Angel (Chapter 1)

Author:

Quidie Nylam

Cast:

Song Angel 

Luhan (Exo) 

Kai (Exo) 

Cho Saera 

Kris (Exo)  

Sehun (Exo)  

Genre:

Romance, and a bit Comedy

 

*Sebelumnya mohon maaf buat Readers yang mungkin dah pernah baca FF ni di tempat lain. Karna author mank dah pernah post ff ni di situs lain*

 _______________________________________

Pagi hari yang sejuk, namun ditemani sinar mentari yang membuat sekeliling terasa hangat. Nampak seorang gadis yang masih tertidur lelap.

Tok! Tok!!

“Angel~ah..ireona!!” Seru sang Ayah dari luar pintu kamar membuat gadis bernama Angel itu akhirnya mulai membuka matanya perlahan. Dengan malas ia pun berjalan menuju pintu lalu membukanya.

Ne~Appa..ak..u sudah..Hooaamm~bangunn..” Racaunya sambil menguap kecil. Sang Ayah hanya tersenyum melihat kelakuannya.

“Bagus..sekarang cepatlah mandi. Nanti kau bisa terlambat ke Toko.” Ujar Appa nya. Angel sendiri hanya mengangguk pelan sambil berjalan menuju kamar mandi dengan sempoyongan. Untuk kesekian kalinya Sang Ayah hanya dapat tersenyum melihat kelakuan anaknya itu. Sejak kecil Angel memang seperti ini, ia sering terlambat bangun pagi. Beruntung untuk membangunkannya tidaklah sulit.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Appa!! Sepertinya hari ini aku akan kerja lembur lagi.” Ucap Angel seraya memakai sepatunya yang sudah cukup usang namun tetap digunakannya.

Neo gwencana?! Jangan terlalu memaksakan diri..” Ujar Ayahnya khawatir

Setelah selesai mengikat tali sepatu ia pun menoleh kearah Ayahnya lalu tersenyum. “Gwencana~yo Appa. Selama Appa tetap bersamaku..aku pasti bisa melakukannya.”

Ayahnya tidak langsung menjawab, detik berikutnya ia menarik tubuh anak gadisnya itu kedalam dekapannya. “Mianhae Angel~ah..Karna Appa kau harus menjalani kehidupan seperti ini. Appa bukanlah Ayah yang baik..”

“Aku tidak pernah menyalahkan Appa..Bagiku Appa adalah Ayah yang terbaik di dunia ini.” Kata Angel tersenyum lalu mempererat pelukannya.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

Song Angel. Seorang gadis yang dilahirkan di keluarga yang bisa dibilang masih ‘Kekurangan. Sejak umur 5 tahun ibunya meninggal karna sakit, kini ia hanya tinggal berdua dengan Ayahnya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Merasa upah sang Ayah tidaklah bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka membuatnya terpaksa berhenti sekolah sejak memasuki SMA lalu memutuskan membantu Appa nya dengan bekerja. Pagi hingga siang hari bekerja sebagai kasir di sebuah Minimarket, dan sisa waktunya ia habiskan menjadi pelayan disebuah rumah makan. Cukup berat memang untuk gadis berusia 18 tahun, tapi mau bagaimana lagi. Ia harus melakukan semua itu demi kebutuhan mereka.

“Angel~ah!!” Seru seorang yeoja saat Angel baru saja selesai mengantarkan pesanan salah seorang pelanggan. Orang itu tidak lain adalah Cho Saera, yang merupakan sahabat sekaligus anak dari pemilik rumah makan tempat Angel bekerja saat ini. Saera adalah temannya sejak SMP namun karna putus sekolah, mereka sempat kehilangan kontak. Sampai akhirnya Saera tau penyebab Angel berhenti, lalu akhirnya menawarkan Angel untuk bekerja di rumah makan milik Ayahnya. Saat itu Angel benar-benar merasa berterima kasih padanya.

“Oh?! Saera~ya..waegurae?” Tanya Angel seraya tersenyum

Anii~aku hanya ingin membantumu bekerja?!” Kata Saera menawarkan diri

Angel sedikit membelalakkan matanya.”Mwo?! Ah~andwae..” Tolak Angel seraya mengambil nampan yang berisi pesanan pelanggan. “Saera~ya..kau ini kan anak pemilik Rumah makan ini! Mana mungkin kau ikut mengantarkan makanan!”

Saera lalu bersandar di dinding dengan tampang kecewa. “Padahal kan aku ingin membantumu. Kau pasti lelah..”

Angel sendiri malah tersenyum melihatnya. “Mianhae..tapi serius, nan gwencana. Gomawoyo karna sudah berniat membantuku.”

“Hm..baiklah! kalau begitu aku akan menemanimu disini sampai kau selesai. Dan kali ini kau tidak boleh melarangku. Arra!” Ancam Saera sebelum Angel sempat menolak lagi.

“Haha..ne~arasseo..” Balas Angel tersenyum lalu kembali mengantarkan pesanan.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Hari sudah larut malam saat Angel pulang ke rumahnya.

Appa! Aku pulang!!” Serunya saat masuk kedalam rumah. Mendengar tidak ada jawaban, ia pun masuk kedalam kamar namun ia tetap tidak menemukan Ayahnya. Angel baru saja berniat keluar kamar sampai matanya menemukan sebuah surat yang terdapat diatas bantal. Iapun mengambil surat tersebut, dan dengan sedikit rasa khawatir iapun mulai membacanya.

 

“Angel~ah, maafkan Appa..karna selama ini hanya menjadi beban untukmu. Maafkan karna Appa tidak bisa memberikan kebahagiaan yang seharusnya diberikan seorang Ayah kepada anaknya. Untuk itu, Appa memutuskan..Appa akan pergi untuk sementara. Appa berjanji suatu hari nanti, Appa akan kembali. Saat itu Appa akan menunjukkan bahwa Appa adalah Ayah yang pantas untukmu. Sampai saat itu tiba, jagalah dirimu baik-baik. Appa mencintaimu Angel~ah.”

 

Appa..” Ucap Angel seolah masih belum percaya bahwa Ayahnya benar-benar telah meninggalkannya. “Maldo andwae..APPA!!” Gadis itu kini berlari keluar rumah. Saat itu pula hujan deras mulai turun, namun Angel sama sekali tidak memperdulikannya. Gadis itu terus berlari menyusuri jalanan yang nampak sepi seperti orang yang kebingungan.

Appa..eodiya? Appa!!” Serunya. Dinginnya udara malam sekaligus hujan deras yang mengguyur sungguh membuat tubuhnya terasa membeku. Lelah berlari kesana kemari namun tetap tak kunjung menemukan sosok Appa nya membuat Angel tidak konsentrasi berjalan hingga akhirnya hampir menabrak sebuah Mobil sedan yang melaju didepannya.

Ciitt..!!

Lampu mobil menyinari tubuhnya, namun Angel sama sekali sudah tidak dapat melihat pemilik mobil dengan jelas. Kepalanya mulai terasa sakit, dan perlahan penglihatannya pun kabur hingga akhirnya tubuhnya ambruk di jalan. Gadis itu kehilangan kesadarannya.

♥:♥:♥

 

Sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar. Angel mulai membuka matanya perlahan, kepalanya masih terasa sedikit pusing. Ia lalu memandang ke sekelilingnya, kamar yang begitu luas dan bersih. Barang-barang didalamnya juga tersusun dengan rapi, sangat berbeda dengan kamar miliknya yang begitu sempit dan barang-barang yang berserakan dimana-mana. Bukan karna ia dan ayahnya malas membersihkan, tapi karna tidak banyak ruang yang cukup untuk menyimpan barang-barang mereka.

“Sudah bangun rupanya?” Ucapan seseorang menyadarkan Angel dari lamunannya. Nampak seorang namja yang sekarang berdiri di samping tempat tidur sambil memandangnya. Sesaat Angel menatap pemuda dihadapannya, dan harus ia akui pemuda itu lumayan tampan. Merasa ada yang salah, ia pun cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Kenapa juga ia sampai memikirkan hal seperti itu?

“Kau..sengaja melakukannya kan?” Pertanyaan pemuda itu membuat Angel bingung. Ia sama sekali tidak mengerti maksudnya.

Nde? Musun..?” Tanya Angel bingung.

Pemuda itu kini tertawa pelan, namun lebih terdengar seperti ejekan. “Dwaesso~bilang saja berapa yang kau perlukan? Aku akan memberikannya padamu, tapi kau harus pergi dari sini.”

“Apa maksudmu sebenarnya?! Aku sama sekali tidak..”

“Orang-orang sepertimu..yang sengaja menabrakkan diri di depan mobil seseorang dan berpura-pura terluka, dengan begitu kalian bisa meminta uang untuk pertanggung jawaban mereka..benar kan?”

Angel menatap tak percaya namja dihadapannya ini. “Mwo?!”

“Ah! Atau malah..nantinya kau akan berbohong dengan mengatakan bahwa kau tidak mempunyai tempat tinggal, dengan begitu kau berharap bisa tinggal ditempat ini..”

GEUMANHAE!!” Bentak Angel. Gadis itu benar-benar tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Ia sama sekali tidak menyangka bertemu dengan seseorang yang dengan seenaknya menginjak-injak harga dirinya. Ia bahkan menyesali penilaiannya mengenai pemuda ini sebelumnya. “Neo..jangan pikir hanya karna kau orang kaya maka kau dengan seenaknya berkata apapun tentang diriku. Kau pikir aku begitu bodoh sampai membahayakan diriku sendiri demi mendapatkan uang dari kalian. Kalian orang-orang kaya memang tidak tau apa-apa!!” Serunya seraya mengambil tas nya yang terdapat disamping tempat tidur kemudian berlari keluar kamar.

“Oh?! Agasshi! Mau kema..” Tegur seorang wanita paruh baya saat melihat Angel berjalan dengan tergesa-gesa  menuruni tangga.

Jwiseonghaeyo..” Ucap Angel singkat lalu pergi berlalu dari tempat itu. Kesedihan yang terlihat dari wajah gadis yang baru saja ditemuinya membuat wanita itu sadar. Sesuatu pasti telah terjadi. Dan ia tau siapa penyebabnya.

“Luhan.”

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Angel baru saja tiba didepan rumahnya saat ia melihat 2 orang namja yang tidak dikenal mengeluarkan barang-barang miliknya dari dalam rumah.

Mwoya ige?! Apa yang kalian lakukan?! Henti..” Angel baru saja berniat menghalangi mereka sampai seorang wanita tiba-tiba menahannya.

YA!! Kau ini yang apa-apaan?! Kau sama sekali tidak bisa membayar biaya sewa rumah ini. Jadi sudah sepantasnya kau keluar!!” Bentak wanita itu

Angel kini berbalik memohon pada wanita dihadapannya yang tidak lain pemilik rumah sewa ini. “Ahjumma~jebal..berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku janji pasti akan..”

DWAESSO!! Aku sudah muak dengan janjimu itu. Sekarang cepat kemasi barang-barangmu kemudian pergi secepatnya. Arra!” Gertak wanita itu lalu pergi bersama 2 orang suruhannya meninggalkan Angel yang jatuh terduduk di lantai.

Gadis itu hanya dapat meneteskan airmata. “Appa..” Ucapnya singkat.

Tanpa disadarinya sejak tadi ada seseorang yang menatapnya dari tempat yang tak jauh dari sana.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Setelah selesai membereskan barang-barangnya Angel pun berniat pergi dari namun menghentikan langkahnya. Ia menatap rumah dihadapannya. Kesal, sedih sekaligus bingung kini bercampur. Kesal karna ia merasa tidak bisa mempertahankan rumah ini. Sedih karna khawatir bagaimana jika Ayahnya kembali? Mereka pasti akan semakin sulit bertemu karna ia sudah tidak berada disini. Dan bingung, karna sekarang ia sama sekali tidak tau harus kemana.

Akhirnya ia pun beranjak meninggalkan tempat itu. Angel sama sekali tidak tau harus pergi kemana, gadis itu hanya berjalan lurus kedepan tanpa arah. Sesekali bahkan ia masih merasa pusing di kepalanya hingga membuatnya terlihat aneh saat berjalan.

BRUKK!!

Tiba-tiba saja Angel jatuh karna menabrak seseorang, atau mungkin lebih tepatnya ditabrak. Ia lalu menoleh dan mendapati seorang nenek yang juga terjatuh tepat didepannya. “Oh..jeongmal jwiseonghaeyo Haelmoni. Aku benar-benar tidak sengaja..” Sesalnya seraya membantu nenek itu bangkit dari tempatnya.

Gwencana..” Ucap nenek itu seraya tersenyum pelan. Kemudian berniat pergi namun mendadak hampir jatuh kalau saja Angel tidak sigap menahannya.

Haelmoni!! Neo gwencanaseyo?!” Tanyanya khawatir. Nenek itu sendiri tidak menjawab dan hanya memegangi kepalanya. “Taksi!!” Seru Angel menghentikan sebuah taksi, tanpa mengatakan apa-apa lagi ia langsung masuk kedalam mobil bersama dengan nenek itu. “Rumah sakit.” Ucapnya

::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Gwencana..nenek itu hanya kelelahan saja. Aku akan memberikan vitamin agar bisa membantu menguatkan daya tahan tubuhnya, tapi kalau bisa jangan biarkan dia bekerja terlalu keras. Sebab itu bisa membuat tubuhnya kembali lemah seperti ini.” Ujar Dokter yang baru saja selesai memeriksa sang nenek.

Ne~jeongmal gamsahamnida, Dokter.” Kata Angel sambil menunduk pelan lalu membawa nenek itu pergi dari sana.

Haelmoni..kau dengar kan? Dokter melarangmu untuk bekerja terlalu keras. Jadi lain kali istirahatlah lebih banyak.” Kata Angel saat menyusuri lorong rumah sakit.

Gomawo..” Ucap nenek itu pelan. Membuat langkah Angel terhenti, gadis itu menoleh kemudian tersenyum. Baru saja mereka lanjut berjalan namun tiba-tiba..

Kruuukk..~

Suara yang berasal dari perut nenek itu cukup membuat Angel terkejut. Melihat nenek itu tertunduk malu membuatnya tersenyum kecil. “Aah~Haelmoni! Sebelum pulang..ayo kita ke suatu tempat terlebih dulu.”

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Ottheyo Haelmoni? Apa makanannya enak?” Tanya Angel pada Nenek yang sedang menikmati sup nya.

Nenek itu tersenyum senang.”Ne..ini enak sekali.”. Mereka berdua kini berada di sebuah rumah makan kecil yang tidak jauh dari rumah sakit. Angel yang tau kalau Nenek itu sedang lapar, sengaja mengajaknya kesana.

Jeongmal?! Kalau begitu makanlah yang banyak Haelmoni~” Katanya yang juga ikut makan.

Setelah keduanya selesai, Angel pun mengantar nenek itu pulang kerumahnya.

Chogi..” Ucap Angel seraya memberikan sebuah bungkusan yang tidak lain berisi makanan yang sengaja dibelinya sebelum pulang.

“Ini..untuk apa?” Nenek itu menatapnya bingung

“Ini..sedikit makanan untuk keluarga Haelmoni. Kau bisa menikmatinya bersama mereka.” Tutur Angel seraya tersenyum. Nenek itu sendiri belum mengatakan apa-apa dan hanya menatap dalam gadis dihadapannya.

“Nona..kau sudah terlalu banyak menolongku. Padahal awalnya aku yang bersalah karna telah menabrakmu duluan, tapi kau bukannya marah dan malah melakukan semua ini. Aku..sama sekali tidak tau harus membalasnya dengan apa..”

Haelmoni..bisa menolongmu saja sudah membuatku merasa sangat senang. Dan  aku sama sekali tidak meminta balasan apa-apa. Cukup jaga dirimu baik-baik.”

Neomu gomawoyo Agassi~” Ucap sang nenek lalu akhirnya berjalan masuk kedalam rumah kecilnya.

Sesaat Angel menatap rumah itu, ukurannya mungkin kecil tapi kebersamaan didalamnya seolah begitu terasa. Pasti menyenangkan jika bersama-sama dengan keluarga kita.

Airmata Angel mendadak menetes, membuat dirinya cukup terkejut hingga akhirnya memutuskan untuk secepatnya pergi dari sana. Gadis itu terus melangkahkan kaki menelusuri pinggiran jalan, namun sama sekali tidak punya arah tujuan. Sesaat ia teringat dengan Saera, mungkin saja sahabatnya itu bisa membantunya. Namun baru saja ia berniat menekan nomor di hp nya, ia kembali mengurungkan keinginannya. Ia sama sekali tidak ingin merepotkan orang lain untuk saat ini. Termasuk sahabatnya sendiri.

Tess..Tess

Tiba-tiba saja hujan turun dengan deras, membuatnya terkejut dan berusaha mencari tempat berteduh.

Mwoya..siang-siang seperti ini kenapa bisa turun hujan tiba-tiba sih?!” Gumamnya saat berhasil menemukan tempat berteduh, walaupun begitu tubuhnya tetap basah kuyup karna derasnya hujan yang mengguyur dan cukup jauhnya tempat berteduh yang ditemukannya.

Cukup lama hujan turun, dan belum ada tanda-tanda akan berhenti. Mendadak rasa pusing kembali menghampiri Angel membuatnya sedikit sempoyongan dan hampir saja jatuh kalau saja seseorang tidak berhasil menahannya.

Neo..?!” Ucapnya saat menyadari orang yang menolongnya, yang tidak lain adalah namja yang tadi pagi menghina lalu mengusirnya. “Lepaskan aku!!” Katanya seraya melepaskan pegangan pemuda itu.

Neo..ikutlah denganku.”

 

#TBC

 

Iklan

39 pemikiran pada “Angel (Chapter 1)

  1. wahh luhan..jadi penasaran kenapa luhan ngikutin angel ?/
    tar emang luhan ngikutin angel ya ?? #garuk2kepala
    aduhh jadi pusing sendiri..
    thor…ramee dehh pokoknya ni ff..hehe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s