Cruel [LAST PART!]

Title     : Cruel [LAST PART!]

Author : lollicino

Cast     : Park Yong Ri [OC’s] Byun Baek Hyun [EXO-K] Tiffany Hwang [SNSD] Kris Wu [EXO-M]

Genre  : seperti biasanya.

Rating  : seperti biasanya.

Length : chapter [FINAL PART!]

Note    : Hai! Adakah yang menunggu ff ini? Guys, this is the last part of CRUEL! Lollicino jelas seneng banget. Ini adalah fanfic chapter pertama lollicino yang telah berhasil selesai sampai akhir! *dance* so, enjoy this final part, guys~

= = =

08.00 AM

Baekhyun memperhatikan dirinya di depan cermin, berusaha untuk merapihkan dirinya sendiri agar tidak tampak menyedihkan di acara penting siang nanti. Hey, bagaimanapun, Kris adalah teman satu grupnya. Sebenci apapun Baekhyun padanya, Baekhyun harus tetap menunjukkan kesopanannya walau ingin sekali Baekhyun meninju wajah Kris karena dia terlalu kesal padanya.

“ Baekhyun, kau sudah siap? “ suara Suho dari luar menyadarkan Baekhyun dari lamunan singkatnya.

Ne, hyung. Aku segera keluar. “ balas Baekhyun.

Baekhyun menyalakan wastafel, dan mengusap wajahnya dengan air yang mengucur dari wastafel itu, untuk yang kesekian kalinya. Kalau boleh, mungkin dia lebih memilih untuk merobek tuxedo ini dan menggantinya dengan piyama kesayangannya, lalu tinggal di dorm. Tapi hal itu adalah mustahil. Hampir semua staff dilarang untuk tidak ikut ke acara pernikahan ini. Funny.

“ Tuhan, kuatkan aku. “ gumamnya.

= = =

Tiffany pikir, dia sudah gila sekarang. Bagaimana tidak?

Sebelum semua staff SM mendatangi tempat ini, Tiffany sudah sampai lebih dulu disini. Gereja tempat dimana pernikahan Yongri dan Kris akan segera dilaksanakan. Tiffany sendiri tidak tahu alasannya, tapi dia merasa semuanya harus berhenti sampai disini.

Kalian mengerti maksudnya?

Dengan cepat, Tiffany berlari kearah ruang tunggu pengantin pria, tempat dimana Kris berada. Setelah menemukan pintunya, Tiffany segera menerobos masuk, membuat Kris yang sedang bercermin sedikit kaget dengan kehadiran yeoja itu.

“ Tiff? Kau sedang apa? “ tanya Kris. Tiffany tidak menjawab. Dia menutup pintu kayu ruangan tersebut, dan bersandar disana.

“ Semua harus dihentikan, Kris. Sampai disini saja. Hentikan pernikahan ini. “ tekan Tiffany di setiap katanya. Kris berjalan gontai menuju sofa panjang di dekatnya, dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa itu.

What can i do, Tiff? Aku mencintainya. Semalaman aku terus berpikir tentang keputusanku, dan hasilnya? Zero. “ jawab Kris. Dia mengacak-acak rambut blondenya dengan frustasi.

“ Kau jahat, Kris. You’ll be the most evil people in this world, if you didn’t stop this. Trust me. “ Tiffany menggelengkan kepalanya. Dia berjalan mendekati Kris, dan duduk di sampingnya.

“ Apa kau pernah berpikir setelah semuanya akan terlaksana? Pernikahan ini? Pernahkah kau berpikir tentang perasaan Roselline nantinya? Kau tega membiarkannya bekerja keras untuk menata rumah tangga yang sama sekali tidak didasari cinta? “ suara Tiffany mulai bergetar. Baru hendak menjawab, Tiffany memotong ucapan Kris.

“ Kau tahu? Aku mencintai Baekhyun selama 3 tahun. Kupikir dengan memilikinya, maka kehidupanku sudah lengkap. Kupikir, hidup bersamanya, akan membuat kami berdua bahagia. Nyatanya? Tidak. Aku menyesal, Kris. Aku menyesal karena aku telah menjadi seorang yeoja egois selama 3 tahun ini. Dengan jahatnya, aku merampas Baekhyun dari orang yang mencintainya. Dengan jahatnya, kita menghancurkan kebahagiaan 2 orang sekaligus. Tidakkah ini jahat? “

“ Dan setelah itu aku berpikir. Aku mencintai Baekhyun. Aku benci melihatnya sedih, dan nampak sangat terpuruk. Aku sadar, keterpurukan itu karena ulahku. Ulah kita, Kris. Tidak hanya Baekhyun. Roselline juga. Roselline terlalu baik, dia sudah menganggapmu berharga dalam hidupnya karena telah menemaninya selama 3 tahun. Tapi, apa dia mencintaimu? Dia hanya sekedar membalas jasamu, Kris. Dia membalasnya dengan mengorbankan seluruh kebahagiaannya. “ air mata Tiffany tak dapat terbendung lagi. Dengan susah payah, Tiffany menahan isakannya.

Trust me. Tidak hanya mereka berdua yang akan merasa sakit. Tapi kita semua. Aku, kau, Baekhyun dan Roselline. So, make a choice quickly. Keputusan sekarang ada di dalam tanganmu. Semua jalan kedepannya, kau yang menentukan. Berpikirlah dengan baik. Aku keluar. Maaf karena sudah menganggumu. “ Tiffany menyudahkan ucapannya. Dia berdiri, dan berlari keluar dari ruangan itu meninggalkan Kris.

Kris menutup matanya, menahan air matanya untuk keluar. Semua ucapan Tiffany memang ada benarnya. Tidak. Semua ucapan Tiffany benar 100%. Tinggal menunggu keputusan Kris. Bagaimana ini? Kenapa harus aku?, pikir Kris.

Kris melangkah keluar dari ruangannya, berjalan menuju ruangan Roselline yang tidak terlalu jauh dari tempatnya. Setiap langkah terasa berat baginya, seakan-akan dia harus menyeret beton berat di kakinya.

Dan Kris tiba di depan pintu ruangan Roselline.

“ Hiduplah dengan bahagia, mengerti? “

Kris mengerutkan keningnya ketika dia mendengar suara namja dari dalam ruangan Roselline. Kris mengendap-endap, dan mengintip ke dalam ruangan Roselline.

Baekhyun.

“ Aku… aku tahu, Baekhyun-ah. Memang seharusnya aku hidup berbahagia setelah ini. Aku akan menikah dengannya. Sebagai sahabatku… doakan aku… agar aku dapat menjalani semuanya dengan baik. “

Kris tertegun melihat pemandangan di depannya. Roselline menangis, dan tangan Baekhyun dengan segera mengusap air matanya.

“ Uljima. Berhentilah menangis, atau aku akan merasa semakin sulit untuk melepaskanmu. “ Baekhyun menatap lekat Roselline, “ Kau tahu? Aku tidak pernah menganggapmu sebagai sahabatku. Aku selalu menganggapmu sebagai yeoja yang sangat spesial di mataku, sebagai yeoja yang kucintai. Tapi semuanya sudah terjadi. Dan demimu, aku rela melupakan semua kenangan kita, Yong-ah. Aku akan berusaha demi kau. Aku berharap ini bukan yang terakhir kalinya, tapi… Aku mencintaimu. Izinkan aku untuk memelukmu sekarang, Yong-ah. Kumohon.”

Sesak. Sangat menyakitkan. Bukan karena melihat calon istrinya dipeluk oleh namja lain, tapi karena semua perbuatannya. Kris sadar. Dia telah menyakiti 2 orang itu secara sengaja dan tidak sengaja.

Kris dapat melihatnya dengan jelas, pundak Roselline bergetar menahan tangis. Baekhyun masih setia mengelus punggungnya, memberikan kehangatan untuk yeoja itu.

Dapatkah aku melakukannya? Bisakah aku menenangkan dia saat dia bersedih setelah kami menjadi suami-istri? Bisakah aku membahagiakannya?¸ pertanyaan itu hinggap di batin Kris. Kris merasa dialah orang ter-egois nomor 1 setelah Tiffany. Tidak, Tiffany telah melepaskan Baekhyun walaupun belum ada kata putus diantara mereka. Tapi setidaknya, Tiffany sudah berusaha untuk menyatukan mereka kembali.

Tinggal dirinya saja.

“ Aku… juga sangat mencintaimu. “

Satu ucapan keluar dari bibir Roselline. Kris membeku di tempatnya. Artinya semua benar. Roselline tidak mencintainya. Dia hanya membalas semua perbuatan Kris dengan menikahinya.

Semua harus dihentikan, sebelum semuanya berjalan dengan buruk. Harus, ucap Kris mantap dalam hatinya.

= = =

[CKLEK]

Baekhyun memasuki ruang tunggu pengantin perempuan, tempat dimana Yongri berada. Baekhyun tertegun melihat Yongri di depannya. Yeoja itu tampak seperti malaikat di matanya. Dibalut dengan white wedding dress yang sangat anggun, dihiasi dengan tiara di kepalanya.

“ Kau cantik. Sangat cantik. “ Seharusnya kau mengenakan gaun itu di pernikahan kita. Bukan pernikahan ini, lanjut Baekhyun dalam hatinya.

Yongri tersenyum tipis menanggapinya. Dia berbalik, berjalan mendekati Baekhyun. Penampilannya memang anggun, bak putri kerajaan.

Tapi ingat, mata tidak pernah bisa membohongi seseorang.

“ Benarkah? Aku tersanjung, Baekhyun-ah. “ Yongri menundukkan kepalanya, “ Apa kau mempunyai kata-kata terakhir untukku? “ tanya Yongri. Baekhyun mengangguk.

“ Hiduplah dengan bahagia, mengerti? “ Baekhyun menunjukkan senyumannya. Yongri mengangguk perlahan. Mendengar ucapan Baekhyun, seakan-akan hatinya dihujam oleh sebuah pedang tajam yang sangat menyakitkan. Sangat amat menyakitkan.

“ Aku… aku tahu, Baekhyun-ah. Memang seharusnya aku hidup berbahagia setelah ini. Aku akan menikah dengannya. Sebagai sahabatku… doakan aku… agar aku dapat menjalani semuanya dengan baik. “ jawab Yongri dengan suara bergetar. Berat sekali rasanya mengatakan hal itu. sangat berat baginya.

[TES]

Air mata Yongri tak dapat terbendung lagi. Semua kenangan itu kini berputar begitu saja di otaknya secara tidak berurutan. Pertemuan itu, ciuman perpisahan itu…

Semua yang terjadi dulu.

Uljima. Berhentilah menangis, atau aku akan merasa semakin sulit untuk melepaskanmu. “ Baekhyun menatap lekat Yongri, “ Kau tahu? Aku tidak pernah menganggapmu sebagai sahabatku. Aku selalu menganggapmu sebagai yeoja yang sangat spesial di mataku, sebagai yeoja yang kucintai. Tapi semuanya sudah terjadi. Dan demimu, aku rela melupakan semua kenangan kita, Yong-ah. Aku akan berusaha demi kau. Aku berharap ini bukan yang terakhir kalinya, tapi… Aku mencintaimu. Izinkan aku untuk memelukmu sekarang, Yong-ah. Kumohon.” Pinta Baekhyun. Yongri mengangguk, dan segera merengkuh Baekhyun.

Pundaknya bergetar hebat menahan isakannya yang meledak-ledak dalam dirinya. Baekhyun mengelus punggungnya, bermaksud menenankan Yongri, padahal dia juga merasakan hal yang sama sepertinya.

“ Aku… juga sangat mencintaimu. “

Inilah balasan yang kuinginkan darimu. Gomawo, Yongri-ya, Baekhyun tersenyum.

= = =

The Wedding, 12.00 PM

Wedding March mengalun dengan indahnya dalam gereja itu, menyambut langkah seorang yeoja berbalut gaun pernikahan yang berjalan sambil tersenyum berseri-seri. Semua orang menatap kagum ke arah yeoja itu, termasuk Kris yang sudah berdiri di depan altar sedari tadi. Kris membalas senyuman Roselline.

Walaupun dia tahu, itu hanya senyuman palsu yang dibuat oleh Roselline.

Roselline tiba di depan Kris. Kris menyodorkan tangannya, dan disambut dengan hangat oleh Roselline. Kini mereka berdua berdiri di depan altar, saling berhadapan, hendak mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan Tuhan.

Kris masih menatap lekat mata Roselline, berusaha untuk menemukan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan yang akan dilontarkan oleh pastur yang sudah berdiri di antara mereka. Roselline menunduk, tak berani menatap mata Kris yang terasa sangat tajam baginya.

Baekhyun hanya menatap nanar kedua pasangan itu. Banyak hal yang sudah dibayangkannya setelah pernikahan ini terjadi –contohnya, bunuh diri, dan meninggalkan surat terakhir untuknya. Tapi hey! Itu sama sekali tidak elit, dan hanya akan menimbulkan perasaan sakit yang semakin dalam di hati Yongri. Baekhyun bukan orang bodoh. Dia akan selalu berpikir, sebelum bertindak.

Tiffany yang menyadari hal itu, menyentuh tangan Baekhyun. Baekhyun sedikit tersentak, tapi dia sama sekali tidak menoleh. Tiffany tersenyum kecut.

Mianhae, Baekhyun-ah. aku berjanji, setelah ini kau akan berbahagia. “ ucap Tiffany. Baekhyun sama sekali tidak mengerti artinya. Baekhyun menoleh, dan menemukan Tiffany yang sedang tersenyum ke arahnya.

Senyuman yang berbeda.

“ Di hadapan Tuhan, bersediakah kau, Wu YiFan, untuk mencintai Park Yongri dalam keadaan suka maupun duka, dalam sakit ataupun sehat, sekarang sampai seterusnya? “ pastur itu menoleh ke arah Kris, meminta jawaban yang pasti darinya. Kris tidak menjawab.

“ Rose, i won’t repeat it once again. Just hear me. I love you. Thank you for all. I’m sorry and i love you. “ bisik Kris. Roselline sedikit mengerutkan keningnya, mendengar ucapan Kris. Krise menjauhkan dirinya dari Roselline, berdiri menghadap keseluruh orang yang hadir di dalam gereja itu dan berkata dengan lantang.

“ Aku tidak bersedia. Aku tidak ingin menjalankan rumah tangga yang tidak didasari oleh cinta. Aku tidak ingin menjadi orang egois dan berdosa, karena telah mengambil sesuatu yang bukan seharusnya menjadi milikku. “ ucap Kris dengan lantang.

“ Kris! “ pekik Roselline. Kris menoleh dan tersenyum. Diraihnya tangan Yongri, lalu menuntunnya berjalan ke arah Baekhyun.

Baekhyun membulatkan matanya. Ada apa ini?, tanyanya dalam hati. Tapi jujur, ada secercah perasaan bahagia yang menghampiri Baekhyun, dan dia sendiripun tidak tahu apa alasannya.

Kini Tiffany yang beraksi. Tiffany berdiri, meraih tangan Baekhyun dan menariknya mendekati Kris. Kris meraih tangan Baekhyun, dan menyatukannya dengan tangan Yongri. Dituntunnya mereka berdua ke arah altar, dan menatap keduanya secara bergantian.

“ Seharusnya bukan aku yang menikahinya. Tapi dia, Byun Baekhyun. Satukanlah kedua orang yang saling mencintai ini. “

“ Ini keputusanku. Ini bukan mimpi. Baekhyun-ah, aku sudah merelakannya untukmu. Jagalah dia. cintailah dia selamanya. Jangan pernah menyakitinya, atau kau akan berurusan denganku. “ Kris berjalan mundur, mendekati Tiffany.

“ Pilihan yang bagus, Kris. “ gumam Tiffany.

It’s all because of you. The one who should say thank you is me. Thank you, Tiff. “ jawab Kris. Tiffany mengangguk dan tersenyum kecil.

Your welcome. “

Baekhyun masih menatap tidak percaya pada hal di depannya. Semua bukan mimpi, benar? Sekarang dialah yang berdiri di depan altar, di hadapan Yongri, menggantikan Kris yang tiba-tiba saja menariknya ke depan altar ini. Kalau ini mimpi, mungkin Baekhyun tidak akan pernah sudi untuk terbangun dari tidurnya.

“ Yong-ah, ini… bukan mimpi? “ tanya Baekhyun. Yongri menggeleng.

Ani, Baekhyun-ah. ini bukan mimpi. Sekarang kaulah yang berdiri di depanku, menggenggam tanganku, dan kaulah yang akan mengucapkan janji suci ini bersamaku. “ kata Yongri.

“ Baiklah, di hadapan Tuhan, berjanjikah kau, Byun Baekhyun, untuk mencintai Park Yongri dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sekarang dan sampai selama-lamanya? “ pastur kembali mengucapkan pertanyaan itu, tapi kali ini kepada Baekhyun.

“ Ya. Aku bersedia. “ jawab Baekhyun dengan lantang.

“ Dan kau, Park Yongri? “

“ Bersedia. Sangat bersedia. “

= = =

Now, they feel the sweetest part of love

There’s no more tears, love hurt, or destiny

It’s just love.

END

= = =

.

.

.

.

.

E P I L O G

10 years later…

Sinar matahari menembus gorden putih tipis yang menggantung di dekat jendela kamar itu, menerangi kamar bernuansa putih tersebut, membangunkan 2 orang yang tengah tertidur pulas di atas kasur itu.

Yongri menggeliat dalam pelukan Baekhyun, dan membuka matanya perlahan, menyadari kalau hari sudah pagi. Diraihnya jam weker yang sudah berdengung si samping tempat tidurnya, dan mematikan jam weker itu.

06.00 AM

“ Astaga, ini sudah pagi. “ Yongri hendak bangkit, namun dia sadar tangan Baekhyun masih dengan setia memeluknya. Dengan cekatan, Yongri melepas pelukan Baekhyun dengan perlahan agar tidak membangunkannya.

Membangunkan Baekhyun di pagi hari sama dengan memperlambat pekerjaannya.

= = =

Aroma chicken steak tercium dengan tajam di seluruh penjuru dapur tersebut. Dengan mudahnya, Yongri menyiapkan sarapan paginya dengan cepat. Membuat susu, menata meja, memindahkan masakannya ke nampan, dan masih banyak lagi.

[GREP]

Yongri tersentak ketika dia merasakan 2 tangan besar melingkar di pinggangnya. Orang itu menyandarkan kepalanya di bahu Yongri, menghirup udara sebanyak-banyaknya di dekat tengkuk Yongri.

Siapa lagi kalau bukan suaminya yang sangat manja, Baekhyun?

“ Baekhyun-ah, jangan ganggu aku atau pagi ini kita tidak sarapan. “ usir Yongri. Baekhyun menggeleng.

“ Tidak sebelum aku mendapatkan jatahku pagi ini. My morning kiss? “ pinta Baekhyun dengan puppy eyesnya. Yongri mendengus.

‘ Bagaimana bisa aku memiliki suami yang sangat manja sepertinya? ‘ gumam Yongri dalam hatinya. Tapi walau begitu, Yongri sangat menyukai hal itu.

“ Nanti, oke? Aku janji akan memberikannya. Sekarang duduk yang manis dan tunggu aku. “ jawab Yongri. Tapi Baekhyun sangat keras kepala.

“ Kalau begitu aku akan terus menganggumu sampai kau mau memberikan jatahku pagi ini. “ Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Yongri, semakin gencar mengganggu kegiatan Yongri.

“ Baiklah! Aku mengaku kalah, kau puas? “ dengus Yongri. Baekhyun tersenyum penuh kemenangan. Bukan hal yang sulit untuk mengalahkah istrinya, pikir Baekhyun.

Yongri mematikan kompornya, lalu berbalik menghadap Baekhyun. Dikalungkannya tangannya di leher Baekhyun, menarik Baekhyun lebih dekat dengannya.

5 cm…

3 cm…

1 cm…

MORNING LOVEBIRDS! “ teriakan itu sukses membuat Yongri mendorong Baekhyun karena kaget –plus tidak ingin kejadian ini dilihat oleh yeoja kecil yang baru saja meneriaki mereka berdua.

Byun Hyeon Ri.

“ Hyeon Ri-ah, bisakah kau tidak mengganggu appa dan eomma-mu ini saat- AW! “ Baekhyun meringis setelah Yongri menginjak kakinya dengan keras. Hyeon Ri nyengir tidak bersalah.

“ Dasar anak menyebalkan. “ desis Baekhyun sambil menatap tajam anak perempuannya yang benar-benar mirip dengannya itu. Hyeon Ri tidak menghiraukan tatapan appanya, dan mengambil tempat duduk di depan meja makan.

“ Mana adikmu yang lainnya? “ tanya Yongri pada Hyeon Ri. Hyeon Ri mengangkat bahunya.

“ Mungkin masih berada dalam alam mimpi mereka, atau mungkin sudah bangun dan hendak keluar kamar. “ jawabnya, “ Eomma, hari ini kita jadi berangkat ke Paris, bukan? “ Hyeon Ri bertanya.

“ Tentu saja. Kau dan adikmu akan berangkat duluan. Halmeoni dan harabeoji akan menjemput kalian di Paris. Appa dan eomma akan menyusul. Appa masih punya banyak pekerjaan disini. “ jelas Yongri.

“ Atau mungkin alasan yang tepat adalah, kalian ingin bermesraan berdua tanpa ada aku yang mengganggu? “ tanya Hyeon Ri tepat sasaran.

“ BINGO! Kau memang anak perempuanku yang paling pintar, Byun Hyeon Ri. Hi five! “ Baekhyun ber-hi five dengan Hyeon Ri, lalu Hyeon Ri tersenyum lebar. Yongri menggelengkan kepalanya melihat tingkah appa-ddal itu.

“ Ck… “

[CKLEK]

APPA, EOMMA! GOOD MORNING! “

3 anak itu memeluk Yongri, lalu ikut mengambil tempat di meja makan dengan wajah berseri-seri. Siapa? Tentu saja anak Yongri dan Baekhyun.

Byun Yonghyun, anak kedua setelah Hyeon Ri. Berbeda satu tahun dengan noona-nya itu. dan terakhir, the twins. Byun Hae Won, Byun Hye Won. Baiklah, si kembar berbeda jenis kelamin. Hae Won namja, dan Hye Won adalah yeoja.

Dan bisa kalian bayangkan, betapa besarnya cinta kedua orang itu sehingga membuahkan banyak hasil seperti ini -_-“

Morning all. Sudah menyiapkan barang-barang kalian? Setelah ini, appa dan eomma akan mengantar kalian. Selesai makan, mandi dan bersiap, oke? “

“ OKE! “

Kkeundae, eomma, kenapa kita tidak berangkat bersama? Kenapa appa dan eomma menyusul? “ tanya Hye Won. Hyeon Ri menyikut lengan Hye Won.

“ Hye Won-ah, jangan tanyakan itu! Seharusnya kau tahu, kalau appa dan eomma tidak suka kalau diganggu saat bermesraan. “ bisik Hyeon Ri.

Wae? Eonni, bukankah kalau kita pergi berlibur bersama, appa dan eomma pasti berpisah kamar dengan kita? Kan mereka bisa saja membuatkan adik lagi untukku kapan saja. Benar, kan? “ jelas Hye Won dengan wajah polosnya yang kelewat polos.

[UHUK]

Yongri terbatuk mendengar ucapan anaknya itu. Bagaimana bisa anaknya yang polos bertanya hal-hal seperti itu? pasti ulah Baekhyun…

“ Kau mengatakan sesuatu pada Hye Won? “

Baekhyun pura-pura tidak mendengar dan kembali memakan sarapannya. Yongri mencubit keras lengan Baekhyun, membuat Baekhyun terlonjak kaget.

“ YA! Kenapa kau mencubitku! Sakit! “ ringis Baekhyun, “ Lagipula memang benar kan? Kita bisa membuatkan adik baru untuk Hye Won kapan saja. “ lanjut Baekhyun.

“ Kau mau membunuhku, ya? “

“ Sudahlah, appa, eomma. Masalah adik baru bisa dipikirkan nanti. Aku tidak suka melihat keributan di pagi hari. “ Hae Won melerai pertengkaran kedua orang tuanya, dibalas anggukkan Yonghyun.

“ Hae Won benar. Let’s just continue to eat. Masalah adik baru… tidak usah dipikirkan. “

“ …tapi boleh-boleh saja kalau aku mempunyai adik baru. “ Yonghyun mengecilkan suaranya ketika mengucapkan kalimat terakhir.

” BAEKHYUN-AH, KAU SUDAH MERACUNI OTAK ANAK-ANAK KITA! “

= = =

Sarapan? Selesai.

Mengantarkan anak-anak? Selesai.

Yongri menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Entah kenapa hari ini terasa sangat melelahkan. Baiklah, tadi dia dan Baekhyun sempat berjalan-jalan sebentar karena mereka merasa sudah lama tidak bersama-sama. Aneh. Sudah 10 tahun menikah, tapi Baekhyun menganggap kalau mereka baru menikah selama 2 tahun.

Yongri menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru apartemen besar tempat dia dan keluarganya tinggal. Banyak foto tertampang di dinding dengan rapi. Mulai dari foto pernikahan, foto kelahiran Hyeon Ri, Yonghyun, dan si kembar, foto keluarga besar, sampai foto-foto yang lainnya juga.

“ Sudah 10 tahun… semuanya terasa sangat cepat. “ gumam Yongri. Yongri bangkit berdiri, berjalan ke arah foto-foto itu, memperhatikannya dengan seksama. Sebagian adalah foto dimana anak-anak mereka mendapat penghargaan dari sekolah.

Hyeon Ri yang mendapat juara 1 lomba menyanyi se-Korea, Yonghyun yang mendapatkan peringkat pertama kompetensi matematika cepat, Hae Won yang mendapat penghargaan dari pianis terkenal di Korea karena telah menciptakan sebuah lagu dengan nada-nada piano, Hye Won yang berhasil mengambil medali emas dalam perlombaan ballet.

Anak-anak yang mengagumkan…

Bahkan Yongri sendiri tidak percaya kalau dia sudah melahirkan ke-4 anak itu dengan susah payah. Semuanya sangat indah bagi Yongri, dan Yongri tidak pernah berhenti bersyukur untuk itu.

[GREP]

“ Sedang apa, eoh? “ tanya Baekhyun yang memeluk Yongri dari belakang.

Eobseo. Hanya saja… aku masih tidak percaya kalau kita sudah menikah, dan aku sudah melahirkan anak-anak kita. “ jawab Yongri. Baekhyun memperhatikan setiap foto anak-anak mereka yang tertampang di dinding.

“ Mereka cantik dan tampan, bukan? Seperti appa dan eommanya. Mereka anak-anak kita, Yong. “ gumam Baekhyun yang dibalas anggukan kepala Yongri.

“ Kupikir, dulu aku akan tetap menikah dengan Kris dan mempunyai anak dengannya. Ternyata- “

“ Sssttt. Aku tidak suka jika kau mengungkit masa lalu yang menyebalkan itu. Aku tidak suka, mengerti? Dan, apa? Punya anak dengan Kris? Akan kupastikan hal itu tidak akan pernah terjadi. “ ucap Baekhyun dengan lantang.

Wae? Kau cemburu? Padahal Kris itu tampan, lho… dulu aku juga sempat jatuh hati pada ketampanannya. “ goda Yongri.

“ Aish, Byun Yongri! Hentikan atau hal ini akan berakhir di atas ranjang! “ ancam Baekhyun, “ Lagipula dia sudah menikah dan mempuyai anak. Ingat? Anak perempuan Kris yang bernama Lily? “ lanjut Baekhyun.

“ Ah, Lily Wu. Anak itu benar-benar sangat cantik! Kalau aku yang melahirkan Lily, mungkin anak itu akan benar-benar cantik seperti bidadari. Benar, kan? “ Yongri masih saja menggoda Baekhyun, dan melemparkan tatapan jahilnya.

“ Aish, kau itu benar-benar- “

Tanpa babibu, Baekhyun mengangkat Yongri ala bridal style, dan berlari ke kamar mereka, lalu mengunci pintu kamarnya.

“ YA! KAU MAU APA? TURUNKAN AKU! “

“ TIDAK AKAN! KAU YANG PERTAMA KALI MENGAJAKKU BERPERANG YONGRI-YA! BERSIAP SAJA MENGHADAPI SERANGAN-SERANGANKU YANG ‘AGRESIF’! “

“ YA!!! LEPASKAN AKU! “

SHIREO! “

“ YA! BYUN BAEK- “

Dan teriakan-teriakan tersebut tergantikan dengan suara-suara lainnya yang tidak akan dideskripsikan disini. It’s privacy ~

Well, i guess this is the end. They lived happily, ever, after.

= = =

HANCUR x_x

Otteyo? Suka gak? This is the final part+the epilog. Do you all like it? Maaf kalo alur cerita membosankan x_x lollicino sudah berusaha semampunya untuk menyelesaikan fanfic ini.

Read Comment Like, yah? I promise, i’ll made another chapter fanfic for my lovely readers~ makasi untuk readers yang udah setia mengikuti alur fanfic ini sampe selesai, mau yang comment atau ga comment, lollicino tetap senang^^

Sweet kiss, from Lollicino

Iklan

40 pemikiran pada “Cruel [LAST PART!]

  1. Thor!! Saya suka saya sukaa #upinipin-_- itu…ada satu pertanyaan yang merangsang otak ku waktu dari baca ntu epilog..mau tau? Anda penasaran,? Sama saya juga! Nah jadi….jeng jeng jeng *backsounddram* kalo nikah bru 10 thn trus anak anak mereka umur brp? -_- kok kyk udah gede” bgt thor? sorry thor penasaran bingiit!! :v okeeh…sekian dari Misun…kurang lebihnya minta maap yee abis lebaran 😀 teri makasih
    luv you~~ Choi Misun alias Park Reisa :***

  2. aaaaaa~ happy ending love love love ya ~ sempet speechless anak mereka banyak amet 😁 yah tapi itu bagus tandanya mereka rajin /? buatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s