Don’t Stop Love Me (Chapter 1)

Tittle : Don’t Stop Love Me

Author : Rhein

Main cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Other cast : EXO-K member

Genre : Yaoi, Romantic, etc

Rate : T

Summary : “Tidak bertemu Baekhyun sehari saja, pikiranku sudah over load, seperti orang stress yang kehilangan akal sehatnya.. aku butuh Baekhyun selalu disisiku…”

 

 

Happy Reading!!

dont

“Aaarrrgggghh… !! Aku telaaat!!”, suara yang menggelegar menusuk telinga itu berasal dari kamar Sehun dan Suho. Drap..drap..drap…Sehun terlihat terburu-buru keluar dari kamarnya menuju rak sepatu. Semua member EXO yang duduk di meja makan hanya melihat ke arah sang maknae yang sibuk dengan tali sepatunya.

“Telat apanya?”, tanya Baekhyun.

“Sekolah hyuuung…”, jawab Sehun sambil melihat ke arah hyung-hyungnya, “Apa kalian tidak sekolah??”, tanyanya balik.

“Ini kan masih jam 6″, jawab Kai sambil mencomot roti panggang di piringnya.

“Hah?”, Sehun melongok ke jam dinding yang terpaku di dinding dapur.

“Oh yaa… jam kamar kita mati Sehun-ah, belum sempat ku ganti baterai, hahaha mianhaeee…”, kata Suho sambil tersenyum dan disambut tawa oleh yang lainnya.

“Mwo?? Haaah… “, Sehun mengacak-acak rambut cokelatnya dan melepas lagi sepatunya lalu duduk di meja makan dengan muka merah karena malu, mengambil piringnya dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, satu alisnya terangkat ketika dirasakannya ada yang janggal.

“Chanyeol hyung… dimana? masih tidur?”, tanya Sehun yang baru sadar kalau salah satu hyungnya itu tak ada bersama mereka.

“Dia tidak enak badan, tadi pagi supirnya menjemputnya dan pulang ke rumah.” jawab Suho.

“Sakit apa?”, tanya Sehun lagi.

“Entahlah, demam mungkin..”, jawab Kyungsoo.

“Baekhyun-ah, nanti kamu jadi ke rumah Chanyeol?”, tanya Suho pada Baekhyun yang sedari tadi melamun sambil memegang sendok.

“Eh.. ne hyung, pulang sekolah nanti…,” , jawab Baekhyun.

“Ok, salam buat dia ya.. semoga cepat sembuh dan kembali ke Dorm..”, ujar Suho dengan senyum malaikatnya.

“Ne…”, jawab Baekhyun singkat lalu meneruskan makannya.

~~~~~

Pukul 14.30 bel pulang sekolah berbunyi, Baekhyun bergegas keluar dari kelas dan berangkat ke rumah Chanyeol. hari ini begitu dingin dan mendung.

Ting..tong…ting…tong… Baekhyun memencet bel rumah Chanyeol berkli-kali dengan tak sabar., pintu terbuka, dan dia disambut oleh pembantu di rumah Chanyeol.

“Oh,, Den Baekhyun, silakan masuk..”. sambutnya.

“Ne.. gomawo Bi’, Chanyeol ada di kamarnya?”.

“Iya, tuan muda di kamarnya, langsung naik saja Den..”.

“Baik bi’..”

Baekhyun segera melangkahkan kakinya, semakin dipercepat langkahnya. Sepertinya rasa khawatir sedari pagi terus menyelimuti kepalanya. ketika dia membuka pintu kamar Chanyeol, didapatinya sang pangeran sedang tertidur lelap di atas kasur empuknya. Baekhyun masuk ke dalam dengan perlahan agar tak membangunkannya, berjalan menuju tempat Chanyeol tertidur pulas. Dia menggerakkan tangannya menuju ke dahi Chanyeol dan menyibakkan rambut Chanyeol yang menutupi sebagia wajah imutnya. Dia memeriksa apakah demam Chanyeol sudah turun atau belum.

“Ehhhmm…”, Chanyeol terbangun, sepertinya dia merasakan sesuatu di mendarat di keningnya. Dia membuka mata dan melihat Baekhyun di depannya.

“Ehh, mianhae membangunkanmu..,” kata Baekhyun yang kaget melihat Chanyeol tiba-tiba membuka mata.

“Ahh.. my private tutor ya…,” ucap Chanyeol lirih, perlahan-lahan bangun dari posisi tidurnya.

 

//FlashBack//

“Chanyeolah.. Chanyeol-ah….”, Panggil ibu Chanyeol dari ruang tamu, Chanyeol keluar dari kamarnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Ada apa Umma?”

“Kemarilah ada yang mau umma kenalkan..”, jawab ibu Chanyeol, kemudian Chanyeol berjalan mendekat ke ruang tamu dan melihat seorang namja yang seumuran dengannya duduk di ruang tamu.

“Siapa dia?”, tanya Chanyeol agak sinis. Namja itu berdiri dan melihat ke arah chanyeol.

“Annyeonghaseyo… Baekhyun imnida…”, Baekhyun dengan sigap memperkenalkan dirinya dengan tersenyum lebar bak malaikat.

“Dia Baekhyun, yang akan jadi guru privatmu mulai sekarang…”, ibu Chanyeol menjelaskan lagi.

“Mwo?? guru privat? dia seumuran denganku umma!”, Chanyeol membantah dan kelihatan tak suka pada Baekhyun.

“Lebih mudah kalau seumuran kan, bisa berbagi ilmu,, bisa jadi teman baik…”, jelas ibunya.

“Ya, kita seumuran, kita bisa belajar bersama..”, tambah Baekhyun

“Cih,,,..”, Chanyeol memalingkan mukanya.

Sejak saat itu setiap hari Baekhyun datang ke rumah Chanyeol untuk belajar bersama, sebelum menjadi trainee di SMEnt, hubungan mereka begitu buruk karena Chanyeol tetap merasa gengsi pada Baekhyun. Sampai sekarang mereka menjadi teman satu grup bahkan satu kamar di dorm yang sama. Hubungan baikmulai terjalin, karena lambat laun Chanyeol mulai menyukai pribadi Baekhyun yang friendly, ramah, ceria, dan selalu sabar dengan sikapnya yang acuh.

//FlashBack END//

 

“Jangan bangun dulu, tiduran saja…”, kata Baekhyun menyetop Chanyeol yang mencoba duduk.

“Kenapa kemari? mengkhawatirkanku?”, Chanyeol sedikit mengisengi Baekhyun.

“Tidak, Suho hyung yang menyuruhku kemari untuk melihat keadaanmu, kau sudah baikan?”, elak Baekhyun.

“Oh,,,”, Chanyeol terlihat kecewa dengan jawaban Baekhyun. “Aku sudah baikan kok, kau boleh pulang..”, lanjutnya dengan nada sedikit kesal.

“Hah? kenapa bicara begitu? kau sudah makan?”, tanya Baekhyun lagi. Chanyeol melihat muka Baekhyun yang cemas lalu perlahan dia mengangkat tangannya ke pipi lembut Baekhyun.

“Kau mencemaskanku kan…?”, tanya Chanyeol lagi sambil tersenyum tipis. Baekhyun sedikit kaget, dia tidak suka dengan sikap Chanyeol yang seperti itu.

“Chanyeol…”, Baekhyun menepis pelan tangan Chanyeol.

“Waeyo?”

“Jangan bersikap seperti itu, jangan buat orang lain salah paham…”

“Hmm…”, Chanyeol tidak menjawab, dia hanya memandangi wajah Baekhyun. Chanyeol sangat menyukai Baekhyun tapi sayangnya Baekhyun tidak pernah menyambut perasaan itu.

“Aku pulang dulu ya,, sudah sore.. cepatlah sembuh dan kembali ke dorm. Suho hyung dan yang lain mengharapkanmu segera kembali.” Kata Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol, lalu melangkah pergi dari kamar Chanyeol.

“Ne…” jawab Chanyeol singkat.

 

 

~~~~

 

 

2 Hari berlalu, Chanyeol sudah kembali ke dorm dan membuat suasana dorm kembali ramai. Tapi hari ini dia belum boleh ikut latihan rutin karena masih belum fit. dia ditinggal sendirian di dorm.

“Huaah,, sepi…”, ucapnya dalam hati sambil berjalan berkeliling dorm… cklek.. pintu rumah terbuka.

“Aku pulaaaaang…”, Suara itu memecah keheningan dalam dorm.

“Eh,, Baekhyun?”, Chanyeol segera berjalan ke arah suara itu berasal.

“Lhoh.. Chanyeol? Sendirian? yang lain mana?”, tanya Baekhyun yang baru pulang dari sekolahnya sambil menenteng tas ranselnya.

“Sudah berangkat latihan…”, jawab Chanyeol sambil melihat Baekhyun yang sedang melepas sepatunya.

“Oh,, habis ini aku juga mau menyusul, kau mau ikut sekalian? tapi tidak usah latihan dulu, dari pada sendirian di rumah…”, Baekhyun berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Chanyeol. Chanyeol tidak menjawab, dia duduk di kasur sambil melihat Baekhyun yang sedang mengganti baju.

“Ya! balik badanmu! aku mau ganti baju..”

“Eh,, ne…”, Chanyeol segera merebahkan tubuhnya ke kasur dengan posisi telungkup , menghela nafas panjang dan menutupi kepalanya dengan bantal.

“Baekki….”, Chanyeol memanggil nama Baekhyun dengan suara yang tidak jelas.

“Hem?”, jawab Baekhyun yang baru saja mencuci mukanya.

“Tidak usah pergi…”, lanjut Chanyeol.

“Apa?”, Baekhyun tidak mendengar suara Chanyeol yang hilang tertelan bantal. Chanyeol membalikkan badannya kemudian duduk.

“Apa masih sakit?”, tanya Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol. Chanyeol meraih tangan kanan Baekhyun.

“Temani aku disini…”, ucap Chanyeol sambil mendongakkakn kepalanya dengan tampang memelas ke Baekhyun yang berdiri di depannya.

“Eh?”, Baekhyun sedikit terkejut terlihat dari raut mukanya.

“Apa kau masih tidak enak badan?”, tanya Baekhyun yang sebenarnya mengerti dengan maksud Chanyeol melarangnya pergi dan menyuruhnya tetap tinggal. tapi dia tidak mau terlalu terbawa suasana. Chanyeol menggeleng dan tetap menatap wajah Baekhyun yang mulai salting.

“Ap.. apa kau sudah makan?”, tanya Baekhyun lagi untuk mengalihkan perhatian, Chanyeol menggeleng lagi. Tanpa jawaban apapun yang keluar dari bibir Chanyeol, membuat Baekhyun semakin kebingungan.

“Mau kubuatkan bubur? setelah itu makan dan istirahatlah..”, ucap Baekhyun lalu melepaskan pegangan Chanyeol dan beranjak pergi. Tapi baru melangkahkan kakinya, tiba-tiba Chanyeol merarik tubuhnya dan memeluknya dari belakang. -Greb-

“Hah..”, Baekhyun terkejut dengan ulah Chanyeol yang terang-terangan memeluknya seperti itu. Ini untuk yang kesekian kalinya Chanyeol memeluknya, tapi dulu dia tetap berpikir kalau pelukan itu hanya untuk pelukan seorang sahabat. Baekhyun tau sejak mulai masuk masa trainee hingga debut, sikap Chanyeol padanya mulai berubah. Tidak jarang jua Chanyeol memberikan perhatian lebih, melebihi perhatiannya pada member lain. Baekhyun takut mengakui kalau mungkin dia juga mulai menyukai Chanyeol, malah selalu menghindar saat Chanyeol mulai mendekatinya seperti ini.

“Baekki-ah…” Panggil Chanyeol manja.

“N..Ne?”

“Biarkan aku memelukmu seperti ini.. beberapa hari tidak bertemu, entah kenapa rasanya ada yang kurang…”

“H..hehe,, benarkah? apa karena tidak ada teman bertengkar dan gaduh sepertiku?hehe..”, Baekhyun berusaha membuat suasana tidak bertambah panas dengan guyonan yang garing. Chanyeol tak menanggapinya malah semakin erat memeluk Baekhyun.

“Ye..Yeollie.. aku tidak bisa bernapas..”, ucap Baekhyun terputus-putus.

“Tidak bertemu Baekhyun sehari saja, pikiranku sudah over load, seperti orang stress yang kehilangan akal sehatnya.. aku butuh Baekhyun selalu disisiku…”, ucap Chanyeol setengah berbisik. Baekhyun yang beru kali ini mendengar pernyataan tak terduga dari Chanyeol, perlahan memutar balik badannya.

“Yeollie, apa maksudmu?”

Chanyeol menatap Baekhyun sambil tersenyum tipis.

“Aku menginginkan Baekhyun…”

 

~TBC~

 

15 pemikiran pada “Don’t Stop Love Me (Chapter 1)

  1. Ya…….thor thorr…bkin aku pnsran azaa… Tp daebak bnget wat author naaa… Crta na seru bdai, d tnggu chap lnjtan na thorr…
    Plizzzz…jngannn lma2..hee*bnyak maunya /mksa* ampuun thorr..heee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s