Tears Of First Love (Chapter 1)

Title                 : Tears Of First Love

 

Author             : Kinakino

 

Main Cast        : Kim Jong In as Kai(exo-k), Bae Suzy as Suzy(miss a)

 

Support Cast   : Find~

 

Genre              : Romance, sad

 

Length             : Twoshoot

 

Poster              : thanks to yoo eonni^^ (http://yoospencer.wordpress.com)

 

N.B.=  anyeong haseyo^^~ wkwk salam kenal saya kinakino.. hehe, saya mau berterimakasih sama admin yang nge-post ff yang rada’ gaje ini._.v oiya gak usah banyak cicong lah, semoga para readers suka^^ makasih

tears-of-fist-love-yooart (1)

.-.-.-.

Suzy POV

Hari ini, hari yang paling semangat untukku karena aku telah diterima di SMA favorit yang aku dambakan. Walau cuaca pagi ini sedikit mendung, tapi entah kenapa aku sangat senang sekali untuk hari ini. Mulai sekarang aku akan membuka lembaran baru, yang bersih, dan tidak akan kotor oleh kemurunganku yang lalu. Yang lalu ya biarkan saja berlalu, toh nantinya aku juga akan lupa.

 

Author POV

Sudah tiga tahun yang lalu ayah Suzy meninggal. Sekarang ia hanya tinggal bersama ibunya. Seperti layaknya anak-anak yang lain, suzy tumbuh dengan baik. Tapi setelah ia masuk SMP ia terlihat lebih murung. Ia juga sering di bullying oleh teman-temannya. Sayangnya ia tak berani bilang pada siapapun, ibunya saja tak pernah tau bahwa anak semata wayangnya mempunyai goresan luka yang tak bisa hilang dibagian lututnya. Suzy selalu menutup-nutupi apa yang terjadi pada gurunya bahkan ibunya sendiri. Semenjak saat itu Suzy mulai pendiam. Ia lebih suka menyidiri dan juga menulis di salah satu buku usangnya. Semenjak 3 tahun di SMP itu pula Suzy tak pernah berbicara pada siapapun kecuali ibunya. Dia tak pernah protes walau dia akan dicambuk oleh teman-temannya yang nakal, ia juga tak akan protes bila nilai ulangannya jelek karena kertas ulangannya sengaja ditukar oleh teman yang mem-bullynya. Tapi mulai hari ini, ia menutup rapat-rapat masa lalunya. Ia berjanji pada dirinya bahwa dia tak akan permah lagi mengungkit-ungkit masa lalu dan tak akan menjadi orang yg lemah seperti di masa lalu.

.-.-.-.

Setelah upacara penerimaan siswa baru selesai, Suzy pun langsung memasuki ruang yang akan dipakainya untuk belajar. Ia memasuki ruangan yang cukup besar dan banyak diantara teman-temannya tadi yang mengikuti upacara sudah menduduki kursinya masing-masing. Karena Suzy telat ia mendapat tempat duduk yang berada sangat jauh dari papan tulis. Untung saja mata Suzy masih normal apabila ia di tempatkan dibelakang. Ia melihat kesekelilingnya, tidak ada diantaranya teman-teman masa SMP nya yang akan mem-bullynya. Kenapa ia memilih sekolah ini? Karena sekolah ini sekolah yang intelektualnya tinggi sekaligus mahal. Suzy dan Ibunya memang harus berkerja keras untuk membiayai kebutuhan hidupnya. Tapi itu sudah lembaran baru yang Suzy buka, jadi dia harus tetap menjalaninya. Ketika ia melihat seorang namja yang duduk di sebelahnya.. Terlihat namja ini pendiam dan tak menghiraukan apa yang terjadi di kelas. Teman-teman ribut, namja ini malah terus membaca bukunya yang tebal.

 

“Anyeong haseyo! Nama ku Suzy.. Salam kenal ne^^” ujar Suzy mengembangkan senyumannya yang manis.

 

“Anyeong haseyo, aku Kai.” Dengan jawaban singkat, namja tadi kembali membaca bukunya yang tebal. Huh, sombong sekali dia, pikir Suzy.

 

“Emm, buku apa yang kau baca itu?” Tanya Suzy sekali lagi. Ia ingin namja yang bernama Kai bisa menjadi teman pertamanya di SMA ini.

 

“Oh ini, buku tentang 4 penyakit berbahaya di dunia. Ada apa?” Tanya Kai.

 

“Wah, kau suka tentang seperti itu.. Aku juga suka, kau pasti pintar Biology?haha” Suzy pun tertawa.

 

“Ah tidak juga.. Aku hanya ingin bercita-cita menjadi dokter” ujarnya, dan mulai saat perkenalan itu Suzy dan Kai menjadi dekat.

.-.-.-.

“Suzy ssi!” Panggil seseorang, sepertinya Suzy mengenali suara orang yang memanggilnya. Ia langsung berbalik dan melihat Kai melambaikan tangannya.

 

“Ada apa?” Suzy tampak bingung, mengapa Kai memanggilnya waktunya untuk pulang.

 

“Kau mau pulang ya? Mau temani aku ke toko buku dekat sini?” Tawar Kai pada Suzy.

 

“Oh, tentu saja” jawab Suzy sambil tersenyum hangat pada Kai. Dan setelah itu mereka banyak mengobrol tentang buku dan hal apa saja yang mereka sukai.

 

“Suzy ssi, hal apa yang paling kau sukai di dunia ini?” Tanya Kai kepada Suzy. Suzy hanya tersenyum sambil menatap kearah langit.

 

“Hal yang paling ku sukai di dunia ini adalah melihat matahari terbit dan terbenam, bermain di taman kupu-kupu, dan melihat bintang saat malam hari.. Aah, mungkin jika aku melewati satu hari penuh dan melakukan semua itu, aku akan bahagia” ujar nya sambil tertawa kecil.

 

“Kalau kau, apa yang kau sukai di dunia ini?” Suzy pun balik bertanya.

 

“Aku suka semua orang yang ada di dekatku bahagia” ujar Kai sambil menatap kearah langit, rambutnyapun terkibas oleh angin, dan senyumnya mulai mengembang seakan hidup di dunia ini tak akan pernah ada beban ataupun masalah. Mulai saat itulah Suzy yakin, Kai akan selalu membawa kebahagiaan untuk orang-orang disekitarnya termasuk dirinya.

 

“Ini bukunya? Buku cerita anak-anak? Untuk apa kau membelinya?” Suzy mulai heran dengan apa yang dibeli Kai. Entah kenapa Kai lebih memilih buku anak-anak itu dibanding dengan buku-buku kedokteran yang berada tak jauh dari rak buku cerita anak-anak.

 

“Kapan-kapan aku akan mengajakmu bila kau mau” ujarnya sambil tersenyum. Suzy masih sangat bingung apa yang dimaksud Kai. Tapi yasudahlah, pikir Suzy.

Hari sudah hampir menjelang sore. Suzy melirik jam nya, jam 4? Hah!?.

“Ka.. Ka.. I.. Aku pergi dulu ya” Suzy pun langsung cepat-cepat berlari meninggalkan Kai. Kai tampak heran dengan kelakuan Suzy, kenapa dia begitu gugup dan terburu-buru?.

.-.-.-.

Untung saja aku tak telat masuk kantor, pikirnya. Ya, sekarang Suzy bekerja part-time disebuah kafe kecil yang berada di  dekat rumahnya. Mungkin gakinya tidak banyak, tapi bisa untuk membantu ibunya. Ia bekerja dari jam 4 sampai jam 6. Walau ia hanya part-timer tapi ia adalah pekerja yang teladan. Ia jarang telat dan tak pernah tidak masuk ke kantor.

 

“Suzy ssi!” Panggil bosnya. Ia langsung bergegas menuju ke kantornya. Ada apa ya? Apa mungkin ia akan dipecat? Atau mungkin gajinya diturunkan?, pikiran Suzy mulai kearah Negatif thinking.

 

“Ne, ada apa bos?” Tanya Suzy. Ia mulai sedikit gugup sambil menundukkan kepalanya.

 

“Kau mau tambahan gaji tidak? Aku dengar kau bersekolah di sekolah yang mahal. Aku mau membantumu.” Ujarnya panjang lebar. Huh?! Tambahan gaji? Tapi aku kan harus belajar? Apa itu tidak menggangguku nantinya, pikir Suzy.

 

“Emm, maaf bos tapi kalau saya dapat tambahan gaji, berarti ada tambahan waktunya juga bukan? Saya hanya kosong pada jam itu dan hari-hari libur saja..” Suzy menunduk lesu, sepertinya ia tak akan mendapatkan kesempatan yang kedua kali, tapi mau bagaimana lagi?.

 

“Bagaimana kalau hari Sabtu dan Minggu part-time mu mulai dari jam 8 sampai jam 2 siang? Kau keberatan tidak?” Tanya bosnya sekali lagi. Suzy mulai berpikir, hari sabtu memang dia tidak bersekolah karena sekolahnya menentukan bahwa hari sabtu akan libur, jadi..

 

“Arraseo bos, saya akan kerja lebih giat lagi” Suzy sangat berterimakasih sekali pada bosnya, bosnya hanya tertawa melihat tingkah Suzy yang terlihat gembira sekali.

Jam di kafe sudah menunjukkan jam 6 malam, Suzy pun berpamitan pada teman-temannya yang masih terus bekerja. Ah, entah hari apakah ini? Apa mungkin ini hari kebahagianku?.

.-.-.-.

Kai POV

Terlihat dari kejauhan, ia pulang sangat senang sekali. Ternyata ia bekerja part-timer di kafe ini.

“Hyung, kau sudah memberitaunya?” Tanya Kai pada seseorang yang ia panggil ‘Hyung’.

“Sudah, kau pintar ya memilih teman” tawa kakaknya dan ternyata kakaknya adalah bos di kafe itu.

 

“Luhan Hyung, apa kau tau alamat rumahnya?” Tanya Kai pada kakaknya.

 

“Sayangnya aku tak meminta biodata lengkap semua pekerja part-timer. Nah, berarti kau harus berusaha sendiri” Hyungya pun tersenyum pada Kai. Ah, Hyung pelit sekali.. Mungkin dia tau tapi ia berbohong pada ku, pikir kai.

 

“Arraseo, aku akan mencari taunya sendiri” Kai menjulurkan lidahnya tanda ia tak mau kalah dari kakaknya. Lalu ia meninggalkan tempat kakaknya bekerja itu. Kakaknya hanya terkekeh melihat kelakuannya yang sangat kekanak-kanakan itu. Bae Suzy, kau membuat adikku bersemangat lagi.

 

-to be continued-

*bagaimana ff nya?._. maaf ya kalau ada yang typo atau enggak mengena di hati readers 😦 terimakasih sudah mau membaca, jgn lupa kasih kritik dan saran 🙂

13 pemikiran pada “Tears Of First Love (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke ratuhermikusumah Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s