He’s Back (Chapter 2)

KaiHyo Story:

He’s Back [2.2]

Author             : Inhi_Park (@Inhi_Park)

Main casts       : Lee Taemin, Kim Hyora, Kim Jongin a.k.a. Kai

Support casts   : Lee Jieun, Kim Jaebum

Length             : Twoshots

Genre              : Romance, Fluff, Friendship

Rating             : PG-13

He's Back

(Author’s side)

“Hei, coba lihat namja itu…”

“Ah… dia imut sekali…”

“Kira-kira dia siapa ya? Apa dia mahasiswa disini juga?”

“Aigo… Kyeopta…”

Beberapa mahasiswi terlihat saling berbisik saat melewati area parkir dimana disana seorang namja dengan rambut cokelat kemerahan dan kacamata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya tengah duduk di atas kap mobil hitamnya sambil memainkan ponsel. Pakaian semi formal yang ia kenakan membuatnya terlihat semakin tampan.

Taemin, nama namja itu, melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya lalu kembali fokus pada ponsel yang ia genggam. Tak lama setelahnya, ia menempelkan benda kotak tipis itu ke telinga kanan dan mulai berbicara.

Selang hampir 10 menit, sorang gadis dengan rambut cokelat keemasan sepunggung berjalan menghampirinya.

“Sudah ku bilang, telpon aku sebelum kau sampai, jadi kau tidak perlu menunggu lama Oppa…” Kata Hyo yang baru saja sampai di hadapannya.

“Aku memang baru sampai.” Jawab Taemin. Namja itu kemudian bergerak turun dan berjalan ke sebelah kanan mobilnya lalu membukakan pintu untuk Hyo.

“Lain kali cari tempat yang tepat jika berniat berbohong.” Sambung Hyo sambil menunjuk ke atas. Tepatnya ke sebuah jendela yang bisa dengan mudah memberi akses pada orang-orang di ruangan itu untuk melihat ke tempat mereka berada sekarang. Dan itu adalah ruang kelas Hyo.

Taemin yang tertangkap basah telah berbohong itu hanya bisa mengangkat bahu sambil tersenyum.

Keduanya berlalu seiring dengan berjalannya mobil yang membawa mereka pergi dan menyisakan sepasang mata yang menatap tajam kearah mobil hitam itu.

Kai. Namja itu mematung tepat di depan gerbang gedung perkuliahan Hyo. Dan emosinya seketika mendidih saat ia, dengan mata kepalanya sendiri, menyaksikan Hyo pergi bersama namja yang dulu pernah menaruh hati padanya. Taemin.

“Kai-gun…” Jaebum menghampiri Kai yang masih membatu.“Kau sedang lihat apa?” Tanya Jaebum yang kemudian mengikuti arah pandangan Kai.

“Jaebum, aku pinjam motormu sebentar.”

Tanpa menunggu jawaban dari namja kurus itu Kai langsung menyambar kunci motor dari tangannya lalu berlari menghampiri motor hijau yang terparkir tidak jauh dari sana.

“Ya! Mau kau bawa kemana motorku?” Teriak Jaebum.

“Aku ada perlu sebentar.” Kai menjawab sekilas, lalu menggas motor yang di kendarainya kencang hingga motor itu melesat, menyisakan gemuruh yang cukup memekakkan telinga dan lalu di susul dengan omelan Jaebum, sang pemilik.

“Ya! Kai… Hati-hati… Jangan ngebut begitu. Ya Kai!”

Kai memutar gas dalam-dalam. Ia membawa motor sport milik Jaebum meliuk-liuk di jalanan melewati beberapa kendaraan yang menghalangi usahanya untuk dapat menyusul Hyo. Dan sepertinya kelihaian Kai dalam mengendarai motor, hasil dari hobi balapnya dulu, sama sekali belum berkurang. Buktinya, dengan mudah ia dapat menyusul mobil hitam yang membawa Hyo pergi.

Mobil itu berhenti di depan sebuah toko bunga. Taemin terlihat keluar dari dalam mobil, disusul oleh Hyo yang keluar melalui pintu yang satunya.

Keduanya berbalik saat terdengar suara motor yang berderu keras. Dan dapat di tebak, 2 orang itu menunjukkan ekspresi wajah yang sama. Kaget luar biasa.

(Hyora’s side)

Jantungku rasanya berhenti saat itu juga ketika bisa kulihat Kai menghentikan motornya tepat di belakang mobil Taemin oppa. Aku tahu dia marah. Wajahnya menggambarkan itu dengan sangat jelas.

Ia berjalan kearah kami dengan mata yang menatap tajam pada namja yang berdiri di sampingku dan tangan yang terkepal kuat.

“Kai…” Pekikku.

Aku melangkah berusaha menghalangi Kai yang semakin mendekat. Namun percuma, ia terus berjalan melewatiku lalu…

“Kai…!”

Aku menjerit saat tubuh jangkung kurus itu terjungkal setelah sebuah tinjuan berhasil mendarat di wajahnya. Kai memukul Taemin oppa tepat di pipi kirinya.

“Kai hentikan…” Aku meraih lengan kanan Kai berusaha menghentikannya yang berusaha menjangkau Taemin oppa barusaja berdiri kembali.

“Kaaaii…”Jeritku lagi.

Akhirnya Kai menghentian gerakannya dan kini ia menatap tajam kearahku. “Apa? Kau mau membelanya?” Tanyanya sinis.

“Tidak, tapi…”

“Kau mau bilang kalau aku salah paham dan ini bukan salahnya.” Lanjutnya. Dan perkataannya itu sangat menyudutkanku.

“Kai…” Tegurku lagi.

“Apa???”

Aku tersentak saat suaranya meninggi. Kai membentakku.

Ini pertama kalinya Kai melakukannya padaku setelah kami resmi menjalin hubungan kasih. Dan kau tahu rasanya? Rasanya sakit sekali.

Tanganku bergerak cepat menghapus setetes airmata yang sempat mengalir. Dan tanpa berucap sepatah katapun, aku berbalik lalu meninggalkan tempat itu. Aku sudah tidak ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya.

(Author’s side)

Taemin memandang punggung Hyo yang semakin lama semakin menjauh sementara Kai tertunduk, masih dengan emosi yang meluap-luap.

“Op…pa…?” Suara merdu seorang yeoja membuat keduanya menoleh kearah suara itu berasal.

Seorang yeoja mungil dengan rambut panjang bergelombang berlari menghampiri dua namja yang beberapa saat yang lalu sempat adu pukul itu.

“Oppa…!” Ia berkata sambil meraih wajah Taemin yang agak sedikit memar.

“Jieun-ah…” Taemin nampak kaget saat melihat gadis yang kini berdiri di hadapannya.

“Oppa kau kenapa?” Tanya gadis bernama Jieun itu sambil menatap Taemin dengan tatapan khawatir. Tidak lama, pandangannya beralih pada Kai yang masih mematung menyaksikan sepasang manusia di depannya. “Ya! Kau apakan pacarku hah?” Tanya Jieun dengan nada tinggi.

Sejenak Kai mematung, mencoba memproses kata-kata yang keluar dari mulut yeoja itu. “Pacar?”Bukan menjawab, justru Kai malah balik bertanya.

“Iya. Pacarku.” Jabab gadis itu sedikit ketus. “Kenapa kau memukulnya hah?” Tanyanya lagi.

Kai menatap Taemin, mengharap ada penjelasan atas semua ini.

“Kai-ssi… Kau benar. Kau memang salah paham.” Tutur Taemin akhirnya.

<><><>

Dua namja tampan dan seorang yeoja cantik duduk bersama di salah satu meja café. Taemin, satu dari dua namja tampan itu, duduk berdampingan dengan Jieun, kekasihnya.

“Aku minta maaf karena meminta tolong Hyo tanpa memberitahumu lebih dulu.” Kata Taemin. “ Dan perkenalkan, ini Jieun, pacarku.” Ia melanjutkan perkataannya sambil menggenggam lengan kanan Jieun yang terletak di atas meja. “Hari ini ulang tahunnya. Aku sengaja datang dari Jepang agar bisa memberinya kejutan di hari ulang tahunnya ini.” Namja itu mematrikan pandangannya kedalam manik mata gadis manis di sampingnya itu.

“Oppa…”Gumam Jieun saat ia menyadari bahwa secara tidak langsung semua yang terjadi adalah semata-mata karena Temin ingin memberikan sesuatu yang istimewa untuknya.

“Aku meminta Hyo untuk membantuku menyiapkan kejutan. Ia membantuku memilihkan hadiah dan menyiapkan tempat ini.”

Selama Taemin menuturkan kebenaran di balik kesalah pahaman yang terjadi, Kai hanya bisa terdiam, mendengarkan dengan seksama dan semakin lama semakin menyesali perbuatannya yang selalu dengan mudah terbawa emosi.

“Sebenarnya aku berniat memberitahukanmu tentang ini, tapi Hyo bilang kalau kau sedang sangat sibuk dengan pertunjukan teater yang akan kau gelar minggu depan dan Hyo tidak ingin membuatmu khawatir karena dia yakin bagaimanapun juga kau tidak akan tenang kalau aku mengajaknya pergi dengan alasan apapun. Dia tidak ingin mengganggu konsentrasimu.”

Rasa sesal dalam hati Kai semakin bertambah saat ia menyadari betapa Hyo sangat peduli padanya sampai ia benar-benar memikirkan apa yang terbaik untuknya. Sementara apa yang ia lakukan pada Hyo pasti membuat kekasihnya itu terluka.

“Dan satu lagi.” Tambah Taemin. “Alasan kenapa aku minta Hyo yang membantuku adalah karena Jieun ini adik dari Jinki hyung, suami kakak sepupunya Hyo (#Kalo bingung, silakan kunjungi KaiHyo Story: Uri Aegi). Dan aku tahu kalau mereka ini cukup akrab, jadi aku yakin kalau Hyo bisa membantuku.”

Kai tak habis pikir dengan kenyataan yang baru saja di paparkan Taemin. Semuanya seolah jelas sekarang. Ini hanya benar-benar kesalahpahaman.

“Sekali lagi aku minta maaf Kai…” Kata Taemin kemudian.

Kai Menatap Taemin, namun bukan dengan tatapan tajam seperti sebelumnya. Ia justru merasa sangat malu pada namja yang sedikit lebih tua darinya itu.

“Ani. Aku yang seharusnya minta maaf,” Jawabnya.

<><><>

(Taemin’s side)

“Jadi yang barusan itu pacarnya Hyo?”Tanya Jieun.

“Emh…” Aku mengangguk pelan. Kini hanya tinggal aku dan Jieun disini. Kai barusaja pergi. Ia masih harus mengusuri persiapan pertunjukkan teater katanya. “Oh iya, kenapa kau ada di sekitar sini? Gagal deh rencanaku membuat kejutan untukmu…” Sungutku saat tersadar kalau Jieun sudah mengetahui semua rencanaku.

“Oppa… Kau masih saja memikirkan urusan kita.” Katanya sambil menekankan kapas yang sedang ia gunakan untuk mengobati luka di pipi kiriku.

“Aww… Appoyo.” Aku meringis karena pipiku terasa semakin sakit. “Kau ini kenapa?” Tanyaku kemudian.

“Memangnya kau tidak merasa bersalah membuat Hyo bertengkar dengan pacarnya?” Tukas Jieun yang langsung membuatku terpaku.

“Emh… benar juga.” Gumamku. “Tapi aku bisa apa?” Tanyaku putus asa.

“Ish… Sini, ku bisikkan sesuatu…”

Ditariknya tubuhku semakin mendekat kearahnya, dan dengan sangat hati-hati ia menjelaskan sesuatu padaku.

<><><>

(Jieun’s side)

“Kai…”

Aku dan Taemin oppa baru saja tiba di sebuah gedung pertunjukan yang katanya akan jadi tempat pertunjukan teater yang akan digelar oleh Kai. Namja yang namanya di panggil oleh oppaku itu nampak kaget dengan kehadiran kami. Ia berjalan mendekat setelah sebelumnya memberikan pengarahan untuk melakukan sesuatu pada beberapa rekannya.

“Kai-ssi… Dengarkan aku…”

Setelah Taemin oppa menjelaskan alasan kedatangan kami ke tempat ini, kini giliranku untuk menjelaskan rencana yang sudah kami –aku dan Taemin oppa- buat.

“Tapi…” Namja itu mencoba membantah semua yang kukatakan. Tapi Taemin oppa berhasil membantuku untuk meyakinkannya.

“Sudahlah, terima saja…” Katanya.

“Lalu kalian?” Tanya Kai.

Aku dan Taemin oppa sempat saling menatap sejenak, lalu tersenyum. “Kau lebih memerlukannya.”Sahutku sambil menepuk lengannya.

Kai tersenyum sungkan lalu mengangguk.

“Sudah cepat pergi sana… selesaikan urusanmu. Sisanya serahkan pada kami.” Ujar Taemin oppa.

Namja yang kalau dilihat-lihat sedikit agak mirip dengan kekasihku itu berjalan meninggalkan kami. Namun saat jarak kami belum begitu jauh, ia terlihat membalikkan badan. “Gamsahabnida… Jeongmal.. Gamsahabnida…” Katanya sambil berteriak.

Taemin oppa menggenggam tanganku erat. Kami berjalan meninggalkan ruang aula dan berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.

“Kau serius tidak apa-apa?” Aku menoleh pada namja yang sedang memandangiku itu.

“Emh…” Anggukku. “Lagipula kau disini kan. Bisa merayakan ulang tahun denganmu saja sudah sangat membuatku bahagia oppa.”

Tangannya terulur lalu mendarat di puncak kepalaku. Ia masih ingat kalau aku sangat senang saat ia mengelus kepalaku.

“Ngomong-ngomong sejak kapan kau di Korea?” Tanyaku.

“Eung… sudah 4 hari.” Sahutnya.

“Hah… Sudah selama itu…” Aku menghentakkan lenganku sehingga tautan kami terlepas.

“Ya, Jieun-ah… dengarkan aku…”

Aku berjalan cepat meninggalkan Taemin oppa yang mencoba membujukku. Bibirku mencoba menahan tawa yang hampir meledak. Aku tidak benar-benar marah padanya, hanya senang saja melihatnya seperti ini… kekeke~

<><><>

(Hyora’s side)

Aku terduduk sambil menyandar di headboard tempat tidur dengan laptop kesayanganku yang menyala di atas pangkuanku. Dengan susah payah berusaha memusatkan konsentrasi pada paper yang sedang ku kerjakan demi mengalihkan ingatanku pada hal-hal mengesalkan yang terjadi hari ini, namun semuanya sia-sia. Dalam otakku masih terbayang bagaimana Kai membentakku tadi. Dan di dalam sini, di dalam hati ini, aku masih merasakan sakit di dalam sini.

Aaaarrrggh… Kai menyebalkan

~Drrrrttt~

Nama Jieun tertera pada layar ponselku. Ada apa dia menghubungiku? Gumamku dalam hati.

“Yeobuseo…”

“Hyo…”

“Jieun?”

Entah apa yang terjadi padanya dan Taemin oppa, yang jelas tadi ia menelponku sambil terisak dan memintaku segera menemuinya. Dan sekarang aku sedang dalam perjalanan ke restaurant tempat mereka berdua merayakan ulang tahun Jieun.

<><><>

(Kai’s side)

Aku masih tidak yakin dengan yang kulakukan. Mataku melirik jam tangan di pergelangan kiriku. Masih tersisa sekitar 10 menit, aku yakin itu waktu yang cukup untukku menghentikannya sebelum semuanya terlambat. Namun sayang hatiku sedang tidak mau diajak bekerjasama karena kenyataannya kini aku masih setia, duduk manis, di salah satu meja di sudut sebuah restaurant mewah, menunggu kehadiran seseorang.

“Hyo…” Aku segera berdiri saat melihat sosok itu mematung tak jauh dari tempatku saat ini.

Ia jelas terlihat kaget dan bingung karena melihatku di tempat yang seharusnya ditempati oleh Taemin dan Jieun. Aku menyambut Hyo yang kini berjalan menghampiriku dengan wajah yang sangat dingin. Jujur, aku lebih suka dia menceramahiku panjang lebar dengan suara cemprengnya daripada melihatnya diam seperti ini.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan suara datar.

Aku berusaha meraih lengan kanannya, namun segera di hempaskan olehnya.

“Mianhae…” Kataku sambil tertunduk. “Jeongmal mianhae…”

Aku memandangi ujung sepatuku, juga Hyo, dalam diam. Gadis itu tak bergeming. Masih mematung di hadapanku tanpa sedikitpun merespon ucapanku tadi.

“Kenapa kau diam saja?” Tanyaku. “Kau benar-benar marah padaku?” Hyo balas menatapku dengan mata yang agak memerah.

“Emh…” Gumamnya mengiyakan.

Aku menghela nafas setelah menerima pengakuan kalau ia benar-benar marah padaku. Sekali lagi ku coba untuk menggenggam lengannya dan kali ini ia tidak menolak. “Kau marah karena aku memukul namja bernama Taemin itu?” Tanyaku lagi.

Seketika ia menghentakkan lengannya dan membuat genggamanku terlepas. “Kau selalu begitu…” Katanya.

“O… Oke…” Aku sedikit panik, takut ia marah lagi. “Aku sungguh-sungguh. Aku minta maaf. Harusnya aku mendengarkan dulu penjelasan dari kalian tadi.” Kataku tertunduk.“Harusnya aku bisa menahan emosi dan tidak main pukul seperti tadi. Iya… Aku…”

“Aku hanya ingin kamu percaya padaku Kai…”

Tak sempat aku menyelesaikan perkataanku, tiba-tiba Hyo menabrakkan tubuh mungilnya ke dadaku. Ia memelukku erat.

“Sampai kapanpun aku hanya menyayangimu, Kai…” Katanya. Terdengar pelan karena ia bicara dengan tidak melepaskan pelukannya dariku. “Aku tidak mau kau meragukanku seperti itu.” Katanya lagi.

Aku menghirup wangi rambutnya yang khas sambil mengelus-elusnya sayang.“Emh… Iya, aku tahu.” Perlahan tapi pasti, aku merasakan rasa hangat yang menjalar dalam dadaku. “Aku mempercayaimu.” Ini jelas berasal dari rasa bahagiaku karena memiliki seorang Hyo yang sangat menyayangiku. “Aku sangat mempercayaimu, Hyo.” Kataku lagi. “Maafkan aku…”

Kulonggarkan pelukanku pada tubuhnya, sedikit memberi jarak agar aku bisa menatap wajahnya.

“Dan terimakasih sudah sangat memahamiku.”

Ia tersenyum manis. Rona merah yang menghiasi wajahnya membuat Hyo terlihat semakin cantik.

“Nan jeongmal saranghae…” Bisikku sambil kembali menariknya kedalam dekapanku.

“Tunggu…” Tiba-tiba Hyo menarik tubuhnya dariku.“Bukannya ini tempat yang di pesan Taemin oppa untuk candle light dinner dengan Jieun?” Tanyanya kemudian

“Tempat ini milik kita.”

Lagi. Aku mendekapnya dan kali ini lebih erat dari sebelumnya. Aku ingin membayar semua waktu yang sudah kulewatkan tanpanya belakangan ini.

“Taemin menyerahkannya sebagai permintaan maaf karena telah meminjammu tanpa izinku beberapa hari lalu.” Jelasku. Aku tahu kalau Hyo masih berpikir mengenai pertanyaannya yang tadi.

“Benarkah?”

Semakin kueratkan lagi dekapanku saat ia beeusaha melepaskan diri dari pelukanku saat bertanya tadi. Dan sebagai jawaban untuknya, aku hanya mengangguk sambil menggumam pelan.

“Wae???” Tanyanya. Aku senang dia sudah kembali menjadi Hyo yang sedikit cerewet.

Aku hanya tersenyum walau aku yakin Hyo tidak melihatnya. “Dia memang teman yang baik.” Kataku.

Baiklah, satu hal yang barusaja ku pelajari. Hubungan apapun, asal didasari dengan kepercayaan, pasti bisa berjalan dengan baik.

<>THE END<>

 

Author’s talk:

Well… akhirnya cerita mereka kali ini selesai sampai disini (?) hehe

Sekali lagi, Makasih buat readers yang udah nyempetin baca karya author gaje ini…

Semoga ada kesempatan ketemu di karya author yang lainnya… ^^

Makasih… n_n

Iklan

12 pemikiran pada “He’s Back (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s