Apado, Oolryeodo, Saranghae (Chapter 2)

Title (*)                      : 아파도, 울려도, 사랑해 (Apado, Oolryeodo, Saranghae) [Chapter 2]

 

Author (*)                    : Sung Tae Jin

 

 

Main Cast(*)               :

  • Oh Hyunkyung (OCs)
  • Kim Joonmyeon ‘Suho’ (EXO-K)
  • Kim Jong In ‘Kai’ (EXO-K)

 

Support Cast                :

  • Wu Yi Fan ‘Kris’ (EXO-M)
  • The others

 

 

Length(*)                     : Twoshot

 

 

Genre(*)                      : Songfic, Romance, AU (School), Angst, Friendship

 

 

Rating(*)                     : PG

 

Inspirated Song           : SHINee – Quasimodo

 

Summary                     : Apakah aku serakah? Mencintai dua orang sekaligus, yang tidak sama sekali mencintaiku. Tapi aku tak pernah menyesal. Setidaknya mereka tak perlu tahu bagaimana perasaanku.. Karena, walaupun itu sakit, walaupun mereka membuatku menangis, aku mencintai mereka..

 

Ini ff udh author post di fb, di blog pribadi jg.. jd klo ktemu ff sma kyak gini jg, tolong liatin nama authornya ya^^

Jgn lupa, author seneng RCL kalian, tp lbih sneng lg klo d komen^^

Y udh deh, lngsung cekidot aj..

 

 

Happy reading^^

181818_386621491379300_1108570621_n

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

 

Seolah dipaksa, mata perlahan terbuka. Jemari mengepal kurasakan. Putih, apakah aku di surga? Tentu saja tidak. Ruang putih ini sama sekali tak menghangatkanku walaupun kurasa ada yang mengepul di ata keningku yang kutahu itu adalah penghangat ruangan. Entah itu suhu ruangan yang memang rendah atau memang aku yang salah. Namun yang jelas aku merasa dingin yang luar biasa. Apa telah terjadi sesuatu padaku? Aku berpikir sejenak. Ahh.. Itu rupanya yang terjadi. Aku kembali menitikkan airmata. Betapa sesal dulu aku menerima tantangan bodoh itu. Tantangan itu membuatku tak bisa memegang tanganmu lagi.

 

Aku memutuskan pergi dari tempat itu. Namun tanpa sadar, infus yang ada di tanganku menarikku. Tapi, aku ‘kan makhluk hidup. Jadi, aku bisa menarik benda mati. Jadi infus yang menempel itu kutarik dan kulepas dari kulitku. Darah mulai keluar. Bagaimanapun, itu infus. Aku asal menariknya saja tanpa tahu bagaimana melepaskannya. Kulitku sedikit robek karena kutarik ke pinggir secara paksa. Darah mulai bercucuran di lantai. Namun tak sedikitpun sakit yang kurasa. Karena rasa sakit sudah termakan habis oleh hati yang terluka. Mataku mengisyaratkan kesedihan, namun malah terlihat kosong dimata orang. Wajahku lurus, tanpa ekspresi sama sekali. Namun airmataku terus mengalir seiring dengan hujan lebat yang menyerbu tanah hingga tanah – tanah itu terbelah dan membentuk sungai cokelat kecil dan mengalir ke parit. Semua orang bahkan suster dan dokter tak bisa menghentikanku.

 

Aku sangat kacau. Aku tak tahu arah. Berharap, jika tak tahu arah, aku akan ditolong oleh Kai sama seperti waktu itu. Namun menerima kenyataan pahit bahwa Kai sudah tak berwujud lagi, membuatku berhenti melangkah tepat di depan gedung putih itu. Aku berjalan perlahan dengan bertenlanjang kaki. Menapaki jalanan yang basah walaupun rasanya aku tak menapak lagi. aku seperti melayang. Titik air hujan sepertinya mampu untuk membersihkan tanganku dari darah yang sedari tadi tak mau berhenti mengalir. Berjalan tak tentu arah, apa itu yang bisa kulakukan? Apakah itu yang bisa kulakukan?! Aku bodoh, sungguh bodoh. Harusnya aku hidup lagi dengan adanya kejadian ini. Bukan malah memperburuk diri. Namun setiap aku memikirkannya, aku pasti akan menangis dan kembali terpuruk. Sekarang aku berjalan menjauh dari gedung. Mencoba pulang ke rumah dan berdiam diri disana.

 

Hyunkyung’s POV End

 

****************************

 

Hyunkyung memaksakan dirinya untuk bersekolah walaupun banyak dari sunbae – sunbaenya yang datang beberapa hari lalu untuk menjenguk dan mengurusnya di rumah melarangnya. Ada sesuatu yang membuatnya harus ke sekolah. Ia diberikan izin oleh sunbae – sunbaenya itu asalkan Hyunkyung menunggu mereka menjemputnya. Hyunkyung hanya mengangguk . namun pada kenyataannya sekarang ia sudah pergi terlebih dahulu pagi sekali.

Seminggu dirasa setahun untuknya. Sudah berasa lama ia tak bertemu Kai. Ia rindu Kai. Selama seminggu ini ia tak pernah absen untuk mengunjungi makam Kai. Ia selalu menangis sambil memeluk batu nisan milik Kai yang masih terlihat baru.

 

Hyunkyung terus berjalan seakan buta. Bus datang dari arah kanannya dan walaupun ia tahu bahwa keberadaan bus itu dekat dengannya, ia malah meneruskan penyebrangannya yang hendak ia mulai. Mungkin ia ingin menyusul Kai, namun usahanya gagal dan malah ia tersungkur bersama orang yang menyelamatinya. Ia berdiri pelan dan melihat seorang namja yang terduduk sambil memegangi tangannya yang terluka. Hyunkyung melepaskan dasinya dan mengambil air minumnya lalu ia banjur ke dasinya. Ia memberikan dasi yang basah itu pada namja yang ada di depannya, Suho. Suho menerimanya dan ditinggalkannya Suho yang masih terduduk.

 

Lutut dan lengan yang berdarah tak dihiruakannya. Ia tetap berjalan dengan darah yang mulai mengering. Lesu, lunglai, seperti berjalan tanpa tulang kaki. Setiap langkahnya bisa saja membawa maut baginya.

 

Berlama – lama berjalan seperti orang sekarat, ia sampai di kantor. Sekolah sudah terlihat agak ramai. Terlihat juga Suho disana. Ia mengetuk pintu kantor, lalu masuk dan berbicara sesuatu di dalam. Suho yang penasaran menguping.

“ Kau yakin tak ingin tinggal sebentar disini? “

“ Mian, songsaenim. Tapi ada sesuatu yang membuat saya harus pindah ke Jepang. “

“ Geurrae.. Bila memang seperti itu, kapan kau akan berangkat? “

“ Saya akan berangkat besok pagi. “

“ Baiklah kalau memang begitu. Semoga disana kau baik, nak. “

“ Ne.. “

Suho’s POV

 

Apa benar Hyunkyung akan pindah? Bila memang benar begitu, berarti ia akan meninggalkanku? Andwae! Dia tak boleh meninggalkanku! Dialah satu – satunya orang yang bisa mengerjakan PRku. Lagipula, aku akan mengobrol dengan siapa nanti? Andwae! Aku

harus mencegahnya sebelum ia benar – benar berangkat.

“ Apa benar kau akan pindah? “

“ Hmm.. Begitulah. “

“ Lalu.. Bagaimana denganku? “

“ Kau namja, bisa mengurus dirimu sendiri. “

“ Satu pertanyaanku, apa alasanmu pindah? “

“ Ini perintah orang tuaku. “

“ Apa alasanmu untuk pindah? “

“ Sudah kubilang tadi. “

“ Lalu coba lihat mataku baik – baik. “

“ Kuharap kau bisa tanpa aku. “ Hyunkyung kemudian meninggalkanku dan juga gerbang sekolah. Wajahnya masih saja lurus. Sepertinya ia masih begitu terpukul dengan kematian Kai. Aku dengar memang mereka berpacaran. Kai, aku kalah cepat denganmu. Namun kuharap aku bisa memiliki Hyunkyung seutuhnya ketika besok di bandara. Kau pasti jadi milikku, Oh Hyunkyung.

 

Suho’s POV End

 

Pagi hari sekali Hyunkyung sudah berada di bandara. Barangnya bahkan sudah di serahkan. Ia tinggal menunggu kapan ia akhirnya meninggalkan Korea Selatan. Pemberitahuan sudah dikumandangkan. Sekarang tinggal meninggalkan jejak – jejak terakhir disini. Belum sempat ia melangkah, seseorang sudah berada di depannya. Seorang Suho sudah berada di depannya dengan seikat bunga mawar putih yang indah. Baunya bahkan sangat tercium di indera penciuman Hyunkyung.

“ Kau akan menerimanya, bukan? Itu berarti kau tak akan pergi dariku, bukan? Itu yang kau inginkan selama satu setengah tahun ini ‘kan? “ Tanya Suho bertubi – tubi. Hyunkyung menerima seikat bunga itu, ia lihat sebentar, lalu ia kembalikan lagi.

“ Wae? Bukankah itu yang kau inginkan selama ini? Aku juga selama ini menginginkanmu sama sepertimu. “ Terang Suho.

“ Anni.. Aku tak membutuhkanmu. “

“ Gojimal. Aku tahu semuanya dari Kai. Ia memberitahuku semuanya. “

“ Aku bilang aku tak butuh kau, lagi. “

“ Mwo? “

“ Aku tak membutuhkanmu. Lagipula, aku senang bunga anggrek, bukan mawar. “ Hyunkyung meninggalkan Suho yang masih terpaku disana. Suho melepaskan ikat bunga indah itu lalu mengejar Hyunkyung.

“ Lalu tolong lihat mataku dulu! “ Pinta Suho. Hyunkyung mengalihkan matanya ke tempat lain. Suho menarik tubuh Hyunkyung ke pelukannya.

“ Jebal.. Jangan tinggalkan aku. Bagaimana mungkin aku bisa hidup begini, Oh Hyunkyung? “

“ Kau harus mencari yang lain, Suho. Aku tak sanggup bersamamu. “

“ Kau ingin membuatku mati? “

“ Kau tak akan mati tanpaku. “

“ Kau tahu, aku hampir saja mati berdiri ketika aku tahu kau tak siuman dari pingsanmu selama tiga hari. Kau juga mengalami demam yang luar biasa panasnya. Kau tahu bagaimana aku melewati hariku tanpamu itu? “

“ Mian.. Aku berjanji aku akan berada di sampingku dua tahun lagi. aku berjanji. “

“ Jeongmal? Karena aku butuh kepastian. “

“ Hanya dua tahun.. Bisakah kau menunggu? “

 

“ Geurrae.. Aku menunggumu. “ Suho melepaskan Hyunkyung. Hyunkyung tak berbalik untuk memberikan sekedar salam perpisahan. Suho tersenyum puas. Seakan perang sudah ia menangkan. Ditunggunya pesawat itu hingga benar – benar hilang dari hadapannya. Saat pesawat mulai jalan dan mulai berputar, jalanan yang licin membuat ban pesawat tergeser dan akhirnya lepas. Pesawat yang hendak lepas landas itu kehilangan sayap kanannya dan seketika itu juga meledak. Suho yang melihat kejadian itu langsung melemas. Ia membelalakkan matanya. Suho berlari ke jalan. Mencoba untuk berlaku hal gila.

 

“ Kau bohong, Hyunkyung-ah! Kau bilang dua tahun lagi! namun kenapa kau meninggalkanku selamanya?! “ Teriak Suho di luar bandara. Semua orang yang sedang sibuk tak begitu memperhatikan Suho.

 

“ Jika kau memang menginginkan itu, aku akan menyusulmu.. “ Suho kemudian berjalan perlahan ke arah jalan raya yang sedang tak begitu ramai. Jadi mudah untuk kendaraan lalu lalang dengan kecepatan yang di atas rata – rata. Dan berhasil. Ia menabrakkan dirinya ke sebuah mobil yang sedang ngebut saat itu. Semua orang panik. Banyak yang menyalahkan sang pengendara mobil. Namun ada juga orang yang membela mati – matian pengendara yang memang tak salah itu. Polisi dan pihak ambulan kewalahan menangani dua kecelakaan sekaligus.

 

****************************

 

28 hari kemudian..

 

“ Rumah sakit? Ahh.. Rupanya kejadian itu. “ Hyunkyung, satu – satunya penumpang kecelakaan pesawat yang selamat akhirnya sadar dari koma. Seluruh badannya masih terasa sakit.

“ Baguslah kau sudah sadar, nona. Kami tak bisa menghubungi orang tuamu. Jadi untuk sementara kami mengurusmu disini dulu. “

“ Gwenchana.. “ Ia berdiam diri sejenak. Ada satu hal yang sedang dipikirkannya.

“ Itu berarti aku masih bisa bertemu Suho? “ Tanyanya senang pada diri sendiri.

“ Suster, bisa aku pinjam ponselnya? “ Tanya Hyunkyung senang. Suster itu mengangguk dan memberikan ponselnya. Hyunkyung memencet angka demi angka. Menelponnya, namun tak aktif. Sudah beberapa kali, masih saja tak aktif.

“ Memang nona ingin menelpon siapa? Siapa tahu kami bisa membantumu. “

“ Kim Joonmyeon. Yah, mungkin kalian tak mengenalnya. “

“ Mianhae, nona.. Tapi orang yang bernama Joonmyeon itu.. Ia meninggal 28 hari yang lalu, nona. Ia menabrakkan dirinya di jalan di depan bandara setelah pesawat yang ditumpangi nona mengalami kecelakaan. “

“ Mwo? Meninggal? “

“ Jeongmal mianhaeyo, nona. “

“ Kau yakin tak salah orang suster? “

“ Mianhae, nona. Tapi kami sudah memeriksanya. Bahkan orang yang bernama Joonmyeon itu dirawat disini, nona. Diruang yang sama dengan nona. “

 

****************************

 

Ruangan putih. Dengan satu tempat tidur di ujung dan sebuah lampu yang sepertinya sudah ingin redup. Seorang yeoja menenggelamkan wajahnya diantara kaki yang dipeluknya. Di tangannya yang tak memegang kakinya itu terlihat sebuah boneka teddy bear lucu berwarna cokelat namn lusuh. Oh Hyunkyung.

“ Apa ada kemajuan darinya? “

“ Belum ada sama sekali. Malah bertambah buruk. Semakin hari ia semakin parah. Ia teru menerus bernyanyi lagu quasimodo. Kami tak mengerti sama sekali. Kami juga tak bisa menghubungi orang tuanya sampai sekarang. “

“ Jiwanya mungkin terganggu karena kejadian yang menimpa dirinya. “

“ Jadi, apa yang harus kita lakukan? Dia sudah tak berbentuk lagi, dokter. “

“ Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu keajaiban datang padanya.. “

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

THE END

 

28 pemikiran pada “Apado, Oolryeodo, Saranghae (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s