One Promise In One Hundred Days (Chapter 1)

One Promise In One Hundred Days (Chapter 1)

Title                : One Promise In One Hundred Days

Genre              : Romance, Sad, Angst

Rating              : *sorry, saya jg bingung

Length             : Chaptered

Main Cast        : Xi Luhan (EXO-M) & *tebak siapa hayo.

Other cast      :#chapter selanjutnya ditambah

 

Disclaimer : Semua cast itu minjem dari Tuhan YME, Ortunya masing**, sama manegementnya. Cerita 100% murni dari otak author sendiri. Author terinspirasi dari lagu soundtrack Twilight Saga : Breaking Dawn “A Thousand Years – Christina Perri”

 

Warning :  Banyak typo, ngga jelas, kecepatan kali #plak. Maaf klo bingung bacanya.

 

Summary : ‘Aku punya satu janji. Satu janji yang belum kuwujudkan. Dan aku harus menepati janji itu dalam waktu 100 hari sebelum kepergiannya.’

—————————————–

Author Side ^^

Suasana pantai begitu sepi, hanya terdengar suara deburan ombak. Seorang laki-laki berdiri ditepi pantai. Melihat kearah matahari sore yang mulai terbenam di ufuk barat.

Author Side End ^^

Luhan Side ^^

Musim panas tahun ini begitu membosankan. Tidak ada yang bisa membuatku senang. Aku hanya bisa berdiri melihat kearah matahari yang mulai terbenam secara perlahan.

“Aish…membosankan sekali tahun ini.” Gumamku.

Tetapi melihat pemandangan ini rasanya bisa mengurangi rasa bosanku. Ditambah deburan ombak yang menghantam kakiku dengan lembut.

Aku mengarahkan pandanganku ke kanan, kulihat seorang gadis sedang berjongkok. Gadis itu menggunakan celana pendek selutut berwarna hitam, kaos putih polos, rambutnya sedikit bergelombang dan poninya dijepit cap berwarna biru muda.

‘Sore begini kok kurang kerjaan sih ?’ batinku.

Tiba-tiba gadis itu menoleh kearahku. Ia melambaikan tangan padaku, mengisyaratkan ia memanggilku. Awalnya aku merasa ragu, tapi kenapa tidak. Siapa tau aku bisa berteman dengannya. Bisa memulihkan rasa kesepianku. Aku pun mendatanginya.

Luhan Side End ^^

Author Side ^^

Luhan mendatangi gadis itu. Merasa Luhan sudah berada disampingnya, gadis itu beranjak berdiri. Ia tersenyum, sambil menulurkan tangannya.

 

“Annyeonghaseyo. Im Yoona imnida” kata gadis bernama Yoona itu.

“Oh…annyeonghaseyo. Xi Luhan imnida” balas Luhan dingin sambil menjabat tangan Yoona.

Selesai berkenalan Yoona langsung kembali kegiatanya mencari kulit kerang. Suasana sedikit formal antara Luhan dan Yoona. Luhan masih tetap pada posisi.

Author Side End ^^

Luhan Side ^^

‘Kenapa tadi jantungku berdegup kencang saat menjabat tangannya. Apa aku jatuh cinta’ batinku.

Aku memandangi wajah polosnya. Begitu mulus dan begitu cerah.

“Ayo bantu aku Oppa”

Ajakkan Yoona tadi membuat aku sedikit tersadar dari lamunanku.

‘Mencari kerang ? Kulit kerang ? apa tidak salah ?’ batinku dalam hati.

Aku rasa dia ini keterbelakangan mental, tetapi dari semua yang ia lakukan ia seperti orang normal lainnya. Dan juga melihat wajah polosnya, membuat aku sedikit kasihan. Aku pun menuruti keinginannya. Mungkin ini bisa jadi pengisi kesepian di hatiku yang sudah lama.

“Baiklah……!” kataku dengan tersenyum.

Aku pun ikut membantunya mencari kulit kerang. Kulihat Yoona begitu santai mencari kulit kerang. Sementara aku, pusing kepalaku, tapi aku merasa nyaman.

“Oppa, kenapa tadi melamun ? Apa oppa banyak pikiran ?” pertanyaan Yoona mengalihkan konsentrasiku mencari kerang.

“Oh, itu aku hanya merasa bosan. Tapi kenapa kau memanggilku Oppa ? Kau juga baru berkenalan denganku, bagaimana kau bisa tau umurku ?” Jelasku panjang lebar.

“Baiklah, sekarang aku akan menjawab pertanyaan, oppa. Aku lahir pada tanggal 30 Mei tahun 90’. Kalau Oppa tanggal berapa ?” balas Yoona padaku.

‘Ternyata dia 1 bulan lebih muda dariku.’ Batinku.

Aku pun segera menjawab pertanyaan Yoona.

“Aku 20 April tahun 90’” jawabku ketus.

“Berarti aku memanggilmu OPPA itu benarkan. Apa Oppa orang Cina ?” tanya Yoona lagi. Penekanan katanya sedikit membuat aku tersentak karena kaget.

“Iya, tapi karena aku sudah lama tinggal di Korea, jadi aku sudah terbiasa.” Jawabku dingin dan sedikit ketus.

“Oooh….” Jawab Yoona sambil membulatkan mulutnya.

Luhan Side ^^

Author Side ^^

Hari sudah gelap, tapi mereka masih belum beranjak pulang. Luhan dan Yoona berbincang hingga lupa waktu. Luhan dan Yoona merasa memiliki permasalahan kehidupan yang sama. Permasalahan mereka itu, membuat mereka ingin menjadi teman dekat. Luhan mulai merasa nyaman dengan Yoona. Yoona pun sebaliknya.

“Oppa, kau harus benjanji kalau kita akan terus bersama.” Kata Yoona sambil mengacungkan kelingkingnya.

“Yaksho” kata Luhan sambil melingkarkan jari kelikingnya ke kelingking Yoona.

“Oppa aku pulang dulu, yah ! Nanti Ahjumma mencariku. Besok kita bertemu lagi, tapi agak sedikit maju jamnya, pukul 4 sore, oke.” kata Yoona sambil beranjak berdiri.

“Baiklah, hati-hati dijalan.” Kata Luhan yang ikut beranjak berdiri.

“Oppa juga hati-hati, ya.” Kata Yoona sambil melambaikan tangannya. Luhan pun balas melambai.

Yoona mulai hilang dari pandangan. Luhan merasa hari ini ia sudah cukup senang. Ia pun beranjak pulang.

Author Side End ^^

 

To Be Continue……..

Kependekkan ya ? Maaf deh reader tapi nanti chapter selanjutnya author panjangin deh…. Jangan jadi plagistor oke…. Buat admin jeongmal gomawo karena udh ngepublish ff ini. Jangan lupa komentarnya, kalau udh baca…..

 

Iklan

3 pemikiran pada “One Promise In One Hundred Days (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s