Love Sick

Author : @bellasallsa

Genre   : 15

Cast:    – Kris

– Im Na Hyun

Other Cast :

– Sung Yeon Ah

– EXO members

Ini Song Fict dari Love Sick – TaeTiSeo. Jadi, (nggak wajib, sih) dengerin lagunya TaeTiSeo – Love Sick. ini terinspirasi dari lagu mereka :DD. Comment sangat diperlukan 🙂 please do not plagiat and don’t to be silent readers. salam damai! *bow bareng Kris* ^^

It was the first time feeling like this
My entire heart has been taken from me
What do I do? What should I do?

     Na Hyun menatap Kris yang sedang membaca buku sambil mendengarkan lagu di bawah pohon yang besar itu. Dengan posisi duduknya yang menyender sempurna di pohon itu, membuatnya semakin lebih tampan. Siapa yang tidak terpesona dengan Kris? Seorang namja tampan yang terlihat begitu cool. Dan Ji Hye seharusnya beruntung, karena dia adalah sahabat namja itu

In front of you, I become ice
I ruin it all with good-for-nothing words
You might have thought that I was stupid
Why did you make me like this

     Na Hyun berjalan mendekati Kris dengan bukunya yang agak berat itu. Tangannya mulai mengeluarkan keringat dingin. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya saat menatap Kris. Walaupun status mereka adalah ‘sahabat’, Na Hyun tetap selalu merona saat Kris menatapnya, apalagi tertawa karenanya.

     Tak sadar, Na Hyun telah berada di depan Kris. Pria itu melirik kaki Na Hyun, lalu mendongak sambil menutup bukunya. Kemudian melepaskan headphonenya. Inilah saat yang Na Hyun benci. Ia sangat gugup.

     “Ada apa, Na Hyun-a?” tanya Kris lalu tersenyum. “Ah, kau mau memintaku untuk membantumu mengerjakan tugas dari Jung saem lagi?” katanya lagi sambil melirik buku bawaan Na Hyun.

     Na Hyun menggeleng cepat. Bukan itulah yang ia inginkan. Saat di kantin tadi, ia telah mantap akan mengatakan perasaannya kepada Kris. Tetapi mengapa sekarang malah ia gugup untuk mengatakannya?

     Perlahan, senyum Kris memudar melihat gelengan dari Na Hyun. “Jika bukan itu, lalu, apa?”

     Apa? Itupun masih dalam benak Na Hyun. Apakah jika ia mengatakan perasaannya, Kris akan tetap menjadi sahabatnya? Akan dekat dengannya? Tidak menghindarinya seperti yang ia lakukan seperti teman-temannya yang menyukai Kris?

     “Aku..” Na Hyun terdiam. Tenggorokannya terasa kering. “Aku.. kau punya catatan pelajaran Kang saem hari ini? Aku tidak mencatatnya,”

     Kris tertawa. Deretan gigi putihnya terlihat jelas. Membuatnya tampak terlihat lebih.. tampan. “Tumben sekali kau tidak mencatat di pelajaran itu. Biasanya, aku yang meminjam catatanmu,”

      Na Hyun tersenyum masam. Bodoh, runtuknya dalam hati. Mengapa ia malah mengatakan hal itu? Itu jauh dari topik yang ia rencanakan di kantin tadi bersama Yeon Ah.

      “Tenang saja, aku tidak lupa mencatatnya hari ini,” katanya sambil tersenyum, lalu membuka tasnya, mencari buku catatannya. “Ini. Kalau bisa, nanti sore kau kembalikan, ya? Aku membutuhkannya untuk ulangan lusa.”

      Na Hyun mengambilnya lalu tersenyum kecil. “Baiklah. Jam 4, aku akan ke rumahmu.”

      “Baiklah.” Kata Kris lalu tersenyum.

     Di jam tangannya, waktu telah menunjukkan pukul 4. sudah saatnya ia mengambalikan buku catatannya. Saat ia pulang tadi, buku itu hanya sempat Na Hyun buka sekilas, tak ingin melihatnya lebih jauh. Toh catatannya akan sama dengan catatan Na Hyun, karena hampir setiap kali pelajaran Kang saem, Kris malah lebih memilih untuk melamun, atau tidur. Tetapi entah kenapa, hari ini, kris memeperhatikannya. Na Hyun menyadari itu.

     Saat berada di bus tadi, Na Hyun sudah memantapkan hati untuk mengatakan yang sejujur-jujurnya. Tentang perasaannya, tentunya. Ia tak bisa memendam ini terlalu lama. Sudah 3 tahun ia pendam rasa ini. Dan kini, ia akan menguaknya, mengeluarkannya. Ya, ia pasti bisa.

     “Kris?” kata Na Hyun terkejut, karena Kris tiba-tiba sudah berada di hadapannya.

     Kris tersenyum menatap Na Hyun. “Kupikir kau tidak datang, ayo masuk.”

     “Dimana ibumu?”

     Kris menoleh sekilas, lalu tersenyum lagi. “Eomma sedang membeli kebutuhuan untuk memenuhi isi kulkas,”

     Na Hyun tersenyum lebar sambil menatap Kris. Na Hyun agak gugup. Tetapi, tidak segugup tadi. Ia sudah merasa lebih tenang setelah berpikir ulang saat di bus tadi. Memasuki rumah Kris, ini adalah kesekian kalinya Na Hyun masuk ke rumahnya dan.. senyum Na Hyun memudar seketika.

     Seorang wanita dengan dress santai berwarna kuning. Dan tidak terlihat orang korea. Siapa gadis ini? Saudaranya Kris-kah?

     “Baby, who is the girl next to you? Your friend?” walaupun Na Hyun tidak terlalu fasih berbicara bahasa inggris, dia tahu artinya. Sayang, siapa gadis disampingmu? Temanmu?

      Na Hyun melirik Kris. Senyuman kris, tidak seperti biasanya. Senyuman yang lebih hangat, lebih santai, dan lebih.. lembut. Dugaan pertama Na Hyun salah. Semoga dugaan kedua Ji Hye meleset kali ini.

      “Her? Yeah. My best friend,” katanya sambil melirik Ji Hye dan merangkulnya. Sebagai sahabat, tolong ingatkan itu untuk Na Hyun. “Rachel, this is Na Hyun, my best friend, dan Na Hyun, ini adalah Rachel. Dia adalah…”

      “Yeojachingunya.” Kata wanita itu—Rachel—lalu tersenyum. Ternyata, dia bias berbicara dalam bahasa korea walaupun agak terbata-bata. Tetapi, kata-kata tersebut yang membuatnya terdiam. Bibirnya terkatup rapat setelah mendengar kata-kata terakhir itu.

       Wanita itu mendekat, dia memang cantik. Pantas saja Kris menyukainya. “Hi, I’m Rachel Thorne. Nice to meet you,” katanya sambil mengulurkan tangannya, mengajak bersalaman.

      Na Hyun menelan ludah. Kerongkongannya terasa sangat kering. Tolong jangan mengeluarkan cairan itu sekarang. Batin Ji Hye.

      Ji Hye mengulurkan tangannya, lalu tersenyum kecil, agak dipaksakan. “Hi, I’m Im Na Hyun. Im Na Hyun imnida. Nice to meet you too,”

      Na Hyun melirik Kris, yang dilirik malah tersenyum.

      Na Hyun benar-benar tidak bisa berlama-lama disini.

     “Aku.. Maaf, aku ada urusan yang penting. Tolong sampaikan salamku kepada ibumu. Sorry, Rachel, I can’t be here too long. I have to go now.” Kata Na Hyun sambil menununduk, airmatanya jatuh saat itu juga. Ia harus pergi sekarang.

      “Eh, wait! Na Hyun…” kata Rachel sambil melambaikan tangannya, lalu menurunkannya lagi dengan lemas.

Give it back to me, my heart that you took without knowing
Why did you come inside without permission, without warning and shake me up?

You burn me up and make me cry
I pray every day for the day you will look back to me

       Dalam kepergian Na Hyun, sepanjang jalan, Na Hyun hanya menangis, menghapus armatanya, lalu menghapusnya lagi. Sekarang, ia merasa hatinya sudah tertusuk dengan pisau tajam. Tergores, begitu perih.

       “Dia adalah…”

 

      “Aku adalah yeojachingunya.”

       Mengapa Kris tak mengatakan kepadanya kalau ia sudah berpacaran? Padahal ‘kan mereka bersahabat. Sudah sejak kapan mereka berpacaran? Semua itu mengganjal di hati Na Hyun. Kenyataan ini terlalu.. rumit untuknya.

Can’t you see me as a woman? Is it already too late?

        Baru saja ia akan mengatakan perasannya, baru saja ia bisa tersenyum, sekarang ia malah sesegukan dengan air matanya. Hatinya seperti di permainkan hari ini. Baru saja gugup, seperdetik kemudian ia tersenyum bahagia. Baru saja ia tersenyum, mencoba menghilangkan rasa gugupnya, malah airmata yang kini menggantikan senyumnya.

         Tuhan terlalu jahat kepadanya hari ini.

It was the first time I got to know love

         Sudah Na Hyun perkirakan, matanya akan membengkak hari ini. Ternyata, perkiraannya sangatlah benar. Ia harus menaruh mentimun di atas matanya agar bengkak di matanya tidak terlalu terlihat dan mengompresnya dengan air dingin. Dan itu cukup membantu.

         Baiklah, mata bengkaknya kini sudah tak terlihat. Eommanya pun tidak curiga pagi ini. Walaupun agak mengintrogasinya lebih panjang dari semalam karena pulang agak malam dan dengan air mata.

         Yah, saat ia langsung pergi tanpa permisi yang kurang hormat, ia langsung pergi meninggalkan Kris dan Rachel, meninggalkan niatnya. Karena saat Kris mengatakan kata-kata terkutuk itu, Na Hyun sudah membatalkan niatnya. Dan sekarang, ia berjanji akan mengubur dalam-dalam perasaan itu. Biarlah perasaan itu hanya pernah terukir, dan tertulis di dalam hatinya. Dan satu lagi, dia akan mulai menjauhi Kris. Mulai hari ini.

I can’t hide this face
Everything about me was caught
What do I do? What should I do?

         Tiba-tiba, ada yang menepuk bahunya pelan. “Hey, Na Hyun.”

         Na Hyun terdiam. Baru saja ia berjanji untuk melupakan si pemilik suara ini. Dan sekarang, namja itu malah memanggilnya, dan mendekatinya.

When I see you, I turn white

         Na Hyun menoleh, lalu matanya menangkap tubuh namja itu berada di dekatnya. Ia menelan ludahnya bulat-bulat. Kerongkongan itu tiba-tiba kering lagi. Tubuhnya membeku, jantungnya berdegup kencang tak karuan.

         ”H-hey,” kata Na Hyun tak menatap matanya, malah melirik lantai yang berubin itu.

         “Kenapa kemarin kau langsung pulang? Padahal aku ingin menjelaskan padamu tentang hubunganku dan Rachel,” katanya. Na Hyun meliriknya sekilas.

         Kris tersenyum. “Aku tahu kau marah karena aku tak memberitahumu sebelumnya, tetapi, aku juga tak ingin mengumbarnya. Biarlah aku sendiri yang tahu.”

        Kini, Na Hyun menatapnya. Tatapan tajam. “Lalu kenapa sekarang kau memberitahukan itu kepadaku?”

        “Agar kau tidak salah paham,” katanya. “Biar kujelaskan. Aku dan dia berteman saat aku masih di Canada. Dan sebelum aku kesini, kami telah berganti status menjadi pacaran. Dan saat aku kemari, aku memutuskan…”

        “Ibumu tahu?” tanya Na Hyun memotong perkataan Kris sambil menatapnya.

        Kris agak gelagapan sebelum menjawab, “Ya, tentu saja. Tunggu, aku ingin mendengar penjelasanmu. Mengapa kau langsung pergi waktu itu?”

        Na Hyun cepat-cepat mengalihkan pandangan. “Haruskah aku memberi tahukan masalah itu padamu?”

        Kris tersenyum. “Tentu saja. Kita ‘kan sahabat.”

        Na Hyun menatapnya tajam, lalu tesenyum mengejek. “Kau masih menganggap kita sahabat? Kalau kau menganggapku sebagai sahabatmu, mengapa kau tidak mengatakan hal penting itu padaku, dan lebih memilih untuk memendamnya?”

        Dan gara-gara itu, kau membuatku begitu jatuh cinta padamu. Batin Na Hyun.

        Kini, giliran Kris yang terdiam.

        Na Hyun mendengus. “Semua pria sama saja. Tidak ada yang bisa dipercaya,” katanya lalu beranjak pergi. “Munafik.” Gumamnya, lalu pergi meninggalkan Kris yang termenung disana.

I run away like a child
You might have thought I was arrogant and strange
Why did I change like this?

Will it get better if I’m love sick like a cold?
What happens if I’m love sick again?

           Walaupun sudah menahan airmatanya, toh bulir air yang setiap bulirnya mengandung kesedihan yang mendalam itu mengalir lagi. Melewati pipinya, bertemu di ujung dagunya.

          “Menangis lagi?”

         Na Hyun mendongak, lalu, menghapus airmatanya cepat. “Aku.. tidak bisa, Yeon Ah, aku belum bisa,”

         Yeon Ah duduk di hadapan Na Hyun, lalu menatapnya. “Memangnya, ada apa, Na Hyun-a? Kau ditolaknya? Atau karena setelah kau menyatakan perasaanmu kepadanya, dia malah menjauhimu seperti gadis-gadis lainnya?”

        Na Hyun menatap Yeon Ah yang sedang menunggu jawabannya. Ia menggeleng pelan. “Bukan, bukan itu.”

        “Lalu, ke—”

        “Kris sudah mempunyai yeojachingu.”

        “A-apa? Kau… serius?”

        “Aku bertemu dengan yeojachingunya kemarin.”

        “Lalu?”

        “Aku pergi.”

        “Dan tadi pagi…?”

        “Ya..” Ji Hye mengangguk kecil. “Dia menemuiku.”

        “Untuk apa?”

        “Untuk menjelaskan hubungannya, dan menayakan kepadaku tentang sikapku kemarin sore yang mengejutkan baginya.”

       “Dan sekarang apa yang ingin kau lakukan?”

       “Melupakannya.” Ji Hye tersenyum kecil. Menghapus airmatanya yang terjatuh. “Yah, walaupun agak sulit, tidak ada salahnya jika dicoba, kan?”

       Yeon Ah tersenyum. “Yah, kau harus.”

       Na Hyun tersenyum kecil menatap Yeon Ah yang tengah tersenyum lebar memberinya semangat.

      “Kalau di pikir-pikir, dia adalah cinta pertamamu lho.” Kata Yeon Ah sambil tersenyum lebar.

            Na Hyun tersenyum kecil. Benar juga.

Please take it away, this love that opened my eyes to you
Why did you come to me without caution, without sound and shake me up?
You make me want you and be in pain
I hope every day for the day you will finally acknowledge me
Can’t it be fulfilled just once? I’ve waited for a long time
It was the first time I got to know love

 

Iklan

12 pemikiran pada “Love Sick

  1. Keren bkin Sesak nafas bnget jadi mw nangis TT_TT
    Hahaha ada typo dikit. Tp tetap keren koq.

    Ayo Na hyun~ah*sok akrab* lupakan saja kris sok cool itu.
    Tnggal menunggu org K-3 dtng aja.
    Ini TBC kan thorr-,-?
    Klaw oneshot SEQUEL ya TT_TT?
    Jeballlll^_^

Tinggalkan Balasan ke kyucicitcuit Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s