Soulmate (Chapter 11)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

 EXO

 

Part 11: Park Chanyeol / Chanyeol

 

Lee Yong Mi

Aku menatap satu persatu namja di hadapanku ini. Baiklah, Wu Fan dkk telah menjelaskan apa saja kekuatan yang mereka miliki, tapi…

Orangnya yang mana saja?!

Aku tidak tahu yang mana N, Ken, Hyuk, Ravi, Hongbin, ataupun Leo! Menjadi sok keren itu sangat tidak mengenakkan!

N yang berada di dekat Hyura.

Samar aku mendengar suara di dalam kepalaku, suara ini mirip dengan suara… Lu Han?

Hyuk adalah satu-satunya yang berambut pirang disana.

Aku melirik ke arah satu-satunya namja yang memiliki rambut berwarna pirang.

Leo yang berdiri di paling kanan. Ken berdiri di pojok kiri. Ravi yang mempunyai rambut berwarna merah dan Hongbin adalah satu-satunya yang berambut hitam.

‘ Gomawo.’ Batinku pelan. Aku kembali menatap mereka satu persatu, lalu tanganku teracung menuju seseorang.

Pada sosok N.

“ Aku menantangmu untuk bertarung.” Ucapku lantang. N tampak terbelalak, namun dia kembali menunjukkan wajah datarnya.

“ Kau bisa menantangku jika kau berhasil mengalahkannya.” Balas N seraya mendorong Hyura ke arahku. Sorot mata Hyura yang tadinya kosong sekarang berubah menjadi tajam. Dia melesat menyerangku!

Trang!

Aku menghalangi pedangnya yang hampir mengenaiku dengan pedang yang sengaja kusimpan di balik jubahku.

“ Perang dimulai!”

+++

Seluruh anggota EXO dan VIXX terpecah. N berusaha menghindar dari Kai dan Chen yang mengejarnya. Hyuk menggenggam erat pedang di tangannya agar tidak diambil alih oleh Lu Han dengan kekuatan telepatinya, dan Sehun ikut membantu Lu Han dengan menyerangkan angin pada Hyuk. Hongbin berpindah tempat dari satu ke yang lainnya untuk menghindari serangan air dan es dari Xiumin dan Suho. Mereka berdua bekerja sama dengan baik.

Ken berusaha menghindar dari api yang dilempar oleh Chanyeol, dan Baekhyun selalu berusaha mendekatinya agar bisa membutakan mata Ken dengan cara membuat cahaya menerpa matanya secara dekat! Leo mengeluarkan kekuatan anginnya dan hampir mengenai Lay, jika saja Kris tidak segera melindungi Lay dan balas melempar api padanya.

Di balik semua itu, sebenarnya Ravi dan Tao bersama-sama menghentikan waktu dan menjalankan waktu secara berulang kali. Jika Ravi menghentikan waktu untuk menyerang Tao, maka Tao akan menjalankan waktu agar siasat Ravi gagal. D.O tidak dapat melakukan apa pun, karena dia tidak mempunyai kuasa atas waktu.

Pertarungan yang paling seru adalah antara Yong Mi dan Hyura. Mereka saling menyerang dengan pedang di tangan mereka. Bunyi pedang yang saling bertemu terus bergaung di dalam ruangan itu.

“ Hyura, sadarlah!!” ucap Yong Mi seraya menahan serangan Hyura, namun Hyura tidak menjawab apa pun. Yong Mi mendesis. Seharusnya dia menyerang N dan membunuhnya, sehingga Hyura dapat terbebas dari pengaruh N ini!

Namun tiba-tiba saja, seseorang mengibaskan pedang yang hampir mengenai pinggang Yong Mi. Yong Mi segera menghindar, dan dia terkejut karena dia melihat…

Ada banyak Ravi?

+++

Park Chanyeol / Chanyeol

Sial! Salah satu dari mereka menguasai jurus seribu bayangan!

Sekarang aku dan Baekhyun terpisah. Aku harus meladeni Ken yang semakin membabi buta menyerangku ini, sedangkan Baekhyun meladeni kembaran Ravi (?) yang secara tiba-tiba muncul.

Kembaran  Ravi yang menghadapi Baekhyun itu terus menyerang Baekhyun dengan pedang, membuatku tidak dapat berkonsentrasi melawan Ken. Beberapa kali pedang itu hampir mengenaiku, namun aku dapat menghindar sehingga sampai saat ini aku belum terluka.

Bruk!

Seseorang mendorongku dari belakang sehingga aku terjatuh ke atas lantai. Dengan cepat aku menghindar ke kanan ketika Ken mengayunkan pedangnya ke arah kepalaku.

You miss, dude!

“ Sial!” gerutu Ken. Aku segera berangkat dan mengarahkan apiku ke arah kembaran Ravi yang mendorongku tadi. Seketika dia musnah.

“CHANYEOL AWAS!”

Sratt!

Aku terbelalak melihat Baekhyun yang berlari melindungiku ketika aku lengah dan DIA TERKENA SABETAN PEDANG KEN!

“ Mati kau!” umpat Ken dengan mata penuh api membara. Aku menyerangnya dengan apiku, namun… DIA TIDAK TERLUKA?!

“ M-mwoya?!” ucapku tidak percaya. Ken menatap tubuhnya yang tidak terluka sedikit pun akibat apiku, kemudian dia tersenyum sinis dan kembali menyerangku dengan pedangnya.

“ Aku tidak takut lagi denganmu, Park Chanyeol!!”

Tanpa ragu aku segera menghindar dengan menggendong Baekhyun. Andwae, Baekhyun! Kau belum boleh mati hanya karena sabetan pedang namja sialan itu!

“ Laaayyy!!” teriakku memanggil Lay, namun Lay sendiri sedang sibuk melawan kembaran Ravi yang entah keberapa. Aku segera melempar apiku dan mengenai kembaran itu telak! Dia menghilang begitu saja, musnah!

“ Baekhyun terluka?” tanya Lay seraya menghampiriku. Aku mengangguk dan membaringkan Baekhyun di atas lantai. Lay segera mengobatinya, sedangkan aku kembali melawan Ken.

Dia berani membuat Baekhyun, sahabat sejatiku terluka, maka aku akan membuatnya menemui neraka!

Tanpa ampun aku menyerangnya dengan api yang bertubi-tubi. Tubuhnya memang tidak terluka, namun aku mempersulit pandangannya dengan apiku itu.

Trang…

Suara pedang yang terjatuh. Aku melihat dia menjatuhkan pedangnya! Tanpa ragu aku mengambil pedang itu kemudian…

Craakk!!

Aku menusuk tubuhnya! Rasakan ini, Ken!

“ Aaa… Aaa…” gumam Ken seraya memegang perutnya yang kini mengeluarkan darah. Dari dalam mulutnya pun keluar darah. Aku memegang kedua lengannya dan mengalirkan apiku dengan seluruh emosi. Tubuhnya terbakar dan dia musnah! Benar-benar musnah!

+++

Lee Yong Mi

Aku kewalahan! Hyura benar-benar menyerangku tanpa ampun, sehingga aku kehabisan begitu banyak stamina!

Trang!

Pedang yang kupegang terjatuh, karena sebuah pedang yang entah dipegang siapa kini hampir menyentuh leherku.

“ Berhenti semua!”

Sial, suara N…

Hyura berhenti bergerak, begitu pula dengan Wu Fan dkk. Aku sendiri pun tidak dapat bergerak. Jarak pedang itu dengan leherku hanyalah beberapa sentimeter!

“ Jangan menyentuhnya!” bentak Lu Han geram. N justru tertawa sinis dan aku melihat tangannya berada di depan wajahku.

“ Bagaimana kalau aku menyentuhnya?” balas N. Wajah mereka semua berubah pucat. Ini saatnya menggunakan kekuatan barumu, Yong Mi!

“ Yong Mi! Berubah!” teriak Jong Dae. Aku merubah tubuhku menjadi kasat mata. Ya, inilah kemampuan baruku! Aku dapat menghilang!

“ Mwoya?!” pekik N tidak percaya. Aku segera menjauh darinya dan perang kembali berlanjut! Tapi… kondisi berubah drastis!

Dikarenakan Ravi terus menerus memperbanyak dirinya, Wu Fan dkk sekarang menjadi kewalahan. Semakin banyak yang terluka dan itu benar-benar gawat! Pedang yang mereka gunakan itu bukan pedang biasa, melainkan pedang beracun yang akan membunuh setiap vampire secara perlahan, kurang lebih selama 10 menit! Yi Xing telah menguras begitu banyak tenaga untuk terus mengobati yang terluka. Kami kalah jumlah!

Sesuatu yang silau menerpa mataku. Aku menoleh dan melihat cahaya matahari melesat masuk melalui celah-celah jendela kayu ini. Kalau aku membuka jendela ini, maka…

+++

Park Chanyeol / Chanyeol

Menjauh dari jendela sekarang juga! Yong Mi akan membukanya dan membiarkan cahaya matahari masuk!!

Telepati dari Lu Han membuatku segera menghindar dari jendela di dekatku. Yong Mi membuka jendela di dekatnya dan seketika cahaya matahari menyeruak masuk!

“ Aaaaaaarghhh!!”

Satu persatu kembaran Ravi menghilang. Bahkan Leo yang berada di dalam kawasan cahaya matahari itu pun musnah!

“ Mwo?!!”

Aku segera menarik Hyura menjauh, namun tanpa kusangka… Hyura menusukku dengan pedang di tangannya. Tepat di perutku.

“ Chanyeol-ah!!”

Tubuhku ambruk di atas tanah. Rasa sakit menyerangku dengan cepat.

Trang! Trang! Trang!

Samar, aku melihat Yong Mi menyerang dengan cepat. Dia bukannya menyerang Hyura, melainkan menyerang N! Namun Hyuk menghalanginya.

Argh, rasa sakit ini…

“ Chanyeol-ah! Bertahanlah!!”

Suara Yong Mi terdengar. Aku tersenyum tipis.

Selamatkanlah aku, Yong Mi…

+++

Lee Yong Mi

Dia harus dibunuh! DIA HARUS DIBUNUH!

N dan Hyuk menangkis semua seranganku dengan apik, namun aku tetap menyerangnya dengan seluruh emosi yang berada di dalam diriku.

“ Jangan ada yang membantuku sedikit pun!” bentakku pada yang lain. “ Urusi saja yang masih ada disana! Biarkan aku yang membunuh dia!”

“ Memangnya kau yakin kau bisa membunuhku?” tanya N dengan sinisnya. Aku sangat marah. Benar-benar marah sekarang…

Blar! Blar!

Ledakan terjadi entah dimana, dan aku mengeluarkan api dari tangan kiriku. Api itu mengenai Hyuk dengan telak. Dia mati seketika.

“ Sekarang hanya tinggal kau, N… KEMBALIKAN SAUDARAKU, BAJIN*AN!”

SRAATT!!

Pedangku melukai pinggang N.

SRAT!

Kali ini bahunya.

SRAATTT!!

Lehernya.

CRAKK!

Aku menusuk perutnya tanpa ampun, dan dia pun musnah! N musnah di tanganku!

Tubuhku ambruk seketika. Aku hampir jatuh ke atas tanah jika seseorang tidak menahanku.

“ Kau sudah berjuang, Yong Mi… Beristirahatlah…”

Suara Lu Han…

+++

Park Hyura

Ini sangat menyeramkan.

Disaat kau sadar, kau menghadapi kenyataan bahwa kau hampir membunuh saudaramu.

Dan orang yang paling tidak kau inginkan yang menolongmu.

Terlalu menyeramkan, bukan?

“ Bagaimana keadaan Chanyeol oppa?” tanyaku pada Kai oppa.

“ Dia baik-baik saja. Sebentar lagi dia pasti siuman, chagi…” jawab Kai oppa seraya tersenyum. Aku benar-benar merasa bersalah pada Chanyeol oppa.

“ Aku ingin melihatnya oppa!” ucapku, namun Kai oppa justru menahanku.

“ Chanyeol hyung belum sadar, Hyura. Lebih baik kau menunggu sampai dia sadar saja…” ucap Kai oppa. Aku menghela nafas.

“ Arasseo, oppa. Tolong panggil aku jika Chanyeol oppa telah sadar.” Ucapku pelan. Kai oppa mengangguk. Aku pun berjalan kembali ke kamarku.

+++

Kriet…

Yong Mi membuka pintu kamar Chanyeol perlahan. Setelah memastikan bahwa tidak ada orang di dalam, dia segera masuk dan segera menutup pintu itu.

Kakinya melangkah menuju sisi tempat tidur Chanyeol, kemudian dia berhenti. Yong Mi menatap wajah Chanyeol lama.

“ Semoga kau cepat sadar, Chanyeol-ssi.”

Dan secara perlahan, Yong Mi mendekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol. Kemudian, dia mengecup bibir Chanyeol pelan.

Tanpa Yong Mi ketahui, mata Chanyeol terbuka seketika ketika Yong Mi menciumnya.

“ Yong Mi-ah…”

Seketika Yong Mi terbelalak. Dia berniat menjauhkan wajahnya dari Chanyeol, namun Chanyeol justru menahan tengkuk Yong Mi dan melumat bibirnya.

“ Cha, Chanyeol-ssi…”

Yong Mi dapat merasakan bahwa Chanyeol menggigit bibirnya, membuat dia membuka mulutnya secara reflek dan lidah Chanyeol menelusup ke dalam. Selain itu, Yong Mi juga merasakan sesuatu melesak ke dalam tenggorokannya.

“ Darah…?” gumam Yong Mi pelan. Chanyeol mengangguk dan dia menghisap darah dari bibir Yong Mi, hasil gigitannya tadi. Mereka bertukar darah, dalam kondisi dimana mereka sedang berciuman… Hal ini mengingatkan Yong Mi akan apa yang Chen lakukan dulu.

Flashback

“ Dengan bertukar darah, maka kita saling memperkuat diri?” tanya Yong Mi yang dibalas anggukan Chen. “ Jadi maksudmu…”

“ Mungkin dengan kita bertukar darah, maka kita dapat lebih kuat untuk melawan mereka, Yong Mi-ah.” Potong Chen. Yong Mi sedikit bergidik mendengarnya.

“ Tapi… aku sedikit takut…” ucap Yong Mi jujur. Chen mengernyit.

“ Takut? Takut kenapa?” tanya Chen. Yong Mi menundukkan kepalanya.

“ Rasanya… menyakitkan…”

Chen terdiam, lebih tepatnya terpana melihat wajah Yong Mi. Entah kenapa, dia merasa bahwa dia harus… melindunginya. Melindungi seorang Yong Mi.

“ Mendekatlah.” Ucap Chen pelan seraya tersenyum. Yong Mi mendekatinya perlahan, dan secara tiba-tiba Chen menariknya ke dalam dekapannya dan mencium bibirnya. Yong Mi terbelalak. Dia ingin menolak, namun Chen mendekap tubuhnya dengan sangat erat.

“ Percayalah padaku. Aku akan membuat semuanya menjadi cepat dan rasa sakitnya pun akan cepat menghilang. Kau percaya padaku?”

Yong Mi hanya dapat mengangguk. Dari hatinya yang terdalam, dia berusaha mempercayai Chen. Dan akhirnya, mereka saling bertukar darah dengan cepat.

Flashback Off

Chanyeol pun melepaskan ciumannya dari Yong Mi. Dia mengusap rambut Yong Mi dengan penuh kasih sayang.

“ Gomawo, Yong Mi-ah.”

Yong Mi hanya memberikan senyumnya.

TBC

Iklan

63 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s