Gomawo tto Mianhae..

Gomawo tto Mianhae..

Title             : Gomawo tto Mianhae *agak aneh ya, author bingung mau kasih judul apa XD

Author          : Park Shin Ra / Kimchi^^

Cast             :

Kim Shin Young (OC)

Oh Sehun

Genre           : Romance, Sad *kurang yakin kalo yang ini*, Angst

Length          : Ficlet

Rating          : General atau T ya?? Author bingung *Peace*

Warning        : Typo Bertebaran Dimana Mana!!

Note             :

Annyeong ^^.Ini ff ficlet pertamaku sekaligus ff yang pertama aku post. Biasanya sih castnya author tuh Chanyeol sama Lay. Tapi, bosen juga kalo mereka berdua terus yang di jadiin cast jadi pake sehun deh berhubung dia bias author ke-tiga. Semoga banyak yg suka.Soalnya author takut nggak ada yg suka berhubung ngak dapet feelnya.Oh iya, soal cover.. Mianhae ya, author ngak bisa ngedit foto .Bow bareng Chanyeol dan Lay^^

Disclaimer     : Story is mine. OC belong mine too and Sehun belong to me, takut di gampar readers jadi belong to SMent and His parent..Tapi jelek jelek gini mohon di RCL ya ^^ gomawo readers~ Hargai kerja keras author ya 🙂

 

Happy Reading~

gomawo tto mianhae cover

Kim Shin Young POV

Di sinilah aku sekarang duduk menunggu di depan sebuah ruanganyang dominan berwarna putih ini sambil menangis. Menangisi kebodohanku.

“Mianhae Sehun-ah..Jeongmal mianhae” ujarku pada seorang namja yang terbaring lemah.

Ruang tunggu ini pun hanya berisi suara isak tangisku.Hingga suaraseorang pria berjas putih keluar dari ruangan itu.

“Permisi.Apakah anda keluarga Tuan Sehun” ujar namja itu kepadaku. Aku pun segera berdiri dan menghentikan acara tangis menangisku

“Ani uisa..tapi aku temannya sehun” jawabku sopan

“ehm. Begini keadaannya sangat lemah karena dia kehilangan banyak darah. Tapi biasanya besok dia bisa sadar karena kami telah memberikan donoran darah kepadanya tadi”

“oh. Ne gamsahamnida. Jeongmal gamsahamnida Uisa-nim” ujarku seraya menunduk berkali-kali kepada pria berjas putih tersebut

“ne. ini memang tugas kami. Tapi saya mohon untuk tidak masuk keruangan pasien dulu karena dia masih dalam pemulihan dirinya dulu.Mungkin setelah sadar anda baru bisa menemuinya. Dan juga saya permisi dulu ada yang harus saya periksa dulu” ujar uisa itu lagi

“ne.” ujarku singkat

Lagi lagi keheningan mengisi ruangan tempatku duduk menunggu keluarga sehun yang tadi ku hubungi..

Drap..Drap..Drapp

Bunyi langkah beberapa orang memasuki lorong rumah sakit ini.Dan mulai terlihat seorang yeoja dan seorang namja dengan wajah paniknya mereka berjalan kearahku.Ya mereka orang yang sedari tadi kutunggu kedatangannya, orang tua sehun.

“bagaimana keadaan sehun, shin young-ah” ujar ibu sehun kepadaku

“dia masih lemah dan tidak bisa di ganggu tapi kata dokter dia akan sadar besok. Mian ahjumma..jeongmal mianhae.. maafkan aku.. ini semua karenaku.. maafkan aku” ujarku seraya bersujud di hadapan eomma dan appanya sehun yang masih menatapku dengan sendu.

“sudahlah. Ini bukan salahmu. Anggaplah hanya kecelakaan” ujar appanya sehun bijak

“tapi ini kesalahanku. Jika saja tadi aku tidak pergi ke seberang jalan itu”

“bukan. Ini bukan salahmu shin young-ah. Ayo berdiri.”

“tolong maafkan aku” ujarku lirih

“sudah berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Lagi pula kata dokter kan dia akan sadar besok” ujar eomma sehun sambil memelukku erat.

Tapi entahlah aku merasa janggal dengan ahjumma dia menenangkanku sedangkan di raut wajahnya terlihat bahwa ia sangat panik entah apa yang dia khawatirkan. Ahjumma pun melepaskan pelukannya dan membiarkanku duduk.pemikiranku pun hanya bekutat dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Mereka seolah olah menyembunyikan sesuatu dariku.Apakah semuanya ada hubungannya dengan sehun?

“kamu pulanglah nak. Kami akan menjaganya” ujar appa sehun memecah kesunyian diantara kami semua yang berkutat pada pemikiran masing masing

“aku menjaga sehun saja ahjussi” ujarku

“kami saja yang menjaganya. Nanti orang tuamu mencarimu”

“ya sudah aku pulang. Besok aku ke sini lagi ya, ahjumma ahjussi” ujarku lagi

“ne. hati hati shin young-ah”

 

Besoknya . . .

 

Aku bangun cepat agar bisa ke rumah sakit. Dan setelah beberapa menit, aku sudah siap untuk menjenguk sehun ke rumah sakit segera ku sambar kunci mobilku dan melajukan mobilku ke Seoul Hospital

Sesampainya di sana. Aku segera berjalan menuju kamar sehun kemarin.

“eh, begini tuan oh. Sepertinya keadaan sehun di lihat dari luar sehat tetapi dalamnya…” ujar seseorang dari suatu ruangan.Sehun?Aku pun segera mendekatkan daun kupingku dengan salah satu pintu di lorong itu untuk mencoba untuk menguping.

“hah? Apa maksud anda..Bukankah penyakit leukimianya sudah sembuh dari minggu kemarin” ujar suara seorang yeoja yang sudah sangat kukenal itu, eomma sehun.

“ne. tapi setelah saya periksa saat ingin mentransfer darah ke tuan sehun. Ada sesuatu yang janggal. Jadi saya memeriksanya kemarin dan ternyata penyakit leukimianya minggu kemarin memang terlihat sudah sembuh tapi ternyata itu adalah fase pasien akan menaiki satu tingkatan stadium. Sekarang sehun sudah menaiki stadium 3 jika besok tidak di adakan operasi transplasi jantung maka leukositnya akan semakin gesit memakan erictrositnya dan sangat berdampak pada pasien yang terkena penyakit leukemia tersebut” jelas dokter itu panjang lebar.Apakah ini yang kemarin di takutkan ahjumma dan ahjussi?Apakah ini yang selalu di tutupi sehun dariku? Ya tuhan apa yang harus ku lakukan

“jika melakukan operasi berapa persen kemungkinannya??” Tanya seseorang dengan suara beratnya

“bisa saja 50 persen banding 50 persen”

“ya sudah apa salahnya kita coba” ujar suara itu lagi

“tapi kami belum menemukan pendonor yang sesuai”

“mwo.. jadi bagaimana ini?? Kita tunggu sampai besok saja jika ada saya akan langsung memberitahukan tuan dan nyonya”

“baiklah. Gamsahamnida dokter”

“ne..” aku pun segera bersembunyi. Kulihat ahjumma dan ahjussi sudah pergi dari sana. Dan dengan segera aku berlari kecil masuk ke ruangan tadi

“eh.. ada yang bisa saya bantu?”

“uisa.. saya ingin mendonorkan jantung saya untuk sehun” ujarku mantap. Ya aku sudah memutuskan untuk mendonorkan jantungku kepadanya toh nanti orang tuaku pasti mau menerima permintaanku karena aku melakukan hal ini demi kebaikan

“apakah anda yakin nona?”

“ne. saya benar benar yakin”

“tapi operasi itu hanya bisa berrhasil kira kira 50 persen “

“ya saya tahu.. tapi saya mohon saya ingin melakukan ini”

“baiklah mari kita tes dulu”

 

Setelah kegiatan pengecekan jantungku

 

“bagaimana uisa?? Apakah jantungku cocok dengannya??”

“ne.. tingkat kecocokannya bahkan sampai 96 persen”

“kapan operasinya bisa dilaksanakan?”

“sekarang juga bisa. Lebih cepat lebih baik”

“tapi bolehkah saya melihat sehun dulu”

“hmm. Tentu saja”

Aku pun segera keluar dari ruangan itu dan memasuki ruangan sehun. Di sana sudah terlihat eomma dan appa sehun beserta sehun

“chagiya, kau sudah datang aku menunggu mu dari tadi” sambutnya melihatku masuk..

“hehe.. tadi aku telat bangun” bohongku

“mm.. mian sehun-ah. Bogoshipoyo” ujarku memeluknya

Ku lepas pelukanku dan mengedarkan pandanganku ke segala arah..eomma dan appa sehun sudah keluar mungkin mereka mengerti kami ingin berdua dulu.. tapi aku tidak bisa berlama lama dengannya aku harus melakukan operasi itu sebentar lagi. Ku peluk lagi dia..dan dia hanya membalas pelukanku dengan wajah bingung. ya ini memang jarang terjadi biasanya dia yang memelukku duluan

“last hug..” lirihku sangat kecil. Mungkin hanya aku yang mendengarnya seorang diri. Aku pun melepas pelukannya

“ah, iya sehun-ah aku ke toilet dulu ya” ujarku keluar ruangan dan beranjak menuju ruang dokter tadi..

“mian sehun-ah.. aku berbohong” ujarku lirih

 

Author POV

Shinyoung sudah melangkah pergi ke ruangan dokter itu sedangkan sehun hanya duduk menunggu shinyoung yang tak kunjung muncul dari toilet. Dan sebenarnya dia mendengar perkataan shin young ‘last hug’ apa maksudnya? Itulah yang di lamunkan sehun. Hingga…..

Ceklek..

Pintu kamar sehun pun terbuka, tapi ternyata yang masuk orang tua sehun dengan senyuman yang lebar

“sehun-ah.. kamu bisa melakukan operasi sebentar lagi.. pihak rumah sakit sudah menemukan pendonor yang cocok dengan jantungmu.

“benarkah?”

“ne.. kau harus sudah bersiap siap untuk operasi ini”

Mereka bertiga pun tersenyum bahagia..

 

sedangkan di ruangan lain shin young hanya menangis dalam diam, ia tidak mau berpisah dengan sehun tapi apa yang bisa dia lakukan jika ingin menyelamatkan sehun kalau bukan dengan cara ini?

 

Dan akhirnya tibalah saat untuk operasi..

Eomma sehun dan appanya sehun sibuk mondar mandir di depan ruangan yang sedang melakukan operasi tersebut. Setelah menunggu sekitar 2 setengah jam..

Ceklek.. Pintu ruang operasi itu keluar dan seorang dokter pun keluar dari ruangan tersebut

“operasinya berhasil.. Chukkae untuk tuan sehun” ujar uisa itu

“Gamsahamnida dokter” ujar eomma sehun

“jangan berterima kasih dengan saya, berterima kasihlah pada gadis itu. Dia mau mendonorkan jantungnya”

“mwo?? Bolehkah kami melihatnya dan sehun”

“tentu saja.. mari saya temani”

Dan di dalam ruangan terdapat dua orang yang masih memejamkan mata dan terlihat aliran sungai kecil dari mata mereka berdua. Kedua pasangan suami istri itu pun hanya terlonjak kaget melihat bahwa shin young lah yang ada di samping sehun

“a..aa..apakah shin young yang mendonorkan jantungnya untuk sehun?” ujar eomma sehun bergetar

“ne.. nona inilah yang mendonorkan jantungnya kepada sehun”

“mwo?” eomma sehun pun hanya bisa tercengang mendengarnya. Bagaimana bisa seperti ini.Bagaimana reaksi sehun jika mengetahui bahwa kekasihnya lah yang mengorbankan dirinya untuk sehun.

Keheningan menyelimuti mereka setelah dokter itu meminta ijin untuk keluar dari ruangan itu.

Ceklek..pintu kembali keluar

Dokter itu masuk kembali ke ruangan itu

“ah iya. sehun setelah saya perkirakan akan sadar besok atau ngak besoknya lagi, kalau begitu saya permisi lagi” ujar dokter itu lagi

“ne” ujar eomma sehun lirih

 

Besoknya suasana berduka di rasakan oleh keluarga kim. Eomma dan appa sehun hadir dalam ruangan itu. Eomma dan appa shin young hanya bisa menangis. Mereka sudah mencegah shin young untuk tidak melakukan operasi itu. Tapi shinyoung mengatakan ia ingin bisa menemui orang tuanya yang sebenarnya. Ya shin young adalah anak angkat bukan anak kandung keluarga kim. Jadi mereka hanya bisa menerima permintaan shinyoung.

Besoknya lagi sehun baru sadar seperti perkiraan dokter.Setelah sadar sehun langsung mencari shinyoung.Orang tuanya hanya bisa berbohong dan mengatakan bahwa shinyoung kuliah di luar neeri agar sehun tidak bersedih.

 

2 tahun kemudian…

Sehun sudah berdiri di hadapan kotak dari keramik bertuliskan ‘KIM SHIN YOUNG’. Ya, sehun akhirnya mengetahui bahwa shin younglah yang meberikannya jantung itu..

“anyeong Chagi.. maafkan aku baru datang sekarang.. aku sibuk sekali beberapa bulan ini”

“aku sudah memiliki yeojachingu. Tapi ingat bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi..Aku masih sangat sangat mencintaimu. Tenang saja kamu masih tetap yang pertama di hatiku.. Oh iya yeojachinguku bernama Park Shin Ra. Dia sangat mirip denganmu..semuanya mirip denganmu.. tapi bedanya kamu yang pertama di hatiku dan dia yang kedua…” ujar sehun mengakhiri tangisnya dan beranjak dari tempat sunyi itu

Namun, ketika ia hendak beranjak dari makam itu

Ssyuhh….. ‘gomawo sehun-ah.. nadosaranghaeyo’

 

-END-

 

19 pemikiran pada “Gomawo tto Mianhae..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s