Behind You, Me and Him

Behind You, me and him

Author : Lee Hyunjung

Genre : Romance, Family, Friendship

Main Cast : HyunJung(OC), Kim Jongin(Kai), Byun Baekhyun

FF Ini terinspirasi dari salah satu Trailer FF Di Youtube, Yang Hyun Lupa judulnya, Mianhae-_-v Oia, FF ini udh pernah di Publish di Blog personal Hyun. Shinmagnae.wordpress.com Happy Reading, Readers-deul 😀

***

Nine Years Ago….

“Appa… Eomma….”
sebuah kecelakaan mobil merenggut nyawa orang tua, seorang anak perempuan berumur 10 tahun. Dan, akhirnya hidupnya diserahkan pada sebuah panti Asuhan. Tapi, Ia menguatkan diri dengan mencari teman. Hanya seorang teman, yang dapat Ia miliki. Dan, Akhirnya ia merasakan Hidupnya hampir sempurna karna bersama Teman.

“Wah.. Baekhyun-ah… Suaramu bagus sekali..”
“Jinjja? Gomawoyo…”

Teman pertamanya sangat Gentle, manis, baik dan tergolong Anak orang kaya.. Byun Baekhyun.

Satu lagi yang tak terlupakan, Teman yang nakal, Banyak bicara, tapi Penyayang.. Kim Jongin. Teman yang hampir selalu menyakitinya dan membuatnya menangis.

“Mengapa kau sangat membosankan, Hyunjung-ah.. Aku sampai bosan bersamamu..”

“Kalau begitu mengapa masih berteman denganku? Aku tak melarangmu mencari teman lain. Aku pergi!”

Tapi, Ia Tahu Ia menyayangi kedua temannya itu dengan tulus. Tapi rasa sayangnya pada Baekhyun berbeda dengan rasa sayangnya pada Jongin.

***

Yeoboseyo…”Ucap seorang perempuan, mengangkat telepon dari temannya.

Ne, Aku baru saja selesai.. Kau dimana?”Sambil melihat jam tangannya, masih melanjutkan pembicaraannya.

Matanya menemukan sesosok lelaki yang sudah dikenal bertahun-tahun yang lalu, hingga saat ini mereka menjadi ‘Bestfriend’.

“Ya! Kim Jongin..!”Panggilnya, sambil melambai tangan. “Baiklah, Disini ada Jongin.. aku akan pulang dengannya… Ne, Gwenchana… ku matikan telponnya ya…” PIP.

Perempuan itu segera menghampiri lelaki yang dipanggil ‘Kim Jongin’.

“Ya! Sudah kubilang…” Belum sempat melanjutkan kata-katanya. “Jangan panggil aku Kim Jongin lagi.. Kau sudah mengatakannya berkali-kali Jongin-ah…”Potong perempuan itu.

“Lagipula, aku sudah memberitahumu berkali-kali… Kau tak mau mendengarku..”Ucap Jongin, kesal.

“Apa salahnya aku memanggilmu, KIM JONGIN… lagipula aku sudah berteman denganmu, saat namamu MASIH KIM JONGIN…”Balas Sang perempuan penuh penekanan pada kata ‘Kim Jongin’ dan ‘Masih’.

“Aish, baiklah.. lupakan topik itu. Sekarang, apa tujuanmu memanggilku, Miss Hyunjung..?”Tanya Jongin, bernada meledek di kata ‘Miss Hyunjung’.

“Baekhyun tak dapat menjemputku.. padahal Kemarin Ia yang mengatakan sendiri, kalau akan mengantarku pulang..”Jelas Hyunjung, sambil menunduk.

“Tunggu.. Tunggu.. Jadi intinya? Kau memintaku untuk mengantarmu pulang, begitu?”Tanya Jongin setelah memikirkan perkataan Hyunjung.

“Hmm… yah… begitulah…  Kita pulang bersamakan, Jongin-ah..”Jawab Hyunjung, sambil merayu-rayu Jongin.

Shireo! Enak saja… Aku jadi merasa.. Kau ini berkata… ‘Tak ada Baekhyun, Jongin pun jadi’ Shireo.. shireo..”Tolak Jongin, Sambil menggelengkan kepalanya.

“Ayolah, Jongin-ah… Kaukan teman terbaikku…”Ujar Hyunjung, mulai mengeluarkan jurus Aegyonya.

“Kau… hentikan modusmu itu… Mengapa kau harus tau kelemahanku..???”Rutuk Jongin.

Shireo, sebelum kau mengantarku pulang…”Ucap Hyunjung, masih diiringi Aegyo.

Arasseo.. tapi aku masih ada 1 Kelas lagi.. Mau menunggu?”Tanya Jongin, sambil melihat jam tangannya.

“Ehm, Baiklah.. Aku tunggu di Cafetaria ya.. Jebal.. Selesaikan kelasmu dengan cepat…”Jawab Hyunjung, lalu mengambil iPodnya.

Arasseo, Aku antar saja ke Café..”Tawar Jongin.

“Ah… itu lebih baik…”Ujar Hyunjung, sambil mengangguk dengan cepat.

***

Hyunjung melirik jamnya, lalu menyeruput Bubble Milk Tea nya. Ia sudah menunggu sekitar 1 jam. Sampai Ia dilanda kebosanan. Tapi, tiba-tiba tatapannya beralih kesatu pasangan yang baru saja datang ke Cafetaria tersebut. Dan, tentu saja Ia mengenalnya. Byun Baekhyun dan kekasihnya, Chanmi. Ia cepat-cepat memilih keluar dari Cafetaria tersebut, sebelum Baekhyun melihatnya. Tak lupa Ia membawa Bubble milk tea nya yang tersisa setengah gelas plastik keluar Cafetaria.

“Fiuh… hampir saja… Mengapa mereka harus ke Cafetaria… ?? Sekarang aku harus kemana…??”Ucap Hyunjung bingung. “Aku harus menanyakan Jongin dulu, kapan Ia selesai.”Tambah Hyunjung, lalu mengetik Pesan singkat pada Jongin.

‘Jongin-ah… sudah selesai? ._.’

‘sebentar lagi… bersabarlah…’

Tepat setelah balasan pesan Hyunjung sampai, rintik hujan mulai turun.

“Kyaaa.. Hujann…”Jerit Hyunjung pelan, sambil berlari menuju tempat berteduh… Halte.

Ottokhae? Hujannya semakin deras… Bajuku basah semua… aigo…”Ucap Hyunjung, Ia segera mengirim pesan singkat lagi pada Jongin.

‘Aku kehujanan Jongin-ah… apa bisa lebih cepat? :(‘

“Bagaimana bisa aku lupa membawa payung…”rutuk Hyunjung, pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara nafas yang tak beraturan, dan membuat Hyunjung menoleh lalu membuat matanya terbelalak kaget.

“Jongin-ah…! Kau basah kuyup…”Kejut Hyunjung, segera menghampiri Jongin.

“Kau tidak apa-apa?”Tanya Jongin, masih belum bernafas teratur.

“Harusnya aku yang bertanya padamu… kau benar-benar basah kuyup…”Ucap Hyunjung sambil memegang lengan Jongin.

“Mianhaeyo, seharusnya aku tak mengikuti kelas ini dan tak membiarkanmu menungguku..”Sesal Jongin, sambil duduk dikursi halte.

Gwenchana, Jongin-ah…. Lagipula aku memaksamu untuk mengantarku pulang, bukan sepenuhnya salahmu..”Ujar Hyunjung, sambil melihat kearah Jongin.

“Kau tak bisa terkena air hujankan, Hyunjung-ah… Bagaimana kau bisa bilang ‘Gwenchana’…”Sesal Jongin.

Tepat setelah Jongin berbicara, Bis datang.

“Ayo segera pulang..”Ajak Jongin, segera beranjak dari duduk lalu menggandeng Hyunjung masuk bis.

Mereka memilih kursi paling belakang, lalu segera duduk. Jongin segera membuka tasnya, lalu mengeluarkan sebuah jaket dan memberikannya pada Hyunjung.

“Pakailah… Untung saja aku membawa Jaket… dan, tidak basah..”Ucap Jongin, sambil menyodorkan jaketnya.

Ne..”Jawab Hyunjung, lalu memakai jaket Jongin.

Tiba-tiba Jongin merangkul Hyunjung, dan menaruh kepala Hyunjung di Pundaknya.

“J-Jongin-ah.. aku..”Belum sempat Hyunjung menyelesaikan Perkataannya. “Tidurlah.. Aku takut kau sakit… Mungkin tidur akan membuatmu lebih baik..”Ujar Jongin, mengerti kondisi Hyunjung.

Seakan Sebuah film berputar dalam otak Hyunjung, tentang masa Kecilnya.

–          Flashback        –

“Hyunjung-ah… Ayo kita main Hujan…”

“Ah… Ne…”

“Eh, Chakkaman… Hujannya semakin derass!!! Ayo, lebih baik kita masuk…”

Malam Hari..

“Hyunjung, Gwenchana?”

“G-Gwenchana, Byun Baek-ah..”

“Badanmu panas, dan Kau menggigil… Aku akan memanggil Eomma.. Chakkamanyo…”

Baekhyun pergi memanggil Ibunya, lalu Ibunya memeriksa keadaan Hyunjung. Ibu Baekhyun adalah seorang dokter, jadi dengan mudahnya

“Ia Hipotermia, Baekhyunnie… Tubuhnya.. sedikit lemah… Jangan ajak dia bermain hujan lagi ya…”

“Ne, Eomma..”

“Kau sendiri juga jangan bermain hujan, nanti kau sakit…”

“Ne, Eomma… Algeseumnida…”

“Baiklah… Eomma ambil obat dulu, temanilah Hyunjung..”

Setelah Ibu Baekhyun pergi, Baekhyun mendekat ke arah Hyunjung.

“Hyunnie… Mianhaeyo, lain kali aku pasti tak akan membiarkanmu terkena air hujan…”

“G-Gwenchana.. B-Byun Baek-ah…”

–          End Flashback             –

‘Baekhyun-ah…. Bogoshipoyo…’Batin Hyunjung, sebelum Ia benar-benar tertidur.

***

Jongin merapikan helai-helai rambut Hyunjung yang menerpa wajah Hyunjung. Disaat-saat seperti inilah Jongin selalu dihantui ingatan masa kecilnya, yang membuatnya akan merasa sangat bersalah telah membuat Hyunjung menangis setiap bertemu dengannya.

“Jonginie~”

“Ada apa..?”

“Bantu aku memberikkan bekal ini pada Byun Baek..”

“Hanya untuknya?”

“…”

“Teman macam apa kau, Pilih kasih… Apa kau tak memberiku bekal karna, Aku selalu jahat padamu…?”

“Ani… bukan begitu…”

“Tak perlu berbohong… Kau berikan saja sendiri bekal ini.. Jangan dekati aku lagi!”

“Jonginie~~~ Kau tak memberikanku kesempatan untuk berbicara… Bekal itu Eomma Byun Baek yang memberikannya.. Tadi pagi Ia berangkat duluan dan Lupa membawa bekal! Bukan aku yang membuatnya… Jika aku yang membuatnya, Aku akan membuatkannya untuk kita semua… Aku tak pernah Pilih kasih sekalipun kau jahat padaku… Kau temanku… Tapi, kalau itu maumu.. baiklah… Maaf mengganggumu Jonginnie~~”

Hyunjung pergi sambil terisak.

Sekelebat Ingatan masa kecilnya, membuat Jongin hanya dapat menutup matanya.

Mianhae…’Batin Jongin.

Saat itu, Jongin sangat iri pada Baekhyun yang selalu diperlakukan sedikit lebih baik dibanding dirinya. Dan, Akhirnya Jongin tahu.. Hyunjung menyukai Baekhyun, maka seperti itulah sikap Hyunjung. Maka, sekarang Jongin berusaha untuk selalu membuat Hyunjung tersenyum. Hanya, Hari ini Ia melakukan kesalahan.. lagi..

***

Hyunjung terbangun, dan mengucek pelan matanya. Lalu, melihat kesekitarnya. Ini kamarnya, Hyunjung tertidur di kamarnya sendiri. Dan, menangkap Jongin tertidur dengan terduduk di pinggir kasurnya serta Segelas air putih di meja dekat kasurnya yang disediakan untuknya oleh Jongin.

Sejenak, Hyunjung berpikir dengan cepat tentang pertemanannya bersama Jongin. Jongin telah banyak berubah, sikapnya yang kekanak-kanakan perlahan menjadi Dewasa dan pengertian. Sebenarnya perasaan khawatir yang berlebihan dari Jongin cukup membuatnya sedikit terkejut, sebelumnya Jongin tak pernah melakukan hal itu. Tapi, akhir-akhir ini Jongin sangat memperlihatkan hal itu pada Hyunjung secara tidak sengaja.

“Kai-ah.., ireona…”Bisik Hyunjung pelan di telinga Jongin, bermaksud untuk menjahili Jongin.

Perlahan Jongin membuka matanya, lalu mengucek matanya pelan.

“Hmm? Kau sudah bangun, Hyunjung-ah… Bagaimana? Apa kau merasa tidak enak badan?”Tanya Jongin, dengan wajah khawatirnya.

Sejenak, Hyunjung merasakan perhatian Jongin, lagi. Dan, Hal itu sedikit membuat Hyunjung senang. Namun, Hyunjung bertanggapan Hal itu wajar karna mereka berteman.

“Ah, belum kepalaku sedikit pusing, Kai-ah… Aku ingin..”Ujar, Hyunjung berbohong. Tetapi, Jongin memotong perkataannya, “M-Mwo? Aku tak salah dengar? Kau memanggilku apa?”Tanya Jongin, tak percaya.

“Aish.. Kai… Wae? Kau tak suka aku memanggilmu Kai? Baiklah.. Jongin..”Sekali lagi Jongin memotong perkataan Hyunjung, “Ani.. Ani.. aku suka.. Baiklah.. kau ingin apa, Hyunjung-ah?”Tanya Jongin, dengan sedikit rasa senang dihatinya.

“Kau memotong perkataanku dua kali, Jongin-ah… merusak Moodku..”Ujar Hyunjung, merasa malas dan sedikit kesal.

“Ah, Mianhae Hyunjung-ah. Ya sudah, ayo Kau menginginkan apa?”Tanya Jongin, serius kali ini.

“Aku ingin kau jujur Jongin-ah… Apa kau suka padaku?”Tanya Hyunjung yang berniat menjahili Jongin, tapi merasa salah bicara.

Jongin terkejut bukan main saat itu, Ia berpikir apakah Hyunjung menyukainya atau hanya sekedar bertanya lalu meninggalkannya setelah menyatakan yang sejujurnya.

“H-Hyunjung-ah… Apa kau serius menanyakan hal itu?”Ucap Jongin, sedikit terbata.

“Te-Tentu saja..”Ucap Hyunjung sedikit tak yakin, tapi berusaha serius.

“N-Ne.. Aku menyukaimu..”Jawab Jongin sambil sedikit gugup.

Hyunjung tak menyangka, dan kaget serta terkejut mendengar jawaban Jongin yang tak terpikir diotaknya.

“J-Jongin-ah… J-Jinjja?”Tanya Hyunjung, masih tak percaya dengan jawaban Jongin.

“Aku tak bercanda, Hyunjung-ah… Aku menyukaimu sejak lama. Bahkan sejak kecil, aku iri.. sangat iri pada Baekhyun yang dicintai semua orang. Aku iri Ia disukai olehmu, aku iri akhirnya ia mendapat Yeojachingu. Dan, aku sakit… melihatmu sakit karna Baekhyun dan Chanmi..”Jelas Jongin, yang membuat Hyunjung rasanya Ingin pingsan dengan pengakuan Jongin yang saking membuatnya terkejut.

“J-Jongin-ah… Mianhae… aku tak bermaksud menanyakan hal itu secara serius. Aku.. hanya.. be-bercanda..”Ucap Hyunjung, sambil menunduk dan menutup matanya.

“Tidak… Tidak apa-apa… Ah, Aku juga bercanda.. hahaha~ lucu sekali bukan..?”Ucap Jongin berdusta, dan tertawa dengan terpaksa.

“J-Jongin-ah?”Ucap Hyunjung, Tahu bahwa Jongin berbohong padanya.

“Ah, kurasa sudah sore. Aku pulang dulu, ya.. ada Tugas yang belum kukerjakan.. Nanti kalau ada apa-apa kau telepon Baek atau aku saja.. Dah..”Ujar Jongin, bangkit dari duduknya, mengambil tasnya lalu pergi.

Seketika itu juga rasa bersalah memenuhi hati dan pikiran Hyunjung, saat ini Ia bingung. Ada yang sakit dari hatinya, karna telah menjahili Jongin keterlaluan. Tanpa Ia sadari Air matanya jatuh.

“J-Jongin-ah… Mianhaeyo..”Ujar Hyunjung sambil terisak.

Jongin’s Side

“Ia bercanda, pada kenyataannya Ia bercanda. Apa yang kupikirkan memang benar, Ia tak mungkin mendadak menyatakan hal itu. Jangan berharaplah, Kim Jongin Pabo!”Ujar Jongin pada dirinya sendiri.

Ia berjalan, Menuju ke Apartmentnya. Sebelumnya, Ia sempat melukai tangannya sendiri dengan memukul sebuah kaca yang tak terpakai dan membuat Tangannya berlumuran darah. Tanpa menghiraukan lukanya, Ia terus saja berjalan menuju apartment. Staff yang berada di Lobby apartment banyak yang melihat lukanya, tetapi Ia tetap Cuek dengan hirauan Staff-staff tersebut. Lalu, masuk Lift dan segera menuju kekamarnya. dan, dengan perlahan membersihkan lukanya.

“Setelah ini.. Aku akan mulai merelakanmu saja.. Hyunjung-ah..”Ujar Jongin, pelan.

Keesokan Harinya…

Hyunjung bingung bagaimana cara Ia meminta maaf pada Jongin. Dan, saat Hyunjung melihat Jongin. Mendadak Ia gugup, gugup untuk meminta maaf.

“Hey!”Suara Baekhyun terdengar saat seseorang menepuk bahu Hyunjung.

“A-ah! Byun Baek! Kau ini mengagetkanku saja…”Protes Hyunjung, sambil memukul pelan lengan Baekhyun.

“Haha.. Mianhae.. Lagipula kau terlihat sangat gelisah. Ada apa?”Tanya Baekhyun, sambil melihat raut wajah Hyunjung.

‘Apa sebaiknya aku bercerita pada Baekhyun?’Batin Hyunjung.

Akhirnya Hyunjung memilih untuk menceritakan hal tersebut pada Baekhyun. Baekhyun sangat tercengang atas cerita Hyunjung.

“Bagaimana ini, Byun Baek-ah..?”Ucap Hyunjung, gelisah dihadapan Baekhyun.

To the point.. Kau suka padanya atau tidak?”Tanya Baekhyun, sambil memegang kedua bahu Hyunjung.

weird! Ada apa denganku? Bukankah seharusnya aku senang saat Baekhyun melakukan Skinship?’Batin Hyunjung.

“A-Aku… N-Nan Molla…”Ujar Hyunjung, melepas tangan Baekhyun dari Bahunya.

“Bagaimana perasaanmu saat Ia perhatian padamu kemarin?”Tanya Baekhyun, lagi. Dan, lebih serius.

“Aku menyukaimu Baekhyun! Tapi saat ini aku bingung dengan perasaanku sendiri! Aku bingung, Rasanya saat Jongin memberi perhatiannya padaku. Sejenak membuatku berpikir, dan seharusnya saat kau memegang bahuku tadi Aku merasa senang, tapi rasa itu tidak muncul sedikitpun…”Jelas Hyunjung, yang jelas saja, membuat Baekhyun justru menjadi kaget dan bersalah.

“Hyun-Hyunjung-ah.. Kau menyukaiku?”Tanya Baekhyun, terkejut.

“Baek, Jebal… Ini bukan saatnya untuk menanyakan hal itu. Aku akan menjelaskannya setelah kau membantuku berbaikan dengan Jongin. Walaupun sebenarnya kami tidak bermusuhan.”Ucap Hyunjung, lalu menunduk.

Tiba-tiba Baekhyun mengangkat tangannya, lebih tepatnya melambai. Pada Jongin.

“Jongin!”Panggil Baekhyun, sambil melambai.

Hyunjung terkejut, lalu gugup. Akhirnya, Jongin menghampiri Baekhyun.

“Ada apa?”Tanya Jongin, seperti tak ada yang terjadi.

“Nanti, setelah kelas.. Kita makan bersama.. Di Restaurant yang biasanya..”Ucap Baekhyun, sambil menepuk bahu Jongin, pelan.

“Ah, Tapi.. Aku ada Ke..”Ucapan Jongin dipotong Oleh Baekhyun, “Tidak ada penolakan, Kelas bisa  bolos hari ini saja.. Penolakan? Mari kita hentikan pertemanan kita, Kim Jongin. Ok?”Ucap Baekhyun, sambil melipat tangannya didada.

Arasseo..”Ucap Jongin, pasrah. “Aku duluan ya..”Pamit, Jongin.

“Ia tak melihat ataupun menyapaku Baekhyun-ah..”Ujar Hyunjung, lalu mengangkat kepalanya dan melihat Punggung Jongin yang semakin lama semakin menjauh.

“Tenang saja.. Rencanaku pasti berhasil..”Ujar Baekhyun, sambil tersenyum Evil.

At : Gangnam Bulgogi Restaurant

“Ya! Kim Jongin.. Kau duduk disitu.. Disini tempat Tasku..”Protes Baekhyun, sambil menunjuk tempat duduk di sebelah Hyunjung.

“Cerewet sekali..”Gerutu Jongin, lalu duduk disebelah Hyunjung.

“Aku pesan dulu.. Kalian yang seperti biasakan?”Tanya Baekhyun, sambil bangkit dari duduknya.

Bubble milk Tea..”Jawab Hyunjung dan Jongin bersamaan.

“Haish.. Kalian bernafsu sekali pada Bubble milk tea.. Baiklah.. Aku pesan dulu..”Jawab Baekhyun, lalu pergi memesan.

Saat Baekhyun pergi, Hyunjung dan Jongin saling bertatapan dan tertawa kecil bersama.

“Kau mengikutiku.. Lee Hyunjung..”Ledek Jongin, memulai Perseteruan.

Aniya, Kau yang mengikutiku..”Ledek Hyunjung, balik.

“Kau yang mengikutiku…”

“Tidaak.. kau yang mengikutiku..”

“Kau..”

“Kau..”

You..”

Neo

“Kau”

“Aku”

“Aku.. Eh… Kau!”

“Kau..”

Mereka terus beradu mulut, Hingga akhirnya Jongin dan Hyunjung berhenti karena lelah.

“Jongin-ah..”Panggil Hyunjung, serius.

“Apalagi? Kau yang salah, Hyunjung-ah..”Jawab Jongin, tanpa mengalihkan pandangannya pada Hyunjung.

“Memang aku yang salah.. Seharusnya aku tidak bercanda.. Mianhaeyo..”Ujar Hyunjung, sambil sedikit terisak.

Seketika Jongin langsung mengalihkan pandangannya pada Hyunjung, dan mendapati Hyunjung tengah menunduk dengan Tangan kanannya yang sedang mengusap matanya.

“Kau tidak salah, Hyunjung-ah..”Ujar Jongin, sambil memegang tangan Kanan Hyunjung, “Lagipula, Aku merelakanmu.. tida..”Hyunjung kali ini memotong perkataan Jongin, “Jangan relakan aku, Kim Jongin.. Jangan saat aku mulai menyukaimu..”Ucap Hyunjung kembali Terisak.

Jongin terkejut atas perkataan Hyunjung, dan membuatnya merasa harus memeluk Hyunjung.

“Baiklah, kalau kau menginginkan hal itu.. Saranghaeyo.. Lee Hyunjung..”Bisik Jongin, tepat di telinga Hyunjung.

Nado.. Jong.. Kai-ah..”Ujar Hyunjung, sambil sedikit terkekeh.

Hal itu membuat Jongin tertawa kecil, lalu mengeratkan pelukannya pada Hyunjung.

“EHEM!”Suara Baekhyun, Berdeham.

Sontak Hyunjung melepas pelukannya, pelan.

“Jangan bermesraan disini..”Protes Baekhyun, sambil menaruh nampan berisi makanan di Meja.

Mian..”Ucap Hyunjung, sekilas.

“Haish.. Apa aku harus menelepon Chanmi?”Ujar Baekhyun, mulai merogo saku celananya.

Andwae..”Tolak Hyunjung dan Jongin bersamaan.

Waeyo?”Protes Baekhyun, dengan memelas.

“Kau akan menghiraukan kami nanti..”Ujar Jongin, sambil merangkul Hyunjung.

“Betul..”Ucap Hyunjung setuju, sambil mengangkat Ibu jarinya.

“Haish, Baiklah..”Ujar Baekhyun, pasrah.

Manhi duseyo..”Ucap Hyunjung, saat akan memulai makan.

“Makan yang banyak..”Ujar Jongin, sambil mengacak pelan rambut Hyunjung.

“Ne…”Ucap Hyunjung, sambil tersenyum pada Jongin.

“Eh? Kai… Ada apa dengan tangan Kananmu…?”Ucap Hyunjung, terkejut dan segera memegang tangan kanan Jongin.

“Auh…”Rintih Jongin, Tepat saat tangannya dipegang oleh Hyunjung.

“Apa yang kau lakukan Jongin-ah… ini kenapa?”Tanya Hyunjung, sedikit panik.

“Ah, itu hanya terkena Kaca.. tidak apa-apa… Nanti akan sembuh sendiri..”Jawab Jongin, berbohong sambil tersenyum seperti Biasa.

“Ish.. Kau ini… Jangan melukai diri sendiri…”Ucap Hyunjung, sedikit memarahi Jongin.

“Arasseo… Cerewet sekalii..”Ujar Jongin, sambil tersenyum dan mencubit pipi Hyunjung.

“Ya! Ingaatt aku disiinii.. Hallooo…”protes Baekhyun, sambil menghentikan kegiatan makannya sementara.

Jongin dan Hyunjung, hanya cengengesan dan tertawa.

“Minggu depan ada Festival Sekolah, dan Aku dipilih sebagai Panitia loh..”Ucap Hyunjung, member Jongin dan Baekhyun Pengumuman.

“Jinjjayo?”Tanya Baekhyun, tak percaya.

“Ne.. Kami dibagi per-Partner..”Ujar Hyunjung, sambil tersenyum bangga.

“Partner?”Tanya Jongin, dengan sedikit pandangan tak suka.

“Ne..”Ucap Hyunjung, sambil mengangguk kearah Jongin.

“Siapa?”Tanya Jongin, lagi.

“Molla.. Belum diberitahu Oleh Ketua Panitia…”Jawab Hyunjung, sambil mengaduk minumnya.

‘Siapa Partnernya?’Batin Jongin.

–          THE END          –

Penasaran ga? Hyun mau bikin Sequel kalo banyak yang minta.. kkk~
Gomawo Readers deul… J

 

46 pemikiran pada “Behind You, Me and Him

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s