The legend of knight (Chapter 3)

hmmm

Title                 : The Legend of Knight

Author             : @kanianana

Main Cast        :

Byun Baekhyun (EXO)

Lee Hara (OC)

Other Cast      :

Runa (OC)

Chanyoel (EXO)

Length             : Multi Chapter

Gener              : Fantasi, Family, Romantic (maybe)

Ranting            : T

Note                :

Maaf ya bila disini nanti banyak typo author hanya manusia yang tak sesempurna paha mulus SNSD (?). maaf jika FF ini mengecewakan dan hancur *Bow bareng kai*

Oh iya jangan lupa komen yaaa saya terbuka atas segala kritik dan saran kok mau yang manis taupun yang pedas bahkan yang asam (?). Oke tanpa menunggu lama-lama silahkan baca ff saya yang serada aneh ini ^^

Selamat membacaaaa 😀

“Kami menginginkan permata kehidupan itu. Kami menginginkan gadis penjaga permata itu” sang monster itu berkata sambil menunjuk ke arah gadis yang sedang bersembunyi di belakang tubuh Baekhyun. Hara, gadis yang ada di belakang tubuh Baekhyun itu terlihat sangat ketakutan, mukanya memucat tubuhnya juga menggigil.

“apa maksud kalian hah? Disini tidak ada gadis yang kalian cari” ucak Baekhyun dengan suara lantang. Dia tidak takut sama sekali dengan para monster itu, yang ia takutkan adalah keadaan Hara di belakangnya. Dari kuatnya cengkraman Hara terhadap kemeja yang ia pakai, Baekhyun tau gadis itu sangat ketakutan.

“kau tidak usah belagak bego heh bocah, serahkan gadis itu kalau kau tidak mau terluka”

Baekhyun melihat keadaan sekitar, setidaknya disana ada 10 ekor monster dan ia hanya sendirian. Oke mungkin ia tidak sendirian, namun menyuruh Hara untuk menghajar para monster itu bukanlah ide yang bagus. Malah seharusnya Baekhyun yang melindunginya. Jadi otomatis ia memiliki dua urusan, melawan para monster dan juga melindungi Hara.

“cepat bocah tengik berikan gadis itu dan permatanya, atau kau harus melawan kami semua”

“aku lebih baik melawan kalian semua dibandingkan memberikan Hara kepada kalian”

“cih, kau benar-benar cari mati huh. Semuanya serang mereka” kata monster itu dan mereka semua-pun maju melawan baekhyun

“dengar Hara, apapun yang terjadi teruslah berada di belakangku” kata Baekhyun setengah berbisik. Saat ia menengok kebelakang dia dapat melihat wajah pucat Hara. Entah kenapa emosi Baekhyun meningkat ketika melihat Hara ketakutan.

“Sini maju kalian semua sekaligus aku tidak takut” Sedetik kemudian seluruh tubuh baekhyun mulai bercahaya.

Hari itu adalah mimpi terburuk Hara yang menjadi kenyataan. Ia di serang oleh 10 ekor monster yang entah datangnya dari mana. Satu-satunya alasan yang membuat dirinya tidak langsung pingsan di tempat adalah karena ada Baekhyun didepannya. Manusia lengenda sang penguasa cahaya. Kini Baekhyun tengah menyerang para monster dengan laser yang keluar dari tangan-tangannya.

“Aaaa…” Hara sontak berteriak saat dia merasakan tangannya di pegang oleh seekor monster.

“Hara !” teriak Baekhyun lalu sinar laser langsung mengenai monter yang hampir melukai Hara itu. Monter itu langsung terjatuh tak berdaya ketika sinar laser Baekhyun menembus tubuhnya.

“tetap berada di belakangku Hara !” Hara menurut saja dan berlari ke arah Baekhyun. Saat Hara berlari kearah Baekhyun ia melihat monster lainnya akan menyerang Baekhyun.

“Oppa awas di depanmu”. Terlambat, monster itu berhasil melukai tangan baekhyun dengan cakarnya lalu monster lainnya berhasil melukai kepala baekhyun dengan tanganya.

“Oppa tanganmu dan kepalamu” kata Hara melihat tangan kiri dan kepala Baekhyun telah terluka penuh darah. Baekhyun mengerang pelan. Melihat lawannya tengah lemah, monster yang kini hanya berjumlah 5 ekor itu memanfaatkan moment itu untuk menculik Hara.

“Aaaa. Lepaskan aku dasar monster-monster jelek” Hara meronta-ronta, berusaha melepaskan dirinya para monster itu.

“Lepaskan… Hara” kata Baekhyun dengan napas tersenggal-senggal sambil memegangi tangannya yang terluka.

“sudahlah bocah kau menyerah saja, kau tidak mungkin melawan kami”

“Aku bilang lepaskan Hara” teriak Baekhyun. Matanya kini bercaraya, dan dengan segenap tenaga yang ia punya, ia menembakkan laser dari tangan kanannya hingga menyisakan satu monster.

“Sebelum aku membunuhmu cepat pergi dari hadapanku” Monter itupun segera lari tunggal-langgang menjauh dari mereka. Hara yang sudah terbebas dari para monster segera berlari menuju Baekhyun yang sudah ambruk jatuh ketanah.

“Oppa.. oppa bangun” Itulah kata-kata terakhir yang di dengar oleh Baekhyun sebelum kepalanya terasa berat dan semuanya menjadi gelap.

Baekhyun menerjap-nerjapkan matanya perlahan. Kepalanya masih terasa pusing namun sudah mendingan di bandingkan tadi malam. Pelan-pelan ia bangkit dari tidurnya. Bajunya kini sudah sudah ganti menjadi kaos polos berwarna abu-abu. Kepala dan tangan kirinya juga telah di ikat dengan perban. Baekhyun merasakan ada sesuatu di samping kanan kasurnya. Ternyata Hara sedang tidur di samping kasurnya itu. sepertinya Hara menungguinya semalaman. Tanpa sadar ujung-ujung bibir Baekhyun terangkat, membentuk sebuah lengkungan tipis di bibirnya. ‘Hara apa kau menungguku seharian?’ batin Baekhyun.

Memperhatikan Hara saat tidur memang menyenangkan. Kecantikannya semakin terlihat saat ia tertidur pulas seperti ini. Seketika itu juga, tersirat pikiran aneh di otak Baekhyun untuk mengelus poni coklat Hara. Saat Baekhyun akan melakukannya tiba-tiba tubuh Hara bergerak. Baekhyun segera menarik tangannya tidak jadi untuk mengelus poninya.

“Oppa.. oppa sudah bangun” Kata Hara saat melihat Baekhyun sudah bangun.

“Oppa apakah masih sakit? Kepala oppa? Tanggan oppa apakah masih sakit?” lanjut hara dengan tampang cemas.

“tenang Hara aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja”

“Oppa yakin?”

“tentu saja”. Entah mengapa Baekhyun merasa sangat senang saat melihat Hara begitu panik menghawatirkannya.

“oh iya Bibi dan paman Jo dimana?”. Hara tidak menjawab pertanyaan Baekhyun. Hara hanya menundukan kepala dan menggeleng pelan, lalu air mata jatuh membasahi roknya

“ada apa Hara? Paman dan bibi Jo dimana memangnya?”

“mereka.. meraka di culik monster itu” Kata Hara lirih, suara tangisannya kini jelas terdengar. Melihat Hara sedih membuat Baekhyun ikut merasa sedih. Tiba-tiba saja tubuh Baekhyun langsung memeluk Tubuh Hara. Di peluknya Hara begitu erat. Tangisan Hara-pun langsung pecah di pelukan Baekhyun.

Hara menemukan dirinya tertidur diatas kasur Baekhyun. Sepertinya ia tertidur setelah menangis habis-habisan di bahu Baekhyun. ‘oh iya, oppa oppa dimana?’ pikir Hara melihat oppanya kini sudah tidak ada di kamarnya. Saat Hara ingin mencari Baekhyun tiba-tiba saja indra penciumannya menangkap aroma makanan yang begitu harum. Hara langsung bangkit dan segera berlari ke arah dapur.

“oppa apa yang oppa lakukan?” tanya Hara melihat oppanya itu sedang memasak.

“Oh Hara kau sudah bangun. Aku sedang memasak untuk makan malam kita. Tadi kau tertidur sangat pulas jadi aku tidak membangunkanmu”

“oppa bukannya kau masih sakit? Sini biar aku saja yang memasak”

“tenang aku sudah baik-baik saja kok.  Lihat tanganku ini baik-baik saja” kata Baekhyun sambil menggerak-gerakan tangan kirinya.

“sudahlah kau duduk saja aku juga hampir selesai kok”. Hara akhirnya menurut saja. Ia-pun pergi ke ruang makan dan menunggu Baekhyun membawakan soup jagung buatannya.

“selamat makan” kata Baekhyun sambil menyantap soup jagungnya.

“bagaimana? Enak tidak masakan ku?”

“hmm iya enak oppa”. Lau mereka-pun makan dalam diam. Semuanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.

“Oppa bagaimana jika kita mencari anak legenda lainnya?” tanya Hara memecah keheningan. Baekhyun tau bahwa akhirnya Hara pasti akan berkata seperti itu. Ia juga sebenarnya juga mempunyai pikiran untuk mencari orang-orang seperti dirinya. Sang legenda.

“baiklah, tapi sebaiknya kita lakukan itu saat kau sudah selesai makan soup jagung ini”

“baiklah oppa”

*****

            Matahari bersinar dengan begitu terangnya. Tidak seperti dua hari yang lalu, pagi ini cuaca begitu cerah dan juga hangat. Kepulan asap keluar dari corong-corong kereta uap. Bunyi peluit dan juga suara orang-orang yang berlalu-lalang membuat stasiun kereta api itu terasa begitu ramai dan sesak.

“oppa kapan kereta kita tiba” tanya Hara. Sepertinya ia sudah lelah menunggu keretanya datang.

“sepertinya sebentar lagi juga sampai”. Pagi ini Baekhyun dan Hara akan menaiki kereta menuju kota Berns. Kota Berns berjarak 500 km dari desa Billivia.

Sekitar 5 menit kemudian kereta yang di tunggu-tunggu datang. Hara dan Baekhyun segera masuk kedalam kereta tersebut. Lalu mereka melihat-lihat ke setiap nomor yang ada kursi dan menyamakannya dengan nomor yang ada di tiket mereka. Kurisi-kursi yang ada di kereta ini di atur dengan rapi. Kursi-kursi itu di kelompokan menjadi empat-empat dengan dua kursi yang di hadap-hadapkan. Setelah menemukan kursi yang di cari, mereka-pun duduk dan meletakkan barang-barang mereka. Perjalanan kali ini adalah perjalanan kereta  pertama bagi Hara. Sebelumnya ia tidak pernah menaiki kereta.

“Permisi” kata seorang perempuan dengan rambut hitam panjang terurai, lalu ia duduk didepan kursi Hara. Peremuan itu cantik. Itulah hal yang terlintas pertama di pikiran Hara saat pertama kali melihatnya. Sepertinya perempuan itu juga merupakan orang baik-baik.

“Perkenalkan nama saya Runa, Park Runa”. Perempuan yang bernama Runa itu tersenyum dengan manis sambil mengulurkan tangan ke arah Hara.

“Aku Hara, Lee Hara dan ini Baekhyun, Byun Baekhyun” kata Hara memperkenalkan dirinya dan Baekhyun

“Hai Baekhyun aku Runa senang bertemu denganmu” kata gadis itu tersenyum dengan manisnya.

“aku juga”

“Jadi kalian ingin ke kota Berns?”. Hara dan Baekhyun mengangguk bersamaan.

“Apa kalian punya sanak saudara disana?”. Lalu mereka menjawabnya dengan menggeleng bersamaan pula.

“lalu kalian akan tinggal dimana nanti?”

“kami akan menginap di penginapan Louis nanti”

“waah kebetulan sekali pamanku adalah pemilik penginapan itu, apa kalian sudah punya tumpangan untuk pergi kesana? Jika tidak kalian bisa ikut naik mobil bersamaku nanti bagaimana?”

“Bernarkah? Terimakasih banyak Runa” Kata Baekhyun senang. Akhirnya 5 jam perjalanan di dalam kereta terasa sebentar bagi mereka. Ternyata Runa merupakan anak yang sangat menyenangkan. Hingga membuat mereka lupa waktu karena sakingasiknya mengobrol.

“Kita tunggu disini saja sebentar lagi pamanku akan menjemput kok” Kata Runa saat mereka sudah sampai di stasiun kota Bens. Kota Bens ternyata merupakan kota yang panas dan juga luas. Baekhyun sampai mengipas-ngipaskan wajahnya dengan tangan saat baru saja turun dari kereta.

“Nah itu dia pamanku. Pamaan” Teriaknya sambil melambai-lambaikan tangannya. Mobil berwarna hitam itu berhenti tepat di depan Runa.

“Runaa sudah lama kita tidak bertemu, Aku kangen sekali padamu”. Pria gendut yang Hara yakini sebagai pamannya Runa itu memeluk Runa dengan eratnya.

“Aku juga kangen pada Paman, oh iya paman perkenalkan ini teman-teman baruku Baekhyun oppa dan juga Hara mereka katanya akan menginap di penginapan paman. Jadi bisakah mereka ikut kita ke penginapan paman?”

“hmm tentu saja bisa. Hara, Baekhyun ayo cepat kalian masuk kedalam mobil sebelum kalian kepanasan” Hara dan Baekhyun menurut saja dan segera masuk kedalam mobil setelah mengucapkan terimakasih kepada paman Runa.

Ternyata penginapan Louis merupakan penginapan yang cukup mewah. Penginapan itu mungkin terlihat biasa dari luar namun ternyata penginapan itu cukup mempunyai fasilitas yang lengkap. Mereka-pun memesan dua kamar, satu kamar untuk Baekhyun dan satu lagi untuk Hara dan Runa. Entah mengapa hanya dalam waktu sebentar Hara dan Runa sudah menjadi dekat. Padahal Hara bukan tipe orang yang gampang dekat dengan orang lain.

“Hara nanti kita pergi jalan-jalan yuk ada orang yang ingin aku kenalkan kepadamu. Oh iya Baekhyun kau mau ikut tidak?”

“aku tidak ikut. Kalian saja yang pergi aku ingin tidur seharian” jawab Baekhyun segera

“Yasudah kalau begitu”

Setelah selesai membereskan barang-barang dan juga membersihkan diri, Hara dan Runa jalan-jalan mengitari kota Bens. Kota ini cukup indah walaupun bagi Hara tidak ada tempat seindah desa kelahirannya, Billivia.

“Hara sepertinya orang yang ingin aku kenalkan padamu tidak bisa datang hari ini bagaimana kalau kita pergi belanja saja? aku ingin pergi berbelanja di pasar itu” Tunjuk Runa ke arah pasar yang sangat ramai. Tanpa di setujui oleh Hara, Runa langsung saja menarik tangannya. Pasar itu memang benar-benar ramai, baru saja mereka jalan-jalan disana selama 15 menit, sekarang Hara sudah tersesat dan kehilangan Runa.

“Runa.. Runa kau dimana?” Teriak Hara, namun suaranya kalah melawan kebisingan pasar ini. Tiba-tiba saja mata Hara menangkap bayangan Runa. Gadis itupun berlari mengejar bayangan itu. ia tidak ingin kehilangan Runa lagi. Karena terlalu terburu-buru Hara tidak memperhatikan langkahnya hingga akhirnya ia menabrak seorang laki-laki tanpa sengaja. Hara langsung jatuh tersungkur ke tanah.

“kau tidak apa-apa?” laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk membantu Hara bangun.

“aku tidak apa-apa terimakasih” Hara menyambut uluran tangan itu dan segera bangkit. Tiba-tiba kalung Hara bersinar ketika Hara berhasil bangun dari posisinya. Hara langsung mencari keberadaan laki-laki tadi. Ia yakin yang membuat kalung itu bersinar adalah laki-laki tadi, namun laki-laki itu menghilang begitu saja saat hara mencoba mencarinya. Lalu Hara teringat bahwa ia harus menemukan Runa, saat ia ingin mencari Runa lagi ternyata orang yang ingin di carinya sudah ada dibelakang tubuhnya.

“Haraaa di sini kau rupanya. Aku mencarimu dari tadi. Ayo kita pulang aku sudah selesai belanja nih” kata Runa sambil mengenggam tangan Hara agar temannya itu tidak hilang lagi.

Malam ini Baekhyun dan Hara makan malam di restoran dalam penginapan sedangkan Runa ada urusan yang membuatnya tidak bisa ikut makan malam bersama mereka.

“oppa tadi saat aku jalan-jalan dengan Runa tiba-tiba saja kalungku bereaksi”

“benarkah? Apa kau melihat anak legenda yang lain?”

“hmm aku tidak tau, saat aku tertabrak di pasar tiba-tiba saja kalungku bereaksi kepada orang yang menabrakku namun aku tidak tau bagaimana wajahnya dan apakah dia benar-benar anak legenda itu”

“lalu bagaimana kita bisa menemukan orang itu kalau saja kita tak tau bagaimana wujudnya”

“aku juga tidak tau”. Saat mereka sedang berfikir, pengantar makanan datang mengantarkan makanan pesanan mereka

“sudahlah kita makan dulu baru nanti kita bahas lagi” dan mereka-pun makan dengan tenang tanpa membahas hal itu lagi, sampai mereka kembali ke kamar masing-masing.

Jam dinding menunjukan waktu jam 11 malam namun Runa masih belum juga kembali ke kamarnya. ‘apa hari ini dia menginap ke rumah pamannya?’ pikir Hara dalam hati. Saat hara ingin mematikan lampu dan pergi tidur, terdengar suara bunyi pintu terbuka di kamarnya.

“Runa? Kau dari mana saja? Kenapa baru datang” tanya Hara saat Runa datang.

“hmm aku bertemu dengan sepupuku tadi. Hehehe”

“sepupumu?” kata Hara heran

“iyaa sepupuku yang aku ingin kenalkan kepadamu itu. kau pasti senang bertemu dengannya” kata Runa dengan penuh semangat, dan ia mulai bercerita tentang sepupunya itu tanpa mempedulikan Hara yang sudah mulai terkantuk-kantuk mendengarkan ceritanya. Runa baru berhenti bercerita ketika Hara sudah benar-benar tidak kuat dan memaksanya untuk tidur.

Sepertinya Runa memang benar-benar ratunya belanja. Padahal kemarin baru saja dia belanja bersama Hara dan hari ini dia memaksa Hara dan juga Baekhyun untuk menemaninya belanja. Baekhyun mau-mau saja di ajak Runa untuk belanja, dia juga ingin berkeliling kota Bens. Karena kemarin ia sibuk tidur hingga tidak sempat melihat-lihat kota Bens. Hara yang tidak ingin di tinggal sendirian di penginapan akhirnya terpaksa mengikuti Baekhyun dan Runa, walaupun sebenarnya ia malas untuk ikut.

“Baekhyun cepat sedikit dong jalannya kau lama sekali” kata Runa melihat Baekhyun yang dari tadi berjalan sambil melihat-lihat keadaan sekitar.

“Kenapa mesti buru-buru? Kalau kalian buru-buru kalian duluan saja nanti aku menyusul”

“memangnya kau tau jalan kota ini apa?”

“aku tidak tau” kata Baekhyun dengan polosnya. Runa menghela nafas panjang.

“Baiklah nanti kita bertemu lagi saat makan siang di restoran ujung jalan sana ya” Runa menujuk sebuah restoran makanan berwarna putih merah di ujung jalan.

“kau tau jalan untuk kesini kan?” kata Runa lagi meyakinkan

“tenang saja. Aku tidak mungkin tersesak kok” kata Baekhyun percaya diri. Runa dan Hara akhirnya pergi melanjutkan acara belanja.

Sepertinya ucapan Baekhyun kepada Runa itu perlu di pertanyakan kebenarannya. Karena sudah 15 menit Baekhyun berputar-putar namun belum juga menemukan jalan kembali menuju ke restauran itu. Ia berjalan seperti orang linglung, hingga tiba-tiba ia di tabrak oleh seorang laki-laki. Sudah tidak menemukan restauran yang ia cari, kini ia di tabrak lagi, akhirnya kekesalan Baekhyun memuncak.

“Ya! Kalau jalan liat-liat dong” Kata Baekhyun dengan nada tinggi. Orang yang di tabrak Baekhyun-pun merasa terpancing emosinya saat Baekhyun berbicara seperti itu padanya.

“aku sudah liat-liat kok kau saja yang memang tidak terlihat” kata orang itu dengan suara berat.

“apa kau bilang tidak terlihat? Apa maksudmu hah?”

“maksudku kau itu pendek! Makannya jadi orang jangan pendek-pendek sampai tidak terlihat seperti itu”. Harus Baekhyun akui bahwa orang di depannya itu memang tinggi. Tingginya mungkin 180 cm ke atas, namun tetap saja ia merasa tersinggung di bilang pendek seperti itu.

“aku tidak pendek! Kau saja yang ketinggian! Dasar tiang listrik”

“dasar kurcaci”

“dasar tiang”

Merekapun masuk kedalam perdebatan yang isinya monoton antara kurcaci dengan tiang listrik. Hingga akhirnya orang yang di tabrak Baekhyun itu mengakhiri perdebatan mereka.

“sudahlah tidak ada waktu untuk mengurusi kurcaci cebol sepertimu. Aku banyak kerjaan”

“Apa kau bilang tiang listrik? Seharusnya aku yang bilang seperti itu!”. laki-laki itu tidak mengubris perkataan Baekhyun dan terus saja pergi.  Baekhyun juga tidak ingin mengurusinya lagi. Saat Baekhyun kembali berjalan, ia akhirnya melihat restauran yang selama ini dia cari.

Hara duduk dengan cemas di dalam restauran. Sudah jam 1 lebih Hara menunggu namun Baekhyun belum juga terlihat.

“Hara kau kenapa sih dari tadi?”

“heh? Apa? Aku tidak apa-apa kok”

“kau bohong, dari tadi kau terlihat sangat cemas. Kau menghawatirkan Baekhyun oppa ya?” Hara tak begitu mendengarkan perkataan Runa, ia terus saja melihat ke arah luar jendela.

“Ya! Lee Hara. Berhentilah mencemaskan oppamu itu. dia kan bukan anak kecil yang harus selalu di khawatirkan” Kata Runa kesal

“ahh itu dia Baekhyun oppa” kata Hara ketika melihat Baekhyun masuk ke dalam restauran. Hara melambai-lambaikan tangannya ke arah Baekhyun, sedangkan Runa menghela nafas panjang.

“oppa kau lama sekali tadi kau kemana saja?” tanya Hara

“hmm aku tadi keliling-keliling sehingga lupa waktu” kata Baekhyun berbohong. Ia tidak ingin mengakui bahwa ia lupa jalan pulang agar tidak terlihat seperti orang bodoh.

“yasudah kalau begitu kita pesan makanan yuk, aku lapar” kata Baekhyun lagi.

“tunggu kita harus menunggu satu orang lagi” Kata Runa. Semua orang memperhatikan Runa dengan tatapan bertanya.

“Oppa” Teriak Runa saat seseorang masuk dari pintu masuk restauran. seseorang yang di panggil oppa oleh Runa tersenyum dan membalas lambaian tangan Runa. Orang itu terlihat sangat tinggi dan juga tampan.

“teman-teman ini kakak sepupuku yang aku suka ceritakan namanya Chanyeol oppa” kata Runa memperkenalkan kakak sepupunya itu.

“annyeahaseo Chanyoel imnida” Kata Chanyoel sambil tersenyum hingga tatapannya jatuh kepada seorang namja yang terlihat tak asing lagi di matanya.

“Kau.. Kurcaci?” Kata Chanyoel dengan tampang terkejut.

“Kau.. tiang listrik?” kata Baekhyun dengan nada tak percaya. Runa dan Hara-pun hanya melihat mereka secara bergantian tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Tiba-tiba semunya menjadi hening, Chanyoel dan Baekhyun masih saling menatap dengan tatapan yang tak bisa di artikan antara terkejut dengan benci walaupun presentase benci sepertinya jauh lebih unggul dari pada terkejut. Runa dan Hara juga ikut diam karena tak mengerti dengan apa yang terjadi. Ketika suasana masih terasa tegang, tiba-tiba saja kalung Hara bersinar hingga sekarang semua mata tertuju pada Hara dan kalungnya yang sudah bersinar itu. Hara sendiri juga terlihat bingung melihat kaluangnya yang tiba-tiba saja bersinar.

“Flame” ujuar Hara refleks, entah mengapa kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Runa, Baekhyun dan Chanyoel kini melihat Hara dengan tatapan bingung.

“Chanyoel-sshi apakah kau mempunya tato berlambang burung api di tubuhmu?” tanya Hara. Chanyoel membulatkan matanya tak percaya

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?” kata Chanyoel dengan tampang sangat terkejut. Belum sempat Chanyoel meneruskan kata-katanya tiba-tiba Baekhyun menyela pembicaraan itu.

“tunggu dulu Hara apa kau yakin dia orangnya? Mana mungkin orang seperti dia bisa menjadi sang legenda” kata Baekhyun dengan nada tak terima.

“maksudmu apa hei kurcaci”

“apa kau tiang listrik”

Merasa sepertinya sebentar lagi akan terjadi peperangan akhirnya Runa-pun ikut angkat bicara.

“ada apa sih dengan kalian ini? Aku tak mengerti dengan apa yang kalian katakan. Legenda apa? Flame apa? Tato apa? Kenapa keadannya jadi tak jelas seperti ini?” kata Runa frustasi. Ia merasa sepertinya hanya dia yang tak mengerti dengan semua kejadian ini.

“sudahlah semuanya lebih baik kita duduk dulu dan membicarakannya baik-baik” kata Hara akhirnya menyudahi keadaan yang aneh ini.

“hmm jadi adakah salah satu dari kalian yang ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini?” kata Runa setelah mereka semua selesai memesan makanan. Hara, Baekhyun dan Chanyoel saling melempar pandangan. Hingga akhirnya Hara menghela napas panjang dan mulai menceritakan semuanya, tentang anak legenda, ayahnya yang seorang profesor, jurnal ayahnya dan keinginan mereka untuk menemukan sang legenda lainnya.

“jadi Chanyoel-sshi mau kah kau bergabung dengan kami ?” kata Hara akhirnya menyudahi ceritanya. Belum sempat Chanyoel menjawab tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah meja kasir, sontak mereka semua melihat ke arah bunyi itu. Ternyata segerombolah monster masuk ke dalam restaurant dan menghancurkan setip benda yang di lewatinya. Sesaat kemudian keadaan restaurant menjadi kacau balau, semua orang panik termaksud mereka.

“dimana gadis itu? Dimana permata keabadian itu berada?” kata salah satu monster itu sambil terus menghancurkan benda-benda yang mereka lewati. Hara merasa begitu dejavu mendengar kata-kata itu hingga membuatnya kembali ketakutan. Tanpa ia sadari tubuhnya mulai menegang dan mukanya menjadi pucat.

“Runa, Hara cepat kalian keluar dari restaurant ini. Aku akan membereskan mereka semua” kata Baekhyun.

“Ayo Hara kita pergi dari sini” ajak Runa sambil menarik tangan Hara yang sedari tadi menegang di tempat duduknya. Runa dan Hara-pun berlari keluar dari restaurant melalui pintu kedua.

“kau tidak lari tiang listrik?” kata Baekhyun meremehkan saat restaurant itu sudah mulai sepi dan hanya menyisakan mereka berdua dengan segerombolan monster di depannya.

“apa kau bilang? Lari? Bukannya harusnya kau yang lari? Aku sudah pernah menghadapi yang lebih parah dari pada segerombolan jangkrik ini” kata Chanyoel dengan nada meremehkan juga namun, nada itu bukan hanya di tunjukan kepada Baekhyun saja tapi juga kepada monster-monster di depannya itu.

“oke kita lihat sejauh mana kekuatanmu”. Sedetik kemudian tubuh Baekhyun mulai mengeluarkan cahaya disusul oleh tubuh Chanyoel yang mulai mengeluarkan api. Mereka-pun mulai menyerang para monster dengan sengitnya.

Runa dan Hara kini berada di sebrang jalan dekat dengan restaurant tempat mereka tadi makan siang. Restaurant itu kini sudah tidak berbentuk, serpihan kaca bertebaran dimana-mana, kursi-kursi dan meja juga berserakan tak karuan. Dari sebrang jalan itu mereka dapat melihat dengan jelas Baekhyun dan Chanyoel sedang melawan para monster itu dengan sengit. Mereka hanya bisa memekik pelan saat oppa mereka itu terkena cakaran ataupun tinju dari para monster tersebut hingga menyebabkan aliran darah segar keluar dari tubuh mereka. Runa dan Hara terus menutup mulut mereka sampai akhirnya mereka bisa bernafas lega melihat Chanyoel dan Baekhyun memenangkan pertarungan itu.

“ternyata kau hebat juga heh tiang listrik” kata Baekhyun saat mereka  berhasil mengalahkan para monster itu.

“kau juga kurcaci” kata Chanyoel sambil mengelap darah yang mengalir di ujung bibirnya.

“Oppaaa, kalian tidak apa-apa?” kata Runa menghampiri mereka dengan wajah panik.

“aku tidak apa-apa Runa tenang saja” Chanyoel menatap sepupunya itu sambil tersenyum

“Baekhyun oppa kau tidak apa-apa?” kini Hara yang bertanya kepada Baekhyun.

“aku juga tidak apa-apa Hara” kata Baekhyun tersenyum lebar

“hmm Chanyoel-sshi jadi mau kah kau ikut dengan kami?” tanya Hara pada Chanyoel dan Chanyoel hanya tersenyum menjawab pertanyaan Hara itu.

Kini petualangan selanjutnya akan segera di mulai.

-TBC-

Gimana-ginama ceritanya? Kepanjangan kah? Kependekan kah? Ngebosenin? Atau alurnya aneh? Jika memang seperti itu silahkan komen ^^

Semuanyaaaa di tunggu komennya yaaa ^^ koment kalian sungguh sangat berarti bagi saya.

Iklan

11 pemikiran pada “The legend of knight (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s