Oh! Duizhang! (Chapter 3)

Title : Oh! Duizhang!

Author : Anggra @AnggrainiHanafie

Genre : Romance, adventure, friendship

Cast : Kris EXO-M, Yiseul, EXO members, Sulli, Krystal, Daniel Henney

Length : multi-chapter

Rate : PG 16

 

PART 3

Aku bergegas pulang dan cepat-cepat ingin melihat apa yang diberikan Kris ketika dia berangkat tadi. Mungkin sesuatu yang penting, entahlah aku tak tau. Jalanan Seoul hari ini lumayan tak lancar, sehingga aku bisa pulang dengan tepat waktu.

Tanpa banyak waktu, aku membuka amplop itu dan terkejut melihat isinya. Ternyata itu adalah hasil bidikan-bidikan lensa kamera Kris. Ada banyak foto, ketika di KTX,di Gunung Seoraksan, dan di Jeju. Kris juga mencetak hasil bidikanku ketika dia sedang membuat Kimchi, walaupun hasilnya tak sebagus bidikannya. Aku berencana untuk memberinya pigora satu persatu dan akan memasangnya di apartemen.

“eh?” aku terkejut, ada sebuah foto yang cukup usang jatuh dari amplop

Aku melihat foto itu dan membekap mulutku. Seperti flashback, ingatanku yang hilang tiba-tiba kembali. Dalam foto usang itu ada gambar dua orang anak kecil, salah satunya yang kukenal itu adalah diriku ketika berusia 5 tahun, dan anak kecil laki-laki disebelahku adalah..

“Kris?” aku tak percaya.

Aku berlari menuju garasi dan mengambil foto yang kupajang di dashboard. Kucocokkan dengan foto usang pemberian Kris, dan sama..anak itu benar-benar Kris.

FLASHBACK

“Yiseul, ayo berfoto dengan Kevin” ajak ayah

“iya ayah” aku menuruti perintah ayah dan duduk di sebelah Kevin, temanku selama di Seoul

“1,2,3” suara flash kamera

“kalian duduk di kursi itu ya” ayah menyuruh kami untuk pindah tempat

“1,2,3” suara flash kamera lagi

“baiklah, selesai..ayo kita berangkat ke Macau Yiseul”

“Kevin, aku pergi dulu ya, selamat tinggal” kataku terbata-bata sambil melambaikan tangan

“selamat tinggal Yiseul” jawabnya

FLASHBACK END

Aku ingat, ketika itu ayah memfoto kami menggunakan kamera polaroid, sehingga satu foto diserahkannya kepad Kris, atau Kevin, panggilanku untuknya waktu dulu. Ayah rupanya memberikan foto ketika kami duduk di kursi. Aku ingat sekarang, pantas saja Kris terlihat serius ketika melihat foto yang kubawa kupajang di dashboard.

Aku menelpon ayah malam-malam untuk memastikan apakah itu benar Kevin yang dulu kukenal. Dia memang pernah tinggal di Seoul, itu yang ada di dalam ingatanku.

“halo ayah?”

“iya, ada apa malam-malam menelpon”

“emm, ayah..apa ayah masih ingat temanku waktu berumur 5 tahun?”

“kau mencoba mengingatnya lagi, Yiseul?

“hanya memastikan”

“sudahlah, jangan kau paksakan lagi” kata ayah dengan nada pasrah

“apakah dia Kevin Li?” tanyaku tiba-tiba

“eh? Bagaimana kau tahu?”

“aku menemani ya berjalan-jalan selama beberapa hari ini, dan…”

“apa Yiseul?”

“dia memberiku foto ketika kami berfoto bersama sebelum ke Macau”

“benarkah?”

“iya ayah, jadi apa dia benar Kevin Li?”

“iya,dia benar temanmu,kau sudah mengingatnya” ayah terdengar menghembuskan nafas

“aku sudah ingat sekarang”

“dia memang menemui ayah sebelum pergi ke Seoul”

“jadi?” aku terkejut dengan pernyataan ayah

“dia memang mencarimu, Yiseul” aku tak bisa berkata apa-apa

“ayah memberitahu tentang Kevin kepada Pak Kim, atasanmu”

“apa? Pak Kim??” aku semakin terkejut

“pak Kim  yang mengatur agar kau bisa menemani Kevin dan memulihkan ingatanmu”

“emm?” aku tak bisa berkata apa-apa, hening

“kurasa Kevin membutuhkanmu” kata ayah tiba-tiba

“maksud ayah?” aku bertanya

“mungkin dia benar-benar menyukaimu dari dulu” jawabnya santai

“hah?”

“bagaimana, rencana ayah berhasil kan”

“ayahhhh!!!!!” aku langsung menutup telpon.

Tak habis pikir, ternyata ayah sendiri-lah yang membuat akal-akalan seperti ini dan dengan mudahnya aku mengikuti permainan ayah,tentu saja Pak Kim juga. Lalu aku mengirim pesan singkat pada ayah

TO : APPA

Terima Kasih, Ayah ❤ chu~

Rasanya sulit dipercaya, tapi aku merasa bahagia. Akhirnya aku menemukan ingatan yang hilang. Walaupun dokter sudah mengatakan bila sulit untuk menemukan ingatanku kembali, namun sebegini mudahnya aku mendapatkannya kembali. Itu sebuah keajaiban yang misterius.

Aku masuk ke kantor dan berniat untuk bertemu dengan pak Kim soal apa yang telah direncanakan pada ayah, sekaligus untuk mengambil cuti beberapa hari untuk ke Beijing dan Macau. Suasana hatiku sedang tidak karu-karuan, senang, terkejut, sebal pada ayah dan Pak Kim, dan masih banyak lagi.

Aku mengetuk pintu ruangan pak Kim

“ya masuk”

“selamat pagi pak” kataku

“ah..Yiseul, ada apa”

“emm, hanya ingin memastikan pada bapak”

“tentang apa?”

“tentang Kevin Li” kataku

“ada apa dengannya, bukankah dia sudah kembali, atau kau..”

“ehm” aku berdehem

“pak, apakah bapak sudah bekerjasama dengan ayah saya?” tanyaku

“eh?” pak Kim terkejut

“apakah itu benar?” tanyaku sekali lagi”

“i..iya itu benar, kurasa itu memang penting untukmu, dan Kevin”

“heumm” aku menghela napas

“aku minta maaf padamu” kata pak Kim

“tidak pak, saya yang seharusnya berterima kasih” jawabku dengan senyum J

“lalu?”

“aku ingin mengajukan cuti untuk seminggu, aku akan ke Macau dan Beijing”

“baiklah, bila itu memang penting untuku, aku mengijinkan”

“terima kasih pak Kim” aku membungkukkan badan

“ya, tentu saja”

“baiklah, saya permisi dulu”

Aku meninggalkan ruangan pak Kim dan segera kembali ke apartemen untuk bersiap-siap. Aku sudah tak sabar untuk mendengarkan semuanya dari ayah, si pelaku utama dibalik drama ini. Aku mengirim pesan pada ayah bila aku akan ke Macau hari ini. Tak perlu banyak waktu untuk packing, semua sudah siap. Satu buah koper berukuran besar sudah siap kubawa.

Butuh waktu hampir 5 jam untuk pergi ke Macau, Seoul-Macau lebih jauh daripada Seoul-Beijing. Aku pergi ke Macau dengan penerbangan terakhir menuju Macau. Sampai disana ketika hari sudah gelap.

Kulihat ayah yang sudah menunggu di bagian kedatangan. Hampir setahun aku tak melihat wajah ayah,masih seperti dulu, ayah yang selalu kurindukan.

“ayah!” aku berteriak pada ayah

“Yiseul” ayah memelukku sebentar

“ayah, bagaimana kabar ayah dan ibu”

“baik, kau terlihat kurusan”

“ehm, banyak yang harus kukerjakan di Seoul ayah!” lalu kami masuk ke mobil

Macau masih terlihat sama seperti hampir setahun yang lalu, ketika aku pulang dari Perancis. Aku merindukan egg tart yang terkenal di Macau. 10 menit dari bandara, aku dan ayah sampai di sebuah rumah yang tak asing, rumah ayah dan ibu.

“ibu, aku Pulang” teriakku

“Yiseul, kau sudah sampai?” terlihat ibu sedang memasak makan malam di dapur

“bagaimana kabar ibu?” aku memeluk ibu sebentar

“baik, kau terlihat kurusan”

“apa ayah dan ibu bersekongkol mengataiku bila aku kurus?” protesku

“aishh kau ini” ibu sedikit menjitak dahiku, masih seperti dulu.

“aww”

“sudah, letakkan dulu barang-barangmu dan kita akan segera makan malam”

“ok!”

Kamarku juga masih seperti dulu, dan tak ada yang berubah. Foto-foto  suara ketika aku masih kecil terpajang rapi,foto ketika aku baru pulih dari kecelakaan pun masih tidak berubah tempat. Aku benar-benar merindukan tempat ini. Kudengar suara ibu sudah memangggilku untuk makan malam. Segera berlari ke lantai bawah dan siap untuk makan.

“ehm, apakah kau akan ke Beijing” ayah membuka pembicaraan

“iya, aku sudah mendapatkan cuti dari Pak Kim”

“kapan kau akan ke Beijing?” Tanya ayah

“mungkin lusa, karena aku harus mencari dimana Kevin tinggal”

“ayah tau dimana dia tinggal dan bekerja”

“benarkah?”

“tentu saja”

“oh iya, apakah kau akan beberapa temanmu disini?” Tanya ibu

“tentu saja, aku akan menemui teman-temanku disini”

“baguslah”

Aku bersekolah di Macau hingga kuliah, lalu melanjutkan studiku lagi di Perancis. Banyak sekali teman-temanku semasa sekolah yang ingin kutemui, ada Sulli,Krystal,Jong In,Se Hun, Baek Hyun,Kyung Soo dan Chanyeol. Mereka semua adalah teman akrabku selama SMA. Kami bisa akrab karena sama-sama berasal dari Korea. Aku harap mereka masih mengingatku, karena aku hanya mengirim pesan melalui email untuk bertemu di kedai egg tart favorit kita selama SMA.

Aku datang terlebih dahulu di kedai egg tart tempat kami akan berkumpul bersama-sama. Penjual egg tart, Mr Daeniel Henney sepertinya mengenaliku. Dia menyapaku dan mengajak berbincang-bincang sebentar.

Tak lama, semua temanku SMA satang bersama-sama, kurasa mereka sudah merencanakan untuk datang bersama. Aku menyapa mereka semuanya dengan antusias. Kulambaikan tanganku kearah mereka. Tak kusangka mereka berlarian ke arahku.

“hey hey..aku tak bisa bernafas” kataku ketika mereka semua bersamaan merangkulku

“Yiseul, bagaimana kabarmu?” Krystal terlihat semakin cantik saja

“baik, kau cantik sekarang” jawabku jujur

“aku? Bagaimana denganku?” Sulli buka suara

“kau juga tambah cantik”

“yow, Yiseul..kau berubah pesat” Chanyeol berkomentar

“aishh, awas kau Channie” aku menjitak kepala Chanyeol

“kau berubah, Yiseul” Jong In menjabat tanganku formal, masih seperti dulu

“apanya?” godaku pada Kai

“semuanya” Baekhyun menjawab pertanyaanku

“kau masih seperti yang dulu” kataku

“Kyung Soo” sapaku pada Kyung Soo

“Yiseul, selamat datang” jawabnya ramah

“oh iya, tumben pulang” Krystal mulai menyelidikiku,dia masih juga miss spy

“emm, aku ada urusan dengan ayah dan akan ke Beijing besok”

“woooooo” semua berkomentar seperti koor masal

“apa yang membuatmu pergi ke Beijing,honey?” Chanyeol masih memanggilku dengan sebutan itu

“hey, channie jangan memanggilku seperti itu lagi”

“wooo wooo wooo” koor massal lagi, mereka sudah seperti tukang onar saja

“aku mencari temanku di Beijing” jawabku jujur

“apakah dia namjja?” Krystal tepat sasaran

“iya, dia temanku sewaktu di Seoul dulu, aku baru mengingatnya barusan”

“apa dia temanmu ketika sebelum kecelakaan itu?” Jong In benar

“iya Jong In, kau benar”

“Syukurlah”

“eniwey, kalian ceritakan apa pekerjaan kalian sekarang, satu persatu”

Ternyata, mereka sudah berhasil mendapatkan pekerjaan impian mereka. Krystal dan Sulli berhasil menjadi penyanyi terkenal di Macau. Entah bagaimana mereka bisa mempunyai waktu luang untuk berkumpul hari ini. Sementara Jong In sudah berhasil menjadi seorang dancer. Kyung soo mempunyai sebuah restoran untuk menu makanan korea yang terkenal. Chanyeol menjadi rapper seperti keinginannya. Dan Baekhyun, dia penyanyi solo yang sukses, dan satu manajemen dengan Sulli, Krystal, Jong In dan Chanyeol. Mereka oran-orang hebat. Aku bangga dengan mereka.

Sementara aku, dengan senang hati bekerja pada departemen pariwisata. Walaupun waktu liburku yang tak menentu, aku berjanji pada mereka untuk sering-sering bertemu biala pergi ke Macau. Satu persatu mereka kembali ke aktifitas mereka, sementara Kyung Soo masih disini bersamaku. Dia masih menjadi pendengar terbaik diantara teman-teman baikku.

“siapa nama temanmu itu?”

“em, Kevin Li, apakah kau tau dia?”

“apa? Kevin Li..pebisnis muda yg ada di Beijing itu?” Kyung Soo terlihat kaget

“iya, kau tau dia?”

“tentu saja Yiseul, dia populer”

“aku tau itu”

“bagaimana kau bisa jadi temannya?”

“well, dia tetanggaku dulu di Seoul” jawabku

“kenapa kau bisa mengingatnya?”

“hanya karena sebuah foto, ingatanku bisa kembali..hebat sekali kan”

“ya..ya kau hebat” Kyung Soo mengalah

Tiba-tiba ponsel milik Kyung Soo berbunyi, sepertinya dia harus kembali ke restoran miliknya.

“ya, ya kau akan pergi” kataku mendahului Kyung Soo

“bagaimana kau tau?”

“aku bisa melihat raut wajahmu tauk!”

“ahh, maaf aku harus kembali ke restoran” terlihat penyesalan di wajahnya

“tak apa, kembalilah ke resto..semoga restomu maju”

“emm, terima kasih”

Jadilah aku di kedai egg tart sendiri, menikmati suasana Macau yang hampir setahun tak kusambangi.

Berkeliling di Macau, mengunjungi tempat-tempat yang indah. Melihat bangunan-bangunan tempat bermain casino, tak salah Macau disebut sebagai “Los Angeles Asia”. Baru ketika gelap, aku kembali ke rumah dengan beberapa barang yang kupikir menarik.

“Yiseul?” suara ibu terdengar

“iya ibu ada apa?”

“segeralah makan malam bersama”

“ahh, iya tentu”

“jam berapa kau besok akan ke Beijing?” ayah membuka pembicaraan di meja makan

“pagi, kira-kira jam 8”

“lalu kau akan menginap dimana?”

“yaa, tentu saja di hotel, ibu tak perlu khawatir”

“telpon ayah bila terjadi sesuatu”

“iya ayah”

Tepat pukul 7.30 ayah dan ibu mengantar ke bandara. Rasanya sedih harus berpisah lagi dengan mereka. Walaupun aku mendapatkan cuti 1 minggu, tapi rasanya sungguh tak menyenangkan bila harus libur terlalu lama pasti pekerjaan akan tambah menumpuk bila kutinggalkan terlalu lama,nasib.

Pesawat take off pukul 8 dan butuh waktu 4 jam untuk sampai di Beijing. Meninggalkan Macau dan beralih ke Beijing. Perasaanku semakin berdebar,jantungku berdetak semakin kencang ketika menyadari bahwa aku akan menemui Kevin Li. Aku tak tau apakah itu wajar atau ada perasaan lain yang tidak kusadari?

Berbekal alamat yang diberikan oleh ayah, aku pasti akan berusaha lebih keras lagi untuk bertemu dengan pebisnis muda itu. Dia sangat populer dan menjadi pusat perhatian disini. Beijing kudatangi untuk pertama kali. Cuaca Beijing yang panas langsung terasa ketika aku menginjakkan kaki di negeri tirai bambu ini. Sengaja, aku tidak memberi tahu Kris tentang kedatanganku. Banyak sekali panggilanku padanya, Kris, Kevin, ataupun Duizhang.

Kutatap sebuah gedung besar yang ada di depanku. “SM & CO.” begitu megah dan indah. Didominasi oleh kaca dan didesign secara modern, inilah tempat kerja Duizhang. Kumantapkan diriku untuk masuk dan bertanya pada resepsionis yang ada.

“ada yang bisa saya bantu”

“apakah ini benar kantor dari Kevin Li?”

“iya, beliau adalah anak dari pemilik SM & CO”

“apakah dia ada sekarang?”

“iya, beliau ada”

“emm, bisakah aku bertemu dengannya sekarang?”

“maaf, apakah anda sudah ada janji dengan beliau?”

“belum, saya baru kemarin tiba di Beijing”

“maaf, anda tidak bisa menemui beliau tanpa ada janji”

“oh, begitu ya”

Kekecewaan begitu terlihat di wajahku ketika menyadari bila prosedur untuk bertemu dengan orang yang kutuju lumayan sulit. Mungkin karena aku dianggap orang asing disini. Harapan untuk bertemu tiba-tiba menguap dengan sendirinya.

“em, tolong sampaikan bila seseorang dari Korea datang, dan berikan ini” aku memberikan sebuah amplop yang berisi foto usang dari Kris tempo hari pada resepsionis itu

“baiklah, nanti akan saya sampaikan pada beliau”

Kelangkahkan kaki keluar gedung. Hari ini aku akan mencoba menikmati suasana Beijing dengan peta wisata yang kudapatkan gratis dari pesawat. Sungguh asyik memang berjalan di jalanan Beijing, banyak selai toko-toko yang menarik dan menanti untuk dikunjungi.

“eh? Dimana ini” aku tersadar bila aku berada di persimpangan jalan yang ramai, tak ada petunjuk arah apapun dan sepertinya tersesat.

Ponselku berbunyi, ada nomor baru menelpon.

“halo”

“kau dimana?”

Suara itu…

“Yiseul, Kau dimana?”

Benarkah itu dia?…

“Yiseul, kau baik-baik saja?”

Apakah ini mimpi?…

“ehm, benarkah ini kau, Kevin?” tanyaku masih terpaku

“iya, aku Kevin..akhirnya kau mengingatku kan,ahahaha”

Dia tertawa…

“aku, ehm..aku tak tau ada dimana, tempat ini sangat ramai”

“kau melihat gedung, atau lainnya?”

“entahlah, terlalu banyak gedung disini” jawabku dengan terbata bata

“yang spesifik?”

Aku melirik sekitar dan menemukan gedung dan bertuliskan “ANONYMOUS”

“ada bangunan bertuliskan ‘ANONYMOUS’ kau tau?”

“ya, aku tau, tunggu disana aku akan datang”

“ehm, iya”

Masih dalam suasana keramaian, rasanya waktu seperti terhenti. Berada di persimpangan jalan dimana berates-ratus orang berlalu lalang tanpa henti. Inikah rasanya tersesat? Mungkin juga. Berdiri, terdiam sambil menunggu.

“Yiseul??”

Suara itu membuyarkan pikiranku. Tubuh tinggi tegapnya seolah menutupi sinar matahari yang lumayan terik di Beijing. Tanpa banyak bicara, dia menarik tanganku dan berlari melewati kerumunan orang. Kami berlari, tersungging senyum tipis di bibirku. Rasanya ringan dan menyenangkan, akhirnya aku bisa bertemu dengannya lagi….

 

EPILOG

“haiiiih, kenapa kau ini terkenal sekali sih?” protesku pada orang yang kuajak bicara di telpon

“harus bagaimana lagi? Hubungan kita sudah tersebar di media”

“hya, Duizhang! Kau benar-benar menyusahkan sekali”

“maafkan aku”nadanya menyesal

“jadi, kapan kita akan berkencan lagi?”

“sabtu ini, okay..aku akan ke Seoul untuk berkencan dan melamarmu”

“APA? Eum…TIDAK..jangan sekarang,ehhh baiklah, aku tunggu janjimu Duizhang!”

“please be mine,okay”

“OF COURSEEE……I DO~”

 

 

 

내생애가장아름다운순간은
nae saengae gajang areumdaun sunganeun
널만나눈부시게사랑했던순간들
neol manna nunbusige saranghaetdeon sungandeul
이제나알아너라는사람
ije na ara neoraneun saram
내생애가장큰선물
nae saengae gajang keun seonmul

The most beautiful moment of my life is…
… When I loved you after meeting you
Now I know that you’re the biggest gift of my life

 

==========THE END==========

 

*Sekian ff geje dari saya, aklo ada ide dan kesempatan lagi, pasti nulis lagi. Mian kalo ff pertamaku ini bener2 geje dan bermutu jelek, maklum amatiran…

Mau tanya2 atau apa aja soal EXO *wuehehehe* email ke anggrahj@gmail.com

 

See you!

17 pemikiran pada “Oh! Duizhang! (Chapter 3)

    • hihihi…aku masih newbie pertama ini yang tak post ke dunia exo *eh?*
      dulu2 aku sesalu nulis di buku sampe tanganku kempor
      entah habiss berapa buku *curcol*

      tengkiyu very kamsa mau baca 🙂

  1. Kurang adegan romance nya…yah..padahal pengem liat mreka kencan…kan seruuu…
    Aaahhhh…duizhang kris,kevin li atau siapalah itu. Aku mndukungmuuuu…
    Hahaha..
    Next bkin ff yg castnya Kris lgi yah..pngem liat dy jd anak ug berandalan,cool,bad boy dwh tp tetep baik hati..kkk *byak mwnya
    Fighting!

    • nyahahahaha..kurang romance ya…..
      *pengalaman aku sendiri belum pernah pacaran, jadi nggak romance*
      *huh, curcol lagi*

      makasih sarannya…aku berusaha buat jadi lebih baik 🙂
      tengkiyu very kamsa

    • ya ampun…..
      hihihihi…aku nggak ahli bikin cerita panjang nih
      takut ideku mampet pet 🙂

      tengkiyu very kamsa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s