Love, Fate and Feel (Chapter 5)

 Love, Fate and Feel [part : 5]

Author : Key’sBlackSmile

Title     : Love, Fate and Feel

Genre  : romance, friendship, family.

Rating : PG13

Length : Series

Cast     :

  • Oh Se Hoon (EXO-K)
  • Shin Jae In (OC)
  • Byun Baek Hyun (EXO-K)
  • Shin Jae Rin (OC)

Other casts      : you can find it by your self 😀

Disclaimer      : cerita ini hanya fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan plotnya saya benar-benar minta maaf, karena saya tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Enjoy It!! Sebelumnya saya minta maaf jika disini masih kurang (typo, ngga jelas atau apapun) T.T Kekekeke, saya tau ini FF abal-abal. Kkkk~ sekali lagi saya minta maaf atas keterlambatan post dan mengirim email ke Adminnya, wkwk saya banyak tugas sekolah dan OSIS -_-

WARNING : TYPO ! TYPO ! TYPO ! maybe I’m a lazy author -.-

 Love, Fate and Feel 5

…Happy Reading ^0^…

 

Yeoja itu menggosok-gosok kedua telapak tangannya, cuaca masih dingin. Diluarpun masih bersalju. Sekarang sudah tengah malam, tetapi yeoja itu belum juga tidur seperti beberapa orang pada umumnya. Sepertinya yeoja itu belum tertarik untuk berpetualang di dunia mimpi.

 

Ia membuka handphone touch-nya dan memandangi layar handphone itu. Foto seseorang yang ia cintai. Susah untuk melupakannya. Lalu ia menggeser layarnya dan melihat sebuah Foto seorang yeoja dan namja yang tersenyum riang. Sang Namja merangkul pundak sang Yeoja. Yeoja itu tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri. Shin Jae In.

 

Jae in menghela nafas panjang, ia menatap jam berbentuk kartun kesukaanya yg tepat berada di samping tempat tidurnya. Jam menunjukan pukul 2 dini hari. Sudah tanggal 31 Desember. Berarti nanti malam dia harus memberi jawabannya kepada Sehun.

 

“Lupakan Baekhyun ! Lupakan Baekhyun !!” serunya sendiri sambir merutuki dirinya. Ia menghempaskan tubuhnya ke kasur pink soft nya itu. menatap beberapa salju yang berjatuhan dari jendela.

 

“eotthokae..” gumamnya pelan. Ia mencoba memejamkan matanya, mencoba tidur. Siapa sangka ternyata ia tertidur dengan pulas. Mencoba mamasuki alam mimpinya..

 

Disisi lain, seorang namja tengah menatap hasil jerih payahnya. Ia tersenyum puas sambil mengusap kanvas di depannya. Tengah malam seperti ini, baru saja ia menyelesaikan lukisan itu.

 

“yeppo..” gumamnya. Namja itu mengambil sebuah kain putih dan menutup kanvas itu sambil tetap tersenyum puas.

 

“saranghae…”

 

“YA ! EONNI ! IREONAAAA” teriak jae rin kepada jae in yang masih berkepompong(?) di dalam selimutnya. Masih enggan mengikuti kata-kata saudara kembarnya itu.

 

“EONIIIIII !” teriak jae rin murka(?) jae in yang merasa terganggu dengan teriakan Jae rin lalu bangun dengan wajah yang err.. susah di definisikan.

 

“OMO ! kau seperti monster eonni, apa yang kau lakukan semalam ? lihat lingkarran hitam itu errr” ujar jae rin. Jae In menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “ah anioo~ gwenchana. Aku hanya memikirkan instrument music  baru buat ujian praktek minggu depan” aku jae in.

 

“ah eonni, appa mengajak kita kerumah nenek di Busan, palli ! kita harus bersiap-siap !” ujar Jae Rin sambil menghambur kasur Jae In.

 

“MWO ?! kapan kita akan kembali?”

“mungkin kita hanya menetap 2 hari di Busan…”

 

Jae In termenung, bagaimana janjinya dengan Sehun ?

 

“Baekhyun sunbae ?” Jae In terkejut melihat Baekhyun yang tengah berada di depan rumahnya. “oh hai Jae In-ah~”

 

 

“apa yang kau lakukan disini ?” tanya Jae In sambil memasukkan beberapa barang kedalam bagasi mobil appanya.

 

“ahh.. aku tidak di beri tau Jae Rin ? aku kan ikut ke Busan”

 

DEG

 

“ah.. n..ne..” jawab Jae In gugup. “baiklah, mana lagi barang yang ingin di bawa ?” tanya Baekhyun. Jae In mengangguk “ada di dalam sunbae..”

 

“baiklah kau mau ke dalam ? ayo sama-sama” ujarnya ramah. Jae In mengagaruk kepalanya yang tidak gatal “annio sunbae, kau deluan saja” Baekhyun tersenyum lalu ia menepuk pucuk kepala Jae In. “baiklah”

 

Deg Deg Deg Deg

 

Seperti ada seekor kupu-kupu di perutnya, ia tersenyum berseri-seri setelah di sentuh baekhyun. Yah walaupun hanya pucuk kepalanya.

 

Sehun masih memandang lukisan di depannya. Lukisan seorang perempuan yang tengah tertawa riang. Ia senang melihat senyum perempuan itu.

 

“teruslah tersenyum Jae In” gumamnya pelan.

 

“untung sekali nak Baekhyun bisa ikut ya” ujar eomma-nya Jae In sambil tersenyum ramah kearah Baekhyun yang tengah membantu membereskan barang-barang.

 

“anio eommanim, gwenchana.. lagian aku juga masih libur kuliah” jawab baekhyun sambil tersenyum riang. Senyum malaikat inosen, kesukaan Jae In. Jae In yang sedari tadi menatap Baekhyun merasa panas. Padahal daerah di sekitar Busan masih sangat dingin.

 

“Jae In-ah bantulah Baekhyun mengangkat barang itu ! Jae Rin sedang membuat minuman di belakang” ujar Eommanya membuyarkan tatapan Jae In. Jae In terkejap lalu ia langsung mengangguk.

 

Jae In berjalan kea rah Baekhyun yang membawa beberapa kardus di tangannya. “Sunbae, sini aku bantu”

 

“ah, Gwenchana Jae In-ah”

 

“annio sunbae, palli. Aku bantu”

 

“shiro~ aku seorang namja Jae In, biar aku saja”

 

“kau keras kepala sekali sunbae, sini aku bantu”

Mereka tetap berebutan beberapa kardus yang berada di tangan Baekhyun, sampai akhirnya Baekhyun mengalah dan membiarkan Jae In membawa 1 dari 3 kardus di tangannya tadi.

 

“gomawo..”

 

Jae In menoleh kea rah Baekhyun dan tersenyum. Jujur saja, ia benar-benar belum bisa melupakan BaekHyun..

 

“cheonmaneyo sunbae..” balas Jae In pelan. Baekhyun menatap Jae In lama. “kalau bisa, nanti jam 6 sore, tunggu aku di dekat mobil ya.. ada yang ingin aku bicarakan” ujar Baekhyun sambil tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Jae In dan pergi berjalan mendahuluin Jae In.

 

Jae In terkesiap lalu ia tersenyum lembut.

 

Jae In menatap benda kecil penunjuk waktu di tangan kanannya, sudah jam 5 lewat. Mendekati jam 6 sore, ia dengan topi rajut berwarna merah marron, dan baju rajut berwarna hijau daun berjalan pelan kearah mobil BaekHyun yang tidak jauh dari rumah neneknya itu.

 

Ia berjalan sambil berfikir dan menebak apa yang akan di bicarakan BaekHyun nanti, sebenarnya ia masih mengkhawatirkan soal sehun. Bagaimana jika Sehun tau kalau rencana malam ini gagal ? yah meskipun Jae In memang belum memnemukan jawabannya, setidaknya malam ini ia bisa hadir di samping Sehun kan ? tiba-tiba ia terpikir soal Sehun lagi.

 

Berat memang, memilih antara 2 hal yang sulit. Tidak terlalu sulit. Satu hal yang lain kau sudah di tolak dan tidak memungkinkan menerima hal itu, dan di satu hal lain lagi, hal itu yang belum bisa kau terima. Jadi harus pilih yang mana?

 

Jae In kadang merasa heran ada takdir seperti ini, yah ini lah namanya takdir kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya. Hanya tuhan yang tau semuanya.

 

Jae In menatap ke depan, ia melihat Baekhyun tengah menunggunya. Ia terkesiap. Posisi baekhyun yang menunggunya mirip sekali seperti posisi sehun yang menunggunya saat itu.

 

“sunbae…”

 

Baekhyun menoleh dan tersenyum. “wasseo ?” tanyanya, Jae In hanya tersenyum dan mengangguk sambil mengeratkan syal di lehernya.

 

“apa yang ingin kau bicarakan sunbae?” tanya Jae In langsung, karena sejuujurnya ia memang penasaran apa yang ingin di bicarakan Bakehyun kepadanya.

“ah ne. emm.. Jae In.. kau mencintai Sehun ?” tanya Baekhyun. Jae In menunduk.

“kau ingin aku menajwab jujur atau bohong sunbae ?”

 

Baekhyun menatap Jae In lama. Lalu ia tertawa renyah “baiklah.. jawab yang ada di hati mu aku tidak memaksa”

 

“ya.. aku mencintainya”

Baekhyun tersenyum. “tulus kan ? eh tunggu, ini jawaban jujur kan ?” Jae In menggeleng lalu ia menatap Baekhyun miris “aku rasa sunbae tau apa jawabannya kan..”

 

Baekhyun hanya menatap Jae In dengan senyum, Jae In tau itu senyum yang terpaksa. “kau..masih belum bisa melupakan ku kah ?”

 

Jae In mengangguk. “maafkan aku sunbae…. Aku belum bisa melupakanmu” Jae In menunduk selang beberapa detik kemudian Baekhyun dapat mendengar suara isakkannya.

Baekhyun menatap yeoja itu, rasanya ia ingin memeluknya. Sakit mendengar suara isakannya. Apa karena Jae In adalah saudara kembar Jae Rin ??

 

Baekhyun mengangkat tangannya, dan akhirnya ia memutuskan untuk mengusap punggung Jae In. “mian…” hanya itu yang bisa di katakan Baekhyun.

 

“aniyo sunbae.. ini bukan salahmu” jawab Jae In lirih. Baekhyun tersenyum.

 

Grep

 

Baekhyun memeluk Jae In, hanya memeluk. Bukan pelukan yang erat. Hanya pelukan pemberi semangat, bukan pelukan dengan hasrat. Jae In semakin terisak.

 

“hey, aku memelukmu agar kau berhenti menangis. Bukannya tambah menangis” beberapa saat kemudian suara isakkan itu terhenti. Baekhyun melepas pelukan itu lalu ia menatap Jae In.

 

“kau menyadari sesuatu ?” tanya Baekhyun, Jae In mendongak.

 

“kau itu sebenarnya…mencintai Sehun, kau membutuhkan dia”

 

DEG

“apa maksud mu sunbae?”

 

Baekhyun mengangkat tangannya dan dia menaruh tangannya di dada Jae In. “jantungmu berdegup dengan cepat”

Baekhyun tersenyum “kau mencintainya kan..jujur saja”

 

“mungkin kau benar Sunbae, tapi perasaan ku pada sunbae itu apa?” tanya Jae In polos. Baekhyun tertawa renyah. Lalu ia menepuk kepala Jae In.

“molla~ hanya kau yang tau. Yang pasti menurutku kau mencintai sehun”

 

Jae In mencoba berpikir, apa perasaan dia selama ini kepada Baekhyun ? dia hanya selalu ingin Baekhyun bersamanya. Itu perasaannya, sedangkan saat bersama Sehun. Dia butuh Sehun, dia selalu tersenyum bersama Sehun..

 

Tunggu, perasaannya bersama Baekhyun selama ini hanyalah perasaan egois. Perasaan ingin memilikinya. Perasaan yang merasa ‘kenapa harus Jae Rin yang bersamanya, sedangkan aku lah yang pertama kali bertemu dengan Baekhyun’

 

Sekarang Jae In tau jawaban apa yang harus ia jawab. Untuk Sehun, Jae In mendongak ia tersenyum lebar “GOMAWO SUNBAE !”

 

Baekhyun membalasnya dengan senyuman yang lembut. “cheonman.. aku rasa kau mendapatkan jawabannya kan”

Jae In mengangguk. Baekhyun mengacak rambut Jae In “chukkae !” setelah itu ia tertawa. “apa rencana mu sekarang?”

 

“aku akan kembali ke Seoul, sekarang juga”

 

“kau yakin ? sekarang sudah jam 6.30 ? kau akan sampai di Seoul sekitar jam 1 malam” ujar Baekhyun sambil menatap kea rah jam tangannya itu dengan dahi yng berkerut. Jae In kelihatan seperti berpikir, ia memikirkan ada dua kemungkinan.

 

Yang pertama, ia yakin Sehun  masih menunggunya. Ia tau Sehun seperti apa, Sehun pernah menunggunya 3 jam bukan ? Yang kedua, Sehun mengira Jae In menolaknya, dan di pastikan Sehun akan pulang.

 

Tapi bagaimana kalau benar Sehun menunggunya.. Sehun akan menunggu sampai pagi? Jae In takut jika membayangkannya.

 

“aku harus ke Seoul sunbae, aku rasa Sehun masih menungguku” jawab Jae In yakin. Ia sekarang yakin apa yang ia jawab. Baekhyun menatap Jae In ragu, tapi saat ia melihat mimic muka Jae In yang serius, ia menjadi yakin. Ia juga tau kalau Sehun adalah orang yang kukuh dengan pendiriannya.

 

“aku tau. Baiklah aku akan mengantarmu ke terminal”

 

 

Jae In berlari kearah taman, tempat ia berjanjian dengan Sehun. Jae In menatap kesekitar Taman, ia tidak melihat sesosok Sehun. Jae In menatap jam tangannya “jam 2 malam…”

 

Pesta Tahun Baru pun sudah selesai, ada bekas kembang api dimana-mana. Jae In terduduk di atas hamparan salju, karena memang masih musim salju dan taman ini masih di lapisin dengan hamparan putih Kristal itu. Sekitar Taman itu pun sudah gelap.

“aku…terlambat” jawab Jae In lirih. Ia terduduk dan terisak. Rasa dingin di sekitar taman itu sudah tidak terasa lagi baginya. Ia menangis mengeluarkan semuanya, rasa sakitnya, rasa sedihnya, rasa merasa bersalah, rasa… ia menyanyangi Sehun.

 

Ia tidak bisa hidup tanpa Sehun, jika ia sedih siapa yang pertama peka dan menghiburnya ? Sehun. Siapa yang selalu menghadiahkan senyuman manis untuknya.. Sehun. Betapa merasa bersalahnyalah Jae In kalau mengingat semua itu. Sehun selalu memberikan semuanya, bahkan Sehun selalu mengalah untuknya kan.

 

Jae In merutuki sikap bodohnya. “kau bodoh Jae In.. kau bodoh !”

 

CLICK

 

Seketika taman itu menjadi terang. Jae In terhenyak dan mendongak. Ia menatap keselilingnya. Di kelilingnya sudah ada berbagai Lukisan.. sebuah Lukisan seorang yeoja dengan berbagai ekspresi.

 

Dan Jae In menyadari.. itu adalah dia. Yeoja yang ada di Lukisan itu adalah dia. Jae In tersenyum sendu, ia melihat Lukisan itu. Ekspresi tertawa, nangis, sedih, tersenyum, bahagia.. bahkan ekspresi saat dia bersemu merah, malu.

 

“aku suka ekspresi itu”

 

Seseorang datang, dengan sebuklet bunga di tangannya. Ia tersenyum. Bibirnya yang merah itu menjadi pucat. Tapi ia tetap tersenyum dan berjalan menghampiri Jae In.

 

“Sehun…”

 

“akhirnya kau datang juga Jae In.. aku menunggumu” ujar Sehun lemah sambil tersenyum. Jae In berlari, ia memeluk Sehun erat sambil menangis. “Sehun-ah.. paboya.. hiks..neo jeongmal paboya”

 

Dapat Jae In rasakan suhu badan Sehun yang dingin. “kau hangat…” ujar Sehun pelan. Sehun membalas memeluk Jae In dengan erat. “kau dingin.. pabo .. hiks.. kenapa kau menungguku Sehun..”

 

“aku punya sesuatu untukmu” ujar Sehun. Jae In melepas pelukannya dan ia menatap Sehun dengan tatapan penuh tanya.

 

Sehun mengeluarkan sebuklet bunga “maaf karena terlalu lama di udara dingin dia menjadi layu.. aku janji akan membawamu ke tempat dimana bunga ini tumbuhg” ujar Sehun lemah.

 

Jae In tersenyum lembut. Ia menatap Sehun lama, “saranghae..”

Jae In menjinjit dan..

 

CUP

 

Ia mencium bibir pucat dan dingin itu. awalnya Sehun terkesiap dan pada akhirnya ia membalas ciuman Jae in. bukan ciuman yang berdasarkan gairah. Ciuman yang mengikuti alur, mencoba mengungkapkan perasaan masing-masing melalui ciuman itu. Sehun menyentuh pipi Jae In, sedangkan Jae In mulai mengalungkan tangannya di leher Sehun.

 

Karena memang kodratnya manusia yang membutuhkan Oksigen, Jae In dan Sehun melepaskan ciuman itu dan menatap satu sama lain. “apa yang kau bilang tadi ?” tanya Sehun.

 

“sa..ra..ng..hae..” jawab Jae In sambil mengeja kalimat itu. Sehun tersenyum lebar lalu ia memeluk Jae In. “na do saranghae” ujarnya lembut dan mengecup kening Jae In.

 

Jae In tersenyum lembut memandang namja di depannya. “mianhae..gomawo..” Sehun terkekeh “untuk apa ?”

 

“untuk semuanya” Sehun tersenyum mendengarnya. Ia mengusap pipi Jae In. “tidak ada yang perlu di maafkan. Karena aku akan selalu memaafkanmu.. tidak perlu berterimakasih karena aku akan melakukan apapun hanya untukmu..”

 

Seketika bulir-bulir bening berjatuhan dari pelupuk mata Jae In. “Oh Sehun.. jeongmal saranghae..”

 

THE END

 

 

 

WAKAKAKAKA ! kenapa yak kok author END kan disini ? yapp ! karena author punya FF dengan bearcats Kris dan Chanyeol ^^ tunggu aja disini ya J

Ada yang ingin sequel ? kalo banyak yg mau. Insya allah author bikini sequelnya deh J

 

Oke, buat Readers Setia, thanks ya uda sering nagihin~ dari twitter, blog, sampe ke sekolahan aja ada yg nagihin=_=”

Maaf kalo endnya tidak sesuain dengan apa yang kalian harapin ._. maaf juga kalo ini kependekan.. karena memang saya banyak sekali tugas sekolah dan OSIS T,T hehehe

Tapi kalo banyk yang minta sequel insya allah Author buatin deh ^^v

 

 

 

GOOD READER : LEMPARIN BIAS ATU-ATU

 

29 pemikiran pada “Love, Fate and Feel (Chapter 5)

  1. ffnya keren..,
    aku suka..,
    mian ya thor aku comentnya di part terakhir
    soalnya aku bacanya ngebut dari part 1
    jeongmal mianhae ya thor..
    tapi beneran deh..,
    aku suka banget ama ffnya…
    buatin sequel ya…,

  2. Authorrr kece gue suka gaya loe…*sok akrab

    OK perkenalkan aku reader baru disini..aku suka alurnya n bahasa penulisannya juga baguss…
    Aku baru baca ff in n langs nyantol di hati..makannya aku laangsung trsin bcanya amp END…

    Oh iya maaf ya thor aku coment’y cma di chap 5 ajj, tapi s’nggak nya aku ggak jadi silent reader…

    Terus berkarya n semoga ggak bsen” nuliss ff…

  3. sequel! sequel! sequel! *demobarengsehun
    DAEBAK!! DAEBAK!! ffnya daebak banget, makin kece kalo dibikin sequelnya deh thoor! aku tunggu yaa sequelnyaa~
    bikin orang nunggu itu ga baik loh thor, jadi cepet cepet ya bikin sequelnyaa 😀

  4. oiya thor, sequelnya yang fluf yaaa!
    misalkan abis ini sehun nya sakit terus jae in nya ngerawat seharian gituu, yaa walaupun ini idenya mainstream banget sih 😀
    pokonya harus happy ending, kalo bisa fluf jugaa #dzigh *readerbanyakmaunya

  5. Keren sumpah thor
    maaf baru comment di chapter 5 tapi ini bener bener keren alurnya (y)
    semangat deh thor, ditunggu ff exo lainnya ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s