Long Kiss Good Bye (Part 5 – Last Chapter)

Long Kiss Good Bye (Part 5 – Last Chapter)

Author :

  • @monkeiyeol

Cast:

  • Park Chanyeol
  • Xi Luhan
  • Kim Sera (OC)
  • Kim Raina (OC)

Genre:

  • Romance, School life

Length:

  • Chaptered

 

Note: LAST CHAPTER akhirnya bisa di publish J maaf kalau lama, soalnya waktu untuk send FF ini bener-bener ga ada. Di karenakan masalah kuliah yang sempet bikin stress *curcol*

Maaf juga kalau ada Typo atau ada kata-kata yang rancu, maklum ini ga di edit maksimal.

terus karena ini Chapter terakhir, saya mau ngucapin terimakasih untuk readers yang udah numpahin(?) komen juga nyempetin baca FF saya yang abal ini. Hahaha..

kalau ada kritik atau saran bisa langsung mention ke Account Twitter saya 😀

sekali lagi terimakasih *bow

Selamat Membaca~ 😀

 

Sekali lagi aku katakan..

Aku tidak ingin namja ini meninggalkanku.

 

KIM SERA POV~

Sungguh sangat tidak terbayang olehku, namja yang selalu membuat ku kesal saat dia ada di dekatku, sekarang menjadi pacarku, kekasihku, bagian dari hidupku. aku sangat tidak menyangka.

“bodoh~ banguun!”

“ya eonni sebentar lagi.. 5 menit lagi..” ucapku dan menarik selimutku kembali.

“hahaha.. ya sudah aku ikut tidur bersama mu ya!”

“hah?” ucapku setengah sadar. aku berusaha memperjelas pandanganku, aku melihat namja tinggi dengan rambut keriting sedang tertawa.

“Cha-Chanyeol?” aku langsung bangun, ternyata Chanyeol yang membangunkanku. aku kira Raina eonni..

“hahaha.. padahal aku sudah ingin tidur di sampingmu, kenapa malah bangun? ini belum 5 menit loh!” Chanyeol kembali terkekeh. membuatku malu sangat malu.

“a-aku sudah tidak mengantuk. Lagi pula kenapa kau ada di sini lagi?” aku berusaha mengatur deru jantungku, sunggu membuatku kaget.

“aku akan membangunkan mu setiap pagi, dan berangkat ke sekolah bersama!” Chanyeol tersenyum lebar ke arahku, aku pun balas tersenyum.

“dan.. aku ingin orang pertama yang kau lihat saat kau terbangun adalah aku, Sera” ucap Chanyeol lembut, jantungku pun kembali beraksi, berdebar sangat cepat, wajahkupun mulai memerah.

“ka-kau ini..”

“hahaha.. kau manis sekali! cepatlah mandi, aku menunggumu di bawah” Chanyeol berjalan keluar kamarku.

aku masih sangat tidak percaya, Chanyeol yang kini akan selalu ada bersamaku, perlahan akupun mulai melupai Luhan oppa. Aku tidak menjadikan Chanyeol sebagai pelarianku kan?

***

AUTHOR POV~

“Chanyeol?” panggil Raina.

“nee noona?”

“sepertinya akhir-akhir ini kalian semakin dekat, aku senang melihatnya” Raina tersenyum lembut.

“karena kami sudah menjadi sepasang kekasih, Noona..” ucap Chanyeol pelan, lalu dia tersenyum puas .

“ah? jinja?” Raina nampak terkejut, dia mengira Sera akan terus menangisi Luhan, ternyata adiknya bisa move on secepat itu. Dia sangat menyesal sudah meminta putus dengan Luhan.

Raina menarik nafas dalam, ini sudah terjadi. Tidak mungkin dia kembali meminta kembali kepada Luhan.

“ada apa noona?”

“ah.. ani.. hanya saja kemarin aku sudah putus dengan Luhan, karena memikirkan perasaan Sera. ternyata kalian..”

“seharusnya noona hanya menjaga perasaan Sera saat kalian ada di depannya saja. Kalau begini jadianya noona sendiri kan yang menyesal?”

“aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk adik ku”

“noona sudah melakukan yang terbaik kok..”

Raina tersenyum.

“CHANYEOL!!!!”

tiba-tiba saja Sera berteriak dari kamarnya, dengan wajah panik Chanyeol langsung naik ke lantai dua.

‘dia memanggil nama Chanyeol, bukan memanggil namaku. Dia sudah dewasa rupanya..’ ucap Raina dalam hati.

***

“a-ada apa?” Chanyeol langsung masik ke kamar Sera. wajah Chanyeol langsung dia palingkan ke arah lain saat melihat Sera yang masih memakai handuk.

“Cha-Chanyeol…”

“ada apa?” Chanyeol masih saja tidak mau melihat k earah Sera. wajahnya sudah memerah.

“a-ada kecoa di lemariku.. aku takut..”

“ka-kau sebaiknya keluar saja, biar aku yang ambil kecoa nya” Chanyeol menunjuk Sera untuk keluar dengan tangan bergetar.

“i-iya..” Sera keluar dan membiarkan Chanyeol mengurus kecoanya.

‘sial! kenapa bisa-bisanya sih menghadapku dengan hanya memakai handuk saja, dasar bodoh!’

setelah beberapa menit, Chanyeol sudah mendapatkan kecoanya dan dia buang ke tempat sampah.

“su-sudah?” tanya Sera yang sedang melongok ke kamarnya.

“i-iya sudah..”

Sera masuk ke dalam dan Chanyeol masih saja tidak mau melihat Sera.

“a-ada apa?”

“kau.. pakai bajumu sana, bodoh! aku ini laki-laki dan aku pacarmu! aku..”

Chanyeol melihat Sera yang berwajah sangat merah, Sera mengerti apa yang Chanyeol maksudkan.

“maaf..” Sera langsung menunduk.

“pakai..”

“iya..”

Chanyeol  keluar kamar Sera dengan buru-buru. Lalu terlihat Sera yang tersenyum lalu tertawa pelan.

***

“kalian sangat serasi” kata Raina tiba-tiba saat setelah selesai sarapan pagi.

“a-apa maksud eonni?” Sera terlihat sangat memerah.

“hahaha.. tentu saja. karena Sera yang cantik dan aku yang tampan, serasi kan?” ucap Chanyeol sambil tertawa. Sera hanya menunduk malu.

“kalian manis sekali..” Raina mengusap kepala Sera yang tidak jauh darinya. Sera hanya tersenyum menanggapinya.

“ayo kita berangkat” Raina bangun dari kursinya, di ikuti Sera dan Chanyeol.

lalu mereka bertigapun keluar rumah bersama-sama.

“eonni..”

“ya?”

“Luhan oppa tidak menjemput?”

“ah.. di-dia.. mungkin dia sedang tidak ada waktu menjemputku” ucap Raina berbohong, Sera hanya mengangguk pelan, dan Chanyeol menatap Raina dengan bingung.

“Raina?”

Raina, Sera dan juga Chanyeol serempak menoleh ke belakang. Ternyata Luhan yang ada di belakang mereka.

“kenapa pergi duluan? aku belum menjemputmu” Luhan mendekat ke arah Raina. Sera hanya bisa menatapnya datar.

Dengan cepat tangan Chanyeol mengenggam tangan Sera erat. Dia sudah bersiap mencegah Sera jika menangis melihat Luhan yang mulai mendekati Raina.

“a-aku kira kau.. tidak akan ke rumah lagi” ucap Raina pelan.

“walaupun kita sudah putus, tapi aku masih sayang padamu”

Wajah Sera berubah seketika, dia mendengar sendiri apa yang seharusnya dia tidak dengar. Luhan benar-benar mengatakan kalau dia sayang kepada kakaknya.

Chanyeol menatap Sera khawatir, begitu juga Raina. Namun tidak untuk Luhan. entah dimana sifat lembutnya itu.

KIM SERA POV~

“Se-Sera..” Raina eonni mengelus pipiku. Mataku sudah berkaca-kaca.

“kenapa kalian putus?”

“kami.. kami tidak cocok. itu saja”

“jangan bilang kalian putus karena kasihan kepadaku. Aku tidak perlu kalian kasihani! aku sudah punya ke bahagiaanku sendiri”

“ma-maafkan aku.. Sera”

“kalian seharusnya menjaga apa yang kalian ciptakan selama ini. Jangan membuangnya dengan sia-sia”

Aku sangat kesal! aku sudah membiarkan Luhan oppa bersama eonni tapi kenapa jadi begini? Di tengah aku sudah suka dengan Chanyeol, kenapa kalian malah putus?

“ayo Sera kita ke sekolah” Chanyeol menarik tanganku dan menjauhkanku dari Luhan oppa dan Raina eonni. Aku tidak melawan, memang ini yang aku inginkan. Pergi..

“jangan menangis..” ucap Chanyeol pelan. Aku hanya tersenyum.

“lihat! aku tidak menangis kan?” aku tersenyum lebar. Membuang rasa sakit yang baru saja aku rasakan lagi. Ternyata Luhan oppa tidak sebaik yang aku kira, Dia.. tidak memikirkan perasaanku.

“baguslah..” Chanyeol mengelus-elus kepalaku pelan. Aku tersenyum dan Chanyeolpun membalas senyumanku. Aku harap bisa seperti ini selamanya bersama Chanyeol. Aku harap demikian..

***

“HIYA! ketahuan.. kalian benar-benar jadian kan?” Kanna langsung saja berteriak saat aku dan Chanyeol masuk ke kelas, membuat anak 1 kelas melihat ke arah kami. Malu..

“ya, kami memang jadian” ucap Chanyeol cepat sambil tersenyum lebar. Aku malu, sangat malu. Ahh… Kanna pasti akan mengejekku.

“hahahaha! ternyata benar! Sera, tarik ucapanmu yang dulu-dulu itu.. yang kau bilang selera ku jelek saat aku bilamg kagum dengan Chanyeol!” Kanna menatapku jahil lalu terkekeh.

Chanyeol hanya menatapku sambil sedikit tersenyum.

“benarkah dia bilang begitu, Kanna?” tanya CHanyeol.

“ya! aku sangat jelas mendengarnya!” Kanna malah membocorkan semuanya.

“ahhh.. iya-iya.. aku tarik kembali kata-kata itu!!” aku sangat malu, kenapa Kanna malah membocorkan hal itu?

“hahaha.. kalian baik-baik ya!” Kanna menepuk pundak ku dan Chanyeol, seperti bapak-bapak saja.

“pasti” Chanyeol tersenyum. Aku hanya menunduk malu. Saat ternyata anak sekelas sudah mengelilingi kami. Lalu tiba-tiba bersorak sorai saat tahu kami jadian. Benar-benar heboh.

Chanyeol dan Kanna tertawa keras sekali di ikuti teman-teman sekelasku. Tapi aku hanya tersenyum dan tertawa kecil. Wntah kenapa aku menjadi takut akan kehilangan Chanyeol jika sambutannya semeriah ini.

***

“kau terlihat sangat tidak bersemangat”

Chanyeol menatapku saat kami berdua ada di atas atap sekolah saat istirahat.

“ah tidak..”

“ada apa? masih memikirkan Luhan sunbae?” Chanyeol terlihat sedikit kesal. Wajahnya terlihat masam.

“bukan..”

“lalu kenapa?”

“entah kenapa aku.. aku tidak mau kau meninggalkan ku..”

“hahaha.. kau ini, memangnya aku mau kemana? aku akan terus di Korea bersamamu kok. Tenang saja” Chanyeol malah tertawa menanggapinya. Padahal aku serius. Aku takut kehilangan Chanyeol. Takut..

“aku tidak akan meninggalkanmu.. aku akan selalu ada di sini..”

“ah?”

Chanyeol menunjuk dadaku. Lalu tersenyum lembut kepadaku. Aku pun ikut tersenyum dan akhirnya tertawa.

“hahahaha!”

“ada apa?” Chanyeol Nampak malu.

“ucapanmu sungguh puitis. Kau akan selalu ada di sini? di hatiku?” aku menunjuk dadaku dan tertawa lepas.

“YA! karena aku ingin kau selalu menaruh ku di hati mu. Semoga rasa sukamu padaku tidak akan hilang”

tawaku menghilang, Chanyeol begitu serius. dia menatapku dalam. Akupun hanya tersipu malu.

“Sera.. Saranghaeo”

Chanyeol memelukku erat, akupun memeluknya. Mencium aromanya dan sedikit mengelus punggungnya yang besar itu.

“Nado Saranghae” ucapku pelan.

“hahaha.. kau mengatakannya lagi!”

Chanyeol memelukku lebih erat sambil tertawa.Aku hanya tersipu malu dan tersenyum di dekapannya. jantungku berdebar cepat. Ternyata aku benar-benar menyukai namja bernama Park Chanyeol yang sekarang sedang mendekapku erat.

***

tidak terasa.. sudah 1 bulan aku menjalankan hubunganku dengan namja yang dulunya selalu membuatku kesal, Park Chanyeol. Dan aku sekarang sudah benar-benar melupakan Luhan oppa walaupun masih ada sedikit terbesit rasa suka padanya. Namun semuanya itu mengalahkan rasa sayang dan cintaku kepada Park Chanyeol. aku sungguh menyukainya, aku tidak mau dia meninggalkan aku.. tidak mau..

“kenapa melamun lagi?” Chanyeol mencubit pipiku.

Hari ini hari sabtu sore, hari di mana Chanyeol mengajakku kencan setelah kami pacaran.Sepulang sekolah  dia langsung mengajakku makan es krim di tempat langganganannya di kota S.

aku menggelemg pelan. Lalu kembali memakan es krimku.

“rasakan ini”

Chanyeol menempelkan es krim dingin itu ke hidungku. Membuatku kaget dan membuyarkan lamunanku.

“dingin Chanyeol!!” kataku yang mengambil tissue dan mengelapnya. Benar-benar jahil namja ini.

“hahaha.. makanya jangan melamun saja, bodoh!”

“jangan bilang aku bodoh!” aku cemberut dan menatapnya kesal, namun dia masih saja tertawa dan pada akhirnya dia terdiam saat aku masih saja menatapnya kesal.

“ya sudah kalau begitu, aku memanggilmu, Chagiya. bagaimana?” Chanyeol kembali terkekeh.

‘dia main-main denganku! tapi kenapa aku berdebar?’

“kau mempermainkanku!” ucapku sambil membuang mukaku, padahal jantungku sekarang sedang menggedor-gedor dadaku. Jantungku berdebar.

“aku serius, Changiya..” Chanyeol masih saja tertawa. Wajahku masih memerah.

“aaahh.. jangan tertawa saat memanggilku dengan sebutan ‘chagiya’” kataku kesal

“oke oke.. ehem!” Chanyeol mengambil posisi untuk bersiap-siap dan berusaha untuk tidak tertawa. sungguh lucu. Akupun tersenyum dan tertawa kecil saat melihatnya.

“Chagiya..” Chanyeol memanggilku dengan sebutan ‘chagiya’ dia begitu serius dan suaranya yang besar itu terdengar lembut di telingaku. Aku hanya tersenyum dan membiarkan jantungku berdebar lagi.

“kau berhasil!” aku tepuk tangan saat merasa Chanyeol berhasil memanggilku chagiya tanpa tertawa.

“hahahaha.. aku hebat kan? baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu Chagiya..”

aku tersipu malu. dan memakan es krim ku lagi.

“kau juga.. kau juga harus memanggilku Chagiya” pinta Chanyeol. Tangannya menggenggam tanganku yang ada di atas meja.

“i-iya..” kataku gugup. aku hanya menuduk.

“coba kau panggil aku dengan sebutan ‘chagiya’ aku ingin mendengarnya” Chanyeol mengenggam tanganku yang satunya. Membuatku semakin berdebar dan gugup.

“Chag-chagiya..”

“sekali lagi..”

“Chagiya..”

“lagi..”

“chagiya..”

“more..”

“Chanyeol!”

“hahahaha… maaf” Chanyeol akhirnya tertawa saat aku merasa kesal. Padahal aku tidak sama sekali merasa kesal. aku senang dengan perlakuannya yang santai itu. aku..sungguh menyukainya..

“one more please..”

aku hanya tersenyum. dan Chanyeol pun tersenyum

“chagiya..” ucapku pelan.

Chanyeol tersenyum dan menggenggam  kedua tanganku. dia mendekatkan kedua tanganku di bibirnya dan mengecupnya lembut.

“saranghae” ucapnya sambil memejamkan matanya dan masih mendekatkan kedua tanganku di dekat bibirnya. Terasa bibirnya saat bicara mengenai tanganku.

“saranghae” balasku sambil tersenyum.

***

“mau kemana lagi?” tanya Chanyeol, dia tidak melepaskan tanganku selama berjalan denganku. Aku merasa sangat senang.

“aku mau melihat bintang”

“hah?”

“iya, aku ingin melihat bintang”

“kau tidak boleh pulang malam-malam”

“tapi aku ingin melihat bintang” rajukku sedikit merengek.

“oke.. kita tunggu sampai malam ya. Sekarang kita duduk saja di taman”

“iya!”

Chanyeol menarik tanganku ke arah taman dan menyuruhku duduk.

“sebentar lagi jam 7. Apa sudah ada bintang saat jam 7?” tanya Chanyeol sambil melihat jam tangannya.

“tidak tahu. Mungkin sudah, tapi tidak terlalu banyak”

“hm..”

“tapi tidak apa-apa, yang penting aku melihat bintang!”

“iya, saat nanti jam 7 kita pindah tempat ke ujung jalan ya”

aku mengangguk dan tersenyum. Chanyeol akhirnya duduk di sebelahku, menggenggam tanganku lagi. udara semakin dingin namun tanganku terasa hangat karena genggaman tangan dari Chanyeol. Sekali lagi aku katakan..

Aku tidak ingin namja ini meninggalkanku.

***

AUTHOR POV~

“chagiya?”

“chagiya?”

Chanyeol mengguncang-guncangkan tubuh Sera yang tertidur menyandar di bahunya. Chanyeol tersenyum dan sedikit menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Sera.

“aku mencintaimu..”

“aku juga..” ucap Sera tiba-tiba.

Chanyeol terkejut dan akhirnya tertawa.

“hahahaha! kau tidak tidur! sial!” Chanyeol memajukan bibirnya kesal.

“hahahahaha… aku juga bisa menjahilimu!” ucap Sera sambil tertawa dan duduk tegap, bangun dari posisinya yang menjandar di bahu Chanyeol.

Chanyeol mencubit pipi Sera gemas, lama kelamaan cubitan itu berubah menjadi elusan lembut di pipi Sera. Tangan Chanyeol yang besar mengelus-elus pipi Sera.

“ayo.. katanya kau mau melihat bintang”

“iya!” Sera bangun dari kursi kayu di taman. Namun Chanyeol menahannya

“sebentar..”

“ada apa?” Sera kembali duduk dan melihat Chanyeol.

“aku ingin kau menutup matamu.”

“oke..” Sera menutup matanya.

Chanyeol merogoh saku celananya dan mengeluarkan kalung bergantungkan cincin yang bertuliskan ‘Chanyeol’.

“sudah? kau sedang apa sih?” Sera terlihat tidak sabar.

“sebentar..” Chanyeol mengalungkan kalungnya dan ia pakaikan di leher Sera.

“buka matamu” ucap Chanyeol yang berbisik.

KIM SERA POV~

aku membuka mataku sata Chanyeol memintanya. Aku menundukkan kepalaku, aku tersenyum saat melihat kalung bergantungkan cincin perak dan bertuliskan Chanyeol di cincin tersebut.

“i-ini..”

“itu untukmu, dan ini untukku..” Chanyeol mengeluarkan kalung dari dalam bajunya. kalung bergantungkan cincin perak yang sama namun di sana bertuliskan ‘Sera’.

“jadi selama ini kau memakai itu?” aku menunjuk ke arah kalung yang Chanyeol tunjukkan padaku.

“iya!” Chanyeol mengangguk lalu memamerkan deretan giginya. Terlihat sangat senang.

“ayo! pasti bintangnya sudah ada!” Chanyeol menarik tanganku.

“jaga kalung itu baik-baik ya!” ucap Chanyeol sambil berjalan.

“iya, pasti” aku tersenyum senang, sangat senang. Namun senyumanku hilang saat melihat wajah Chanyeol yang ada di sampingku. Aku selalu takut dia meninggalkanku… kenapa perasaan ini selalu ada? kenapa perasaan ini selalu menghantuiku? aku tidak ingin dia pergi..

***

“lihat Chanyeol! itu yang paling terang!” tunjukku saat duduk menghadap langit. Bintang bertebaran di langit, sangat indah.

“tidak! yang di sana yang paling bersinar!” Chanyeol menunjuk bintang yang menurutnya paling bersinar.

“ah iya benar”

“Chagiya?”

“hm?”

“kau mencintaiku?”

“hah? apa maksudmu? tentu saja..” aku tersenyum. Lalu tidak lama Chanyeolpun tersenyum.

“aku sangat senang hari ini…” Chanyeol mengelus kepalaku lembut.

“aku juga..”

Chanyeol masih menatapku lembut dan mengelus rambutku. Perlahan tangannya turun dan berhenti di pipiku, kedua tangannya menyentuh pipiku.

aku merasakan debaran jantungku lagi, saat Chanyeol mendekatkan kepalanya ke kepalaku. Aku merasa Chanyeol akan menciumku lagi. Ternyata benar bibirnya menyentuh bibirku. Dia menciumku lebih dalam, beda saat dia menciumku saat pertama kali.

Kami berciuman di bawahnya sinar bintang yang menerangi malam ini.

‘Chanyeol.. aku mencintaimu, selamanya..’

***

Sekarang hari Minggu. Aku turun ke lantai 1 dan mendapati Luhan oppa yang sedang mengobrol dengan eonni di sofa.

“ah! Sera.. kau sudah bangun”

“i-iya..” aku turun dan menghampiri mereka. Luhan tengah tersenyum ke arahku, dan akupun tersenyum. Aku sukses tidak memperlihatkan senyum terpaksa kepadanya.

“kenapa ada Luhan oppa?” tanya ku. aku mulai merasa bisa melihat eonni yang bersama Luhan oppa. sepertinya perasaanku benar-benar sudah tidak tersisa untuk namja bernama Xi Luhan ini.

“kami akan jogging. kau mau ikut? ajak Chanyeol juga” ajak eonni.

“anii.. aku mau di rumah saja”

“ya sudah. hati-hati ya”

“iya, kalian juga”

“bye” ucap Luhan oppa. Aku hanya melambaikan tanganku ke arah 2 orang yang mulai keluar rumah. mereka kembali tertawa bersama dan aku tersenyum melihatnya. Ya.. aku tersenyum.

“sebaiknya aku mandi! mandi!” teriakku dan berlari masuk kamar mandi.

***

MA MA MA MA MACHINE~

aku mengambil ponselku, dan tanganku yang satu lagi sibuk mengeringkan rambutku dengan handuk kecil, terasa sangat segar.

“ah.. Chanyeol”

From: Chanyeol

‘morning chagiya, maaf aku bangun terlambat. kau tahu? aku tidak bisa tidur karena terlalu senang kemarin :D’

aku tersenyum dan sedikit terkekeh. aku juga sebenarnya tidak bisa tidur, tapi karena lelah aku bisa tidur lumayan cepat.

dengan cepat aku membalas pesan singkat dari Chanyeol.

To: Chanyeol

‘tidak apa-apa chagiya. hah benarkah? aku juga senang.. terimakasih untuk kemarin J’

Chanyeol tidak membalas pesanku. aku sudah menunggu lama ternyata dibalas saat aku ingin makan siang.

MA MA MA MA MACHINE~

dengan cepat aku mengambil ponselku dan ternyata Chanyeol.

From: Chanyeol

‘maafkan aku chagiya, aku baru sempat membalas pesan darimu. oh ya. kau mau kan kita bertemu hari ini?’

dengan cepat aku langsung membalas pesan dari Chanyeol. Aku sangat sangat senang saat dia mengajakku bertemu lagi. Aku selalu ingin bertemu dengannya. Tidak mau lepas darinya.

To: Chanyeol

‘iya! aku mau. dimana kita bertemu?’

tidak ada 1 menit lamanya Chanyeol langsung membalas pesanku.

From: Chanyeol

‘di tempat dimana kita melihat bintang semalam. kita bertemu jam 1 ya’

aku tersenyum lebar. Hatiku sangat senang. Sakit senangnya jantungku sambil berdebar-debar.

To: Chanyeol

‘iya! aku tunggu disana ya. Sampai bertemu’

Dengan tidak menyimpan ponselku aku terus memperhatikan layar ponsel dan ternyata benar Chanyeol membalas pesanku sangat cepat.

From: Chanyeol

‘Saranghaeo, Sera’

jantungku berdebar dan tersenyum sambil mengetik pesan.

To: Chanyeol

‘Nado Saranghae, Chanyeol’

aku sudah menunggu, Chanyeol tidak membalas pesanku. Tanpa mengambil pusing aku langsung saja bersiap-siap untuk kencan dengan Chanyeol setelah kemarin habis kencan. Tidak ada rasa bosan jika bersamanya. Aku sungguh-sungguh mencintainya.

***

Aku mengambil rok mini berwarna coklat muda dan aku padukan dengan kaos berwarna coklat juga. hari ini dandananku simple. Tidak repot saat ingin ke festival kembang api bulan lalu.

Setelah siap, aku memakai kaos kaki panjang berwarna putih sebetis dan sepatu kets berwarna serupa. tidak lupa aku membawa tas kecil.

aku bercermin sedikit lalu segera bergegas pergi. Sambil menggenggam kalung cincin bertulisan ‘Chanyeol’.

‘hari ini pasti sangat menyenangkan!’

***

Sudah menunjukkan pukul 1 lebih 15 menit, dengan nafas terengah-engah aku berlari menuju tempat kita janjian.

“pasti Chanyeol sudah menungguku!” ucap ku sambil berlari.

ternyata sampai di tempat kita janjian, Chanyeol belum datang.

“ah.. ternyata dia juga terlambat..” ucapku pelan sambil mengatur nafasku.

aku duduk di kursi yang sama saat aku melihat bintang semalam, dan tempat ini juga tempat di mana aku menerima cinta Chanyeol dan hari pertama aku dan Chanyeol resmi menjadi sepasang kekasih.

sudah jam 1 lewat 25 menit. tapi Chanyeol belum juga datang.

“dimana ya dia?”

aku terus menunggu dan terus menunggu. Sambil terus memperhatikan jam juga ponselku. Aku berniat menelpon Chanyeol sekarang karena sekarang sudah jam setengah 2. Dia terlambat setengah jam dari perjanjian.

Aku menekan tombol nomor 1, panggilan cepat untuk menelpon Chanyeol.

‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..’

“tidak aktif? kenapa ya?”

aku pun mencoba menelpon Chanyeol lagi.

‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..’

aku menelpon lagi..

‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..’

dan lagi..

‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..’

sekali lagi.. pasti aktif..

‘nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..’

aku mulai khawatir. kenapa dia tidak mengaktifkan ponselnya?

aku membuang pikiran jelekku dan memutuskan untuk menunggunya lagi.

Angin yang berhembus, menyapu wajah dan rambutku, membuatku mengantuk. Tidak sengaja aku memejamkan mataku dan akhirnya aku tertidur di kursi ini sendirian.

“Sera..”

Chanyeol? kau kah itu?

“Sera bangun!”

“Sera!”

Chanyeol sudah datang.. kenapa kau terlambat?

aku membuka mataku. Aku melihat jam sudah jam 4 sore.

“Chanyeol kau terlambat 3 jam” ucapku pelan, aku belum melihat wajahnya.

“Sera! ini aku!”

pandanganku beralih ke suara yang ternyata bukan suara Chanyeol melainkan Luhan oppa, wajahnya berkeringat dan sangat panik, nafasnya terengah-engah.

“Ba-Luhan oppa? kenapa ada di sini?”

“Chanyeol..”

“a-ada apa? dimana Chanyeol?” akupun mulai panik. lalu aku mendengar tangisan Luhan oppa yang ada di depanku

“o-oppa? ada apa?! jangan membuatku takut!”

“Chanyeol.. dia..”

“ada apa!! katakan padaku!!”

aku sudah sangat panik. Chanyeol baik-baik saja kan? lalu kenapa Luhan oppa menangis? Chanyeol tidak apa-apa kan?

“o-oppa.. katakan padaku..”

“Chanyeol.. dia.. dia meninggal..”

DEG!

“o-oppa.. kau jangan berbohong kepadaku!!”

sungguh aku tidak percaya, aku tidak suka ini. Jangan berbohong! Chanyeol tidak mungkin meninggalkanku. Dia sudah berjanji akan ada bersama denganku selamanya. dia akan membuatku bahagia, selalu bahagia.

air mataku keluar dengan derasnya. tubuhku lemas.. aku tidak mengerti.. kenapa ini bisa terjadi?

“Chanyeol tertabrak Truck saat ingin menemuimu di sini, ponselnya hancur terlindas. lalu.. aku dan Raina sempat melihat kejadian itu. tidak sengaja melihatnya.”

aku menangis.. ini pertama kalinya aku menangis karena Chanyeol, Chanyeol membuat ku menangis. dia tidak menepati janjinya.. dia.. meninggalkanku.

“aku sempat membawa Chanyeol ke rumah sakit. dia berkata padaku.. ‘Sunbae.. Sera pasti menungguku. aku harus menemuinya. aku sudah janji ingin kencan dengannya’ dengan darah yang bercucuran dia masih sempat mengingatmu, mengingat janjinya denganmu. dia tidak memikirkan keadaannya yang sudah sangat parah.

aku menangis terisak isak. Aku sungguh tidak menyangka akan seperti ini jadinya.  ini mimpikan?

‘Kim Sera.. bangun! ayo bangun! kau bermimpi! Chanyeol masih bersamamu! dia akan selalu bersamamu selamanya! dia tidak akan mungkin meninggalkanmu!’

“ini.. dia memberikan ini kepadaku..”

Luhan oppa memberikan kalung yang Chanyeol pakai, kalung bergantungkan cincin bertuliskan namaku di sana.

kalung yang sudah berlumuran darah Chanyeol..

“dia memberikan ini sambil tersenyum. Dia sudah tau tidak akan bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya. Dia memberitahu aku keberadaanmu, dan dia.. dia meminta maaf kepadamu karena sudah ingkar janji”

“Chanyeol..” ucapku di tenah isak tangisanku.

Aku menggenggam kalung berlumuran darah itu. Aku genggam dengan eratnya, aku menangis sejadi-jadinya. Aku mengis dan nyaris berteriak. Aku masih tidak percaya hal ini akan terjadi padaku.

Chanyeol.. Chanyeol.. aku selalu ingin bersamanya.. bersamanya selamanya. Tapi.. ini sudah tidak mungkin..

“Sera.. ku harap kau tabah saat masalah ini menimpamu..”

aku mengangguk pelan, namun air mataku tidak bisa berhenti.

Luhan oppa mendekapku erat, dia menenangkanku. tapi di saat seperti ini aku mau Chanyeol yang menenangkanku saat menangis. Mengelus punggungku dan mengelus kepalaku saat aku bertemu dengannya.

aku ingat senyumannya, tawanya, candaannya,ke usilannya, dan.. ciumannya yang dia lakukan padaku. saat malam bertaburan bintang, dia menciumku. kalau aku tahu itu akan jadi ciuman dan pertemuan terakhir. Aku tidak akan mau menyudahi pertemuan kita. Aku tidak mau pulang.. aku ingin terus bersamanya, saling berpelukan dan saling menggenggam tangan.

“CHANYEOL!! jangan tinggalkan aku!!”

“CHANYEOL!!”

aku berteriak. Luhan oppa terus saja memelukku dengan eratnya dan mengelus rambutku. Tapi itu tidak membuatku tenang. Aku butuh Chanyeol, aku ingin CHanyeol sekarang! aku ingin bertemu dengannya!

mengapa di saat aku sudah menyukaimu, benar-benar menyukaimu, mencintaimu dan menyayangimu kau malah pergi dari ku, pergi.. pergi selamanya dari hidupku.. Park Chanyeol… kenapa kau meninggalkan aku..

“Chanyeol…” ucapku lemah, lalu pandanganku gelap. aku tidak ingat apa-apa lagi.

***

Ke esokan harinya.

hari pemakaman Chanyeol, keluarga dan teman-temannya semuanya datang, kecuali aku. aku mengurung diri di kamar. aku tidak ingin keluar kamar. aku hanya mengenggam erat kalung yang di pakai Chanyeol. aku terus menggenggamnya.

“Sera.. ada temanmu datang, Kanna datang berkunjung” eonni mengetuk pintu kamarku pelan. namun aku tidak menghiraukannya. aku kembali menangis, bahkan kami pun tidak punya foto bersama. Tidak ada kenangan.. aku hanya bisa mengingatnya di dalam hatiku. karena.. Chanyeol ada di hatiku.

“Sera..buka pintunya..” ucap Kanna. aku menoleh dan akhirnya membuka pintu kamarku.

rambutku berantakkan, aku tidak mau makan, penampilanku sungguh kacau. sangatlah kacau.

“Sera..” Kanna memelukku dan menangis. aku juga melihat Raina eonni yang menangis. Aku yang hanya diam, tiba-tiba meneteskan air mataku kembali.

aku.. butuh Chanyeol..

“kau harus sabar, semua ini cobaan. pasti di balik semua ini.. kau akan bahagia” ucap Kanna. aku hanya mengangguk pelan.

“Sera.. jangan menangis lagi.. aku akan selalu menemanimu” Kanna melepaskan pelukannya dan menatapku sambil tersenyum.

“terimakasih..” ucapku yang masih menangis

“Sera.. jangan menangis lagi” kali ini Raina eonni yang memelukku.

“aku masih membutuhkan Chanyeol! aku mau Chanyeol ada di sini bersamaku, eonni!!”

“tenang.. jika kau tidak berhenti menangis, Chanyeol juga akan sedih di sana..” ucap eonni berusaha menenangkanku.

“kenapa ini terjadi padaku?” aku masih menangis, semakin keras dari sebelumnya.

“Tuhan sudah mengatur semuanya, kau pasti akan bahagia nantinya”

aku terdiam. aku benar-benar tidak mengerti. Apakah Tuhan menyayangiku?

***

AUTHOR POV~

3 tahun kemudian

“Sera, kau sudah siap?” Raina berpakaian rapih dan hendak mengantarkan adiknya di upacara penerimaan mahasiswa baru di Seoul University. Sera berhasil masuk Universitas bagus itu, bersama-sama dengan kakaknya.

Luhan? dia menerima Beasiswa di LA dan kuliah di sana, namun hubungannya dengan Raina terlihat tidak harmonis. Menjadikan hubungan merekapun terputus kembali.

“ya eonni! sebentar”

Sera mengambil ponselnya dan mengetik pesan.

To: Chanyeol

‘Chagiya.. apa kabarmu? tidak terasa sudah 3 tahun lamanya kita menjalin hubungan. kali ini aku berhasil masuk Universitas Seoul. aku sangat senang. semoga kau juga senang berada di sana.

Chanyeol Saranghaeo’

“Sera?”

“iya eonni!!” Sera sedikit merapihkan rambutnya dan tidak lupa memakai kalung pemberian Chanyeol, dia menggantungkan 2 cincin di 1 kalung.

‘Chanyeol.. aku masih berharap kita masuk Universitas bersama-sama..’

***

Sera dan Raina masuk ke gerbang universitas Seoul yang terbilang sangat besar. Sera celingak-celingung mencari Kanna yang katanya juga masuk Universitas yang sama.

“Sera!!” teriak Kanna. Rambutnya sudah lumayan panjang, gayanya sekarang juga terlihat lebih feminin.

“Kanna! kau terlihat berbeda” ucap Sera. Kanna hanya tertawa malu.

“hahaha.. sudah ah.. ayo masuk aula. jangan sampai terlambat”

“iya, aku juga tidak ingin berpisah seperti saat SMA dulu. haha”

“iya iya..”

“eonni kami duluan” ucap Sera dan Kanna bersamaan. Raina hanya tersenyum.

“iya, semangat” ucap Raina menyemangati

“Pasti!” teriak 2 yeoja itu semangat.

***

KIM SERA POV~

“duduk di sana saja..” ucap Kanna menunjuk 2 bangku kosong yang ada di barisan tengah.

aku mengikuti langkah Kanna yang membawaku ke barisan tengah.

“ahh.. akhirnya dapat kursi juga..” ucap Kanna yang sudah duduk di kursi itu, dan akupun juga duduk.

aku menebarkan pandangan di sekitar aula.

 ‘banyak juga mahasiswa barunya’.

“hei, itu kursi kami”

terdengar suara namja yang ada di sampingku dan Kanna, aku hanya melihat Kanna yang cemberut menanggapinya

“hei, kau hanya seorang! lagi pula siapa yang kau maksudkan kami itu?” ucap Kanna kesal.

“aku dan temanku! kami sudah menempati kursi itu lebih dulu” namja itupun terlihat kesal. aku hanya diam, tidak bisa bicara apa-apa.

“hei! salah sendiri kau dan temanmu itu membiarkan kursi ini kosong. Lagi pula masih banyak kan kursi yang lain”

“kalian saja yang pindah” ucap namja itu kesal.

Kanna berdiri dan menatap namja itu sangat kesal.

“Tao..ada apa?”

DEG!

ah.. suara ini.. suara yang sangat aku rindukan, sangat sangat aku rindukan, apakah aku boleh berharap kalau dia adalah..

“Chanyeol?”

“hei dari mana kau tahu namaku?” ucap namja jangkung berambut coklat lurus yang tengah datang di perdebatan tentang kursi ini. Aku berdiri dan menatapnya sangat terkejut. Sangat-sangat terkejut.

“Cha-Chanyeol?” Kanna pun ikut melongo.

“siapa kalian? kenapa tahu namaku?” namja yang ternyata bernama Chanyeol itu hanya memasang wajah datarnya. Beda sekali sifatnya dengan Chanyeol yang aku kenal.

‘tuhan.. kenapa ada orang yang bernama sama dan berwajah mirip seperti ini? apakah dia Chanyeol yang aku kenal selama ini? tapi.. tidak.. tidak mungkin.. dia.. orang lain yang memakai nama Chanyeol’

“sudahlah Tao, mereka orang aneh, kita cari tempat duduk lain saja”

namja bernama Chanyeol itu membalikkan tubuhnya dan menyuruh temannya yang bernama Luhan itu pergi meninggalkan kami berdua yang masih tengah terkaget-kaget melihat Chanyeol yang ada di hadapan kami.

“sombong sekali.. tapi dia Chanyeol!” ucap Kanna heboh.

aku hanya tersenyum.

“bukan.. dia bukan Chanyeol. Chanyeol yang sesungguhnya ada di sini..” aku memegang dadaku dan mengenggam kalung yang aku pakai.

Kanna hanya tersenyum.

“ayo duduk, sebentar lagi ada acaranya di mulai kan?” ucap Kanna

“ah.. iya”

aku pun duduk sambil menunduk.

‘akhirnya.. aku bisa bertemu dengan Chanyeol lagi, walaupun aku tahu dia bukan Chanyeol yang aku kenal selama ini. tapi.. aku senang…’

***

THE END

59 pemikiran pada “Long Kiss Good Bye (Part 5 – Last Chapter)

  1. huweeee…
    😥 😥 😥
    knp channieny dbuat meninggal…
    kasian sera…
    huwaaaa….
    😥 😥 😥
    bnr2 sad ending ya…
    ffnya bnr2 mengharukan apa lagi sma perjuangannya channie…

  2. Satu … Dua … Tiga … *ngitung tissue*
    Sumpah ni ff bikin nangis … Secara sini gak sengaja nemu ff ginian, meski aku banyak gamudeng bahasanya …. Maaf baru bisa comment di chapter 5, cari sinyal gak ketemu2 :v

  3. Oohh.. I’m so really crying when I read this. Dari awal sebenarnya mah baca. Mianhae baru ikut ngoment disiini. Sungguh, dari chapter 3 udah agak mewek bacanye. Pas ending baru keluar air mata tuh baca. Serius lohh…!! Daebak deh ff nya (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s