We Were in Love (Chapter 1)

WE WERE IN LOVE”

Author : There’s No Author POV xD

Fb:       –      Radtnha Anggraini (facebook.com/ bbuingbbuing.virus)

–         Effie K. J-fhy Amethyst (facebook.com/JoUpin.stoleMyheart)


 

 Cast    :          

            – Kim Jong In

            – Park Chanhee (OC)

            – Kim Yae In (OC)

            – Park Chanyeol

            – Byun Baekhyun and EXO members

Back Song      :

–         All EXO Songs xD

Part 1…

Kami sama – sama baru merasakan indahnya cinta, tapi tidak dalam kondisi yang memungkinkan. Bukan…bukan cinta segitiga bahkan bukan juga cinta segi empat. Aku menyukai kakaknya sedangkan kakakku menyukai adiknya. Cinta kami sama – sama terbalas. Tapi apakah itu pantas…? Jika memang tidak, siapa yang mau mengalah? Bolehkah kami sama – sama egois kali ini? -CHANHEE-

—–

Chanhee POV

“Yaaaa! Kkamjongie..!!” teriak sahabatku Yae In pada oppanya yang sudah menunggu di gerbang pintu sekolah. Dia segera menghampiri seorang namja yang sedang bersandar di gerbang dengan melipat tangannya. Wajahnya tampak datar. Sedangkan aku hanya mengikuti punggung Yae In. Aku terlalu malu untuk berhadapan langsung dengan oppanya.

Pletak! Sebuah jitakan keras mendarat mulus di kepala Yae In.

“Dasar pabo dongsaeng..!! panggil aku oppa..!!” ucap oppanya atau biasa di panggil Jong In itu sedikit kesal.

“Yah.. Appo..!! Kkamjongie..aku tidak akan pernah mau memanggilmu dengan sebutan oppa…kita kan hanya terpaut 11 bulan saja..” Yae In menggerutu tidak jelas sembari mencurutkan bibirnya lucu. Aku hanya tertawa kecil melihat adegan perkelahian sepasang kakak adik yang tidak pernah akur itu.

“Arra..arra.. humm, kita jadi jalan – jalan hari ini..??” tanya Jong In kemudian.

“Tentu…kita akan jalan – jalan bertiga hari ini…”

“Eh? Aku juga ikut..??” tanyaku bingung.

“Tentu Chanhee~yaa.. kau mau kan..??” jawab Yae In sembari mengalungkan tangannya pada pundakku dan mengedipkan sebelah matanya. Dasar! Genit! xD

“H-hajiman..”

“Tidak ada tapi – tapian…arraseo?” Aku pun menggangguk pelan.

“Arraseo..kita jalan – jalan bertiga hari ini. Kalian mau kemana..??” sela Jong In kemudian.

“LOTTE WORLD…!!!” teriak Yae In membuat semua murid di sekitar situ menatap kearah kami. Yae In hanya cengegesan tidak jelas sembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Yaaa! Kau benar – benar memalukan Yae In~ahh!” ucap Jong In sembali kembali melayangkan jitakan andalannya ke kepala dongsaengnya lagi.

“Pabo Kkamjongie!” Yae In kali ini membalas jitakan Jong In. Aku hanya tertawa menonton drama kolosal (?) yang paling aneh ini. Kami pun segera menuju Lotte World.

—–

@Lotte World.

“Yaaaa! Disini sangat ramai..!!!” teriak Yae In heboh.

“Sssst…Yae In~ahh..jangan seperti itu. Lihatlah semua orang menatap kita…” aku berbisik ke arah Yae In, dia hanya terkekeh menampakkan wajah innocentnya. Sedangnya namja di belakang kami hanya mendengus kesal.

“Kaja..!! yah..! Kkamjong~ahh, palli..!!!” teriak Yae In sembari menarik tanganku.

Kami menghabiskan waktu berjam – jam disini. Hampir semua wahana kami naiki. Dan itu membuatku lelah.

“Yae In~ahh..ayo istirahat sebentar. Aku sudah lelah. Bagaimana denganmu Jong In~ssi..?” ucapku kemudian.

“Yae In~ahh.. kaja! aku juga merasa lelah…” sahut Jong In.

“Arraseo…eh? — Bagaimana kalau aku membeli minuman? Kalian tunggulah dulu, aku pergi…paii paii…” Dia segera berlari menjauh sebelum aku sempat menolaknya. Jong In hanya tersenyum sembari mengangkat jempolnya tinggi.

Seperginya Yae In, kami hanya terdiam cukup lama tanpa ada berani yang memulai percakapan.

“Hmmm..Bagaimana jika kita menunggunya disana…??” ucap Jong In kemudian, memecahkan keheningan diantara kami.

“Baiklah…” Aku pun mengikuti Jong In duduk di sebuah bangku panjang.

——

Yae In POV

“Yae In~ahh..ayo istirahat sebentar. Aku sudah lelah. Bagaimana denganmu Jong In~ssi..?” ucap Chanhee tiba – tiba. Ya, memang dia terlihat lelah.

“Yae In~ahh.. kaja! aku juga merasa lelah…” sahut Kkamjong. Jika dilihat, aku jadi tidak tega padahal aku masih ingin bermain lagi.

“Arraseo…eh? (Ahha…aku punya ide gila. xD) Bagaimana kalau aku membeli minuman? Kalian tunggulah dulu, aku pergi…paii paii…” Aku pun segera berlari menjauh tanpa menghiraukan jawaban mereka nantinya.

Hhmmm…sekarang aku harus kemana? Aku ingin naik bianglala. Tapi, sebaiknya aku membeli sesuatu dulu. Ku putuskan untuk memesan satu cup ice cream dan segera menuju bianglala. Sebelumnya, aku memakai headseatku agar lebih santai. Akh! mungkin saja aku bisa tertidur disini. Bianglala pun mulai berputar perlahan.

Aku benar – benar menikmati jalan – jalan kali ini. Chamkkanman!! Ngomong – ngomong..bagaimana dengan Kkamjong dan Chanhee ya..?? aku tersenyum – senyum sendiri membayangkan apa yang sedang mereka lakukan berdua tanpa aku.

Disaat aku asyik berkencan (?) dengan headseat dan menikmati pemandangan dari atas sini, tiba – tiba kulihat sesuatu yang membuatku tertarik. Seorang namja tengah asyik bercanda dan bergurau bersama beberapa temannya di bawah bianglala yang tengah kunaiki.

Dan pada saat bianglalaku tepat di depannya, dia menatap kearahku sembari tersenyum. Deg. Jantungku berdebar ketika mata kami bertemu. Entah kenapa tapi aku gugup ketika itu. Segera ku palingkan wajahku sembari tersenyum – senyum sendiri. Akh! Wajahku terasa panas sekarang, mungkin wajahku memerah seperti kepiting rebus sekarang. Haha memang aneh jika dipikir, bahkan kami tak saling mengenal.

Aku masih mencuri – curi untuk bisa memandang wajah namja itu lagi. Aku benar – benar menyukai senyumnya itu. Di tengah asyiknya aku memandangi wajahnya kurasakan handphone ku berbunyi. Akh! Mengganggu saja. Ku lihat layar ponselku, ah..ternyata Kkamjong..dasar mengganggu saja.

“Yeoboseyo…”

“Yaaa! Kau dimana pabo?! Kau beli minuman atau antri undian hehh..!! lama sekali.” Kkamjong langsung saja memarahiku. Aku sedikit menjauhkan ponselku karena suaranya yang kelewat bagus itu bisa merusak saraf pendengaranku hanya dalam sekejap.

“Dasar! Kau yang pabo..!! aku sudah memberimu kesempatan untuk berduaan dengan Chanhee. Kau bisa mengungkapkan perasaanmu sekarang..”

“Apa maksudmu itu heh?” dapat kurasakan suaranya sedikit gugup sekarang. Hihihi kena kau, PABO JONG-IN xD

“Jangan pura-pura bodoh, aku tau kau menyukainya.” skakmath…kau tidak bisa mengelak sekarang. Haha, aku ingin melihat wajah bodohnya sekarang ini.

“M-mwo..? tapi..aku…”

“Apa!?”

“Aku…maa..lu..!” suaranya sedikit berbisik kali ini.

“Hahahaha…xD seorang Kkamjong yang angkuhnya kelewat umur, percaya dirinya melebihi batas korea selatan dan korea utara seperti itu bisa malu hanya pada seorang yeoja..?? ckckck..memalukan.”

“Yah! Jangan menertawakanku…!!”

“Ayolah..! jangan jadi pengecut..!”

“Ya! Itu bisa lain waktu, kembalilah sekarang..ini sudah sore..”

“Shireo! Aku tidak akan pulang sebelum kau menyatakan perasaanmu..!!”

“Ya! Apa yang k~~~” tutt. Aku langsung mematikan ponselku tanpa mau mendengar suara Kkamjong lagi. Aku lebih memilih sibuk memandangi namja itu lagi.

—–

Jong In POV

Sudah satu jam kami menunggu Yae In, tapi anak itu tak kunjung datang. Apa dia  membeli minuman ke planet pluto (?).  Akhirnya ku putuskan untuk menghubungi ponselnya

“Yeoboseyo…” ah…di angkat

“Yaaa! Kau dimana pabo?! Kau beli minuman atau antri undian hehh..!! lama sekali.”

“Dasar! Kau yang pabo..!! aku sudah memberimu kesempatan untuk berduaan dengan Chanhee. Kau bisa mengungkapkan perasaanmu sekarang..” aku sedikit melirik Chanhee yang ada di sebelahku, dia hanya membalasnya dengan seulas senyum yang…errr..yeppeoda xD

“Apa maksudmu itu heh?” Hei..apa yang dikatakannya ?! bagaimana ini..

“Jangan pura-pura bodoh, aku tau kau menyukainya.” sial…aku tidak bisa menghindar kali ini, sepertinya dia memang selalu memperhatikan gerak – gerik ku pada Chanhee. Eotteohkke!! Hei…siapapun tolong aku sekarang.

“M-mwo..? tapi..aku…” Ishh…anak ini .__.v apa aku harus jujur kali ini, tapi…….

“Apa!?” ada apa dengan anak ini, apa dia lupa bahwa Chanhee ada di sebelahku, Pabo saengie.

“Aku…maa..lu..!” aku sedikit berbisik kali ini, dan kuharap Chanhee tidak mendengarnya. Bisa tambah malu aku nanti.

“Hahahaha…xD seorang Kkamjong yang angkuhnya kelewat umur, percaya dirinya melebihi batas korea selatan dan korea utara seperti itu bisa malu hanya pada seorang yeoja..?? ckckck..memalukan.”

“Yah! Jangan menertawakanku…!!” dari sudut mataku dapat ku lihat dia sedikit bingung dan kaget mendengar teriakanku. Dan menatap ku seperti –ada apa sebenarnya-.

“Ayolah..! jangan jadi pengecut..!” Pengecut dia bilang ?! nappeun!!

“Ya! Itu bisa lain waktu, kembalilah sekarang..ini sudah sore..”

“Shireo! Aku tidak akan pulang sebelum kau menyatakan perasaanmu..!!”

“Ya! Apa yang k~~~” tutt. Ishh…susah sekali mengatur yeodongsaeng macam dia (?) untung hanya dia adikku. Jika ada lagi mungkin aku sudah tidak tahan dan menendang mereka semua o.O

“Sunbae..Eotteohkke ?” aishh…kenapa Chanhee menatapku seperti itu.

“Eumm….Chanhee-yaa” tanganku bergerak untuk menggenggam tangan mungilnya.

“Ada yang ingin aku katakan” lanjutku dengan gugup, tak lupa ku berikan senyum tulus ku padanya.

“S-sunbaenim…wae irae ?” wajahnya sedikit gugup dan berniat melepaskan tangannya, dan happ aku langsung memegangnya semakin erat.

“Chanhee-yaa…..saa..” buukkk….sontak kami menoleh ke belakang dan terkejut melihat seorang anak kecil yang tersandung dan menangis.

“Omo…!!” Chanhee dengan cekatan menghampiri anak laki – laki itu dan mengendongnya. Sedangkan aku hanya mematung di tempatku semula. “Gwenchana ? orang tua mu dimana ?”

“Huwa….!!” tangis anak itu makin keras.

“Aigoo…eotteohkkaji ? Sunbaenim…jebal” sebenarnya aku ingin mengabaikannya tapi tidak tega melihat ekspresi mereka berdua.

“arasseo…adik kecil..mau ice krim ?” sedetik kemudian anak ini mulai berhenti menangis dan mengangguk. “Geunde…siapa nama mu ?”

“Hiks…hikss..Jung…hiks..Jung Yoo Geun im…ni..da” Aku mengacak rambutnya,

“Jja…kita beli ice krim dulu lalu pergi ke pusat informasi.” Tangan ku menggenggam tangannya sedangkan tangan yang satunya menggenggam tangan Chanhee. Oh God, kami terlihat seperti orang tuanya, batinku.

“Yoogeun-ii kamu mau rasa yang apa.. hhum ?” aku mengusap pelan puncak kepalanya.

“Rasa Chocolate ajusshi.”

“Dan kau Chanhee-yaa?” aku kembali menatapnya…aigoo kenapa dia terlihat semakin manis xD sayang rencana ku tadi gagal, hufft

“Terserah sunbae-nim saja..”

“Ara…Ajusshi 3 ice krim rasa Chocolate ya” tanpa menunggu lama 3 cup ice krim sudah berada di tangan kami masing – masing. Dan tanpa babibu kami bertiga langsung menuju ke pusat informasi.

Awalnya security tidak percaya bahwa kami menemukan anak ini, dengan sedikit pertikaian akhirnya dia percaya dan langsung mengumumkan berita kehilangannya.

“Sunbae-nim, apakah masih lama ? Igeo..sudah hampir gelap dan aku juga mulai mengantuk. Hoammphh..”

“Bersabarlah sedikit, ne!” dia hanya mengangguk pelan.

—–

Chanhee POV

Aku rasakan ada yang mengusap puncak kepalaku. Rasanya sangat nyaman. Ku urungkan niat ku untuk membuka mataku. Tuhan biarkanlah kami tetap seperti ini, aku sangat menikmatinya, gumamku.

“Tuan..orang tua anak tersebut sudah datang dan sudah membawanya pulang. Kalian bisa pulang sekarang..” Tiba – tiba petugas informasi masuk. Sial! Mengganggu saja.

“Chanhee~yaa..ireona!” ucapnya lembut.

Aku mulai membuka mataku perlahan. Dia tersenyum manis padaku, jeongmal kyeopta.

“Ehem..” dan sekali lagi suara satpam itu kembali mengganggu ku. Kucurutkan bibirku karena kesal.

“ah, ne. kkaja sudah malam aku juga sangat lelah” entah mengapa mood ku berubah jadi sangat amat teramat tidak baik. Aku pun berjalan mendahuluinya dan tidak peduli dengannya di belakang  ku.

Ngiiiiiiiiinggg….sepertinya akan ada pengumuman lagi. Gosh…siapa lagi yang hilang kali ini. “Ehem…ehem” sepertinya aku mengenal suara itu. Ah~ sudahlah kejadian ini sungguh membuatku pusing.

“Chankkaman Chanhee-yaa….” M-Mwo ?! Chanhee? Apa itu aku ? akh…mungkin Chanhee yang lainnya, pikirku. “Ya…Park Chanhee apa kau mendengarku!! Berhenti dan berbaliklah” Gosh.. siapa lagi yang membuat lelucon kali ini.

Ku putuskan untuk memutar tubuhku ku kerutkan dahiku, sepertinya aku mengenalnya. Kali ini mataku membulat sempurna, Jong In Sunbae-nim sedang berdiri di depan mikrofon.

“Park Chanhee…maukah kau menjadi yeojachinguku ? aku memang bukan orang yang romantis dan kuharap  kau dapat mengerti. Naega neol saranghae!!”

Ok..sekarang mungkin wajahku benar – benar memerah seperti buah tomat. “Terima…terima..terima..terima” omo sejak kapan orang – orang disini mulai memperhatikan ku?

“Sunbae-nim…apa yang kau lakukan ?” aku melangkah ke arahnya dan menarik tangannya. “Kkaja…kita pulang” dia menatapku lesu, sunbae..mianhae

“Kau menolak ku ya?” kini kulihat wajahnya mulai menunduk. Ku katupkan kedua tangan ku di pipinya dan mengangkat wajahnya agar menatapku.

“Nado saranghae sunbae-nim” Dia mulai menunggingkan senyum manisnya dan menarikku ke dalam pelukannya. Hangat. Aku pun balas memeluknya. Akh! Aku bisa tidak tidur semalaman jika dia terus bersikap seperti ini.

“UHHUUKK…UHHUUK..EHHEMM..EHHEMM…!!!” Sebuah suara mengagetkanku dan kami pun segera melepaskan pelukan itu. Mwo? Yae In..? sejak kapan dia berdiri disitu? Aku hanya menunduk karena malu. Jong In hanya memandang kearah Yae In sembari menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Tak sia – sia aku menonton drama gratis malam ini… Sepertinya aku juga akan mendapat makanan gratis malam ini…” ucapnya kemudian sembari mengedipkan mata ke arah kami.

“Mwo..? makan?” Jong In menatap Yae In seakan bingung.

“TRAKTIR AKU MAKAN…!!! KAJJA!” Dia langsung menarik tanganku dan Jong In menuju salah satu restaurant di Lotte World.

——

“Chanhee~yaa” Jong In tiba – tiba sudah memelukku dari belakang dan menempelkan dagunya pada pundakku.

“Eh, pabo…aku sedang belajar memasak, jangan menggangguku…”

“Sebentar saja…” pintanya manja.

“Bagaimana aku bisa masak kalau kau seperti ini…??”

“Ya sudahlah…” Dia segera melepaskan pelukannya dan melangkah menuju ruang makan. Dia duduk sambil menopang dagu dengan telapak tangannya. Dia mengerucutkan bibirnya karena kesal. Selalu seperti itu. Aku pun melepas celemekku dan mengikutinya. Aku memeluk lehernya dari belakang dan kini ganti aku yang menempelkan daguku pada pundaknya.

“Kau marah, humm?” tanyaku setengah berbisik.

“Tidak lagi jika kau tetap seperti ini selama hhmm… seharian..” jawabnya sembari memberikan smirks padaku.

“Dasar!” aku memukul pelan kepalanya. Aku kini duduk berhadapan dengannya dan melupakan acara masak memasakku (?).

Ini sudah hampir setahun aku menjalani hubunganku dengan Jong In. Aku benar – benar tidak salah telah menerimanya selama ini. Dia begitu baik. Sikap manjanya itu selalu aku rindukan. Kim Jong In, dia selalu mengisi hari – hariku dengan hal baru. Ini membuatku semakin mencintainya. Hari ini kami akan merayakan anniversary kami. Yah! Ini sudah setahun aku bersama Jong In. Aigoo…aku senang sekali.

“Hari ini..kita akan merayakan anniversary kita di café biasanya. Aku akan mengajak Yae In. dia pasti senang ikut merayakannya bersama kita…” ucap Jong In kemudian.

“Ya, aku juga lama tidak makan – makan dan mengobrol bersamanya. Apa dia sudah punya namjachingu sekarang..??”

“Aku tidak tau.. tapi dia sering keluar sekarang…”

“Ah, kenapa aku harus mengambil jurusan yang berbeda dengannya…kami jarang bertemu…aku benar – benar merindukannya…”

“Jong In~ahh..Chanhee~yaaa…kalian jaga rumah ya… aku mau pergi..” Tiba – tiba oppaku berteriak sembari menarik jaketnya yang berada di atas kursi. Dia menuju ke arahku dan menyambar sandwich di depanku dan langsung melenggang pergi begitu saja dengan sandwich yang menyumpal di mulutnya (?).

“Tapi, aku mau ke keluar malam ini..” timpalku.

“Ya sudah! Nanti kunci rumahnya..aku nanti pulang malam…”

“Ehh..?? kau mau kemana?” teriakku kemudian.

“Aku ada acara..” jawabnya singkat tanpa memandangku. Dan braaakk! Dia menutup pintu agak keras kali ini. Kenapa dia?

——

Chanyeol POV

Sore ini aku akan pergi ke Lotte World lagi. Aku sudah membawa semua perlengkapanku sekarang. Kameraku sudah siap memotret segala jenis objek di muka bumi (?) ini xD. Aku akan mengambil beberapa gambar disana untuk tugas kuliahku. Aku berjalan menuju sebuah café disana. Aku melihat beberapa lalu lalang orang dan keramaian disana. Mataku mulai menyipit sembari mencari sesuatu yang…tepat! itu dia! ada hal yang membuatku tertarik disana.

Ya, disana duduk seorang yeoja sendirian. Sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya. Tapi entahlah, aku lupa. Aku mulai menyiapkan cameraku. Dengan hati – hati aku mencuri beberapa gambar dari Beautiful Objek itu. Tentu aku memotretnya dari kejauhan. Saat dia menopang dagunya dengan kedua tangannya, saat dia menggembungkan pipinya, saat dia meniup ujung poninya, juga saat dia tengah tersenyum. Dia begitu…cantik. Aku menatapnya cukup lama.

Kulihat dia menoleh berkeliling seperti mencari sesuatu lalu ganti menatapku. Deg. Mata kami bertemu. Aku salah tingkah saat itu juga. Aku menoleh ke segala arah mencoba memalingkan perhatiannya agar dia tak mengira aku penguntit (?). Sepertinya dia tahu kalau aku dari tadi memperhatikannya. Segera saja aku balik badan berusaha menghindari tatapannya. Sebelum sempat aku melangkah pergi, seseorang menepuk bahuku.

“Ya! Chanyeollie..!”

Kudapati beberapa temanku sudah berada di hadapanku sekarang. Akh! Aku kira yeoja itu. Aku melirik ke arah yeoja itu. Dia sudah tidak memperhatikanku lagi. Aku selamat! xD

“Huuhh” aku mengelus dadaku pelan. “Aku kira kau hantu penunggu Lotte World, Baekhyunnie..” dia hanya mendengus kesal. Aku terkekeh melihatnya.

“Dasar! Happy Virus..!” dia memukul kepalaku dengan buku besar di tangannya. “Ehh, semua sudah berkumpul disana..kaja! kau gabung juga..” dia langsung menarik tanganku menuju café dimana yeoja tadi tengah duduk sendiri. Aku berjalan melewatinya, dengan sedikit meliriknya aku dapat melihat betapa manisnya dia. Aigoo, ada apa denganmu Chanyeol!

Aku segera bergabung dengan beberapa temanku yang tengah duduk disana. Eh?! Kenapa semua jadi berkumpul disini? Ada acara apa ini?

“Chanyeol? Kau juga disini..? aku kira kau tidak kesini..” tanya Suho hyung yang tengah menikmati coffeelate-nya. Aku sedikit tidak mengerti.

“Hehe…aku tadi sedang menyelesaikan tugas kuliahku..” jawabku sembari menggaruk – garuk kepalaku yang tidak gatal. “Dan kalian? Kenapa jadi berkumpul disini semua..?” aku balik bertanya.

“Kau ini bagaimana? Tadi aku mengirim pesan padamu kan..?” tanya Kyungsoo padaku. Aku menatap ke langit – langit sembari mengingat – ingat. Yah! Maklum..aku ini pelupa.

“Hehe..aku tidak membawa ponselku..” aku terkekeh kembali dan sedetik kemudian kurasakan sebuah jitakan keras mendarat mulus pada kepalaku. Iiish! Baekhyun…x( aku mengusap – usap kepalaku.

“Chanyeol~ahh, Baekhyun hari ini ulang tahun..kau ingat kan? Hari ini dia mentraktir kita semua..” ucap Suho hyung kemudian dan kusambut dengan anggukan pelan.

“Karena kau telat, kau harus memberiku hadiah!” seru Baekhyun kemudian.

“Mwo???” mataku membulat. Hadiah? Hmmm…aku punya ide gila..xD

Aku meraih segelas jus orange dan mendekat ke arah Baekhyun dan….ya! aku menyiramnya dengan jus tersebut. Dia yang tengah kaget karena kusiram, segera berdiri dan berlari ke arahku. Namun dengan cekatan aku mengambil segelas jus orange lagi dan balik berlari ke arahnya. Dia berhenti tiba – tiba dan bersiap untuk mengambil seribu langkah untuk menghindariku.

Aku berlari ke arah Baekhyun dan tiba – tiba Baekhyun berlari mengitari meja yeoja itu. Yeoja itu hanya menatap kelakuan kami dengan bingung. Akh! Aku tak ambil pusing tentang itu. Aku tetap berusaha mengejar Baekhyun untuk menyiramnya kembali dan byuuur…sial! Salah sasaran..jusku berhasil mengenai yeoja di depanku. Dia tampak kaget, kesal atau apa..tapi wajahnya berubah seram seketika itu juga.

“Apa yang kau lakukan…hahh!” gerutunya sembari membersihkan baju dan wajahnya dengan tisue di depannya. Aku hanya menelan ludahku dan bersiap gerak ditempat (?) tanda menyerah. Baekhyun hanya menjulurkan lidah dan berlari pergi meninggalkanku dengan wajah tak berdosanya. Sial! Aku berada di kandang singa yang tengah kelaparan. Yeoja itu menatapku kesal seakan akan melahapku sekarang.

—–

Yae In POV

‘aishh…shimshimhae’ aku mulai menggembungkan pipiku. Menunggu pasangan ideal itu hari ini? Akh! Aku benar – benar gila. Hufft….apa mereka sengaja membuat ku mati bosan disini. Ku edarkan pandanganku ke semua penjuru tapi tak ada yang menarik sama sekali. Ku tiup – tiup poniku, hanya itu yang bisa ku lakukan saat ini.

‘aishh…ige mwoya!! Ada 2 orang dewasa berlari – lari seperti anak kecil. Apa mereka tidak sadar dengan umur mereka sendiri. Dan…omo omo mereka berlari ke meja ku dan berputar mengelilingi ku, dipikir ini lucu ? sama sekali tidak.

byuuur…sial! Kurasakan segelas jus berhasil mengenai ku. Hari ini benar – benar menguras emosiku. “Apa yang kau lakukan…hahh!” gerutuku sembari membersihkan baju dan wajahku dengan tissue.

“Ah~ Jeo…jeo…seong…jeosonghabnida agasshi!” ku lihat dia mulai membungkuk padaku.

Ku hela nafas panjang dan meliriknya “Ya!! What the…Aishh! Gamsahabnida sudah melengkapi hari sial ku agasshi, jeongmal gamsahamnida” ku bungkuk kan badan ku dan melesat pergi dari hadapan pria tadi.

Kurasakan dia mengejarku dan masih memanggil – manggilku berharap aku mau berhenti. Ah, aku tidak peduli. Hari ini benar – benar…aargggh…rasanya aku ingin menendang jauh semua kesialanku hari ini. Hmm..kurasa aku sudah tak mendengar suara namja itu lagi.

“Yae In?” Seseorang kini berdiri di hadapanku. Aku mengerucutkan bibirku kesal setelah melihat sosok namja di hadapanku kini.

“Kenapa kau lama sekali, hehh!” Aku makin kesal sekarang.

“Mianhae…kami membatalkan acaranya. Kita akan merayakannya di rumah Chanhee.” Kkamjong menatapku khawatir kali ini. “Eh? Ada apa denganmu? Kau berantakan sekali…!” lanjutnya sembari membelai dan merapikan rambutku. Aku hanya makin menggembungkan pipiku.

“Seseorang memandikanku dengan jus orange sore ini!” gerutuku manja.

“Hahaha..wae ? apa kau membuat kesalahan pada seseorang humm?” dia masih bisa tertawa rupanya -__-“

“Ya! Jika kau datang tepat waktu aku tak akan menjadi sangat manis sekarang!” sial..apa dia tidak merasa bersalah sama sekali.

“Ara..ara. aigoo..adikku sedang marah rupanya..” sedetik kemudian Kkamjong memelukku. Ada apa dengannya. Aneh. “Kkaja…kita langsung ke rumah Chanhee, ganti saja bajumu disana.. dia sudah lama menunggu..”

——

Chanhee POV

Tting toong!! (?) suara bel berbunyi. Aku segera berlari dan membukakan pintu. Mwo? Ada apa ini. Aku melihat Jong In dan…aish! Apa benar kau Yae In? -____-”

“Yae In~ahh? Apa yang terjadi padamu? Kau sangat berantakan!” tanyaku sembari menariknya masuk ke dalam rumah.

“Hahaha..dia itu bodoh! Sudah tau jus orange, masih saja di buat mandi..mungkin dia mau luluran..xD” Jong In masuk ke dalam rumah diiringi tawa kerasnya. Yae In hanya mem-poutkan bibirnya.

“Hari ini adalah hari tersialku seumur hidup! Kalian membatalkan acara..aku harus menunggu lama sia – sia dan seseorang memandikanku sore ini dengan jus orange-nya! Sudah tampangnya tak berdosa begitu! Aaarrgh! Sial!” dia mengacak – acak rambutnya frustasi. Dia mengerucutkan bibirnya kesal.

“Mianhae…habis tadi oppaku pergi dan aku dimintanya untuk jaga rumah! Dari pada acara gagal, aku mengganti tempatnya…tidak apa – apa kan?” aku pun memasang puppy eyes andalanku agar dia memaafkanku.

“Akh! Gwaenchanha..sudah terjadi, mau apalagi!” aku tau dia marah, dia terlihat kesal. Aku segera mengambil baju ganti untuknya. Tanpa babibu atau pun menolak dia segera mengganti pakaiannya dan bergabung di ruang makan bersama aku dan Jong In.

“Jadi..dimana oppamu?” tanya Yae In disela – sela makan malam kami.

“Entahlah..mungkin dia menyelesaikan tugas kuliahnya..dia itu orangnya sok sibuk! Padahal pabonya minta ampun…” jelasku panjang lebar.

“Paboya! Kau lama berteman dengan Chanhee ternyata belum pernah bertemu dengan oppanya? Memalukan!” sela Jong In tiba – tiba.

“Dulu kan oppanya kuliah di Paris selama 4 tahun,mana mungkin aku pernah bertemu, pabo!”

“Itu salahmu tak pernah menanyakannya!”

“Kenapa kau jadi menyalahkanku?”

“Dasar memalukan!”

Pleetaak! Sebuah sendok ukuran besar berhasil mendarat mulus di kepala Jong In. Dia hanya meringis sembari mengusap kepalanya.

“Apanya yang memalukan?!” gerutu Yae In. Plettaaak! Kini Jong In gantian memukul kepala Yae In.

“Yah! What the hell are u doing! PABO JONG IN!!” Yae In berlari ke belakang Jong In. Kini Yae In tengah menjambak kasar rambut Jong In. Sedangkan Jong In tengah menjewer kuping adiknya itu. Suara teriak – teriak pun mungkin terdengar hingga planet Jupiter xD. Aku hanya akan menjadi penonton setia mereka ketika mereka sudah bertengkar xD.

“Jangan berisik saat makan!” runtukku kesal. Kulirik mereka kini tengah diam di tempatnya masing – masing, mereka sudah tenang di alamnya dan sibuk dengan kegiatannya masing – masing. Yae In hanya menggigit sendoknya sembari melihat – lihat seakan –apa lagi ya yang bisa kumakan– dan Jong In  meminum coffeelatenya.

“Aku mau makan ini..!”  Yae In mengambil sisa potongan ayam goreng dengan garpunya tetapi garpunya gagal mendarat pada ayam itu karena garpu Jong In menyela. Aku hanya menghela nafas sebentar. Aku rasa perang makanan baru saja akan di mulai.

Teeng tteeng! xD Cekcok antar mulut  pun dimulai. Aku hanya bisa menjadi wasit pertandingan perebutan paha ayam ini. Oh, kasian kau..ayam. Sepertinya ini akan berlangsung lama. Dan akhirnya…haapp! Aku mengambil paha ayam itu. Aku tidak tahan dengan mereka! Bisa –  bisa aku jadi gila menghadapi  KIM BERSAUDARA ini. Aku menghampiri mereka dan…pleeetttakk! .pleettak! Dua jitakan keras di kepala Yae In dan Jong In. Mereka menatapku kesal.

“Saat makan kalian harus tenang…!!” ucapku sedikit berteriak.

“Tapi lihat Chanhee~yaaa…Kkamjong sengaja menggangguku. Itu bukan salahku…” Yae In memelas kali ini. Aku pun bergantian menatap Jong In.

“Kau! Bisakah kau tenang dan jangan mengganggu adikmu…?” Jong In hanya melongo dan Yae In menjulurkan lidahnya pada Jong In.

“A..Ak..Aku hanya bercanda Chanhee~yaaa..jangan menatapku seperti itu.” Jong In terlihat gugup kali ini. Kena kau!

“Jika kau mengganggunya lagi, selama 1 bulan aku tidak akan pernah mau bertemu kau!” sentakku sedikit galak xD.

“Eh? Aku kan hanya…”

“Tidak ada alasan lagi…” potongku kemudian. Nyalinya menciut..wajahnya lucu sekali ketika takut. Aku  gemas melihatnya. Aku ini paling tidak bisa marah pada Jong In-ku.

Yae In meneruskan acara makannya dan aku pun beralih ke ruang tengah. Aku memilih mengambil camilan dan memakannya sambil menonton televisi. Jong In mengikutiku dan ikut duduk disampingku. Aku pura – pura mengabaikannya. Dia menatapku dengan wajah super innocent yang bahkan terlihat seperti anak kecil yang sedang dimarahi ibunya. Jadi tidak tega. -_____-”

“Kau marah?” tanyanya kemudian.

“Aniya…”

“Chanhee~yaaa…aku tidak mengganggunya lagi..kau masih mau kan bertemu denganku?” aish! Aku tidak tega.

Whatever!” jawabku sok jutek.

“Chanhee~yaaa…” dia meraih tanganku dan menggenggamnya erat, dan memaksaku untuk menatapnya. Akhirnya aku pun menyerah dan duduk berhadapan dengannya.

“Jangan lakukan itu lagi, arra?” ucapku sembari mencubit kedua pipinya. Dia hanya tersenyum dan ganti mencubit kedua pipiku dengan kedua tangannya. Kami tertawa bersama sembari masih mempertahankan cubitan itu. Aigooo…

“Ehhemm…ehmmm..sepertinya aku jadi obat nyamuk di rumah ini..” sindir Yae In sembari melahap wafflenya. Aku dan Jong In hanya tertawa mendengarnya. Jong In mengacak rambutku kasar dan kubalas memukulnya dengan bantal. Dasar…nappeun! xD

—-

@Beberapa hari kemudian………….

Jong In POV

“Yeoboseo..?” ucapku sesaat setelah handphoneku kuangkat.

“……”

“Mwo? Ketinggalan bis?”

“……”

“Baiklah, tunggu aku disana..aku akan menjemputmu!”

Segera aku berlari pontang panting (?) mencari kunci mobilku. Kuraih jaketku dan segera menuju rumah Chanhee. Ada – ada saja dia. Eh?! Tunggu! Aku kan harus mengantar Yae In ke  tempatnya latihan. Akh! Aku lupa. Sebaiknya aku menghubunginya dulu. Aku segera mengirim pesan pada adikku itu.

To : Pabo Yae In xD

Neo odie? >,< aku harus mengantar Chanhee ke tempat study tournya…karena dia ketinggalan bis, neo jalga..  ^^

Beberapa menit kemudian dia membalas pesanku.

From : Pabo Yae In xD

Arra…aku bisa berangkat sendiri. 😦

Dia marah? Akh sudahlah. Rumah Chanhee kelihatan sepi. Aku masuk begitu saja. Biasanya jam segini oppanya sudah berangkat kuliah. Orang tuanya? Haha..dia hanya tinggal bersama kakaknya karena orang tuanya mempunyai rumah di Gwangju dan sekarang menempati rumah itu. Jadi rumah di Seoul sekarang adalah rumah mereka berdua.

—–

Yae In POV

Beberapa hari ini sangat aneh bagiku. Seperti ada seorang yang membuntutiku, hhmmm aneh..sungguh benar – benar aneh. Tidak,mungkin ini hanya perasaanku saja.

Dddrrtt..ddrrtt…suara handphoneku bergetar. Ada pesan masuk.

From : Kkamjongie xD

Neo eodie? >,< aku harus mengantar Chanhee ke tempat study tournya…karena dia ketinggalan bis, neo jalga..  ^^

Huh dasar Kkamjong! Tidak pernah menepati janji. Aku pun segera menulis balasan untuknya.

To : Kkamjongie xD

Arra…aku bisa berangkat sendiri. 😦

“Ketinggalan bis? Hahaha..ada – ada saja Chanhee.” gumamku lirih.

Ku lanjutkan langkah kakiku menuju tempatku latihan. Semoga tidak akan ada orang yang mengikutiku. Eh?! Chamkkanman! Seperti ada suara langkah kaki di belakangku? Nuguya? Aku segera melangkah kakiku lebih cepat. Aku segera memasuki ruang latihan dramaku. Ige mwoya? Ruangan ini sangat sepi. Aaaarrrgh! sial! Eotteohkke?! Ku dekatkan telingaku ke daun pintu. Hening…ffiiuh,syukurlah jika orang itu ternyata tidak mengikutiku.

Ceklekkk! Kugeser tubuhku ke sudut dinding untuk melihat siapa yang datang. Keringat dingin mulai keluar membasahi tubuhku. Seorang pria jangkung masuk dan mulai mendongakkan kepalanya, mencari sesuatu. Dia mencari siapa? Aku? Itulah pertanyaan yang  berputar di kepalaku. Ku putar otakku semakin keras mencari akal. Ku tarik nafasku dalam – dalam untuk mengumpulkan keberanianku. Perlahan ku langkahkan  kakiku menuju pintu. Jja! Dia masih berdiri membelakangiku. Satu menit..dan jegleekk! Ku tutup pintu yang masih sedikit terbuka itu. Alhasil, pria itu langsung menoleh ke arahku.

“Siapa kau?!” ujarku sedikit berteriak. Pria di depanku kini mengenakan masker di wajahnya. Sial! Aku jadi tidak bisa melihat wajahnya. Ekspresi yang kulihat di wajahnya pertamanya kaget, tapi kurasa kini dia tengah tersenyum licik. Walau dia mengenakan masker, tapi aku tau itu.

“Yah! Jawab aku..nugunde?” Dia…pria itu mendekat. Okay, jantungku berdetak 100 kali lebih  cepat mungkin. Tubuhku terasa bergetar karena ketakutan. Omoo…apa yang akan dia lakukan? God!

“Ap..app..apa yang mau kau lakukan?” tanyaku sedikit bergetar.

“Eobseo!”

“M-mwo?”

“Cihh! Dasar wanita licik!”  dia menatapku tajam.

“Ap..apa maksudmu?”

“Kau benar – benar munafik nona…kau tega mengkhianati sahabatmu sendiri.”

“Mwo?! o.O Apa yang sebenarnya kau katakan,hah! Aku tidak mengerti!”

“Jangan pura –  pura bodoh!” Dia memojokkanku kali ini. Mengunciku di tembok dengan tangannya dan menatapku dalam.

“Siapa kau?! Kenapa kau melakukan ini padaku?”

“Kau akan tau nantinya! Kau akan menyesal telah melakukan itu!” matanya menunjukkan kalau kali ini dia tengah tersenyum licik padaku. Dia melepaskanku dan  melangkah pergi. Menutup pintu ruang latihan dan meninggalkan bunyi dentuman pintu yang keras hingga menggema di ruangan  ini.

Aku mengelus dadaku. Untung, dia tak menyakitiku. Aku menarik nafas dalam – dalam dan membuangnya perlahan. Siapa sebenarnya dia? Mengkhianati? Sahabat? Aku benar – benar tidak mengerti. Apa hal ini ada hubungannya dengan Chanhee? Tapi, siapa namja tadi? Akh! Aku benar – benar bingung. Ku urungkan niatku berlatih drama kali ini. Aku memilih untuk pulang dan beristirahat.

—-

Ini sudah seminggu setelah kejadian itu, Lelaki itu pun sudah tidak pernah menampakkan dirinya lagi. Akhirnya aku terbebas dari lelaki aneh itu. Tetapi, dia pergi meninggalkan teka teki. Aku masih penasaran dengan ucapannya waktu itu. Kenapa? Kenapa aku yang disebut sebutnya telah mengkhianati sahabatku? Benar – benar. Akh! Lupakan..mungkin dia hanya orang iseng yang suka mencari kesalahan orang lain.

Ku alihkan pandangku kembali ke depan. Apa? Aaaaahh! Bruuuukkk! Ku injak rem mobilku dengan sekuat – kuatnya. Astaga, aku memikirkan kejadian itu hingga lupa jika aku sekarang sedang menyetir mobil. Aigoo..aku menabrak orang. Aku segera membuka pintu mobilku dengan tangan yang masih bergetar.

Aku menghampiri tubuh orang yang kutabrak tadi. Mwo? Seorang namja. Dia tersungkur dengan luka di kepalanya. Aku membalikkan tubuh namja itu dan memangku kepalanya di pahaku. Kusingkirkan sedikit poninya untuk melihat wajahnya dan deg! Dia…namja ini kan…oh god! Dia namja di Lotte World itu. Dia juga yang membuatku harus mandi dengan jus orange waktu itu.

“Hey! Bangunlah..” aku menepuk – nepuk pipinya. Aku mohon, jangan mati disini..aku bisa dikeroyok orang – orang jika kau mati. Kurasakan detak jantungnya masih ada dan dia sedikit bergerak. Aduh, jalanan juga sedang sepi. Tanpa pikir panjang aku segera membawanya ke rumah sakit.

-skip-

“Dia tidak apa – apa nona..hanya luka ringan. Anda sudah bisa membawanya pulang.” Kata Dokter sembari menepuk pundakku.

“Ne dokter…gamsahamnida…” aku tersenyum dan kemudian menghela nafas lega. Akh! Aku kira aku akan membunuh lelaki itu. Aku segera masuk ke ruang rawatnya. Rupanya dia sedang tertidur. Aku berjalan perlahan ke arahnya dan berdiri di samping tempat tidurnya. Sebenarnya kalau dilihat – lihat, dia ini keren. Tapi, saat tertawa tampang pabonya terlihat jelas. Dia juga kan orang yang punya hobi tertawa. Aku tersenyum saat teringat namja ini.

“Mianhae..aku telah menabrakmu agasshi..” ucapku lirih sembari kuusap rambutnya. Eh?! Kenapa denganku? Ani..! aku terlalu kurang ajar.

“Hhhhh…” Dia mulai membuka matanya, dia terkaget saat melihatku. “Neo?!! O.o” mulutnya tidak bisa ditutup apa? Dan kenapa lagi pakai menunjuk – nunjuk segala. Dia kira aku setan apa?

“Jangan berlebihan. Kita bertemu lagi agasshi..mianhada, aku sudah menabrakmu tadi..” aku membungkuk ke arahnya.

“K…kau? Kau..?” Dia masih saja melongo di tempat (?).

“Kim Yae In imnida…” ucapku memperkenalkan diri. Akh! Konyol..untuk apa aku memperkenalkan diriku segala. Dia lalu tersenyum. Eh?! Moodnya cepat sekali berubah.

“Chanyeol…Park Chanyeol imnida…”

 

9 pemikiran pada “We Were in Love (Chapter 1)

  1. tbc?
    aigooo yg neror yae in psti chanchan, trus chanchan slah sngka ngira yae in ngehianatin chanhee gra” liat yae in breng kkamjong d lotte world #sotoy
    lnjut y 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s