Soulmate (Chapter 12)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

 

EXO (1)

Part 12: Xi Lu Han / Lu Han

 

16 tahun yang lalu…

“ Terus…! Anaknya hampir keluar, bu!”

“ Sa, sakit…!!”

“ Chagiya, berjuanglah! Anak kita sebentar lagi akan lahir!”

“ Tapi ini sakiiiitttt!!!!”

Seorang namja menunggu diluar ruangan itu. Tangannya terkepal erat. Dia menggigit bibirnya sendiri dan samar terlihat taring di sudut bibirnya.

“ Kapan anak itu akan lahir…?” gumam namja itu pelan. Dia merutuki manusia-manusia yang berjalan di sekelilingnya. Seandainya ini bukan karena pesan dari orang tuanya, dia pasti tidak akan mendatangi tempat itu. Baginya, itu adalah tempat terburuk yang pernah ia datangi.

Samar, namja ini mendengar suara tangisan seorang bayi. Dia mendesah lega.

+++

                5 tahun yang lalu…

Namja itu terus mengawasi yeoja yang berada tidak jauh darinya. Yeoja itu sedang tertawa bersama dengan teman-temannya, membuat sang namja merasa lega karena yeoja itu tidak sendirian.

“ Mianhae, Yong Mi-ah. Hari ini kami tidak dapat menemanimu karena kami ada urusan. Kau bisa pulang sendiri dulu, kan?”

Mata sang namja terbelalak. Dia segera mengambil langkah untuk melindungi sang yeoja-yang bernama Yong Mi.

“ Ne, gwenchana! Aku bisa pulang sendiri!” jawab Yong Mi seraya tersenyum. Dia pun berpisah dari teman-temannya dan melangkah pulang menuju rumahnya. Rumah Yong Mi terletak di dekat sebuah hutan, membuat sang namja merasa takut jika ada ‘sesuatu’ yang mengganggu Yong Mi.

“ Aku tidak bisa menjaganya terus menerus seperti ini!” gumam namja itu pelan. Dia berjalan mengikuti Yong Mi, tentu saja dia berusaha agar Yong Mi tidak menyadarinya.

Namun Yong Mi sadar bahwa ada yang mengikutinya. Dia menoleh ke belakang dan melihat namja itu. Sang namja terkejut, tidak percaya bahwa dirinya ketahuan.

“ Nugusseo?” tanya Yong Mi. Namja itu tampak salah tingkah. “ Kenapa kau mengikutiku?” tanya Yong Mi lagi.

“ A, aku…” namja itu tergagap. Yong Mi menatapnya polos.

“ Kau mau menemaniku pulang ke rumah?” tanya Yong Mi yang membuat namja itu terbelalak, namun dia segera mengangguk. “ Kajja!” ucap Yong Mi yang segera disambut oleh namja itu.

‘ Betapa polosnya dia…’ batin sang namja. Mereka berdua berjalan dalam diam.

“ Oh ya, namaku Lee Yong Mi! Kau sendiri? Uhh, kau sangat tinggi! Kenapa kau bisa menjadi tinggi seperti ini?” gerutu Yong Mi seraya membandingkan tinggi badannya dengan namja itu. Sang namja semakin salah tingkah karena perlakuan Yong Mi,

“ Namaku Xi Lu Han. Kau bisa memanggilku Lu Han. Dan satu hal, aku jauh lebih tua daripada dirimu, jadi kau harus memanggilku ‘oppa’.” Jawab sang namja yang ternyata adalah Lu Han.

“ Wajahmu memang terlihat tua.” Ucap Yong Mi polos. Lu Han sedikit tersinggung mendengarnya, namun melihat wajah polos Yong Mi, emosinya memudar dengan cepat. Lu Han lemah melihat wajah Yong Mi.

“ Kau ingin mendengar suatu cerita?” tawar Lu Han. Sekejap perhatian Yong Mi terpusat sepenuhnya pada Lu Han.

“ Cerita? Cerita apa?” tanya Yong Mi antusias. Lu Han mengedipkan sebelah matanya.

“ Tentang vampire.”

Yong Mi mengernyit.

“ Vampire?” tanya Yong Mi lagi. Lu Han mengangguk. Dalam sekejap dia menarik tubuh Yong Mi dan menjentikkan jarinya di hadapan Yong Mi.

“ Tidurlah.” Ucap Lu Han dan seketika Yong Mi tertidur. Lu Han menggendong tubuh Yong Mi secara perlahan dan berhati-hati, kemudian dia membawanya masuk ke dalam hutan.

 

Lu Han menggoreskan batu yang tajam ke tangannya. Dia meringis sesaat karena rasa sakit, namun dia segera menahannya. Darah mengalir dari lukanya dan dia meneteskan darah itu ke dalam sebuah gelas. Lu Han segera menutup lukanya itu, kemudian dia menatap wajah Yong Mi.

Wajah polos Yong Mi yang sedang tidur membuat wajah Lu Han memerah. Dia mendekatkan wajahnya menuju wajah Yong Mi, dan dengan sangat perlahan dia menempelkan bibirnya di bibir Yong Mi. Lu Han mencium bibir Yong Mi dengan sangat lembut, seakan tidak ingin menyakiti Yong Mi sedikit pun.

“ Tetaplah tidur, Yong Mi… Aku akan melakukan semuanya dengan cepat. Aku berjanji aku tidak akan menyakitimu…”

Dan Lu Han melepaskan ciumannya. Tatapannya kini beralih kepada leher Yong Mi. Lu Han meneguk ludahnya. Dia tergiur oleh bau darah Yong Mi, yaitu bau darah seorang manusia.

“ Hanya sedikit, Xi Lu Han…” gumam Lu Han pelan. Dia menguatkan dirinya, kemudian dengan gerakan yang sangat cepat, dia menancapkan taringnya di leher Yong Mi. Lu Han berusaha untuk mengendalikan dirinya agar tidak menghisap darah Yong Mi terlalu banyak, namun nafsu vampire yang dia miliki hampir saja membutakannya. Lu Han segera menarik dirinya menjauh saat dia mendengar erangan kesakitan Yong Mi.

“ Hampir saja…” gumam Lu Han pelan. Dia mengambil gelas yang telah ia isi dengan darahnya tadi, kemudian dia memasukkan darah itu ke dalam mulutnya. Dan sekali lagi, Lu Han mencium bibir Yong Mi, mengalirkan darah yang berada di dalam mulutnya masuk ke dalam mulut Yong Mi… Membuat Yong Mi menelan darah itu…

Setelah selesai, Lu Han melepas tautannya dari bibir Yong Mi dan tersenyum pelan.

“ Mulai saat ini, kau telah resmi menjadi istriku, Lee Yong Mi. Tidak ada yang boleh mengambil dariku. Tidak ada satu pun…”

+++

                Now.

Lay telah memulihkan dirinya. Setelah perang terakhir, mereka semua tidak ada yang keluar rumah sedikit pun. Mereka sibuk memulihkan diri mereka sendiri, membuat Lay merasa… kesepian.

“ Aku merindukan saat dimana rumah ini sangatlah ramai…” gumam Lay pelan. Dia terus berjalan sampai akhirnya dia bertemu dengan Yong Mi.

“ Oh, Yi Xing-ssi.” Ucap Yong Mi ketika melihat Lay. Sedetik kemudian, Lay merasakan sesuatu bergemuruh di dalam dadanya. Wajahnya bersemu merah.

“ Ehm, annyeong Yong Mi-ssi.” Balas Lay pelan. Dia berusaha mengatur perasaan yang membuncah di dalam dadanya, kemudian dia memasang wajah datarnya.

“ Annyeong, Yi Xing-ssi. Kau tidak apa-apa? Saat perang kemarin, kau mengeluarkan banyak tenaga untuk mengobati yang lain. Apa kau sudah pulih?”

Pertanyaan polos Yong Mi itu membuat Lay terpana. Sungguh, dia merasa seakan dia melihat Hyura yang dulu, Hyura adik kesayangannya. Hyura yang memiliki kepolosan yang sangat ia sukai…

Tanpa sadar, tangan Lay meraih tengkuk Yong Mi. Yong Mi mengernyit bingung akan apa yang sedang dilakukan Lay, namun dia terbelalak ketika melihat Lay mendekatkan wajahnya. Dan tanpa bisa ia hindari, Lay telah mencium bibirnya lembut.

Dan semua itu disaksikan oleh seseorang.

+++

                Yong Mi berjalan cepat menuju kamarnya. Setelah apa yang dilakukan oleh Lay tadi, wajahnya terus memerah tanpa bisa ia cegah. Dia terus merutuki dirinya sendiri, sampai tanpa sengaja ia menabrak seseorang.

Bruk.

“ Mi, mianhae!” ucap Yong Mi seraya membungkuk dengan cepat.

“ Yong Mi-ah? Em, gwenchana!”

Yong Mi mengangkat kepalanya dan dia melihat D.O tersenyum.

“ Kyungsoo-ah? Ehm, mianhae… Aku tidak sengaja menabrakmu…” ucap Yong Mi merasa bersalah. D.O hanya menganggukkan kepalanya seraya mengusap rambut Yong Mi pelan.

“ Gwenchana, Yong Mi! Kau mau pergi kemana?” tanya D.O seraya membulatkan matanya, membuat Yong Mi sedikit tersenyum karena wajah D.O terlihat lucu.

“ Aku tidak tahu, Kyungsoo-ah. Semuanya hanya menetap di kamar dan tidak ada yang keluar satu pun.” Jawab Yong Mi polos. D.O kembali mengusap rambut Yong Mi.

“ Setelah perang kemarin, kita semua memang harus beristirahat total, Mi-ah. Kau mau mengikutiku untuk mengelilingi rumah ini?” tawar D.O yang disambut anggukan oleh Yong Mi.

“ Tentu saja! Sudah lama aku tinggal disini, namun belum sekalipun aku mengelilingi rumah ini. Gomawo untuk menemaniku, Kyungsoo-ah!”

Deg.

D.O memegang dadanya. Entah kenapa jantungnya berdetak dengan cepat disaat Yong Mi tersenyum polos padanya.

“ Kajja.” Ucap D.O seraya menggenggam tangan Yong Mi dan menuntunnya mengelilingi rumah. Yong Mi mengikuti D.O dengan polosnya, dan ia tidak menyadari bahwa ada yang mengikuti mereka berdua.

D.O menjelaskan semua sisi rumah pada Yong Mi, dan Yong Mi pun memperhatikan semua penjelasan D.O. Mereka terus menelusuri rumah itu, sampai akhirnya mereka tiba di kamar D.O.

“ Ini-ehm-kamarku.” Ucap D.O seraya tersenyum malu. Wajahnya sedikit memerah. “ Kamarku agak berantakan.” Ucapnya lagi. D.O mengalihkan pandangannya agar Yong Mi tidak melihat wajahnya yang memerah. Yong Mi sendiri tersenyum geli dan dia berjinjit untuk mengacak-acakkan rambut D.O.

“ Kyungsoo-ah, kau benar-benar lucu.” Ucap Yong Mi yang membuat D.O terpaku.

“ Kyungsoo oppa! Oppa benar-benar lucu…”

Tampak jelas di mata D.O bahwa dia melihat sosok Hyura yang ia rindukan di dalam diri Yong Mi.

“ Kyungsoo-ah?”

Panggilan itu merupakan panggilan yang ia rindukan dari diri Hyura…

‘ Hyura…’ batin D.O pelan. Dia memeluk Yong Mi erat, sangat erat. Yong Mi terkejut, namun saat ia merasakan bahunya basah, ia mengerti bahwa D.O menangis.

Namun Yong Mi terbelalak ketika D.O melepas pelukannya secara tiba-tiba dan mendorongnya ke dinding, kemudian mencium bibirnya kasar.

+++

                Lee Yong Mi (one day later)

Aku tidak mau keluar dari kamarku lagi! Mereka semua… mereka semua…

Tok tok tok…

“ Yong Mi-ah? Buka pintunya…”

“ Shireo!!” teriakku dari dalam kamar. Aku semakin menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.

Grep.

Seketika aku terlonjak ketika kurasakan ada yang memelukku dari belakang.

“ Kau ingin menghindar dariku?”

Lu Han?!!

+++

                Xi Lu Han / Lu Han

Sudah lama aku tidak memeluknya seperti ini. Aku merindukannya… Aku merindukan putri kecilku…

“ Lu, Lu Han??”

Aku semakin mengeratkan pelukanku. Berapa lama aku kehilangan pelukan hangat ini?

“ Kenapa kau menghindar?” tanyaku lagi. Dia sedikit memberontak di dalam pelukanku, namun aku menahan kedua tangannya sehingga dia tidak dapat memberontak.

“ Kalian semua… memperlakukanku seperti yang kalian mau! Tapi apa kalian pernah memikirkan perasaanku?!”

Aku tahu bagaimana perasaanmu. Bukan aku yang memperlakukanmu seperti itu, bukan? Mungkin di awal pertemuanmu denganku, aku sedikit menyakitimu. Tapi aku berjanji, aku akan memperlakukanmu dengan baik, Lee Yong Mi… Kau mempercayaiku bukan?

Andai aku bisa mengatakan ini padamu…

“ Lepaskan aku, Lu Han!!” bentaknya seraya kembali memberontak. Aku membalikkan tubuhnya dengan mudah dan menatapnya tajam.

“ Lee Yong Mi! Dengarkan aku!” ucapku sedikit keras, membuat dia berhenti memberontak. “ Aku tidak sama dengan saudara-saudaraku, ne? Aku tidak akan memperlakukanmu seperti mereka! Aku akan memperlakukanmu dengan baik, memenuhi semua keinginanmu, semua karena aku-“

Mulutku terasa berat untuk mengungkapkannya.

“ Karena…?”

Yong Mi menatapku polos, sama seperti tatapannya saat 5 tahun yang lalu.

“ Karena…”

Perasaan itu menyeruak. Aku memeluknya di atas tempat tidur ini.

“ … aku mencintaimu.”

+++

                Lee Yong Mi

Lu Han telah pergi dari kamarku. Aku hanya bisa menyendiri di dalam seraya merenung. Merenungi semua yang terjadi selama aku berada disini. Merenungi… perasaanku untuk mereka semua.

  1. Park Hyura, kembaranku. Belahan jiwaku. Yeoja yang awalnya menentang keberadaanku disini, yeoja yang awalnya sangat berambisi untuk membunuhku, namun sekarang dia berubah. Dia sangat baik. Dia menjagaku…
  2. Huang Zi Tao. Namja yang awalnya hampir membunuhku dengan mengurungku di ruang bawah tanah. Dia juga membuatku kehilangan begitu banyak darah, namun kudengar dia juga memberikan darahnya untukku disaat aku hampir mengalami blood comma.
  3. Byun Baekhyun. Namja yang menyerangku karena dia tidak menginginkan aku mempunyai kekuatan. Dia membenciku karena aku muncul di dalam kehidupan mereka, tapi sebenarnya siapa yang membawaku kesini? Mereka juga, bukan? Tapi Lu Han mengatakan bahwa Baekhyun juga memberikan darahnya untukku bersama-sama dengan Tao.
  4. Zhang Yi Xing. Awalnya dia sangat menentangku. Disaat aku akrab dengan Wu Fan, dia berusaha memisahkan kami bahkan dia mengatakan bahwa aku bukanlah sesuatu yang berarti bagi mereka. Sakit? Sangat. Dan kemudian dia-bersama Min Seok-membuatku mengalami blood comma. Tapi akhirnya dia menyesal (?) dan meminta maaf padaku.
  5. Park Chanyeol. Namja yang berjuang mati-matian disaat kami perang melawan VIXX. Namun disaat perutnya tertusuk oleh pedang Hyura-yang di bawah kendali N-, aku benar-benar merasa marah dan itulah yang membuatku berhasil membunuh N. Disaat dia tersenyum lembut padaku, itulah saat dimana aku sadar bahwa dia orang yang baik.
  6. Kim Jong Dae. Namja yang sebenarnya mempunyai hati yang lembut. Aku tahu bahwa dia merasa bahwa dialah yang paling tidak berguna di antara semuanya, namun dia salah besar! Justru kekuatan yang ia miliki sangatlah efektif, karena dia dapat membunuh orang dalam sekali serang.
  7. Do Kyungsoo. Namja yang merelakan dirinya untuk bertukar darah denganku-selain Wu Fan. Aku termasuk salah satu vampire yang hanya dapat menerima darah vampire saja, dan dia dengan mudah memberikan darahnya untuk kuhisap! Aku tidak habis pikir dengannya.
  8. Kim Joon Myung. Dialah yang menyelamatkanku ketika aku kabur dan diserang oleh vampire lain, namun dia tidak dapat mengendalikan dirinya (?) agar tidak menghisap darahku disaat aku terluka. Aku selamat karena disaat terakhir (?) aku memanggil Jong In untuk datang.
  9. Kim Min Seok. Dia adalah namja yang paling awal memperhatikanku, meskipun aku terkejut disaat dia menunjukkan kekuatan esnya yang membekukan seluruh ruangan. Dan karena es itu pula, tanganku terkena luka gores sehingga dia tertarik oleh bau darahku ini.
  10. Kim Jong In. Dia menyelamatkan aku dan Hyura dari tangan 4Minute. Disaat aku hampir saja mati karena salah satu dari 4Minute menempelkan pisaunya di leherku, Jong In dapat menyelamatkanku dengan cepat.
  11. Oh Se Hoon. Entah mengapa, aku merasa sedikit familiar dengannya. Tapi aku lupa dimana aku dan dia pernah bertemu. Se Hoon baik. Dia membantuku untuk membuang sisa darah di mulutku karena bekas paksaan Lu Han untuk memakan darah yang entah dicampur apa. Walaupun dia menghisap darahku, dia tetap terlihat baik di mataku.
  12. Wu Yi Fan. Dia adalah namja pertama yang kurelakan untuk menghisap darahku. Dia adalah namja pertama yang kurelakan untuk-ehm-menciumku secara bebas (?). Dia adalah orang yang sering kurindukan.
  13. Xi Lu Han. Namja ini… aku merasakan perasaan rindu yang membuncah setiap kali melihatnya. Dia benar-benar aneh. Awalnya dia memperlakukanku dengan buruk dan semena-mena, tapi sekarang? Dia mengatakan bahwa dia mencintaiku? Haruskah aku percaya akan apa yang ia katakan?

 

Dan sekarang, satu hal yang kini terpikirkan olehku.

Proses transferisasi.

 

TBC

 

Iklan

38 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 12)

  1. karna saya masih sama sekali ga bakat buat komen..jadi hanya satu kata buat ff ini..so sweet bgt daaannn…..sekali lagi kereeeeennnnn~~~~^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s