How to forgive me? (Chapter 3)

“… How to forgive me?”

(Part 3)

Author  : @triZa28

Genre   : Romatic, friendship, maybe little comedi ?? hehe

Cast       :  – Lee Yoonhee

– Park Chanyeol

– Xi Luhan

– Do Kyungsoo

– Byun Baekhyun

– Kris

– And others

Note      : This FF is inspired of K-Dramas ‘Reply 1997’. Selebihnya adalah ide saya ^^. Harap dimaklumi kalau ada typo ya.. ^^ Happy Reading and don’t forget to coment !! >.<.

———————————————————-

“Oppa.. benar-benar menyukaiku?”.

Seketika mataku melotot. Niat jahilku sirna sudah. Kakiku bergetar.

A.. apa? Yoonhee bilang apa?

eo, kau berpikir aku berbohong? Aku tak pernah berbohong tentang perasaan. Aku menyukaimu, Yoonhee-ah..”.

Seketika itu juga aku merasa jantungku mencelos. Dengan pelan dan tak bersuara, aku berjalan menuju semak-semak di balik pohon.

Sejak kapan hyung menyukai Yoonhee? Dan lagi.. kenapa dia tak pernah memberitahuku? Beribu – ribu pertanyaan menggema di otakku.

Sejak kapan??!!!

“Baiklah, aku terima..”, suara Yoonhee ini seakan merobek hatiku. Nae first love..

                Nafasku semakin berat. Dadaku menjadi sesak. Inikah yang dinamakan sakit hati?

Seumur hidupku aku hanya merasa sakit hati 1 kali. Sakit hati karena orang tua yang kucintai meninggalkan aku dan kakak ku sendirian di dunia ini. Dan ada 1 luka baru yang menyayat hatiku, yang pertama karena satu-satunya keluargaku, Kris hyung yang tak pernah menceritakan dia menyukai Yoonhee dan sekarang dia menembak Yoonhee?? Ini..benar-benar merobek sempurna hatiku. Inikah keluarga?.

Dan bodohnya aku mengabaikan kata-kata Luhan kemarin, “Kapan kau akan menembaknya? Kau sudah pernah menonton drama-drama? Kalau kau mengungkapkan perasaan terlambat kau akan menyesal, chanyeol-ah..”. dan kata-katamu menag benar Luhan-ah. Aku terlambat dan penyesalan selalu datang di akhir…

——————————————————————————-

D.O dan Baekhyun terlihat sedang tertawa. Sementara Luhan tetap terlihat cool walau hanya sedang membaca buku. Hanya 1 orang yang terlihat acak-acakan, Chanyeol. Dia terlihat kacau dari dalam, dari luar dia masih terlihat normal. Tapi kalau diajak berbicara dia selalu ngawur.

Ya Park Chanyeol!!!”, terdengar suara khas dari balik pintu kelas. Kalau hari seperti biasanya Chanyeol akan berlari dan pada akhirnya mereka akan berlari kejar-kejaran tidak untuk hari ini. Chanyeol hanya diam saja di bangkunya.

“BRAK!”, dan benar saja pintu kelas laki-laki 3-D dibuka dengan keras. Sesosok gadis yang familiar tampak. Gadis itu berjalan mendekati bangku Chanyeol sementara murid laki-laki yang lain berusaha menghindari amukan Yoonhee.

“Kau sekarang pintar mengobral janji, huh?! Kau tak tahu berapa jam aku menunggumu? 4 jam! Aku menunggumu selama 4 jam! Daripada membuatku menunggu seharusnya kau sms aku kalau kau membatalkannya! kau tak tahu betapa bosannya aku menunggumu?!”. dan amarah Yoonhee memang pada puncaknya.

Kalau Chanyeol yang seperti biasa akan nyengir gaje  lalu akan menraktir Yoonhee di kantin sebagai permintaan maaf. Kali ini tidak.

“Maaf, kemarin aku ada janji lain”, jawab Chanyeol singkat tanpa menatap mata Yoonhee. Dia tahu kalau dia menatap gadis itu, luka dalam hatinya pasti melolong lagi.

Yoonhee menatap Luhan yang sebangku dengan Chanyeol. Menanyakan kenapa Chanyeol begitu aneh hari ini lewat bahasa isyarat.

“Chanyeol kemarin bersamaku, dia baru ingat ada urusan denganku..”, jawab Luhan sekenanya. Yoonhee manatap Chanyeol lagi yang sedang menatap bukunya terus.

Ya! Setidaknya minta maaf sambil menatap mataku, babo-ya! dan.. tatap mataku kalau kau benar-benar merasa bersalah! “. Tapi sekali lagi, Chanyeol hanya diam. Berpura-pura tidak mendengar, berpura-pura membaca buku supaya hatinya tak berteriak lagi. Yoonhee menatap Luhan, D.O dan Baekhyun bergantian tapi mereka juga tidak tahu penyebab Chanyeol seperti itu.

—————————————————————————————–

“Kau bertengkar dengan Chanyeol kah?”, Baekhyun menanyai Yoonhee dengan nada menyelidik.

“Itu pertama kali..”,Yoonhee menjawab dengan pelan. “Maksudmu?”,D.O rupanya juga penasaran penyebab Chanyeol seperti itu.

“Pertama kali dia mengabaikanku seperti itu, pertama kali dia tak tersenyum padaku, pertama kali dia berwajah muram seperti itu..”. Luhan terdiam mendengar kata-kata Yoonhee. Kalau dipikir-pikir iya, semarah-marahnya Chanyeol dia tidak akan mencueki Yoonhee selama lebih dari 2 menit. D.O punya buktinya, dia yang menghitungnya waktu Chanyeol dan Yoonhee bertengkar. Dan sekarang jam 4 sore berarti lebih dari 6 jam Chanyeol mencueki Yoonhee dan ini berarti…

“Dia terlihat benar-benar marah. Aku tak pernah melihatnya seperti itu. Bukankah kita menjulukinya ‘happy virus’ karena dia orang yang selalu ceria?”,ujar Baekhyun lagi sambil menatap teman-temannya. Luhan terdiam lagi, berpikir sesuatu. Pasti ada yang terjadi..

“Apa yang terjadi kemarin malam?”, tanya Luhan setelah D.O dan Bakhyun meninggalkan mereka berdua.

Yoonhee terdiam sebentar.

“Kemarin seharusnya Chanyeol menraktirku makan. Tapi dia terlambat, Kris oppa bilang dia ketiduran dan sedang melakukan ‘jadwal’nya di kamar mandi.. lalu.. “. Yoonhee diam tak meneruskan kata-katanya. Terlihat berpikir..

“lalu??”, ulang Luhan.

Terdengar suara helaan nafas berat dari Yoonhee..

“Kris oppa menembakku..”,lanjut Yoonhee terus berjalan tak menyadari jantung laki-laki disampingnya siap meledak saat itu juga. Tak menyadari tiba-tiba hati laki itu yang terbuka lebar, meninggalkan luka yang lebih dalam.

“Dan.. aku menerimanya..”, lanjut Yoonhee lagi yang membuat dada laki-laki itu sesak. Seakan dia lupa untuk bernafas. Seakan dia ingin mati saat itu juga.

“Apa kau pikir Chanyeol marah padaku karena aku tak memberitahunya? Apa dia marah karena itu?”, Yoonhee terus berjalan sambil berbicara tak menyadari langkah kaki laki-laki itu semakin jauh. Akhirnya aku mengerti kenapa kau seperti itu, Chanyeol-ah.. ujar Luhan dalam hati.

——————————————————————–

Hari ini sabtu malam. Hari dimana setelah pengumuman kelulusan.

Ya Lee Yoonhee selamat kau diterima di Universitas Dongkook! Chukahanda! Wahh.. aku tak menyangka gelar murid yang mempunyai rangking hampir selalu dibawah masuk universitas terkenal! Chukae! “.

Ya.. Byun Baekhyun! Kau mau mati huh? Yaa.. kau juga tidak begitu pintar.. kau masuk Universitas Kyunghee gara-gara suaramu! :P”,ucap Yoonhee tak terima. Dan mereka berdua pun berakhir dengan adu mulut.

Yaa.. sebentar lagi kita kuliah kenapa kalian masih bertengkar mulut terus sih? Wae?”,D.O berusaha melerai pertengkaran yang aneh ini. Dia memandang Luhan supaya melerai ke 2 orang di depannya yang berteriak-teriak seperti orang tak punya urat malu. Tapi Luhan diam saja atau tepatnya memikirkan sesuatu.

“Kau memikirkan Chanyeol yang tak datang?”,tanya D.O dan langsung diangguki oleh Luhan. “Chanyeol benar-benar aneh, biasanya dia selalu datang di saat seperti ini, apalagi ini kan moment terakhir kita sebelum berpisah bukan? Apakah dia langsung pergi ke Seoul tanpa pamit?”. Luhan diam, tak tahu apa yang harus ia katakan.

—————————————————————-

“hmm.. eommoni.. igeo mashita!”. Terdengar suara tak jelas karena mulut penuh dengan tteokbokki yang pedas sekaligus panas.  Gadis itu tetap lalap memakan tteokbokkinya walaupun banyak orang yang memandangnya aneh.

Gadis itu memandang keluar kedai sambil memakan tteokbokki sisanya.

“ngg? Itu kan Chanyeol?”, gumamnya pelan. Dengan cepat dia memakan semua tteokbokki yang tersisa, “eommoni, ini uangnya.. khamsahamnida..”, serunya setelah selesai makan kemudian berlari keluar kedai tteokbbokki itu.

Yaa!! Park Chanyeol!!”, teriak gadis itu sambil menarik lengan panjang laki-laki jangkung itu.

Laki-laki itu terlihat terkejut tapi ketika matanya bertemu dengan mata gadis itu..

Matanya kembali dingin..

“Apa?”, tanya Chanyeol acuh tak acuh, gadis itu menyadari perubahan dalam diri Chanyeol.

“Kau masih.. marah denganku?”.

Sejenak laki-laki itu diam. “Kau tak perlu tahu..”, jawab laki-laki itu.

Gadis itu mengangkat salah satu alisnya tanda tak mengerti.

“Kau seharusnya tau aku rangking berapa di angkatan kita dan kau barusan mengatakan kata-kata yang tidak aku mengerti.. jelaskan maksudmu.. kenapa tiba-tiba kau menghindariku?”. Tiba-tiba Chanyeol tersenyum. Senyum yang.. menyakitkan..

neo molla?”, tanyanya lagi dan Yoonhee hanya diam.

“na..

Na…

Na… “

Chanyeol menghirup nafas dengan.. takut..

“Aku.. menyukaimu..

sangat menyukaimu.. “

———————————————————–

Yang penasaran sama lanjutannya angkat tangan!! Hahaha.. Terimakasih buat readers yang udah membaca juga terimakasih buat admin yang sudah memuat ff saya. Saya menunggu koment kalian, readers!! >.<

Iklan

34 pemikiran pada “How to forgive me? (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s