The Day At The Beach

Tittle                : The Day At The Beach

Author             : Mpi

Main Cast        : Kai EXO K
Kim Han Goo (OC)
and other cast find it here…

Genre              : Romance and little bit angst..
Annyeong..  terimakasih y admin yang mau ngepost.in fanfic ini. Hehe…
kembali lagi bersama mpi dan masih dengan fanfic gajenya. Kali ini saya membawa Jonginie~ atau Kai, yeeee… mianhe untuk para istrinya, disini saya menistakan bangkai, eoh? Bang Kai J
langsung saja… semoga readersdeul~ suka J

 

HAPPY READING

THe Day At The Beach Poster

“hyaaa,,,…!!! Cepat minggir…” teriakan seorang yeoja memecah pantai sore ini.

Dasar bocah aneh,,, yeoja itu tetap berkicau tak karuan. Sambil menyerocos tak jelas dia terus berteriak memanggil-manggiil seorang namja yang tak mempedulikannya sedikitpun. Namja itu tetap asyik bermain dengan ombak di tengah lautan. Sekeras apapun berteriak tetap saja tak bisa. Yyyaaa…lebih suka menunggu di pinggir pantai tanpa melepaskan pandangannya pada namjachingunya itu. Masih berharap semoga peluit tanda waktu habis segera dibunyikan oleh penjaga.

Akhirnya namja itupun datng menghampiri yeoja manis itu yang tak lain adalah yeojachingunya.

“Hyaaa…. Ayo cepat pulang.” Kata namja itu sambil menggandeng tangan yeojachingunya.

Namun gadis itu tetap tidak mau bergegas dari tempat duduknya.. “Kau itu aneh sekali, tadi kau minta aku pulang. Sekarang ? kau malah diam saja disini.” Gerutu namja itu..

“ kau yg aneh… kim jongin!!!! Apa kau tidak takut berada di tengah-tengah ombak besar seperti itu?” apa kau tak pernah pikirkan akibat’a? Apa ka…. Tiba- tiba kata2nya diputus oleh Kai, alias kim jongin namjachingunya

“ Han goo,, kau itu seperti ommaku saja!!” Kata Kai sambil tertawa meniggalkan Han goo yang masih mempoutkan bibirna dan belum bergegas pergi dari tempatnya tadi..

“ gimana asyik kan?” cengir Kai sambil mengibaskan kaosnya yang basah pada Han Goo.

“ hey… Pabo!!! Asyik kepalamu?? Kau sudah membuatku sport jantung!!!

“tak apa sekali-sekali jantung kan juga butuh olah raga!!” sahut Kai enteng.

“sekali-kali?” .sahut han goo melototkan matanya sambil berkacak pinggang ria.

“memang siapa yang sport jantung?”

“aku” menunjuk wajahnya sambil terus mengembungkan pipinya.

“Siapa yang Tanya? Huaahaaaaaaaa,,,,” tawa Kai ngakak sambil mengacak poni Han Goo yg berderai tertiup angin senja pantai.

Han Goo yang merasa dipermainkan pun berdecak kesal dan mengembungkan pipinya dengan imut, selalu saja Kai selalu menggodanya.

Disaat tengah asik dengan acara ngambeknya tiba-tiba sebuah kecupan manis mendarat di kening Han goo. Pipinya merona merah seketika saat mendapat serangan tiba-tiba dari Kai dan tanpa aba-aba pun Han goo mencubit pinggang Kai keras.

“aaaaaaaaaawwwwwwww,,,  Appo!! Ampuuuun…..” teriak Kai pura-pura sakit!

“dasar perayu, gombal! Kau menggodaku, eoh? Tidak akan mempan!” berlari sambil menjulurkan lidahnya kea rah Kai,,,, yyaa sebenarnya Han goo sangat malu..

Sesaat mreka terdiam duduk di atas pasir merasakan suasana pantai yang hangat. Sama- sama memandangi laut dan matahari yang hampir tenggelam, menikmati senja bersama,, untuk saat ni saja,,. Saat terdiam itu, Kai menangkap pemandangan hening disampingnya. Terlihat Han goo menarik nafasnya panjang. Seolah beban berat baru saja menghimpitnya.

‘ berapa banyak waktu lagi yang kau butuhkan untuk memindahkan bayangannya ke dalam ingatanmu, Han goo?” Han goo terus  berdialog dengan dirinya sendiri. Tapi secepat mungkin ditepisnya pikiran itu. “ aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan keadaaan, Setidaknya waktu yang tersisa ini harus digunakan sebaik mungkin.” Batinnya. Dengan sedikit perasaan lega, ia sandarkan kepalanya ke bahu Kai. Saat-saat seperti ni yang paling ia suka, entah Kai tahu atau tidak tentang perasaannya saat ni. Tapi dalam diamnya, Han goo sungguh tak mengharapkan perpisahan yang tak mungkin dihalanginya. Yang ia inginkan hanyalah waktu seperti ini bisa lebih lama lagi ia miliki.

“ Apa besok jadi berangkat?” Kai mengangguk pelan dan berat. Kemudian menatap Han goo tajam.

Han goo memalingkan wajahnya. “ jangan tatap aku sperti itu.”

”Tapi kau tahu, aku paling tidak suka kau bertanya seperti itu. Seolah-olah kita tak bisa bertemu lagy,” Kai meredupkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah Han goo. “ jika aku kembali nanti, aku ingin melihat matamu yang indah ini, eum..”

“ itupun kalau mataku masih seperti ini, belum tentu kau masih punya keinginan untuk melihatnya lagi” sahut Han goo getir dan menundukkan kepalanya, membuang tatapan ke arah pasir, pikirannya masih terus membayangkn apa yang akan terjadi 4 tahun mendatang.

“kenapa, kau tak percaya padaku?”  Tanya Kai, namun Han goo hanya menggeleng.

“ Seoul – Paris itu jauh y,,”

“hmmm….” Jawab Kai singkat.

Sebenarnya bukan kepergian Kai yang ditakutkannya. Bagaimanapun ia tahu, disana nanti pasti Kai menemukan kehidupan yang baru. 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, mungkin belum terasa. Perasaan yang dibawanya mungkin masih cukup untuk menghangatkan pikiran Han goo. Tapi setelah itu, siapa yang tahu??

Han goo tahu itu, dan ia juga tak akan menyalahkan Kai seandainya yang ditakutkannya terjadi. Andaipun itu terjadi nanti, Han goo sudah menyiapkan hatinya hingga setidaknya ia tidak tenggelam dalam kesedihan yang berlarut. Han goo tersentak saat sentuhan halus memainkan poninya yang tertiup angin.

“ hey, kenapa diam.. wae?”

“ a..aku hanya keasyikan menatap matahari yang hampir sembunyi” Han goo mengalihkan pembicaraannya. Berusaha menutupi perasaanya, menutupi segala pikiran yg ada di otaknya saat ini.

“ apa kau takut kalau aku melupakanmu?” Kai mencoba menerka pikiran Han Goo. Namun Han Goo hanya diam membisu. Ditatapnya Kai dengan sorot tatapan yang tak dapat diartikan pasti.

Kai menghebuskan nafasnya. Diraihnya Han Goo dalam pelukannya. Pelan, dibisikannya sesuatu di telinga yeojachingunya itu, “ Saranghae,, aku tak kan melupakanmu,, Saranghae nae  baby Han Goo.” Perlahan Han Goo melepaskan pelukan Kai, walaupun ia masih ingin seperti ini, ya, seperti ini hingga esok Kai harus benar-benar pergi meninggalkannya.

“ Kalaupun aku tak dapat memilikimu, setidaknya aku punya sesuatu untuk di kenang. Semua yang kita alami ini akan kusimpan dan kubiarkan hidup. Hingga jika suatu saat aku merindumu, aku masih punya kenangan yang tersisa. Mengumpulkannya kembali. Keping demi keping. Mungkin saat itu aku akan kembali bertanya pada diriku sendiri, ‘apakah perasaan ini ku biarkan tumbuh atau layu, bahkan mati. Tapi kita masih punya banyak waktu sampai saat itu tiba kan?”

“ Ku mohon jangan berpikir seperti itu, percayalah padaku. tunggulah aku disini, di tempat ini.” Ucap Kai meyakinkan yeojanya yang masih bergelut dengan pikirannya sendiri berlomba dengan gelutan ombak yang menyaksikan mereka senja itu.

4 tahun kemudian. . .

@ Pantai

“ Hey,, kenapa kau diam saja? Sakit,, eoh? Gwenchana ?” Suara renyah seorang yeoja cantik membuyarkan pikiran Han Goo.. suara lee eun hye,, sepupunya…

“ Anni,, gwenchana.” Jawab Han Goo,, sambil memandang namja yang ada di hadapannya… terus memandangnya,,, sesekali tersenyum simpul,,

Tepat 4 tahun yg lalu sepasang kekasih melepas semuanya ditempat yang sama,, tepat hari ini dia bisa bertemu dengan namjanya,, namja yg mungkin sangat ia rindukan.. 4 tahun lalu berjanji untuk bertemu ditempat yg sama,, 4 tahun yg lalu sebelum namjanya pergi melanjutkan studynya ke Paris,, 4 tahun yang lalu ada seoarang namja yg memintanya menunggu disini,, 4 tahun yg lalu sebelum semunya seperti ini…..

“ Han Goo,, mianhe,, aku harus pulang dulu sepertinya omma mengajakku pergi. Apa tak apa kutinggal?”

“ eung… Ne,, gwenchana” tersenyum simpul peda eun hye…

“ku antar,, nee?” Tanya Kai khawatir pada yeojachingunya, ne eun hye…

“ Tak usah oppa, aku dijemput Suho Oppa. kau temani saja Han Goo. Sepertinya dia lelah sekali, kalian berbincanglah. Bukankah sebentar lagi akan jadi sepupu? Heeheeee.. annyeong..” tertawa melambaikan tangannnya pada dua manusia yg berdiri di pinggir pantai itu.

Kai masih menatap kepergian kekasihnya sambil terus berpikir.. mengapa akhir-akhir ini yeojanya bersikap aneh terhadapnya,, selalu pergi menjauh, menghindarinya.. belum lagi pikirannya mengenai yeoja yang saat ini ada bersamanya…

“ wae? Kenapa diam saja?” Suara berat Kai  memcah kediaman mereka. Hanya saja Han Goo tetap menundukkan kepalanya sejak tadi. Entah perasaannya atau apa, ia merasa Han Goo sama sekali tak menatapnya. Kalaupun menatap hanya sebentar saja dan tatapannya kosong.

“ Terimakasih sudah menepati janjimu, 4 tahun yang lalu” Kata Han Goo masih tetap menundukkan wajahnya, masih enggan menatap namja di depannya.

“ Mianhe, tapi bukan seperti ini keadaannya. Mianhe.” Tangan kokoh itu terasa kaku, terasa berat, walau hanya ingin digerakkan  memegang dagu mungil, hanya ingin mencari sorot mata indah milik yeoja yang dulu pernah ada di hatinya,, anni,, lalu bagaimana saat ini? Apa masih seperti dulu,,,…

Namun mata indah itu masih enggan mentapnya,, masih saja menatap lurus ke depan..

“ Aku,, aku kehilangan sosokmu 3 tahun terakhir ini,,, kemana saja selama ini? Mengapa tak pernah ada kabar? Mengapa menghilang begitu saja?” Tanya Kai sambil melangkah mendekati yeojanya. “ Mengapa diam saja? Kau tega lakukan semuanya, kau tega Han Goo. Kau tega menyiksaku seperti ini” Teriak Kai kesal karena tak ditanggapi dari tadi.

“ Bukankah sudah ada eun hye?” Hanya 1 kalimat singkat,, ya singkat,, sangat singkat. Jawaban singkat yang mampu menutup rapat bibir namja tampan itu. Tak bisa berkata lagi. Apa ini salah? Salah jika menemukan yeoja lain karena kesepian,, kesepian kehilangan kontak dengan Han Goo setelah 1 tahun lebih saat ia berada di Paris, yyyaaa tepatnya 3 tahun yang lalu. . Apakah ia telah gagal memegang predikat setia?

“ Bukankah wajar?” satu kata lagi, satu kata singkat yang terlepas dari bibir Han Goo.

Lagi-lagi membuat semuanya diam.. kata yang sangat sulit diartikan bagi Kai.

“ Aku benci semua, aku benci ini. Aku membencimu Han goo”

Ddegg….

Demi apa namja itu mengucapkan kata itu. Kata yang sangat sakit… sakit.. sakit di dada ini… sejahat itukah yang telah yeoja ini lakukan? Hingga kata benci itupun terlontar dari bibir tebal namja yang saat ini masih menatapnya nanar. Beruntung tak bisa melihatnya, beruntung tak bisaa menatap wajah namja di depannya. Masih terdiam,, menahan rasa sakitnya, sesakit itukah? Andai namjanya tau bahwa ia lebih sakit dari itu…

*“ jika aku kembali nanti, aku ingin melihat matamu ini, eum..”

 

“ itupun kalau mataku masih sperti ini, belum tentu kau masih punya keinginan untuk melihatnya lagi”*

Sakit, ingin menangis setiap teringat kata yang selama 4 tahun ini seperti menghantui hidup yeoja ini. “ Mianhe,, mian aku tidak bisa menepati janjiku. Anni, aku tak pernah berjanji. Itu keinginanmu” Mencoba menatap Kai, namun tatapan itu kosong.

Kai hanya terdiam,, menatap lekat sosok yg dulu selalu dihatinya. “ Tatap aku han goo, tatap aku. Apa salahku, eum? Apa salahku hingga menatapku saja kau tak mau?” Kai berjalan tepat dihadapan Han Goo, di raihnya dagu mungil Han Goo. Menatap mata kecil itu. “ Aku igin menatap mata indah ini”

“Mianhe aku tak bisa melihatmu” kata Han Goo sambil memalingkan wajahnya dari depan Kai. Sedangkan Kai hanya terdiam mencoba mencerna kata-kata Han Goo.

“ Apa maksudmu?”

“Aku dan bumonim ku mengalami kecelakaan mobil, aku kehilangan penglihatan dan kedua orangtuaku” Jawab han goo parau, menangis,, tak cukup hanya menangis,, seakan airmatanya sudah habis. Kehilangan penglihatan tak apa baginya,, tapi kehilangan kedua bumonimnya sungguh tak bisa. Kecelakaan beruntun yang menimpanya dan keluarganya saat akan pergi ke Paris. Yyaa… memaksa kedua orangtuanya untuk berlibur ke Paris, bukan itu alasan utamanya,, tapi saat itu adalah hari dimana ulang tahun Kai., namja yg sangat dicintainya. Namun takdir berkata lain,, kepergiannya membuatnya kehilangan segalanya termasuk saat ini harus kehilangan namjanya. Bukankah ini salahnya?

“ Mianhe,, aku,, aku,,, maafkan aku tak da disampingmu saat kau membutuhkanku. Kenapa tak memberitahuku” Kata Kai yang memeluk erat Han Goo..

“Aku,, aku tak ingin mengganggu kuliahmu. Aku ingin kau berhasil mewujudkan cita-citamu. Aku mau kau berhasil menunjukkan pada appamu,, aku….” Akhirnya airmata itupun jatuh kembali di pipi mulusnya. Sakit,, merindukan saat seperti ini,, saat yang sangat ia rindukan,, setelah 3 tahun memilih lari dari kehidupan namjanya hanya karena tak ingin melihat namjanya khawatir, memilih pergi menjauh dari kehidupan namjanya,, ingin yang terbaik selalu untuk namjanya,, termasuk harus merelakannya.. karena terlalu mencintainya….

 

FLASH BACK ON

 

“ Aku tidak bisa!”

“ Ku mohon, kali ini saja. Tolong aku”

“Eonnie,, tapi ini tidak mungkin. Aku tidak bisa mencintai orang yang belum aku kenal. Pokoknya aku tidak bisa. Kenapa tidak kau saja?” Perdebatan di malam hari antara 2 yeoja cantik di kamarnya..

“ Tolong kali ini saja, aku sangat mencintainya. Aku tak ingin ia khawatir. Kau tau keadaan ku saat ini. Hanya temani dia saja disana. Aku tak ingin dia kesepian. Aku mempercayaimu, kau gadis yang baik. Hanya kau harapanku,, ku mohon”

“ Baiklah. Besok aku pergi” akhirny eun hye pun Tak sanggup melihat kakak sepupunya menangis, memohon di hadapannya, ..

“Gomawo.. aku tak tahu harus membalas kebaikanmu dan keluargamu” tersenyum simpul,, walauun hambar,, sangat hambar. Keputusan terbodoh dihidupnya,, saat meminta tolong pada eun hye sepupunya untuk pergi ke paris, mengawasi Kai dengan kepura-puraan tanpa sepengetahuan Kai ,namjachingunya. Walaupun risiko besar harus ia hadapi…

FLASH BACK  Off

 

“ Mianhe Han Goo” mengusap poni Han Goo yang terjuntai lemah di kening sempit Han goo dan mengecupnya lama.

“Gwenchana,, aku hanya tak mau kau menghawatirkanku.. maafkan aku..” jawab han goo sambil menyeka air matanya. “Apa kau mencintai Eun Hye?” Tanya han goo tiba-tiba seraya melepaskan pelukannya. Entah apa.. sakit.. terasa ribuan belati kembali menyayat-nyayat hatinya. Saat ingat bahwa ada orang lain saat ini. Bukan hanya dia,, bukan seperti yang dulu lagi….

“ Aku,, aku tidak tahu. Aku merasa Eun hye sepertimu. Dia memiliki kesamaan yang banyak denganmu” jawab Kai terbata,, bingung tentu saja bingung. Bahkan hubungannya dengan Han Goo belum berakhir,, yyyaaaa belum ada kata yang menjelaskan mereka berakhir. Tapi perlakuan Han Goo terhadapnya apa,? apa menghilang bertahun-tahun sudah cukup memenuhi syarat berakhirnya suatu hubungan?

“Tentu saja kami mirip, dia sepupuku paboo!” Kata Han Goo sambil tertawa.. tertawa berusaha bahagia walaw hatinya kalut. Mencoba tak pernah ada apa-apa. Tapi tetap saja sekelilingnya berteriak bahwa saat ini sedang ada apa-apa.. ada sesuatu. Pisau. Sakit?? .. sesuatu yang ia buat sendiri “ Aku Tanya, apa kau mencintai eun hye?” bodoh,, hanya 1 kata yang tepat untuknya saat ini,, satu pertanyaan yang sebenarnya tak membutuhkan jawaban. Mana mungkin tak cinta kalau hubungan sudah berjalan hampir 2 tahun? Apalagi saat ini kondisinya tak layak untuk tetap bersanding dengan namja tampan itu,, terlalu terlalu sempurna untuknya saat ini. Kembali sakit merambati hati dan pikirannya,,,

FLASH BACK ON

 

“ Maafkan aku” kata Eun hye tertunduk…

“ Mengapa kau tega lakukan ini padaku?”

“ Bukankah ini yang kau mau?”

“ Tapi aku tak memintamu untuk mencintainya, aku hanya memintamu menemani dan menjaganya. Siapa yang menyuruhmu berpacaran dengannya, bahkan sudah 1 tahun lebih. Kau membohongiku” Teriak Han goo tak kalah kesal, menangis.. mengapa selalu menangis? Mengapa 3 tahun terakhir hidupnya diwarnai tangisan dan linangan air mata? Berharap Tuhan mengeringkan airmatanya,,

“ Aku tak bermaksud melukaimu, mana mungkin aku tahu akan terjadi ini. Aku manusia biasa Han Goo.” Jawab Eun Hye sedikit berteriak dan berjalan menjauh. Menatap jalanan luar dari jendela.” Kalau aku menyakitimu,, lalu apa yang kau lakukan padaku? Eoh??  Membunuhku? Yyyaa kau membunuh hatiku Han Goo. Setelah merebut hati appa dan omma,, kau merebut Suho oppa dariku,, semenjak kecelakaan itu mereka lebih perhatian denganmu,, membawamu masuk ke rumah ini dan merubah semuanya,,, kau mencuri perhatian mereka.. belum puas kau memaksaku pergi ke Paris menemani namjamu itu. Setelah ini,, setelah ini kau ingin membunuhku? Bunuh saja aku sekarang Han Goo.”  Jawab eun hye yang sangat kesal pada han goo.

“Relakan dia untukku, lagipula ada Suho oppa di sampingmu” lanjut eun hye lirih namun terdengar begitu pilu dan sakit. . . .

Mudah sekali sepupunya mengatakan itu, apa dia tak tahu perasaannya saat ini. Bertahun-tahun menunggu,, akankah ini akhirnya? Akhir pahit yang ia buat sendiri…

“ Mianhe,, jangan ambil Kai dariku. Aku hanya punya dia  setelah orangtua ku tak ada” bulir bening itupun seakin mulus keluar dari mata sendunya. Egois,,,

“ MWO ? ? ? Ck… Tak tahu malu! Lalu kau anggap apa Bumonimku yang selama ini menjagamu? Dan lagi, Apa kau tak pernah memandang Suho Oppa? Bumonimku yang merawatmu selama ini.. dan Suho Oppa yang sangat mencintaimu,, selalu ada untukmu. Kau angga apa mereka selama ini, eoh?? Hey nona Kim Han Goo… Ternyata bukan hanya matamu yang buta,, tapi juga mata hatimu telah buta Han Goo.”

 

DEEGHHHH

 

Hannya sanggup menangis,, mencoba berdiri namun kakinya terasa berat,, kelu, bibirnya kelu. Kalimat yang keluar dari bibir Eun Hye berhasil membuat tubuhnya lumpuh. Seakan tak mampu lagi bergerak, jangankan bargerak, berucap 1 kalimat saja tak mampu. Benar-benar merasa orang yang paling kejam dan bodoh. Mengapa Tuhan tak membunuhnya saja saat kecelakaan itu? Mengapa ia harus menjalani hidup kalau harus sakit seperti ini.

“ Mianhe” satu kata terakhir dari Eun hye sebelum berjalan meninggalkannya dan menutup pintu kamarnya keras…

 

FLASH BACK OFF

 

 

Lagi-lagi kejadian senja kemarin lusa melintas di pikirannya. Perdebatan hebatnya dengan Eun Hye yang tak mau merelakan Kai untuknya kembali, sebelum akhirnya sepupunya itu mengalah dan pergi memberi kesempatan untuknya. Masih terdiam menyingkirkan tangan Kai dari pipinya dan menyeka airmatanya sendiri dengan kasar. Membolak-balikkan pikirannya, perasaannnya. Bukankah ini sangat kejam..

“ Kenapa tak menjawabku”

“ Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Eun Hye, aku,, aku,,, lagipula akhir-akhir ini dia menghindariku, sepertinya dia sangat membenciku. Apa kau mau bersamaku lagi?” Bisik Kai tepat di wajahnya..

Bukankah ini sangat kejam, terasa sakit mendengar kata-kata Kai. Bukankah seharusnya bahagia mendengarnya? Tapi ini tak adil untuknya dan juga untuk Eun Hye. Bagaimana mungkin tertawa bahagia di atas air mata saudaranya sendiri, eoh?

“ Tapi aku buta, aku tak pantas disampingmu,, aku jauh dari kata pantas untuk bersanding disampingmu yang sempurna”

“ Hey,, jangan pernah berkata seperti itu. Di dunia ini tak ada manusia yang sempurna”

“ Tapi kita jauh,, ak….”

Terdiam saat Kai mencium bibirnnya,, hanya diam. Jujur,, sangat merindukan saat ini,, pelukan namjanya masih sama hangat seperti dulu. masih ingin seperti ini,, bolehkah? Kali ini saja..

“ Jangan pernah berkata seperti itu, tidak ada manusia yang sempurna. Bukankah pasangan yang sempurna adalah pasangan yang mampu mentupi kekurangan pasangannya dengan kelebihannya masing2,, eoh?” Kata Kai lembut sambil mengusap pipi mungilnya..

Masih sama seperti yang dulu, kata-katanya yang lembut mampu membuatnya terdiam, membuat bibirnya kaku, membuat airmatanya jatuh kembali di kedua pipinya. Bahagia sangat bahagia, namun harus sadar bahwa posisinya saat ini adalah salah, walaupun Eun Hye sudah berjalan mundur. Namun tetap saja SALAH.. “ Aku wanita, aku sama seperti Eun Hye. ini tak kan adil untuk ku apalagi untuk Eun Hye”

“Tapi aku mencintaimu”

“ Salah, kau mencintai Eun Hye. aku bisa merasakannya. Aku tak mau menyakiti Eun Hye. aku tak mau kau mencintaiku hanya setengah hati.”

“Maafkan aku, maafkan aku tak bisa menjaga perasaanmu. Tak bisa menjaga cintamu. Mianhe” lirih,, sangat lirih di dengarkan.

“ Apa kau benar – benar mencintaiku? Kejar Eun Hye,, jangan sampai menyesal. Eun Hye akan pergi ke Jepang malam ini. Dia hanya berpura-pura mencari alasan pergi dengan ahjumma hanya untuk meninggalkan kita berdua”

“Tapi kau. Mana mungkin aku..”

“Sekarang atau tidak sama sekali” Kata Han Goo tegas tanpa air mata. Mungkin sudah kering, atau sudah terlalu sulit untuk menangis.

“ Mianhe,, aku memang mencintai Eun Hye, aku tidak tahu,, rasa ini sudah…. Aaaaargh…. Tapi aku tak mungkin meninggalkanmu”

“ Demi aku, jebal” hanya suara yang lirih,, lirih sangat,,,bahkan lebih lirih dari sebuah bisikan.

Mencoba bertahan,, memperkokoh pertahanannya,, rasanya sudah tak mampu lagi meneteskan airmatanya yang selama ini menemani hidupnya,..

“ Mianhe” mengecup puncak kepala Han Goo pelan sebelum berjalan pergi mengejar Eun Hye yang tak tahu sejak kapan mampu menggantikan posisi Han Goo di hatinya, walau tak dapat di pungkiri masih ada rasa itu untuk Han Goo.

“Gwenchana…” tertunduk,, berbisik ditemani oleh angin pantai senja itu. Lagi-lagi disini,, dipantai ini terjadi kembali kisah antara dua anak manusia yang berujung perpisahan. Namun kali ini lebih miris, perpisahan yang takkan kembali lagi, takkan ada lagi untuknya. Mungkin ini jalan terbaik untuk semuanya. Tak bisa melakukan apa-apa kecuali ini untuk keluarga Eun Hye yang selama ini menjaganya..

 

Sakit yang ku dapatkan,,

Mengenal dirimu dan mencintaimu,,,

Karna tak dapat ku sangka

Kau bukan milikku,,

Bukan Kekasihku….

 

Sisakan untukku cinta itu,,

Walau kau masih bersamanya,,

 

 

END

15 pemikiran pada “The Day At The Beach

  1. astaga min gue nangis serius. ya ampun nyesek bgt ㅠㅠ ngebayangin rasa sakitnya tuh ga bisa diungkap dengan kata kata ㅠㅠ kai jahat bgt huwaaaaa. tapi eunhye lebih jahat hiks author-nim, endingnya beneran gini yah? huwaaaa yasudahlah keep writing 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s