Something Forgotten

something.forgotten

by @violetkecil | Genre: Hurt Comfort | Rated: General | Length: Triple Drabble Set
Cast: EXO-K Kai, EXO-K Sehun and EXO-M Luhan

Note :  My hectic busy day, and I wrote this drabble on my office hours XD NO silent reader and Plagiator please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from my story. Comments are very welcome~

Terkadang apa yang paling kita inginkan terlupakan.

Kim Jongin

Langit di luar semakin gelap. Gemerlap kota saat malam masih saja tidak meredup. Di sela dingin yang mulai menyelimuti, puluhan pasang kaki masih terlihat di sepanjang jalan. Jongin berdiri di atas gedung—mengabaikan dingin yang menerobos jaket tipis. Ia memandang ke bawah gedung. Membayangkan bagaimana rasanya jika ia terjatuh. Apakah akan terasa seperti terbang? Ia hanya tersenyum sinis.

Ia kemudian tenggelam dalam pemikirannya tentang hidup. Hidup yang aneh, dimana terkadang kita hanya melihat apa yang orang lain raih dan ingin berada pada posisi itu. Padahal tidak ada yang pernah tahu, apa yang tersembunyi di balik apa yang orang lain lihat.

“Kai. Eoddieya?”

Ia menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Terdengar samar. Mungkin hanya salah satu staff. Ia tidak menjawab. Hanya diam dan kembali melanjutkan memandangi gelapnya malam.

“Jongin-ah. Kau di sana?” Terdengar suara kembali, dari depan pintu yang menuju atap gedung. Ia menoleh. Terlihat Kyungsoo meletakkan kedua tangan di atas lutut dengan nafas terengah-engah.

“Jongin-ah, kita harus ke kembali ke dorm sekarang. Apa yang kau lakukan di sini?”

Ia hanya mengangguk. Menjawab dalam hati. Entahlah. Aku hanya ingin melihat diriku dalam gelap. Apa yang paling aku inginkan.

Hya! Kkamjong, Jongin-ah, cepatlah!”

Dan aku menemukannya. Aku hanya ingin menjadi Kim Jongin.

Bubble tea

Sehun duduk di kursi paling belakang van. Mereka baru kembali dari mengisi acara musik. Pandangannya menatap ke luar jendela. Gelap. Daun-daun berjatuhan pelan. Jejak musim gugur masih tertinggal. Jalanan terlihat sedikit sepi. Di jalan itu ia melihat bayangan dirinya berjalan dengan tangan saling menggenggam. Sehun menghembuskan nafas berat. Ia merindukan saat-saat itu.

“Ada apa maknae? Apakah kutub utara mencair?”

It’s not funny Baekhyun Hyung?”

“Lalu ada apa dengan desahan nafas berat itu?”

Sehun tidak menjawab. Ia hanya melemparkan pandangan ke deretan kafe. Matanya tertuju pada satu tempat yang sangat ia kenal. Kafe kecil itu sudah tutup. Dari kaca bening terlihat kursi di sudut kafe. Ia melihat bayangan tawa ceria di sana.

“Ada apa denganmu? Ada yang ingin kau katakan? Ada sesuatu yang kau inginkan?”

Sehun hanya menggelengkan kepala pelan. Ia hanya ingin duduk di sudut kafe itu dengan Hyung yang begitu dikenalnya, Luhan. Mengobrol sambil minum bubble tea dan kemudian berjalan sambil bercanda menuju dorm. Itu yang ia inginkan.

Cry

Rumah tapi ia tidak merasa pulang ke rumah. Beijing berubah dari empat tahun lalu dan entah mengapa ia merasa asing. Ia berdiri di balik jendela besar di kamar hotel. Mencoba menemukan apa saja yang sudah ia lewatkan. Terlalu banyak.

“Luhan, kami ingin pergi ke pub di lantai 7. Kau ikut?”

“Tidak. Kalian pergilah!”

Ia hanya menoleh sebentar. Terdengar suara pintu di tutup dan kemudian ruangan kembali hening. Ia hanya ingin sendiri malam ini. Mereka akan kembali ke Korea besok. Dua hari yang singkat dan ia bahkan tidak sempat menemui orang tuanya.

“Kau harus kuat Luhan. Jangan pernah kalah oleh keadaan dan menangis.”

Ia ingat kalimat itu. Empat tahun lalu. Dan saat ini ketika ia mengingat empat tahun yang lalu itu, ia mempertanyakan kembali pada dirinya. Apakah ini keputusan yang tepat? Inikah yang ia inginkan?

Luhan yakin dengan jawabannya. Iya.

Tapi, jauh di dasar hatinya, terkadang ia lelah dengan apa yang telah ia ambil. Dan ada saat dimana ia ingin menyerah dan menangis tapi ia tidak bisa. Ia tidak boleh menangis. Dan bodohnya, di saat ia yakin dan bertekad untuk lebih kuat, air mata merembes perlahan.

Luhan sadar hal kecil yang ia inginkan. Menangis tanpa harus sembunyi.

kkeut

NO silent reader and Plagiator.

Iklan

48 pemikiran pada “Something Forgotten

  1. “Dan ada saat dimana ia ingin menyerah dan menangis tapi ia tidak bisa.”
    suka banget pas part luhan. entah kenapa keadaanya dia seperti keadaanku beberapa bulan terakhir ini :”’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s