Hard to love you (Part 1)

cov

Title     : Hard to love you

Author : Han Ahra

Main Cast :

  • Kim Jong In (Kai EXO-K)
  • Yun Ji Yoon (OC)

Support Cast : EXO-K member

Genre : Sad Romance

Rated : PG-13

Length : 2 part

___

Cerita ini karanganku asli loh, FF pertama yang aku buat. Di part 1 ini cerita diambil dari sudut pandang Author semua, Jadi Happy Reading ya! J

___

Aku sudah tau suatu saat ia akan menjadi idola terkenal, tetapi kenapa aku masih mau menjadi pacarnya? Bukankah hubungan ini akan menjadi sulit? Kenapa aku begitu bodoh? Kalau sudah begini bukankah aku harus melepaskannya?

-Author POV-

Tutt…tuut…

“yoboseo, Jong in-a chukaeyo debut mu hari ini benar-benar sukses.”

“ne, gomawo. Apa kau hanya akan mengatakan selamat?”

“Tidak, aku juga akan mengatakan bahwa kau benar-benar keren hari ini!”

“Jinjja? Gomawo. Tapi, kenapa aku tidak melihatmu di barisan penonton?”

“ahh itu, aku minta maaf tadi ada hal mendesak di sekolah jadi aku tidak bisa datang langsung melihat penampilan debutmu,  Mianhae.”

“ Ne, gwenchana. Ji yoon-a mian, sepertinya aku harus menutup telponnya sekarang managerku datang.”

Tuttt…tuutt…tuut…

Seketika sambungan telpon Ji yoon dan Jong in terputus, tidak banyak yang bisa mereka bicarakan. Hanya sebuah percakapan singkat yang sedikit canggung. Ji yoon tidak marah dengan keadaan yang sekarang terjadi. Dia hanya bisa memaklumi hal ini, bukankah kelanjutan hubungan mereka akan berjalan seperti ini. Mereka berdua tidak akan bisa mempunyai banyak waktu bersama, mereka juga tidak akan bisa bergandengan tangan didepan umum, dan yang pasti mereka harus merahasiakan hubungan yang sedang mereka jalani, karna sekarang Jong in adalah idol baru korea, Kai EXO-K.

***

“ umma aku pulang.” Dengan nada datar Ji yoon memberikan salam pada ummanya. Ia berjalan perlahan memasuki rumahnya, terlihat jelas bahwa ia lelah dan tidak dalam mood yang baik. Entah mengapa meskipun ia mencoba memaklumi jarak yang mulai terbentuk antara hubungannya dan Jong in, hatinya tetap terasa sakit.

“ Waeyo? Tidakkah hari ini kau seharusnya merasa senang?” ummanya merasa khawatir dengan keadaan Ji yoon saat ini, sebagai seorang ibu ia sangat mengerti bahwa saat ini ada hal buruk dalam pikiran Ji yoon.

“Umma, apa ini akan baik-baik saja?” Ji yoon duduk mendekat ke arah ummanya. Ia menunddukkan wajahnya yang terlihat sangat lelah.

“ Apa maksudmu? Apa ada masalah dengan hubunganmu dan Jong in?”

“Tidak, hanya saja aku merasa di tinggalkan olehnya. Dia harus terus latihan sebelum debutnya dan sekarang dia akan terus sibuk bersama Groupnya. Apa aku harus putus dengannya?  Umma, ottokhe?” perlahan air mata Ji yoon menetes perlahan lahan, nada bicaranya mulai bergetar. Perasaan Cintanya terhadap Jong In yang sudah lebih dari 1 tahun ia jalani, sekarang perlahan goyah karna keadaan.

“Ji yoon-a, apa kalian benar-benar saling mencintai?” Tanya umma dengan nada lembut sambil mengelus rambut anaknya.

“Aku sangat mencintainya, Umma. Aku benar-benar mencintainya.”

“ Kalau begitu cobalah jalani hubungan ini, kalau kalian benar-benar saling mencintai pasti akan ada jalan terbaik untuk hubungan kalian.” Umma menasihati Ji yoon sambil tersenyum lembut, ia menepuk bahu anaknya untuk memberikan kekuatan padanya. Ji yoon hanya tersenyum kecil mendengar nasihat ummanya sambil menghapus air matanya.

***

Setelah merasa cukup mendapatkan kekuatan dan nasihat dari ummanya, Ji yoon beralih menuju kamar tidurnya, ia meletakkan tasnya di lantai dan melepaskan jas sekolahnya, jas berwarna kuning khas SOPA. Ia duduk sejenak di kursi belajarnya dan menarik sesuatu yang tergantung di lehernya. Sebuah kalung dengan cincin yang tergantung sebagai liontinnya, ia mendekatkan cincin itu dan dilihatnya sebuah tulisan yang terukir di dalam lingkaran cincin itu JI, sebuah inisial untuk Jong in. Ji yoon tersenyum kecil sambil membayangkan wajah jong in yang begitu tampan.

Setelah itu Ji yoon mengambil sebuah kotak kecil yang terbungkus rapi dengan pita cantik diatasnya. Perlahan-lahan Ji yoon membukanya dan mengambil isi dalam kotak itu. Sebuah cincin yang sama dengan milik Ji yoon hanya saja didalamnya bertuliskan JY sebagai inisialnya. Ia berniat memberikan cincin ini sebagai hadiah debut Jong in besok.

Setelah melihat keadaan cincin hadiahnya ia meletakkannya kembali dengan hati-hati dan menutupnya lagi dengan rapi, lalu ia mengambil selembar kertas kecil dan menuliskan sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Jong in.

***

Hari ini jadwal Performance EXO-K benar benar akan sangat padat. Sepagi ini saja mereka sudah berada di gedung KBS untuk mempromosikan lagu mereka di acara music bank. Semua member harus bersiap siap untuk hari yang pastinya akan sangat melelahkan ini. Begitu juga dengan Jong in, di sibuk berlarian kesana kemari untuk mempersiapkan kostum dan dandanannya. Setelah mengenakan kostum panggungnya, ia duduk didepan cermin untuk dipolesi make-up (ini make-up buat cowok loh ).

Sesekali ia mengeluarkan ponselnya dan membuka kotak pesan, menunggu pesan dari ji yoon.  Tapi tidak ada pesan yang datang, akhirnya ia memutuskan untuk mengirimi ji yoon pesan singkat.

‘ Jangan lupa datang ke gedung KBS hari ini, aku ingin kau melihat seberapa kerennya aku. Kekeke ^^’

Tidak berapa lama sebuah pesan datang dan membuat ponsel jong in bergetar. Ternyata sebuah pesan balasan dari Ji yoon.

‘jangan khawatir, aku akan datang. Berikan aku KAI yang paling keren ^^, Fighting!’

Jong in tersenyum kecil melihat isi pesan dari Ji yoon. Beberapa menit kemudian manager EXO-K datang dan memberi tahu bahwa acara akan disiarkan secara langsung sebentar lagi. Para member EXO pun segera menuju backstage untuk menunggu giliran mereka tampil.

Pandangan Jong in terus menuju kerumunan penonton di depan panggung. Matanya mencari-cari Ji yoon . Tidak dipungkiri ia sedikit menghawatirkan ji yoon, mungkin saja ji yoon terhimpit para penonton lain, atau ia terjatuh karna dorongan penonton yang ingin mendapatkan tempat duduk.

Sekarang waktunya EXO tampil, satu-persatu dari mereka naik keatas panggung dan berdiri sesuai formasi. Lampu panggung yang tadinya gelap tiba-tiba bersinar dan lagu MAMA pun mulai memasuki intro.

Careless,Careless, shoot at anymous, shoot at anymous, heartless, mindless no one care about me…

***

Semua member EXO-K sekarang sudah berada di dalam mobil fan mereka karena penampilan mereka di Music Bank hari ini selesai, meskipun masih banyak jadwal lain yang harus mereka kerjakan hari ini. Mereka sekarang sedang menunggu manager mereka datang. Dari kejauhan terlihat sang manager yang sedari tadi ditunggu-tunggu, membawa banyak hadiah dari fans EXO.

“yak! bukakan pintunya.” Teriak sang manager pada member EXO lainnya yang berada di dalam mobil. Chanyeol  yang duduk didekat pintu langsung membukakan pintu.

“ Chanyeol-shi, tolong ambil semua ini!” perintah sang manager pada chanyeol.

“Ne, hyung.” Jawab chanyeol singkat.

“ Waaahh, Daebak! Begitu banyak hadiah disini. Chanyeolie, ayo kita mengambil selca.” Seru Baekhyun tiba-tiba. Chanyeol dan baekhyun pun langsung memasang pose di depan kamera, mereka berfoto dengan berlatarkan hadiah yang mereka dapat hari ini.

Setelah itu Sehun, Kyung Soo, dan Su Ho mengambil salah satu bungkusan hadiah yang menurut mereka paling menarik. Mereka berebut dengan sangat bersemangat.

Tidak begitu dengan Jong in, sementara member lain sibuk dengan kebahagiaan mereka, Jong in malah memikirkan sesuatu tentang ji yoon. Ia heran kenapa tadi Ji yoon sama sekali tidak terlihat. Apa ji yoon berbohong kalau ia akan datang?

“Ohh, Jong in-a…sepertinya hadiah yang ini untukmu.” Teriak Sehun tiba-tiba, saat ia mendapatkan sebuah kotak kecil berpita dengan tulisan TO: KAI EXO dibagian atas tutup kotak itu.

“Benarkah, kau ambil saja kalau kau mau.” Dengan nada datar Jong in memberikan hadiah itu untuk Sehun. Sehun membuka kotak hadiah itu dan mendapatkan sebuah surat didalamnya. Saat Sehun tau siapa pengirim hadiah itu ia mencoba menanyakan lagi pada Jong in, apa dia tetap tidak mau mengambil hadiah ini?

“ Apa kau yakin hadiah ini untukku, ini dari Yun Ji…” Jong in membelalakkan matanya, nama itu adalah nama seseorang yang sangat ia kenal. Dengan cepat ia menutup mulut Sehun yang belum sempat meneruskan perkataannya. Semua orang menengok kearah mereka berdua, dan menatap mereka dengan pandangan seolah bertanya ‘Siapa yang sedang mereka bicarakan?’.

“Aniya hyungdeul. Ini bukan siapa-siapa kalian tidak usah khawatir.”  Jong in mencoba mengalihkan perhatian member EXO lain. Terlihat jelas ia mencoba menutupi sesuatu dari mereka. Ia menarik Sehun ke kursi paling belakang, dan langsung merebut hadiah itu.

“Berikan padaku ini milikku.” Dengan suara pelan dan ketus Jong in merebut hadiah itu dari tangan Sehun.

“Aish, kau ini benar-benar! Sampai kapan kau akan merahasiakan yeojachingumu dari hyungdeul?” bisik Sehun dengan kesal pada Jong in. Sehun memang dari awal sudah mengetahui hubungan Jong in dan Ji yoon, karna mereka berada dalam satu sekolah yang sama.

“Tunggu saja, nanti aku akan memperkenalkan Ji yoon disaat yang tepat.” Jawab Jong in sambil membuka kotak kecil manis itu.

“ Baiklah, selamat menikmati hadiahmu. Aku benar-benar iri padamu!” Sehun beralih pergi menuju kursi dibagian depan, meninggalkan Jong in yang sekarang tampak sangat senang.

Jong in mengambil secarik kertas yang ada didalam kotak itu terlebih dahulu, dan ia mulai membacanya dalam hati.

Saat kau membaca surat ini aku tahu kau sudah mendapatkan hadiahmu. Mungkin kau akan bertanya, kenapa aku tidak langsung memberikan hadiah ini padamu. Umm, hanya saja aku tidak ingin dibedakan dari fansmu yang lainnya, jadi aku selipkan ini diantara ribuan hadiah dari para fans. Isinya tidak istimewa, hanya sebuah sebuah couple ring sederhana. Aku juga punya satu, dan saat aku memakainya aku merasa ada kau disampingku. Entah bagaimana denganmu, tapi aku harap kau juga merasakan hal seperti itu. Mian, kalau kau tidak menyukainya.

-Yun Ji yoon-

“Yak! Yun Ji yoon, kenapa kau selalu membuatku ingin tertawa.” Gumam jong in dalam hati. Lalu Ia mengambil sebuah cincin yang ada dalam kotak itu dan melihatnya dengan teliti, ternyata di lingkaran dalam cincin itu tertuliskan JY (ji yoon). Setelah itu jong in langsung memakainya di jari manisnya. Sekarang kalau kalian tahu, Jong in benar-benar sedang bahagia.

***

“ Sekarang pukul 8.00 malam, apa yang sedang Kai lakukan? Aku rasa setelah melihat penampilan Livenya di music bank tadi aku ingin langsung menjadi fan-nya. Dia benar-benar tampan dan keren.“  Gumam ji yoon sambil memperhatikan foto Jong in yang ia ambil di acara Music bank tadi.

“Kai,Kai,Kai, aku rasa agak aneh memanggilnya begitu. Jong in, jong in, jong in, itu kan jauh lebih baik tau,hehe.” Ji yoon berbicara sendiri di dalam kamarnya. Ia berbaring diatas ranjang sambil melihat-lihat hasil jepretan kameranya. Meskipun amatir, semua foto yang diambil ji yoon memperlihatkan keenam member EXO-K yang tampan.

“Hyaa, ini Byun Baekhyun kan? dia terlihat manis. Waah, kenapa orang ini terlihat begitu tinggi, siapa namanya? oh iya Chanyeol ya. Ini pasti Sehun, dia terlihat lebih dewasa dari biasanya disekolah.” Ji yoon mengomentari setiap foto member EXO-K yang ada dalam kameranya.

Tiba-tiba ia mendengar ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari Jong in. Dengan cepat ia langsung menjawab panggilan yang dari tadi memang ia tunggu-tunggu.

“yoboseo.”

“yoboseo, Ji yoonie. Apa kau merindukanku.”

“ Wahh, Bagaimana ini? Kenapa kau bisa tahu itu?”

“Itu karna…aku juga merindukanmu, nan jongmal bogoshipo. Bagaimana kalau kita bertemu di cafe yang sering kita datangi itu?”

“Baiklah, Tapi apa kau tidak ada acara malam ini?”

“ Kurasa tidak. Umm, Ji yoonie apa tadi kau benar-benar datang ke gedung KBS?”

“Tentu saja, aku kan sudah bilang padamu kalau aku akan datang. Aku ini orang yang  akan menepati apa yang sudah kujanjikan. Hanya saja tadi aku berada di bagian paling belakang, sangat sulit mendapat bagian depan.”

“Syukurlah kau benar-benar datang.  Oh iya, Gomawo untuk hadiahmu.”

“Ooh, kau sudah melihatnya. A…apa kau menyukainya?”

“Tentu saja! “

“Yak, Kai cepat, kita harus pergi ke ruang latihan” Sebuah suara mengacaukan percakapan ji yoon dan Jong in.

“ Mwo?? Apa kita akan latihan lagi hari ini?” Teriak Jong in membalas suara orang itu. Ji yoon hanya terdiam mendengarkan percakapan kedua orang di sebrang sana, dan menunggu apa yang akan jong in katakan selanjutnya.

“Ji yoon-a, Chakaman.”

Tuutt…tuutt…

Tiba-tiba sambungan telpon mereka terputus. Ji yoon merasa kecewa, lagi-lagi percakapan harus terputus ditengah jalan. Ji yoon menarik nafas dan mencoba untuk bersabar, ia menatap layar ponselnya menunggu Jong in menghubunginya lagi.

“Tenanglah Ji yoon, tenang.”

Ponsel Ji yoon berbunyi lagi, ia menatap layar ponselnya sebentar. Lalu menjawab panggilan tersebut.

“ Ji yoon, mianhae. Sepertinya hari ini kita tidak bisa bertemu. Aku harus berlatih untuk penampilan kami besok.”

Ji yoon hanya diam, perlahan air matanya turun tanpa terduga. Tiba-tiba hatinya terasa perih dan hancur. Ia benar-benar ingin bertemu Jong In, sudah lebih dari 2 minggu ini mereka hanya bercakap-cakap singkat lewat sambungan telpon.  Inilah memang yang akan terjadi dan harusnya terjadikan, bagaimanapun Ji yoon harus memahaminya.

“Ji yoon-a, gwenchana?”

“ne, nan gwenchana. Kau pergilah, aku baru ingat hari ini aku harus mengerjakan tugas.” Ji Yoon membuat alasan yang sebenarnya tidak benar, dengan nada bicara yang  terdengar tegar Ji yoon membiarkan Jong In pergi, meskipun hatinya merasa kecewa.

Ji yoon memutus sambungan telpon tanpa berpamitan atau memberi salam pada Jong in. Ia sudah tak tahan lagi untuk membuyarkan tangisannya.

“Yun Ji yoon, kenapa kau menangis? Apa kau tidak menerima hal ini? Kalau tidak terima kenapa kau harus menyukai Kim Jong In? Kenapa kau benar-benar menyukainya?” Ji yoon memarahi dirinya sendiri sambil menghapus air matanya dengan kasar.

Sementara di sebrang sana Jong in merasa sangat bersalah, ia tahu meskipun Ji yoon bilang ia baik-baik saja sebenarnya ia sedang merasa kecewa dan marah.

***

Pagi yang cerah, tidak membuat hati Ji yoon kembali ceria. Kesedihannya masih terbawa sampai pagi ini. Mungkin ini berlebihan, tapi ini benar-benar menyakitkan untuk Ji yoon. Perasaan takutnya kehilangan Kim Jong In lah yang semakin melekat dihatinya dan membuat kesedihannya sulit memudar. Seberapa besar ia mencoba memahami untuk tetap menunggu, lebih besar lagi ia tersakiti.

“Appa, Umma, aku berangkat!” dengan nada datar Ji yoon berpamitan dengan Appa dan Ummanya yang sedang sarapan bersama.

“Ji yoon-a, apa kau tidak mau makan dulu?” tanya Umma Ji yoon. Tapi Ji yoon tidak menghiraukannya ia hanya menggelengkan kepala sambil memakai sepatunya dan langsung pergi begitu saja.

“yak!  Yun Ji yoon, ada apa dengan mu?” Teriak Appa Ji yoon sambil melihat anak perempuannya pergi keluar dari rumah.

“Remaja jaman sekarang sangat sulit dimengerti!” gumam Appa Ji yoon sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

***

Keadaan Ji yoon di Sekolah tidak berubah dari pagi tadi. Ia hanya melamun, dan tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Jong In yang juga berada dadalam kelas yang sama memperhatikan tingkah Ji yoon hari ini, benar-benar tidak seperti biasanya. Dan hal ini membuat Jong in semakin merasa bersalah.

Waktu pulang sekolah tiba. Semua murid berhamburan keluar, begitu juga dengan Ji yoon dan Jong in. Kalian mungkin akan bertanya kenapa Jong in tidak meminta maaf secara langsung dikelas tadi. Itu karna sampai sekarang hubungan mereka masih menjadi rahasia, tidak ada orang yang boleh tau tentang hal ini, karna itu akan berbahaya untuk Ji yoon dan juga karir Jong In yang masih sebagai  Idol Rookie.

hari ini aku akan menculikmu.

Sebuah pesan singkat membuat ponsel Ji yoon bergetar. Sebuah pesan dari Jong In yang bahkan tidak dapat membuat Ji yoon terkejut atau tersenyum karena, suasana hatinya yang masih buruk.

Tidak lama setelah Ji yoon menerima pesan itu, sebuah mobil berhenti tepat di sampingnya. Kaca mobil tersebut turun perlahan-lahan, dan sesosok namja bertopi yang mengendarai mobil itu menatap Ji yoon sambil menunjukkan smirk,lalu membunyikan klakson. Melihat bahwa itu Jong In, Ji yoon memperlihatkan senyumannya yang terlihat agak dipaksakan pada Jong in. Ji yoon masuk kedalam mobil tersebut dan mobilpun berjalan meninggalkan sekolah.

*

“Apa ini yang kau sebut menculik seseorang? Benar-benar tidak menakutkan.” Perkataan ji yoon memecah keheningan yang terjadi selama beberapa menit lalu. Ji yoon memang sedang tidak ingin berbicara apa-apa, tapi dia juga tidak ingin membuat Jong In merasa bersalah dengan terus-terusan berdiam diri.

“ Benarkah? Maaf aku ini masih penculik amatir,Hehe.” Balas Jong in sambil tersenyum lebar untuk mencairkan suasana. Sementara ji yoon hanya membalas dengan senyuman kecil yang datar.

“Apa hari ini kau tidak sibuk? Kita mau kemana?” tanya Ji yoon datar sambil menatap jong in.

“ Kita akan pergi bersenang-senang.” Jawab jong in singkat, sambil tersenyum manis.

“Apa tidak apa-apa? Kau bukankah harus pergi siang nanti, jadwalmu hari ini padatkan? waktu luang seperti ini setidaknya kau harus manfaatkan untuk pulang dan beristirahat dulu?”  Ji yoon menyuruh Jong in kembali untuk beristirahat, sekarang ini Ji yoon sedang tidak ingin pergi kemanapun.

“Kenapa kau berbicara seperti itu, apa kau tidak suka kalau aku mengajakmu bersenang-senang hari ini? Apa kau tidak merindukanku?” Jong in tau saat ini Ji yoon sedang marah padanya, jadi ia mencoba menggoda Ji yoon agar ia tersenyum tapi semua itu tidak dihiraukan Ji yoon.

“Bersenang-senang disaat yang tidak tepat apa menurutmu aku akan menyukainya?” jawab ji yoon dengan nada serius. Rasa kecewanya kemarin malam belum juga pudar sampai saat ini, dan itu membuatnya sangat sensitive. Jadi menggoda Ji yoon dengan perkataan seperti itu sepertinya bukan cara yang bagus bagi Jong In untuk membuat Ji yoon tersenyum .

“ Kalau kau bertanya apa aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu dan aku yakin itu lebih dari kau merindukanku.” Lanjut Ji yoon dengan nada penuh emosi.

“Kau masih bisa bekerja dan bersenang-senang di berbagai acara di televisi dan melupakanku sejenak. Tapi aku, aku hanya bisa menunggumu. Aku merindukanmu sepanjang waktu. Kau bisa bertemu denganku kapanpun kau mau, apa kau berpikir juga bisa bertemu denganmu kapanpun ku mau? Andwe, aku tidak bisa melakukannya.” Air mata Ji yoon perlahan-lahan jatuh, membuat perasaan bersalah  Jong in muncul kembali. Jong in menghentikan mobilnya sejenak.

“Ji yoon-a, Mianhae. Jongmal Mianhae! Aku tidak tahu kau akan sangat terluka karna aku. Aku benar-benar  namjachingu yang tidak berguna.” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Jong In,  sambil berbicara ia menatap Ji yoon yang masih mengeluarkan air matanya.

“Ahh, kenapa aku harus menangis seperti ini didepanmu. Lupakan saja aku tidak apa-apa. Nan gwenchana.”  Kata Ji yoon sambil mencoba terlihat tegar, ia menghapus air matanya perlahan-lahan.

Tiba-tiba suara ponsel Jong In memecah suasana keharuan antara mereka berdua. Ternyata panggilan masuk dari manager EXO-K. Dengan ragu-ragu Jong In memutuskan untuk tidak menjawab panggilan tersebut, ini bukan saat yang tepat untuk meninggalkan Ji yoon sendirian.

“Kenapa tidak diangkat? Sudah kubilang jangan menghawatirkan aku, kalau ini sudah saatnya pergi, pergilah. Lagi pula saat ini aku sedang tidak ingin jalan-jalan.” Seru ji yoon sedikit menahan rasa kesal.

“Aniya, aku sudah berjanji pada diriku untuk membuatmu tersenyum hari ini, Jadi…” Kata-kata jong in terputus ketika suara ponselnya berbunyi lagi. Ia menatap Ji yoon takut-takut sambil memaksakan diri menjawab panggilan masuk dari managernya.

“Hyung, bisakah kau tidak menggangu? Ada apa sebenarnya?”  Bentak Jong in pada managernya.

“Yak, kau ini kenapa? Cepat kembali, kau harus siap-siap untuk menjalani pemotretan!”

“ne,ne, arraso!” Jong in langsung mematikan ponselnya dengan kesal.

“Pergilah, sepertinya aku harus pulang sekarang. Anyeong!”  Ucap ji yoon sambil melambaikan tangan pelan. Dengan cepat Ji yoon membuka pintu Mobil dan keluar. Jong in tidak bisa menghentikan Ji yoon, tidak ada yang bisa ia lakukan selain melihat ji yoon pergi.

Belum terlalu jauh ji yoon melangkah, Jong in keluar dari mobil dan mengejar ji yoon. Jong in menggapai tangan Ji yoon dan menariknya, membawa Ji yoon kedalam dekapannya. Semakin erat dan semakin erat Jong in memeluk Ji yoon, seakan tidak ingin membiarkan yeoja ini pergi meninggalkannya. Begitu juga dengan Ji yoon ia menikmati pelukan Jong in yang membuatnya merasa hangat dan nyaman.

“Ji yoon-a mianhae,jongmal mianhae. Aku akan berusaha lebih kuat lagi agar kau tidak kesepian lagi.” Bisik Jong in pada Ji yoon, dan membuat air mata ji yoon membasahi pipinya lagi.

Jong in melepas pelukannya, dan menatap mata Ji yoon erat-erat. Ia menghapuskan air mata ji yoon dan menyuruhnya berhenti menangis sambil tersenyum, mencoba memberikan Ji Yoon kekuatan.

“ Ji yoon-a, Uljima!”

Ji yoon mengangguk pelan dan berusaha menghentikan tangisannya. Sekarang saatnya mereka berdua berpisah . Lagi-lagi rencana yang batal sebelum terlaksanakan, dan lagi-lagi ji yoon harus menerima ini sebagai resiko mempunyai namjachingu seorang idol.

-TBC-

Hehe, gimana ceritanya? Semoga pada suka deh. Jangan lupa Kritik dan sarannya ya, itu penting loh buat aku sebagai pemula, dan buat part 2 nya biar tambah bagus. Thank You for reading J

4 pemikiran pada “Hard to love you (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s