Daydream

test123

Judul : Daydream

Author : Jung Cheonsa

Length : Oneshoot(?)

Genre : Romantic, Fantasy

Rating : T

Annyeong, aku reader numpang lewat … *loh(?) Ini pertama kalinya bikin FF Exo tapi gak pertama kali buat FF looh. No bashing, No copy. Mian buat Typo 😀

Hope you enjoy it all^^. Oh iya, thanks buat admin yang ngepost-in.

-0-

            Perempuan itu menggeliatkan badannya agar jiwanya benar – benar bersatu bersama raganya. Ia mulai membuka mata sipitnya agar bisa mengetahui kondisi dirinya saat ini.

Perempuan itu juga merasakan sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya. Ia tersenyum kecil melihat tangan itu. Ia membalikkan badannya saat ia sudah merasa benar – benar bangun dari tidurnya.

Kini ia bisa melihat wajah damai seorang pria tampan yang matanya masih terpejam dengan nafas yang teratur. Ia memperhatikan wajah pria itu dengan saksama sambil mengingat bagaimana bisa ia berakhir dengan pria ini. pria yang kini menyandang jabatan sebagai nampyeonnya.

Ia tersenyum miris jika harus mengingat bagaimana mereka bisa sampai di posisi ini. Ia harus mengingat beberapa bagian kelam dari dirinya yang telah ia lalui bersama pria ini. 2 tahun bukan waktu yang singkat untuk bisa dirinya menerima pria yang ada dihadapannya secara perlahan – lahan.

Yang ia khawatirkan adalah bagaimana ia memperlakukan pria ini saat mata itu mulai terbuka. Bagaimana memperlakukannya seperti yang seharusnya dilakukan oleh seorang anae.

-0-

            Choi Nara adalah nama perempuan yang masih bertahan menatap lekuk wajah nampyeonnya itu. berkulit tidak lebih putih dari nampyeonnya tapi tidak terlalu hitam, berambut panjang bergelombang, berwajah kecil dan berbadan mungil yang berbanding terbalik dengan umurnya. dia adalah seorang scriptwriter untuk acara kuliner di salah satu stasiun terbesar di korea. Lucunya, ia menguasai semua resep makanan dan minuman tapi yang bisa ia buat hanyalah pastry dan sejenisnya. Ia lulus setahun yang lalu di waktu bersamaan dengan meninggalnya tunangannya, Byun Baekhyun karena kecelakaan mobil saat menuju hotel untuk hadir di acara wisudanya.

Byun Baekhyun adalah seseorang yang mungkin baginya tak tergantikan oleh siapapun. Ia adalah tunangan Nara sebelum kecelakaan itu merenggut kebahagiaan mereka. Nara menyalahkan dirinya atas kematian Baekhyun dan merubah 180 derajat sifat aslinya menjadi pribadi yang berbeda. Dingin, ketus dan cengeng.

Dua buah mata yang sedang ia tatap itu mulai terbuka secara perlahan. Nara segera membalikkan badannya lagi dan pura – pura tertidur karena ia tak ingin terlihat bodoh di hadapan nampyeonnya itu.

Sebenarnya, pemilik mata itu sudah bangun sedari tadi. Hanya ia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Nara. Ia sedikit merutuki pikirannya yang sejenak terpikir bahwa Nara akan memperlakukannya seperti saat ia masih menjadi sahabat Byun Baekhyun. Seperti saat Byun Baekhyun hidup.

Pria itu adalah Kris. Seorang pria tampan, pintar, tapi memiliki sifat yang tak jauh beda dengan Nara. Ia baru lulus dan sekarang bekerja sebagai arsitek di salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Busan.  Dingin, ketus, dan cuek. Jadi bisa kalian bayangkan bagaimana dua bongkah es hidup di antartika? Yang terasa pasti dingin.

Jadi, bagaimana orang ini bisa bersama? Perjodohan? Tidak. Bagi Nara dan Kris perjodohan adalah sesuatu yang cukup konyol meski terasa seru jika mendengar akhir bahagianya. Cinta? Tidak. Mereka terbelenggu oleh pesan terakhir Byun Baekhyun. Pesan terakhir sebelum nafasnya benar – benar terhenti oleh waktu. Pesan yang mengisyaratkan bahwa Kris menggantikan posisi Baekhyun untuk Nara dan terus menjaganya sampai sisa hidup mereka.

Sebenarnya agak ganjal, mengapa? Sahabat sehati Baekhyun adalah Chanyeol bukan Kris. Lantas, kenapa Kris yang terpilih? Jawabannya simple. Karena Baekhyun menyadari bahwa Kris menyimpan perasaan lebih lama untuk Nara lebih lama dari Baekhyun.

“Morning” sapanya singkat kepada Nara sambil merapatkan kepalanya ke leher Nara. Nara hanya bisa menahan nafas. Inilah kebiasaan buruk Kris yang diketahui oleh Nara 3 bulan belakangan ini. Kris sangat menyukai meletakkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya di lehernya atau tidur di pundaknya.

Nara membalikkan badannya. “Morning” balasnya sambil menyimpulkan sebuah senyum untuk Kris. Agak aneh memang pagi ini dengan mereka. sudah dijelaskan di awal bahwa mereka hidup seperti dua bongkah es di antartika, bagaimana mereka bisa seperti ini?

Mereka ternyata telah sepakat untuk hidup normal seperti suami istri 3 bulan yang lalu. Nara lah yang menyarankan itu karena dia yakin dia tak bisa terus membiarkan Kris tertidur sambil terduduk di depan Makam baekhyun jika Nara sedang rindu Baekhyun atau menangis tiba – tiba karena teringat dengan baekhyun.

Kris menarik tubuh mungil itu ke dekapannya. Nara hanya terdiam menunggu reaksi selanjutnya dari Kris dan membiarkan Nara mengira apa yang akan terjadi karena sejujurnya mereka belum melakukan apapun selama 5 bulan ini sebagai suami istri tapi mereka tidur seranjang. Nara harus mengakui kehebatan Kris dalam membentengi diri dan nafsunya.

Kris menyelipkan tangannya masuk kedalam piayama perempuan itu dan mengelus punggung belakang perempuan itu. Nara menikmati sentuhan itu sambil menahan banyak hal dari bibirnya. Kris tersenyum kemenangan melihat wajah Nara yang seperti itu.

Merasa terjahili, ia langsung mencubit perut Kris. Kris pun menghentikan kegiatannya. “mandilah, akan ku siapkan kau sarapan” ujar Nara. Nara melihat ekspresi penuh kekecewaan dari Kris karena Nara tau baru kali ini mereka bisa sedekat ini dan baru kali ini merasakan hangatnya tangan Kris.

Kris bangun dari tempat tidur dan melangkah ke kamar mandi. Nara menyusul di belakang Kris. Mereka sama – sama memasuki kamar mandi membuat Kris terheran. “kau ingin mandi bersama?” tanya Kris dengan polosnya. Semburat merah jelas tercetak di pipi Nara. “aku ingin mencuci muka dan sikat gigi.” Jawabnya dengan singkat. Kris terus melanjutkan langkahnya ke kamar mandi. Ia menutup tirai yang ada di samping bathub mereka.

-0-

            Nara menarik kursinya dan duduk. Ia sudah menyiapakan roti, selai dan susu untuk sarapan mereka. tak lama Kris sudah rapi dengan pakaian kerjanya dan duduk di hadapan Nara. Mereka mulai bergelut dengan makanan dalam diam.

5 menit sarapan seperti 5 jam bagi Nara. Ia seperti ingin membunuh waktu agar Kris cepat berangkat ke kantor dan ia bisa berangkat ke kantor juga. Dan sepertinya Kris pun merasakan hal itu.

“Nara-shi” panggil Kris. Nara menoleh dan menatap wajah Kris dengan dingin membuat Kris gugup. “baekhyun menitipkan kau padaku karena sepertinya ia tahu kalau aku menyukaimu cukup lama” ujar kris.

Nara tersenyum kecil. Kris sudah mengatakan itu 3 bulan yang lalu. Mungkin Kris berkata seperti ini untuk meyakinkan Nara bahwa Kris benar menyukai Nara. “arra. cepat habiskan sarapanmu. Kau terlambat”

Kris menghela nafas. Sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu yang romantis tapi ia tak bisa. Ia tak berbakat dalam hal itu. Ia bangkit dari duduknya. Ia kembali ke kamar untuk mengambil tasnya dan bersiap – siap berangkat.

Nara melihat sesuatu yang ganjal dari wajah kris. Ia menyambar tisu yang ada di meja makan dan menghentikan langkah Kris. “chakkaman”

Kris membalikkan badannya. Nara mendekatkan wajahnya ke wajah Kris membuat Kris semakin deg-degan. Nara mengelap sisa susu yang ada di ujung bibir kris dengan tisu. “Selesai” ucapnya sambil memundurkan wajahnya.

“gomawo” ucapnya lalu melangkah ke depan apartemen sederhana mereka. meski mereka anak seorang arsitek dan seorang koki legendaries, mereka tidak bergantung pada orang tua mereka dan menjalani kehidupan rumah tangga dengan usaha mereka sendiri.

Nara berlari kecil untuk menyatarakan langkahnya dengan Kris. Lalu dengan tiba-tiba mencium pipi Kris. Kris tersentak dengan prilaku Nara hari ini. “pulanglah cepat” pinta Nara dengan malu – malu dan kembali ke dalam. Seulas senyum mengembang lebar dari bibirnya sambil memegang pipinya. Ia rasa ia ingin memutar waktu lebih cepat dan ia merasa langkahnya lebih ringan menuju parkir mobilnya.

-0-

            Nara memeriksa script yang akan digunakan untuk syuting episode besok dengan saksama. Terkadang ia mencoret – coret script itu dan menambahkan beberapa kata di bawah – bawahnya. Kerutan di dahinya bertambah saat ia melihat halaman di selanjutnya dari script itu banyak tulisan dari bosnya dan beberapa pesan. Bosnya menuntut untuk memberikan kreasi yang lebih di episode besok karena besok adalah hari valentine.

Hari Valentine? Ia teringat oleh Kris. Apa yang akan dia berikan di hari itu? seketika ia tersenyum sendiri sambil memikirkan hal – hal yang diluar dari kebiasaannya. Semua hilang saat sebuah tangan melambai – lambai di depan wajahnya.

“Nara-ya, gwechana?” tanya sang empunya tangan. Nara menoleh sebal dengan pemilik itu. “aish” cibir Nara yang merasa terganggu oleh perempuan yang ada dihadapannya ini. “lama – lama kau bisa gila Nara-ya” ejek Chaerin. Patner sekaligus sahabat dekat Nara sejak kuliah dulu.

Nara tertawa kecil mendengar hal itu. “kau dipanggil Oh sajangnim” kata Chaerin. “Oh sajangnim?” tanya nara meyakinkan Chaerin. Chaerin mengangguk.

“Hati – hati, ia sepertinya tertarik padamu. Kalau kau tertarik padanya juga, lebih baik kembalikan Kris untukku” pesan Chaerin dengan tatapan pura-pura membara. Nara tertawa miris mendengar hal itu.

Mengapa? Karena Chaerinlah yang sebenarnya mencintai Kris lebih dari yang siapapun bayangkan. Dan Nara diliputi rasa bersalah karena mengambil orang yang dicintai oleh sahabatnya sendiri. Awalnya chaerin tak terima, namun lama – lama ia mengerti bahwa ia pasti akan mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Kris.

Nara bangkit dari meja kerjanya menuju kantor bosnya itu. “Chaerin-ah, sebaiknya kau yang berhati – hati. Oh Sajangnim sepertinya menyukaimu bukan aku yang sudah bersuami ini” ucapnya sambil meninggalkan Chaerin yang tersenyum.

-0-

            Kris membayangkan bahwa ia akan mendapatkan prilaku manis seperti pagi ini. tapi ternyata ia salah. Ia sudah mengusahakan untuk pulang secepatnya yang ternyata Nara memintanya untuk menemani perempuan itu menonton drama kesukaan Nara.

Kris menonton itu dengan bosan. Adegan yang ada di drama itu menurutnya tak masuk akal. Ia merentangkan tangannya ke sofa dan menaikkan kakinya. Ia mencoba mencari posisi yang memungkinkan ia untuk bisa menikmati setidaknya satu adegan dari drama ini.

Smirknya mengembang saat melihat adegan di depannya ini. Ia juga bisa menebak apa selanjutnya adegan itu. “seharusnya kau memanggilku oppa seperti yeoja itu”celetuknya membuat perempuan itu memandang tajam ke arah Kris. “aku lebih tua satu tahun dari mu. Harusnya kau memanggilku Nuna” cibir Nara.

Kris membalas tatapan tajam Nara. Ia mengambil remote dan mematikan TV. “hya! Itu belum selesai!” seru Nara. Kris merapatkan tubuhnya ke Nara. “kalau kau pecinta drama, kau tau kelanjutannya kan?” tanya Kris yan sudah mulai mendekatkan wajahnya ke Nara. Nara yang mulai mengerti langsung menutup matanya. Nara juga mulai merasakan deru nafas Kris yang semakin dekat dengan wajahnya sampai..

Bel apartemen mereka berbunyi. Kris mengumpat orang yang membunyikan bel sementara Nara menghela nafas dan menunjukkan wajah kekecewaannya. Kris melangkahkan kakinya dan membuka pintu dengan kasar.

“nugu, kris?” tanya Nara sementara yang ditanya terdiam dan terpaku. Nara mulai curiga dan menyusul Kris. “annyeong sepupu” sapa seorang perempuan yang berwajah dan bertubuh model ini. Nara menatap sebal ke Kris. “dasar laki – laki!” makinya dalam hati.

Nara memasang wajah yang ceria untuk menyambut sepupunya, Choi sooyoung karena disini yang salah adalah Kris. Tapi bagaimanapun juga harusnya ia bersyukur kalau nampyeonnya itu normal. “masuk unnie” ujar Nara dengan senyum lebar.

Sooyoung tersenyum. “nara-ya, ada apa dengan nampyeonmu?” tanya Sooyoung. Nara hanya menunjukkan wajah datarnya. “kesambet. Oh, iya tumben unnie mampir. Ada apa?” tanya Nara sambil membawa Sooyoung ke ruang tamu dan membiarkan Kris terdiam di depan pintu.

Sooyoung menyerahkan beberapa bingkisan yang sengaja ia persiapkan untuk sepupunya itu. “itu oleh – oleh dari new york. Sekalian aku juga ingin mengirimkan undangan pernikahanku” jawab Sooyoung dengan berbinar – binar. Nara tersenyum melihat isi bingkisan itu dan undangannya. “chukkae unnie. Aku dan kris akan datang”  ucapnya.

Sooyoung memandang ke arah Baby-G-nya. “saatnya aku ke studio lagi. Ada jadwal pemotretan.” Pamitnya yang terburu – buru. Nara bingung sendiri. “tidak makan atau minum dulu eon?” tanya Nara. Sooyoung menggeleng.

“kapan – kapan aku mampir” ujarnya sambil mencium kedua pipi Nara. Ia berjalan keluar dari apartemen itu. tak lupa ia pamit ke Kris yang masih mematung.

Kris kemudian tersadar, Ia menyusul Nara yang sedang melangkah kan kaki ke kamar mereka. “Nara-ya, tadi siapa?” tanya Kris dengan nada yang sulit di artikan. Pertanyaan tadi malah sukses membuat Nara sebal atau mungkin lebih tepatnya cemburu.

Nara membaringkan tubuhnya di kasur dengan keras lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan tidur membelakangi Kris. Kris menatap heran tapi sejurus kemudian dia tersenyum evil. Ia membaringkan tubuhnya dan memeluk Nara dari belakang. Namun Nara melepaskan tangan Kris. Kris memeluk pinggang Nara lagi dan kini membalikkan tubuh mungil itu.

Nara menurunkan selimutnya. “apa maumu?” tanya Nara dengan tatapan tajam. “kau cemburu?” tanya Kris. Nara membalikkan badannya lagi. Kris tidak tinggal diam. Ia tahu Nara sedang cemburu karena tercetak jelas dari wajahnya. Ia menggelitik pinggang Nara yang membuat Nara membalikkan lagi badannya. “apa maumu?” tanyanya lagi.

“menurutmu?” Kris malah bertanya balik. Selanjutnya semua seperti film pendek yang berputar dengan cepat yang entah bagaimana bibir mereka dan badan mereka bersatu.

-0-

            “Nara-shi” ucap Kris yang tengah mencoba menyadarkan perempuan yang tiba – tiba terdiam dan membatu. Sikap perempuan ini membuatnya semakin khawatir akan kesungguhan Nara.

“Nara-shi” panggilnya lagi. Kali ini ada responnya. Perempuan itu bergerak sambil mengerjapkan matanya.

Nara membelalakkan matanya saat melihat Kris yang sedang berdiri di depannya sambil menunjukkan wajah khawatir. Ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dan mendapati raut wajahnya yang sama dari banyak orang.

Seketika rona merah muncul dari pipinya. Ia sudah memikirkan banyak hal terutama hal  – hal dewasa sebelum ia memulai acara yang sebenarnya. Benar – benar pikirannya sudah berpikir mesum dan lebih parahnya lagi, ada Kris di hadapannya.

“apa sudah bisa dimulai?” tanya seseorang di tengah – tengah mereka. Kris menunggu reaksi dari Nara. Tanpa membuang banyak waktu, Nara pun mengangguk.

Suasana berubah menjadi tenang dari sebelumnya. Semua ingin menyaksikan bagaimana mereka menyatukan hati.

“Wu Yi Fan, bersediakah kau menerima Choi Nara sebagai Anaemu dalam keadaan sakit maupun sehat dalam keadaan duka walaupun suka dan memperlakukan dia sebagaimana mestinya?” tanya pria itu yang ternyata adalah seorang Pendeta.

Kris mengangguk dengan cepat. “ne. saya bersedia.”

Pendeta itu kini beralih ke Nara yang diliputi rasa cemas tapi masih bisa menunjukkan ekspresi datarnya. “Choi Nara, bersediakah kau menerima Wu Yi Fan sebagai  Anaemu dalam  keadaan sakit maupun sehat dalam keadaan duka walaupun suka dan memperlakukan dia sebagaimana mestinya?” tanya pendeta itu.

Nara mengambil nafas dalam – dalam dan terdiam sejenak. Kris mulai diliputi rasa cemas, atau katakan saja ini salah Tao, hyungnya yang menyodorkan drama berupa sang pengantin wanita kabur saat proses mengikat janji suci  karena ia tidak mencintai calon suaminya, itu menghantui bayangannya.

“ne. aku bersedia” jawab Nara sambil menujukkan senyum manisnya. Senyum manis yang sebenarnya hanya ia berikan untuk baek hyun.

Ternyata bayangan tadi telah membantunya melewati kegugupan yang saat ini dan sebagai keyakinan awal untuk membangun hubungan hangat dengan Kris.

Kris tersenyum lega. Ternyata bayangan itu tak terjadi di acara sacral yang sangat penting baginya dan yang lebih penting lagi, Senyum Nara kembali. Senyum yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Kalian telah sah menjadi suami istri” ujar Sang pendeta.

Kris mendekatkan tubuhnya ke arah Nara, mencium keningnya Nara dengan lembut dan memeluknya. Nara hanya menutup mata sambil merasakan hangatnya perlakuan Kris. Kris melihat seseorang yang sedang tersenyum melihat mereka sedang berpelukan. Tak lupa Kris mengedipkan sebelah mata sambil memberikan smirknya ka orang tadi. Seseorang itu juga membalasnya.

-0-

            Apa ada yang tahu siapa seseorang tadi? Orang tadi adalah Byun Baekhyun. Ia sedang benar – benar memastikan bahwa Nara akan menerima Kris dalam hidupnya dan sekelebat bayangan yang terjadi adalah karena dirinya. Dirinya lah yang mengirim beberapa cuplikan kehidupan mereka mendatang agar Nara bisa belajar dari cuplikan itu.

Bae khyun tersenyum saat mereka telah dinyatakan sebagai suami istri. Saat ia ingin melangkah kembali ke dunianya, tiba – tiba kris tersenyum ke arahnya dan mengedipkan mata. Ia bingung awalnya, tapi tak diambil pusing. Ia membalas perlakuan Kris.

Sekarang, ia benar – benar bisa kembali ke dunianya. Ke dunia dimana ia akan tenang tanpa Nara meski ia tau ia masih mencintai Nara sepenuhnya

-0-

8 pemikiran pada “Daydream

  1. Wissssss Gila keren bnget thor!

    Pertama bnggung wkt kris ehem ciuman sama nara. eh tba2 kris nyadarin nara.
    Mlh aku lupa pdhl ada fantasy’nya.hehehehe jd malu.
    Ternyata dorky baekki ngasih cuplikan khidupan nara sma kris.
    HUUAAAAAAAA jd terharu thor.

    Oh iya thor menurutku enaknya nama perempuan di gnti nama yeoja aja deh^_^ lbh enk untk pnyebutan’nya tp tetap
    Keren keren keren

  2. Kren.. Hanya itu yg mau saya bilang thor…sunggu… T.T Baek lu gentle banget sih… Kris slamat ya… *iri ama Rei #ehsalah* ehehe… After all KEREN!!

  3. Bagus bagus baguuuuusss~!!!
    Kenapa aku demen banget ya ama FF ini???? Tanggung jawab lho thor!! Kecanduan nihhh,,, aigoo! #rempong -.-”

    Sebenernya dah baca dari tanggal rilis (?)nya, tapi baru niat komen ! ^^
    #SIDERS always ON

    Curcol dikit, sekarang jadi suka Duizhang nihhh…Gampang berfantasi kalo cast nya diaa.. n___n
    Udalah thor, sekian. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s