Your Guardian Angel (Chapter 1)

Tittle                : Your Guardian Angel (Chapter 1)

Author             : Clora Darlene

Main cast         : EXO-K’s Oh Sehun & Girls’ Generation’s Im Yoon Ah

Other cast        : EXO-M’s Kris, Super Junior’s Ryeowook, Bigbang’s G-Dragon, Girls Day’s Minah, 2NE1’s CL, f(x)’s Luna (Sunyoung), EXO-K’s Kai, EXO-M’s Tao and others.

Genre              : Romance

Length             : Multichapter

Rating             : PG-15

Note                : Annyeonghaseyo, readers 🙂 Ini FF pertama Author Clorene yang main cast-nya member EXO & FF pertama (dari sepuluh FF yang Author buat) yang Author share ‘-‘ Jadi ya masih pemula (?) Kalau jelek, maaf banget T^T Happy reading, comment-nya jangan lupa beb ‘-‘)9 *dor

Warning          : Typo is everywhere

 ____________________________________

AUTHOR’S P.O.V

            “‘I love you. You’re my only reason to stay alive…‘” Perempuan itu memegang sumpitnya lalu menatap lak-laki yang duduk disebelahnya. “Edward Cullen sangat romantis dan Bella Swan sangat beruntung. Bahkan perempuan itu rela mati untuk menyelamatkan Edward.”

“Itu hanya film.” Gumam laki-laki itu tanpa melirik perempuan yang duduk disebelahnya sedikit pun.

“Aku menginginkan kisah hidup yang berakhir bahagia.” Perempuan itu tersenyum kecil lalu sedetik kemudian terdengar suara ponsel berdering.

“Yoboseyo ?… Oh, ne… Ne… Aku akan segera ke sana.” Laki-laki itu memasukkan ponselnya ke dalam saku jaketnya, lalu melihat perempuan yang duduk disebelahnya. “Aku harus pergi. Dosen Ahra membutuhkanku. Sampai ketemu saat pulang nanti. Annyeong.” Belum perempuan itu membuka mulutnya, laki-laki itu sudah pergi terlebih dahulu dan meninggalkan perempuan itu di tengah-tengah keramaian kafetaria universitas.

 

YOONA’S P.O.V

            Apa yang dilakukan laki-laki itu ? Meninggalkanku sebelum aku… Oh yang benar saja. Sabarlah, Im Yoona. Sabarlah.

“Mana Sehun ?.” Tanya Sunyoung yang lalu menarik kursi dan duduk di hadapanku.

‘Aku harus pergi. Dosen Ahra membutuhkanku. Sampai ketemu saat pulang nanti. Annyeong’.” Jawabku sambil mengikuti cara bicara Sehun. “Aku bahkan mempertanyakan, kekasihnya adalah aku atau Ahra sonsaengnim.”

Sunyoung tertawa kecil lalu meminum air mineralnya. “Jangan katakan, kau akan tersingkirkan oleh Ahra sonsaengnim. Dia adalah guru cantik nan sexy yang terkenal di jurusan teater, kau tahu itu. Kelas akan rusuh jika guru itu masuk.” Sunyoung tertawa.

“Hai.” Seorang laki-laki dengan suara beratnya datang dari arah belakangku, menarik kursi di sebelah Sunyoung lalu duduk di sebelah Sunyoung. “Bagaimana harimu ?” Jelas sekali pertanyaan itu ditunjukkan untuk Sunyoung.

“Sejauh ini baik, oppa.” Sunyoung menekankan kata ‘oppa’-nya lalu memeletkan lidahnya. “Bagaimana denganmu ?.”

“Sejauh ini juga baik, Mrs. Wu.” Jawab Kris ringan lalu meraih air mineral milik Sunyoung dan meminumnya.

“Aaaah~ God, I think I’m gonna die. Stop acting cute in front of me, guys.” Aku terkekeh pelan.

“Annyeong!.” Suara nyaring itu.

Aku mengalihkan pandanganku. “Ada apa ? Kenapa kau tampak bahagia ? Dimana ‘naga’-mu itu ?.” Aku terkekeh pelan. “Duduklah, kau terlihat senang sekali.”

Perempuan berambut cokelat kepirang-pirangan itu, Chaerin, duduk di kursi yang sebelumnya Sehun duduki tadi. “Jiyong akan mengajakku makan malam. Malam ini.” Ucap Chaerin berbisik dan senyum lebar menghiasi wajahnya. “Apa yang harus kulakukan ? Hahahaha~”

“Kau hanya perlu memakan makanannya Chaerin-ah.” Aku tertawa.

“Mana Jiyong ?.” Tanya Sunyoung.

“Kenapa kau mencarinya ?.” Tanya Kris tiba-tiba.

Sunyoung mengalihkan pandangannya, melihat Kris. “Wae ? Kau cemburu, Mr. Wu ? Katakan saja kalau kau cemburu.” Sunyoung tertawa.

“Ya, aku cemburu.” Jawab Kris to the point.

“Jaaaaaahhh~ Stop acting cute, guys!.” Ucapku lagi lalu tertawa. “Mana Jiyong-mu ?.”

“Sedang mengambilkan makanan. Mana Sehun ?.” Tanya balik Chaerin.

-_- “Jangan membicarakan tentangnya. Keramat.” Bantahku.

“Sehun sedang ada urusan dengan Dosen Ahra.” Jawab Sunyoung pelan. “Kau tahu Dosen Ahra’kan ?.”

Chaerin mengangguk antusias. “Ne, aku tahu. Yang sexy itu, bukan ?.”

“Ya, yang sangat sexy itu.” Tambah Kris, dan sedetik kemudian pukulan mendarat di atas kepalanya.

“Ya!! Dasar jelalatan!.” Sunyoung setengah berteriak.

“Annyeong.” Sapa Jiyong yang membawa satu cafetaria tray. “Mianhae, aku lama.” Ucapnya yang sudah pasti ditujukan ke Chaerin.

“Gwenchanayo, oppa.” Jiyong duduk di sebelah Chaerin lalu memberikan cafetaria tray yang penuh dengan salad buah itu ke Chaerin. “Oppa tidak makan ?.”

Jiyong tersenyum kecil. “Ani. Aku tidak lapar. Kau, makanlah.”

Aku menghembuskan nafas beratku. “You all so cute, really.” Aku terkekeh pelan lalu meminum coke-ku.

“Bagaimana dengan team dance-mu, Yoong ? Aku dan Chaerin sudah membuat beberapa konsep untuk baju kalian.” Beritahu Jiyong yang diikuti anggukan Chaerin yang sedang makan.

“Semuanya baik-baik saja, masih berjalan dengan baik. Bukankah begitu, Luna-ssi ?.” Aku melihat Sunyoung.

Sunyoung mengangguk. “Kita akan memenangkan kompetisi itu, sungguh.”

“Kris me-remix lagunya dengan bagus. Keren.” Gumamku pelan.

“Oh, itu dia mereka. Pasangan romatis seantereo universitas.” Beritahu Sunyoung. “Minah dan Ryeowook.”

“Aku bahkan meragukan bahwa Ryeowook terus mengikuti Minah sampai ke toilet.” Gumam Jiyong yang lalu diikuti tawa kami semua.

“Annyeong.” Sapa Minah dan Ryeowook bersamaan sambil tersenyum lebar.

“Annyeong.” Sapa balik kami bersamaan.

“Kau mau makan ?.” Tanya Ryeowook.

“Boleh.” Jawab Minah singkat dengan wajah polosnya.

“Akan kuambilkan. Kau, duduklah.” Ryeowook melangkahkan kakinya pergi untuk mengambilkan Minah makanan, sedangkan Minah melangkahkan kakinya pelan lalu duduk di sebelahku.

“Kau sudah berapa kali latihan ?.” Tanya Minah pelan kepadaku.

“Hari ini yang keenam. Wae ? Informasi apa yang kau dapatkan ?.” Tanyaku.

Dance crew yang memenangkan kompetisi tiga kali berturut-turut tersebut, ternyata ikut. Berita yang mengatakan mereka tidak ikut itu, hoax.” Beritahu Minah.

Aku menghembuskan nafasku lalu menyandarkan tubuhku pada sandaran kursi. “Itu akan menjadi tantangan berat.”

“Bukankah kompetisi itu sangat dekat dengan tanggal wisuda-mu ?.” Tanya Minah lagi.

Aku mengangguk pelan. “Ne.”

“Apa itu tidak mempengaruhi wisuda-mu ? Bagaimana dengan tugas-tugasmu ?.” Tanya Minah.

“Syukurnya, tugas akhirku sudah selese.” Jawabku singkat. “Sedangkan tugas Sunyoung, dia sedang mengerjakan bagian akhirnya. Dan Yuri, dia sudah menyelesaikannya bersamaku.”

“Bukankah jurusan kedokteran tugas akhirnya sangat berat ?.” Tanya Minah lagi.

“Selama kau mengerjakannya dengan rajin, semuanya akan selesai.” Gumamku. “Tapi, bedah mayat adalah yang paling berat. Mengerikan, sekaligus menyenangkan.” Aku tertawa kecil.

Ryeowook yang membawa satu cafetaria tray, mengambil tempat duduk di sebelah Minah dan memberikan cafetaria tray itu ke Minah. Aku menghembuskan nafasku lalu berdiri dan meraih tas putihku.

“Kau mau kemana ?.” Tanya Sunyoung.

“Tempat latihan. Dance crew yang memegang piala tiga kali berturut-turut ternyata ikut dan itu berarti tanda ‘Hei-Yoong-kau-harus-lebih-giat-berlatih’.” Jawabku. “Datanglah saat kelasmu selesai nanti.”

“Kau sudah tidak ada kelas lagi ?.” Tanya Sunyoung.

“Aku sudah menyelesaikan semuanya, jadi tidak ada alasanku untuk ikut kelas manapun lagi. Kau tahu, refreshing.” Jawabku. “Bye.” Aku membalikkan badanku lalu berjalan keluar kafetaria.

Tempat latihan kami adalah ruang latihan anak art. Cukup luas dan semua anak universitas ini dapat menggunakannya, terutama Sehun, Kai dan Luna adalah salah satu anak art. Well, semuanya berjalan baik di awal. Sebelum Minah membuatku ragu saat dia memberitahuku bahwa dance crew pemenang tiga kali berturut-turut ikut.

Aku membuka pintu ruangan tersebut dan menaiki anak tangga dengan pelan.

Thank God the week is done, I feel like a zombie gone back to life (back to life). Hands up, and suddenly we all got our hands up, no control of my body. Ain’t I seen you before ? I think I remember those eyes, eyes, eyes, eyes.

            Cause baby tonight, the DJ got us falling in love again. Yeah, baby tonight, the DJ got us falling in love again. So dance, dance, like it’s the last, last night of your life, life. Gonna get yoy right, cause baby tonight the DJ got us falling in love again…

Aku mengintip dari balik kaca yang terdapat di pintu. Ruangan tersebut masih digunakan Suho, Lay, Chanyeol, dan Kwangsoo. Aku berjalan ke toilet perempuan lalu mengganti bajuku dengan jaket berwarna hitam setengah badan dan celana panjang tipis. Aku kembali melangkahkan kakiku keluar toilet dan tepat saat Suho, Lay, Chanyeol dan Xiumin keluar dari ruang latihan.

“Nuna ?.” Chanyeol adalah orang pertama yang melihatku.

“Annyeonghaseyo.” Aku membungkukkan badanku.

“Annyeonghaseyo, nuna.” Balas Suho yang juga ikut membungkuk bersama yang lain. “Kudengar, nuna akan mengikuti dance competition town.”

Aku terkekeh pelan. “Apa berita itu sudah tersebar luas ?.”

“Tentu saja, nuna.” Jawab Chanyeol.

Kami masih dalam tahap pelatihan. Doa’kan saja.” Aku tersenyum kecil.

“Apa Sehun juga ikut ?.” Tanya Chanyeol lagi.

Aku mengangguk pelan. “Ne. Tao dan Kai juga.”

“Kalau begitu, selamat berjuang nuna. Fighting!.” Kwangsoo tersenyum lebar.

“Kami pergi dulu, nuna. Annyeong, fighting nun!.” Suho tersenyum lebar.

“Ne.” Aku membalas senyum Suho. Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam ruang latihan setelah Suho, Lay, Chanyeol dan Kwangsoo pergi.

Seperti ruang latihan pada umumnya, dinding ruangan adalah cermin. Dengan lebar tujuh meter dan panjang sembilan meter.

Aku membungkuk lalu mencoba menyentuh lantai dengan tanganku.

“Apa berat badanmu turun ?.”

Aku segera melihat ke arah cermin. “Bagaimana kau tahu ?.”

Laki-laki itu melangkahkan kakinya lalu menyambungkan iPod-nya ke speaker. “Kau adalah kekasihku. Bagaimana mungkin aku tidak tahu ?.”

“Yang benar saja. Bagaimana kau tahu ?.” Tanyaku sambil melihat laki-laki itu yang sedang fokus dengan iPod touch-nya.

“Kau terlihat lebih kurus. Apa kau stress ? Atau kau terlalu lelah ?.” Sehun melihatku.

Aku menelan ludahku dengan susah payah. “Mungkin… keduanya.”

 

AUTHOR’S P.O.V

Laki-laki itu melihat perempuan yang mengenakan jaket setengah badan yang memperlihatkan bentuk abs-nya yang sempurna itu. Sedetik kemudian, laki-laki tersebut menaruh iPod touch-nya lalu berjalan menuju perempuan itu.

“Kau tahu apa yang harus kaulakukan sebelum memulai latihan ?.” Tanya laki-laki itu. Perempuan itu mengerutkan keningnya lalu alis kirinya terangkat. “Pemanasan” Lanjut laki-laki itu dan sedetik kemudian sebuah alunan lagu terdengar keras dari speaker.

Yoona mengeluarkan nafas beratnya lalu tersenyum kecil. “Yang benar saja, sejak kapan kau menyimpan alunan lagu tarian Tango ?.”

Sehun tersenyum kecil. “Sejak aku memikirkan hari ini. Mengajakmu menari Tango.” Sehun terkekeh pelan lalu diikuti tawa kecil Yoona.

Laki-laki itu lalu meraih tangan perempuan yang berdiri di hadapannya dengan pelan lalu menggenggamnya dan senyum kecil terlukis di wajah laki-laki itu. Laki-laki dan perempuan itu dengan lincah dan tegas memainkan kaki mereka, mengikuti dentuman nada. Dengan cepat perempuan itu memutarkan dirinya dengan tangan yang masih tetap menggenggam tangan laki-laki tersebut.

Senyum Yoona mengembang lebar. “Hebat.”

“Seperti bia-”

Pintu ruangan tersebut tiba-tiba terbuka, dan tampak Sunyoung yang sudah mengenakan jaket serta hotpants-nya melangkahkan kakinya menuju bangku panjang yang berada di ruangan tersebut. “Hai.”

 

YOONA’S P.O.V

“Hai, Sunyoung nuna.” Sapa balik Sehun.

-_- “Nuna ? Sudah berapa kali kita membicarakan masalah itu, Sehun-ssi ?.” Tanya Sunyoung. “Tadi aku melihat kalian sedang menari Tango, jadi kuputuskan untuk mengganti baju terlebih dahulu.”

“Kau tidak ada kelas ?.” Tanyaku.

“Oh, yang benar saja. Sebentar lagi kita akan wisuda.” Gumam Sunyoung sambil mengikat tali sepatunya. “Benar yang kau katakan, Yoong.”

“Apa ?.” Tanyaku polos.

“Tanda untuk ‘harus-lebih-giat-berlatih’.” Jawab Sunyoung lalu berdiri.

“Maksudnya ?.” Sehun melihat Sunyoung lalu melihatku.

Dance crew yang memenangkan piala tiga kali berturut-turut, ternyata ikut. Kita mendengar berita yang salah.” Beritahu Sunyoung.

“Jadi bagaimana ? Kita tetap maju ?.” Tanya Sehun pelan.

“Tentu saja. Kita akan dan tetap maju.” Jawabku tegas.

“Annyeong.” Aku menolehkan kepalaku lalu terlihat Kai, Tao dan Yuri.

“Annyeong.” Sapaku balik dengan pelan.

“Apa Dosen Ahra mencarimu tadi ?.” Tanya Kai.

Sehun mengangguk pelan. “Ne. Kau harus mengumpulkan tugas secepat mungkin.” Ucap Sehun to the point.

“Yang benar saja. Dosen itu tidak pernah melupakan setiap tugas.” Eluh Kai lalu duduk di bangku panjang berwarna cokelat terang tersebut. “Bagaimana tugasmu ?.”

“Masih setengah jadi. Sangat jelek.” Jawab Tao.

“Kurasa Minah sudah memberitahumu.” Gumam Yuri pelan.

Aku mengangguk pelan. “Ne. Yang benar saja, berita yang selama ini kita dengar ternyata hanya hoax.”

“Kita hanya perlu tetap latihan.”

***

 

From: Oh Sehun

 

Besok adalah seribu hari setelah umma-ku meninggal. Apa kau ingin menemaniku ke makamnya ?

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi lalu mengambil sebuah buku tebal dan duduk di atas tempat tidur. Sedetik kemudian, ponselku berdering. Aku segera meraih ponselku lalu mengusap layarnya.

 

 

 

 

To: Oh Sehun

 

Tentu saja. Aku akan menemanimu.

 

 

 

 

 

Aku melihat ponselku sejenak. 999 hari lalu Sehun kehilangan umma-nya karena kecelakaan lalu lintas dan sekarang dia sudah mempunyai umma baru, ibu tirinya. Umma-nya yang sekarang sangat baik. Benar-benar menyayangi Sehun dan saudara-saudaranya seperti layaknya anak kandungnya sendiri.

Well, beda dengan umma-ku.

Kenapa aku harus mengingatnya lagi ?

Kejadian tersebut terjadi saat aku berumur tiga tahun. Kejadian tersebut sudah sangat lama, sudah lebih dari sepuluh tahun lalu. Saat umma-ku benar-benar menyakiti appa-ku karena, permintaan cerainya. Dan beberapa tahun setelah percerain dengan umma, appa divonis mengidap penyakit jantung.

Itu alasan kenapa aku mengambil kejurusan ini. Kedokteran. Dan akan melanjutkannya ke spesialis jantung. Appa yang menguatkanku.

***

            Aku berdiri di sebelah laki-laki yang memiliki tinggi 181 sentimeter itu, yang menatapi makam ibunya dengan tatapan kosong.

“Ini sudah seribu hari setelah semua kejadian sialan itu.” Gumam Sehun. Baru saja aku ingin membuka mulutku, Sehun kembali melanjutkan omongannya. “Kau tahu, seribu hari.” Laki-laki itu menatapkan dengan mata lekatnya.

“Ne, aku… tahu..” Gumamku pelan.

“Kau tidak mengerti.” Ucap Sehun tajam  lalu berjalan pergi meninggalkanku.

“Itu normal, chagiya.” Ucapku keras, tetap berdiri di tempatku. “Apa yang kau rasakan sekarang adalah normal.”

Sehun menghentikan langkahnya lalu berbalik. Aku tersenyum kecil lalu setetes air mata jatuh tanpa permisi. “Merindukan orang yang telah tiada, adalah normal. Merindukan orang yang jarang kau temui, adalah  normal. Tapi bagaimana dengan merindukan seseorang yang setiap hari kau temui ?.”

Hening.

“Menyakitkan.” Gumam pelan. “Aku telah terpisah dengan umma-ku lebih dari sembilan belas tahun, dan setiap hari aku melihatnya di butiknya.” Sehun melangkahkan kakinya lalu memelukku erat

“Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Mianhae, jeongmal mianhaeyo.” Gumam Sehun. “Berhentilah menyakiti dirimu sendiri dengan kalimat-kalimat seperti. Kumohon.”

***

D-15 before the day of dance competition

            “Dimana Sehun ?.” Tanya Yuri.

Aku terus menempelkan ponsel putihku di telinga kiriku. “Dia tidak mengangkat telponku.” Aku melihat ponselku. “Bahkan sekarang ponselnya non-active.”

“Kapan terakhir kau bertemu dengannya ?.” Tanya Sunyoung.

“Kemarin, saat aku mengantarnya ke makan ibunya.” Jawabku.

“Dia tidak mengatakan apa-apa ?.” Tanya Tao.

Aku menggeleng pelan. “Tidak. Dia tidak mengatakan apa-apa kepadaku.”

“Nuna yakin ?.” Tanya Kai.

“Tentu saja. Kami sama sekali tidak membicarakan ‘hal-aneh’ tentang ‘hari-ini’.” Bantahku.

“Mungkin saja dia sedang sibuk atau tidak enak badan.” Gumam Tao.

“Dia akan memberitahu kita jika dia sibuk ataupun sakit.” Bantah Sunyoung.

Aku menghembuskan nafasku. “Kita lanjutkan saja latihannya.”

***

D-9 before the day of dance competition

            Aku, Yuri, Sunyoung, Kris, Minah, Ryewook, Chaerin, Jiyong, Kai dan Tao berkumpul di tempat latihan dance kami.

“Ini sudah 6 hari sejak ‘menghilangnya-Sehun’.” Gumam Sunyoung.

“Waktu kita hanya tinggal sembilan hari.” Ucap Yuri.

“Apa kau yakin Sehun tidak mengatakan apa-apa kepadamu ?.” Tanya Chaerin lalu melihatku.

Aku menggeleng. “Sama sekali tidak. Dia tidak pernah membalas pesanku, ponselnya non-active, bahkan rumahnya kosong. Aku dan Chanyeol sudah pergi ke rumahnya.”

“Kau harus cepat menggantinya.” Ucap Kris. Baru saja aku ingin membuka mulutku, Kris kembali berbicara tegas. “Aku tahu kau ingin mempertahankannya, tapi jika dia sama sekali tidak muncul sekarang, langkah terbaik adalah kau harus menemukan penggantinya dengan cepat.”

“Kris benar. Waktumu hanya tinggal sembilan hari.” Tambah Ryeowook.

“Kita tidak bisa menunggunya, Yoong.” Gumam Yuri.

Aku terdiam sejenak. “Let’s vote. Menunggunya atau menggantinya. Yang ingin menggantinya ?.” Aku melihat teman-temanku satu per satu.

Sunyoung, Kris, Yuri, Chaerin, Jiyong, Minah, Ryewook, Tao dan Kai mengangkat salah satu tangan mereka. “Sembilan lawan satu. Aku sudah jelas kalah. Siapa yang akan menggantikannya ?.”

“Yunho hyung hebat dalam dance.” Beritahu Kai.

“Taemin juga.” Tambah Tao.

“Eunhyuk oppa juga bagus.” Gumam Minah.

“Taeyang.” Ucap Jiyong.

“Seungri oppa terlihat sangat bagus dalam dance.” Gumam Chaerin.

“Jangan lupakan Lay.” Tambah Kris.

Aku menghembuskan nafasku pelan. “Jadi siapa diantara Yunho, Taemin, Eunhyuk, Seungri, Taeyang dan Lay yang akan kalian pilih ?.”

-TBC-

 

            AAAAAAHHH!!! Mian banget kalo jelek T^T Segala macam bentuk  comment Author terima (?) Jangan lupa commentnya, reader 🙂 Don’t be a silent reader! Kkk~

Iklan

8 pemikiran pada “Your Guardian Angel (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s