We Were In Love (Chapter 2)

“WE WERE IN LOVE”

(No Author POV xD)

 

Fb:       –      Radtnha Anggraini (facebook.com/ bbuingbbuing.virus)

–         에피아  (facebook.com/JoUpin.stoleMyheart)

 

Cast    :          

            – Kim Jong In

            – Park Chanhee (OC)

            – Kim Yae In (OC)

            – Park Chanyeol

            – Byun Baekhyun and EXO members

Part 2

“Mianhae..aku telah menabrakmu agasshi..” ucapku lirih sembari kuusap rambutnya. Eh?! Kenapa denganku? Ani..! aku terlalu kurang ajar.

“Hhhhh…” Dia mulai membuka matanya, dia terkaget saat melihatku. “Neo?!! O.o” mulutnya tidak bisa ditutup apa? Dan kenapa lagi pakai menunjuk – nunjuk segala. Dia kira aku setan apa?

“Jangan berlebihan. Kita bertemu lagi agasshi..mianhada, aku sudah menabrakmu tadi..” aku membungkuk ke arahnya.

“K…kau? Kau..?” Dia masih saja melongo di tempat (?).

“Kim Yae In imnida…” ucapku memperkenalkan diri. Akh! Konyol..untuk apa aku memperkenalkan diriku segala. Dia lalu tersenyum. Eh?! Moodnya cepat sekali berubah.

“Chanyeol…Park Chanyeol imnida…”

“Baiklah agasshi..aku harus pulang. Kau bisa pulang sendiri kan?”

“M-mwo? Kau mau meninggalkanku sendiri?”

“Wae? Jangan bilang kau lupa jalan pulang…” dia hanya terkekeh dan menggaruk – garuk kepalanya. Benar – benar terlihat bodoh.

—–

“Kim Yae In-sshi boleh aku duduk disini ?” ku dongak kan kepalaku untuk menatapnya

“uhukk..uhukk..uhukk…ne silahkan” sial kenapa harus bertemu lagi, ku tepuk – tepuk dadaku yang sakit akibat tersedak tadi.

“Gwenchana ?” aku hanya menjawabnya dengan anggukan ku. “Hei, kenapa kau sendirian di cafeteria ? apa kau tidak punya teman humm?”

“hehehe….kau benar, aku sedikit merasa terbuang sekarang.”

“ne…ne, tapi aku mau minta maaf saat di Lotte World  kala itu. Aku tau kau pasti sangat malu”

“tak apa, hari itu kau menyempurnakan kesialan ku Park Chanyeol-sshi”

“Algessimnida..aku akan menebusnya untuk mu” dapat ku lihat dia hanya mengerling padaku, hey apa maksudmu tuan ?

Oke..aku sedikit menyesal pernah membahas hal di Lotte World saat itu. Selama seminggu ini dia benar – benar membuktikannya. Mulai dari sering mengirimi ku pesan setiap hari, entah darimana dia mendapatkan nomor ponsel ku. Sungguh ajaib.

Lalu selalu menemaniku saat makan siang, tak jarang dia juga mengantarku pulang. Dan yang dilakukannya kali ini adalah sekedar membawaku jalan jalan  yang berlanjut dengan  mengantarku pulang. Bahkan aku tak sempat menemani Kkamjong yang ditinggal Chanhee. Kasian kakakku yang satu itu, Kkamjongie Mianhae.

“Gamsahabnida sudah mengantarku pulang Park Chanyeol-sshi”

“Ah~Yae In-sshi, apa kau ada acara besok malam ?”

“Eobseoyo…wae ?” ku alihkan pandanganku padanya, dia hanya tersenyum padaku. Dasar pria aneh >.<

“Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat spesial. Jadi kau harus datang ne!”

Aku hanya mengangguk, dan keluar dari mobilnya. Kubungkuk kan badan ku 90 derajat untuk memberi salam perpisahan (?) padanya. Setelah mobilnya melaju dan tak telihat lagi batang hidungnya (?), segera kulangkahkan kakiku memasuki rumah. Eh?! sepi sekali? Kemana si Kkamjong? O.o

—–

At the next day….

Jong In POV

Menyebalkan. Aku paling benci kemana – mana sendiri. Hari ini aku berjalan terus menuju..hmm..aku juga tak tahu akan kemana. Aku hanya merasa bosan. Chanhee harus pergi mengikuti study tour dan aku tak tahu kapan pulangnya. Bahkan ponselnya juga mati. Sedangkan Yae In juga sedang keluar rumah dan aku? Hufft..molla. Tak terasa aku berjalan sampai di Taman Kota. Ku pandangi sekelilingku. Disini dipenuhi orang – orang berpiknik yang mungkin sedang berlibur dan juga anak – anak muda yang berkencan. Dan kau Jong In? Kau sendiri. Menyedihkan! x(

“Ahjussi..” tiba – tiba seorang anak kecil menarik – narik ujung jaketku. Aku menoleh ke arahnya dan eh? Yoogeunnie. Aku berjongkok untuk lebih memudahkanku berbicara padanya.

“Yoogeun?” tanyaku. Dia menggangguk. “Kau bersama siapa kesini? Kau sendiri lagi huum?” lanjutku.

“Aniyo..appa dan umma sedang makan ice cream disana..” dia menunjuk pada 2 orang yang sedang duduk sembari menikmati ice di tangannya. Mereka tersenyum ke arahku aku pun balas tersenyum ke arah mereka.

“Aku diijinkan bermain bersama ahjussi..ahjussi mau kan?” tanyanya polos. Aku mencubit pipinya pelan. Setelah meminta ijin, aku lalu mengandengnya untuk jalan – jalan atau sekedar membeli kembang gula untuknya.

“Dimana teman ahjussi yang waktu itu?” tanyanya dengan mulut belepotan karena memakan kembang gula. Aku gemas melihatnya.

“Dia…” haappp! Tangan Yoogeun di raih seseorang. Orang itu berjongkok dan mencium Yoogeun. Aku tersenyum kearah orang itu. Begitupun dengan Yoogeun, dia memeluk orang itu.

“Yoogeunnie..kau tidak hilang lagi,kan?” tanya yeoja itu lembut.

“haha..Tentu tidak noona!”

“Mwo? Noona? Kau memanggilku ahjussi tapi kau memanggil calon ist…hmm..maksudku memanggil kekasihku dengan sebutan noona. Apa aku terlihat tua, Yoogeunnie?” mereka berdua saling pandang dan aku hanya cengegesan. Calon istri? Pabo! Kenapa aku jadi berpikiran sejauh itu. Mana mungkin Chanhee siap menikah denganku.

“Calon apa?” Chanhee mulai tersenyum jahil. Aku hanya menggaruk – garuk kepalaku.

“Ah lupakan! Siapa juga yang mau punya istri cerewet dan tidak bisa masak seperti seorang Park Chanhee.” Ucapku dengan nada mengejek. Yah! Sebenarnya aku hanya ingin memalingkan pembicaraan.

“Ya sudah. Siapa juga yang mau punya suami pemalas seperti Kim Jong In!” dia menjulurkan lidah ke arahku.

“Yah! Aku bukan pemalas”

“Aku juga tidak cerewet!”

“Ya, tidak cerewet tapi kau banyak bicara!”

“Dasar! Pabo Kkamjong!”

“Yah!”

“Apa?!”

“Sudahlah!”

“Ya memang sudah!”

“Kau…akh! Sudahlah. Aku pasti kalah bicara denganmu Chanhee~yaa..”

“Ya, karena kau pabo!”

“….”

“Kenapa diam?!”

“Aku…lapar…” rengekku kemudian dengan nada manja.

Dia hanya mengacak rambutku kasar. Aku mendengus kesal. Perdebatanku tidak akan pernah berhenti kalau aku terus menjawabnya. Tapi aku juga bukan orang yang mudah mengalah. biarlah kali ini aku mengalah. Yoogeun hanya menggeleng – gelengkan kepalanya sembari memakan kembang gulanya. Bahkan anak berumur 6 tahun pun harus mendengar perdebatan tidak penting kami. Sungguh memalukan. -____-

Kami bertiga segera menuju sebuah resto tidak jauh dari tempat kami berdiri tadi. Aku dan Chanhee sama – sama menggandeng tangan Yoogeun. Semua mata memandang kami. Kami benar – benar  terlihat seperti keluarga sekarang. Sesekali Chanhee dan Yoogeun bernyanyi lagu anak – anak. Aku benar – benar gemas melihat mereka berdua.

“Silahkan tuan, ini menunya…mau pesan sekarang?” ucap pelayan yang menghampiri kami sembari memberikan daftar menu.

“Ne..apa menu spesialnya..?” tanyaku kemudian.

“Untuk satu keluarga, kami punya paket khusus keluarga..bagaimana?” mwo? Paket keluarga. Aku menahan tawa karena geli mendengarnya. Aku lihat Chanhee terbengong sedang Yoogeun masih sibuk dengan sisa kembang gulanya.

“Kau mau, Yoogeun? Chanhee?”

“Yah! Terserah kau saja…” jawab Chanhee. Yoogeun hanya mengangguk – angguk ria xD.

Beberapa menit kemudian pesanan pun datang.

-skip-

“Noona…gomawo..ahjussi…gomawo” Yoogeun memeluk kami berdua.

“Lain kali panggil aku hyung!” ucapku kemudian.

“Hahahaha…andwae! Kau tetap ahjussiku yang paling jelek.xD” Yoogeun menjulurkan lidahnya kearahku. Aku mengacak rambutnya pelan.

“Berani kau ya..?” aku mencubit pipinya.

“Jong In~ahh..dia sudah ditunggu.” Chanhee mengingatkanku.

“Hati – hati ya Yoogeun..” ucapku dan Chanhee bersamaan. Dia menggangguk pelan.

“Noona…segera buatkan teman bermain untukku ya..” Yoogeun menepuk – nepuk perut Chanhee pelan. Wajah Chanhee memerah, dia bahkan enggan menatapku. Hahaha…kena kau! Pasti kau malu. Lucu sekali ekspresinya.

“Pasti kami buatkan!” ucapku bersemangat. Aku ingin menggoda Chanhee sekarang. Chanhee hanya memukul dadaku pelan. Wajahnya makin memerah. Hahahaha. Yoogeun pun segera berlari ke mobil orang  tuanya yang sudah menunggunya. Dia melambai – lambaikan tangannya dari dalam mobil dan mobilnya pun segera berlalu pergi.

“Yeobo~ kau mau memenuhi keinginan Yoogeunnie tadi kan xD” aku memeluknya dari belakang dan mengelus perut ratanya itu. Dapat kurasakan tubuhnya menegang sekarang. Haha I got u xD

“wae? Kenapa diam? Sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Kim. Jadi bersiap – siaplah” ku bisikkan kata kata itu tepat di telinganya dan chuup ku cium pipinya sekilas.

“YA KIM JONG IN! APA YANG KAU LAKUKAN HUH ? MAU CARI MATI YA!” haha dia mulai berlari mengejarku yang sudah berada jauh darinya. “PARK CHANHEE-YA NAN JEONGMAL SARANGHAEYO” xDD

—-

Chanhee POV

“Ehhemm…sepertinya aku akan segera punya kakak ipar…” sindirku sembari mengelap piring – piring di dapur. Dia melangkahkan kaki ke arahku dan berdiri tepat di depanku sembari melotot.

“What?!” o.O

“Apa? Benar kan kataku..? akhir – akhir ini kau berbeda. Lihat! Cara berpakaianmu berubah..dan juga caramu berdandan. Lihat rambutmu yang sekarang kau luruskan itu. Kau jadi tambah yeppeo! xD” dia menjitak kepalaku pelan.

“Ya! Park Chanyeol!” omelku sembari membenahi rambutku yang sudah ku tata rapi selama 3 jam (?).

“Makanya jangan memulai..!”

“Dasar kau! Pada adik sendiri saja malu..jadi, kapan kau akan mengenalkannya padaku?” tanyaku sembari mengedip – kedipkan mata. xD

“Mengenalkan apa?” tanyanya dengan tampang super polosnya.

“Mengenalkan anak ayam! Ya mengenalkan kekasihmu itu, pabo!”

“Apanya yang mau dikenalkan? Kekasih saja aku tidak punya…”

“Eh? Mana mungkin..kau kan playboy cap kucing bertelur (?)”

“Arra..kau cerewet sekali! Kau akan segera bertemu dengannya…” ucapnya kemudian dia meraih jaketnya yang tergeletak tak berdosa di kursi.

“Aku pergi dulu..” lanjutnya.

“Arraseo.. hati – hati dan jangan lupa pulang bawa uang! (?) xD” dia hanya mendengus dan segera melesat keluar.

—-

Chanyeol POV

Kakak ipar ? haha kenapa aku memikirkan Yae In ya ? apa benar aku mulai menyukainya ? Aishh….andwae andwae!!! Focus Park Chanyeol focus. Jangan berpikir yang macam – macam. Lebih baik aku meneleponnya saja, haha xD

Tutt….tutt..

“Yeobeoseyo Park Chanyeol-sshi ?”

“Yeobeoseyo…apa kau sedang sibuk sekarang ?”

“ehm…..ehm… Ya!! Mwohaneungoya?! Aku sedang menelepon kembalikan ponsel ku sekarang!!” dia berbicara dengan siapa disana ? “Arayo~berikan ponselku dulu! Park Chanyeol-sshi kau masih disana ?”

“Akh~ ne. sepertinya kau sedang sibuk sekarang. Kalau begitu aku matikan dulu ya. Anneyong!”

Beep.. sebaiknya aku focus untuk menyatakan perasaan ku nanti malam.

—-

@at night in Cafetaria

Aigoo~ kenapa jadi gugup begini? Chanyeol~ah..pabo! aku memukul – mukul kepalaku sendiri. Ini baru 5 menit aku menunggunya tapi aku sudah gugup begini. Tanganku bergetar dan jantungku terus berdegup kencang. Ada apa ini? Chanyeol~ah, ini tidak boleh!

15 menit…

30 menit…

1 jam…

2 jam…

Ku lihat lagi arloji di tanganku, sudah 2 jam tapi dia tak kunjung datang. Apa dia mempermainkan aku ? aishh…shit !!

Ddrrtt…ddrtt.. ku rogoh saku celanaku apa dia meneleponku untuk meminta maaf karena tidak datang ? “Yeob…”

“Ya! Park Chanyeol-sshi kau sengaja mempermainkan aku hah ?” hei..kenapa dia berteriak ? bukankah seharusnya aku yang marah disini -____-“

“mworago?”

“Ya..! kau bilang akan menjemputku tapi sudah 2 jam aku menunggu kenapa kau tak datang?!!”

M-mwo ? aishh Pabo aku kemarin lupa tidak memberitahu tempat ini >.< Park Chanyeol neo jeongmal Paboya!! “Mian..hehe ara aku akan menjemputmu sekarang”

Paboya Chanyeol! xD sudahlah..aku harus menjemputnya sekarang. Segera aku memasuki mobilku dan melaju menuju rumah Yae In. Setengah jam kemudian aku telah sampai di depan gerbangnya. Aku lihat dia berdiri di depan gerbang rumahnya sembari melipat kedua tangannya dan celingukan kesana kemari. Aigoo…wajahnya seram sekali. Sepertinya aku akan mendapat semprot darinya malam ini. Aku keluar dari mobil dan bergegas menemuinya.

“Yae In~sshi…” sapaku sembari terengah – engah.

“Park Chanyeol~sshi..! kau sengaja mempermainkanku ya?” runtuknya.

“Mianhae…aku lupa menjemputmu…aku tadi juga menunggumu disana.”

“Sudahlah…”

“Yae In~sshi mianhae..baiklah kita pergi sekarang” ku tarik tangannya namun dia menepisnya.

“Wae?” tanyaku kemudian.

“Aku malas.”

“Ayolah..jangan begitu. Aku minta maaf. Kajja!”

“Aku bilang aku tidak mau..”

“Yae In~sshi.. aku kan sudah minta maaf”

“Aku sedang tidak mood untuk pergi. Sekarang pulanglah Chanyeol~sshi..”

“Shireo! Kau tidak bisa membatalkannya begitu saja Yae In~sshi..aku sudah mempersiapkan untuk malam ini…”

“Sudahlah Chanyeol~sshi. Aku lelah. Aku mau istirahat saja..”

Dia berpaling dan melangkah hendak pergi namun aku langsung meraih tangannya dan tidak membiarkannya masuk.

“Yae In~sshi..”

“Jangan membuatku marah Chanyeol~sshi!” dia mulai membentak.

“Aish! Kau itu..”

“Apa?!”

“Aku ini mau menembakmu tadi. Jangan marah – marah begitu~” upppsss..aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. Malu. Pasti malu. Aish! Bodoh sekali aku. Dia membulatkan matanya, kaget mungkin. Diam..kami hanya diam tanpa ada yang memulai percakapan.

—-

Yae In POV

“Yae In~sshi..”

“Jangan membuatku marah Chanyeol~sshi!” bentakku.

“Aish! Kau itu..”

“Apa?!” …pria ini sangat menyebalkan sekali.

“Aku ini mau menembakmu tadi. Jangan marah – marah begitu~” MWO ? kubulatkan mataku, kaget? Tentu, siapa yang tak kaget dengan pengakuannya. Aishh eotteohkkaji ?

Ku langkahkan kaki ku ke arahnya,

Satu langkah…

Dua langkah…

Tiga langkah…

Ku pegang kedua pipinya dengan tangan ku. “Kau..Park Chanyeol kan? Kau benar – benar Park Chanyeol kan ? atau kau saudara kembarnya ?”

“Ya…ya..ya..! apa yang kau bicarakan ?”

“Hahaha…mianhae Chanyeol-sshi, tapi ini benar benar bukan dirimu.”

“Jangan tertawa!!” hahaha ekspresinya kali ini benar benar lucu, ku rasa perutku akan sakit setelah ini. Tuhan…kenapa kau ciptakan makhluk seperti ini? Hahaha

“Jadi, Bagaimana? Apa aku di terima ?”

“Eh ? mwoya ?”

“Ehm…itu, anu….eung…Maukah kau menjadi yeojachinguku ?” aigoo…dia menundukkan kepalanya, apa dia malu ? orang seperti dia bisa malu ? oh sesang…

“Aku tidak mungkin bisa menolak kan Chanyeol-sshi ?”

“Jeongmal ?” aku pun mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan nya. Dia memelukku…ya memelukku dengan penuh kebahagiaan. Tuhan…semoga pilihanku tidak salah.

—–

At the same time….

Chanhee POV

“Chanhee~yaaaa…”

“Apa?!” jawabku jutek sembari masih asyik bermain game di i-padku.

“Yeobo~” dia menarik – narik lenganku layaknya anak kecil, dasar manja!

“Aish Jong In, waaaeee??” tanyaku masih tak melihat ke arahnya.

“YA! Lihat aku saat berbicara denganmu!”

YOU LOSE! Bunyi berakhirnya gameku karena aku kalah. Sial! Aku mendengus kesal dan menatap kearah Jong In dengan wajah geramku, dia tampak bergidik ngeri.

“W-Wae?” tanyanya gugup.

“Gara – gara kau aku kalah…! Dasar Kkamjong! Aarrrggh!” teriakku sembari memukul – mukulnya menggunakan bantal.

“Ya! Ya! Itu karena kau tak menggubrisku Chanhee!” dia menampik bantalku dan mengacak rambutku. Aku mem-poutkan bibirku dan menunduk menyembunyikan wajahku diantara lenganku. Pura – pura menangis. xD

“Jong In~ah, pabo! Aku membencimu!”

“Hey! Kenapa kau marah hum?” dia mengacak – acak rambutku hingga seperti sarang burung yang siap untuk tempat bertelur. Segera aku menendangnya hingga dia tersungkur di lantai. Aku tertawa puas sedangkan dia meringis kesakitan. Rasakan itu! xD

Aku berjongkok disampingnya dan menatap tepat pada wajahnya. Dia menatapku seakan –sakit,kasihanilah aku– xD aku tersenyum puas sembari memandangnya yang menatapku memelas. Sedetik kemudian dia menatapku tajam. Deg! Baru kusadari sekarang kalau Jong In-ku ini punya mata yang indah.

“K-kenapa?”

“Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau menatapku seperti itu? Kau ingin menciumku, hum?” what?! Dasar gila. Wajahku mulai terasa memanas sekarang.

“Siapa juga yang mau menciummu?!”

“Aku tau aku tampan, tapi jangan memandangku seperti itu..aku tau kau itu mengagumiku!”

“Kau? Huh.. malas sekali. Aku tak punya waktu untuk mengagumimu!” aku mendengus kesal dan hendak pergi darinya.

“Hey!” dia menarikku kembali untuk menatapnya lebih lama. Aku tak bisa mengelak kali ini. Aku tak bisa menolak matanya yang rasanya makin lembut saja ketika menatapku. Kami hanya terdiam, tapi aku merasa hati kami saling berbicara.

Dia mengangkat wajahnya dan mendekat padaku. Jantungku mulai mengikuti perlombaan lari sekarang (?) xD. Berpacu lebih cepat dari biasanya. Aku menutup mataku, aku tidak tahan menatap matanya dan chu~ dia mencium ujung hidungku lembut. Aku membuka mataku dan dia terkekeh kecil menanggapi kebingunganku.

“Iiish…” aku segera berdiri dan duduk di tempatku semula.

“Kau marah aku tidak menciummu humm?”

“Dasar genit!” Dia hanya tertawa renyah, sedang aku? Tentu saja wajahku memanas sekarang. Menyebalkan sekali rasanya ditertawakan oleh seorang Kim Jong In.

“Chanhee~yaa, aku ingin berbicara serius sekarang!”

“Apa?!”

“Eh? dengarkan aku..kau tiba – tiba dingin sekali padaku!”

“Iya iya apa Tuan sok serius! Mworagooo?”

“Hey jangan memanggilku seperti itu! Aku sedang ingin serius sekarang!”

“Ne Tuan Kim, silahkan bicara sekarang.”

“Chanhee~ya!” dia sedikit membentakku kali ini. Membuatku bungkam seketika.

“Ne, nae yeobo~ wae?” tanyaku sedikit melembut walau pun ada nada bergurau disana.

“Aku..hmm..bagaimana bicaranya ya?” gubrak! Iissh! Dia ini memang tidak bisa serius. -__- Aku menghela nafas panjang.

“Aku ingin kau…hmm..”

“Mwoya?”

“Aku ingin kau menikah denganku!”

“Uhhuukk..uhhukk…” Rasanya aku tersedak kodok di siang bolong. Aniyo, ini malam..di malam bolong. xD Apa yang dia katakan tadi? Menikah? Tunggu..tunggu Chanhee. Mungkin kau salah dengar. Apa yang dia katakan tadi? Menikah? O.o

“Gwaenchanhayo?” tanyanya. Segera aku tersadar dari lamunanku.

“Nan gwaenchanha..kau bilang apa tadi?”

“Akh! Jangan pura – pura tuli Chanhee~yaa”

“Ani..aniyo! tunggu..apa kau sakit Jong In~ah?” tanyaku sembari kulekatkan punggung tanganku ke dahinya.

“Iiissh…aku baik – baik saja!”

“Jinjjaeyo?” tanyaku masih tidak percaya.

“Ne..kau itu kenapa hah?!”

“Aku…aku hanya..hanya merasa..senang..”

“Jinjja?! Jadi..? kau mau?” tanyanya dengan mata yang berbinar – binar bahagia (?) sembari menggenggam tanganku erat. Aku menggangguk pelan sembari tersenyum.

“Tapi apa nanti akan langsung menikah? Aku masih muda tau!” runtukku.

“Yah, setidaknya kita bertunangan dulu! Aku juga masih muda tau! Kau itu benar – benar cerewet. Bagaimana? Kalau tidak mau….”

“Iya..iya..aku mau Kim Jong In!” potongku kemudian.

“Kau mau biarpun aku pria pemalas?” godanya.

“Baiklah..aku tidak mau..”

“Eh, tidak bisa!”

“Ya sudah jangan tanya tanya lagi..!” gerutuku.

“Ne..ne! gomawo yeobo~ahh! Saranghae…neomu neomu saranghae!” dia memelukku.

“Nado pabo~”

“Ehh?” o.O

Aku hanya terkekeh dan dia tidak begitu mempedulikan kata – kataku dan justru sibuk tersenyum – senyum sendiri. Dia terlihat begitu senang. Sedetik kemudian, dia tertawa keras dan berteriak – teriak tidak jelas. Dia menyambar i-padku dan memainkan game disana. Sebenarnya dia tadi serius tidak sih?

—–

Yae In POV

“Ayo angkatlah..” tuuttt… ayolah, gumamku dalam hati.

“Yeob~”

“Yah! Chanhee~yaaa! Aku ingin cerita padamu.. ada kabar baik yang harus kau ketahui!” potongku.

“Eh?! kebetulan sekali! aku juga ingin bercerita padamu…ini juga kabar baik. Aku baru saja akan menelephonemu..”

“Jinjja? Baiklah kau dulu…”

“Akh! Kau dulu..aku akan mendengarkan..”

“Aniya! Kau duluan Chanhee~yaa…”

“Arraseo…hmm..bagaimana ya? Aku malu…”

“Akh kau! Kau seperti baru berteman denganku saja…ayolah!”

“Hmmm Jong In…”

“Ehh? Ada apa dengannya hmm?”

“Dia…dia melamarku..” >.<

“Mworagoyo?! Chukkae…chukkae Chanhee!!! Aku juga ikut senang…akhirnya Kkamjong melamarmu juga…dasar pabo! Kenapa dia baru bilang sekarang..”

“Gomawo Yae In~ahh…aku sangat senang! Rasanya seperti..tidak mungkin..cubit aku Yae In~ahh.. apa mungkin aku sedang bermimpi..?”

“Tentu tidak pabo~ chukkae ne!”

“Ne..ne.. Eh? bagaimana denganmu? Kau punya kabar baik apa?”

“hmmm..aku…aku punya namjachingu sekarang!!!” teriakku senang.

“Jeongmal? Aigoo..chukkae! akhirnya kau punya kekasih juga..siapa dia? Dia seperti apa?”

“Sebenarnya…dia namja yang pernah menyiramku dengan jus orange waktu itu..”

“Jinjjaeyo? Hahaha…jodoh memang tak kemana..ceritakan padaku seperti apa dia?”

“Dia suka sekali tertawa..dia baik! Dia juga memiliki postur tubuh yang sangat tinggi..aku rasa Kkamjong pun kalah tinggi..wajahnya pun..hhmm, eerr..kyeopta! xD”

“Waahhh! Lalu?”

“Walau pun dia terlihat bodoh..tapi sebenarnya dia sangat pintar..umurnya berbeda 2 tahun denganku..Chanhee~yaaa! Kau harus bertemu dengannya…”

“Ne..ne! aku juga ingin bertemu dengannya! Siapa namanya?”

“That’s secret! xD”

“Ya! Kau pelit sekali padaku…”

“Kau akan segera bertemu dengannya..aku akan mengenalkannya padamu nanti!”

“Baiklah!…” Chanhee tampak kecewa. Aigoo..aku pasti memberitahumu Chanhee.

Braaaakkkk! Pintuku didobrak seseorang membuatku kaget hingga aku melompat dan tersungkur dari ketinggian 0,75 meter diatas lantai. Aku menoleh ke arahnya! Sial kau Kkamjong!

“Gwaenchanayo Yae In~ahh..??”

“Chanhee~yaaa sudah dulu ya? Lihat! Pintuku di dobrak Kkamjong! Aku mau memberi dia pelajaran dulu..”

“Mwo? Yae In~ahh!” tutt. Aku mematikan ponselku dan sedetik kemudian aku menyiapkan deathglare-ku pada manusia setan di depanku kini.

“Yah! Tidak bisakah kau masuk tanpa harus menendang pintuku?!” gerutuku pada sosok manusia jangkung sok cool di depanku ini. Aku semakin kesal ketika orang yang kumarahi justru cengegesan. Ku pukul kepalanya dengan sandal.

“ya! Aku hanya iseng saja pabo! Tidak perlu memukulku seperti itu..tak perlu juga kau melotot – melotot seperti itu! Kau makin jelek tau…” dia mengusap kepalanya. Rasakan! xP

“Kau pikir ini lucu apa?”

“Okay..okay~ aku minta maaf”

“Fried Chicken firstly dan aku akan memaafkanmu..”

“Arra..arra! akan aku belikan tapi dengan satu syarat!”

“Kenapa jadi syarat – syaratan begitu?”

“Ya sudah kalau tidak mau..aku benar – benar sedang berbaik hati sekarang!” kembali aku berfikir, tapi aku benar – benar sedang ingin ayam goreng. Aku menelan air ludahku sendiri membayangkan bagaimana enaknya ayam itu. Terlihat coklat begitu menggiurkan dan sexy (?). xD

“Baiklah…syaratnya apa?” akhirnya aku menyerah.

“Gampang! Hanya temani aku membeli cincin pertunanganku..hmm..2 minggu lagi!”

“Mwo?! Kau benar – benar akan menikahinya?”

“Tentu! Kau pikir selama ini aku hanya bermain – main dengannya..” dia mengacak rambutku kasar. Iissh..suka sekali mengacak rambut orang.

“Memang kau sudah memberitahu orang tua kita?”

“Belum..aku akan memberitahu mereka nanti..lagian mungkin acara pertunanganku masih sekitar 2 bulan lagi.” Aku melongo di tempat.

“Kau sakit Kkamjongie? Atau aku sedang bermimpi? Kau benar – benar kakakku Kkamjong kan? Daebak!!” aku bertepuk tangan lalu melanjutkan kalimatku, “Kau bisa berbicara serius sekarang…chukkae!”

“Dasar gadis aneh! -___-”

“Baiklah dengan senang hati aku akan melakukannya!!! Chukkae!!!” teriakku dan dengan segera isi rumahku pun bergetar.

“Okay…aku akan membelikanmu ayam!” dia bergegas keluar dari kamarku. Akh! Lega rasanya. Aku rasa hidupku akan segera berakhir bahagia.

——

“Yeoboseyo~ ya! Park Chanyeol..”

“…..”

“Mianhae, aku tidak bisa menemanimu makan malam hari ini…aku ada acara keluarga… maafkan aku..”

“…..”

“Gwaenchanha ne?”

“…..”

“Baiklah..aku tutup ya? Annyeong!” tuutt..aku matikan handphoneku dan aku segera bergegas saat Kkamjng sudah memanggilku. Ya, hari ini kami pergi untuk membelikan cincin pertunangan mereka.

-skip-

“Aku rasa itu lebih cocok dengan Chanhee..dia itu suka sesuatu yang simple tetapi cantik..”

“Benarkah? Itu bahkan terlalu simple! Apa tidak apa – apa?”

“Iiish! Pabo..percayalah! mana mungkin aku membohongimu..” dia mengacak rambutku pelan.

“Baiklah…Tuan, saya ambil yang itu..” ucapnya kepada penjual yang kini tengah mengambil sepasang cincin untuk siap diukir nama Chanhee dan Kkamjong.

“Ya…Kkamjong-ah” aku mulai menoleh kekanan dan ke kiri resah

“uhm..” sial apa hanya itu jawabannya -____- ku dekatkan diriku padanya

“Sepertinya ada yang memperhatikan kita dari tadi semenjak kita masuk ke sini”

“eh ?? apa iya ?” aigoo…aku ingin menendang wajah polosnya kali ini >.<

“Jeongmal…sebaiknya kita cepat pergi dari sini kkaja!!”

“Kkamjongie! Aku lapar..”

“Baiklah..kajja!” dia menggandeng tanganku menuju restaurant terdekat. Iish, dia kalau baiknya kambuh (?), justru aku yang takut. -___-

Entah tak tau kenapa, atau hanya perasaanku saja. Tapi aku merasa seseorang mengikuti kami saat ini. Tak sekali saja aku menoleh kebelakang, tapi berulang kami. Aku benar – benar merasa seseorang sedang mengawaasi kami.

“Kau kenapa?”

“Aku..aku merasa orang yang tadi masih mengikuti kita..” bisikku pada Kkamjong.

“Mwo? ahh..itu perasaanmu saja. Banyak orang disini..”

“Humm..mungkin.” segera saja kami memasuki sebuah restaurant dan segera memesan beberapa makanan. Aku masih menoleh kesana – kemari. Curiga? Tentu saja aku curiga. Tunggu! Sepertinya aku pernah melihat orang itu. Hmm..dia..dia kan orang aneh yang mengikuti dulu. Sadar aku menatapnya, dia segera berlalu. Aku berdiri hendak mengejar orang itu namun Kkamjong menarik tanganku.

“Kau mau kemana? Makanannya datang.” Ku urungkan niatku mengejar orang tadi. Sebenarnya siapa dia? Kenapa dia hadir dalam hidupku lagi?

——

Chanhee POV

Braaaakk! Suara pintu dibanting. Chanyeol oppa memasuki rumah dengan wajah ditekuk. Kenapa lagi dia? -____-

“Oppa…” sapaku. Dia hanya memandangku sinis kemudian berjalan kearah tangga dan segera memasuki kamarnya. Braaaakk! Pintu kamar kembali dibanting. Selalu seperti itu. Sudah seminggu ini oppaku pergi dan pulang dengan wajah ditekuk. Wajahnya menunjukkan kalau dia sedang marah pada seseorang. Siapa? Kekasihnyakah? Dia bahkan tak pernah memberitahuku atau mengenalkanku pada yeojachingunya.

—-

Terbesit ide gila di otakku. Aku segera mengambil ponselku dan menekan nomor yang sudah sangat kuhafal di luar kepala dan segera aku menghubunginya. Tuuttt….

“Yeoboseyooo~” jawab si empunya malas. Mungkin dia baru bangun tidur.

“Jong In~ahh…”

TBC

Iklan

7 pemikiran pada “We Were In Love (Chapter 2)

  1. Woww.. Jadi penasaran kelanjutan ff nya author tolong di cepeetin ya part selanjutnya aku jadi penasaran banget sumpah ciyuss deh mudahan part selanjut nya tambah menarik

    – gamsamitha –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s