna yang memegang pisau itu menjadi lemas sehingga dia menjatuhkan pisaunya. Aku segera menyerang 4Minute yang lain dengan menusuk titik kelemahan mereka, dan kemudian aku segera memutuskan tali yang mengikat Yong Mi.

“ Hyura! Palli kesini!” ucapku sedikit panik. Hyura berlari ke arahku dan meraih tanganku, sedangkan aku memegang tangan Yong Mi dan kami berteleportasi kembali ke rumah.

+++

Park Hyura

Tubuhku melemas. Aku hampir saja ambruk jika Lay oppa tidak menahan tubuhku.

“ Hyura! Chagi! Gwenchanayo?!” suaranya terdengar panik. Aku berusaha untuk tersenyum membalasnya.

“ Nan… gwenchana, oppa…” jawabku pelan. Samar, aku melihat Kris oppa berlari menghampiri Yong Mi yang juga sama lemasnya denganku.

“ Mi-ah! Mi-ah, ireona!! Yong Mi-ah!!”

Rasanya… sakit. Terlalu sakit di dalam dadaku ini… Beginikah rasa sakit yang menyesakkan? Aku baru mengetahuinya…

+++

Lee Yong Mi

Aku membuka mataku pelan. Ah, dimana aku berada sekarang?

“ Err-kau sudah sadar?”

Perlahan, aku menolehkan kepalaku dan melihat… Kai-atau siapa pun namanya-duduk di sisi tempat tidur dimana aku berbaring.

“ Kai? Argh, kepalaku…” ucapku yang merasa sakit saat hendak beranjak duduk. Kai menghampiriku dan kurasakan dia menahan tubuhku.

“ Lebih baik kau beristirahat. Tenagamu terlalu lemah untuk saat ini.” Ucap Kai seraya membaringkanku kembali. Aku menghela nafas, sedikit merutuki tubuhku yang lemah ini.

“ Gomawo… Em, boleh aku tahu nama aslimu?” tanyaku. Kai mengernyit.

“ Namaku Kim Jong In.” Jawab Kai-ah, maksudku Jong In.

“ Oh, ne. Gomawo, Jong In-ah.” Ucapku seraya tersenyum tulus. Dia terpana melihatku.

“ Kau… memanggilku Jong In?” tanyanya tidak percaya. Aku mengangguk.

“ Ne, aku memanggilmu Jong In. Waeyo?”

+++

Kim Jong In / Kai

Yeoja ini…

Sangat mirip dengan Hyura dulu. Sifatnya sangat mirip, dan itu adalah sifat yang sangat kurindukan dari seorang Hyura…

Perlahan kutelusuri wajahnya. Matanya, bersinar terang sama seperti mata Hyura. Pipinya berisi, sama seperti pipi Hyura. Bibirnya agak tebal berwarna merah muda, sama seperti bibir Hyura…

Semua yang ada di tubuhnya sama seperti Hyura.

“ Jong In-ah, waeyo?”

Dia menatapku dengan matanya yang bulat itu, membuat perhatianku teralihkan seluruhnya. Entah apa yang mengendalikan tubuhku, yang jelas aku hanya tahu bahwa aku menaiki tempat tidur, terus mendekat ke arah tubuhnya yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur.

“ Jong In-ah… Neo-“

Aku memotong perkataannya dengan membungkam bibirnya. Dengan apa? Tentu saja dengan bibirku. Dia… terlalu menggoda. Sepertinya aku mengerti alasan kenapa Xiumin hyung, Suho hyung, dan yang lainnya tidak dapat menahan diri jika berada di dekatnya…

“ Lepaskan…” gumamnya di sela ciuman kami. Aku menahan tengkuk lehernya dan melumat bibirnya kasar. Dia meronta, berusaha untuk melepaskan dirinya dariku, namun aku menahan kedua tangannya.

“ Jangan melawan…” ucapku seraya menatapnya tajam. Dapat kurasakan tubuhnya gemetar, tapi aku tidak peduli. Dan tanpa bisa kutahan lagi, nafsu vampireku telah menguasai tubuhku. Aku menancapkan taringku di lehernya.

+++

Lee Yong Mi

“ Aaaaaaaaa!!!!!!!!!!”

Sungguh, jika aku bisa memilih antara mati sekarang atau merasakan rasa sakit ini, aku lebih memilih untuk mati. Sakit… Terlalu sakit…

Dengan sisa tenagaku, aku berusaha mendorongnya. Taringnya terlepas dari leherku, dan seketika tubuhku melemas.

“ Ja, jangan… menyerangku lagi, Jong In…” ucapku terbata. Aku tidak dapat bergerak lagi sekarang. Rasa sakit itu benar-benar menguasaiku. Tiba-tiba kurasakan seseorang menekan sesuatu di pergelangan tanganku.

“ De, denyut jantungmu melemah!”

Jong In…

“ Astaga! Apa yang telah kulakukan?! Aku… aku hampir membunuhmu?!” bentaknya pada dirinya sendiri. Samar, aku melihat dia menancapkan taringnya di tangannya, kemudian dia menghisap darahnya dan… menciumku lagi, untuk memberikan darah itu melewati mulutku. Kurasakan darah itu melesak ke dalam tenggorokanku, membuatku… mendapatkan kekuatanku kembali.

“ Jong… Jong In-ah…” panggilku pelan ketika dia terus melakukan hal yang sama berulang kali.

“ Diamlah!” bentaknya padaku. “ Aku bersalah! Aku hampir membunuhmu! Aku benar-benar minta maaf, dan ini yang dapat kulakukan untuk membuatmu tetap bertahan!”

+++

Kim Jong In / Kai

Wajah pucatnya telah kembali normal. Aku menghela nafas lega, setidaknya aku berhasil untuk tidak membunuhnya…

“ Jong In-ah…”

Aku menoleh dan menatap wajahnya. Tidak kuduga, dia justru tersenyum lembut!

“ Gomawo…”

Deg.

Kurasakan sesuatu berdetak cepat. Hangat.

“ Kau… benar-benar berbeda…”

Aku memegang dada kiriku. Detak itu terasa semakin cepat, seakan…

Tidak.

Apa aku… jatuh cinta padanya?

TBC

41 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s