Love Is Not An Act

Title: Love is not an act (Cinta itu bukanlah sandiwara)

Author: Park Geunsa

Rating: Teen, PG-17

Length: oneshoot

Genre: Romance, sad

Main Casts: Byun Baekhyun, Kim Taeyeon

Other Cast: EXO’s member, Tiffany, Luna

BAEKYEON

Annyeonghaseyo ^^

Setelah seminggu ngeberesin ff yang akhirnya beres juga, this is my first FF dan bukan plagiat! FF ini hasil khayalanku yang datang secara tiba-tiba ^^

Semoga pada suka yaaa, aku pake cast Baekhyun & Taeyeon soalnya aku BaekYeon Shipper kkkk~ ❤ ❤ *curcol*

Langsung aja pada dibaca yaa J ditunggu juga komentarnya…

Maaf kalo banyak banget yang kurang, maklum yaah.. baru pertama kali bikin FF hohoho~

 

Baekhyun POV

Aku menyusuri koridor demi koridor yang ada di sekolah ini untuk sampai di tempat rahasia yang dimiliki oleh para anggota geng rahasia. Geng  ini bernama ‘Super Playboy’. Playboy, yah memang terdengar kejam untuk seorang perempuan yang tidak mau sakit hati. Tapi ini sangat mengasyikan bagiku. Demi mendapatkan uang yang banyak, kami rela melakukan apapun untuk berlomba agar mendapatkan wanita yang kami jadikan sasaran, dan beberapa hari setelah itu, kami akan mencampakannya dan mencari wanita yang lain. Menarik bukan?

Sampailah aku di tempat ini, markas Super Playboy yang terletak di pojok sekolah dekat kamar mandi paling kumuh dan tak terawat di sekolah ini. Tapi jika sudah berada di dalam markas, rasanya seperti ada di hotel bintang lima. Bos kami memang sangat jahat, kaya, dan… tampan. Memang, hanya orang-orang beruntung yang bisa masuk geng rahasia ini.

Langsung kubuka pintunya dan melihat para lelaki tampan yang terlihat sudah memulai berdiskusi. Oh tidak! Apa aku telat lagi?!

‘Ya! Baekhyun-ah! Mengapa kau lama sekali, palliwa!’ kata Chanyeol. Hmm, dia bisa dibilang wakil bos digeng kami.

‘geurae, geurae. Jeongmal mianhaeyo~ kalian sudah bahas sampai mana? Ulang dari awal yaah?’ aku mengeluarkan jurus aegyoku yang sangat ampuh.

‘hahaha mwoga?! Jurus itu pakai saja untuk yeojaddeul sasaran kita! Tak akan mempan kau lakukan itu pada kami!’ kata Tao menertawakanku.

‘ne, isssh~ kris hyung. ulang dari awal yaaa.. jebal juseyooo..’ wajahku benar-benar memelas.

‘santai saja! Aku sudah biasa menghadapimu yang selalu terlambat. Baiklah, aku tak suka basa-basi. Sasaran kita adalah yeoja yang tidak menonjol di sekolah ini. Tapi, dia memiliki penampilan yang sangat menarik dan kurasa dia memiliki bakat yang terselubung. Yeoja ini juga yeoja yang sangat ramah dan baik, kurasa dia juga belum pernah punya namjachingu, dan…’ omongan panjang lebar kris segera terputus karna aku sangat penasaran.

‘dia orang yang baik? Belum pernah punya namjachingu? Lalu kenapa kita tega sekali melakukan misi ini kepada yeoja sempurna seperti itu? Bukankan kita hanya melakukan misi ini pada yeoja yang belagu, centil, gampangan, cari perhatian, matre, pintar berbohong, dan yaaa begitulah. Waeyo hyung?’ mataku hampir keluar, aku tak menyangka dan sangat penasaran.

‘byun baekhyun! Tunggu sampai aku selesai bicara dan jangan habiskan kesabaranku!! ARASSEO BACON?!’ kris hyung sangat menyeramkan jika sudah seperti ini, aku kembali tenang dan mendengarkannya dengan sangatsangatsangat teliti.

‘huh~ aku menjadikan dia sasaran karena, dia sangat sulit dirayu dan jual mahal. Kau tau? Ini pertama kalinya aku ditolah oleh seorang yeoja!’ aku dan semua anggota yang ikut rapat hari ini benar-benar kaget tak percaya. Seorang namja paling tampan di sekolah ini, atau bahkan di dunia ini mendapatkan tolakan cinta dari seorang yeoja yang tidak ada apa-apanya. Omona! Kurasa ini sebuah kejaiban terbesar selama sejarah Super Playboy.

‘ya?! Mengapa diantara kalian tidak ada yang berkomentar? Aah jinjja! Aku benar-benar tidak terima, bagaimanapun juga, aku ingin sekali dia menangis sejadi-jadinya karna patah hati!’ kris hyung sudah terlihat frustasi.

‘tapi, siapa dia? Berikan kami informasi lebih jelas lagi, hyung!’ kata Sehun yang sepertinya sudah bertekad keras untuk mendapatkan yeoja itu.

‘namanya Kim Taeyeon, dia dikelas 12A. kalian caritau saja sendiri. Siapa yang bisa mendapatkannya dan membuat hatinya hancur, aku akan berikan mobilku.’ Kris hyung berkata sambil mengepalkan tangan kanannya.

‘JINJJAYO HYUNG? MOBIL? Wuaaah aku pasti akan mendapatkannya!’ aku sangat bahagia mendengar kata mobil yang akan dia berikan. Sudah lama aku memimpikan mobil yang dimilikinya itu.

‘baiklah, rapat kita tutup sampai disini saja. Silahkan bertarung untuk mendapatkannya. Sampai jumpa!’ Kris hyung langsung keluar dari markas ini.

‘tapi, bagaimana aku merayunya? Kris hyung saja sudah ditolak, apalagi aku?’ ucap Suho pesimis diikuti dengan anggukan yang tandanya setuju dari para anggota yang lain.

 

Sesampainya di kamarku, aku langsung merebahkan tubuhku di kasur dan terus membayangkan Kim Taeyeon. Kim Taeyeon. Kim Taeyeon. Kim Taeyeon. Bagaimana wajahnya? Apa dia lebih cantik dari mantan-mantanku dulu? Kris hyung bilang dia baik dan sulit didapatkan. Ah, apa aku bisa? Kim Taeyeon. Kelas 12A. 12 A? oh, berarti aku harus memanggilnya Noona. Taeyeon Noona, haha ini lucu. Jika aku mendapatkannya, berarti ini kedua kalinya aku jadi berondong. Ya, kedua kalinya. Aha! Kenapa tak terpikir olehku sebelumnya? Bukankan Fany Noona, salah satu mantanku adalah kelas 12 A? aku harus tanyakan padanya tentang Kim Taeyeon. Ah aniya, Kim Taeyeon Noona.

‘yoboseyo?’ kudengar suaranya di seberang sana.

‘Tiffany Noona?’ kataku sedikit malu.

‘ne, ige naya. Nuguseyo?’ Fany Noona tidak tau siapa aku, apa dia sudah menghapus nomor ponselku dan benar-benar melupakanku? Ah baiklah, itu tidak ada pengaruhnya bagiku.

‘Baekhyun, Noona. Apa kau lupa?’ tanyaku basa-basi

‘oppa? Ah mian, baekhyun-ssi? Ada apa?’ kudengar suaranya yang terdengar gugup.

‘ne, hmm aku hanya ingin Tanya, apa kau sekelas dengan Kim Taeyeon, Noona?’ aku mencoba bertanya langsung ke intinya.

‘taeyeon? Tentu saja, kenapa?’ kurasa dia mulai malas untuk menjawab pertanyaanku, jelas sekali kalau dia cemburu.

‘apa yang kau ketahui tentangnya? Apa kau punya nomor ponselnya? Beritahu aku, Noona, jebal.’ Aku sedikit memohon.

‘anni! Tuuuut…tuuuut’ sial! Dia malah menutup ponselnya! Mengapa dia masih menyukaiku? Grrr~ ini menyusahkan! Ah lebih baik aku menggodanya lagi, agar dia bisa memberikan apa yang aku mau. Geurae!

To : Tiffany Noona

Noona, mengapa kau tiba-tiba menutup ponselmu? Apa kau sibuk? Ah, arasseo, kau pasti sibuk dengan namjachingumu yang baru kan? Memang, yeoja yang sangat cantik sepertimu pasti dengan mudahnya melupakanku yang lebih baik dari namjachingumu yang sekarang ini.

Noona mianhae :*

 

Haha! Kurasa ini akan berhasil.

 

From : Tiffany Noona

Aniya baekhyun-ssi. Aku belum punya namjachingu, dan kurasa tidak ada yang lebih baik darimu.

 

Yes! Dia masuk perangkapku lagi!

 

To : Tiffany Noona

Lalu mengapa kau tiba-tiba menutup telfon dariku?

 

Careless careless shoot anonymous anonymous. Omona! Dia langsung menelfonku!

‘yobseyo Noona?’

‘ne, baekhyun-ssi. Mianhae’

‘gwaenchana noona, kau pasti cemburu ya? Aku bertanya tentang Taeyeon Noona karna aku mendapat tugas untuk mewawancarainya’

‘ah jinjja? Kalau begitu besok aku akan mempertemukan kau dengannya. Mianhae, aku tidak punya nomor ponsel dan tidak tau banyak tentangnya.’ BINGO! Dia percaya apayang aku katakana. Charantta baekhyun-ah!

‘geurae, jeongmal gomawoyo Noona.’

‘ne, cheonmaneyo. Tuuutt… tuuuttt’

 

Baekhyun POV End

Taeyeon POV

 

Pagi ini, aku sudah mendapat sebuket bunga di atas mejaku. Dari siapa ini? Apa ini untukku?

To : beautiful taeyeon.

Aku sudah mengagumimu sejak lama, tapi aku baru berani mengungkapkannya sekarang dengan bunga ini. Terimalah… saranghae :*

-the cutest boy-

haha, percaya diri sekali orang ini, the cutest? Ckckck~ aku tidak tertarik.

‘Taeyeon-ah! Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu’ aku langsung menoleh ke sumber suara dan ternyata Tiffany yang memanggilku, dan… dia membawa seorang namja. Apa lagi ini?! Aku tidak suka.

‘nuguya?’ tanyaku sambil membereskan bunga di atas mejaku tadi tanpa melihat siapa yang ingin bertemu denganku.

‘baekhyun imnida.’ Dia menjulurkan tangan kanannya. Dengan terpaksa aku membalasnya, tanpa senyuman.

‘waeyo?’ aku benar-benar tidak mood.

‘bisakah kita bicara sebentar? Aku ada tugas untuk mewawancaraimu, Taeyeon-ssi.’ Katanya sambil tersenyum. Senyumannya, indah. Ah ani! Aku tidak boleh terpengaruh.

Tanpa mendengar persetujuanku, dia menarikku keluar kelas dan membawaku ke taman belakang sekolah yang cukup sepi itu. Aigo! Apa-apaan ini, apa yang akan dia lakukan padaku di tempat sepi seperti ini? ‘mengapa disini? Apa yang kau mau?’ tanyaku dengan sinis.

‘ya! Taeyeon-ssi. Mengapa kau begitu sombong! Santailah. Aku tak akan berbuat apapun, aku hanya butuh tempat yang tenang untuk mewawancarai tentangmu.’ Jawabnya dengan sangat santai.

‘tapi, kau kelas berapa?’ aku penasaran dengan usianya, dia seperti anak sekolah dasar. Imut. Sangat.

‘aku kelas X B.’ jawabnya sambil tersenyum. Oh my! Jangan sampai aku tergoda.

‘mworago? X B? lalu kenapa kau memanggilku dengan taeyeon-ssi? Seharusnya kau memanggilku Noona!’ kataku sewot.

‘mianhae taeyeon-ssi, kurasa panggilan Noona kurang cocok untuk gadis imut sepertimu’ ucapnya. Kurasakan badanku panas, pasti wajahku memerah sekarang. Hentikan! Tolong!

‘heh! Langsung ke intinya saja!’ aku mencoba menstabilkan diriku.

‘taeyeon-ssi. Santailah, kau tidak usah grogi dan menunjukkan wajah memerahmu di depanku, aku hanya ingin mewawancaraimu.’ Katanya, itu membuatku tambah kesal. Aku segera pergi dari hadapannya dan..

BRUK!! Aku merasakan ada sesuatu yang menyenggol kakiku dan aku terjatuh sekarang. Entah jatuh dimana dan dalam keadaan bagaimana. Aku tidak berani membuka mata. Harga diriku sudah jatuh. Bagaimana bisa aku melakukan hal memalukan seperti ini di depan namja menyebalkan ini!

‘taeyeon-ssi, gwaenchanayo?’ aku segera membuka mata, dan ternyata wajahnya tepat 4 cm di hadapan wajahku. Aku hanya bisa diam menatap matanya. Kurasa dia pun begitu. Entah jin apa yang merasuki tubuhku, aku seperti terbang dan tidak bisa merasakan apa-apa, tapi kulihat senyumnya yang begitu mempesona. Reflek aku pun ikut tersenyum. Omma eottokhae? Aku seperti hidup didunia yang baru ketika melihat matanya! Aku langsung memejamkan mataku lagi dan tersadar, aku membangunkan tubuhku yang baru saja menindih tubuhnya.

‘mianhaeyo!’ hanya kata itu yang bisa aku lontarkan. Aku langsung pergi jauh meninggalkannya. Taeyeon-ah pabopabopabopabo!

 

Taeyeon POV end

Baekhyun POV

 

Deg. Jantungku rasanya tidak normal. Apa-apan ini? Hanya karna melakukan trik itu aku jadi seperti ini. Apa karna aku saking terseponanya dengan yeoja itu? Kurasa mantan-mantanku dulu ada yang lebih cantik darinya. Issh~ sudahlah.. yang pasti, tinggal beberapa langkah lagi aku pasti bisa mendapatkannya. Ah tidak, mendapatkan mobil milik Kris hyung. kkkk~

Baekhyun POV End

 

Author POV

Taeyeon berjalan sangat cepat dan entah kemana tujuannya.

‘Ya Tuhan! Apa yang terjadi padaku? Mengapa aku bisa bertingkah sebodoh itu? Dan, untuk apa dia mewawancaraiku? Tak ada satupun pertanyaan yang ia tanyakan tadi. Ah aku benar-benar tidak mengerti. Bahkan dari kemarin, sudah ada lima namja sekaligus yang menyatakan cinta padaku. Aneh. Secantik apa aku? Issh~ lagipula aku bukan yeoja gampangan. Walaupun mereka memang sangatsangatsangatsangat tampan, aku tidak boleh terhipnotis. Apalagi…. Baekhyun! aaahh sudahlah. Michigetda!!’ Kata Taeyeon sambil mengacak-ngacak rambutnya yang kecoklatan itu.

Seperti biasa, rapat para anggota geng Super Playboy diselenggarakan setelah pulang sekolah. tepatnya setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Entah apa yang dirasakan Baekhyun, hari ini Baekhyun tidak terlambat mendatangi rapat, malah ia berada di lokasi paling awal.

‘Annyeonghaseyo’ sapa Sehun dan Luhan bersamaan saat memasuki ruangan.

‘ya! Darimana saja kalian? Mengapa lama sekali. Yang lain mana?’ Tanya Baekhyun yang sudah uring-uringan menunggu.

‘hah? Apa aku tidak salah lihat hyung? baekhyun hyung datang paling awal? Hahahahhahahahhahahahahhahaa!’ Sehun tertawa sangat puas. Baekhyun langsung melotot tepat ke arah matanya. Sehun langsung terdiam karna takut.

‘ah molla! Aku tidak mau mengurus tentang Baekhyun! aku benar-benar frustasi sekarang! Arggh!’ ucap Luhan dengan nada seperti orang gila.

‘waeyo luhan hyung?’ Tanya Baekhyun. kini wajahnya berubah menjadi ekspresi penasaran.

‘aku ditolak mentah-mentah! Taeyeon!! Aaahh kau benar-benar jual mahal. Kalau bukan karna mobil Kris, harga diriku sebagai namja paling imut di sekolah ini tak akan jatuh!’ kini Luhan mengepalkan tangannya. Image lucunya sudah berubah jika dia sedang marah seperti ini.

‘kau ditolak hyung? hahahahhahahahahahahahahahahahaa! Aku benar-benar tidak percaya! Hahahahhahahahaha!’ Sehun tertawa lebih puas dari sebelumnya. Kini giliran Luhan yang membulatkan matanya besar-besar ke arah Sehun. Sehun jelas sangat ketakutan, ia langsung menutup mulutnya dan berhenti tertawa. Tepatnya, menahan tawa.

Tak lama saat mereka mengobrol dan bercanda. Sang leader dan sederetan member yang lain datang. Rapat pun dimulai, tentu saja Kris yang memimpin.

‘namjaddeul mianhaeyo. Aku tidak bisa lama-lama, aku ada kencan dengan yeoja chinguku yang kelima’ kata Kris dengan santainya. Member yang lain hanya bisa mendengar tersepona begitu Kris mengatakan angka lima O.o

‘geuraeyo hyung, jadi apa yang akan kita bahas hari ini?’ Tanya Suho yang nampaknya sedikit frustasi karna ditolak cintanya oleh Kim Taeyeon.

‘aku yakin di antara kalian tidak ada yang bisa mendapatkan Kim Taeyeon. Aku hanya berikan waktu sampai minggu depan ya. Jika tidak ada yang bisa mendapatkan dan menyakitinya, maaf saja… mobil mewahku tak akan pindah ke tangan orang lain. Hahaha’ Kris tersenyum evil. Semua member tentu saja kecewa dan tambah frustasi.

‘ya! Andwae! Kris! Kenapa waktunya sebentar sekali, seharusnya untuk wanita yang sulit seperti itu waktunya harus lebih dari satu bulan. Betulkan chinguddeul?’ protes Xiumin yang sangat ingin memiliki mobil mewahnya Kris. Semua member menjawab dengan anggukan mantap. Xiumin hanya tersenyum puas.

‘keputusanku tetap tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun!’ kali ini Kris yang tersenyum puas. Wajah Xiumin terlihat memelas.

‘Kris hyung, inti dari rencana kita adalah untuk menyakitinya kan?’ Tanya Baekhyun dengan wajah paling serius di antara member lain.

‘tentu saja. Tapi, apa maksudmu?’ Tanya Kris yang setengah mengerti, setengah bingung.

‘walaupun aku tidak mendapatkannya, tapi aku bisa menyakitinya. Aku tetap akan memiliki mobilmu?’ kata Baekhyun meyakinkan.

‘hmmm…’ Kris berfikir dengan mantap. ‘jadi maksudmu, tanpa mendapatkannya kau bisa menyakitinya sampai matanya bengkak karna menangis? Haha tentu saja!’ Seperti ada lampu yang menyala dari kepalanya, kini Kris sangat mengerti apa yang dibicarakan Baekhyun.

‘mwo? Bagaimana caranya hyung?’ Tanya Kai pada Baekhyun.

‘sudah jelas dan sudah pasti bahwa salah satu di antara kita, atau malah namja manapun tidak bisa menjadi namja chingunya karena mungkin dia memiliki pendirian yang entah bagaimana jalannya. Tapi, dia pasti punya perasaan walaupun dia tidak mau berpacaran bukan?’  Baekhyun menjelaskan panjang lebar walaupun sebagian member masih bingung dan linglung.

‘jadi intinya kau yakin kalau Kim Taeyeon memiliki perasaan padamu?’ Xiumin membulatkan matanya pada Baekhyun. Baekhyun mengangguk yakin. Mata Xiumin makin melotot tak percaya.

‘mworago?! Bagaimana bisa? Cara apa yang kau lakukan baekhyun-ah?!’ Luhan sudah naik darah.

‘hahahaha~ baekhyun gituloh!’ Baekhyun hanya menjawab dengan membangga-banggakan dirinya.

‘sudahlah! Bagaimanapun caranya, aku ingin hati Kim Taeyeon yang jual mahal itu bisa sakit sesakit-sakitnya. Rapat kita tutup sampai sini saja, pacarku yang kelima ini sungguh tidak sabaran, lebih baik aku memutuskannya di kencan ini! Haha, annyeonghaseyo. Sampai jumpaa~’ kata Kris yang entah pamitan, curhat, member keputusan, atau apalah, yang jelas rapat selesai. Para member keluar ruangan dengan wajah sangat frustasi dan kecewa. Hanya Baekhyun yang keluar dengan wajah yang berseri-seri.

 

Author POV end

Baekhyun POV

 

Biasanya, setelah keluar markas, aku akan berjalan bersama member yang lain melewati koridor demi koridor di sekolah. tapi sekarang tidak. Entah kenapa aku lebih memilih berbeda jalan dengan mereka, setelah keluar markas aku mengelilingi taman-taman di sekolah dan sampai di pintu gerbang. Aku berpikir bagaimana cara menyakiti seorang Kim Taeyeon dengan sangat sadis. Ya, menyakitinya. Membuatnya menangis. Apa aku bisa melakukannya? Ah tidak, tepatnya, apa aku tega melakukannya? Aniya Baekhyun-ah! Untuk apa aku tidak tega! Siapa Kim Taeyeon? Gadis cantik tapi jual mahal, sangat pantas untuk disakiti, dan mobil Kris hyung adalah tujuanku. Aku harus mendapatkan mobil itu!

my love, saranghaeyo, saranghaeyo, geode itji mothaesseo’ aku mendengar suara seorang wanita bernyanyi. Merdu. Indah. Hanya dua kata itu yang bisa kulontarkan untuk suara sebagus itu. Siapa dia?

Aku berjalan lebih cepat dan mencari sumber suara itu, di ayunan itu. Ada seorang yeoja sedang duduk sambil mengayunkan ayunan yang ia duduki, rambutnya kecoklatan, badannya ramping. Nuguya? Tidak mungkin kalau dia… ‘Kim Taeyeon!’ entah kenapa aku reflek meneriaki namanya. Apa yang harus kulakukan? Dia benar Kim Taeyeon. Mengapa dia harus mendengar teriakanku dan menoleh padaku? Aku bahkan belum menyiapkan jurus apapun untuk menggodanya.

 

Baekhyun POV end

Taeyeon POV

 

‘Kim Taeyeon’ aku sontak kaget mendengar seorang namja yang mengganggu laguku. Issh~ siapa dia?! Aku langsung menoleh ke arah namja yang memanggilku. Omo! Dia! Baekhyun! mengapa dia… aah.. aku tak bisa berkata apa-apa. Tapi tingkah lakunya terlihat aneh, mengapa dia seperti cacing kepanasan yang tidak mau diam? Tak lama dia pun menghampiriku sambil menggosok-gosokan kedua tangannya yang terlihat tidak sedang kedinginan.

‘waeyo?’ tanyaku singkat

‘emm.. i.. itu.. suara.. suaramu’ omongannya terputus. Ada apa dengannya?!

‘wae geuraeyo? Bicaralah yang jelas’ entah punya keberanian apa aku untuk bertanya pada orang yang… kusukai. Mungkin.

‘suaramu, mengapa kau tak pernah memberi tau bakatmu pada orang-orang? Suaramu… benar-benar menakjubkan. Aku suka, hehe’ oh tuhan. Dia memujiku sambil mengeluarkan jurus ampuh yang membuatku meleleh dari bibirnya. Senyumnya. Kurasa wajahku sudah merah dan sudah matang, dan tinggal disajikan di piring. Eottokhae? Jangan sampai aku melakukan hal bodoh seperti waktu itu. Tetap netral Kim Taeyeon! Dia bukan siapa-siapa, kau tidak menyukainya. Kau tidak boleh menyukainya!

‘mengapa kau diam saja?’ tanyanya yang membuatku langsung menjawab.

‘ah aniya, tidak apa-apa. Mengapa kau ada disini?’ aku malah balik bertanya.

‘aku hanya jalan-jalan. Kau kenapa disini?’ kali ini Baekhyun yang bertanya. Ya! Berhenti bertanya padaku jika kau tidak mau lihat taeyeon rebus di depanmu Baekhyun. wajahku pasti sudah sangat merah sekarang!

‘a… aku, emm, seperti yang kau lihat. Aku sedang bernyanyi dan kau mengganggunya! Ya! Sudah ku bilang, aku dua tahun lebih tua darimu! Panggil aku Noona! Dongsaeng bodoh!’ oops! Bukan Baekhyun yang bodoh! Tapi kau Taeyeon-ah. Bagaimana bisa kau sebut seorang yang kau sukai bodoh? Suka? Ah molla!!!

Kakiku seperti berjalan dengan sendirinya, aku bergegas pergi meninggalkannya. Dan…

DUG! Aww, sempurna, kali ini aku menabrak tiang yang tidak kulihat dengan teliti saat berjalan. Dan Baekhyun melihat kejadian ini. Lengkap sudah kebodohanmu dimatanya Taeyeon-ah!

Tapi kulihat Baekhyun berlari menghampiriku. Aku hanya bisa memegang kepalaku yang sangatsangatsangat sakit dan terdiam seperti patung.

‘Taeyeon-ssi gwaenchanayo?’ tanyanya yang seperti tampak khawatir, ah tidak. Dia pasti ingin menertawakanku. Aku hanya diam. Aku ingin menangis. Tapi tak boleh. Tidak masuk akal jika seorang Kim Taeyeon menangis hanya gara-gara kepalanya tersentuh keras oleh tiang? seperti anak kecil. Kebodohanku pasti akan tambah besar jika aku menangis.

‘Taeyeon-ssi, jawablah. Jangan menangis, apa perlu kita ke UKS?’ apa yang dia katakan? Jangan menangis? Ah benar saja, ternyata air mataku sudah mengalir begitu saja. Ah, aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan. Harga diriku seperti sudah jatuh dengan mudahnya seperti kapas.

‘ya! Taeyeon-ssi mengapa kau tidak mau menjawab! Ayolah, kalau begitu kita ke UKS. Naiklah jika kau tidak mau berjalan.’ Dia meletakkan sebelah lututnya di tanah, oh Tuhan? Apa dia akan menggendongku. Hap! Benar saja. Dia menggendongku tanpa mendengar persetujuan dariku. Taeyeon! Mengapa kau jadi mendadak bisu.

Sampai di UKS, tidak ada petugas PMR yang berjaga, mungkin mereka sudah pulang. Tanpa menunggu lama kulihat Baekhyun mengambil kotak obat dan mengambil alkohol dan kapas untuk mengobati luka di dahiku yang sama sekali tidak parah. Rasa maluku terhadapnya sepuluh kali lebih besar dibandingkan rasa sakit di dahiku ini. Aku pun sama sekali tidak merasakan sakit saat dia mengobati luka di dahiku, wajahnya dekat dengan wajahku. Sangat. Oh my! Ini yang kedua kalinya wajahku sedekat ini dengan wajah tampannya. Sesekali dia memandang tepat ke arah mataku dan kulihat bibirnya tersenyum manis. Taeyeon rebus benar-benar sudah matang! Air mata yang tadi mengalir deras di pipiku pun pasti sudah berhenti mengalir. Ya, mungkin saking panasnya suhu tubuh dan wajahku saat ini.

‘ca! selesai. Sekarang apa sudah baik-baik saja? Wajahmu, jangan memerah. Itu hanya membuat wajahmu semakin lucu dan cantik. Bicaralah, marahi aku saja! Kau juga cantik saat marah, Taeyeon Noona.’ Dia mengatakan itu sambil tersenyum manis. Sangat manis. Sekarang aku bukanlah Taeyeon rebus. Tapi seperti sebuah bom yang akan meledak hanya dalam beberapa detik lagi. Dia memanggilku Noona pula! Omma, appa, halmoni, harabeoji, eonni! Apa yang terjadi padaku? Aku terlalu malu untuk mengatakan kata maaf ataupun ucapan terimakasih.

‘geurae, apa kau mau pulang? Aku bisa mengantarmu, Noona. Geurigo, jeongmal mianhaeyo. Aku yakin kau tak mau pulang bersamaku. Kalau begitu, aku akan membiarkanmu sendiri disini, jika kau butuh apapun hubungi aku saja, kau sudah punya nomor telfonku bukan? Annyeonghaseyo Taeyeon Noona’ dia berpamitan dan meninggalkan banyak pesan untukku, seperti anak kecil yang akan ditinggal pergi kerja oleh orang tuanya. Aku tetap bisu. Kulihat dia keluar ruang UKS dan menutup pintu, suara langkahnya semakin tidak terdengar.

Ku ambil headphone dan handphoneku dari tas, aku mendengar lagu-lagu yang sering kunyanyikan sambil berbaring dan memejamkan mata. Menenangkan diriku yang sudah dipermalukan oleh diriku sendiri dihadapan seorang Byun Baekhyun.

Saat ini aku mulai merasa ngantuk. Ah, tidak akan apa-apa jika aku tidur disini sebentar.

 

Taeyeon POV end

Author POV

 

Jam di tangan Baekhyun sudah menunjukkan pukul 05.00. hari sudah mulai gelap.

‘Mengapa Kim Taeyeon belum juga pulang? Apa dia baik-baik saja?’ kata  Baekhyun dengan sangat khawatir. Sedari tadi, Baekhyun menunggu Taeyeon di gerbang sekolah untuk memastikannya agar Taeyeon pulang dengan selamat. Tapi, Baekhyun tidak mendapatinya keluar dari gerbang sekolah.

‘apa sebaiknya aku memeriksa ke UKS? Tapi, apa dia masih disana? Bisa saja kan dia pulang lewat pintu belakang sekolah, ah tapi tidak mungkin. Dia kan bukan mau kabur. Kim Taeyeon! Apa yang sedang kau lakukan? Cepatlah pulang. Aku sudah benar-benar seperti orang gila disini. Sekolah mulai sepi lagi… argh~’ Baekhyun mengacak-ngacak rambutnya yang kebanyakan orang bilang keren. Sebenarnya, bisa saja dia langsung pulang tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi pada Taeyeon. Lagi pula, Baekhyun mengakui bahwa Taeyeon bukanlah siapa-siapanya, Kim Taeyeon hanya yeoja sasaran yang harus dia dapatkan. Tapi, dia tidak pernah sekhawatir ini dengan seorang yeoja. Baekhyun pun tidak mengerti apa yang dirasakannya saat ini.

‘aigo! Lihatlah orang-orang sangat aneh ketika menatapku. Berbicara sendiri dan terus mondar-mandir dari tadi. Baiklah! Aku akan ke UKS. Tapi, hanya untuk melihatnya saja. Setelah itu aku tak akan terus begini dan langsung pulang! Ya! Langsung pulang!’ Baekhyun berkata dengan sangat yakin. Dia langsung berjalan tergesa-gesa menuju UKS. Dan, tepat seperti kata hatinya. Taeyeon masih berada di UKS, sedang tertidur. Baekhyun menghampirinya, duduk di samping tempat tidur. Perlahan mengelus rambut kecoklatan Taeyeon dengan tangan mulusnya.

‘yeppo’ kata itu terlontar begitu saja dari mulut manis Baekhyun. senyum indah pun keluar dari bibirnya. Taeyeon masih saja tertidur pulas. Sambil menyentuh wajah dan rambut Taeyeon, baekhyun menatap wajah Kim Taeyeon cukup lama. Bahkan, sangat lama.

‘ya! Byun Baekhyun! pergi dari hatiku!’ kata Taeyeon di sela-sela tidurnya. Sontak itu membuat Baekhyun terkejut.

‘mworago? Taeyeon-ssi? Gwaenchanayo? Ah, tapi matanya masih tetap tertutup indah, dia mengigau? Taeyeon-ssi! Taeyeon Noona! Ireona! Palliwa!’ Baekhyun terheran dengan apa yang dikatakan Kim Taeyeon. Dia mengguncang pelan tubuh Taeyeon agar bisa terbangung.

‘mwoya~’ Taeyeon terbangung sambil mengucek-ngucek matanya. Dia langsung kaget ketika mendapati Baekhyun yang sudah ada di depan wajahnya.

‘ya! Apa yang lakukan! Sana pergi~ ! kha!’ taeyeon memarahi Baekhyun agar wajahnya tidak memerah lagi.

‘aku hanya… aku… ah tidak. Taeyeon-ssi, apa tadi kau mengigau?’ Tanya Baekhyun yang masih terheran.

‘mengigau? Memang aku mengatakan apa sejak tadi? Lalu apa urusanmu jika aku mengigau hah?! Dasar bocah tidak sopan!’ Taeyeon semakin marah untuk menetralkan perasaannya. Taeyeon langsung keluar ruang UKS sambil sedikit berlari, tidak lupa juga membawa tas dan handphonennya. Baekhyun semakin terheran. Tapi, dia tetap tersenyum.

‘Taeyeon-ssi, kau benar-benar sangat cantik.’ Kata Baekhyun sambil menatap punggung Taeyeon yang semakin jauh dari pandangannya. ‘ah tidaktidak! Mantanku ada yang lebih cantik darinya! Sadarlah Baekhyun!! dia adalah orang yang harus kau sakiti!’ Baekhyun kembali tersadar dari alam bawah sadarnya ketika melihat Kim Taeyeon.

 

Author POV end

Baekhyun POV

 

‘pergi dari hatiku’ kata-kata itu terus mengelilingi pikiranku. Apa maksudnya? Aku ada dihatinya? Dia mencintaiku? Haha itu bagus! Aku harus cepat menyakitinya sebelum member yang lain mendahuluiku. Membuat seorang Kim Taeyeon menangis sejadi-jadinya! Ya! Aku harus tega. Siapa dia? Yeoja yang mengatakan aku bodoh? Bocah tidak sopan? Aku tidak terima. Lihat saja pembalasanku.

Kim Taeyeon. Aku yakin kau mencintaiku. Aku akan membuatmu benar-benar cemburu, lalu menangis. Membuatmu memohon-mohon padaku? Ya, boleh juga. Dan yang terpenting. Mobil mewah Kris Hyung menjadi milikku~ hahahaha…

Hari ini, tanpa berpikir panjang. aku akan menyatakan cinta palsu pada Luna di depan Kim Taeyeon. Bukahkah dari gossip yang tersebar, dia sudah mencintaiku sejak pertama kali dia bertemu denganku, dan sampai sekarang. Pasti Luna akan langsung menerimaku, langsung aku akan mencium dan memeluknya. Kim Taeyeon pasti langsung merasa panas! Haha… Kris Hyung… bersiaplah untuk memberikan kunci mobilmu!

Ah tunggu, siapa itu? Bukankah itu Luna? Kurasa ini waktu yang tepat, istirahat sekolah di kantin, banyak sekali murid-murid yang akan menjadi saksi. Termasuk Kim Taeyeon yang sedang menikmati Ice Tea yang dia pesan.

Tapi lebih baik, aku membeli coklat untuk pernyataan cinta palsuku. Yes! Kudapat coklat berbentuk hati dengan bungkus warna merah muda yang pasti disukai Luna.

‘Luna-ya…’ panggilku dengan mengeluarkan jurus keren yang bisa membuat para yeoja meleleh ketika melihatnya.

‘ah, ne. ada apa Baekhyun-ssi?’ kulihat Luna sangat gugup. Bingo! Dia masih mencintaiku.

‘aku ingin bicara padamu, disini saja, kau ada waktu?’ aku langsung duduk di sebelahnya, sangat dekat. Tapi, kurasa ada seseorang yang memperhatikanku dengan serius. Ya! Dia Kim Taeyeon.

‘ehm… tumben sekali Baekhyun-ssi? Ah… silahkan…’ Luna sedikit gagap sekarang, mungkin saking gugupnya.

‘Baekhyun-ssi? Tak bisakan kau panggil aku Oppa? Walaupun kita seumuran… tak apa bukan?’ kini aku merangkul bahunya. Dan kulihat wajah Kim Taeyeon memerah, dia pasti sangat cemburu.

‘ah… waeyo? Geurae, oppa. Apa yang ingin kau bicarakan?’ Tanya Luna yang wajahnya sudah memerah.

‘saranghae, CHU~’ aku membisikkan kata-kata itu tepat di telinganya dan langsung mencium pipinya. Ketika kulihat Taeyeon, matanya sudah berkaca-kaca. Dia menangis!

‘mwo.. mworago oppa?’ Luna tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia sangat terkejut. Dan Kim Taeyeon, kuat sekali dia berada disitu, apa dia ingin lebih sakit hati lagi. Oke!

‘ah Baekhyun Oppa! Apa yang kau lakukan? Banyak orang disini!’ aku memeluk Luna sangat erat sambil tersenyum.

‘apa kau masih kurang jelas mendengarnya? Saranghaeyo Luna-ya’ aku menciumnya lagi tanpa melepaskan pelukanku. Taeyeon, dia menatapku tajam, tentu dengan air mata deras yang mengalir dari matanya. Dia pasti sangat sakit. Bertahanlah, ini masih tahap awal. Kau akan lebih sakit lagi Kim Taeyeon!

‘huhuuy~ ciyeeee~’ sorakan dari para murid yang ada di kantin, tapi tidak untuk para member Super Playboy yang ada di kantin, mereka malah tampak memandangku dengan tatapan ingin membunuhku. Kurasa mereka sudah tau bahwa Taeyeon sedang tersakiti hatinya olehku. Aku langsung melepas pelukanku, berdiri lalu berlutut dihadapan Luna sambil memberikan coklat yang kubeli tadi.

‘aku mencintaimu, sangat. Entah sejak kapan, dan entah karna apa. Yang jelas. Aku mencintaimu. Apa kau juga mencintaiku?’ kataku dengan penuh kegombalan. Luna mengangguk. Bingo! Kulihat Taeyeon pergi sambil menutup mulut dan hidungnya, dia pasti menangis dengan sejadi-jadinya. Aku berhasil!

 

Baekhyun POV end

Author POV

 

Tak lama sejak kejadian itu, Kris langsung memanggil Baekhyun secara pribadi.

‘ada apa hyung?’ Tanya Baekhyun tanpa basa-basi.

‘ah, kau sudah datang rupanya.’ Kata Kris yang memang tidak sadar akan kedatangan Baekhyun. ‘bagaimana caramu sampai Taeyeon bisa mencintaimu seperti itu?’

‘ya begitulah~ tidak ada yang special, aku berpura-pura akan mewawancarainya karna tugas untuk mendekatinya. Tapi sebenarnya aku belum melontarkan pertanyaan wawancara padanya. Dan, molla~ dia mencintaiku begitu saja.’ Jawab Baekhyun dengan bangganya, ia sudah siap menerima kunci mobil yang akan diberikan Kris.

‘kau yakin kau sudah berhasil?’ mata Kris menatap tajam mata Baekhyun.

‘tentu!’ jawab Baekhyun dengan mantap.

‘kalau begitu, aku akan datangi Taeyeon dan mengatakan padanya bahwa semua yang kau lakukan selama ini padanya hanya untuk menyakitimu dan karna mobilku. Aku juga akan mengatakan bahwa kau sama sekali tidak punya perasaan padanya. Eotte?’ Kris menjelaskan panjang lebar. Baekhyun benar-benar berpikir.

‘tapi, apa yang kulakukan tadi tidak cukup membuatnya sakit hati? Kurasa tidak perlu. Sekarang, tinggal memberikan mobilmu hyung! ne?’ Baekhyun mengangkat kedua alisnya yang menandakan ‘ayolah!’

‘tidak bisa! Aku akan mengatakannya pada Taeyeon. Seorang yeoja jual mahal seperti dia pantas untuk mendapatkannya. Lagi pula, mengapa kau tidak setuju? Apa kau tidak tega? Apa kau mencintainya? Haha, tidak masuk akal.’ Kris membuat Baekhyun tidak bisa berkata apa-apa. Baekhyun mencintai Kim Taeyeon? Itu tidak akan terjadi jika Baekhyun masih normal.

‘baiklah, kau habisi saja dia. Yang penting mobil milik hyung menjadi milikku! Haha!’ kata Baekhyun sambil tersenyum. Senyum terpaksa.

‘joha! Kalau begitu, bagaimana aku memulainya? Apa aku harus membawanya ke tengah lapang dan memeluknya? Lalu semua siswa berkumpul melihatku, agar mereka kira aku akan menyatakan cinta pada Kim taeyeon, padahal tidak. Aku akan mengatakan tentang semua sandiwaramu, dan saat itu aku akan menyerahkan kunci mobilku. Kemudian, dia akan menangis sejadi-jadinya. Eotte?’ Kris tersenyum bangga.

‘terserah kau saja, hyung.’ Baekhyun langsung pergi. Baekhyun terlihat malas, tepatnya bukan malas. Dia tidak tega.

‘geurae! Aku akan melakukannya. Jangan sampai kau menyesal telah menyakiti Kim Taeyeon. Yeoja yang saat ini kau sayangi!’ Kris terlihat sedikit kesal. Namun Baekhyun terus berjalan sambil berusaha tidak mendengarkan yang dikatakan Kris.

Author POV end

Taeyeon POV

@taeyeon class

Sedari tadi, aku berusaha sekeras mungkin menahan air mata ini. Tapi hasilnya nihil. Aku benar-benar sakit hati. Byun Baekhyun! bocah itu benar-benar kurang ajar! Hiks…

‘Taeyeon-ah, wae geuraeyo?’ Tanya Tiffany yang bangkunya memang bersebelahan dengan bangku yang aku duduki.

‘mian… hiks… mianhae fany-ya. Aku tidak bisa cerita sekarang… hiks, jeongmal mianhae. Aku ingin sendiri sekarang’ jawabku yang tak bisa menahan tangis.

‘gwaenchanayo, asal kau akan baik-baik saja nantinya. Sabarlah, apapun yang kau alami.’ Kata Tiffany sambil mengeluarkan eyes smilenya yang sangat mempesona.

Huh, dasar Baekhyun! bukankah sebelumnya dia pernah menyakiti Tiffany. Tapi mengapa hal itu terjadi padaku? Mengapa aku harus menyukainya? Bahkan mencintainya? Apa dia melakukan hal itu pada semua wanita yang menyukainya?! Aku tidak percaya dia benar-benar mencintai Luna! Luna pasti akan sakit hati sepertiku nantinya! Apa maumu Baekhyun?! aku sudah terpenjara dalam cintamu. Bagaimana aku bisa keluar? Hikss…

‘Taeyeon-ah! Kajja!’ saat aku berusaha tidur agar menenangkan hatiku, Kris tiba-tiba menarik tanganku sangat erat. Mau apa dia?! Kris berlari sambil terus memegang tanganku, semua orang melihat kami. Dan, dia berhenti tepat di tengah lapangan. Ini memalukan. Lihatlah, semua orang sudah mengelilingi aku dan Kris. Issh~ apa dia tidak melihat mataku yang sangat sembab ini? Tidak mungkin kan kalau dia akan menembakku untuk kedua kalinya?! Aah~ aku ingin keluar dari situasi seperti ini.

‘taeyeon-ah~’ katanya lembut sambil memelukku.

‘cieee…’ kata segerombolan murid yang mengelilingi kami. Termasuk, Baekhyun. aish!!

‘YA!! APA YANG KAU MAU?!’ bentakku sambil melepas kasar pelukannya.

‘aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu’ jawab Kris dengan santainya. Aku semakin marah.

‘ah terserah kau saja!’ aku bermaksud untuk pergi, tapi Kris menggenggam erat tanganku. Sangat erat. Ini menyakitkan.

‘lepaskan!’ aku berusaha melepas genggamannya, tapi sangat sulit. Dia kuat.

‘santailah~ aku hanya ingin membuat kau tambah bersedih.’ Kris menatap tajam mataku.

‘omona! Kris akan membuat Taeyeon menangis bahagia? Ayo katakana perasaanmu Kris!!’ dukung Luhan yang berusaha berada dalam posisi paling depan. Namun tubuh mungilnya tidak memungkinkan untuk menerobos segerombolan orang.

‘aniya. Aku tidak akan menyatakan perasaanku, apalagi perasaan cinta. Aku sama sekali tidak suka padamu, yeoja jual mahal!’ apa yang dia katakana? Jual mahal?! Sudahlah~ aku tidak mau menangis.

‘mengapa kau diam saja? Menangislah, aku akan sangat bahagia jika kau menangis.’ Kris semakin menatap dan menggenggamku keras. Kurasa air mataku sudah mengalir lagi.

‘baiklah, akan ku mulai. Aku akan memberitahumu tentang Byun Baekhyun.’ mataku langsung melotot ketika mendengar nama itu. Apa maksudnya?

‘m.. mworago? Aku tidak mau dengar’

‘kau harus dengar. Baekhyun, selama ini hanya bersandiwara padamu. Baekhyun bersandiwara agar kau bisa mencintainya, lalu Baekhyun menyakitimu seperti ini.’ Aku benar-benar sangat lemas mendengarnya.

‘apa maksudmu?’

‘itu sudah dengan maksudnya, aku yang menyuruhnya untuk mendapatkan hatimu lalu menyakitimu. Dia melakukan itu semua hanya karna ingin mendapatkan mobilku. Baekhyun-ah! Kemarilah!’ lalu kulihat Baekhyun menghampiri Kris. Air mataku semakin tak terbendung lagi. Kulihat Kris memberikan kunci mobilnya pada Baekhyun. kau benar-benar jahat! Baekhyun-ah! Aku membencimu bocah!

‘kau puas Baekhyun-ah? Aku sih sudah puas dengan terlukanya seorang yeoja jual mahal ini.’ Kris benar-benar puas melihat penderitaanku. Aku hanya bisa menatap Baekhyun dengan tatapan kecewa sekaligus marah. Baekhyun juga menatapku seolah-olah ingin mengatakan maaf. Tapi itu tak berguna. Baekhyun, kau jahat!

Baekhyun, Kris dan orang-orang yang mengelilingiku tadi perlahan-lahan pergi meninggalkan sekolah. sekarang, tinggal aku sendiri. Aku tidak bisa bergerak. Hatiku benar-benar sakit. Dari tadi, air mata tak pernah berhenti keluar dari mata sipitku.

 

Taeyeon POV end

 

Baekhyun POV

Seperti kemarin-kemarin, aku menunggunya di depan gerbang sekolah, mengunggunya agar Taeyeon pulang dengan selamat. Mengapa dia belum juga pulang? Ah Taeyeon-ah~ aku benar-benar bersalah. Jeongmal mianhae.

‘gerimis! Taeyeon belum juga pulang! Eotteokhae?’ aku berbicara sendiri sambil melihat ke atas langit yang sepertinya akan hujan deras.

Benar saja, beberapa menit setelah itu. Hujan mengalir sangat deras. Walaupun aku berada di bawah pohon, tetap saja aku basah kuyup. Taeyeon, bagaimana keadaannya. Ah sudahlah, lebih baik aku mencarinya.

Itu Kim Taeyeon? Dia masih tetap berdiri di tengah lapangan, tubuhnya pasti sudah sangat basah kuyup dan kedinginan. Baekhyun-ah! Dasar kau nappeun namja!

Aku segera berlari menghampirinya, wajahnya terlihat sangat pucat.

‘Noona, gwaenchanayo?’ Tanyaku sambil memegang pipinya yang sangatsangat dingin.

‘shireo!’ katanya sangat singkat, sambil melempar tanganku. Dia pasti sangat marah padaku.

‘Noona, pulanglah. Kau akan sakit jika berlama-lama kehujanan. Ne?’ aku menatap miris matanya. Aku, benar-benar minta maaf. Tapi, aku sama sekali tidak berani mengungkapkannya. Karna sudah jelas dia tidak akan mau memaafkanku yang sudah teralu jahat.

‘aku sudah sakit! Biarkanlah! Kau pergi!!’ Suaranya terdengar samar-samar karena rintikan hujan yang deras, tapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Tatapannya kosong. Ayolah Kim Taeyeon! Aku tak mau kau lebih terluka.

‘tapi kau harus pulang, bagaimana jika orang tuamu mencari?’

‘apa pedulimu? Hikss~’ kini tangisnya semakin menjadi.

‘tentu saja aku peduli, Taeyeon-ssi’

‘Taeyeon-ssi, Noona, Taeyeon-ah. Jangan panggil aku! Aku tidak mengenalmu dan kau juga tak boleh mengenalku!!’

‘mianhaeyo. Jeongmal mianhae, aku menyesal.’ Kurasakan aku mengeluarkan air mata sekarang. Aku berani mengungkapkan permintaan maafku.

‘lalu? Apa yang akan kau lakukan setelah minta maaf? Tidak ada gunanya’ aku mencoba memegang tangannya, tapi dia melemparnya dengan kasar. Lagi.

‘aku, sangat bersalah. Jika kau mau, pukul saja aku semaumu.’

‘aku tidak punya kekuatan untuk itu’ wajahnya semakin pucat. Oh tuhan! Apa yang harus kulakukan. Sedih. Sangat. Aku merasakan apa yang dirasakannya.

‘seharusnya kau jangan mencintaiku, kau terlalu sempurna untuk mencintai seorang namja sepertiku’

‘aku juga tau! Tapi perasaan itu muncul begitu saja! Pergilah!! Kau membuatku tambah merasakan sakit!!! Kaaa!!!!!’ dia berteriak sekarang. Pasrah, sambil terus mengeluarkan air mata aku pergi meninggalkannya. Untungnya hujan, dia tak akan tau aku mengeluarkan air mata. Aku harus berusaha tak peduli. Kim Taeyeon! Bukanlah siapa-siapa. Kau harus tega padanya Baekhyun!

‘BYUN BAEKHYUN! GARA-GARA KAU! NEOTAEMUNE! GARA-GARA KAU AKU KEHILANGAN HARGA DIRIKU. WAJAHKU SELALU MEMERAH, AKU BERTINGKAH BODOH, AKU SEPERTI KEHILANGAN AKAL SEHATKU, AKU SEPERTI GILA, AKU SELALU RINDU, AKU SELALU MENANGIS, HATIKU SELALU SAKIT. INI SEMUA GARA-GARA DIRIMU BYUN BAEKHYUN! AKU MEMBENCIMU! SHIREO!!!!!’ aku mendengarnya berteriak sangat kencang disertai isak tangisnya. Tangsiku semakin menjadi. Langsung aku berbalik dan berlari ke arahnya, lalu memeluknya. Erat, sangat erat. Dia tak menolak, tubuhnya sangat dingin.aku benar-benar merasa bersalah.

‘hikss…hikss…’ isak tangis Taeyeon semakin terdengar.

‘mianhaeyo Noona. Mianhae, ini semua tidak sesuai rencanaku. Seharusnya aku puas melihatmu seperti ini, tapi nyatanya tidak. Aku benar-benar tidak tega melihat yeoja yang sekarang aku cintai seperti ini karna aku. Mianhaemianhae! Jeongmal!’ aku berhasil mengungkapkan semuanya.

‘jangan bersandiwara lagi! Aku sudah tau tipu muslihatmu. Lepaskan.’ Kurasakan tubuhnya sangat lemas. Suaranya pun terdengar sangat pasrah. Dia pasti sangat sakit hati.

‘mianhae. Apa yang harus kulakukan agar sakit hatimu terobati? Aku akan melakukan apapun. Aku tidak bersandiwara lagi. Itu sudah selesai. Aku bersumpah demi cintaku padamu!’ aku semakin mempererat pelukanku.

Kami diam. Cukup lama. Aku merasakan tangannya menyentuh punggungku, ya! Dia membalas pelukanku. Isak tangisnya sudah tak terdengar lagi, kuharap Taeyeon sedikit tenang sekarang.

‘akan ku antar kau pulang’ aku menggenggam tangannya menuju mobil baruku. Dia menerima perlakuanku.

‘Noona, mianhae.’ Kataku saat sampai di mobil. Dia hanya diam, pandangannya masih kosong. Aku segera menyetir mobil yang sudah jadi milikku sekarang.

‘baekhyun-ah.’ Akhirnya dia bicara juga.

‘ne?’ aku tersenyum.

‘turunkan aku disini, sudah tidak hujan.’

‘andwae! Aku akan mengantarmu. Dimana rumahmu?’

‘aku tidak akan memberitahu, turunkan saja aku.’

‘Noona mianhae, aku tau aku salah. Sangat. Keundae, izinkan aku mengantarmu’

‘…’ dia hanya diam. Daripada aku keliling-keliling tanpa tujuan. Aku memutuskan untuk membawanya ke rumahku, ya. Rumahku, bukan rumah orangtuaku. Mereka sudah tiada sejak kecelakaan lima tahun lalu.

‘turunlah Noona, jika kau tak mau memberitahu dimana rumahmu, singgahlah sementara disini untuk menenangkan diri.’ Berhasil. Dia turun dari mobilku, tapi dia bukan berjalan ke arah pintu rumahku, dia pasti berjalan ke rumahnya. Baiklah, ini kesalahanku, aku harus bertanggung jawab.

Aku mengikutinya berjalan, tubuhku dan tubuhnya masih basah kuyup. Aku memberikan jaket tebal yang ada di mobilku tadi, tapi dia malah melepaskan dan menjatuhkannya ke tanah. Terpaksa hanya ku pegang jaketnya.

Jauh. Dimana rumahnya? Apa dia tidak lelah? Ayolah, aku akan menggendongnya jika dia mau, tapi dia pasti langsung menjatuhkan dirinya. Untungnya, tatapannya sudah tidak kosong lagi. Dia melihat seperti biasa, air matanya pun sudah tidak mengalir di pipi mulusnya.

‘terimakasih sudah mengikutiku. Bukankah kau bilang akan melakukan apapun agar aku bisa memaafkanmu? Bernyanyilah bersamaku’ sekarang ku lihat senyum kecil terukir dari bibirnya. Aku merasa sangat lega. Tentu saja aku tidak menolah. Aku dan Taeyeon langsung masuk ke ruang karaoke.

‘aku ingin mendengarmu bernyanyi dulu’ Taeyeon memintaku, tatapannya sangat indah saat ku lihat dia menatap mataku. Aku semakin bersemangat. Aku menyanyikan lagu Tim Hwang yang berjudul Saranghamnida. Taeyeon terlihat terpesona. Dia tepuk tangan saat aku selesai bernyanyi.

‘gomawo Noona, ehmm.. apa kau tidak kedinginan? Kau basah kuyup, Noona. Aku tidak ingin kau lebih sakit lagi.’ Kataku dengan tatapan khawatir.

‘gwaenchana, aku merasa hangat mendengar suaramu. Ternyata kau memiliki bakat bernyanyi yang bagus. Suaramu sangat indah’ Senyumnya terukir lagi. Aku sangatsangat bahagia.

‘tentu saja, aku bernyanyi hanya untukmu, saranghaeyo Noona’ aku memeluknya lagi, sebenarnya aku sangat ingin mencium bibir mungilnya, tapi aku masih belum berani. Aku terlalu banyak bersalah padanya.

‘gomawo telah mencintaiku. Kumohon jangan bersandiwara lagi! Aku sudah sangat mencintaimu, Baekhyun-ah!’ Taeyeon mempererat pelukan kami.

‘jeongmal gomawo Noona. Aku sangat bahagia. Aku tak akan pernah lagi menyakitimu. Bunuh aku jika aku menyakitimu!’

‘tentu! Aku tak akan membakar wajah menawanmu! Haha’ dia tertawa kali ini, aku semakin bahagia. Oh Tuhan. Terimakasih.

Satu jam sudah kami lewati bernyanyi bersama, suaraku dan suaranya terdengar cocok. Pakaian kami pun sudah tidak terlalu basah kuyup. Aku membawanya pulang ke rumahku, dan dia mau. Yes!

 

@baekhyun house

‘Noona, apa kau mau ganti baju? Baju ibuku pasti pas dengan badanmu.’ Kataku sambil memilih-milih baju di lemari ibuku.

‘ehm… baiklah’ aku langsung memberikan pakaian yang kira-kira cocok dengannya. Dan benar saja, dia mengingatkanku pada ibuku saat memakai pakaian itu.

‘oiya, Baekhyun-ah. Kemana orang tuamu? Apa tak apa aku di sini?’ deg! Pertanyaannya membuatku diam.

‘mengapa kau diam saja? Hei bocah! Jawablah’

‘sudah meninggal, hehe sudahlah tidak usah dibahas’

‘ah mianhae, aku tidak tau’

‘gwaenchana Taeyeon Noona…’ aku memeluknya lagi, mencium kening indahnya. Hangat.

‘ah maaf, aku ada telfon.’ Huh, ini mengganggu. Dia mengangkat telfonnya, tapi aku masih ingin memeluknya. Jadi aku memeluknya dari belakang sambil memejamkan mataku. Aku sangat mencintai Taeyeon Noona.

‘yoboseyo appa? Mwo? Kau tak akan pulang? Jadi aku akan sendiri malam ini? Tak bisakan kau menundanya? Aku tak mau sendiri, appa~ jebal… hmmm, baiklah. Kalau begitu, bolehkah aku menginap dirumah temanku? Ahh! Gomapta Appa! Saranghae, sampaikan salamku pada eomma dan eonni yaaa^^ annyeong’ aku melihat Taeyeon kegirangan. Itu yang aku inginkan.

‘mengapa kau sangat bahagia?’ tanyaku, aku melepas pelukanku, lalu menggiringnya duduk di sofa depan televisi.

‘bolehkan aku menginap disini? Hanya untuk mala mini, kok’ aku kaget mendengarnya! Tentu saja!!

‘ah geureom! Joha! Selamanya kau menginap disini bersamaku pun aku mengizinkannya Noona.’ Aku memeluknya lagi, sangat bahagia.

‘ya! Hentikan!! Aku bisa tambah kurus jika kau terus memelukku.’ Aku langsung melepas pelukanku. Alhasil aku dan Taeyeon saling menatap. Lama. Aku memperhatikan sudut-sudut dari setiap wajahnya. Indah. Sangat. Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya. Taeyeon memejamkan matanya, dia pasti tau aku ingin menciumnya, dan dia menerima. Langsung aku mencium bibir mungilnya dengan lembut, cukup lama. Bibirnya indah, aku melumat bibir bawahnya, dia masih menerima perlakuanku. Bahkan dia membalasnya. Aku semakin bersemangat.

Oh Tuhan! Aku ingin terus seperti ini, aku merasakan kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Dengan mantan-mantanku, aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. Kim Taeyeon, gomawo telah membuatku merasakan cinta ini, cinta yang bukan sandiwara. Cinta yang membuatku sangat bahagia. Aku berjanji tidak akan pernah lagi menyakitimu, aku tak akan membiarkan kau terluka dan air matamu jatuh. Aku akan melindungimu.

‘saranghaeyo Baekhyun-ah’ ucapnya disela-sela ciuman kami.

‘nado, saranghaeyo, jeongmal. Chagiya~’ aku semakin terhanyut. Aku sangat mencintanya. Kim Taeyeon.

 

 

THE END

Gimana gimana gimana?

Mohon komentarnya yaaa~

Thanks for reading & comment ^^ Gamsahamnida..

Iklan

21 pemikiran pada “Love Is Not An Act

  1. muaachh muachhh…, kerenn banget thorrrrrrrrrrr…… dapat banget feel nya…., pingin nangis, ketawa, ato apalah…, terusin ya thorr…. 🙂

  2. Wah!!! Keren bnget ffnya.
    Fellny dapet! Cuma d sni kris jahat amat 😥
    Cuma 1 kata buat ff ini!
    D.A.E.B.A.K!
    Fighting thor!!!!

Tinggalkan Balasan ke livy (O̷̴̷̴̯̐ -̮ O̷̴̷̴̯̐) Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s