Soulmate (Chapter 13)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

 

EXO (2)

Part 13: Proses Transferisasi

 

“ Akhirnya aku menemukan kelemahanmu, Lee Yong Mi…”

+++

                Hyura mengumpulkan semua saudaranya di dalam satu ruangan, namun Yong Mi tidak ada.

“ Waeyo, Hyura? Ada yang salah?” tanya Lay. Hyura menggelengkan kepalanya.

“ Oppa, aku memikirkan masalah proses transferisasi.” Jawab Hyura pelan. Seketika wajah mereka semua berubah serius. “ Oppa, jika kalian harus memilih… apakah kalian akan memilihku atau Yong Mi untuk tetap bertahan hidup setelah proses transferisasi?”

Suasana menjadi hening. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Hyura, karena mereka sendiri masih bingung akan perasaan mereka.

“ Oppa, dengarkan aku…” ucap Hyura pelan. Perhatian mereka semua teralihkan padanya. “ Tidak peduli bahwa siapa pun yang akan tetap hidup, oppa. Aku bahagia karena aku telah menjalani hidup yang sangat baik bersama kalian semua. Meskipun Yong Mi yang berhasil disaat proses transferisasi itu, maka aku akan merelakannya…”

“ Ta, tapi Hyura…”

“ Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, oppa. Aku telah belajar untuk merelakan kalian, dan kumohon kali ini agar kalian dapat merelakanku…” ucap Hyura seraya menunduk sedih.

“ Andwae!!”

Hyura terbelalak melihat Kris yang berdiri dari kursinya.

“ Mana mungkin kami dapat merelakanmu begitu saja! Kau yang selama ini tingal bersama kami, bukan Yong Mi! Kenapa kau mengucapkan sesuatu yang diluar nalar, Hyura? Tentu saja kami mendukungmu!” ucap Kris tegas.

“ Ne, Hyura. Kau adalah saudara kami, jadi mana mungkin kami tidak mendukungmu?” ucap Suho seraya memberikan angelic smilenya. Hyura hanya tersenyum tipis, namun di dalam hatinya, dia tertawa kejam.

‘ Lee Yong Mi. Kau mendengarnya, bukan?’

+++

                Yong Mi memegang dada kirinya. Ada sesuatu yang terasa sesak disana.

“ Jadi begitu…” gumam Yong Mi pelan. “ Tidak ada yang mendukungku. Semua yang mereka katakan adalah bohong.”

Setitik cairan bening mengalir dari pelupuk mata Yong Mi. Dia segera berlari menjauh dari pintu ruangan itu. Beberapa detik kemudian, pintu itu terbuka, menampilkan wajah seorang Lu Han yang melihat ke arah luar.

“ Oppa, waeyo?” tanya Hyura. Lu Han menggelengkan kepalanya.

“ Aniyo, tapi kurasa ada seseorang yang tadi berdiri disini.” Jawab Lu Han. Hyura tersenyum sinis, namun dia segera menutupi senyum itu dengan wajah polosnya.

“ Mungkin firasatmu salah. Ayo oppa, kita berdiskusi lagi.” Ajak Hyura. Dia tahu bahwa yang tadi berdiri disana adalah Yong Mi.

‘ Kelemahanmu adalah perasaanmu, Yong Mi.’ Batin Hyura. ‘ Kau takut ditinggalkan, dan aku memanfaatkan kelemahanmu itu agar kau gagal dalam proses transferisasi…’

“ Apa proses transferisasinya bisa tidak kita lakukan?” celetuk Chen pelan. “ A, aku kira… lebih baik kita menjaga mereka berdua daripada kehilangan salah satu…”

“ Tidak bisa!” ucap Hyura cepat. Semua saudaranya kini mengernyit. Hyura sedikit gelagapan. “ Maksudku… 1 jiwa… jiwaku tidak dapat berada di dua raga yang berbeda, bukan?” tanya Hyura sedikit menekan pada kata ‘ku’.

“ Memang benar.” Ucap Xiumin. “ Aku kurang mengetahui mengenai kutukan itu. Siapa yang menyimpan buku mengenai kutukan itu?”

“ Buku itu ada di kamarku.” Jawab Lu Han. Dia menggunakan kekuatan telepatinya untuk mengambil buku itu. Tak lama kemudian, buku itu telah melayang ke atas meja. Baekhyun membuka halaman-halaman di dalam buku itu, kemudian dia berhenti di sebuah halaman.

“ Ini dia. Biar kubacakan.” Ucap Baekhyun. Dia meneliti tulisan di halaman itu. “ Proses pembelahan jiwa membutuhkan korban, yaitu siapa pun yang melakukan proses ini sekaligus 1 orang tumbal khusus. Jiwa yang dibelah harus mempunyai wadah, dengan arti lain jiwa tersebut haruslah hidup di dalam sebuah raga. Setelah setengah jiwa yang lain dipindahkan ke raga yang lain, maka hal ini akan mempunyai beberapa pengaruh.

“ Aku tidak mengerti.” Ucap Chanyeol seraya menggaruk kepalanya bingung. “ Pengaruh? Pengaruh apa yang terjadi pada diri Hyu-“

Seketika mata mereka semua terbelalak. Pandangan mereka semua kembali teralihkan pada Hyura.

Khusus pada raga jiwa yang dibelah, maka raganya tidak akan bisa beranjak sedikit pun dari atas tempat tidur, kecuali apabila setengah jiwanya berada di dekatnya. Tubuh sang pemilik jiwa akan melemah dan sakit-sakitan, dan sebagian sifat maupun ciri khas pada diri sang pemilik jiwa akan berpindah pada jiwa yang lain.

‘ Jadi karena itu, kami selalu melihat sifat Hyura pada diri Yong Mi?’ batin beberapa dari mereka. Baekhyun kembali melanjutkannya.

Setengah jiwa yang dibelah haruslah ditempatkan pada raga bayi yang baru lahir pada saat itu. Jika tidak, maka jiwa tersebut tidak akan dapat hidup sehingga sang pemilik jiwa akan meninggal. Apabila setengah jiwa yang lain telah memiliki wadah, maka kehidupan sang pemilik jiwa akan terus berlanjut.

“ Kenapa orang tua kita melakukan hal seperti ini…?” gumam Tao sedikit kesal. Yang lain menganggukkan kepalanya, merasa bingung akan perbuatan orang tua mereka dulu.

Jika umur raga yang ditempati oleh setengah jiwa yang lain telah menginjak umur 16 tahun, maka proses transferisasi harus segera dilakukan. Apabila proses tersebut tidak dilakukan setelah 1 bulan, maka raga sang pemilik jiwa maupun raga setengah jiwa lainnya akan musnah.

“ Musnah?!!” pekik mereka semua tidak percaya.

“ Berapa umur Yong Mi sekarang?” tanya Kai sedikit panik.

“ 16 tahun…” jawab Lu Han pelan. Mereka semua kembali panik.

“ Sudah! Jangan panik! Lebih baik kita dengarkan dulu bagian selanjutnya dari kutukan ini!” sergah Kris. Mereka pun kembali memperhatikan Baekhyun.

Proses transferisasi dapat dilakukan pada malam bulan purnama, dimana kedua pihak harus menyetujui proses ini dilakukan. Jika salah satu pihak menentang, maka proses ini tidak dapat dilakukan.

“ Mwoya?! Jadi Yong Mi harus menyetujuinya? Itu tidak mungkin!” gerutu Hyura kesal. Dia berdiri dan menatap keluar jendela. “ Malam ini adalah malam terakhir bulan purnama, oppa! Kita harus melanjutkan proses transferisasinya malam ini juga!”

“ Ta, tapi-“ Sehun berusaha menyela, namun Hyura segera memotongnya.

“ Aku tidak peduli! Mau tidak mau Yong Mi harus menyetujuinya, jika dia tidak mau jiwanya musnah!” bentak Hyura. Dia berjalan pergi keluar dengan angkuh, meninggalkan 12 saudaranya yang kini terdiam.

“ Yong Mi… harus menyetujuinya? Tapi bukankah ini tidak adil? Kita semua tahu bahwa Hyura yang pasti memenangkan proses transferisasi ini…” ucap Chen muram.

“ Ne… Jiwa yang kuat adalah yang menang, bukan? Jika dibandingkan, Hyura sendiri jauh lebih kuat dibandingkan dengan Yong Mi…” lanjut D.O. Mereka semua kembali terdiam. Lu Han mengepalkan tangannya kesal.

‘ Putri kecilku tidak boleh mati!’ batin Lu Han. ‘ Tapi… saudaraku juga tidak boleh mati…’

Dia mengacak-acakkan rambutnya kesal.

‘ Siapa yang harus kupilih sekarang?!’

“ Chankamman!”

Kris beranjak dari kursinya. Dia menatap semua saudaranya.

“ Aku ingin bertanya. Siapa di antara kalian yang pernah bertukar darah dengan Yong Mi?”

“ Naega!” jawab semua saudaranya kompak. Sedetik kemudian mereka semua saling bertatapan tidak percaya. Kris menghela nafasnya pelan.

“ Kalian tidak tahu apa yang terjadi jika sepasang vampire telah saling bertukar darah?” tanya Kris lagi. Yang lain menggeleng serempak, kecuali Lu Han yang memang telah mengetahui sejak awal.

“ Memangnya kenapa kalau kita telah bertukar darah dengannya?” tanya Xiumin.

“ Itu berarti kita telah terikat padanya, hyung. Saling bertukar darah berarti bahwa kita telah menjadi suaminya.” Lirih Kris, membuat saudara-saudaranya itu kembali terbelalak.

“ Suami?!”

+++

                Yong Mi termenung. Dia sedang duduk di tepi jendelanya, membiarkan cahaya bulan purnama menerpa tubuhnya yang hanya mengenakan baju tipis.

‘ Eomma… Appa…’ batin Yong Mi pelan. Dia mendongak, menatap langit malam yang sebenarnya sangatlah indah, namun keindahan tersebut tidaklah cukup untuk membuat suasana hatinya menjadi lebih baik. ‘ Berapa lama aku telah meninggalkan kalian? Apa kalian telah melupakanku? Atau kalian justru terus mencariku sekarang?’

Yong Mi menyelonjorkan (?) kakinya diluar jendela. Kamarnya berada di lantai dua, sehingga jika dia melompat keluar jendela, maka dia akan jatuh bebas dan-mungkin-dia akan mati dengan kepala yang mengeluarkan darah dengan banyak.

‘ Aku ingin bertemu kalian…’ batin Yong Mi lagi. Dadanya terasa sesak. Dia berusaha menahan agar air matanya tidak mengalir, namun usahanya percuma. Air matanya kini mengalir dengan deras, membuatnya terisak.

“ Eomma… Appa…” lirih Yong Mi. “ Bogoshippo… Jeongmal bogoshippo…”

Yong Mi teringat akan saudara laki-lakinya yang dulu pernah ia miliki, namun saat ia berumur 5 tahun, saudaranya itu menghilang. Tidak ada yang tahu dimana keberadaan saudaranya itu, membuatnya kembali menangis keras.

“ Aku terlalu bodoh…” gumam Yong Mi. Isakannya semakin keras. “ Disaat eomma dan appa sedih karena kehilangan Hyun Woo oppa, sekarang kalian semakin sedih karena kehilanganku… Jeongmal mianhae, eomma, appa… Mianhae!!!”

Dan Yong Mi semakin terisak. Dia benar-benar merasa kesepian yang amat sangat di dalam dirinya.

“ Eommaaa!!! Appaaaaaaa!!!!!!!!!”

Teriakan Yong Mi terdengar sangat pilu, melukiskan bagaimana kondisi dirinya sekarang. Jatuh dan… patah.

+++

                Hyura tertawa sinis di dalam kamarnya. Dia mempersiapkan dirinya untuk proses transferisasi malam ini.

“ Kau akan mati, yeoja busuk!” hina Hyura tanpa merasa iba sedikit pun. Dia membalikkan badannya hendak keluar, namun tanpa sengaja bajunya tersangkut di dalam sebuah laci, sehingga bajunya itu menarik laci tersebut hingga keluar dan jatuh ke atas lantai. Isinya berhamburan keluar.

“ Yak! Disaat seperti ini kenapa aku harus ceroboh!” gerutu Hyura kesal. Dia membereskan benda-benda yang berserakan di atas lantainya, sampai gerakannya terhenti ketika melihat sebuah foto.

Foto seseorang yang dulu pernah mengisi kehidupannya.

‘ Dia…’ batin Hyura pelan. Tangannya meraih foto itu. Hyura menatap foto itu lama, berusaha mengingat dimana dia pernah melihat namja di dalam foto itu.

Tunggu, kenapa dia bisa melupakannya?

Tanpa ragu Hyura berlari keluar, mencari salah satu saudaranya, dan dia menemui D.O.

“ D.O oppa! Kau tahu siapa dia?” tanya Hyura tanpa basa-basi. Dia menunjukkan foto itu pada D.O, yang seketika membuat raut wajah D.O berubah pucat.

“ Hyura, kau melupakannya? Dia Lee Hyun Woo, sahabatmu dulu. Kau tidak ingat?”

Ucapan D.O itu bagaimana petir yang menyambar pikiran Hyura. Bayangan masa lalu terlintas di dalam kepalanya, membuatnya merasakan sakit yang amat sangat dan jatuh ke atas lantai. D.O menjadi panik seketika.

“ Hyura!! Neo gwenchana?!” tanya D.O seraya memegang dahi Hyura. Tidak panas. Nafas Hyura terengah. Kilatan bayangan masa lalu itu terus melintas di dalam kepalanya.

“ Hyura… Kau terlihat cantik dengan bunga itu.”

 

                “ Kau haus, Hyura? Ambillah darahku!”

 

                “ Hyura! Sekali-kali dengarlah perkataan oppa-oppamu itu! Kau harus menuruti apa kata mereka, Hyura!”

 

                “ Aku akan mempunyai seorang adik! Kalau adikku itu namja, maka akan kunamai Lee Jang Woo! Jika adikku itu yeoja, maka akan kunamai Lee Yong Mi!”

 

                “ Bisakah kau menjauhiku? Sepertinya takdir memutuskan bahwa kita tidak dapat bersama…”

 

Mata Hyura terbuka. Setetes cairan bening mengalir dari sudut matanya.

Dia mengingat semuanya, mengingat kenangan akan dirinya yang bersahabat dengan manusia bernama Lee Hyun Woo. Namun semua itu berubah ketika…

“ Proses pembelahan jiwa membutuhkan korban, yaitu siapa pun yang melakukan proses ini sekaligus 1 orang tumbal khusus.”

Orang tua Hyura membenci Hyun Woo, sehingga mereka mengambil nyawa Hyun Woo untuk menjadi 1 tumbal khusus.

“ Oppa.” Panggil Hyura pelan.

“ Ne, Hyu?” balas D.O sedikit khawatir. Sorot mata Hyura berubah, menjadi sorot mata penuh dendam.

“ Lakukan proses transferisasinya sekarang.”

+++

                Yong Mi masih terus terisak di dalam kamarnya. Keputus asaan yang melandanya benar-benar tidak dapat ditolerir lagi.

‘ Lebih baik aku mati!’

“ Andwaee!!”

Yong Mi merasakan tangan seseorang melingkar di perutnya, menahannya untuk tidak melompat keluar jendela.

“ Andwae! Aku tidak mau kau melakukan hal seperti ini, Lee Yong Mi!”

Lu Han lagi yang menahannya…

“ Lepaskan aku!” bentak Yong Mi seraya menepis tangan Lu Han, namun Lu Han justru mengeratkan pelukannya.

“ Shireo! Kau ingin membuatku gila jika aku kehilangan dirimu, ha?! Tidak bertemu denganmu 1 jam saja telah membuatku gila, apalagi jika kau meninggalkanku untuk selamanya!!” balas Lu Han. Yong Mi membalikkan badannya dan mendorong Lu Han paksa.

“ Aku tidak percaya lagi pada kalian! Kalian semua hanya menginginkanku untuk mengikuti proses transferisasi itu, supaya adik kesayangan kalian itu bisa hidup selamanya, sedangkan aku mati dengan mengenaskan, bukan? Kalau memang itu yang kalian inginkan, maka AKU AKAN MENGIKUTI PROSES TRANSFERISASI ITU!”

CTAR!

Tiba-tiba saja tubuh Yong Mi menghilang dari pandangan Lu Han. Lu Han panik. Dia mencari-cari Yong Mi.

“ Yong Mi!! Eodigaaa?!!” teriak Lu Han panik. Dia segera berlari mencari Yong Mi.

+++

                Di sebuah ruangan, terdapat dua buah peti kaca yang tidak bisa dilihat dari luar. Semua anggota EXO berkumpul disana. Mereka tahu bahwa di dalam peti itu terdapat dua tubuh dari orang yang mereka sayangi, yaitu Park Hyura dan Lee Yong Mi.

“ Se, sekarang… proses transferisasi?” tanya Kai terbata. Lu Han mengangguk lemas. Mereka dapat melihat dengan jelas bagaimana asap perlahan keluar dari dalam peti.

“ Apa yang harus kita lakukan sekarang…?” tanya Sehun.

“ Kita hanya dapat menunggu, siapa yang berhasil melewatinya… Dan yang tidak berhasil, maka raganya akan musnah…” jawab Baekhyun pelan.

“ Hyura… atau Yong Mi?” tanya Tao. Tidak ada yang menjawab.

+++

                Lee Yong Mi

Kenapa semua menjadi gelap? Sebenarnya dimana aku berada…? Eomma? Appa? Hyun Woo oppa?

Tiba-tiba suasana gelap ini berubah menjadi terang. Aku melihat bahwa aku berada di sebuah taman bunga yang sangat luas. Baju tidurku tadi berubah menjadi gaun panjang berwarna putih, dan aku mengenakan mahkota bunga di kepalaku. Rambutku terikat rapi di belakang. Tunggu dulu, sebenarnya dimana aku berada…?

“ Yong Mi-ah!!” panggil seseorang. Aku menoleh dan… seketika aku terbelalak melihat Hyun Woo oppa berdiri di belakangku.

“ O, oppa…?” gumamku tidak percaya. Hyun Woo oppa tersenyum dan memelukku erat.

“ Bogoshipo, saengie….” ucap Hyun Woo oppa. Aku menggelengkan kepalaku, merasa aneh pada dirinya.

“ Oppa, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku. Hyun Woo oppa melepaskan pelukanku.

“ Waeyo? Bukankah ini harapanmu, Yong Mi-ah? Kau ingin bersama denganku, bukan?” balasnya yang membuatku mengernyit.

“ Ne, tapi-“

“ Kalau begitu kau ikut denganku tinggal disini… Jangan kembali ke dunia yang lama. Lebih baik kita tinggal bersama disini dan hidup bahagia selamanya!” ucap Hyun Woo oppa memotong perkataanku. Aku semakin bingung dengannya.

“ Sebenarnya kau siapa?”

Senyum Hyun Woo oppa menghilang. Dia menatapku tajam, membuatku sedikit ketakutan melihatnya.

“ Aku Hyun Woo, Yong Mi-ah! Hyun Woo, oppamu sendiri!” ucapnya membentakku. Aku melangkah mundur.

“ Hyun Woo oppa tidak pernah membentakku. Siapa kau sebenarnya?” tanyaku lagi. Aku yakin dia bukan Hyun Woo oppaku!”

“ Ternyata kau bisa mengetahuinya.” Jawab namja itu. Dia tersenyum sinis menatapku, membuatku semakin ketakutan.

“ Hyun Woo oppa!!”

Aku terbelalak melihat… Hyura berlari menghampiri namja itu dan memeluknya erat.

“ Oppa, ayo kita pergi!” ajak Hyura seraya menarik namja itu. Aku segera menahan lengannya.

“ Hyura! Kau mau pergi kemana?! Kau tidak tahu bahwa dia bukan Hyun Woo-tunggu, kau tahu Hyun Woo oppa darimana?” tanya Yong Mi bingung. Hyura menatapnya polos.

“ Kau siapa? Aku tidak mengenalmu.”

+++

                Park Hyura

Siapa yeoja ini? Aku kan tidak mengenalnya…

“ Hyura? Kau tidak mengenalku? Kita ini belahan jiwa, Hyu! Kau lupa?” tanyanya yang membuatku semakin bingung.

“ Mianhae, aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan.” Jawabku. Aku menoleh ke arah Hyun Woo oppa. “ Oppa, ayo kita pergi! Kau berjanji akan mengajakku pergi, bukan?” tanyaku. Hyun Woo oppa tersenyum lembut padaku.

“ Tentu saja! Kajja, Hyura…” ucap Hyun Woo oppa. Baru saja kami berjalan pergi, yeoja itu menahan tanganku lagi.

“ Kau lupa pada semua saudaramu? Mereka pasti menantimu untuk pulang, Hyu!!” ucapnya lagi. Aku menjadi sedikit kesal.

“ Aku tidak tahu siapa kau atau pun apa yang kau sebutkan! Jadi jangan menggangguku lagi! Oppa, cepat bawa aku pergi dari yeoja aneh ini!!” ucapku sedikit panik. Hyun Woo oppa kembali tersenyum.

“ Tentu saja… Mian, Yong Mi. Hyura telah memilih agar dirimu yang menang di proses transferisasi itu. Kau memenangkannya.” Ucap Hyun Woo oppa yang tidak kumengerti, namun dia segera membawaku menjauh dari yeoja itu. Kami melangkah masuk ke dalam sebuah cahaya yang sangat terang…

+++

                “ Sebenarnya apa yang terjadi disaat proses transferisasi ini?” tanya Suho. Kris menghela nafas.

“ Jiwa yang mengalami proses transferisasi, dia akan masuk ke dunia selain dunia kita, bisa dikatakan sebagai batas antara dunia manusia dan Heaven ataupun Hell. Disana, mereka akan didatangi oleh seorang penjaga gerbang Heaven ataupun Hell yang berwujud menjadi seseorang yang amat mereka sayang. Jika mereka terjebak akan ajakan si penjaga, maka mereka kalah di dalam proses transferisasi. Jika mereka tidak terjebak, maka merekalah yang akan menang.” Jelas Kris.

“ Jadi, Hyura dan Yong Mi sedang bertemu dengan si penjaga itu?!” tanya Lay tidak percaya. Kris mengangguk lemah.

“ Kita hanya bisa menunggu…”

Asap yang sedari tadi keluar dari kedua peti tiba-tiba berhenti. Semua anggota EXO beranjak dari duduk mereka. Kedua peti itu tiba-tiba terbuka, dan terlihat dua tubuh yang terlempar keluar dari dalam peti.

Bruk!

Dua tubuh itu jatuh ke atas lantai. Semua member EXO berniat menghampiri mereka, namun entah  kenapa kaki mereka menjadi kaku untuk bergerak.

“ Ugh…”

Salah satu dari tubuh itu membuka matanya. Perlahan, dia beranjak bangkit seraya memegang kepalanya yang terasa sakit. Matanya mentapa semua anggota EXO yang juga balas menatapnya ragu.

“ Lu Han-ah…?” panggilnya, dan mereka semua segera menyadari bahwa dia adalah YONG MI. Dan satu tubuh lainnya? Dia menghilang dalam sekejap.

“ HYURA!!” pekik semua anggota EXO panik, namun percuma. Tubuh Hyura telah menghilang dari dunia itu, untuk selama-lamanya.

“ Di, dia… dibawa Hyun Woo oppa pergi…” ucap Yong Mi terbata. Lu Han menghampirinya dan merenggut kerah baju Yong Mi. Air matanya menetes saat itu juga.

“ Lalu kenapa kau tidak mencegahnya?! Kenapa kau justru membiarkannya pergi?!” bentak Lu Han padanya. Yong Mi tergagap.

“ A, aku sudah berusaha untuk mencegahnya… Tapi dia-“

“ Cukup! Aku tidak mau mendengar ucapanmu lagi, Lee Yong Mi! Aku membencimu!!”

Ucapan Lu Han itu bagaikan petir yang menyambar diri Yong Mi. Dia menatap anggota EXO yang lain, dan mereka semua mengalihkan pandangannya dari Yong Mi. Kali ini, hati Yong Mi hancur berkeping-keping.

; Jadi… hanya sampai disinikah rasa sayang kalian padaku?’

 

END

 

134 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 13)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s