A Real Family (Chapter 2)

A REAL FAMILY Chap 2 (End, TwoShoot)

Author: WidaLucu

 

Genre: Friendship, Family, Sad, Angst.

 

Length: Two Shoot.

 

Main Cast:

       Byun Baekhyun (Exo-K)

       Oh Sehun (Exo-K)

       Jung Krystal (Fx)

       Other cast.

 

Note: Annyeong.. A real Family Chap 2 is here, banyak yang bilang Chap 1 kependekan ya, sekarang Chapt 1nya diulang dari awal, sengaja biar inget.. Lagian Chap ini bablas langsung End Kok.. Semoga tidak mengecewakan, Silahkan baca dan nikmati.

 

Hargai jerih payah Author ya, give us Oxygen, Kindly Leave Comment after reading ^-^

Gomawo~ *menghilang bersama angin Sehun*

 

 

TYPO Alert!!

 

 

 

*Sehun POV*

 

 

 

“Sehun-ah”, suara Appaku memanggil, sejurus kemudian aku melihat pemandangan yang jarang sekali terjadi. Ya, Umma dan Appa duduk bersama di ruang keluarga, ruang yang tidak pernah ditempati, ruang yang selalu kosong dan penuh dengan kehampaan.

 

 

Ku langkahkan kaki menuju tempat dimana mereka berada, kulihat Umma yang dari tadi hanya merunduk, entah kenapa pertemuan yang jarang sekali terjadi ini malah membuatku merinding.

 

 

“Duduklah”, suara Appaku lagi.

 

 

“Ne, ada apa?” kataku, sedikit pelan, menjaga nada suaraku yang sedikit bergetar.

 

 

“Kau sudah besar, Sehun-ah. Ku rasa kau akan mengerti apa yang akan kami bicarakan ini dan Appa harap, kau bisa menerimanya dengan baik” Ia diam sejenak menarik napas, memandang ke arah Umma dan kembali melanjutkan kalimatnya “Appa dan Umma akan segera bercerai”.

 

 

DEG!!!

 

 

Ku harap bumi terbelah saat itu juga dan menelanku hidup-hidup, ku akui aku memang sering memikirkan kalau hal ini akan terjadi, tapi tak pernah tahu bahwa akan sesakit ini. Orang tuaku, mereka dijodohkan dulu, belasan tahun hidup bersama, meskipun tak pernah merasakan hangatnya sebuah keluarga tapi aku tak pernah membayangkan akan bagaimana hidupku tanpa Appa dan Ummaku.

 

 

 

Aku menatap Umma, masih berharap bahwa Umma akan tersenyum dan mengatakan bahwa mereka berdua bercanda dan hanya mengerjaiku saja, tapi tidak. Umma ku menangis, tetesan bening mengalir di pipinya. Hatiku sakit. Hancur.

 

 

“Ummaga Mianhae, Sehun-ah” suaranya pelan, nyaris tak terdengar.

 

*End Sehun pov*

 

 

 

“Tuan Muda, kau mau pergi kemana? Ini sudah sangat larut.” Asisten Rumah tangga di kediaman keluarga Oh itu bertanya sangat pelan dan lembut kepada Tuan Mudanya, ia sangat menyanyanginya, ia merawatnya sejak Oh Sehun dilahirkan ke dunia.

 

 

 

“Aku…. Aku akan pergi dari rumah ini, aku benar-benar sudah tidak tahan”

 

 

 

Kim Ahjumma, Asisten yang umurnya sudah tak lagi muda itu, menangis.

.

.

 

“Terimakasih Kim Ahjumma, terimakasih karna kau selalu baik padaku, merawatku dengan penuh kasih sayang, dan hanya kau lah yang menyayangiku”

 

 

Dilihatnya dengan lekat wajah tuan mudanya, kemudian ke arah tas besar yang dibawanya. Tuan mudanya berbalik, pergi.

 

.

 

.

 

.

 

*Byun Baekhyun POV*

 

Krriiiinggg… kriiinggg…

 

 

 

Siapa yang menelepon ku malam-malam begini?

 

 

Namun detik berikutnya segera ku pencet tombol hijau, dan ku dekatkan benda tipis itu ke telingaku begitu melihat nama yang tertera di layar.

 

 

 

“Yeoboseoyo” sapaku di telefon, sedikit bingung karna Sehun tidak pernah menggunakan nomer telefon rumahnya, sebelum ini.

 

 

 

“Tuan muda Byun Baekhyun.” Terdengar suara seorang wanita dari seberang telefon.

 

 

 

“Kim Ahjumma?”

 

 

“Ne. Maaf menggangumu, tuan muda”

 

 

“Ani.. sama sekali tak menggangu, waeyo?”

 

 

 

“Tuan Muda Oh Sehun, pergi dari rumah, aku sangat khawatir, dan tak tahu harus menghubungi siapa. Aku takut terjadi hal buruk padanya”

 

 

 

“Jinjjayo? Yatuhan, Oh Sehun. Baiklah. Aku akan segera mencarinya, terimaksih telah menghubungiku Kim Ahjumma.”

 

 

*End BaekHyun Pov*

 

 

*Oh Sehun POV*

 

 

 

“Sehunie”

 

 

 

Aku melirik kebelakang, melihat siapa yang memanggil namaku barusan. Hyung ku, Byun Baekhyun. Seorang yang teramat sangat baik, selalu ceria, hidupnya sangat bahagia karena dihujani oleh kasih sayang. Aish terdengar seperti aku iri pada Hyungku itu.

 

 

“Ne, Hyung. Ada apa kemari?”

 

 

 

“Ada apa katamu? Omona.. Sehunnie, aku sangat khawatir, aku mencarimu kemana-mana. Sampai tak sadar bahwa aku menggunakan baju tidur.”

 

 

 

Aku menatapnya sekilas, berantakan. Seulas senyum terukir di bibirku, begitu melihat sendal yang ia gunakan. Ia mungkin terlalu buru-buru sampai tak sadar bahwa sendalnya berlainan. Kkk..

 

 

 

“kenapa kau malah tertawa? Ayo ikut aku, udara benar-benar dingin.”

 

 

 

Aku mengikutinya pulang ke apartemennya. Mewah. Memang. Hyungku itu anak seorang konglomerat. Tidak berbeda denganku, hanya saja Orang tuanya tinggal di luar negeri, meskipun jauh, kasih sayang Umma dan Appanya sangat jelas terlihat. Ini yang membedakan kami.

 

 

 

“Kau tahu, Aku sengaja berlari dan tidak membawa mobil.” Ia masuk ke mobilku, dan duduk di belakang kemudi, menyalakan mesin dan penghangat.

 

 

 

“Terimakasih Hyung”

 

 

 

“Terimakasih untuk apa, Sehunnie?”

 

 

 

“Terimakasih karna kau sangat perduli padaku.”

.

 

.

 

.

 

“Ya, Baboya, kau ini dongsaengku, mana mungkin aku tak peduli padamu. …….”

.

.

 

Ia masih saja bicara panjang lebar, kepala ku pusing, aku memilih tidur.

 

 

*BaekHyun POV*

 

 

Ini sudah jam 06.48  pagi, kenapa Sehun belum bangun. Astaga. 12menit lagi aku bisa terlambat ke sekolah. Hari ini ada ujian Kimia, dan rapat Osis. Aku ketuanya. Bagaimana bisa aku menungu Sehun.

 

 

 

“Sehunnie, aku duluan ya, aku benar-benar harus berangkat sekarang, kita bertemu di sekolah saja ya”

 

 

Aku berteriak kencang di pintu kamar tamu, yang ditempati Sehun. Tak menunggu jawabannya, aku menyambar kunci mobil dan pergi.

 

 

Selesai ujian kimia, bel istirahat berbunyi. Aku baru saja hendak ke lantai bawah, ke kelas Sehun dan memastikan bahwa ia baik-baik saja. Tiba-tiba Kai ke kelasku,

 

 

 

“Hyung, ke kantin bersamaku ya.”

 

 

 

“Wae Kai? Kenapa kau tidak bersama Sehun?”

 

 

 

“Sehun, tidak masuk hari ini.”

 

 

 

“Aigoo.. Jeongmal?” aku benar-benar kaget.

 

 

 

“Ne, waeyo hyung?”

 

 

 

Aku mengabaikannya, dan memencet nomer Sehun dari handphoneku. Tidak aktif. Ada apa ini. Sepanjang akhir pelajaran aku tak bisa fokus, dan rapat Osis itu aku serahkan kepada Chanyeol, wakil ketua osis, dengan alasan aku pusing, tidak enak badan dan ingin segera pulang. Dan ia percaya saja.

 

 

 

“Sehunnie”

 

 

 

Aku membuka kamarnya dan menemukannya masih tidur. Tidak. Ia tidak tidur. Badannya panas tinggi dan terus mengigau. Yatuhan Hyung macam apa aku ini, kenapa bisa tak menyadari keadaannya.

 

 

 

Z       SEOUL INTERNATIONAL HOSPITAL-

 

 

*BaekHyun POV*

 

 

 

Uisa Lee Ji Hoon Songsaenim sedang memeriksa keadaan Sehun, aku memperhatikan mimik wajah usia songsaenim, ia terlihat menggeleng-geleng, kadang berbisik pada suster, entahlah aku tak begitu paham.

 

 

 

“Baekhyun-ssi, Temanmu ini dalam keadaan depresi berat karena fluktuasi emosi yang menggangu neurologik dan berakibat seperti ini, suhu badan tinggi, sesak nafas, fatique dan insomnia. Aku akan memberinya obat anti depresi, tapi kau harus bantu mengontrolnya, karena obat ini tidak bisa dikonsumsi secara berlebih atau akibatnya akan fatal.”

 

 

 

Glek.. aku menelan saliva yang daritadi ku tahan, aku tak begitu paham kalimat-kalimat  yang diucapkan uisa songsaenim, yang aku tau hanya dua kata DEPRESI BERAT. Aku memang tak sempat bertanya pada Sehun apa yang terjadi,sampai ia memutuskan pergi dari rumahnya, semalam ia langsung tertidur, tadi pagi kami tak bertemu, dan sore ini dia masih belum sadar. Meski demikian aku tahu garis besarnya, pasti soal keluarganya.

 

 

 

Ku pandangi wajahnya, ia terlihat sangat damai. Aku tak punya adik kandung, maka dari itu, Sehun dan juga Kai dan Do, sudah ku anggap sebagai dongsaeng ku.

 

 

 

Aku ambil handphone dari kantong ku dan menghubungi Suho Hyung,

 

 

“Yeoboseoyo, Hyung..”

 

 

“Ah, ne, Baekhyun-ah, waeyo?”

 

 

“Hyung, bisa kau ke S.I.Hospital sekarang?”

 

 

“Wae? Neo gwenchanayo?”

 

 

“Aku baik-baik saja, hyung, yang tidak baik itu Sehun, cepat kesini Hyung, Jebal”

 

 

“Ne, aku segera kesana.”

 

 

Sesampainya di RS, Suho Hyung nampak bingung dan dari wajahnya tampak jelas ia meminta penjelasanku.

 

 

“Fiuh, jangan memandangiku seperti itu, Hyung.  Maaf, aku juga tak tahu apa-apa, semalam Kim Ahjumma, asisten rumah tangga keluarga Oh menelefon ku dan bilang bahwa Sehun pergi dari rumah, aku mencarinya dan menemukannya di pinggir sungai Han, dekat apartemenku, tapi aku belum sempat bertanya padanya ada apa, keadaannya sudah seperti ini”

 

 

 

“Ooo..”

 

 

Ah reaksi macam apa itu-_-

 

 

“Hyung, aku mau ke rumah Sehun dulu, mengambil barang-barangnya, kau maukan disini dulu menjaganya?”

 

 

“Ne, arraseo. Hati-hati di jalan, Baekhyun-ah”

 

 

 

H      Rumah Keluarga Oh      –

 

 

 

*Author POV*

 

 

 

“Annyeonghaseoyo, Kim Ahjumma” Sapa Baekhyun pada wanita paruh baya yang membukakan pintu untuknya.

 

 

 

“Tuan muda, ada apa kemari, apakah kau sudah menemukan Tuan Muda Oh Sehun? Bagaimana keadaanya? Apa dia baik-baik saja?”

 

 

 

Wanita itu tampaknya sangat khawatir.

 

 

 

“Dia.. hmmm… ada bersamaku Kim Ahjumma, kau tak perlu khawatir. Bisa kau bantu aku mengemas baju-bajunya? Karena mungkin untuk sementara dia akan tinggal di apartemen ku”

 

 

 

“Ne, baiklah, Tapi bukankan kemarin tuan muda sudah membawa tas besar?”

 

 

 

“Hahaa.. Iya betul, dia memang sudah membawa sebuah tas besar, tapi apa Ahjumma tau apa isinya? Isinya cuma bantal keramatnya itu, yang belum pernah dicuci sejak ia lahir, yang baunya menggangu penciuman hingga radius 100meter. haha”

 

 

 

Kemudian Kim Ahjumma ikut tertawa kecil bersama Baekhyun.

 

 

 

“Ah, ngomong-ngomong apakah Oh-eomeoni ada? Aku ingin bertemu dengannya”

 

 

 

“Ada, Nyonya sedang di ruang kerjanya, perlu aku antar?”

 

 

 

“Anniii, aku bisa sendiri, Ahjumma tolong bereskan barang Sehun saja ya”

 

 

 

*BaekHyun POV*

 

 

 

Tok..tok..tok..

 

 

 

“Silakan masuk.” Aku dengar suara Oh-eomeoni dari dalam.

 

 

 

“Annyeong Jhumuseoyo, eomeoni”

 

 

 

“BaekHyun-ah, ada apa mencariku malam-malam”

 

 

“hhhmmm.. aku..” belum sempat aku berbicara eomeoni sudah kembali berbicara.

 

 

 

“Kalau kau mau bertemu Sehun, kau kan bisa langsung ke kamarnya, untuk apa kemari?”

 

 

 

GLEK.. lagi!! Lidah ku kelu, Ia bahkan tak tahu bahwa Sehun tidak berada di rumah sejak semalam, ckck ibu macam apa ia ini, yatuhan. Sekarang apa yang harus ku katakan.

 

 

“hmmm.. iya, aku akan ke kamarnya. Hmm.. aku hanya ingin menyampaikan salam dari Appa dan Umma ku”

 

 

“Ah, Ne. Sampaikan juga salamku untuk orang tuamu, Mr. Byun& Mrs.Byun”

 

 

“Ne, bakilah eomeoni, aku ke kamar Sehun dulu”

 

 

Aku keluar, otakku berpikir keras, bagaimana bisa seorang Ibu tidak tahu anaknya tidak berada di rumah, Umma ku saja yang tinggal di Swiss, selalu mengontrol keadaanku. Tapi ini… Aku tak tahu apa rasanya jadi Sehun. Mendadak mendung di hatiku menjadi lebih pekat, perlahan aku tahu kenapa Sehun begitu manja kepada kami Hyungdeul-nya. Ia tak pernah mendapatkan kasih sayang yang cukup dari keluarganya. Dari Ummanya.

 

 

 

“Tuan Muda, kau melamun?”

 

 

 

Kim Ahjumma menepuk pudakku pelan dan tersenyum, di tangan kananya sebuah tas besar yang aku yakin berisi semua keperluan Sehun.

 

 

 

“Ahjumma, aku tidak melamun kok. Apakah ini tasnya? Sini biar aku bawa, dan nampaknya aku juga harus segera pulang”

 

 

 

“Ne, terimakasih atas kebaikanmu tuan muda Baekhyun”

 

 

 

“Cheonmaneyo, Kim ahjumma, Sehun sudah kuanggap sebagai adik kandungku.”

 

 

*end baekhyun pov*

 

 

 

Di jalan menuju S.I Hospital, Bakhyun menangkap bayangan seseorang yang sepertinya ia kenal, seorang yeoja cantik yang terduduk lesu di halte, hanya menggunakan sweater yang sangat tipis, padahal udara di luar sedang sedang dingin sekali. BaekHyun awalnya ragu, tapi kemudian ia yakin, itu Jung Krystal, hoobaenya di sekolah, satu grade dengan Sehun dan Kai.

 

 

 

“Krystal-ssi”

 

 

 

Yeoja itu menengokkan kepalanya ke atas. Matanya sembab, hidungnya memerah, ia kelihatan jelas habis menangis.

 

 

“BaekHyun sunbae” suaranya kecil, terdengar sangat tidak jelas.

 

 

 

“Gwenchana?”

 

 

 

 

“Ne”

 

 

 

 

“Ah, kau berbohong, mana mungkin kau baik-baik saja, kau tampak sangat…. kacau. Kau mau bercerita padaku?”

 

 

 

“Tidak perlu, Sunbae. Aku mau pulang saaa…. HATCHIII”
 

 

Sebagai laki-laki yang sangat well-manner, Baekhyun melepas jaketnya dan memasangkannya pada

Krystal. Biar aku antar.

 

 

 

Di mobil tak ada pembicaraan yang khusus, Krystal juga tampaknya sudah mulai tenang.

 

 

 

“Krystal-ssi, dimana rumahmu?”

 

 

 

“Aku… hmm.. aku tidak jadi pulang Sunbae, bolehkan aku menumpang saja di tempatmu?” tampangnya betul-betul minta dikasihani.

 

 

 

Astaga, seingatku ini bukan tanggal 13 tapi kenapa banyak sekali aku mengalami hal-hal aneh yang tidak mengenakan. Tapi jauh dalam hati Baekhyun ada sedikit rasa senang, bisa memandang Krystal dengan jarak yang dekat.

 

 

 

“Wae? Kenapa menumpang ditempatku? Memangnya dimana rumahmu?”

 

 

 

“Aku tidak mau pulang, kalau aku memang tak boleh ikut, turunkan saja aku disini, sunbae. Biarkan saja aku mati kedinginan dan menjadi gelandangan, biarkan aku mati beku lalu mayatku dimakan tikus besar dari got dan anjing liar, lalu mengentayangimu.”

 

 

 

“Aish.. jinjja. Kau ini berlebihan sekali.”

 

 

 

Krystal tersenyum samar, ada sebagian hatinya yang merasa hangat.

 

 

 

“tapi, aku akan ke Rumah Sakit dulu.”

 

 

 

“Arraseo”

 

 

 

            S.I. Hospital      –

 

 

 

*Krystal POV*

 

 

 

“Ayo turun” suara Baekhyun Sunbae mengagetkanku.

 

 

 

“Ah, ne. Ah, Sunbae, memangnya siapa yang dirawat disini?”

 

 

 

“Oh Sehun”

 

 

 

DEGH!! Nama itu..

 

 

 

“ah satu lagi, kau tak perlu memanggilku Sunbae, panggil saja Oppa. Sekarang cepat turun” sambung Baekhyun Oppa.

 

 

 

“ANNI..” tampaknya suaraku terlalu keras sampai Baekhyun Oppa terlihat kaget.

 

 

 

“JUNG KRYSTAL? Kau kenapa? Kenapa reaksimu begitu?”

 

 

 

“Aku tak mau. Pokonya aku tak mau turun.”

 

 

 

“Waeyo? Apa yang terjadi denganmu?”

 

 

 

“Hmm.. Apa yang terjadi dengannya, Oppa?”eh.. aku juga tak tahu kenapa mulutku berkata demikian, padahal aku juga tak mau tahu ada apa dengannya.

 

 

“Kenapa kau malah balik bertanya? Yeoja pabo. Yasudahlah, kalau kau tak mau turun.”

 

 

 

“Arra.. Arra.. aku turun” ada apa ya dengan si Sehun? Ah.. aku benci mengingatnya. Padahal baru saja aku ingin melupakan masalah itu, aku malah dipertemukan dengan biang masalahnya.

 

 

“Kau  jangan bertingkah yang aneh-aneh, atau tak akan ku ajak pulang, kau akanku biarkan mati beku di jalanan, menjadi gelandangdan mayatnya habis dimakan tikus.” Ia terus mengoceh, sambil berjalan.

 

 

 

“Aish.. kau jahat sekali rupanya, senyum dan wajah malaikatmu itu palsu ya, oppa?”

 

 

 

“Wajah malaikat? Hmm.. aku iya aku seperti itu?”

 

 

 

Ia kemudian mengeluarkan eye smilenya yang ruarr biasa, yang bisa membuat seribu yeoja mati kejang.

 

 

 

“ah.. tidak juga. Hmm.. oppa, apa yg terjadi dengan Oh Sehun? Kenapa dia di rumah sakit?”

 

 

 

“Oh Sehun, ia mengalami depresi. Suhu badannya tinggi sekali, ia sampai mengigau dan sampai sekarang belum sadarkan diri.”

 

 

 

HAH? Apa iya Sehun sampai sebegitunya? Ia sampai sakit dan depresi? Yatuhan, seharusnya aku dan dia bersatu, bukannya saling membenci. Kami harus bersatu mengancurkan hubungan terlarang itu.

 

 

 

Hubungan hina antara Ummanya dan Appaku.

 

 

 

 

 

– Ruang Rawat Sehun –

 

 

*Krystal POV*

 

 

 

Oh Sehun, wajahnya sangat pucat. Terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Ia terlihat sangat kurus dan lelah, apa iya dia semenderita itu? Aku pikir dia hanya tuan muda yang sikapnya dingin dan acuh terhadap semua masalah. Tidak peduli dan tidak pernah ambil pusing atas semua hal?

 

 

 

Ummanya adalah kekasih gelap Appaku, belasan tahun mereka menjalin kasih, sampai Umma kandungku meninggal dunia, 4bulan yang lalu, mereka mulai terlihat terang-terangan tentang hubungan menjijikan itu.

 

 

 

Aku tidak tahu yang mana yang benar, apakah hubungan baik Ummaku dengan Appaku selama ini hanya sandiwara? Apakah selama belasan tahun Ummaku hanya bermain peran? Aku sering melihatnya menangis sendirian, tapi ia selalu tersenyum dihadapanku. Ummaku tidak terlalu cantik, tapi ia sangat lembut dan baik hati. Sedangkan Umma Sehun, ia sangat cantik, parasnya dan juga keberhasilan karirnya, tapi menurutku ia menyimpan kebusukkan di dalam hatinya. Ya aku yakin seperti itu.

 

 

 

Dan soal Sehun, aku tidak yakin, Apakah dia sudah tau soal Ummanya yang menjalin hubungan hina itu dengan Appaku? Atau belum? Dan apa yang membuatnya sampai seperti ini? Entah. Sikapnya yang dingin seperti batu es, membuatku membencinya, terlebih setelah mengetahui masalah busuk ini. Aku tidak tahan berada disini.

 

 

 

“BaekHyun oppa, bisa kita pulang sekarang?”

 

 

 

“eoh? Waeyo? Aku ingin menunggui Sehun disini.”

 

 

 

“Tapi oppa, disinikan sudah ada Suho Sunbae. aku tidak tahan dengan bau rumah sakit.” Aku berbohong.

 

 

 

Ia mengangguk kecil dan kemudian berbicara pada Suho Sunbae, kemudian juga menelefon seseorang.

 

 

 

“Kita tunggu sebentar, sampai Chanyeol datang, baru pulang. Arra?”

 

 

 

“Ne.”

 

 

 

“apakah kau lapar? Kita ke kantin sekarang?” ajaknya.

 

 

Aku hanya menangguk dan berpamitan pada Suho Sunbae.

 

 

 

 

ﹾ      Kantin rumah sakit –

 

 

 

“Krystal-ah, ku perhatikan daritadi, kau memandangi Sehun dengan tatapan yang agak lain, eh. Maksudku kau seperti memikirkan suatu hal berat ektika memandangnya.”

 

 

 

“Aku….” apa aku bisa mempercayai Baekhyun Oppa? Sepertinya ia sangat dekat dengan Sehun. Hmm.. mungkin ia juga perlu tau.

 

 

 

“Nanti akan ku ceritakan, tapi.. tidak disini dan tidak sekarang”

 

 

 

“hmm.. baiklah.”

 

 

 

Melihat wajah Baekhyun Oppa yang seperti seorang angel membuat hatiku hangat dan satu hal yang kusadari, seluruh sekolah tidak salah telah memilihnya sebagai ketua osis. Dia sangat mengagumkan

 

 

 

“Apa benar kau tak mau pulang?”

 

 

 

Aku tersadar dari lamunanku.

 

 

 

“anni, aku sedang…..

 

 

 

“kabur?”

 

 

 

“HAH? Oppa, aku tidak kabur. Aku.. aku hanya mau menenangkan diri. Iya. Menenangkan diri”

 

 

 

“Lalu kau mau ikut aku ke apartemen? Tapi kamar di apartemenku hanya dua.”

 

 

 

Aku tidak mengerti, kalau kamarnya dua, berartikan aku satu dan dia satu, lalu masalahnya dimana?

 

 

 

“Aku akan menempati kamar kedua, bagaimana?  Oppa, jebal..” pintaku sambil mengeluarkan jurus puppy eyes.

 

 

 

“Ya!! Puppy Eyesmu tidak seampuh Sehun, kau tau itu? Hahaha”

 

 

 

“Huftt.. Oppa, jebal jebal jebal”

 

 

 

“Kamar tamu di apartemenku dipakai Sehun, semalam dia kabur dari rumahnya”

 

 

 

Jantungku serasa berhenti, apa yang dilakukan Sehun sama dengan yang ku lakukan. Dan kami sama-sama bertemu dan ditolong Baekhyun oppa, yaTuhan apa maksud dan tujuan Mu sebenarnya? Ini semua sulit kupahami.

 

 

 

 

“Tapi karena Sehun sedang disini, ku rasa kau bisa menempati kamarnya.”

 

 

 

“Hmm.. ne, gomawo oppa.”

 

 

 

 

       BaekHyun Apartement –

 

 

 

*Baekhyun POV *

 

 

 

 

Aku sungguh tak mengerti, dua hari ini ada-ada saja. Kemarin malam aku harus berlari kesana-kemari mencari Sehun yang kabur dari rumah. Sekarang Sehun sakit dan di rawat di rumah sakit. Malam ini Jung Krystal memohon tak mau dipulangkan ke rumahnya. Ada apa sebetulnya dengan mereka berdua. Mereka sama-sama kabur dari rumah? Aneh.

 

 

 

“OPPAAAAA, BANTAL INI BUSUK SEKALI BAUNYA”

 

 

 

Tiba-tiba saja terdengar gelegar(?) suara yeoja pabo itu dari dalam kamar tamu, yaTuhan pasti yang ia maksud adalah bantal keramat milik Sehun. Hahahahaa..

 

 

 

“YA, JUNG KRYSTAL, peraturan pertama disini adalah kau tak boleh berteriak-teriak seperti tarzan, ini apartemen bukan hutan.”

 

 

 

“Tapi Oppa, benda ini bau sekali”

 

 

 

Ia menenteng bantal Sehun dengan ujung jari jempol dan telunjuknya, memasang ekspresi sangat jijay dan itu betul-betul lucu.

 

 

 

“Krystal, itu benda keramat milik Sehun.”

 

 

 

Ku tarik bantal itu darinya, dan ya memang bau.

 

 

 

“Ishhh…” krystal mengidikan bahunya.

 

 

 

Kemudian ia duduk dipinggir kasur dan memandangku.

 

 

 

“Ada apa? Apa kau mau mulai bercerita?”

 

 

 

Ia mengangguk kecil, dan menepuk pinggir ranjangnya, memnitaku untuk ikut duduk.

 

 

 

“Oppa, kenapa kau bisa tahu aku kabur dari rumah?”

 

 

 

“tentu saja. Itu sangat mudah ditebak”

 

 

 

“apakah Sehun juga kabur dari rumah?”

 

 

 

“Iya. Sehun juga.”

 

 

 

“Apakah Sehun kabur dari rumah karena masalah keluarga?”

 

 

 

“Ya! Kau ini mau cerita atau meninterogasiku sih?”

 

 

 

“Arraseo Oppa, mian. Aku hanya ingin kau tahu bahwa alasanku kabur dari rumah mungkin sama dengan alasan Sehun. Masalah keluarga. Rumit. Aku benci.”

 

 

 

“Hey, kau bilang sama dengan Sehun, tapi bukan bearti ada hubungannya kan?”

 

 

 

DEG

 

 

“hmm… sebenarnya.. memang ada.”

 

 

 

“eoh? Jinjjayo?” Baekhyun menaikkan sebelah alisnya tanda tak mengerti.

 

 

 

“Ne, tapi aku tidak yakin apakah Sehun tau soal masalah yang ini atau tidak”

 

 

 

“Masalah? Masalah  yang mana?”

 

 

“Masalah tentang …… Ummanya yang menjalin hubungan dengan Appaku. Selama bertahun-tahun, dan sampai Umma kandungku meninggal, mereka masih melanjutkan hubungannya, bahkan sekarang mereka terlihat tambah bebas.”

 

 

 

………………………………………………………………

 

 

 

Hening. Aku tak bisa mencerna dengan baik apa yang Krystal ucapkan.

 

 

 

“Maksudmu? Apa maksudmu Krystal? Umma Sehun berselingkuh dari Appa Sehun dan menjalin hubungan dengan Appamu? Itu dilakukan sampai ummamu meninggal dunia?”

 

 

 

“NE.”

 

 

 

Satu kata itu, mampu membuatku  bisu. Yatuhan aku bahkan tak yakin bahwa Sehun tau hal ini. Atau memang ia sudah tau? Tapi ia tak pernah menceritakannya? Pantas saja ia depresi. Hal ini benar-benar gila.

 

 

 

Disaat aku sibuk dengan pikiranku, tedengar isakan kecil dari yeoja yang duduk disampingku ini. Jung Krystal, ia menangis. Aku memeluknya. Mengelus lembut rambutnya, berharap itu bisa menenangkannya.

 

 

 

Lalu ia tertidur di bahuku, masih dalam keadaan bersandar, pelan-pelan ku taruh kepalanya di bantal. Bukan. Bukan bantal Sehun. Lalu ku selimuti, dan ku kecup singkat keningnya. Entahlah. Aku hanya ingin membuatnya nyaman.

 

 

 

Aku duduk di sofa ruang tengah, pikiranku menerawang ke pembicaraan aku dengan Krystal, apa benar Oh-eomeoni berselingkuh? Terlintas wajahnya di benakku, senyumnya, sikap perfeksionisnya, lalu wajah Oh-abeoji, wajahnya yang terlihat berwibawa, tegas dan sedikit keras. Oh Sehun, ia anak tunggal sama sepertiku, aku tak habis pikir bagaimana rasanya menjadi dirinya. Perlahan tangan ku bergerak mengambil handphone, dan jemariku cepat mengetik pesan singkat.

 

 

 

To: My Mom

 

Umma, Saranghae. Neomu neomu Saranghae

 

Satu menit kemudian tedengar suara balasan pesanku.

 

From: My Mom

 

Nado, saranghae uri Baekhyunnie. Jeongmalleyo Saranghaeyeo. Tidulah, disana pasti dsudah larut malam kan?

 

To: My Mom

 

Ne umma, jaga kesehatan ya. Salam untuk Appa. Katakan aku menyanyaginya juga.

 

 

 

Sebagian hatiku sedih mengingat bahwa Sehun mungkin tak pernah mendapat pesan yang seperti ini. Masih ku ingat jelas bagaimana ekspresi Oh-eomeoni yang tidak peduli dimana Sehun berada. CKCK! Dadaku sesak. Sebaiknya aku segera tidur.

 

 

 

 

06.00 AM Baekhyun Apartement

 

 

 

*Krystal POV*

 

 

 

Oppa pasti suka masakanku. Aku bangun pagi-pagi sekali untuk membalas kebaikannya kemarin. Memasakkan sarapan untuknya.

 

 

 

“Annyeong Oppa.”

 

 

 

“Ya? Kau ? memasak?”

 

 

 

“Ne. Aku pandai memasak,Umma yang mengajariku”

 

 

 

“baiklah, aku harap aku tak keracunan.”

 

 

 

“haha.. Oppa cobalah dulu, tapi kalau nanti ketagihan aku tak mau tanggung jawab.” Kataku sambil memeletkan lidah.

 

 

Baekhyun duduk dan mulai memakan sarapnnya,,

 

 

“Agioo, apa benar kau yang memasak semua ini? Atau katakan saja dimana kau membelinya Krystal?”

 

 

“hahaha.. oppa, aku betul-betul memasaknya untukmu tahu,kau  taku lihat wajahku yang berminyak karna daritadi didapur terus.”

 

 

 

Sedetik kemudian ia menghambur ke pelukanku.

 

 

 

“Jung Krystal, gomawo ne. Karna kau Dapur ku berguna. Hahahaa.. jeongmall gomawo. Nanti siang kau harus berbelanja ke super market, untuk keperluan dapur ne?”

 

 

 

“Sirreo!!”

 

 

 

“Waeyo? Kenapa tidak mau?”

 

 

 

“kenapa harus aku yang berbelanja?”

 

 

 

 

“baiklah KITA berbelanja, ne? “

 

 

 

Ia meralat kalimatnya, dan sebuah senyuman terukir lebar di wajahnya. Mana mungkin aku b isa menolak.

 

 

 

“Arraseo oppa.”

 

 

 

“lalu kenapa kau masih berantakan seperti ini hah? Kau tidak ke sekolah?”

 

 

 

“aku kan tidak bawa baju dan bukuku oppa, boleh ya aku tidak ke sekolah hari ini. Jebal.”

 

 

 

“ish kau ini, mau jadi bodoh ya?”

 

 

 

“Oppa!!”

 

 

 

“ne, baiklah, lalu kau mau disini seharian?”

 

 

 

“annii.. antar aku ketempat Oh Sehun, ne?”

 

 

 

Aku perhatikan mukanya berubah, Baekhyun Oppa menegang, mungkin ia takut kalau aku akan menggangu Sehun?

 

 

 

“Apa kau yakin?”

 

 

 

“Ne, Oppa, aku mau meminta maaf, karena telah membencinya, pdahal hidupnya saja sudah susah tanpa harus kutambah dengan membencinya., lagi pula ini semuakan bukan salahnya.”

 

 

 

“Tapi, mungkin Sehun belum tau, kalau ia belum tau, semua akan menjadi sangat rumit, Jung Krystal.”

 

 

 

“Kalau ia belum tau, aku tak akan memberi tau, aku jamin. Aku akan lihat kondisinya, dan akan cari tau, sampai dimana masalah yang ia tau dan yang ia hadapi sekarang, apakah ia sudah tahu soal hubungan menjijikan itu atau belum. Bagaimana?”

 

 

 

Baekhyun oppa terlihat sedang menimbang-nimbang ucapan ku barusan.

 

 

 

“baiklah, tapi ku mohon jangan menambah bebannya.”

 

 

 

“Janji!!”

 

 

 

Aku diantar Baekhyun Oppa ke Rumah sakit tempat Oh Sehun dirawat, kemudian ia berangkat ke sekolah.

 

 

ᄏ      S.I Hospital       –

 

 

*Sehun POV*

 

 

Kepalaku pening, mataku  juga sedikit buram. Tapi ini dimana? Seingatku, aku berada di apartement Baekhyun Hyung. Tapi ini?

 

 

 

“Sehunnie? Kau sudah bangun? Aigoo lama sekali tidurmu sih?”

 

 

Suho Hyung, pandanganku mulai jelas sekarang. Ah ada Chanyeol hyung juga, tapi ia masih tertidur pulas.

 

 

“Aku dimana hyung?”

 

 

 

“kau di Rumah sakit. Kau pingsan di apartemen baekhyun.”

 

 

 

Oh jadi begitu, ya malam itu dadaku sesak, sesak sekali mengingat pembicaraan aku, umma dan appa. Terngiang di telingaku terus kalimat “kami akan segera bercerai” aku tahu hubungan Umma dan Appaku sangat hambar, tapi haruskan mereka bercerai, lalu bagaimana dengan ku?

 

 

Tok..Tok.. Tok..

 

 

 

Ada suara seseorang mengetuk pintu dan ketika pintu terbuka, ternyata seorang yeoja berambut panjang terurai yang wajahnya sangat ku kenali. Jung Krystal. Yeoja aneh yang tatapannya seakan bilang bahwa ia teramat membenciku. Lalu mau apa dia disini?

 

 

 

“Annyeong Suho Sunbae, Chanyeol sunbae, Sehun-ssi”

 

 

 

“Annyeong Krystal, apa kau tidak bersama baekhyun?”

 

 

 

“Anni, Suho sunbae baekhyun Oppa langusng ke sekolah setelah mengantarku tadi sampai depan.”

 

 

“Tunggu aku tidak mengerti, kenapa kau kesini, dan apa yang kau lakukan sampai baekhyun Hyung harus mengantarmu kesini?”

 

 

 

Suaraku terdengar sangat dingin dan menusuk ditelingaku sendiri. melihat yeoja itu tersenyum pada Suho Hyung, padahal ia selalu sinis kepadaku.

 

 

“A.. aku.. aku kesini untuk… mengantar ini, ya sarapan untukmu, Sehun-ssi dan soal Baekhyun oppa tadi aku bertemu dengannya di jalan, ya begitulah.”

 

 

Aku menatapnya, ia menyodorkanku rantang yang ia bawa, karna perutku lapar, aku makan saja bekal itu.

 

 

“Sehunnie, karna ada Krystal disini, aku dan Chanyeol akan keluar mencari makan, kau sih enak dibawakan.”

 

 

“eh. Mianhae hyung, apa kau mau? Ini, aku tunggu makanan dari rumah sakit saja.”

 

 

“Anni, Sehunnie, aku hanya bercanda. Aku dan Channie akan keluar sebentar ya? Bolehkan? Kajja

Channie ppalii.”

 

 

 

Suho Hyung menarik Chanyeol hyung yang masih setengah sadar, keluar dari kamar rawat ku. Kini tinggal aku dengan si yeoja aneh ini, berdua.

 

 

“Hmm.. Sehun-ssi, kau kenapa? Ku dengar kau mengalami depresi berat?”

 

 

“Apa pedulimu?

 

 

 

“A.. aku..”

 

 

 

“Aku heran. Kau ini betul-betul aneh, slama ini kau menjauhiku mati-matian, tatapanmu padaku selalu tajam dan penuh kebencian, dan sekarang kau berada di depanku, datang menjengukku, tidak bersekolah, malah membawakan makanan untukku.”

 

 

“Aku…”

 

 

 

Aku tunggu dia menyelesaikan kalimatnya, tapi tidak. Dia hanya kembali terdiam menatapku.

 

 

“Aish, kenapa melihatku seperti itu?”

 

 

“Sehun-ssi, aku minta maaf kalau selama ini sikapku tidak sopan.”

 

 

 

“geurayo? Kau sakit ya?”

 

 

“Sehun-ssi, aku serius. Selama ini kupikir dengan membencimu aku akan tenang ternyata tidak.”

 

 

“Aku tidak mengerti”

 

 

BLAM..

 

 

Tiba-tiba pintu terbuka sedikit keras, seorang wanita paruh baya masuk tergopoh-gopoh. Kim Ahjumma.

 

 

“Tuan Muda…. hikhikhik..” ia sedikit terisak.

 

 

 

“Kim Ahjumma, kenapa kemari, aku tidak apa-apa, sungguh.”

 

 

“Bagaimana keadaanmu? Apa yang sakit? Apa kata dokter?”

 

 

“Aku baik-baik saja, hanya kelelahan.hari ini aku akan keluar dai rumah sakit, tenanglah.”

 

 

 

Dan ketika Kim Ahjumma menatap ke arah Jung Krystal, wajahnya berubah kaku, tegang, kulihat tangannya terkepal seperti menahan sesuatu.

 

 

 

“KAU”

 

 

 

 

*Krystal POV*

 

 

 

“KAU”

 

 

 

Wanita ini siapa ya? Kenapa sedikit mirip dengan Umma ku? Hanya saja Umma ku sedikit lebih muda. Tapi tatapannya, wajah sendu dan lembutnya.

 

 

Kulihat Sehun yang juga kebingungan. Kemudian Ahjumma yang oleh Sehun dipanggil Kim itu memelukku.

 

 

Tunggu.. KIM???

 

 

Nama gadis Ummaku juga KIM, sebelum berganti marga menjadi JUNG karena menikah dengan appa. Pelukkannya sehangat umma, tulus. Aku membalas pelukannya, meskipun masih tidak mengerti.

 

 

“Ahjumma,”

 

 

Sehun memanggilnya, dengan suara yang sedikit ragu. Lalu ia melepaskan pelukannya terhadapku, dan menatap Sehun dengan tatapan yang… apa. Seperti kasihan dan iba. Memangnya Sehun kenapa??

 

 

“Tuan Muda, kau jangan bersedih lagi ya, kau harus kuat dan juga sehat”

 

 

Ia tersenyum, memandangku dan kembali kepada Sehun lalu menatap rantang makanan yang dipegang Sehun.

 

 

“Apa kau yang memasaknya?” Bibi itu bertanya padaku,

 

 

“ne”

 

 

“kau, pintar memasak, apa ibumu, Kim Myun Hee yang mengajarkannya?”

 

 

“Ne, bibi. Kau kenal ibuku?”

 

 

Kulihat ia mengangguk.kemudian ia berbisik agar aku mengikutinya ke taman. Entahlah, mungkin ada yang ingin di ceritakannya padaku. Aku menurut saja.

 

 

“Tuan Muda, aku akan keluar sebentar bersama gadis ini, apa kau tidak apa kami tinggalkan?”

 

 

“Gwenchanayo Kim Ahjumma, nanti Suho hyung dan Chanyeol Hyung juga akan kembali kemari.

 

 

Meskipun Sehun tampak tak mengerti ia juga membiarkan aku dan Ahjummanya itu keluar.

 

 

 

 

ﷀ      Di Taman Seoul Internasional Hospital    –

 

 

 

* Kim Ahjumma POV*

 

 

“Namamu Jung Krystal kan?”

 

 

 

“Ne, bibi.”

 

 

“Kau, apakah kau tahu siapa Sehun? Siapa Ummanya? Dan ….

 

 

“Aku tahu bibi”

 

 

“Mungkin kau dan Sehun sudah waktunya untuk tau rahasia ini, tapi karena kondisi tuan mudaku sedang tidak baik, sepertinya kau jauh lebih mudah menerimanya, kau terlihat sangat dewasa dibandingkan dengan Oh Sehun,”

 

 

 

“Bibi, sebenarnya ada apa? Kenapa kau mirip sekali dengan almarhum umma, dan kenapa kau tiba-tiba memelukku, lalu rahasia apa yang akan kau ceritakan? Apakah semua tentangku dan Oh Sehun?”

 

 

“Ne.”

 

 

 

Kemudian Bibi Itu mulai bercerita.

 

 

 

 

 

 

 

 

(FLASH BACK 1994)

 

 

“Istriku, lihat, ini. Ini anak kita sudah lahir, seorang laki-laki sangat tampan. Kulitnya putih sepertimu, hidungnya, mata dan alisnya juga, ia pasti akan sangat tampan ketika besar nanti.” Tuan Oh, terus berbicara pada istrinya

 

 

………………….

 

 

 

“Neomu Yeobo, jawablah. Kau dengar aku? Kau lihat lah bayi kita. Bayi kita ini sangat sempurna sepertimu sayang.”

 

 

 

 

………………….

 

 

 

“Sayang,dengarlah, dengar dan bangunlah.”

 

 

 

Oh Jinri, Nyonya sekaligus istri sah dari tuan Oh Jin ho, tidak pernah mendengarnya, dan tidak  pernah akan terbangun. Ia meninggal sesaat setelah melahirkan Tuan Muda penerus Kekayaan keluarga mereka yaitu , Oh Sehun.

 

 

 

“Oh Sehun, ini Ummamu nak, kau lihat lah, lihat ia untuk yang pertama dan terakhir kalinya.”

 

 

 

Sehun kecil menangis, menjerit, seakaan tahu bahwa ia sudah di tinggalkan oleh ibunya, untuk selama-lamanya, di hari pertama ia berada di dunia. Ia tak pernah merasakan kasih sayang Ibunya.

 

 

 

Di lain ruangan seorang wanita bernama Hyo yeon juga melahirkan seorang bayi, wanita, sangatttt cantik. Keluarga mereka sangat miskin. Sehingga Bayi kecil itu tidak diperbolehkan masuk keruangan steril bagi para bayi, karna kelahirannya saja hanya dibantu suster, tidak ada dokter yang mau membantunya. Sedih. Kejam.

 

 

 

Dialah Ibumu Jung Krystal. Ibu kandungmu.

 

 

 

“Jung Krystal, kau harus menjadi anak kuat” begitu kata Jung Hyo Yeon. “Umma janji kehidupan kita tak akan susah lagi, kau dan Appa harus berjuang sendiri, Umma ada cara lain.”

 

 

 

Hyo Yeon yang sudah tau cerita tentang duka keluarga Oh, mempunyai ide yang sangat jahat. Ia dan impiannya menjadi konglomerat yang membuatnya berbuat sangat nekat.

 

 

Singkatnya, dengan rencanaya yang mulus dan modal wajah yang sangat cantik, Hyo Yeon berubah marga menjadi Oh Hyo Yeon. Menjadi Umma bagi Oh Sehun dan istri sah dari Oh Jin Ho.

 

 

Pernikahan ini bukan keinginan Oh Jin Ho, kesetiannya pada istrinya tak perlu diragukan. Ia sangat menyayangi istrinya yang kini telah tiada, yang memberinya seorang putra yang sangat tampan bernama

Oh Sehun.

 

 

Oh Hyo Yeon masuk ke keluarga besar Oh, dengan mendekati Nyonya Besar (Nenek Sehun) yang pada akhirnya menjodohkan mereka tanpa terlebih dahulu mengetahui, siapa dia sebenarnya.

 

Namun Hyo Yeon, juga tidak menelantarkan Putri kandungnya, ia menyuruh Asisten Keluarga Oh, berperan sebagai Umma bagi putrinya, adalah Kim Myun Hee, adikku. Dia dan aku  diminta dengan sangat menjaga rahasia ini, dia diminta menjaga putrinya, berpura-pura menjadi Umma kandung dan merubah marganya menjadi Jung Myun Hee. Ibumu. Dan aku tetap berada disini merawat dan membesarkan seorang putra yang sudah ditinggal mati Ibunya sejak lahir, Oh Sehun.

 

 

Tuan Oh Jin Ho terpaksa menerima Hyo Yeon, karena desakkan bunya, dan juga karena ia terlihat baik kepada Oh Sehun.

Ternyata salah, ia dan ambisi dalam karirnya yang terus melesat semenjak duduk dalam jajaran perusahaan merubah sikapnya. Ia tak lagi peduli pada tuan muda, ia sibuk mengumpulakn pundi-pundi uang dan mengirimkannya kepadamu. Sampai pada detik ini.

 

 

 

Dia, Nyonya Oh, bukan Ibu kandung tuan muda. Dia adalah Ibumu. Dan Ibumu yang meninggal dia hanyalah asisten keluarga Oh, yang juga adikku. Sedangkan Tuan Muda adalah anak Piatu sejak lahir, yang ayahnya sangat sibuk.

 

 

 

Sekarang kau tahu, kenapa Nyonya Oh Hyo Yeon baik padamu? Dan tidak perduli pada Sehun? Sekarang kau tahu hubungan antara Nyonya Oh dan Appamu, mereka adalah Suami Istri. Mereka adalah orang tua kandungmu, Jung Krystal.

 

 

Sekarang Tuan Oh Jin Ho telah mengetahui semuanya, dan memilih bercerai. Ia akan segera mengurusnya, karena ia sudah tahu semuanya. Dan ia berjanji akan memperhatikan tuan muda Sehun lebih baik lagi.

 

 

 

BRAAAAAAKKKKKKKKK

 

 

Tiba-tiba sesuatu terjatuh kecang sekali, Krystal dan Kim Ahjumma menengok bersamaan kebelakang dan mendadak lemas melihat siapa yang jatuh, Oh Sehun, ia dari tadi berada disitu, menguping pembicaraan mereka, dan sekarang jatuh tak sadarkan diri.

 

.

.

.

 

 

 

“TUAN MUDA”

 

 

.

.

.

“OH SEHUN”

 

 

 

Mereka berteriak bersamaan.

 

 

 

 

0      Ruang ICU –

 

 

 

“Jung Krystal, Kim Ahjumma, bagaimana keadaannya?” Baekhyun tampak terengah-engah, mengatur napasnya yang memburu, karna mendapat kabar bahwa Sehun kritis.

 

 

 

“Dia…..” Krystal menangis kencang, bahunya turun naik, suasana hatinya betul-betul kacau, sepertinya badai tengah mengorak-abrik hidupnya. Kehidupannya yang selama ini hanya sandiwara yang didalangi oleh Umma kandungnya JUNG HYO YEON.

 

 

“Kim Ahjumma” terdengar suara berat dan parau.

 

 

 

Tuan Oh Jin Ho, matanya merah, mungkin menahan tangis. Ia sudah ditelefon oleh Kim Ahjumma, semua hal telah terungkap.

 

 

“Bagaimana keadaan putraku?”

 

 

Kim Ahjumma menggeleng, dokter belum ada yang keluar. Tak ada yang tahu situasi di dalam ruangan itu.

 

 

 

“Suamiku.”

 

 

 

Terdengar lagi suara lembut yang kecil sekali, nyonya Oh Hyo Yeon atau sekarang harus dipanggil Jung Hyo Yeon?

 

 

 

“KAU, JANGAN PERNAH MEMANGILKU DEMIKIAN!!!” teriak tuan Oh.

 

 

 

PLAKKKKK.. sebuah tamparan keras  mendarat dipipi Hyo Yeon, NYONYA BESAR.

 

 

 

“BERANINYA KAU MEMPERMAINKAN KELUARGA KAMI!! MENYIKSA BATIN CUCUKU!!”

 

 

 

Nyonya Oh terlihat sangat marah, mungkin murka, nenek itu terus di pegang semua yang ada disitu, takut ia menyerang lagi wanita yang bibirnya telah bedarah itu.

 

 

 

Wanita itu Jung Hyo Yeon, melihat ke arah putrinya. Putri kandungnya. Hendak meraihnya. Tapi Jung Krystal mundur, menjauh.

 

 

 

Air mata mengalir deras dari kedua mata Krystal, lututnya lemas, kalau saja Baekhyun tidak menopangnya, ia pasti sudah jatuh.

 

 

 

CEKLEK..

 

 

 

Pintu ruang ICU terbuka, tampak Lee songsaenim, tersenyum menenangkan semua orang yang menangis. Ia tak tahu prahara yang terjadi. Ia pikir semua menangisi Oh Sehun.

 

 

 

“Semua sudah berkumpul rupanya, tenang saja. Oh Sehun tidak apa-apa, ia hanya mengalami Shock

yang menguncang jantungnya dan menyebabkan ia hilang kesadaran tapi, dia sekarang baik-baik saja.”

 

 

 

 

Mendengar itu kami semua menarik nafas lega, meskipun api ketegangan masih berkobar diantara mereka yang berdiri disana.

 

 

 

“Boleh aku melihat cucuku uisa?”

 

 

 

 

“akan kami pindahkan terlebih dahulu ke ruang rawat, dan tolong jangan melakukan hal-hal yang bisa membuatnya kaget atau jantungnya akan kembali tidak stabil.”

 

 

 

“Arraseo” jawab mereka berbarengan.

 

 

 

       Kamar rawat Oh Sehun –

 

 

*Author POV*

 

 

 

Oh Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya, ia gagal memahami apa yang telah ia dengar, hanya sakit hebat yang menyerang di dadanya yang ia rasakan.

 

 

 

Appanya mengelus rambutnya dan tersenyum, senyum tulus dari seorang Oh Jin Ho, yang selama ini selalu terlhat tegang dan menyembunyikan sesuatu.

 

 

 

Neneknya yang dengan erat menggengam jemari cucunya, dan menjalarkan ribuan kasih sayang lewat tangannya.

 

 

 

 

Kim Ahjumma yang tersenyum penuh arti dan kelegaan, menatap tuan mudanya penuh kasih sayang.

 

 

 

Baekhyun yang sekarang mengerti, sikap acuh wanita yang kejam itu, kejam karena tak pernah perduli pada putra yang ternyata memang bukan putranya, ia menatap Sehun penuh kasih sebagai seorang kakak.

 

 

 

Jung Krystal yang sampai saat ini masih sulit menerima, bahwa Umma kandungnya adalah seorang wanita jahat. Ia masih mengnaggap bahwa Ummanya ialah umma yang mengajarinya masak, yang mendidiknya dan merawatnya. Yang sekarang telah meninggal dunia. Iya. Dialah ummanya.  Bukan wanita gila harta dan tahta yang dengan kejam menghancurkan hidupnya, appanya, seluruh keluarga Oh, hanya karena ambisinya. Bukan, bukan dia.

 

 

 

Jung Hyo Yeon yang tatapan matanya tak bisa di artikan, ada sedih, menyesal, kecewa, sakit dan kemenangan. Entahlah. Wanita itu pasti sudah gila. Hatinya entahterbuat dari apa.

 

 

 

Suho dan Chanyeol yang dari tadi menangis karena menyadari beban yang selama ini di derita Sehun,

menatap Sehun seakaan-akan tak ingin melepasnya sendirian.

 

 

Kai dan Do yang entah sejak kapan berada di ruangan itu juga, terus-terusan menangis, karna baru tahu bahwa Oh Sehun yang selama ini dikenalnya sebagai anak konglomerat yang manjanya sebakul-bakul adalah Oh Sehun yang rapuh dan sangat menderita.

 

 

*  Sehun POV *

 

 

“Kalian semua berhentilah menangis. Aku sekarang sangat bahagia. Semua sudah sangat jelas bagiku”

ia tersenyum,. Senyuman Oh Sehun yang sangat dewasa. Yang baru kali ini ia perlihatkan.

 

 

 

“Umma Hyo Yeon, terimakasih karena kau sudah mau berperan sebagai ummaku, walaupun aktingmu sangat buruk, dan kau tak pernah menyayangiku, setidaknya aku merasa bahwa aku tumbuh dalam pengawasan seorang Ibu”

 

 

 

“Appa, antarkan aku ke makan Umma kandungku sekarang.”

 

 

 

“Tidak mungkin nak, nanti saja kalau kondisimu sudah sehat ya.”

 

 

 

“Anniii.. aku mohon, aku ingin melihatnya untuk yang pertama dan terakhir”

 

 

 

“baiklah”

 

 

 

 

       Pusara nyonya Oh JinRi.

 

 

 

 

“Umma….”

 

 

 

Sehun tak bisa lagi membendung air matanya, semua tumpah di hadapan nisan Umma kandungnya,  dadanya sesak, kepalanya sangat berat, tapi ia tak peduli. Ia ingin berada dekat Ummanya.

 

 

 

“Sehunnie” Baekhyun hyung yang mengelus pundakku dengan lembut, dan Krystal yang menatapku dari seberang pusara ummaku.

 

 

 

“Aku sudah tak kuat Hyung, hidupku semua adalah permainan dan akan ku tuntaskan hari ini.”

 

 

 

“Apa maksudmu, nak?” Tuan Oh membelai rambut anaknya penuh kasi sayang.

 

 

 

“aku tak kuat lagi Appa, dadaku betul-betul sakit.”

 

 

Dan tiba-tiba Sehun kembali jatuh tak sadarkan diri, di atas pusara Ummanya, dengan tangan yang

memengang erat nisan ummanya. Ia seperti hendak memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.

 

 

 

Sehun, kembali pada Tuhan saat itu juga.

 

 

 

Sehun benar-benar hanya melihat Ummanya di awal ia hidup di dunia dan di akhir kehidupannya di dunia.

 

 

 

Sehun tersenyum, ia tertidur. Sangat damai. Ia tak pernah lagi membuka matanya. Hanya airmata terakhir yang menetes ke atas tangkai mawar putih yang dibawanya, yang menjadi kenangan bagi semua yang masih bediri disana.

 

 

 

“Aku mencintaimu, Istriku dan putraku. Kalian berbahagialah disana” tuan Oh membopong raga Sehun yang sudah tiada di pelukannya, baginya ini adalah yang kedua kalinya ia menggendong Sehun, saat dilahirkan dan saat Sehun meninggal, ia berada di pelukan Appanya./

 

 

 

Nenek, Baekhyun, Kim Ahjumma, Krystal, Suho, Chanyeol, Kai dan Do mengikutinya dari belakang. Mereka mebawa Sehun ke rumah untuk diurus jenajahnya, dan disiapkan pusara tepat disebelah Oh JinRi, ibu kandungnya.

 

 

 

Dari kejauhan seorang wanita dengan berbalut serba hitam memangis, meraung, menyesali semua hal dalam kehidupannya. Dosa besar baginya, dan ia siap menanggungnya. Dia akan segera meninggalkan Seoul. Ia akan pergi dari Negara itu. Tak akan pernah muncul dikehidupan siapapu. Dan tanpa membawa apapun, sepeserpun, dari keluarga OH.

.

.

.

.

.

.

 

-END-

 

Huwaaaa? Gimana? Langung aja Comment ya… ^-^♥♥♥♥

 

51 pemikiran pada “A Real Family (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s