Complicated (Chapter 2)

COMPLICATED (CHAPTER 2)

Author: Krisanamira

Cast: Kris EXO-M

Kim Hyuri (OC)

Kai EXO-K

Sehun EXO-K

Lee Jina (OC)

Genre: romance

 __________________________________

“Hmm, hyuri. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Kai menatapku serius.

Tanganku mulai berkeringat dingin. Ini yang kutakutkan, saat Kai mengatakan hal-hal serius seperti ini. Aku menghitung dalam hati, mencoba menenangkan jantungku yang sedari tadi terlalu aktif berdetak. Aku yakin, Kai akan mengatakan perasaannya padaku.

“Ya, katakan saja, Kai,” jawabku berusaha santai, balas menatap matanya serius.

“Sepertinya.. sepertinya aku menyukai seseorang,” Kai tampak berusaha keras mengucapkan kalimat itu.

Senyumanku merekah. Pipi Kai merona merah, begitu juga dengan milikku. Aku tersenyum kepadanya, tulus, sungguh tulus.

“Siapa yeoja beruntung itu?” tanyaku. Aku sungguh berharap, dia menyebut namaku.

“Dia, namanya… Kim Hana,”

Senyum ku lenyap tak berbekas. Bibirku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Sungguh, jika saat ini aku boleh memilih, lebih baik aku hilang saja dari muka bumi ini.

“Oh. Yang teman sekelompokmu waktu itu?” hanya itu yang dapat keluar dari bibirku yang mulai bergetar menahan airmata.

“Ya. Entah apa awalnya, namun aku begitu terpesona melihatnya. Wajah, rambutnya, semuanya indah sekali…”

“Maaf Kai, sepertinya aku butuh ke toilet sebentar,” potongku. Ia mengangguk kecil dan tersenyum. Air mataku jatuh tak tertahan lagi. Untung aku masih bisa bertahan sampai Kai tak melihatku lagi. Di toilet, aku terisak kecil.

Ternyata Jina benar selama ini. Aku terlalu banyak berkhayal. Buktinya Kai dengan senang hati memberitahuku bahwa dia mencintai gadis lain. Bodoh sekali aku! Dadaku sakit, seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. Sesak.

Aku menghapus airmataku, berusaha agar tak kelihatan habis menangis. Setelah siap, aku berjalan santai ke luar menuju Kai.

“Mengapa lama sekali?” tanya Kai. Di meja sudah ada pesanan kami.

“Tadi toiletnya ramai,” jawabku asal. Kai tampak menaikkan sebelah alisnya, namun tak berkomentar apapun.

Kai mulai melahap pesanannya. Sedangkan aku hanya melamun, karena telah kehilangan selera makan. Diam-diam kutatap Kai yang sedang makan. Dia memang tampan. Kim Hana juga begitu cantik. Mereka memang cocok, bodoh sekali aku selama ini.

“Jadi, bagusnya bagaimana?” tanya Kai setelah menghabiskan makanannya.

“Hm? Bagaimana apa?” Aku tersadar dari lamunanku.

“Apa aku harus menyatakannya?” Tanya Kai malu-malu.

Aku terdiam. perasaan itu datang lagi. Sungguh sesak rasanya dadaku melihat Kai malu-malu bercerita tentang gadis lain di depanku.

“Ya, daripada kau menyesal nantinya,” tanggapku, berusaha tersenyum walau sebenarnya mataku mulai berair lagi.

“Menyesal?”

“Ya,” jawabku. “Kau nanti pasti akan menyesal jika dia sudah bersama namja lain, sedangkan kau belum sempat bicara padanya,”

Seperti aku sekarang ini, batinku

“Tapi, aku bingung bagaimana menyatakannya,”

“Ya, aku tahu ini yang pertama untukmu. Tapi, bukankah kau berteman dengan Luhan? Dia kan sudah sangat berpengalaman soal ini,” tanggapku, mulai bisa menenangkan perasaanku sendiri.

“Ya, tapi sekarang ia sedang di China, bersama pacar barunya,” jawabnya lagi.

Luhan adalah teman SMA Kai. Dulu sewaktu baru masuk kuliah, Kai memperkenalkannya kepadaku. Akhirnya, kami bertiga berteman hingga sekarang.

“Atau mungkin kau bisa bertanya pada Sehun,” saranku sambil mulai melahap makananku karena seleraku sudah kembali lagi.

“Apa? Tidak akan kulakukan,”

“Kenapa?”

“Sudahlah. Kapan sebaiknya aku bicara pada Hana?” alih Kai.

“Secepatnya. Besok mungkin?” saranku.

“Tapi aku malu,” Jawabnya. Demi melihat ekspresinya saat ini, hatiku sesak lagi. Tapi bukan Hyuri namanya jika aku tak bisa berusaha terlihat santai di depan Kai.

“Lebih cepat lebih baik, Kai. Eh, sebentar,” kata-kataku terpotong dering ponsel. Panggilan dari nomor tak dikenal.

“Halo,”

“Kim Hyuri?”

“Ya? Ini siapa?” tanyaku.

“Ini aku, Kris. Masih ingat denganku kan?” Oh, namja ini lagi.

“Ya, aku ingat. Ada apa?”

“Temanmu. Lee Jina dan Sehun kecelakaan,” ucapnya.

“Apa?! Dimana sekarang?” tanggapku panik. Kris berusaha menenangkanku, dan menyebutkan rumah sakit tempat Jina dan Sehun dirawat. Aku segera menutup telepon.

“Ada apa?” tanya Kai, ikut gusar melihatku.

“Jina dan Sehun kecelakaan. Maaf Kai, aku harus segera ke rumah sakit,”jawabku sambil berdiri.

“Biar kuantar,” tahannya.

><><><><><><

“Bagaimana Jina?” tanyaku buru-buru saat melihat Kris duduk di salah satu kursi di lorong rumah sakit.

“Tenang. Jina baik-baik saja. Ia hanya pingsan dan sedikit lecet. Tapi Sehun cukup parah,” jawab Kris.

“Bagaimana dia?”

“Kaki kirinya patah dan tulang punggungnya retak,” jawab Kris lagi sambil menunduk. Matanya mulai merah sekarang.

“Ottokkae?” ujarku sambil menggigiti kuku. Kulihat Kai berjalan mendekati kami.

“Kai-ah, ottokkae?” ulangku lagi. Aku menghambur ke pelukannya. Kai tampak kaget, namun cepat-cepat membalas pelukanku. Ia mengusap-usap punggungku dan bergumam kecil.

Aku melepaskan pelukanku dari Kai. Tetapi Kai masih memegang lenganku. Lalu mengusap sudut mataku yang basah oleh airmata.

“Uljima. Mereka pasti akan baik-baik saja,” ujarnya sambil tersenyum. Aku mengangguk.

“Gomawo, Kai-ah. Jeongmal gomawoyo,” ucapku sambil berusaha tersenyum.

“Ne, gwenchana. Mian, aku harus segera pulang, eomma menyuruhku untuk pulang karena katanya ada keperluan. Aku pulang dulu. Hati-hati, Hyuri-ya,” jawabnya. Ia kemudian mengangguk singkat pada Kris yang sejak tadi menyaksikan kami. Mata Kai menyiratkan sesuatu yang tak bias kutebak. Kris kemudian membalasnya dengan anggukan kecil.

“Kau ingin masuk?” Tanya Kris setelah Kai menghilang di ujung lorong.

“Ne. kamsahamnida Kris-ssi,” jawabku.

“Tidak usah terlalu formal padaku,” jawab Kris.

“Ne,” jawabku lagi sambil tersenyum tipis. Aku membuka pintu kamar Jina terlebih dahulu. Dia masih belum sadar. Aku berjalan mendekati ranjangnya. Wajahnya lecet. Banyak perban di sekitar lengan kanannya.

“Jina-ya,” lirihku sambil mengusap punggung tangan Jina. Ia bergeming.

Airmataku jatuh lagi. Kini aku mulai terisak. Kututup mulutku untuk menehan suara tangisku yang makin mengeras.  Kurasakan sebuah tangan hangat mengusap punggungku.

“Uljima,” bisiknya pelan.

“Kris-ah,” aku berbalik dan memeluknya. Aku menangis di pelukannya hingga membuat bajunya basah. Ia mengelus-elus belakang kepalaku dan sesekali berbisik menenangkanku. Aku melepaskan diriku dari Kris setelah beberapa menit menangis.

“Mianhae Kris-ah. Aku membuat bajumu basah,” ucapku pelan. Suaraku masih terdengar aneh karena habis menangis.

“Gwencana. Yang penting kau bias tenang sekarang,” jawabnya sambil tersenyum manis sekali. Senyumnya mau tak mau membuatku ikut tersenyum.

“Gomawoyo Kris-ah. Jeongmal gomawo,” ucapku lagi.

“Ne, gwenchanayo. Aku akan ke kamar Sehun. Kau mau ikut?” Tanya Kris padaku.

“Sepertinya aku akan menunggu Jina sadar dulu.”

“Oh, baiklah. Aku pergi dulu,” ucapnya.

“Ne,” jawabku sambil duduk di kursi di samping ranjang Jina.

KRIS POV

Aku berjalan keluar dari kamar Jina perlahan. Aku harus melihat keadaan Sehun. Siapa tahu ia sudah sadar. Kamar sehun berjarak dua kamar dari kamar Jina.

Kubuka pintu kamar Sehun perlahan. Tampak seorang namja yang familiar sedang memandang Sehun yang tergeletak tak berdaya di ranjangnya.

“Permisi,” tegurku sopan. Namja itu berbalik dengan terkejut. Aku bias melihat wajahnya dengan jelas. Namja itu… Kai.

 

TBC

 

Maaf ya, author ngepost nya lama. Soalnya kemaren lagi sibuk. Mian juga kalo kependekan dan gaje. Gomawo readers J

Iklan

11 pemikiran pada “Complicated (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s