Forget (Chapter 3)

Forget Chapter 3 (Sequel: “Differences of the twins’ fate”)

Author: Laras (@Laras794)

Ratted: Teen

Length: Chapter

Genre: Romance, angst.

Cast:

–          Nam Yoonjoo (?)

–          Oh Sehun

–          Byun Baekhyun

–          Kim Jongin

–          Other

Attention: peringatan keras! jangan copy, paste tanpa seizin saya apalagi plagiat. itu sama saja kalian seperti seorang penjahat yang mencuri karya orang lain. Jika kalian mau me-remake ulang cerita ff yang saya buat ini harap izin pada saya terlebih dahulu. Maaf jika menyinggung tapi ini demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

forget

Ketika aku benar-benar terpuruk karenanya tak ada yang bisa kulakukan selain menunggu dirimu kembali padaku. Kau tahu ini begitu sulit, ketika aku harus membiasakan diriku hidup tanpa dirimu. aku menderita tanpamu, aku tak bisa terus seperti ini sampai akhirnya aku memutuskan untuk melupakanmu. Demi Joohun.

“Aku tak sanggup jika terus seperti ini makannya aku memilih jalan ini” ungkapku pada Kyuhyun hyung yang kebetulan sampai saat ini masih di Seoul untuk menyelesaikan segala urusan pekerjaannya disini. “Apa aku salah?” tanyaku pada Kyuhyun hyung yang sedang duduk dihadapanku di salah satu coffe shop dekat kantorku.

“tidak kamu tidak salah tapi kau salah dalam memperlakukan istrimu itu. Kau telah menggunakan kekerasan dalam rumah tanggamu, kau sudah menorehkan luka padanya.” Jelasnya lalu menyesapi secangkir kopi dihadapannya. “kau tahu, dia adalah yeoja yang paling sabar yang pernah kutemui. Kalau boleh aku jujur, sulit untuk melupakan semua tentang dirinya” aku Kyuhyun sembari tersenyum tipis tak tentu arah.

“Maksud hyung? Hyung masih..”

“Aku masih mencintainya, aku memang mengakui sudah tak mencintainya itu agar dia merasa tak terbebani. Aku tak ingin melihatnya menderita karena suatu pilihan dimana aku ikut terlibat di dalamnya. Aku ingin melindunginya”

“hyung jangan ungkit..”

“aku kecewa padamu Oh Sehun, sangat kecewa”

———–

“Yoonjoo~”

“Oh~ Kai oppa~”

Baru saja Kai tiba di apartemen Baekhyun kini Yoonjoo sudah menyambut hangat dirinya. Beberapa hari ini Baekhyun selalu sibuk dan membuat dirinya jarang pulang ke apartemen yang ditempati dirinya dan Yoonjoo. Akhirnya Kai memutuskan untuk menginap di apartemen Baekhyun dan menjaga Yoonjoo.

“kau sudah makan?” Tanya Kai yang langsung menaruh tasnya di meja ruang tengah dan menduduki dirinya di sofa tepat disebelah Yoonjoo duduk. Kai melonggarkan dasinya, dari wajahnya dapat dipastikan Kai terlihat cukup lelah karena pekerjaan yang menumpuk belakangan ini.

“Aku sudah, oppa sendiri?” tanya Yoonjoo yang langsung merubah posisi duduknya menghadap Kai.

“belum. Kau mau menemaniku makan?” tanya Kai sembari mengelus kepala Yoonjoo lembut. Yoonjoopun langsung mengangguk antusias dan tersenyum manis ke arah Kai. “kalau begitu pakai pakaian hangatmu kita makan diluar” ujar Kai lalu berdiri dari duduknya tapi nampaknya Yoonjoo enggan, ia malah menahan tangan Kai untuk beranjak dari sana.

“Oppa kau bisa sakit kalau makan diluar terus. Makanlah makanan rumah yang sudah terjamin sehat. Aku tidak mau oppa sakit” kini suara kekhawatiran itu muncul dari bibir Yoonjoo, tentu saja selama ini Kai selalu memilih makanan diluar atau instan untuk ia konsumsi dan itu cukup membuat orang-orang di sekitarnya khawatir dengan pola makannya termasuk Yoonjoo. “aku diajari Jung Ahjumma masak tadi siang jadi aku buat beberapa makanan yang bisa oppa makan. Sekarang oppa duduk disini, aku akan ambilkan untuk oppa” ucap Yoonjoo yang segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur.

Baru saja Yoonjoo memasuki dapur, pintu depan apartemen terbuka. Baekhyun baru saja sampai dan terlihat begitu lelah. Ketika kakinya melangkah masuk ia melihat sekitar dan mendapati Kai sedang duduk di ruang tengah yang sedang memejamkan matanya. Baekhyun segera duduk di samping Kai dan itu sedikit membuat Kai terkejut. Kai langsung membuka matanya dan melihat Baekhyun yang berada di sampingnya.

“hyung! Kapan kau sampai??” kejut Kai begitu melihat Baekhyun yang tersenyum tipis kepadanya.

“Baekhyun oppa?” kejut Yoonjoo begitu ia datang membawa nampan dan melihat Baekhyun duduk di sebelah Kai.

“Annyeong Yoonjoo-ya” sapa Baekhyun sembari tersenyum manis ke arah Yoonjoo.

Untuk hal satu ini sering terjadi di antara Baekhyun dan Yoonjoo, dimana suasana canggung yang diciptakan mereka atau lebih tepatnya secara sepihak oleh Yoonjoo. Sejak kejadian dimana Baekhyun mengakui kalau ia ingin memiliki Yoonjoo,Yoonjoo sering menjaga jarak dengan Baekhyun. Entah mengapa tapi semakin lama itu disadari oleh Baekhyun bahkan Kai sekalipun.

“ini makanlah oppa” pinta Yoonjoo sembari menaruh nampa berisi makanan dan segelas air di depan meja dihadapan Kai. Mata Baekhyun mulai memperlihatkan kecurigaan di antara keduanya.

“benar ini kau yang buat?” tanya Kai antusias sembari melirik makanan yang nampaknya begitu enak itu. Yoonjoopun mengangguk membenarkan pernyataan Kai, “gomawo”

Kini sesuatu mulai membuncah di dalam hati Baekhyun, rasa keinginan untuk memiliki Yoonjoo kembali bangkit. Ia benci ketika harus membagi Yoonjoo. Ia tak mau perhatian Yoonjoo terhadapnya terbagi. Ia cemburu, sangat cemburu melihat Kai mendapat perhatian lebih sementara dirinya belakangan ini sibuk dan Yoonjoo secara terang-terangan menjauhinya.

Baekhyun mulai tak bisa meredam rasa cemburunya saat itu, akhirnya ia memutuskan untuk bangkit dan meninggalkan Yoonjoo juga Kai. Ia memasuki kamarnya dan menutup pintu kamarnya secara kasar. Hal itu tentu saja membuat Yoonjoo dan Kai kebingungan dengan tingkah Baekhyun yang jarang sekali terjadi ini.

“kau tahu Yoonjoo,” ucap Kai setengah-setengah yang mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Yoonjoo. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Yoonjoo untuk membisikan sesuatu yang nampaknya begitu rahasia untuk orang lain. “yeojachingu Baekhyun hyung yang ia tinggal, bekerja di kantor yang sama denganku” ungkap Kai.

Mata Yoonjoo membulat tak percaya menatap Kai yang menunjukan senyumnya khasnya, “jinjja?” ucap Yoonjoo tak percaya.

Yoonjoo terlihat begitu antusias tentu saja, dia bahkan mendapati foto seorang yeoja cukup cantik itu berada di dompet Baekhyun dan ada di dalam gudang. Foto dimana berisi Baekhyun dan yeoja itu, dapat diduga kalau yeoja itu adalah yeoja cukup spesial untuk Baekhyun dulu. Sekarang? Mereka tak pernah tahu bagaimana perasaan baekhyun saat itu. Meski Baekhyun menginginkan Yoonjoo itu tak bisa diartikan Baekhyun telah melupakan yeoja itu. Bisa saja Baekhyun menjadikan Yoonjoo pengganti yeoja itu.

“dia masih sangat mencintai Baekhyun hyung”

Sehun POV

“Saerin, bisa kau atur ulang jadwal nanti siang?” tanyaku pada sekretarisku yang nampak sibuk dengan pekerjaan yang kuberikan padanya 1 jam yang lalu. Kini dia mengalihkan pandangannya ke arahku menatapku heran, “Aku ingin membawa Joohun kembali” ucapku dan seketika matanya langsung melebar.

“nae sajangnim, saya akan coba mengaturnya”

Belakangan kondisiku malah semakin memburuk pasca diriku bertengkar dengan Jinra dan aku dilarang untuk bertemu anakku sendiri. Aku tahu aku salah tapi apa aku merindukan anakku, aku tak bisa jika harus merasakan kerinduan dua kali sekaligus. Di satu sisi aku merindukan joohun, dan disisi lainnya aku sangat merindukan Jooyeon.

“sajangnim nampak kelelahan, apa tak sebaiknya sajangnim mengambil cuti dahulu untuk sekedar menenangkan diri.” Ucap Saerin memberi saran kepadaku tapi aku malah menggelengkan kepalaku. Kudengar langkah sepatu Saerin mendekatiku, aku mengangkat kepalaku dan mendapatinya berdiri di depan mejaku menaruh bekal makanan yang selalu jadi rutinitasnya belakangan ini, membuatkanku makan siang tanpa kuminta. “aku mengkhawatirkan sajangnim”

Seketika begitu aku mendengar pernyataannya, aku langsung menatapnya tak percaya. Ia menatapku biasa tapi tak lama sebuah senyuman terulas manis di bibirnya. Sudah beberapa bulan sejak kehilangan Jooyeon, dia selalu memperhatikanku. Kuakui aku sedikit tersentuh dengan perlakuannya terhadapku, tapi tetap saja itu sulit untuk melupakan istri yang sangat kucintai dan telah memberikanku seorang anak.

“sajangnim, kau terlihat lelah. Kalau sajangnim cuti semua pasti bisa mengerti” dia kembali mendekatiku, memutar meja kerjaku sampai akhirnya berdiri disampingku. Dia masih saja tersenyum ke arahku sehingga membuatku terhipnotis oleh senyuman manis dan tatapan matanya yang intens. “jangan khawatirkan keadaan kantor, aku akan lakukan segalanya untuk sajangnim”

DEGH

Sial, kurasa aku sudah terperangkap oleh pesonanya.

Yoonjoo POV

Hari ini Kai oppa akan mengajakku jalan-jalan, aku sudah bosan jika terus berada di dalam apartemen. Kebetulan Baekhyun oppa juga sedang keluar sehingga aku bisa leluasa untuk berpergian. Baekhyun oppa terlalu over-protective terhadapku sehingga seringkali aku dilarangnya untuk berpergian keluar kecuali jika memang itu diperbolehkan olehnya atau pergi bersama dirinya.

“oppa!” panggilku begitu sampai di lobby apartemen dan mendapati Kai oppa sudah menunggu disana dengan motor sport andalannya. Dia tersenyum ke arahku dan langsung memakaikan helm berwarna hitam di kepalaku dan juga hoodie berwarna putih.

“aku tahu kamu tidak akan bawa jaket jadi aku sudah siapkan. Ayo naik” ujarnya lalu menaiki motornya dan mulai menyalakan mesin motornya yang langsung menderu. Aku naik dan memeluk pinggangnya agar tak terjatuh. “kita akan menemui Saerin dulu”

“eo? Jinjja??” baru aku ingin menanyakan kebenarannya, Kai oppa sudah keburu menancap gasnya dan pasti ia tak dengar apa yang kukatakan tadi.

———

Kami sudah sampai di salah satu gedung perkantoran mewah, kantor yang entah mengapa aku merasa tak asing dengan tempat ini. Melihat semua yang berada di tempat ini serasa aku bukan hanya sekali ini mendatangi tempat ini. Kenapa semua itu sulit untuk diingat.

Kini perasaanku semakin tak enak begitu mendapati tatapan dari setiap orang yang lewat di sekitar kami. Tak jarang mereka menunjuk diriku dan membicarakan diriku. Aku tak tahu apa salahku sampai mereka menatap tak percaya diriku seperti aku ini hantu yang mengganggu ketenangan mereka.

Kai oppa menggandeng tanganku memasuki coffe shop yang ada di lobby kantor ini. Kami duduk di dekat dinding kaca yang menunjukan pemandangan diluar sana. Kai oppa meninggalkanku sebentar untuk memesankan sesuatu untuk kami. Ketika aku melihat kembali ke arah kasir, aku tak mendapati Kai oppa. Sepertinya ia ada urusan sebentar.

Entah mengapa aku semakin risih dengan keadaan di sekitarku saat ini, tatapan aneh dan tak mengenakan begitu terlihat jelas di mata setiap orang yang berlalu lalang di sekitarku. Kini mataku mulai tertuju pada seseorang yang baru saja datang dan turun dari mobil mewahnya diluar sana. Dari tempatku duduk saat ini aku bisa melihat jelas orang itu yanbf baru saja turun dari mobil mewahnya.  Aku terdiam sejenak menatap namja itu, rupa yang sepertinya  sangat familiar bagiku.

“Yoonjoo”

Seketika lamunanku buyar ketika melihat seseorang yang memanggilku. Aku menatapnya, dia membawa nampan berisikan dua cangkir yang aku belum tahu apa isinya. Kai. Dia duduk dihadapanku dan memberikan satu cangkir yang ia bawa kepadaku sedangkan yang satu lagi ia taruh di dekatnya. Dia tersenyum ke arahku sekilas dan akupun membalas senyumannya.

“kita mau apa kesini?” tanyaku heran sembari mengaduk isi cangkirku

“kita akan bertemu seseorang” jelasnya singkat.

“nugu?” tanyaku lagi masih penasaran.

“Kai!”

Panggilan seseorang kini terdengar nyaring ditelingaku. Suara seorang yeoja, aku dapat melihat seorang yeoja yang bisa dibilang cantik dan pakaian yang rapih berjalan ke arah kami. Kai oppa berbalik melihat yeoja itu, Kai oppa melambaikan tangannya kepada yeoja itu. Yeoja itu tersenyum kepada Kai, nampaknya yeoja itu belum menyadari kehadiranku saat ini.

“cepat, aku tak bisa lama-lama disini” ucapnya setelah sampai dan berdiri di samping Kai. Tak lama ia memilih duduk di sampingku sampai akhirnya yeoja itu menatapku, tapi tatapannya tiba-tiba saja berubah menjadi aneh. “Nyonya…Jooyeon..?”

Dia memanggilku seperti itu, aku tak tahu apa maksudnya memanggilku seperti itu. Apa aku ini sangat mirip dengan yeoja yang dipanggil mereka itu, “apa Nona Miyeon?” ragunya lagi menatapku. “Nona Miyeon tubuhnya lebih mungil, tak mungkin”

“apa dia begitu mirip dengan Nyonya Jooyeon yang sering kalian bicarakan itu?” tanya Kai oppa heran mewakili pertanyaan yang berkelebat di kepalaku saat ini.

“sangat mirip Cuma rambutnya berbeda” jelas yeoja yang belum kuketahui namanya itu.

“maaf, aku permisi ke toilet dulu” ucapku dan segera berjalan keluar dari sana. Aku masih bingung sebenarnya ada apa ini. Nampaknya aku harus menelusuri semua ini, aku benar-benar tak ingat apapun. Kenapa ini semua sulit untuk diingat?

Aku sangat kecewa, mengapa aku tak dapat mengingat masa laluku. Aku tak tahu apakah aku mempunyai keluarga atau tidak, umurku, identitasku, atau semua tentangku. Aku benar-benar kecewa karena ketika mereka menunjukku dengan nama itu tapi aku tak bisa merespon dengan baik yang ada malah sekelabat pertanyaan di kepalaku.

Aku mohon tuhan, kembalikan ingatanku kembali. Aku ingin mengingat segalanya.

BRUKH

Author POV

Suara tabrakan itu terdengar cukup jelas saat itu, Yoonjoo jatuh tersungkur sedangkan tas orang yang ditbraknya terjatuh. Yoonjoo segera bangun dan mengambilkan tas itu karena merasa bersalah. Ia terlalu banyak melamun saat itu jadi ia sedikit tak fokus dengan sekitarnya

“Joisonghamnida” bungkuk Yoonjoo berulang kali meminta maaf sembari memberikan kembali tas orang itu. Ketika sedang berusaha meminta maaf Yoonjoo mendengar decakan kesalnya. untuk kali ini Yoonjoo benar-benar merutuki kesalahannya.

Orang itu kini hanya diam, tak lama ia melangkah meninggalkan Yoonjoo. Yoojoo langsung berdiri tegap dan menghela nafasnya. Ia memukul kepalanya masih tetap merutuki kesalahannya yang baru saja ia lakukan. Baru mendengar suara langkah namja itu kini suara langkah itu berhenti begitu orang itu mendengar seseorang memanggil namanya.

“Yoonjoo!” suara berat seseorang dengan lantangnnya memanggil dirinya. Ia melihat ke arah seseorang yang ia tabrak itu berjalan, tepat dihadapan namja itu dan dirinya seseorang yang tak diinginkan Yoonjoo hadir kini  ada di depannya, Baekhyun.

“B-Baekhyun o-oppa” tatap Yoonjoo tak percaya, jelas saja ia tak percaya bagaimana bisa ia berada di tempat yang sama dengannya padahal begitu banyak tempat di kota Seoul yang luas ini.

Baekhyun terlihat menahan amarahnya  ketika menatap Yoonjoo. Yoonjoo tahu betul letak kesalahannya. Baekhyun melarangnya untuk pergi keluar tanpa sepengetahuan dirinya, dan kini Yoonjoo melakukannya. Padahal Baekhyun sudah memberitahunya untuk tak keluar dari apartemen terlalu jauh seperti saat itu.

Tapi tak sampai disana, seseorang yang ditabrak Yoonjoo tadi langsung menoleh balik ke arah Yoonjoo, awalnya ia menatap dengan datar tapi semakin lama berubah menjadi tatapan tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. Yoonjoo masih terfokus pada Baekhyun tapi lama kelamaan ia menyadari sesuatu kalau orang yag ditabraknya tadi kini mendekatinya lagi.

Tahu apa yang terjadi pada Yoonjoo?

Suatu keanehan yang rak pernah terduga oleh Yoonjoo sebelumnya. Ketika ia menatap mata orang itu, jantung Yoonjoo berdetak cepat seperti ada sesuatu yang membuncah di dalam hatinya. Ia merasa sangat familiar dengan tatapan mata itu. Ia tampan, tinggi, dan Yoonjoo merasa seperti ia mengenal dekat namja itu tapi ia tak dapat mengingat segalanya.

Baekhyun hendak mendekati Yoonjoo tapi ia didahului oleh namja yang ditabrak Yoonjoo tadi dan namja itu mencengkram kuat pundak Yoonjoo sehingga membuat Yoonjoo meringis kesakitan.

“Jung Jooyeon? Benar ini kamu, Jooyeon-ah~” ucap namja itu memanggil Yoonjoo dengan panggilan nama itu, Yoonjoo kebingungan menatap namja itu ia masih meringis. “JAWAB AKU!!! KAU JUNG JOOYEON KAN?? OH JOOYEON!!” teriak namja itu frustasi.

Yoonjoo melebarkan matanya dan mulai merasa ketakutan ketika namja itu meneriakinya. Baekhyun dengan sigap melepaskan cengkraman namja itu dan merangkul Yoonjoo yang nampak shock karena perlakuan namja tadi padanya.

“maafkan saya tuan Oh, tapi dia bukan orang yang anda cari” ucap Baekhyun setenang mungkin, namja itu makin melebarkan matanya menatap kedua orang dihadapannya tak percaya. Baekhyun mengalihkan matanya menatap Yoonjoo, “sekarang kamu ikut denganku!” ucap Baekhyun dengan nada yang terdengar masih menahan amarahnya.

Baekhyun menarik Yoonjoo keluar dari gedung perkantoran itu dan mereka masuk ke salah satu mobil. Baekhyun mengunci mobil itu dan mencengkram tangan Yoonjoo kuat-kuat. Yoonjoo menatap mata Baekhyun dan Baekhyun nampak menatap dirinya dengan begitu sinis, ia tak pernah lihat Baekhyun semarah ini selama ia mengenal Baekhyun.

“Sudah kukatakan untuk tak keluar apartemen, apa yang kau lakukan disini?” tanya Baekhyun menggeledahnya tapi nampaknya tak ada satu jawabanpun yang keluar dari mulut Yoonjoo. “kenapa kau tak mau mendengarkanku Yoonjoo?? Dan kenapa kamu menghindariku belakangan ini Yoonjoo??”

“aku.. aku.. ingin bebas, aku tak bisa menjadi milik.. oppa..” ucap Yoonjoo ragu.

“Apa salah aku ingin memilikimu??? Salah??”

“o-oppa mianhae…”

Sehun POV

Apa ada 3 orang yang begitu mirip di dunia ini?

Apakah Jung Eomma memiliki 3 anak kembar?

Bagaimana mereka bisa begitu mirip?

Jooyeon, Miyeon dan Yeoja bernama Yoonjoo itu. Apa aku sudah begitu tak warasnya sampai menganggap orang lain itu Jooyeon. Kalaupun aku tak waras pasti aku menganggap semua orang itu adalah Jooyeon sampai membuat diriku sesak dan stress karenanya. Aku pasti tak salah lihat.

“Ada apa dengan anda sajangnim? Nampaknya anda begitu kusut pagi-pagi ini” ucap Saerin yang mendapatiku duduk di ruang kerjaku dengan keadaan kacau.

“aku seperti baru melihat Jooyeon di lantai dasar” ucapku sembari memijat dahiku yang mulai pening. “tak mungkin nyonya Jung melahirkan 3 anak kembar, secara fisik ia mirip sekali dengan Jooyeon kecuali rambutnya”

“aku rasa sajangnim benar-benar sudah terlalu lelah” jelasnya selembut mungkin dan kini ia berdiri di depan meja kerjaku sembari tersenyum manis.

Aku mulai terhenyak melihat senyuman manisnya itu, dia cantik dan baik. Dia cukup sempurna walaupun Jooyeon sedikit lebih baik darinya. Aku mungkin sudah terbuai oleh kebaikannya selama ini, dia begitu perhatian padaku begitu juga keluargaku. Apa dia bisa menjadi pengganti Jooyeon?

Aku bangun dari dudukku memutar mejaku dan duduk di meja kerjaku, kini aku tepat berada di depannya. Dia masih tersenyum kearahku. Akupun membalas senyumannya, dia sudah terlalu baik kepadaku melebihi keluargaku sendiri yang saat ini nampak mulai sibuk dengan diri mereka sendiri.

Tanganku perlahan tergerak untuk menyentuhnya, dia nampaknya cukup terkejut dan mundur beberapa cm dariku tapi masih tetap bisa jangkau dengan tanganku. Aku menyibakan rambutnya ke belakang lalu mengelus pipinya yang halus.

“s-sajangnim..”

“bisa kau panggil aku oppa, panggilan sajangnim terlalu formal untuk seseorang yang sudah mengenal baik diriku” dia nampak melebarkan matanya tak percaya tapi aku masih tetap tersenyum mencoba membuatnya senyaman mungkin dengan diriku. “sekarang coba panggil aku oppa.” Pintaku padanya.

“Sehun op-oppa”

“good” pujiku lalu kembali menatap matanya yang indah itu.

Aku benar-benar tergoda olehnya, mengapa dia begitu baik dan cantik. Aku rasa dia yeoja yang baik dan bisa kupercaya. Perlahan aku mulai menggerakan tanganku ke tengkuk belakangnya. Aku diam sejenak tapi tak berapa lama, aku mulai menarik pelan tengkuknya mendekati diriku begitu juga wajahku yang semakin kudekatkan ke arah wajahnya. Aku memejamkan mataku dan aku mulai menciptakan jarak diantara kami semakin mengecil.

Sampai akhirnya aku berhasil membuat bibir kami bersatu.

Maafkan aku Jooyeon.

To Be Continued

Iklan

64 pemikiran pada “Forget (Chapter 3)

  1. Sial”””””” Sehun kenapa???????? Sial””””” gara Saerin semuanya..!!!!! Pasti dia yang masukin racun ke tubuh Jooyeon (Yoonjoo)

  2. Sehun ke-kenapa? TTT cuman ciuman ajakan? Plss jangan lebih TTTT baekhyun juga astagah over-protective banget :”’ konfliknya bikin hayati lelah :”V keep writing author-nim^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s