Hurt (Sehun Version)

Hurth

 

 

Author: Mrs. Hae | Title: Hurth

 

Cast: Sehun and Jihyun

 

Genre: Angst.

 

Length: Ficlet

 

Disclaimer:

T

his story belongs to me also 100% the result of my thinking. Typo scattered everywhere also no bash and Plagiarism are strictly prohibited. Member EXO in the main cast this story belongs SME, God, and their parents, OC is mine and if do not like to play Cast or Genre not have to read.

and thanks to admin who already publish my FF

Jihyun Version (previous)

_________________________________________

Hurt.

 

Terdiam. Menikmati pemandangan taman yang rindang. Terduduk bersama dengannya. Dengan dirinnya. Terdiam tak ada satupun yang memulai percakapan. ‘tak biasa’ ya. Tak seperti biasa saat dia selalu mengoceh tak jelas padaku atau bergelayut manja dilenganku. Dia hanya terdiam. Memandang kosong arah depan. Menikmati semilirir angin yang meniup helaian rambut milikku juga rambut panjang nan indah miliknnya sambil memejamkan mata. Lalu ia menyenderkan kepalannya pada bahuku. Aku tersenyum. Namun seperti ada yang kosong, mengingat dia hanya terdiam.

 

“apakah kau mencintaiku” pertanyaan darinya seakan menghancurkan keheningan diantara kami berdua. Namun‘apakah kau mencintaiku’ itu membuat diriku sukses terdiam tak mampu berkata-kata. Hanya dapat terdiam. Kehabisan kata-kata atau mungkin juga sedang memilah kata-kata.

 

“oppa! Apa kau mencintaiku! Mencintaiku?” dia bertanya lagi padaku sambil menekankan kata Mencintaiku. Ia mengangkat wajahnya padaku dan menatap arah depan dengan wajah yang sedih ’aneh’ ia tak pernah terlihat sedih.

 

“Ne” aku menjawab dengan pelan namun mungkin dapat terdengar olehnya yang masih setia menatap lurus arah depan. Aku tak tahu. Aku bimbang. Siapa yang aku cintai! Aku tak tahu. Ada kala saat aku bersama Jihyun. Aku merasa aku menjadi hidup kembali. Melihat senyumannya. Membuatku menjadi bahagia dan membuat jantungku berdetak lebih cepat. ‘apakah aku jatuh cinta pada dirinya’.

 

‘tak boleh’ aku tak boleh mencintainnya. Aku menerimanya hanya karena Jiyeon ‘eoni dari Jihyun’ meminta padaku untuk menerima cintannya dan menjalani hubungan secara diam-diam dengan Jiyeon. Karena Jiyeon memohon-mohon padaku untuk menerimannya dengan berkata “dia sangat mencintaimu”.

 

“Benarkah! Bagaimana jika aku meningalkan oppa!” lirihnya ‘apa yang ia bicarak sebenarnya’ aku tak mengerti. Aku menatapnya. Menatapnya dengan perasaan aneh. Namun tetap memasang Expresi datar. Ia menatapku dengan sayu.

 

wae” hanya itulah yang dapat kukatakan. Tak tau harus berbicara apa. Ia tersenyum ‘namun bukan senyuman yang selalu ia berikan’. Ia mulai memalingkan wajahnnya kearah depan ‘lagi’.

 

“aku hanya bertanya” katanya pelan saat memalingkan wajahnya ‘ada apa! Aku semakin tak mengerti’. Kulepaskan tanganku dari tangannya dan mengalihkan wajah kearah depan sama seperti dirinya.

 

“jika aku mati, apakah oppa akan setia padaku atau melupakanku dengan mencari yeoja lain!”  apa sebenarnya yang ia katakan aku semakin tak mengerti juga semakin tak mengenal sesosok dari Park Jihyun yang selalu ceria. Dari nada bicara yang ia lontarkan padaku. Nada suaranya meninggi. Namun aku tetap memasang Expresi datarku lagi.

 

Aku tak tahan. Aku mulai memandangnya. Ia juga memandangku. Pandangan yang dipenuhi kesedihan. Itulah yang kulihat pada matanya. Matanya berkaca-kaca namun ia segera membuang muka kearah depan.

 

Hening kembali. Aku masih mencerna semua kata-kata Jihyun kepadaku. Tak mengerti ‘ya itulah aku’ aku benar-benar tak mengerti dengan yang ia ucapkan.

 

Ia menyenderkan bahunya padaku. Seketika senyuman kecil mengembang dibibirku. Merasa senang ‘ya’ aku menyukainya. Menyukai dimana saat ia menyenderkan kepalanya pada bahuku.

 

Namun saat dia menyenderkan kepalanya pada bahuku. Seperti ada suatu cairan yang membasahi kaos putih milikku. ‘apakah ia menangis!’ kugelengkan kepala pelan. Mecoba berpikir jernih.

 

“Saranghae” lirihnya pelan. Aku tersenyum. Ingin membalasnya namun lidahku kelu tak dapat berkata-kata.

 

Aku terdiam. ‘apakah ia tertidur’ ia tak bergerak sedikitpun. Merasakan deru nafasnyapun aku tak merasakan. Keringat dingin mulai keluar dari tubuhku. Kutatap lekat wajah cantik dari sosok Jihyun. Wajahnya pucat pasi. Bibirnya menjadi sedikit putih juga pecah.

 

Tes,,,,Tes,,,Tes…. Suara rintik-rintik hujan berjatuhan dengan pelan membasahi tubuhku juga tubuhnya.

 

“Jihyun-ah bangun! Jihyun-ah bangun! Hujan.” Kataku pelan sambil membelai wajah pucatnya, namun ia tetap tak mau bangun. Aku mengoncang-goncangkan pelan tubuhnya, namun tetap ia tak mau terbangun. Tangannya ‘kupegang erat’ tanganya. ‘dingin’ sangat dingin tanganya. Tak tau mengapa aku mengeluarkan keringat dingin.

 

Kugoncang-goncangkan tubuhnya lagi namun lebih keras tetapi tetap saja tak mau terbangun. Kudekatkan  dua jariku kearah hidung mancung miliknya. ‘tak ada’  tak ada deru nafas keluar dari hidungnya. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya atau mungkin lebih cepat dari semua detakan cepat yang dilakukan jantungku saat berada di dekatnya.

 

Aku memegang tangannya. Memegang tangan kiri miliknya. Memeriksa denyut nadi, namun tak ada apa-apa. Aku memandangnya dengan piluAku,,,aku,,,aku tak tau yang pasti aku segera memeluknya erat. Memeluk tubuh Jihyun yang sudah tak bernyawa. Membiarkan hujan menjadi saksi atas kesedihanku. Membuat suara isakanku berbaur dengan suara khas hujan juga air mataku yang bersatu dengan air hujan yang jatuh ketubuhku.

 

Aku mencintainya. Aku baru sadar bahwa aku mencintainyaSangat malah. Tapi mengapa saat aku menyadari siapa yang aku cintai. Dia meningalkan ku. Meningalkan aku dengan cara seperti ini.

 

“Nado,,,,Nado Saranghae Park Jihyun” kupeluk erat dirinya yang tergulai lemas tak bernyawa dan menangis sejadi-jadinya. Menangis dalam dalam kesendirian. Tak tahu harus apa. Hanya bisa menangis dan menangis. Itulah yang kulakukan.

 

Orang-orang benar. Penyesalan selalu datang belakangan. Aku mencintaimu Park Jihyun. Saranghae.

 

 

END

20 pemikiran pada “Hurt (Sehun Version)

  1. Hisk…hisk…hisk aku nangis beneran thor
    TT_TT.
    Critanya keren.feelnya benar benar terasa bnget(?)

    Tunggu karya barunya thor^_^.
    FighTAENG ^_^

  2. Keerrreeeennnn kasian jihyunnya di bohongin sama eoninya sendiri T^T
    Sehunnya kebapa pake telat segala coba huaaa
    Feelnya dapet banget
    Daebak thor
    Keep writing!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s