What About Me? (Chapter 1)

Tittle: What About Me?

Author: @ais_nareswari

Main cast:

Hyora (OC)

Syira (OC)

Sehun

Kai

Suho and the other

Rating: General

Length: Chapter

Genre: romance, school, friendship

Don’t be a silent reader. Kunjungi personal blog di http://nareswarinares.wordpress.com . Semua plot milik author. Jangan jadi plagiat! Dan no bash di ff  ini. Gomawo J

Support cast:

(Syira)

Begitukah?

HYORA POV

“Ppali kim hyora, ppali!”

“Hash hash, sabar syira-ya, ini jalur bus ku kenapa kamu yang repot sih. Aku duluan, annyeong syira-yaa” aku melambaikan tangan dan ia  melambaikan tangan padaku dan masuk ke mobil namjachingunya.

Syira. Sahabatku sejak 5 tahun terakhir. Kami selalu bersama, selalu berbagi, bahkan umma sangat menyayangi Syira. Aku menganggap Syira, sahabat terbaikku. Meskipun ada sesuatu penghalang di antara kami beberapa bulan terakhir.

Aku Hyora. Yeoja biasa yang tidak memiliki namjachingu. Memang banyak yang menyukaiku, tapi aku tidak mau memperdulikan itu. Lagian sekarang aku hanya mau sendiri. Karena sendiri itu lebih menyenangkan.

Seoul. Malam ini hambar. Bukan karena pemandangan kota Seoul, pemandangannya sangat indah, tapi aku terlalu lelah. Acara ini kenapa harus melibatkan aku? Kenapa urusan Syira dan pacarnya harus melibatkan aku?! Aku lelah, mentalku juga lelah kalau begini terus.

Malam ini aku duduk di paling belakang bus, aku mendengarkan musik dan mengerjap kerjapkan mata agar bisa tidur.

…….

wae ireoke nal mandeun geojyo

(Why did you make me like this)

naege dollyeojwoyo

(Give it back to me)
geudaega mollae humchyeogan nae mam

(my heart that you took without knowing)
heorakdo eobsi yego eobsi deureowa

(Why did you come inside without permission)
wae heundeureo nwa

(without warning and shake me up?)
naman aetago ullige hae

(You burn me up and make me cry)

……

Love sick-Taetiseo

Aku lelah begini terus. Aku mengerjapkan mata dan tidur.

—————————————————–dream——————————————————

“Hyora-yaa, mianhae. Jongmal mianhae. Maafkan aku, tapi jongmal saranghae hyora-ya. Jongmal!” katanya.

“….”

“Hyora-ya, liat oppa! Liat”

“Andwe” kataku pelan dan terus mengacuhkannya.

“Hyora-ya, mianhae.” Ia melepaskan lenganku, dan ia pergi.

“Sehun oppa, begitukah? Aku belum menjawabnya dan kau pergi? Begitukah?”

Akupun menangis deras. Ini sakit oppa. Sakit. kataku berakli kali

—————————————-end dream——————————————

JEG

“aaw” aku tersontak dan memegang kepalaku.

*tess* “Kenapa aku harus bermimpi seperti ini lagi, apa aku sudah gila?” sambil mengelap pipi karna menangis

“Babo!”

“Ne?” aku menyari orang yang berteriak padaku. Kurang kerjaan, umpatku

“Kamu mau sampai kapan tidur, hah?”

Aku melihat ke arah samping, “Omo! Kai ssi?”

“Ne! Wae?”

“Hash, Babo! Kenapa aku harus bertemu dengannya disaat seperti ini”kataku pelan

“Wae? Kau tidak suka?” katanya sambil berteriak. Aku hanya melirik sebal ke arahnya.

END HYORA POV

Hyora hanya memilih diam dari pada bertengkar dengan Kai. Ya, Kai adalah teman sekolahnya di Melody and Art School. Tapi entah kenapa, terlalu sering pertemuan antara Hyora dan Kai di luar sekolah. Begitu menyebalkan. Ia memang sering membantu, tapi entah lah.

10 menit kemudian, Kai turun dari bus. Dengan gaya sok cool dan senyuman sinisnya, ia turun tanpa mengucapkan satu patahpun. Padahal aku memelototinya sampai dia keluar. Hashh

————

HYORA POV

“Annyeong Suho oppa”

“OH! annyeong Hyora-ya. Darimana saja kau? Kau ijin sampai jam 9 malam, tapi lihat? Sekarang jam berapa? Ini bukan jam perempuan untuk pulang! Apa kau mau membuat oppa khawatir?”

“Mianhae” kata ku langsung menutup kamar.

“Hassyyyah, anak itu.”

“Kenapa sih aku tidak diberi kesempatan untuk memikirkan orang lain? Kenapa aku selalu bermimpi itu? Itu terus! Apa maksud ini semua?!”

Air mata ku tak kuat dan langsung turun, “Andwee, aku  sudah tak tahan lagi!”

Aku terus menangis dan merutuki semuanya. Aku menangis dibawah selimut tebal.

————-

Pukul 6.45 pagi

“Omo! Jam berapa ini! Cepatlah Hyora!”

“NE SUHO UMMA! BERSABARLAH” dengan suara lebih keras

Semenjak appa meninggal. Umma yang menggantikan seluruh pekerjaan appa. Padahal dulu, umma masih setia menunggu aku atau suho oppa di rumah. Tapi sekarang, umma hanya menyempatkan bertemu satu atau dua hari dalam sebulan. Suho oppa pun menjadi pengganti umma. Huh

“Hah, ottokee! Ini kenapa mataku besar sekali? Bagaimana kalau Suho oppa melihat. Atau bahkan Syira? Andwee!”

Aku sudah mengompres sejak pagi. Tapi mataku ini tetap, bulat. Hanya mengempes sedikit. Ini akibat menangis tak karuan tadi malam. Kenapa aku sebodoh ini?! Aku mengambil kacamata hitam dan turun menuju suho oppa.

“Ne oppa, ayo berangkat!” teriakku sambil mengalihkan mukaku di hadapannya

“Kamu belum sarapan Hyora.”

“Aku sudah hampir telat oppa! Ppali!”

Art and musical school

Sampai di sekolah, gerbang sudah di tutup 5 menit lalu. Kenapa sih harus di tutup secepat itu. Paboya, kenapa aku jadi telaatt. Bodoh bodoh bodoh!

“Baboyaa. Karna mengurusi mata aku jadi telat. Babooo!”

“Ne, kamu memang bodoh, dan aneh…..”

“Ne?” aku menyipitkan mata kepada si pemilik suara. Dia lagi.

Aku dan Kai berdiri di tengah lapangan. Aku meliriknya yang sedang mendengarkan lagu melalui headsetnya. Omo, kenapa dia begitu tampan. Ah, lupakan.

Kai melirikku, “Wae?”

“Ani” kataku sambil mengalihkan tatapan dan bersikap dingin. Untung dia tidak menyadarinya dari awal.

KAI POV

Sangat kebetulan bertemu dengannya. Tapi dia aneh, kenapa memakai kacamata hitam. Apa takut kepanasan? Haha Aku tau dia sedang memperhatikanku. Kenapa kau begitu manis Kim Hyori? Kenapaa? Aku memergokinya sedang melirikku.

Aku berteriak, “Wae?”

“Ani” katanya dengan salah tingkah. Aku cekikikan sendiri.

HYORA POV

Akhirnya hukumanku selesai. Aku dan Kai yang kelasnya berbeda pun, angkat kaki dari lapangan. Sudah 2 jam kami disana. Hanya berdiri dan memegang telinga. Hukuman aneh. Melelahkan! Kenapa hari-hari ku jadi kelam? Wae?! Sesampainya di kelas belum ada guru. Untunglah, aku langsung berlari ke arah tempat duduk. Dan seisi kelas menatapku heran. Molla -_-

“Omo Hyora-yaa, kamu anak rajin dan pintar di sekolah ini, kenapa tiba-tiba telat? Ini rekormu Hyora. Ckckck Lalu, apa hubungan mata mu dengan kacamata hitam itu? ”

“Ah, biarkan, aku sedang banyak urusan. Hehe Oh ini? Untuk fashion saja lah haha” tawaku dibuat buat

“Hahaha kamu seperti dimana saja hyora-ah” kata Syira sambil menjulurkan lidahnya.

“Apakah ini menarik perhatian?”

“Sangat Hyora-ah, cepat lepaskan! Seperti orang gila saja kamu haha”

“Oh, ne.” kataku sambil membuka kacamata

“Aigo, kamu habis diapakan Hyora? Kenapa matamu seperti itu sih?”

“Oh ani, aku terlalu lelah kemaren” kataku sambil tersenyum

Omo, untung Syira tidak mencurigai mataku yang bengkak karna menangis. Mataku masih bengkak, ya walaupun tak terlalu parah karna ditutup make up disekita mata. Tapi ini, sangaat mengganggu! Mataku sangat berat. Haissh. Syira memang sedang sibuk sendiri, di pelajaran pertama yang gurunya killer pun ia tak memperhatikan. Ia hanya asik bersmsan. Pasti dengan pacarnya huh…

Di pelajaran ke 3 dan 4 kosong. Ini sungguh menyenangkan, yaa walaupun tugas mendesak dan langsung dikumpulkan. Tapi, ini lebih baik kan? Mentranslatekan bahasa korea ke bahasa jerman. Syira sudah pasti tidak mau mengerjakannya, ia hanya mau melihat hasil pekerjaanku dan menyalinnya.

Seorang namja datang ke arah kami, aku menengok sedikit. Omo! aku kaget setengah mati

“Annyeong chagiya” kata namja itu sambil mengacak rambut Syira

“Annyeong Hyora-ya”

“Annyeong chagi… Mana pesananku?” kata Syira manja

Aku hanya diam dan menunduk. Membaca kamus jerman sambil menyalinnya di buku catatan. Ani, aku hanya berpura-pura. Aku takut mataku tertangkap basah oleh namja itu… Arrghh

“Ini, kenapa kamu memintaku membawa minuman minuman ini? Bukannya nanti kamu ke kantin bersama ku?”

“Ini untuk Hyora, oppa. Dia tadi dihukum karna terlambat. Tumben sekali ya dia hahaha”

“Jinjja?”

Lalu mereka berdua tertawa bersama. Aku hanya menatap Syira dan Sehun sambil tersenyum kecil. Lalu aku melanjutkan “pura-pura” ku ini…

“Ini” ia menyerahkan 2 botol mineral di depanku. Aku menatap lekat pada botol itu lalu aku menoleh

“Gumawo” ucapku singkat dan melanjutkan kegiatan bodohku ini.

“Ne, Hyora-yaa” ia  tersenyum lama.

Mereka berdua, Syira dan Sehun. Berpacaran sejak 3 bulan yang lalu. Itu berkat siapa lagi kalau bukan mengorbankan…………………aku

FLASHBACK

“Hyora-ya, sarangheo. Maukah kamu jadi yeojachingu ku?”

“Oh, Sehun ssi? Na…..nado sarangheo” ia langsung memelukku.

Aku tak menyangka, ternyata sejak aku menyukainya di kelas 1 high school ternyata terbalaskan. Aku menangis haru di bahunya. Siapa sangka, namja pujaan sekolah, orang pendiam dan bukan tantangan namja lain menjadi namjachingu seorang Hyora. Aku sangat bersyukur akan hal itu.

4 bulan setelah kami jadian. Aku selalu bersamanya, pulang sekolah dan berangkat sekolah. Ia pun menemani di kala aku membutuhkannya. Dan ia, tidak pernah marah kepadaku. Hubungan kami memang tidak terlalu dekat seperti pasangan lainnya. Tapi aku tau dia menyukaiku, dan aku menyukainya.Tapi hubungan kami tidak ada yang mengetahuinya. Termasuk Syira. Aku masih malu dengan dia….. Pasti ada saatnya aku bisa memberi tau dia..

Saat itu sudah lewat jam sekolah, di sekolah hanya satu atau dua orang yang berkeliaran. Aku memberitahu sehun untuk tidak mengantarkan ku pulang karna aku ada tugas tambahan dari Jung Hyuk Seongsanim. Yap! Jung Hyuk Seongsanim guru sejarah yang menyuruhku macam macam karna aku sisiwi terpintar di kelas III. Aku terpaksa membatalkan janji bersama sehun oppa di taman. Aku pergi ke perpustakaan untuk mengambil beberapa buku sejarah musik.

Saat aku masuk…..

Omo! Aku terkejut melihat Sehun mencium Syira di perpustakaan yang sudah tidak ada orang. Aku terkejut! Sangat terkejut. Ini apa?? batinku. Aku tetap berdiri di depan pintu. Aku terpaku. Aku ingin bersabar dan menanyakan mereka baik-baik tapi…. Aku sudah tidak kuat. Kenapa sehun oppa tega? Kenapa? Kenapa mereka melakukan hal itu? Aku saja jarang memegang tangan Sehun apa lagi menciumnya? Aku…tidak pernah melakukan hal seperti itu! Aku meneteskan air mata, tapi seseorang memanggilku keras, seperti disengaja.

“Hyora-ya!”

“Hyora-ya!”

Aku yang sedang memandangi pemadangan buruk ini menoleh, namja itu tersenyum langsung menghapus air mataku.

Dia berkata lagi, “Oh, ne. Begitu? Kalau nomor ini? Tolong ajarkan, aku tidak mengerti. Ayo!”

Aku bingung. Suaranya sengaja dibesarkan, apa maksud namja ini? Dia langsung menarikku. Aku dan namja itu meninggalkan ruang perpustakan dengan derap sepatu kami. Aku tak peduli dengan Syira dan Sehun, mungkin mereka tau aku di sana. Atau bahkan tidak sadar.

Namja itu menarikku masuk ke ruang II A di samping perpustakaan, “Chankkaman! Nuguya! Apa maksudmu hah!”

“Apa kamu tidak bisa mengucapkan terimakasih pada ku? Babo!” dia langsung melepaskan cengkraman tangannya di lenganku

“Ne? Apa yang kamu katakan? Kamu tidak tau apa-apa masalahku dan kamu menarikku sembangan. Apa maksudmu hah? ” kataku sambil menangis, aku terisak isak. Dia terdiam dan…. dia memelukku.

Aku memang butuh orang yang bisa memelukku ataupun menghiburku. Aku cukup sakit.. Aku menangis 5, 10, 15menit atau berapapun lama itu di bahu namja ini. Aku benar benar tidak kuat!

“Uljimma! Babo yeoja tidak boleh menangis, arraseo?” kata namja itu pelan dan tiba-tiba.

Aku berhenti menangis sesaat kemudian dan menatapnya. Tapi hatiku tetap hancur, pikiranku kemana mana. Dan aku terus terisak sambil bertanya padanya

“hik  hik  Ne… Nu…guya?”

“Oh, annyeong hasseo, kai nimida” katanya sambil tersenyum

“annyeong hasseo kai ssi, kim h…..”

“Kim Hyora, benar?”

“Oh? Ne…” aku masih terisak isak

“Ayo, aku antar kamu pulang babo yeoja”

Aku mengelap pipiku dengan kasar dan menggandengnya dengan cepat. Aku ingin menjauh dari tempat ini. Aku menariknya dan aku tidak menoleh padanya. Aku tak peduli ia menatapku sebagai yeoja gila atau bagaimana. Tapi aku tetap menangis sambil setengah berlari.

Ia mengajakku ke parkir mobil. Mobil sport merah ini. Ia membukakan pintu

“Ayo pabo yeoja! masuk”

“…”

“Hey!!”

“Oh, em, nee.. kamsahamnida” aku masuk ke mobil ini.

————

Aku diam di mobil namja ini. Aku baru kenal. Dan entah kenapa dia terlalu baik membantuku keluar dari kejadian tadi. Aku beruhutang budi padanya.

Tatapanku sudah nanar, aku menatap kosong ke sebelah. Aku lemas dan tetap memikirkan kejadian tadi.

Kai menoleh, “Hei, babo yeoja. Kamu kenapa menatapi kaca, bukannya menatapi ketampananku?”

Aku menoleh, “Tampan? Dari mana kau tampan, tak terlihat. Lebih tampan melihat kaca…” keluhku sambil cemberut. Dia pasti ingin menghiburku, gumawo Kai ssi.

Aku tetap memikirkan kejadian tadi. Begitukah Sehun padanya? Menghianatinya? Dengan sahabatku sendiri? Apa dia tak punya hati? Bagaimana hubungan ku dengan Sehun selama ini? Apa tidak ada artinya? Aku memejamkan mata.

————

Tok tok tok

Suho oppa membuka pintu rumah. “Annyeong asseo, saya hanya mau mengantarkan Hyora”

“Oh, emm……kamsahamnida.” “Em, nuguya?”

“Kai nimida. Saya chingunya Hyora” kata namja itu sambil menjabat tangan suho oppa dan tersenyum padanya.

Kai mengantarku sampai ke depan pintu rumah. Aku pusing. Suho oppa yang sedari tadi bingung menatapku. Aku hanya menatapnya nanar. Ia pasti khawatir. Terserahlah

“Gumawo Kai ssi” aku membungkuk dan langsung jalan melewati kai dan suho oppa yan masih bingung dengan sikapku. Aku langsung merebahkan diri di kamar.

“Oppa… oppa”

“Oppa, kamu jahat oppa!! Kamu tidak memikirkan perasaanku!” ku berteriak sendiri dari kamar, memandang foto sehun dan aku yang sedang tertawa bersama sedang memakan ice cream. Aku menangis terus. Aku ingat dengan hp ku yang masih aku matikan. Aku nyalakan dan ada 5 misscall dari Sehun oppa dan ada 4 sms, dari sehun oppa dan syira. Umma, appa…… aku terisak lagi

From: Sehunnie:)

Hyora-ya, sudah makan?

 

From: Syira

Hyora-ah, kau tau? Aku sedang bahagia sekarang. Akan aku ceritakan semuanya besok padamu. Annyeong :*

 

From: Sehunnie:)

Kenapa tidak membalas?

 

From: Sehunnie:)

Hyora-ya, selamat malam. Semoga mimpimu indah ^^

Sms nya membuatku muak. Syira dan Sehun… Mereka?? Apa Sehun pikir aku bodoh? Kenapa dia menghubungiku hah?! Inikah yang dinamakan hancur? Hatiku hancur karna nappeun namja, namja bodoh yang memainkan perasaanku. Namja bodoh yang tak pernah memanggilku chagi atau sebtan sayang lainnya. Aku harus berbuat apaa? “Umma, appa, tolong aku” Aku menangis sambil memeluk foto ku dan sehun dan akhirnya terlelap.

———

Esok paginya

“Hyora, irreona ppali, makan dulu sini. Bukakan pintu untuk oppa.”

“Hyora, irreona”

TUK TUK TUK

Aku menggeliat, “ini sudah jam berapa?” kataku pelan sambil melihat jam dinding

“Omo! Otthokae? Sudah jam 9 dan aku sudah telat 2 jam! Bagaimana?!”

Aku membuka pintu untuk Suho oppa dengan gelisah, “Oppa, otthokae?”

“Sudah sarapan dulu, kamu sudah oppa ijinkan tidak sekolah” katanya dengan tenang

Aku menatap Suho oppa dengan aneh. Kenapa dia begitu tenang? Dia apa tidak tau kalau aku tidak pernah bagun sesiang ini? Aku belum pernah membolos sebelumnya. Tapi kepalaku pusing, mungkin benar lebih baik tidak sekolah untuk saat ini.

Aku dan Suho oppa di meja makan. Ia melihatku sedang mengoles selai dengan malas. Yaa, sudah beberapa lama aku hanya duduk dan mengoles selai di atas roti ini.

“Kai sudah memberi tau ku” ia angkat bicara

“Ne? Oppa….” Hah dia tau apa? Kai ssi? Untuk apa dia memberi tau hal ini?

Aku menangis lagi di meja makan. Perasaanku masih tidak kuat. Suho oppa hanya menepuk punggungku pelan, “Hyora-ya, lupakan masalah ini. Bicarakan baik-baik pada namjachingumu dan tanyakan yang sebenarnya” Aku diam saja beberapa saat..

“Aku…..Ne oppa. Aku akan mencobanya” aku terus menangis di depan suho oppa dan suho oppa terus menepuk punggungku pelan.

———

Art and musical high school

Aku berjalan lemah sambil menunduk di koridor. Di sekolah masih sepi, dan ya……memang. Sekarang masih terlalu pagi untuk bersekolah. Apa yang harus ku lakukan di depan Sehun oppa? Apa yang harus aku lakukan di depan Syira? Dan kejadian itu….terus memusingkan aku.

Sesampainya di kelas, masih begitu sepi. Hanya ada satu tas yang sudah diletakkan di kursi paling depan. Yaah, tas Baekhyun, namja yang terlalu rajin masuk ke sekolah. Tapi namja itu entah pergi kemana. Aneh. Aku tak memperdulikan hal itu dan terus berjalan ke arah kursi ku.

“Aku terlalu pagi ya” kataku sendiri sambil duduk di kursi

“Hyora…” suara itu………. omo! Otthokae? Aku belum siap menghadapinya. Bagaimana ini?? Kenapa dia tau aku datang secepat ini?

“Hyora-ya…” aku masih diam, sambil menundukkan kepala dan mengecohkan suara itu.

Aku menoleh dan tersenyum, “ne?”

“Kamu kenapa kemarin tidak masuk Hyora-ya? Dan kenapa kamu tidak membalas sms atau menjawab telephone ku?” ia duduk di sampingku. Aku takut dan jantungku berdegup kencang. Omo ini kenapa?

“Mianhae, aku sakit. Aku tidak dapat membalas dan menghubungimu juga karna aku sakit. mianhaeo oppa. Tapi apa kamu tidak takut hubungan kita diketahui orang lain? kataku sambil tersenyum.. oppa, aku sakit karna kamu? oppa tau? Kau hanya peduli di depanku bukan? Tapi di belakang kau bersama Syira? batinku

“Aigo, kenapa suho hyung dan kau tidak memberi tau ku? Kan aku bisa menjengukmu Hyora… Tak usah memperdulikan itu”

“Ehm, mianhae sehun oppa” ia menatapku dan mengelus rambutku pelan.

Someone POV

“Kenapa dia itu kembali? Apa dia mau mempermainkannya terus? Aku sudah tidak tahan!”

———

Syira POV

Aku merasa aku menjadi orang paling bahagia, kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya sih? batinku sambil tersenyum gembira. Aku melihat Hyora sudah nyaman di tempat duduknya. Omo!

“Kyaa, Hyora-ya! Kau kemana kemarin? Bogoshipoyo….” kataku sambil memeluk Hyora

“Aku hanya sakit kok, nado Syira-ya” katanya singkat sambil tersenyum

Aku melihat perubahan di wajahnya, kenapa? Apa ada yang salah? Apa dia masih sakit?

“Kau masih sakit? Ke UKS saja, aku antar. Kajja!”

“Ani, aku tidak papa. Lihat nih, masa aku terlihat seperti orang sakit” aku tertawa karna dia manyun

“Hyora-yaa, boleh kah aku bercerita padamu?”

“Ne, Syira.. Tentu saja”

“Aku…aku menyukai sehun, hyora-ya.” kataku sambil tersenyum

“Hah apa?”

“Ne, aku menyukainya saat lusa, aku bertemunya di perpustakaan. Ya kau tau aku memang menyukai sehun sebagai namja pujaan di sekolah ini sebagai fans. Tapi sekarang, perasaaanku berubah Hyora. Aku sangat sangat menyukainya” kataku antusias

Hyora berpikir lama. Mungkin dia akan memberi masukan. Aku terus tersenyum mengingat kejadian itu. Kejadian di perpustakaan lusa. Saat aku tak sengaja bertemu dan dia menciumku. Ani, sebenarnya aku yang mulai. Tapi kenapa dia tak menolak? Aku hanya bahagia memikirkan itu.

“Wah…. em, ceritakan padaku kejadian apa?” katanya sambil tertawa pelan

Aku menceritakan panjang lebar. Ia tampak terkejut, tapi aku tau ia ikut bahagia.

“Syira-yaa, sungguh kau menyukai namja itu?”

“Ne! Aku menyukainya”

Hyora POV

“Syira-yaa, sungguh kau menyukai namja itu?”

“Ne! Aku menyukainya”

Aku terdiam…. Aku mendengarkan cerita sahabatku sendiri tentang namja itu. Aku tau, Syira tidak akan melepas orang yang ia sukai. Aku pun menahan isak terus menerus.

“Aku akan membantumu mendapatkannya” entah keberanian apa aku membantunya

“Jongmalyo? Gumawo Hyora.. Sarangheoo” Ia memelukkku erat.

Tepat 10 menit sebelum bel, aku berlari ke kamar mandi. Aku menangis lagi. Entah berapa kali aku akan menangis terus. Aku memang bodoh! Bodoh!

Saat aku keluar kamar mandi, aku melihat namja itu sedang berdiri di dekat kamar mandi, Kai, namja itu lagi.

“Annyeong Hyora. Sudah masuk?” aku heran menatap namja ini. Dia lagi….

“Ne… Wae?”

“Oh, ani. Kenapa kamu lama sekali di kamar mandi? haha”

“Apa urusanmu disini?” aku melirik Kai dan meninggalkannya

To: Sehunnie:)

Oppa, aku ingin bertemu. Di taman dekat sekolah ya. Gumawo 🙂

 

From: Sehunnie:)

Ne, aku akan kesana sekarang

 

To: Sehunnie:)

Ne oppa 🙂

Taman

Disini masih sore. Aku senang di taman ini. Tempat di mana dia menyatakan perasaannya. Tempat dimana aku menangis di pelukannya. Tapi itu dulu. Aku terus memandang ke depan, bermain ayunan sambil memejamkan mata. Perasaanku campur aduk sekarang. Aku memasang headset dan menekan pilihan shuffle lagu.

Machi amugeotdo moreuneun airo geureoke dasi taeeonan sungan gachi
Jamsi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni
Yeoksi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo
Dan han beonman ne yeopeseo bareul matchwo georeo bogopa han beon, ttak han beonmanyo

Angel – Exo-K

“Omo, kenapa harus lagu ini….” aku menunduk dan terus memejamkan mata.

“Tumben mengajakku kemari. Ada apa?” dia tiba tiba datang. Aku langsung melepaskan headset yang dari tadi dipasang di telingaku.

“Ne. Gumawo oppa, sudah datang” dia duduk di ayunan sebelahku. Memainkannya sama seperti aku. Aku memandangnya dalam, dia tak berubah

“Aku mau menanyakan sesuatu”

Sehun POV

“Aku mau menanyakan sesuatu”

“Ne.. Silahkan”

Dia menghentikan ayunannya. Akupun juga. Dia menatapku lekat.

“Apa hubunganmu dengan Syira?”

DEG

“Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Syira. Wae?” kataku cemas

“Aku melihat kau dan Syira di perpustakaan, kemarin lusa oppa”

Dia membenarkan posisinya, ia menatap kebawah. Matanya sayu. Ia menangis dan menunggu jawabanku. Iya aku salah. Aku yang rela dicium oleh Syira. Aku memang menyukai Syira tapi itu dulu. Sebelum aku menyukai Hyora. Tapi apa aku masih suka sama Syira? Aku tak tau.

“Mwo? Jangan salah paham Hyora-ya”

“Jelaskan padaku, aku mendengarkanmu” katanya sambil terus menangis

“Aku….dicium duluan olehnya” dia menoleh kepadaku

“…dan aku tak mengelak. Karena dulu aku punya perasaan yang sama terhadap Syira. Tapi mengertilah, aku sekarang menyukaimu. Lebih menyukaimu.”

“Oppa tak menolak karena oppa masih menyukainya? Benarkah?”

JLEB

“molla”

Hyora POV

“Oppa tak menolak karena oppa masih menyukainya? Benarkah?”

“molla” oppa, kau menyukai sahabatku sendiri dan kau menyeritakan padaku? Aku tau ini akan meperjelas, tapi hatiku sakit oppa. Dan tadi? Syira bercerita kalau ia suka padamu. Umma, Appa, tolong aku……Aku menghentikan tangisanku.

“Sehun ssi”

Dia menoleh dengan terkejut. Wae oppa? Tak boleh aku memanggilmu dengan formal?

“Kita akhiri hubungan ini” kataku sambil tersenyum dan menatap Sehun.

“Hyora-yaa, mianhae. Jongmal mianhae. Maafkan aku, tapi jongmal saranghae hyora-ya. Jongmal!” ia memegang tanganku yang lemas.

“….”

“Hyora-ya, liat oppa! Liat”

“Andwe” kataku pelan dan terus mengacuhkannya. Bermenit menit aku mengacuhkannya.

“Chagiya……….Hyora-ya, mianhae.” Ia melepaskan lenganku, dan ia pergi. Aku terkejut, apa?? Chagi?

“Sehun oppa, begitukah? Aku belum menjawabnya dan kau pergi? Begitukah?”

Akupun menangis lagi. Ini sakit oppa. Sakit. kataku berakli kali

TBC

Iklan

15 pemikiran pada “What About Me? (Chapter 1)

  1. Omoo ksian skali hyora-__-.
    Sehun PABOYA!
    Ah~ hyora tetap semangattttt^_^ Tnggalkan saja itu si cadel*diinjakexotic*
    lagian aja kkamjong yg yg tampan dan err….sexy^_^.
    Aigo baekki rajin skali msuk sekolah pagi-pagi. Membuat noona smakin CINTA padaMU.

    Crtanya seru bnget.
    NEXT BURUAN Jangan lama-lama. Ne…?
    Request NISTAKAN thehun ya buat dia cmburu Mampus dri hyora dan kai.
    Okai^_~.
    Figtaenggg^_^

    • Hyora teraniaya ceritanya wkwk.. nee, gomawo udah baca ff ini. maaf banyak typo, maklum ff pertama hehe. gomawoo gomawo~ 😀 requestnya boleh deh dipertimbangkan kekeke

Tinggalkan Balasan ke Kim Baekyeon Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s