No Need To Say

No Need To Say

 

Author                  : Adhyra10

Genre                   : Romance

Rating                   : 16+ (Teenage)

Length                  : Ficlet

Main Cast            : Park Chanyeol(EXO)

Support Cast      : –

 

A/N                   : Masih ingat sama aku? Masih ingat sama When You Fall Asleep? Yep itu aku! Ini dia another ff yang aku kirim ke exofanficition! Maaf cerita nya sedikit pendek, namanya juga ficlet hehe. Cerita ini pure pemikiranku. No Bashing and don’t forget to RCL!^^  ++Makasih exofanfiction udah nge-post ff ku lagi! Enjoy the story^^/

no need to say - adhyra10 (1)

~~

“Setiap cerita mempunyai akhir, kita hanya bisa berjalan mengikuti alur untuk mengetahui apa yang ada pada akhir dari cerita tersebut.”

~~

Terakhir kali kami berbicara 4 tahun yang lalu. Kalau tidak salah saat itu aku baru menginjakkan kaki di bangku SMP. Dan sekarang aku berada di bangku kelas 2 SMA.

Dalam kurun waktu tersebut aku bahkan masih menatapnya dengan pandangan yang sama. Dengan perasaan yang sama.

Kami bahkan tidak pernah sekelas lagi. Terakhir kami dalam satu kelas adalah di tahun terakhir ku di bangku Sekolah Dasar. Dan mulai dari situ aku mulai menyukainya. Ah tidak, kata suka itu bahkan telah berubah.

Berbagai cerita cinta mu pernah ku dengar dengan telinga ku sendiri. Tersenyum saat orang lain berbicara. Dan menangis saat tidak ada orang disekeliling ku. Hanya dapat membayangkan pada suatu hari nanti cerita kita lah yang ku dengar. Tapi itu terasa mustahil kan?

Melihatmu tertawa dengan yang lain. Aku hanya bisa bertanya dalam hatiku, ‘Kapan aku yang dapat membuatmu tertawa?’

Kau tahu? Cinta tidak butuh alasan, seperti yang dikatakan orang-orang. Sama hal nya dengan ku, aku tidak mempunyai beribu alasan untuk mencintai mu. Justru kau adalah alasan dari beribu rasa cinta ku. Aih, Tidakkah ini terdengar sangat gombal?

Kau adalah alasan bagiku untuk tersenyum. Bahkan tanpa ku sadari apa yang telah membuatku tersenyum karena mu? Padahal. terakhir kita berbicara 4 tahun yang lalu bukan?

Kau adalah alasan bagiku untuk menangis. Ya, menangisi setiap detik kebodohan ku karena menunggumu.
~


1 Tahun Kemudian.

“Park Chanyeol, telah diterima di Academy of Pilot, America.”

“Seo Richan, telah diterima di Universitas Kyunghee, jurusan Art and Design”

Sampai sekarang pun aku masih belum mengungkapkannya. Entah sampai kapan aku akan memendam semua perasaan yang terlalu dalam ini.

Pada hari keberangkatan Chanyeol ke Amerika pun aku hanya dapat melihatnya dari jauh. Chanyeol seperti mencari-cari seseorang, ia melongokkan kepala nya kesana dan kemari. Aku bertanya-tanya siapa yang ia cari? Aku menunduk sebentar untuk mencari kamera digital di dalam tas selempang yang ku kenakan. Aku ingin memotret nya untuk terakhir kalinya—mungkin. Gotcha! Aku menemukan kamera ku. Setelah menyalakannya aku segera meng-klik tombol ON dan mengarahkan ke arah Chanyeol berdiri tadi. Tapi nihil.

Kemana Park Chanyeol-ku?

Mataku masih tertuju pada layar kamera yang masih siap untuk mengambil gambar nya. Tapi kini mataku telah berkaca-kaca. Ini kah akhirnya?

Aku limbung. Berdiriku sudah tidak seimbang lagi. Aku hampir terjatuh. Kalau tidak ada orang yang menahanku dari belakang.

“Richan-ssi”

Aku sangat hafal suara ini. Walaupun terakhir aku mendengar dengan jelas beberapa tahun yang lalu.

“Park Chanyeol.” gumamku pelan.

Aku langsung berdiri tegak melepaskan tubuhku yang di tahan oleh orang yang belum siap aku tatap secara dekat. Posisiku masih membelakangi dirinya. Belum berani menghadapinya.

Ini penyebab ku tidak pernah maju selangkah pun. Aku tidak berani menghadapinya. Dari jauh saja aku sudah gugup jika kami tidak sengaja bertatapan. Bagaimana secara dekat?

Greb.

Seseorang memelukku dari belakang. Chanyeol?

“Kau datang…” Ucap nya dibelakangku.

“A…aku tidak mengerti ucapanmu, Chanyeol-ssi”

“Aku yakin kau mengerti… Seo Richan, aku memohonmu untuk menunggu ku untuk beberapa saat lagi…otte?”

“Menunggu apa?”

Kini jantung ku tidak bisa berdetak lagi. Aku lemah. Mungkinkah ia merasakan hal yang sama denganku? Ah tidak mungkin! Ini pasti halusinasi ku!

Aku mencubit pipi ku kencang. Sampai meringis kesakitan.

“Yak! Miccheoseo?!”

“Ne, aku gila karena mu, Park Chanyeol.”

 

Iklan

31 pemikiran pada “No Need To Say

  1. Miccheo!
    Wkwk, cuma sedikit, tapi bisa buat aku suka sama ni FF 😀
    ❤ Yeollieee
    *waks u,u

    *dijitakKaiKrisLeeTeukGiKwangDongHoTOP
    #kbanyakan bias xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s