Stand By Me (Chapter 9)

TITLE: STAND BY ME

AUTHOR: VENUS_228

MAIN CAST

  1. WU YI FAN ( KRIS EXO M)
  2. HAN SOO MI
  3. CHOI SEUNG HYUN ( TOP BIG BANG)

OTHER CAST: CAN YOU FIND IT BY YOUR SELF

GANRE: ROMANCE

LEGHT: CHAPTER

Author talk: Annyeong chigudeul J ini FF pertama yang author buat jadi mian klo banyak kesalahan dan ceritanya gak jelas atau alurnya terlalu cepat. Semoga kalian suka. Satu lagi FF ini murni hasil imajinasi author yang kelewat tinggi dan gak jelas tapi di tulis dengan hati* senyum manis bareng Kris* I hope you like it.

WU YI FAN POV

Aku membuka kedua mataku dengan perlahan. Lalu tersenyum saat melihat seorang yoeja yang tertidur tepat di sampingku. Entah jam berapa sekarang yang jelas kamarku dalam keadaan gelap gulita. Tapi aku masih bisa melihat sosoknya dengan jelas. Sangat jelas tanpa perlu bantuan cahaya sama sekali. Karena sosoknya dari dulu sudah melekat dengan kuat dalam hati dan pikiranku.

Aku menatap wajahnya dengan lekat. Menusuri setiap inci wajahnya dengan mataku. Aku kembali tersenyum. Akhirnya aku bisa kembali bersamanya. Dan saat bersamanya semua terasa benar. Semuanya terasa kembali seperti semula. Bahkan jauh lebih baik. Karena akhirnya dia mengetahui tentang perasaanku padanya. Dan aku juga yakin dia merasakan hal yang sama hanya saja dia belum yakin. Atau mungkin tak berani untuk yakin.

Tapi tak apa. Aku sanggup menerimanya. Dan aku juga akan menunggunya walau selama apapun. Karena yang terpenting bagiku sekarang dia ada di sini. Tepat di sampingku dan tak akan pergi lagi. Kalaupun dia hendak pergi aku akan menahannya dengan sekuat tenagaku. Menahannya untuk tetap berada di tempat yang terjangkau olehku.

Aku kembali tersenyum lalu mengelus pipinya lembut. “ Sarangheo, Soo mi-ah. Joengmal sarangheo.” Bisikku lalu mengecup keningnya lembut. Dan perbuatanku itu berhasil membuatnya terbangun lalu menatapku.

HAN SOO MI POV

Aku tau dia sudah terbangun dan sedang menatapku saat ini. Aku bisa merasakan tatapannya tapi aku sama sekali tak ingin membuka mataku. Biar saja dia mengira aku sedang tidur. Lagipula aku juga melakukannya demi kesehatan jantungku sendiri. Karena aku yakin saat membuka mata dan bertemu dengan kedua mata tajamnya yang sedang menatapku, jantungku akan kembali berdetak dengan cepat. Seolah jantungku ingin meloncat keluar dari tubuhku. Dan sungguh itu sangat mengerikan.

Lalu dia mengelus wajahku dengan lembut. Perbuatannya itu membuat tubuhku merinding namun anehnya juga merasa senang. Sangat senang sampai rasanya aku ingin berteriak dengan keras. Untung saja aku masih waras dan bisa mengendalikan diriku hingga aku tak melakukan perbuatan konyol itu.

Lalu aku mendengarnya berbisik lembut. “ Sarangheo, Soo mi-ah. Joengmal sarangheo.” Dan dia mengecup keningku. Sungguh rasanya sekarang aku ingin menangis lagi mendengarnya mengatakan hal itu. Akhirnya aku membuka mataku dan langsung menatapnya.

“ Mianhe. Kau terbangun karena perbuatanku.”

Aku tersenyum mendengarnya meminta maaf seperti itu. “ Gwenchana. Aku justru merasa seperti sleeping beauty karena terbangun oleh ciumanmu.” Dia tertawa kecil mendengar perkataanku sementara semburat merah muncul di wajahnya dan membuatnya semakin terlihat tampan walaupun dalam kegelapan.

Aku hanya tersenyum melihatnya lalu hendak bangkit. Tapi dia langsung menahan pergelangan tanganku dan menghentikan tawanya. “ Kau mau ke mana?”

“ Aku hanya ingin ke dapur mencari makanan karena aku sangat lapar. Dan aku juga yakin kau kelaparan karena makananmu tadi kau lempar ke dinding.” Setelah mengatakan itu aku langsung menyesal karena ekspresi wajahnya berubah menyedihkan sambil menatap tanganku yang di perban.

“ Mianhe. Joengmal mianhe. Kalau bukan karena perbuatanku yang kekanakan itu kau pasti tak akan terluka seperti ini.” Katanya menyesal dengan ekspresi wajah yang tampak jelas menyalahkan dirinya sendiri.

Melihat ekspresinya yang seperti itu rasanya aku ingin membenturkan kepalaku ke dinding. Aku sama sekali tak ingin melihatnya menyalahkan dirinya sendiri seperti ini. Aku lalu tersenyum kecil dan mengelus wajahnya lembut dengan punggung tanganku. “ Sudahlah, Kris. Yang berlalu tak usah dipikirkan lagi. Kau sama sekali tak bersalah. Aku saja yang kurang hati-hati.”

“ Tapi, Soo mi…..” aku langsung memotong perkataannya dengan menggelengkan kepalaku. “Sudahlah. Sekarang aku ingin mencari makanan. Kau tunggu saja di sini dan istirahat! Karena aku yakin kau sama sekali belum pulih.”

“ Baiklah.” Aku tersenyum puas mendengar perkataannya lalu segera bangkit dan berjalan keluar kamar.

AUTHOR POV

Kris menoleh dan menatap pintu kamarnya yang terbuka. Dan tersenyum saat melihat sosok Soo mi muncul sambil membawa nampan berisi makanan untuknya. “ Apa yang kau bawa?”

“ Bubur. Kebetulan DO meletakkan sisa bubur yang dibuatnya di kulkas. Aku hanya tinggal memanaskannya saja.” jelasnya sambil meletakkan nampan berisi semangkuk bubur dan juga segelas air itu di atas lemari kecil di samping tempat tidur Kris. Sementara dia sendiri duduk di atas kasur. Tepat di samping Kris.

“ Kenapa aku tak mendengar suara yang lain?”

Han soo mi tersenyum mendengar pertanyaan Kris itu. “ Mereka semua sudah tidur karena sekarang sudah tengah malam.” Lalu dia diam sesaat. Tampak sedang berpikir. “ Rasanya aneh. Aku tak pernah tidur dari pagi sampai tengah malam seperti ini. Dan sangat nyenyak.”

“ Itu karena kau tidur dalam pelukanku.”

“ Haha…. Lucu sekali.” Dengus Soo mi. Sementara semburat merah samar muncul menghiasi wajahnya. Dia lalu mengambil mangkuk bubur itu dengan tangan kirinya yang tak terluka. “Sekarang makanlah!” katanya sambil berusaha memegang sendok dengan tangan kanannya yang terluka.

Kris dengan sigap langsung mengambil mangkuk bubur itu dari tangan Soo mi dan memasukkan sesuap ke dalam mulutnya. “ Aku bisa makan sendiri.” Katanya lalu kembali makan dengan lahap.

“ Baguslah kalau begitu. Aku pikir kau perlu disuapi seperti bayi.” Ejek Soo mi lalu tersenyum geli melihat Kris yang sedang menatap dirinya dengan kesal sambil tetap melahap buburnya. Begitu selesai dia kembali meletakkan mangkuknya dan meraih minumannya lalu menegaknya hingga habis. Dia terlihat sangat lapar dan haus.

Soo mi kembali  tersenyum geli melihatnya sementara Kris menatap gadis itu bingung. “ Wae? Ada yang salah?” Soo mi tak menjawab. Hanya membersihkan sisa bubur yang tertinggal di bibir Kris dengan ibu jarinya. Lalu suasana berubah aneh.

Kris menatap Soo mi dalam. Sangat dalam dan tepat di kedua mata gadis itu. Sementara tangannya menggenggam pergelangan tangan Soo mi yang terulur menyentuh wajahnya. Gadis itu tersenyum gugup. “ Kau ini makan seperti anak kecil.” Katanya berusaha memecahkan suasana yang terasa aneh itu.

Kris hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Soo mi dan masih tetap menatap dalam gadis itu. Membuat Han soo mi mulai merasa jengah. Lalu tanpa diduga dia menarik Soo mi hingga gadis itu terjatuh dalam posisi berbaring di kasur. Kedua tangannya dengan sigap mengunci kedua tangan Soo mi dan menopangkannya di samping kepala gadis itu. Membuat tak ada lagi kemungkinan untuk kabur. Sementara tubuh mereka bersentuhan tanpa ada jarak lagi dan penghalang selain baju mereka masing-masing.

“ Apa yang mau kau lakukan?” tanya Soo mi panik sambil menatap wajah Kris yang begitu dekat dengan wajahnya.

Kris tersenyum sambil mengeratkan genggamannya pada kedua pergelangan Soo mi. “Kau tau, Soo mi-ah? Selama ini aku selalu menahan diriku dengan sekuat tenaga saat bersamamu. Tapi sepertinya kali ini aku tak bisa menahan diri lagi. Karena sekarang kau berada dalam dekapanku.”

HAN SOO MI POV

“Kau tau, Soo mi-ah? Selama ini aku selalu menahan diriku dengan sekuat tenaga saat bersamamu. Tapi sepertinya kali ini aku tak bisa menahan diri lagi. Karena sekarang kau berada dalam dekapanku.”

Apa yang dia bilang tadi? Astaga!! Melihat wajahnya yang begitu dekat dengan wajahku dengan posisi kami yang seperti ini saja sudah membuat jantungku menggila. Apalagi begitu mendengar perkataannya tadi. Jantungku sepertinya akan segera meloncat keluar dari dalam tubuhku.

Lalu dia mendekatkan wajahnya dan secara refleks aku langsung menutup kedua mataku. Sementara jantungku semakin menggila. Semoga dia tak mendengarnya. Semoga dia tak mendengar debaran jantungku yang sudah di luar batas normal.

Aku merasakan hembusan napasnya yang hangat menyentuh kulitku. Dan hal itu membuat tubuhku merinding. Apalagi aku dapat merasakan dia menyusuri setiap inchi wajahku. Lalu hembusan hangat napasnya mengelitik leherku cukup lama lalu kembali lagi ke wajahku.

Sungguh!!! Kalau dia tak segera menghentikan perbuatannya ini jantungku akan berhenti berdetak secara tiba-tiba. Aku yakin sekarang dia sedang menahan senyumnya sambil melihatku. Ya ampun! Menggerakkan tubuh pun aku sudah tak bisa karena berat tubuh Kris yang menindihku.

Lalu aku merasakan kedua tanganku tak lagi digenggamnya. Tapi kedua tangannya ganti memeluk pinggangku dengan erat. Lalu aku membuka kedua mataku begitu merasakan dia menempelkan telinganya di dadaku. Tepat dibagian jantungku berada. Astaga!!! Sekarang aku yakin dia bisa mendengar suara detak jantungku yang menggila karena perbuatannya. Dan memang itu yang sekarang sedang dia lakukan. Dia mendengarkan suara detak jantungku.

“ YA!!!!! Apa yang kau lakukan?” bentakku sambil mendorong bahunya agar dia menjauh. Tapi tak berhasil karena tubuhnya tak bergeming sama sekali.

“ Biarkan seperti ini.” Katanya lembut membuatku langsung terdiam. “ Aku senang mendengarkan detak jantungmu. Karena hal itu dapat meyakinkanku kalau kau bukan hanya khayalanku dan sekarang berada dalam dekapanku.”

Blush…

Aku yakin pasti sekarang wajahku sudah semerah kepiting rebus saat mendengar perkataannya tadi. Untung saja dia sedang tak menatapku hingga aku tak perlu repot-repot menyembunyikan wajahku yang memerah ini.

Lalu aku tersenyum lembut dan melingkarkan kedua tanganku di lehernya tanpa mengatakan apa-apa. Kali ini saja, kalau ini memang mimpi aku ingin tak terbangun dari mimpi ini.

Dia mengangkat kepalanya begitu kedua tanganku melingkari lehernya. Kemudian kedua mata tajamnya menatapku dalam dan lembut hingga membuatku jengah. “ Wae?” tanyaku gugup.

Dia menggeleng lalu tersenyum. “ Kau tau? Detak jantungmu terdengar begitu cepat. Apa karena aku?”

Aku langsung memalingkan wajahku dari tatapannya. Berusaha menyembunyikan semburat merah yang lagi-lagi muncul di wajahku. “ Entahlah.”

Dia tertawa kecil lalu menyentuh wajahku dan membuatku kembali menatapnya. Sementara tangannya yang satu lagi masih melingkar di pinggangku. “ Wajahmu makin cantik dengan rona merah di wajahmu. Jadi lebih baik jangan disembunyikan.” Rayunya dan aku hanya tersenyum kecil sambil berusaha memalingkan wajahku lagi. Tapi tak bisa karena tangannya menahan wajahku.

Aku menahan napas sementara jantungku makin berdetak semakin menggila saat kusadari wajahnya semakin dekat dengan wajahku. Dan aku kembali merasakan hangat napasnya yang menggelitik wajahku.

Secara otomatis aku langsung kembali menutup kedua mataku serapat mungkin. Aku masih tak berani mengambil resiko membuat jantungku copot hanya karena menatapnya.

Tubuhku menengang begitu merasakannya. Merasakan bibirnya yang menempel di bibirku. Astaga!!! Dia menciumku!!! Dan tanpa seizinku!!!!! Argh…..!!!

Tunggu dulu. Kenapa aku justru tak bisa menolak ciumannya? Kenapa aku justru melingkarkan kedua tanganku di pundaknya? Kenapa aku justru berharap ciuman ini tak pernah berakhir dan terus berlanjut? Astaga!! Apa yang terjadi padaku? Bahkan aku tak dapat lagi merasakan apapun termasuk detak jantungku. Yang dapat kurasakan hanya bibirnya yang melumat bibirku dengan lembut. Tanpa nafsu sama sekali.

Dia menciumku dengan seluruh perasaannya. Membuatku ingin kembali menangis karena merasakan betapa tulus perasaannya padaku. Dan membuatku semakin bingung dengan persaanku sendiri.

Dia melepaskan tautan bibirnya pada bibirku dan menatapku dengan lembut sambil tersenyum. “Kau tau, ini salah satu bukti kalau kau juga mencintaiku.”

Aku menatapnya dengan bingung. “ Bagaimana bisa?”

“ Karena kau membalas ciumanku dengan sangat baik hingga membuatku kesulitan bernapas.” Jelasnya sambil tersenyum menggoda.

“ Aku tidak membalas ciumanmu.” Bantahku sambil membuang mukaku yang sudah memerah seperti kepiting rebus. Dia tertawa geli lalu kembali membaringkan kepalanya di dadaku sambil kembali memeluk pinggangku. “ Kau tak bisa berbohong padaku, Soo mi-ah. Kau hanya takut untuk yakin pada perasaanmu sendiri.”

Aku mendengus. “ Terserah kau saja. Sekarang aku hanya ingin tidur jadi bisa kau menyingkir dariku?”

“ Andwe. Aku ingin tetap seperti ini. Dan aku yakin kau dapat tidur dengan nyenyak jika aku memelukmu seperti ini.”

Aku kembali mendengus sambil tersenyum. “ Terserah kau saja.” Lalu menutup kedua mataku sementara dia semakin erat memelukku.

WU YI FAN POV

Aku kembali mengangkat kepalaku dan menatapnya yang sudah tertidur pulas. Aku tersenyum lembut dan kembali membaringkan kepalaku di dadanya. Merasakan setiap detak jantungnya yang membuatku nyaman. Merasakan setiap tarikan napasnya yang membuatku ingin tetap seperti ini.

Aku semakin mengeratkan pelukanku di pinggangnya kemudian menutup kedua mataku sambil tetap tersenyum. Aku berharap hari ini tak akan pernah berakhir. Karena aku tetap ingin seperti ini untuk selamanya.

~TBC~

Huft…. Akhirnya selesai juga chapter 9 ini setelah cukup lama. Mian kalau ceritanya pendek ataupun gak memuaskan. Soalnya inspirasi author lagi ngadat di chapter 9 ini. Semoga kalian tetap suka dan gak bosan baca ff ini terus J

See you next chapter….. J

23 pemikiran pada “Stand By Me (Chapter 9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s