Soulmate (Chapter 8)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

 

Part 8: Byun Baekhyun / Baekhyun

Park Hyura

Aku hanya dapat terbaring lemas di atas tempat tidur. Lay oppa menjagaku dengan hati-hati.

“ Chagiya, anggota 4Minute tidak melukaimu, bukan?” tanya Lay oppa seraya mengusap rambutku lembut. Aku menggeleng pelan.

“ Aniyo, oppa… Kai oppa benar-benar melindungiku dan dia…” jawabku pelan. Lay oppa tidak banyak bertanya akan siapa dia yang kukatakan, karena dia pasti telah mengetahui siapa dia itu.

“ Apa kau mau minum? Aku akan mengambilkannya untukmu.” Ucap Lay oppa seraya berdiri. Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan. Lay oppa kembali mengusap rambutku. “ Beristirahatlah, chagi. Jangan sampai kelelahan lagi, ne?”

Aku tersenyum tipis seraya mengangguk.

“ Gomawo, oppa…” ucapku tulus. Lay oppa membalas senyumku dan kemudian dia mencium dahiku. Setelah Lay oppa keluar dari kamarku, Baekhyun oppa menggantikannya masuk.

“ Hyura-ah, neo gwenchana?” tanya Baekhyun oppa padaku. Aku tersenyum lemah.

“ Nan gwenchana oppa… Hanya kelelahan saja…” jawabku pelan. Baekhyun oppa menghampiriku, kemudian tangannya menggenggam tanganku erat.

“ Kau harus tahu, aku benar-benar khawatir, Hyura! Kukira kau terkena serangan saat diculik oleh 4Minute tadi! Syukurlah kau hanya kelelahan…” ucap Baekhyun oppa seraya tersenyum. Aku menyukai senyumnya itu, rasanya dia benar-benar bersinar. Ah ya, dia memang bersinar-maksudku, cahaya mengelilingi tubuhnya, karena kekuatannya adalah cahaya.

“ Oppa, aku ingin menemui Yong Mi…” ucapku tiba-tiba. Baekhyun oppa mengernyit.

“ Wae? Kenapa kau mau menemui dia? Bukankah kau tidak-“

“ Oppa, aku harus menemuinya.” Ucapku memotong perkataan Baekhyun oppa. “ Aku sangat ingin menemuinya. Jebal, oppa…”

Baekhyun oppa tampak meluluh karena melihat tatapan memelasku.

“ Arasseo. Kita temui Yong Mi sekarang. Sini, biar oppa bantu.” Ucap Baekhyun oppa seraya membantuku berdiri. Aku pun dipapah olehnya, kemudian dia menuntunku berjalan menemui Yong Mi.

+++

Byun Baekhyun / Baekhyun

Aku memapah Hyura menuju kamar dimana Yong Mi berada. Disana, ada Kai yang menjaga Yong Mi.

“ Baekhyun hyung!” ucap Kai seraya berdiri. “ Hyura? Kau sudah sadar?!”

Hyura mengangguk. Aku segera membaringkannya di sisi Yong Mi. Melihat mereka berdua rasanya… aku seakan melihat dua saudara kembar yang telah lama hilang. Jujur saja, wajah mereka berdua benar-benar mirip! Mulai dari wajah, rambut, kulit, dan semuanya! Tidak ada perbedaan sedikit pun!

Ah, tunggu dulu. Jika lebih diperhatikan, ada perbedaan di antara mereka. Hyura memiliki tanda lahir berbentuk bulan sabit di bagian kanan lehernya, sedangkan Yong Mi tidak ada.

“ Yong Mi-ah…” panggil Hyura seraya menolehkan kepalanya ke arah Yong Mi. Yong Mi juga menoleh ke arah Hyura. “ Jeongmal mianhae atas sikapku selama ini. Aku… benar-benar merasa bersalah padamu.”

Aku terbelalak, begitu pula dengan Kai dan Yong Mi. Hyura meminta maaf? Dia benar-benar meminta maaf pada Yong Mi?

“ Aku telah melakukan tindakan yang kejam padamu, padahal kau adalah belahan jiwaku sendiri. Seharusnya aku menjagamu dengan baik, bukannya berusaha untuk menghancurkanmu…”

Hyura…

Telah kembali.

+++

Park Hyura

Wajah manis terpasang, wajah kejam disembunyikan.

Dalam hati aku tertawa melihat Yong Mi yang dengan polosnya percaya saja padaku. Hey belahan jiwa, apa kau pikir bahwa aku benar-benar meminta maaf padamu? Cih, yang benar saja! Aku meminta maaf padamu karena aku ingin mencari kelemahanmu, Lee Yong Mi! Kau akan kalah saat proses transferisasi nanti, dan hanya akulah yang akan memenangkannya!

+++

Lee Yong Mi

Setelah berbincang-bincang lama dengan Jong In, Hyura, dan Baekhyun, mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing. Aku beranjak perlahan dari atas tempat tidur menuju jendela kamarku.

Baiklah, ada beberapa hal yang membuatku sedikit penasaran. Entah kenapa, setiap kali aku merasa emosi yang sangat tinggi, tiba-tiba saja terjadi sebuah ledakan di dekatku.

Apa ini kemampuanku?

“ Kau hanya perlu berkonsentrasi, Yong Mi…” gumamku pelan. Aku menatap keluar jendela, lebih tepatnya menatap pada pohon yang berada tidak jauh dariku. Kufokuskan mataku pada pohon itu, seraya bergumam dalam hati.

‘ Meledaklah!’

BLAR!!

Pohon itu meledak dan hancur menjadi berkeping-keping. Aku terperangah, tidak percaya melihat apa yang baru saja kulakukan. Kulihat Wu Fan, Jong In, Joon Myung, dan Min Seok melesat ke arah pohon itu. Aku segera bersembunyi di balik dinding. Nafasku terengah, dan dalam pikiranku sekarang aku tahu satu hal.

Aku mempunyai kekuatan juga.

+++

Byun Baekhyun / Baekhyun

Sebenarnya apa yang terjadi? Entah berapa kali terdengar ledakan di luar rumah kami. Apa ada yang menyerang?

“ Hyung! Aku akan memeriksa keadaan Hyura, kau bisa periksa keadaan Yong Mi, kan?” tanya Tao padaku. Aku mengangguk. Dia berlari ke arah kamar Hyura sedangkan aku berlari ke arah kamar Yong Mi.

“ Yong Mi-ah?” panggilku dari luar pintu kamarnya. Beberapa detik kemudian pintu terbuka. Yong Mi menatapku polos.

“ Baekhyun-ssi? Waeyo?” tanya Yong Mi dengan tatapan polosnya. Entah kenapa, wajahku memerah karena melihat wajah itu. Apa yang terjadi padaku…?

“ A, aniyo… Aku diperintahkan kesini untuk memeriksa keadaanmu. Ada ledakan lagi diluar rumah, dan aku khawatir ada yang menyerang kau-dan Hyura, tentu saja.” jawabku terbata dan gugup. Sebenarnya kenapa aku bisa seperti ini?

“ Ledakan itu? Itu kan hasil dari kekuatanku.”

Seketika mataku terbelalak. Apa aku tidak salah dengar? Kekuatannya?

Dengan cepat aku menarik Yong Mi masuk ke dalam kamarnya. Dia awalnya terkejut melihat tindakanku, namun kemudian dia bertanya dengan polosnya.

“ Waeyo? Ada yang salah dengan kekuatanku?”

Salah! Sangat salah!

Aku memegang kedua pundaknya dan menatapnya tajam. Raut wajahnya berubah. Dia ketakutan melihatku.

“ Kenapa kau bisa memiliki kekuatan seperti itu? Seharusnya kau tidak boleh memilikinya!!” bentakku padanya. Kurasakan tubuhnya gemetar. Dia berusaha melepaskan cengkraman tanganku di pundaknya, namun aku semakin kuat mencengkramnya.

“ A, aku tidak tahu… Kekuatan ini tiba-tiba saja muncul… Aku tidak tahu…”

Dia benar-benar gemetar. Aku mempertajam tatapanku padanya.

“ Kau tidak boleh memiliki kekuatan itu! Kau tidak boleh memiliki kekuatan yang melebihi Hyura! Kau seharusnya mati disaat proses transferisasi! Tidak ada yang mengharapkanmu disini!”

Emosiku meluap. Aku mendorongnya kasar sehingga dia menabrak dinding di belakangnya.

“ Ba, Baekhyun-ssi…”

“ Mwo? Kau menyesal, ha? Kau menyesal karena terlahir di dunia ini? Kau menyesal karena kami memperlakukanmu seperti ini, hah?!!” bentakanku tidak terkendali. Aku menghampirinya secepat kilat dan menahan kedua tangannya di dinding.

“ Ja, jangan…” ucapnya mengiba. “ Baekhyun-ssi, andwae…”

“ Paksa aku untuk tidak melakukannya.” Ucapku dan dengan satu gerakan, aku menancapkan taringku di lehernya.

+++

Lee Yong Mi

Apa sebenarnya salahku?

Bukan aku yang menginginkan kekuatan ini! Bukan aku yang menginginkan diriku berubah menjadi setengah manusia setengah vampire! Kalian yang mengubah diriku menjadi seperti ini! Kalian yang membuatku memiliki kekuatan ini!

“ He, hentikan…” lirihku seraya berusaha mendorong Baekhyun, namun Baekhyun justru kembali menahan kedua tanganku. “ Baekhyun-ssi… Hentikaann…”

“ Shireo!” bentaknya lagi dan dia terus menghisap darahku. Baiklah, aku harus berhenti menjadi yeoja yang hanya menerima keadaan dengan pasrah. Aku benar-benar marah sekarang!

BLAR!

Ledakan emosiku membuat Baekhyun berhenti dan menarik taringnya dari leherku. Kesempatan ini kumanfaatkan untuk mendorongnya sehingga dia jatuh ke atas lantai. Dia terkejut melihat ‘pemberontakan’ku.

“ Kau pikir… aku menginginkan semua ini?” tanyaku pelan. Aku memegang leherku yang terasa sangat sakit. Darah masih mengalir keluar dari lubang bekas taringnya ini. “ Kalian… yang membawaku kesini. Kalian… yang menjadikanku setengah manusia setengah vampire. Kalian… yang membuatku memiliki kekuatan ini. Lalu kenapa kalian menyalahkanku atas semua ini?!!!”

Kali ini air mataku yang jatuh. Nafasku terengah-engah, antara hampir pingsan karena rasa sakit ini dan karena efek dari membentak Baekhyun.

“ Kalian yang membuatku menjadi seperti ini… Lalu kenapa kalian menyalahkanku?!”

Dan kurasakan kesadaranku menipis. Blood comma? Terserah… Aku tidak peduli lagi…

+++

Park Hyura

Tao oppa terkejut ketika melihat tubuhku jatuh ke atas lantai. Kepalaku pusing seketika. Apa ini…? Kenapa tubuhku rasanya melemah?

“ Hyura!! Hyura gwenchana?!”

Suara Tao oppa terdengar jelas, namun entah mengapa aku justru mengantuk mendengarnya.

Ada apa ya…?

+++

Byun Baekhyun / Baekhyun

Apa yang… kulakukan?

Kenapa aku dibutakan oleh kekuatan?

Paboya!

“ Yong Mi-ah!!” teriakku seraya mengguncang-guncang tubuh Yong Mi, namun dia tidak bergerak sedikit pun. Aku segera memeriksa denyut jantungnya, namun…

Tidak ada.

“ Yong Mi-ah, ireona!!” teriakku lagi. Nafasnya masih ada, namun detak jantungnya tidak ada lagi. Apakah dia…

Brak!

Pintu terbuka karena didobrak oleh Lu Han hyung. Dia menarikku menjauh dari Yong Mi, kemudian dia mendorongku kasar. Tangannya mencengkram kerah bajuku kuat, membuat tubuhku terangkat dari atas lantai.

“ Jika terjadi sesuatu pada mereka berdua…” ucap Lu Han hyung seraya menatapku tajam. “ … aku akan membunuhmu, Byun Baekhyun.”

Seketika duniaku terasa runtuh mendengarnya. Lu Han hyung melepas cengkramannya padaku, sehingga aku terjatuh di atas lantai. Dia menghampiri Yong Mi, menggendongnya, kemudian memindahkannya ke atas tempat tidur.

“ Cepatlah sadar. Aku tahu kau yeoja yang kuat.” Ucap Lu Han hyung seraya mencium dahinya, dan entah kenapa… aku merasakan panas di seluruh tubuhku.

3 hari.

Sudah 3 hari Hyura dan Yong Mi mengalami blood comma. Dan semua ini salahku. Aku yang membuat mereka mengalaminya lagi… Ini salahku…

“ Tapi aku mau menemui Yong Mi!” ucapku ketika Chanyeol menghalangiku untuk masuk ke kamar Yong Mi. Chanyeol justru menggelengkan kepalanya.

“ Lu Han hyung melarangmu untuk masuk.” Ucap Chanyeol datar. Aku semakin memberontak ketika dia mendorongku menjauh dari pintu kamar Yong Mi.

“ Kenapa?! Aku harus memeriksa keadaan Yong Mi!” protesku, namun Chanyeol tetap membawaku menjauh.

“ Lu Han hyung yang akan menjaganya, karena…”

Chanyeol membawaku masuk ke dalam kamarku.

“ … hanya Lu Han hyung yang mengerti perasaan Yong Mi. Bukankah sejak awal Lu Han hyung-lah yang menolak untuk membawa Yong Mi ke rumah ini?”

+++

Lu Han menggenggam tangan Yong Mi erat. Sesekali dia mengusap rambut Yong Mi dengan penuh kasih sayang.

“ Mianhae, aku membawamu ke dalam masalah seperti ini.” Ucap Lu Han seraya tersenyum lembut. “ Seharusnya aku menyelamatkanmu sejak awal, tapi bodohnya aku justru membiarkan mereka untuk membawamu kesini.”

Lu Han membaringkan tubuhnya di sebelah Yong Mi. Dia memeluk Yong Mi erat dan mencium pipinya.

“ Putri kecilku, beristirahatlah…” bisik Lu Han tepat di telinga Yong Mi. Dia kembali tersenyum. “ Aku akan melindungimu dari para monster itu, meskipun monster-monster itu adalah saudaraku sendiri…”

Tangan Lu Han menelusup masuk ke dalam baju Yong Mi, kemudian tangan itu mengusapnya pelan.

“ Sebagai janji kita dulu, aku pasti akan menjagamu chagiya… Karena kita memang telah terikat sebagai suami istri…”

Lu Han mempererat pelukannya pada Yong Mi.

“ Meskipun sekarang kau tidak mengingatku, meskipun sekarang Hyura akan menjadi penghalang di antara kita, meskipun saudara-saudaraku akan sangat terobsesi untuk membunuhmu, kau harus mengingat satu hal, Putri kecilku…”

Dan bibir Lu Han pun mendarat di bibir Yong Mi, memberikan satu kecupan hangat.

“ Aku tetap mencintaimu.”

+++

Byun Baekhyun / Baekhyun

Sekarang, yang bisa kulakukan hanyalah menjaga Hyura. Lay hyung, Tao, Xiumin hyung, dan Kai juga ikut menjaganya bersamaku.

“ Kira-kira kapan Hyura akan sadar, hyung?” tanyaku pelan. Xiumin hyung mengangkat bahunya.

“ Ini gara-gara kau menghisap darahnya, hyung.” Ucap Tao ketus. Dia pasti marah padaku-dan memang sepantasnya dia melakukan itu.

“ Sudahlah, jangan salahkan Baekhyun hyung! Kami semua memang pernah menghisap darahnya, Tao.” Ucap Kai menengahi. Tao menatapnya sengit.

“ Memangnya apa yang membuat kalian bisa menghisap darahnya, ha?”

Kami semua terdiam. Bagiku sendiri, aku menghisap darahnya karena… yah, aku ingin membunuhnya. Tapi bagi yang lainnya?

“ Kalian tidak bisa menjawabnya, bukan? Cih, aku akan mencari tahu sendiri.”

Tao berjalan meninggalkan kami. Aku sedikit tidak mengerti apa yang ia katakan, karena pikiranku terfokus pada Hyura dan Yong Mi.

“ Ugh…”

Seketika aku menoleh. Hyura… membuka matanya! Dia siuman!

“ Hyura? Chagiya! Kau sudah sadar?” tanyaku seraya menggenggam tangannya erat. Dia mengangguk pelan.

“ Oppa… Apa yang terjadi?” ucapnya balas bertanya. Aku terdiam.

“ Hyu, kau baru saja mengalami blood comma.” Jawab Lay hyung datar. “ Kau pasti tahu kenapa, Hyu. Baekhyun, ucapkan maaf pada Hyura.”

“ Mi, mianhae Hyu…” ucapku terbata. “ Jeongmal mianhae…”

“ Gwenchana, oppa…” ucap Hyura memotong perkataanku. “ Daripada aku, lebih baik kita memeriksa keadaan Yong Mi sekarang. Dia baik-baik saja, bukan?”

Aku terhenyak.

Hyura telah kembali, menjadi Hyura kami yang dulu.

TBC

44 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s